LAMPIRAN  
KEPUTUSAN DEPUTI BIDANG PENGAWASAN OBAT,  
NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, PREKURSOR DAN ZAT  
ADIKTIF NOMOR PR.01.02.3.32.12.21.28 TAHUN  
2021 TENTANG REVIU RENCANA STRATEGIS  
DEPUTI BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA,  
PSIKOTROPIKA, PREKURSOR DAN ZAT ADIKTIF  
TAHUN 2020-2024.  
BAB I  
PENDAHULUAN  
A.  
LATAR BELAKANG  
Sesuai amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem  
Perencanaan Pembangunan Nasional, perencanaan pembangunan nasional  
disusun secara periodik meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang  
Nasional (RPJPN) untuk jangka waktu 20 tahun, Rencana Pembangunan Jangka  
Menengah  
Nasional  
(RPJMN)  
dan  
Rencana  
Strategis  
(Renstra)  
Kementerian/Lembaga untuk jangka waktu  
5
tahun, serta Rencana  
Pembangunan Tahunan yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Pemerintah  
(RKP) dan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (Renja K/L), dalam rangka  
mendukung pencapaian program- program Badan Pengawas Obat dan Makanan  
(BPOM), maka disusun Rencana Strategis (Renstra) Deputi Bidang Pengawasan  
Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif yang memuat visi, misi,  
tujuan, strategi, kebijakan serta program dan kegiatan untuk periode 2020-2024.  
Seiring dengan perubahan lingkungan strategis yang diantaranya adanya  
perubahan Organisasi dan Tata Kerja BPOM sebagaimana tercantum dalam  
Peraturan BPOM Nomor 21 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja  
Badan Pengawas Obat dan Makanan serta adanya pandemi Corona Virus Disease  
2019 (COVID-19) yang mulai terjadi di Indonesia sejak tahun 2020 dan  
diprediksi masih akan berlanjut hingga beberapa tahun ke depan, maka perlu  
melakukan reviu terhadap Renstra Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif Tahun 2020-2024 guna mengakomodir  
berbagai perubahan lingkungan strategis yang terjadi.  
B.  
TUJUAN  
Tujuan Reviu Renstra Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor dan Zat Adiktif Tahun 2020-2024 adalah sebagai acuan:  
1.  
Dalam penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran tahunan  
Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan  
Zat Adiktif;  
1
2.  
Dalam penyusunan dokumen evaluasi paruh waktu dan akhir periode  
pelaksanaan Renstra Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif Tahun 2020-2024;  
C. RUANG LINGKUP  
Ruang Lingkup Reviu Renstra Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif Tahun 2020-2024 adalah:  
1.  
Reviu terhadap perubahan lingkungan strategis, visi, misi, tujuan, sasaran  
strategis, arah kebijakan dan strategi; dan  
2.  
Reviu indikator kinerja dan target.  
2
BAB II  
HASIL REVIU RENCANA STRATEGI DEPUTI BIDANG PENGAWASAN OBAT,  
NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, PREKURSOR DAN ZAT ADIKTIF  
A.  
REVIU TERHADAP BAB I PENDAHULUAN  
1. Perubahan Organisasi dan Tata Kerja Deputi Bidang Pengawasan Obat,  
Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif  
Perubahan Organisasi dan Tata Kerja (OTK) BPOM sebagaimana tercantum  
dalam Peraturan BPOM Nomor 21 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata  
Kerja BPOM, berdampak signifikan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi  
BPOM khususnya Unit Organisasi Eselon II di Lingkungan BPOM.  
Perubahan organisasi dan tata kerja ini untuk melaksanakan kebijakan  
penyederhanaan birokrasi dalam rangka mewujudkan organisasi Badan  
Pengawas Obat dan Makanan yang proporsional, efektif, dan efisien guna  
meningkatkan kinerja pelaksanaan tugas khususnya di Deputi Bidang  
Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif. Hal ini  
juga diperlukan karena organisasi dan tata kerja sesuai Peraturan Badan  
Pengawas Obat dan Makanan Nomor 26 Tahun 2017 tentang Organisasi dan  
Tata Kerja Badan Pengawas Obat dan Makanan sudah tidak sesuai dengan  
perkembangan dan kebutuhan hukum sehingga perlu diganti. Adapun  
perubahan Organisasi dan Tata Kerja dimaksud sebagaimana dalam gambar 1  
dan gambar 2.  
3
Gambar 1. Struktur Organisasi Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif (Semula) Mengacu  
Peraturan BPOM Nomor 26 Tahun 2017 Tentang Organisasi dan Tata Kerja BPOM  
4
Gambar 2 . Struktur Organisasi Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif (Menjadi) Mengacu  
Peraturan BPOM Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Organisasi dan Tata Kerja BPOM  
5
2. Reviu Kebutuhan Sumber Daya Manusia  
Pada Renstra Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat Adiktif 2020-2024, Deputi Bidang Pengawasan Obat,  
Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif telah memetakan kebutuhan  
SDM berdasarkan Analisis Beban Kerja di mana untuk melaksanakan tugas dan  
fungsi pengawasan secara memadai pada saat itu dibutuhkan pegawai sebanyak  
499 orang. Seiring dengan perubahan Organisasi dan Tata Kerja Deputi Bidang  
Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif mengacu  
Peraturan BPOM Nomor 21 Tahun 2020 serta berbagai perubahan lingkungan  
strategis yang terjadi, perlu dilakukan reviu terhadap kebutuhan SDM Deputi  
Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif.  
Saat ini, jumlah SDM yang dimiliki Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif untuk melaksanakan tugas dan fungsi  
Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif per  
Desember 2021 sejumlah 280 orang dengan proporsi 85,35 % (239 orang)  
perempuan dan 14.64% (41 orang) laki-laki yang tersebar di lima (5) Direktorat.  
Jumlah SDM Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat Adiktif tersebut belum memadai dan belum dapat  
mendukung pelaksanaan tugas pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat Adiktif secara optimal.  
Pada 2021 dilakukan perhitungan Analisis Beban Kerja (ABK) dengan  
mempertimbangkan penempatan jabatan fungsional sesuai dengan jenis  
pekerjaan dan jenjang karir fungsional. Dari hasil perhitungan ABK ini  
didapatkan bahwa kebutuhan SDM di Deputi Bidang Pengawasan Obat,  
Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif sejumlah 512 pegawai  
sehingga masih terdapat kekurangan SDM sejumlah 232 pegawai. Rincian  
kebutuhan pegawai di setiap unit kerja eselon II tercantum dalam tabel 1.  
6
Tabel 1. Kebutuhan SDM Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor dan Zat Adiktif Berdasarkan Analisis Beban Kerja Tahun 2020  
Deputi  
I
Direktorat  
Direktorat  
Registrasi  
Obat  
Direktorat  
Direktorat  
Direktorat  
Standardisasi  
ONPPZA  
Pengawasan  
Produksi  
ONPP  
Pengawasan  
Pengawasan  
Distribusi dan Keamanan,  
Pelayanan  
ONPP  
Mutu, dan  
Ekspor  
Impor  
ONPPZA  
Standar  
512  
71  
162  
77  
88  
114  
Kebutuhan  
SDM  
(berdasarkan  
ABK 2020)  
Jumlah  
280  
232  
34  
37  
95  
67  
47  
30  
45  
43  
59  
55  
pegawai saat  
ini  
(Bezetting)  
Kekurangan  
SDM  
*) ABK Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat  
Adiktif 2021 = 512 Orang;  
Bazzeting Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor  
dan Zat Adiktif = 280 Orang;  
Kekurangan SDM Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor dan Zat Adiktif = 232 Orang  
Tabel 2. Tingkat pendidikan pegawai di Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif  
Tingkat  
Deputi  
I
Direktorat  
Direktorat  
Direktorat  
Direktorat  
Direktorat  
Pendidikan  
Standardisasi  
ONPPZA  
Registrasi  
Obat  
Pengawasan  
Produksi  
ONPP  
Pengawasan  
Distribusi  
dan  
Pengawasan  
Keamanan,  
Mutu, dan  
Ekspor  
Pelayanan  
ONPP  
Impor  
ONPPZA  
Non  
22  
3
4
7
2
6
Sarjana  
S1  
44  
5
8
6
15  
10  
Profesi  
Apoteker  
S2  
145  
18  
47  
26  
25  
29  
68  
1
8
0
35  
1
8
0
3
0
14  
0
S3  
Jumlah  
280  
34  
95  
47  
45  
59  
7
Dari Tabel 2 dapat diketahui bahwa sebanyak 145 orang (51,78%) berpendidikan  
profesi (apoteker, dokter, dokter gigi, dokter hewan), 44 orang (15,71%)  
berpendidikan S1, 68 orang (24,29%) berpendidikan S2, dan hanya 1 orang  
(0,36%) yang berpendidikan S3. Pegawai dengan pendidikan Non Sarjana relatif  
kecil yaitu sebanyak 22 orang (7,86%).  
Tabel 3. Data pegawai di Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif menurut jenis kelamin  
Jenis  
Deputi  
I
Direktorat Direktorat  
Direktorat  
Direktorat  
Direktorat  
Kelamin  
Standardis Registrasi  
Pengawasan  
Produksi  
ONPP  
Pengawasan  
Distribusi  
dan  
Pengawasan  
Keamanan,  
Mutu, dan  
Ekspor  
asi  
Obat  
ONPPZA  
Pelayanan  
ONPP  
Impor  
ONPPZA  
Laki-Laki  
Perempuan  
Jumlah  
41  
3
8
11  
36  
47  
12  
33  
45  
7
239  
280  
31  
34  
87  
52  
59  
95  
Tabel 3 terlihat bahwa pegawai perempuan masih mendominasi di semua unit  
eselon II di Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor,  
dan Zat Adiktif. Kondisi ini diharapkan tidak membuat kinerja Deputi Bidang  
Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif karena  
semua pegawai baik laki-laki dan perempuan semuanya harus memenuhi  
kompetensi minimal di masing-masing jenjang jabatan.  
Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat  
Adiktif sebagai organisasi yang scientific based seharusnya didukung oleh SDM  
dengan pendidikan S2 dan S3 yang lebih banyak dari saat ini. Dengan tantangan  
yang semakin kompleks dimasa pandemi dan potensi pengawasan obat dan  
vaksin, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan  
Zat Adiktif harus melakukan peningkatan kompetensi SDM dan memprediksikan  
kebutuhan SDM untuk memperkuat pengawasan dengan lingkungan strategis  
yang semakin dinamis.  
Pada tahun 2021-2024 Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif harus mempunyai strategi manajemen  
SDM yang tepat untuk menjamin ketersediaan SDM sesuai dengan kebutuhan  
pada semua jenis dan jenjang jabatan, meliputi Jabatan Pimpinan Tinggi,  
Jabatan Administrasi maupun Jabatan Fungsional. Dengan adanya Indikator  
Kinerja Utama (IKU) Indeks Profesionalitas Pegawai tahun 2020-2024,  
pembinaan karir dan kompetensi pegawai melalui penerapan manajemen karir  
pegawai dengan kegiatan pengembangan karir, pengembangan kompetensi, pola  
8
karir, mutasi, dan promosi pegawai harus dilakukan secara terarah, adil,  
transparan dan konsisten untuk menjamin pelaksanaan perencanaan kaderisasi  
kepemimpinan (succession planning), perencanaan karir (career planning)  
pegawai, maupun perencanaan pengembangan pegawai (individual development  
planning) berjalan baik dan dapat mendukung pelaksanaan pengawasan obat di  
Indonesia. Pembinaan kinerja pegawai melalui penilaian prestasi kerja pegawai  
yang obyektif, adil dan transparan harus dilakukan untuk menjamin  
peningkatan kinerja organisasi dalam mewujudkan visi dan misi BPOM yang  
sejalan dengan visi misi Presiden.  
3. Capaian Kinerja 2020  
Tabel 4. Capaian Kinerja Tahun 2020  
Capaian  
Realisasi  
terhadap  
target  
tahunan  
(%)  
Indikator  
Kinerja  
Target  
Capaian  
Penyesuaian  
(%)  
Sasaran Program  
Tahunan  
Sasaran  
Program (IKSP)  
Stakeholder perspective  
SP1  
Terwujudnya  
Obat yang  
aman dan  
bermutu  
Indeks  
80  
85,72  
107,15  
109,81  
107,15  
109,81  
Pengawasan  
Obat  
Persentase  
obat yang  
memenuhi  
syarat  
89,1%  
97,84  
%
Capaian SP1  
108,48  
94,58  
108,48  
94,58  
SP2  
Meningkatnya  
kepatuhan  
pelaku usaha  
dan kesadaran  
masyarakat  
terhadap  
Indeks  
84,5  
76,5  
46  
79,92  
79,08  
45,13  
kepatuhan  
pelaku  
usaha di  
bidang  
Obat  
keamanan dan  
mutu obat  
serta  
Indeks  
103,37  
103,37  
kesadaran  
masyarakat  
terhadap  
keamanan  
dan mutu obat  
Indeks  
kepatuhan  
industri  
produk  
tembakau  
98,11  
98,11  
kepatuhan  
industri  
produk  
9
tembakau  
dalam label  
dan iklan  
Capaian SP2  
98,69  
98,69  
SP3  
Meningkatnya  
kepuasan  
pelaku usaha  
dan  
Indeks  
82,5  
85,14  
103,20  
103,20  
kepuasan  
pelaku usaha  
terhadap  
pemberian  
bimbingan  
dan  
masyarakat  
terhadap  
kinerja  
pengawasan  
obat  
pembinaan  
pengawasan  
obat  
Indeks  
72  
75,12  
104,33  
104,33  
kepuasan  
masyarakat  
atas kinerja  
pengawasan  
obat  
Indeks  
83,5  
85,21  
102,05  
102,05  
kepuasan  
masyarakat  
terhadap  
pelayanan  
publik  
Deputi  
Bidang  
Pengawasan  
Obat,  
Narkotika,  
Psikotropika,  
Prekursor  
dan Zat  
Adiktif  
Capaian SP3  
103,19  
103,45  
103,19  
103,45  
Capaian Stakeholder Perspective  
Internal Process Perspective  
SP4  
Meningkatnya  
kualitas  
Indeks  
71  
89,46  
126  
120  
kualitas  
kebijakan  
pengawasan  
Obat  
kebijakan  
pengawasan  
Obat  
10  
Capaian SP4  
126  
120  
SP5  
Meningkatnya  
efektivitas  
Persentase  
Rekomendasi  
hasil  
77%  
74,68  
%
96,99  
96,99  
pengawasan  
dan pelayanan  
publik di  
pengawasan  
obat yang  
ditindaklanjuti  
oleh lintas  
sektor  
bidang obat  
Indeks  
3,41  
82%  
3,98  
116,72  
103,31  
116,72  
103,31  
pelayanan  
publik di  
bidang Obat  
Persentase  
pelayanan  
publik di  
84,71  
%
bidang Obat  
yang  
diselesaikan  
tepat waktu  
Tingkat  
87,3  
90,59  
61,11  
103,77  
103,77  
Efektivitas  
KIE di bidang  
Obat  
Capaian SP5  
105,20  
101,85  
105,20  
101,85  
SP6  
Meningkatnya  
regulatory  
assistance  
dalam  
Persentase  
60  
inovasi obat  
pengembangan  
baru yang  
pengembangan  
obat  
dikawal sesuai  
standar  
Capaian SP6  
101,85  
111,02  
101,85  
109,02  
Capaian NPS Internal Process Perspective  
Learning and Growth Perspective  
SP7  
Terwujudnya  
tatakelola  
Indeks RB  
83  
79,32  
95,57  
95,57  
Deputi Bidang  
Pengawasan  
Obat,  
pemerintahan  
yang optimal  
di lingkup  
Narkotika,  
Psikotropika,  
Prekursor dan  
Deputi Bidang  
Pengawasan  
11  
Obat, NAPPZA  
Zat Adiktif  
Nilai AKIP  
81  
77,18  
95,28  
95,28  
Deputi Bidang  
Pengawasan  
Obat,  
Narkotika,  
Psikotropika,  
Prekursor dan  
Zat Adiktif  
Capaian SP7  
95,43  
95,43  
SP8  
Terwujudnya  
SDM Deputi  
Bidang  
Indeks  
77  
83,40  
108,31  
108,31  
profesionalitas  
ASN Deputi  
Bidang  
Pengawasan  
Obat,  
Pengawasan  
Obat,  
NAPPZA  
yang  
Narkotika,  
Psikotropika,  
Prekursor dan  
Zat Adiktif  
Capaian SP8  
berkinerja  
optimal  
108,31  
16,56  
108,31  
16,56  
SP9  
Menguatnya  
Pengelolaan  
Data dan  
Informasi  
Obat  
Indeks  
1,51  
0,25  
Pengelolaan  
Data dan  
Informasi  
Deputi Bidang  
Pengawasan  
Obat,  
Narkotika,  
Psikotropika,  
Prekursor dan  
Zat Adiktif  
Capaian SP9  
Nilai Kinerja  
Anggaran  
16,56  
16,56  
SP1  
0
Terkelolanya  
Keungan  
93,2  
95,82  
102,81  
102,81  
secara  
Deputi Bidang  
Pengawasan  
Obat,  
akuntabel  
Deputi  
Bidang  
Narkotika,  
Psikotropika,  
Prekursor dan  
Zat Adiktif  
Pengawasan  
Obat, NAPPZA  
12  
Tingkat  
100%  
100%  
100%  
100%  
Efisiensi  
(efisien)  
(efisien)  
(efisien)  
(efisien)  
Penggunaan  
Anggaran  
Deputi Bidang  
Pengawasan  
Obat,  
Narkotika,  
Psikotropika,  
Prekursor dan  
Zat Adiktif  
Capaian SP10  
101,41  
101,41  
Capaian NPS Learning and Growth Perspective  
NPS Total  
80,43  
98,30  
80,43  
97,63  
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa secara umum capaian kinerja  
Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat  
Adiktif melebihi 100 persen, artinya target yang ditetapkan dapat dicapai dengan  
baik. Merujuk pada tabel 3, masih terdapat beberapa indikator yang belum  
tercapai dikarenakan beberapa hal antara lain, adanya perubahan kebijakan dari  
eksternal yang berpengaruh dengan kinerja BPOM selain adanya pandemi  
COVID-19. Berdasarkan realisasi dan capaian kinerja di atas, perlu dilakukan  
penyesuaian terhadap target kinerja BPOM dengan menggunakan realisasi tahun  
2020 sebagai baseline baru dalam penetapan/penyesuaian target kinerja tahun  
2021-2024, hal tersebut dilakukan guna mendorong peningkatan kinerja.  
Terdapat 1 (satu) indikator kinerja yaitu Indeks Pengelolaan Data dan Informasi  
Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat  
Adiktif yang berkaitan dengan sasaran program Menguatnya Pengelolaan Data  
dan Informasi Obat (SP8), dengan capaian hanya sebesar 16,56% (kategori  
Sangat Kurang) dari target indeks yang ditetapkan 1,51. Upaya penguatan  
pengelolaan data dan informasi di Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif akan terus dilakukan terutamanya  
dengan peningkatan penggunaan email corporate BPOM dan pengelolaan data  
berbasis elektronik, salah satunya ialah pemanfaatan Business Operation Centre  
(BOC) baik untuk pelaporan kinerja maupun pemantauan ketersediaan obat  
untuk penanganan COVID-19 yang dilaporkan oleh pelaku usaha melalui sistem  
e-Was.  
Berkaitan dengan indikator kinerja Persentase inovasi obat pengembangan baru  
yang dikawal sesuai standar, perlu untuk pertimbangan dilakukan perbaikan  
untuk nomenklatur yang mencantumkan inovasi obat, mengingat terdapat irisan  
terhadap tugas dan fungsi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), salah  
13  
satunya dimandatkan untuk mengawal pengembangan inovasi obat dalam  
rangka kemandirian obat di Indonesia.  
Selain kinerja yang disajikan dalam matriks diatas, Deputi Bidang Pengawasan  
Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif juga telah melakukan  
berbagai upaya dalam rangka penanganan pandemi COVID-19, antara lain:  
1. Simplifikasi dan percepatan registrasi obat termasuk vaksin, NIE diberikan  
dengan skema Emergency Use Authorization (EUA). Evaluasi pendaftaran  
khusus obat COVID-19 (5 hari kerja) dilakukan lebih cepat dibanding obat  
non COVID-19 (150 hari kerja).  
2. Mengawal pengembangan vaksin COVID-19 serta keamanan dan mutu  
vaksin COVID-19 sebelum dan selama di peredaran, antara lain  
pengawalan dan evaluasi uji praklinik dan uji klinik, inspeksi sarana  
produksi dan pengawasan sarana distribusi.  
3. Penyusunan dan penerbitan Pedoman Pelayanan Publik di Bidang Obat  
dalam Kondisi Pandemi COVID-19 untuk meningkatkan akses obat dan  
memenuhi ketersediaan obat di dalam negeri dengan Percepatan Perizinan  
di bidang obat.  
4. Potensi dan Permasalahan  
Dalam Renstra Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat Adiktif 2020-2024, Deputi Bidang Pengawasan Obat,  
Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif telah melakukan identifikasi  
potensi dan permasalahan untuk menganalisis permasalahan, tantangan,  
peluang, kelemahan dan potensi yang akan dihadapi Deputi Bidang Pengawasan  
Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif dalam rangka  
melaksanakan penugasan RPJMN 2020-2024. Namun demikian, masih terdapat  
beberapa isu-isu strategis terkini yang belum tertuang di dalam Renstra Deputi  
Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif  
tersebut yang perlu dianalisis lebih lanjut karena dapat mempengaruhi  
tercapainya tujuan dan sasaran kinerja. Isu-isu strategis tersebut sebagai  
berikut:  
a. Pandemi COVID-19  
Potensi:  
Peran Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor,  
dan Zat Adiktif sangat dibutuhkan dalam rangka perizinan dan  
pengembangan vaksin/obat COVID-19 untuk mengawal keamanan, khasiat,  
dan mutu vaksin/obat terutama dalam pengawasan uji klinik yang valid.  
Sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 14 tahun 2021  
tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang  
Pengadaan  
Vaksin  
dan  
Pelaksanaan  
Vaksinasi  
dalam  
Rangka  
Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), BPOM  
14  
berperan penting dalam pemberian persetujuan pelaksanaan uji klinik vaksin  
COVID-19, pemberian persetujuan pemasukan jalur khusus bahan baku  
atau produk yang diperlukan untuk pengembangan dan penggunaan vaksin  
COVID-19; pengawalan mutu dan keamanan produk serta integritas  
sepanjang rantai suplai vaksin COVID-19 hingga penggunaan di masyarakat.  
Permasalahan:  
1) Kapasitas Sumber Daya Manusia dan teknologi masih sangat  
terbatas dibanding tuntutan dalam pemenuhan percepatan timeline  
registrasi vaksin dan produk peningkatan daya tahan tubuh.  
2) Koordinasi dengan peneliti/stakeholder terkait dalam pengembangan  
obat dan vaksin COVID-19 yang belum optimal.  
3) Meningkatnya produksi dan peredaran obat-obatan untuk  
penyembuhan COVID-19 sehingga perlu peran Deputi Bidang  
Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat  
Adiktif dalam intensifikasi pengawasan baik pre/postmarket untuk  
obat-obatan tersebut.  
b. Reformasi Sistem Kesehatan Nasional (SKN)dan  
Jaminan  
Kesehatan  
Nasional (JKN)  
Potensi:  
Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan  
Zat Adiktif diharapkan peran sertanya dalam mendukung Major Project  
Reformasi Sistem Kesehatan Nasional (SKN). Dalam Reformasi SKN, Deputi  
Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat  
Adiktif mendukung 4 (empat) area reformasi yaitu:  
1) Area ke-4 “Pengendalian Penyakit dan Imunisasi” Kontribusi  
Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat Adiktif pada area ini melalui beberapa kegiatan  
prioritas antara lain dengan penguatan farmakovigilans obat dan  
vaksin, sampling dan pengujian obat dan vaksin COVID- 19,  
peningkatan akses vaksin COVID-19 dan vaksin pneumonia (PCV)  
melalui percepatan registrasi, intensifikasi pengawasan produksi  
dan distribusi dalam rangka menjaga mutu vaksin, perluasan  
cakupan dan penajaman tindak lanjut Monitoring Efek Samping  
Obat.  
2) Area ke-5 “Kemandirian Farmasi dan Alat Kesehatan” khususnya  
terkait dukungan/ pengawalan dalam produksi sediaan farmasi  
dalam negeri, riset dan regulasi pemanfaatan sediaan farmasi dalam  
negeri, riset vaksin dan produk biologi bersertifikat halal. Pada area  
ini Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
15  
Prekursor, dan Zat Adiktif dapat berkontribusi melalui: relaksasi  
dan percepatan perizinan sediaan; deregulasi  
Standar/Peraturan/Pedoman/Kajian di bidang pengawasan obat;  
peningkatan akses dan ketersediaan serta pengembangan obat dan  
vaksin; percepatan Uji Praklinik/Klinik dalam rangka percepatan  
penanganan wabah COVID-19 melalui pendampingan dan  
koordinasi uji praklinik/klinik; penguatan pengawasan obat pasca  
pemberian EUA (Post Authorization Safety Study/PASS); pengawalan  
pengembangan industri fraksionasi plasma; hilirisasi inovasi melalui  
percepatan pengembangan dengan pendampingan penelitian dan uji  
klinik.  
Permasalahan:  
1) Kesadaran stakeholder dan masyarakat dalam melaporkan kasus efek  
samping obat dan makanan yang dibutuhkan dalam penguatan  
farmokovigilans masih relatif rendah.  
2) Adanya segmentasi kewenangan dan urusan dalam upaya  
kemandirian industri farmasi dalam negeri serta masih kurangnya  
dukungan pemerintah dalam pemanfaatan obat, bahan baku obat dan  
produk biologi hasil produksi dalam negeri.  
3) Masih terbatasnya kapasitas BPOM dari sisi pemenuhan sumber daya  
yang diperlukan untuk menyempurnakan sistem informasi yang  
andal.  
B.  
Reviu Terhadap Bab II Visi, Misi, Tujuan, Sasaran Strategis  
1.  
Tidak ada perubahan pada Visi, Misi dan Tujuan Deputi Bidang  
Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif  
karena masih sesuai dengan tugas dan fungsi BPOM serta amanah BPOM  
yang tertuang dalam RPJMN 2020-2024. Untuk mendukung pencapaian  
visi dan misi BPOM, maka Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif menetapkan visi dan misi yang  
mengacu pada visi dan misi BPOM tahun 2020-2024. Visi dan misi  
tersebut dirumuskan ke dalam bentuk yang lebih terarah dan operasional  
berupa perumusan tujuan dan sasaran strategis sebagai berikut:  
Tabel 5. Visi, Misi dan Tujuan Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif Tahun 2020-2024  
Visi 2020-2024  
Obat aman, bermutu, dan berdaya saing untuk  
mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan  
berkepribadian berlandaskan gotong royong  
16  
Misi 2020-2024  
1. Membangun SDM unggul terkait Obat dengan  
mengembangkan kemitraan bersama seluruh  
komponen bangsa dalam rangka peningkatan kualitas  
manusia Indonesia.  
2. Memfasilitasi percepatan pengembangan dunia usaha  
Obat dengan keberpihakan terhadap UMKM dalam  
rangka membangun struktur ekonomi yang produktif  
dan berdaya saing untuk kemandirian bangsa.  
3. Meningkatkan efektivitas pengawasan Obat serta  
penindakan  
kejahatan  
Obat  
melalui  
sinergi  
pemerintah pusat dan daerah dalam kerangka Negara  
Kesatuan guna perlindungan bagi segenap bangsa  
dan memberikan rasa aman pada seluruh warga.  
4. Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan  
terpercaya untuk memberikan pelayanan publik yang  
prima di bidang Obat.  
Tujuan 2020-2024  
1. Meningkatnya peran serta lintas sektor dan  
masyarakat dalam Pengawasan Obat.  
2. Meningkatnya kapasitas SDM BPOM dan pemangku  
kepentingan,  
kualitas  
pengujian  
serta  
laboratorium,  
pemanfaatan  
analisis/kajian  
kebijakan,  
teknologi informasi dalam pengawasan Obat.  
3. Terwujudnya pertumbuhan dunia usaha yang  
mendukung daya saing industri Obat serta  
kemandirian Industri Obat Nasional.  
4. Menguatnya fungsi pengawasan yang efektif untuk  
memastikan Obat yang beredar aman dan bermutu.  
5. Terwujudnya kepastian hukum bagi pelaku usaha  
Obat.  
6. Terwujudnya kelembagaan Pengawasan Obat yang  
kredibel dan akuntabel dalam memberikan pelayanan  
publik yang prima.  
2.  
Terdapat perubahan terhadap Matriks Pemetaan Misi, Tujuan, Sasaran  
Program dan Indikator Kinerja 2020-2024 yaitu perubahan target untuk  
mengukur keberhasilan pencapaian tujuan serta untuk mendukung  
pencapaian akuntabilitas kinerja, sebagai berikut:  
17  
Tabel 5. Matriks Pemetaan Visi, Misi, Sasaran Program, dan Indikator 2020-2024  
MISI  
TUJUAN  
SASARAN STRATEGIS  
INDIKATOR  
ARAH KEBIJAKAN  
STRATEGI  
1. Membangun  
SDM  
1. Meningkatnya  
peran 1. Meningkatnya  
1. Indeks Kepatuhan  
pelaku usaha  
(compliance index) di  
bidang obat  
2. Indeks kesadaran  
masyarakat  
1. Peningkatan  
1. Peningkatan komunikasi,  
informasi, dan edukasi  
untuk mendorong peran  
serta masyarakat dalam  
pengawasan Obat  
unggul terkait Obat  
dengan  
mengembangkan  
kemitraan bersama  
seluruh komponen  
serta masyarakat dan  
lintas sektor dalam  
Pengawasan Obat  
kepatuhan  
usaha  
pelaku  
dan  
pemahaman, kesadaran,  
dan  
peran  
masyarakat  
kesadaran masyarakat  
terhadap keamanan  
dan mutu Obat serta  
kepatuhan industri  
produk tembakau  
serta  
dalam  
pengawasan Obat  
2. Penguatan koordinasi  
pengawasan Obat  
2. Penguatan  
bangsa  
rangka peningkatan  
dalam  
(awareness index)  
terhadap keamanan  
dan mutu obat  
kemitraan dengan lintas  
sektor  
nasional  
dan  
kualitas  
manusia  
dari hulu ke hilir serta  
peningkatan kualitas  
tindak lanjut hasil  
pengawasan bersama  
lintas sektor terkait.  
internasional  
dalam  
Indonesia  
3. Indeks kepatuhan  
industri produk  
tembakau dalam label  
dan iklan  
peningkatan pengawasan  
Obat  
Peningkatan kapasitas  
SDM kedeputian Bidang  
Pengawasan  
Penguatan pengelolaan SDM  
sarana  
prasana/infrastruktur serta  
peningkatan efektivitas dan  
2. Meningkatnya  
1. Terwujudnya SDM  
yang berkinerja  
pemangku optimal  
1. Indeks Profesionalitas  
kapasitas SDM BPOM  
dan  
kepentingan,  
ASN  
Obat,Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor  
dan Zat Adiktif dan  
pemangku kepentingan.  
efisiensi  
penggunaan anggaran.  
alokasi  
dan  
analisis/kajian  
kebijakan,  
pemanfaatan teknologi  
informasi dalam  
pengawasan Obat.  
dan  
18  
MISI  
TUJUAN  
SASARAN STRATEGIS  
1. Meningkatnya  
INDIKATOR  
ARAH KEBIJAKAN  
STRATEGI  
2. Memfasilitasi  
1. Terwujudnya  
pertumbuhan  
1. Indeks kepuasan  
Peningkatan regulatory  
assistance dan  
Intensifikasi pembinaan dan  
percepatan  
dunia  
kepuasan  
pelaku  
pelaku  
usaha  
fasilitasi  
pelaku  
usaha  
pengembangan dunia  
usaha Obat dan  
Makanan dengan  
keberpihakan terhadap  
UMKM dalam rangka  
membangun struktur  
ekonomi yang produktif  
dan berdaya saing  
untuk kemandirian  
bangsa  
usaha yang mendukung  
usaha dan Masyarakat  
terhadap pemberian  
bimbingan dan  
pembinaan  
pendampingan terhadap  
pelaku usaha dalam upaya riset dan inovasi untuk  
termasuk  
pendampingan  
daya  
saing  
dan  
terhadap  
kinerja  
kemandirian  
Industri  
pengawasan obat  
peningkatan keamanan  
dan mutu obat dan  
fasilitasi industri dalam  
rangka peningkatan daya  
saing obat  
mendorong daya saing.  
Obat Nasional.  
pengawasan Obat  
2. Indeks kepuasan  
masyarakat atas  
kinerja pengawasan  
obat  
3. Indeks kepuasan  
masyarakat terhadap  
Layanan Publik Obat  
2. Meningkatnya  
regulatory assistance  
dalam pengembangan  
obat  
1. Persentase inovasi  
obat dan makanan  
yang dikawal sesuai  
standar  
3. Meningkatkan  
efektivitas  
Peningkatan efektivitas  
dan efisiensi pengawasan  
premarket dan Postmarket  
Obat  
Penguatan  
yang komprehensif berbasis  
risiko termasuk regulasi,  
perluasan  
pengawasan  
optimalisasi  
pengawasan  
1. Menguatnya  
pengawasan  
fungsi 1. Terwujudnya Obat  
1. Indeks Pengawasan  
Obat  
yang  
yang aman dan  
pengawasan Obat  
dan Makanan, serta  
penindakan  
efektif untuk memastikan  
obat yang beredar aman  
dan bermutu  
bermutu  
2. Persentase Obat yang  
memenuhi syarat  
cakupan  
dan  
kejahatan Obat dan  
tugas  
dan  
19  
MISI  
TUJUAN  
SASARAN STRATEGIS  
INDIKATOR  
ARAH KEBIJAKAN  
STRATEGI  
Makanan melalui  
sinergi pemerintah  
pusat dan daerah  
dalam kerangka  
fungsi pengawasan oleh unit  
teknis dan UPT  
2. Meningkatnya  
efektivitas pengawasan  
dan Pelayanan Publik  
Obat  
1. Persentase Obat yang  
aman dan bermutu  
berdasarkan  
pengawasan  
hasil  
Negara Kesatuan,  
guna perlindungan  
bagi segenap bangsa  
dan memberikan rasa  
aman pada seluruh  
warga.  
2. Persentase  
rekomendasi  
hasil  
pengawasan obat yang  
ditindaklanjuti  
lintas sektor  
oleh  
3. Indeks  
publik  
pelayanan  
Deputi  
di  
Bidang  
Obat,  
Pengawasan  
Narkotika,  
Psikotropika,  
Prekursor,  
Adiktif  
dan  
Zat  
4. Persentase pelayanan  
publik di bidang Obat  
yang diselesaikan tepat  
waktu  
5. Tingkat Efektivitas KIE  
di bidang Obat  
1. Indeks  
kualitas  
3. Meningkatnya kualitas  
kebijakan pengawasan  
Obat  
kebijakan pengawasan  
Obat  
20  
MISI  
TUJUAN  
SASARAN STRATEGIS  
INDIKATOR  
ARAH KEBIJAKAN  
STRATEGI  
2.Terwujudnya  
kepastian 1. Terwujudnya tata  
Peningkatan  
efektivitas Penguatan  
pengawasan  
1. Indeks RB  
hukum bagi pelaku  
usaha Obat  
kelola pemerintahan  
dan kerja sama yang  
optimal.  
dan efisiensi pengawasan yang komprehensif berbasis  
premarket dan postmarket risiko termasuk regulasi,  
2. Nilai AKIP  
Obat dan Makanan  
perluasan  
pengawasan  
optimalisasi  
cakupan  
dan  
tugas  
dan  
fungsi pengawasan oleh  
unit teknis dan UPT  
4. Pengelolaan  
pemerintahan yang  
bersih, efektif, dan  
terpercaya untuk  
memberikan  
1. Terwujudnya  
1. Menguatnya  
pengelolaan data dan  
informasi  
1. Indeks pengelolaan  
data dan informasi  
Deputi Bidang  
Peningkatan akuntabilitas  
kinerja dan kualitas  
kelembagaan Pengawasan  
Obat  
1. Peningkatan  
kelembagaan  
Pengawasan Obat yang  
kredibel dan akuntabel  
Implementasi Reformasi  
Birokrasi  
termasuk peningkatan  
kualitas dan percepatan  
BPOM  
pengawasan obat  
Pengawasan Obat,  
Narkotika,  
dalam  
memberikan  
pelayanan publik  
yang prima di bidang  
Obat.  
pelayanan publik yang  
prima.  
Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat  
Adiktif yang baik  
pelayanan  
berbasis elektronik.  
2. Penguatan pengelolaan  
publik  
sarana  
infrastruktur  
prasana/  
serta  
2. Terkelolanya  
Keuangan Deputi  
Bidang Pengawasan  
Obat dan NAPPZA  
secara akuntabel  
1. Nilai Kinerja Anggaran  
2. Tingkat Efisiensi  
Penggunaan Anggaran  
Deputi Bidang  
peningkatan efektivitas  
dan efisiensi alokasi dan  
penggunaan anggaran.  
Pengawasan Obat,  
Narkotika,  
Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat  
Adiktif  
21  
a. Sasaran Strategis dan IKU Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif  
Peta strategi Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat Adiktif yang memuat sasaran strategis dan indikator  
kinerja utama BPOM Tahun 2020-2024 disesuaikan dengan tugas dan  
fungsi BPOM. Terdapat penambahan indikator presentase obat yang aman  
dan bermutu pada level internal proses. Dilakukan juga penyesuaian  
terhadap target kinerja IKU Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif yang akan dijelaskan lebih rinci  
dalam Target Kinerja dan Kerangka Pendanaan. Adapun sasaran strategis  
dan IKU  
Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat Adiktif tahun 2020-2024 sebagaimana tertuang dalam  
peta strategi Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat Adiktif sebagai berikut:  
Gambar 3. Peta Strategi Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat Adiktif 2020-2024  
b. Sasaran Kegiatan dan Indikator Kinerja Kegiatan Direktorat Standardisasi  
Obat dan NAPPZA  
Terdapat perubahan peta strategi Direktorat Standardisasi Obat dan  
NAPPZA yang memuat sasaran kegiatan dan indikator kinerja kegiatan  
Direktorat Standardisasi Obat dan NAPPZA Tahun 2020-2024. Dilakukan  
penghapusan terhadap SK-2 yaitu “Tersedianya identifikasi kebutuhan  
22  
standar ONPPZA” dengan IKK-2 yaitu “Persentase kesesuaian tahapan  
penyusunan perencanan standar ONPPZA sesuai roadmap”. Hal ini  
dilakukan karena SK dan IKK tersebut sudah terakomodir pada  
pengukuran SK-1 yaitu “Meningkatnya kualitas kebijakan pengawasan  
Obat” yang salah satu komponen penilaiannya sudah mengukur proses  
perencanaan dan identifikasi kebutuhan standar Obat NAPPZA sesuai  
dengan perencanaan/roadmap yang telah disusun sebelumnya.  
Selain itu terdapat perubahan pada target tahun 2020-2024 pada Indikator  
Kinerja Kegiatan sebagai berikut:  
1) Indeks kualitas kebijakan pengawasan Obat  
Perubahan terhadap indikator Indeks kualitas kebijakan pengawasan  
Obat menyesuaikan dengan perubahan Indikator Kinerja Sasaran  
Program Deputi I.  
2) Persentase sosialisasi standar ONAPPZA kepada stakeholders yang  
efektif (IKK 4)  
Perubahan dilakukan berdasarkan rekomendasi dari Biro Perencanaan  
dan Keuangan yang menilai bahwa pengukuran capaian indikator yang  
menggunakan data capaian pengukuran Indeks Kepuasan Pelaku Usaha  
terhadap Pemberian Bimbingan Teknis (IKEPU) kurang tepat mengingat  
pada Peta Strategi Level I, IKEPU berada pada posisi Stakeholder  
Perspective, sedangkan IKK 4 pada Peta Strategi Level 2 ini berada pada  
posisi Internal Process.  
Biro Perencanaan dan Keuangan memberikan rekomendasi dalam  
pengukuran  
tersebut  
dengan  
menggunakan  
beberapa  
komponen/variabel pada pengukuran IKEPU sehingga dapat dibuat  
definisi operasional yang berbeda dengan IKEPU dan dapat dijadikan  
sebagai definisi operasional yang baru pada IKK4. Berdasarkan hal  
tersebut, telah dilakukan exercise sehingga diperoleh usulan target  
capaian untuk IKK4 untuk periode 20202024 secara berurutan: 87, 88,  
89, 90, 91 dengan pengukuran capaian indikator pada akhir tahun.  
3) Indeks RB Direktorat Standardisasi ONAPPZA  
Perubahan terhadap indikator Indeks RB Direktorat Standardisasi  
ONAPPZA menyesuaikan dengan perubahan Indikator Kinerja Sasaran  
Program Deputi I.  
4) Indeks Profesionalitas ASN Direktorat Standardisasi ONPPZA  
Perubahan terhadap indikator Indeks Profesionalitas ASN Direktorat  
Standardisasi ONPPZA menyesuaikan dengan perubahan Indikator  
Kinerja Sasaran Program Deputi I.  
23  
Adapun SK dan IKK Direktorat Standardisasi Obat dan NAPPZA tahun  
2020-2024 sebagaimana tertuang dalam peta strategi Direktorat  
Standardisasi Obat dan NAPPZA sebagai berikut:  
Gambar 4. Peta Strategi Direktorat Standardisasi Obat dan NAPPZA 2020-2024  
c. Sasaran Kegiatan dan Indikator Kinerja Kegiatan Direktorat Pengawasan  
Distribusi dan Pelayanan ONPP  
Terdapat perubahan peta strategi Direktorat Pengawasan Distribusi dan  
Pelayanan ONPP yang memuat sasaran kegiatan dan indikator kinerja  
kegiatan Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan ONPP Tahun  
2020-2024.  
Dilakukan penambahan IKK pada SK-3 “Meningkatnya efektivitas  
pengawasan distribusi dan pelayanan obat” yaitu IKK-3A “Persentase  
keputusan hasil pengawasan pengelolaan obat pemasukan jalur khusus  
yang diselesaikan”.  
Selain itu terdapat perubahan redaksional pada SK-4 yang semula  
“Meningkatnya kualitas pelayanan publik di bidang distribusi dan pelayanan  
obat” menjadi “Meningkatnya kualitas pelayanan publik, dan regulatory  
assistance di bidang distribusi dan pelayanan obat”. Pada SK-4 tersebut  
dilakukan penambahan IKK-6A yaitu “Persentase stakeholder yang  
mendapat regulatory assistance di bidang distribusi dan pelayanan Obat”  
Perubahan serta penambahan IKK pada SK-3 dan SK-4 dikarenakan adanya  
penyesuaian tugas pokok dan fungsi Direktorat Pengawasan Distribusi dan  
Pelayanan ONPP yang disebabkan adanya perubahan SOTK unit kerja pada  
tahun 2021.  
24  
Adapun SK dan IKK Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan ONPP  
tahun 2020-2024 sebagaimana tertuang dalam peta strategi Direktorat  
Pengawasan Distribusi dan Pelayanan ONPP sebagai berikut:  
Gambar 5. Peta Strategi Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan  
ONPP 2020-2024  
d. Sasaran Kegiatan dan Indikator Kinerja Kegiatan Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika dan Prekursor  
Terdapat perubahan peta strategi Direktorat Pengawasan Produksi Obat,  
Narkotika Psikotropika dan Prekursor yang memuat sasaran dan kegiatan dan  
indikator kinerja kegiatan tahun 2020-2024. Terdapat perubahan  
nomenklatur pada Indikator kinerja kegiatan semula “Persentase tahapan  
pemenuhan fasilitas produksi obat inovasi atau obat pengembangan baru  
yang diterbitkan keputusan dalam rangka pengawalan inovasi pengembangan  
obat” menjadi “Persentase tahapan pemenuhan fasilitas produksi obat dan  
bahan baku obat baru yang diterbitkan keputusan dalam rangka  
pengawasan”. Hal tersebut karena untuk menghindari persepsi tumpang  
tindih antara kegiatan di BPOM dengan tugas dan fungsi BRIN, serta untuk  
lebih menggambarkan tugas dan fungsi BPOM sebenarnya.  
Adapun SK dan IKK Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika,  
Psikotropika dan Prekursor tahun 2020-2024 sebagaimana tertuang dalam  
peta strategi sebagai berikut:  
25  
Gambar 6. Peta Strategi Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika,  
Psikotropika dan Prekursor  
e. Sasaran Kegiatan dan Indikator Kinerja Kegiatan Direktorat Pengawasan  
Keamanan Mutu Ekspor Impor Obat dan NAPPZA  
Gambar 7. Peta Strategi Direktorat Direktorat Pengawasan Keamanan Mutu  
Ekspor Impor Obat dan NAPPZA  
26  
f. Sasaran Kegiatan dan Indikator Kinerja Kegiatan Direktorat Registrasi Obat  
Gambar 8. Peta Strategi Direktorat Direktorat Registrasi Obat  
C.  
Reviu Terhadap Bab III Arah Kebijakan, Strategi, Kerangka Regulasi dan  
Kerangka Kelembagaan  
a. Arah Kebijakan Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat Adiktif  
Dalam hal arah kebijakan BPOM, dengan memperhatikan adanya perubahan  
lingkungan strategis terkini, maka Arah Kebijakan Deputi Bidang Pengawasan  
Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif , sebagai berikut:  
Secara rinci, perubahan Arah Kebijakan Deputi Bidang Pengawasan Obat,  
Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif  
sebagaimana tersaji dalam tabel berikut:  
Tabel 6. Perubahan arah kebijakan  
Tahun 2020-2024  
Arah Kebijakan (Semula)  
1. Peningkatan pemahaman,  
peran serta  
pengawasan  
Arah kebijakan (Menjadi)  
1. Peningkatan  
kesadaran,  
pemahaman,  
peran  
kesadaran,  
masyarakat  
Obat.  
dan  
dalam  
dan  
serta  
masyarakat dalam pengawasan  
Obat.  
2. Peningkatan kapasitas SDM BPOM  
dan pemangku kepentingan.  
2. Peningkatan  
BPOM  
kapasitas  
dan pemangku  
SDM  
3. Peningkatan regulatory assistance  
dan pendampingan terhadap pelaku  
usaha dalam upaya peningkatan  
keamanan dan mutu Obat dan  
kepentingan.  
3. Peningkatan regulatory assistance  
dan pendampingan terhadap  
pelaku usaha dan Lembaga  
penelitian dalam upaya  
fasilitasi  
industri dalam rangka  
peningkatan daya saing Obat.  
peningkatan keamanan dan mutu  
Obat dan fasilitasi industri dalam  
27  
Arah Kebijakan (Semula)  
4. Peningkatan efektivitas dan efisiensi  
Arah kebijakan (Menjadi)  
rangka peningkatan daya saing  
Obat.  
pengawasan  
premarket  
dan  
postmarket Obat.  
4. Peningkatan  
efektivitas  
dan  
5. Penguatan koordinasi pengawasan  
Obat dari hulu ke hilir serta  
peningkatan kualitas tindak lanjut  
hasil pengawasan bersama lintas  
sektor terkait.  
efisiensi pengawasan premarket  
dan postmarket Obat.  
5. Penguatan koordinasi pengawasan  
Obat dari hulu ke hilir serta  
peningkatan  
kualitas  
tindak  
6. Peningkatan akuntabilitas kinerja  
lanjut hasil pengawasan bersama  
lintas sektor terkait.  
dan  
kualitas  
kelembagaan  
Pengawasan Obat  
6. Peningkatan akuntabilitas kinerja  
dan  
kualitas  
kelembagaan  
Pengawasan Obat  
b. Strategi Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor,  
dan Zat Adiktif  
Strategi Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor,  
dan Zat Adiktif masih relevan sesuai yang tercantum dalam Renstra Deputi  
Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif  
2020-2024 sebagai upaya pencapaian indikator sesuai arah kebijakan  
sebagai berikut:  
1. Peningkatan komunikasi, informasi, dan edukasi untuk mendorong  
peran serta masyarakat dalam pengawasan obat.  
2. Penguatan pengelolaan SDM, sarana prasana/infrastruktur serta  
peningkatan efektivitas dan efisiensi alokasi dan penggunaan anggaran.  
3. Intensifikasi pembinaan dan fasilitasi pelaku usaha termasuk  
pendampingan riset dan inovasi untuk mendorong daya saing.  
4. Penguatan pengawasan premarket dan postmarket obat yang  
komprehensif berbasis risiko termasuk regulasi, perluasan cakupan  
pengawasan dan optimalisasi tugas dan fungsi pengawasan oleh unit  
teknis dan UPT  
5. Penguatan kemitraan dengan lintas sektor nasional dan internasional  
dalam peningkatan pengawasan obat.  
6. Peningkatan Implementasi Reformasi Birokrasi kedeputian Bidang  
Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif  
termasuk peningkatan kualitas dan percepatan pelayanan publik  
berbasis elektronik.  
c. Kerangka Regulasi Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat Adiktif  
Terkait Kerangka Regulasi Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif selain mengacu pada kerangka  
relugasi pada Renstra Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif 2020- 2024 juga melakukan update  
regulasi dan penyesuaian dasar hukum dalam pelaksanaan pengawasan pre  
28  
dan post market obat selama masa pandemi COVID-19. Dalam masa  
pandemi COVID-19 perlu adanya peraturan yang memberikan peningkatan  
kemudahan dalam berusaha melalui penyederhanaan persyaratan dan  
relaksasi lainnya serta upaya terobosan dalam peningkatan efektivitas  
pengawasan obat dan vaksin COVID-19. Telah dilakukan revisi terhadap  
beberapa peraturan terkait pelaksanaan pengawasan pre market yaitu:  
1. Registrasi obat dan vaksin COVID-19 yaitu pemberian Emergency  
Use Authorization (EUA)  
2. Pedoman pelaksanaan pelayanan publik di masa pandemi  
3. Infomatorium obat-obat dalam tatalaksana pengobatan COVID-19  
4. Pedoman pengawasan distribusi obat dan vaksin COVID-19  
5. Pedoman tentang pengawasan farmakovigilans  
Beberapa peraturan yang dilakukan revisi untuk mengakomodir perubahan  
kebijakan selama masa pandemi COVID-19 antara lain  
1. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 27 Tahun 2020  
Perubahan kedua atas Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan  
Nomor 24 Tahun 2017 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi  
Obat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 779);  
2. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 13 Tahun 2021  
Perubahan ketiga atas Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan  
Nomor 24 Tahun 2017 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi  
Obat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 461);  
b. Kerangka Kelembagaan Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif  
Terkait Kerangka Kelembagaan Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif, tidak terdapat perubahan dari yang  
tercantum dalam Renstra Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif 2020- 2024. Kerangka tersebut  
masih sesuai dan mampu mengakomodir kebutuhan akan kelembagaan  
Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan  
Zat Adiktif dalam menjalankan tugas, fungsi dan pencapaian kinerja  
pengawasan Obat.  
D. Reviu Terhadap Bab IV Target Kinerja dan Kerangka Pendanaan  
1.  
Reviu terhadap Target Kinerja  
Secara rinci, perubahan target Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKU)  
Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan  
Zat Adiktif Tahun 2020-2024 tersaji dalam tabel berikut:  
29  
Tabel 7. Perubahan Target Indikator Kinerja Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif Tahun 2020-2024  
Target Kinerja (Semula)  
Realisasi  
(2020)  
Target Kinerja (Menjadi)  
Sasaran Strategis  
Indikator  
2020  
2021  
2022 2023  
2024  
2021  
2022  
2023  
2024  
Terwujudnya Obat yang  
aman dan bermutu  
Indeks  
Pengawasan  
Obat  
80  
81  
82  
83  
84  
85,72  
97,84  
91  
92,25  
93,5  
94,75  
Persentase  
syarat  
Obat yang memenuhi  
89,1  
84.5  
91,1  
84,7  
93,1  
95,1  
97,1  
85,3  
95,5  
96  
88  
96,5  
89  
97  
91  
Meningkatnya kepatuhan  
pelaku usaha dan  
Indeks kepatuhan (compliance index)  
pelaku usaha di bidang Obat  
84,9  
85,1  
87  
79,92  
kesadaran  
masyarakat  
terhadap keamanan dan  
Indeks  
kesadaran  
masyarakat  
mutu  
Obat  
serta  
(awareness index) terhadap Obat  
kepatuhan  
industri  
yang aman dan bermutu  
produk tembakau  
76,5  
46  
76,7  
47  
76,9  
48  
77,1  
49  
77,3  
50  
80  
81,5  
84  
86  
79,08  
45,13  
Indeks kepatuhan industri produk  
tembakau dalam label dan iklan  
47  
48  
49  
50  
Meningkatnya kepuasan  
Indeks kepuasan pelaku usaha  
terhadap pemberian bimbingan dan  
pembinaan pengawasan Obat  
pelaku  
usaha  
dan  
82,5  
72  
82,7  
75  
82,9  
77  
83,1  
80  
83,3  
85  
86  
77  
87  
80  
88  
83  
89  
86  
85,14  
72,12  
Masyarakat  
terhadap  
kinerja pengawasan obat  
Indeks kepuasan masyarakat atas  
kinerja  
pengawasan  
Obat  
Indeks  
Kepuasan  
Masyarakat  
terhadap Layanan Publik Deputi  
Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat  
Adiktif  
84,  
1
83,5  
83,7  
83,9  
84,3  
85,21  
87  
88  
89  
90  
30  
Sasaran Strategis  
Target Kinerja (Semula)  
Target Kinerja (Menjadi)  
2021 2022 2023 2024  
Realisasi  
(2020)  
Indikator  
2020  
2021  
2022  
2023  
2024  
Meningkatnya kualitas  
Kebijakan pengawasan  
Obat  
Indeks kualitas kebijakan  
pengawasan Obat  
68  
71  
75  
78  
81  
89,6  
89,7  
89,9  
90  
89,46  
87,42  
Meningkatnya efektivitas  
pengawasan dan  
Persentase Obat yang aman dan  
87,5  
88,5  
89,5  
91  
bermutu  
berdasarkan hasil  
pelayanan  
publik  
di  
pengawasan  
bidang Obat  
Persentase  
rekomendasi  
Obat  
hasil  
yang  
pengawasan  
77  
78  
79  
80  
85  
81  
74,68  
84,71  
78  
85  
79  
86  
80  
87  
81  
88  
ditindaklanjuti oleh lintas sektor  
Persentase pelayanan publik dibidang  
obat yang diselesaikan tepat waktu  
82  
83  
84  
86  
Indeks Pelayanan Publik di bidang  
Obat dan Makanan  
4,2  
4
3,41  
3,69  
3,96  
4,51  
3.98  
4,12  
4,28  
4,44  
4,53  
Tingkat Efisiensi KIE di Bidang Obat  
70  
73  
77  
80  
83  
90,59  
90,77  
92,59  
94,44  
96,33  
31  
Target Kinerja (Semula)  
Target Kinerja (Menjadi)  
Realisasi  
(2020)  
Sasaran Strategis  
Indikator  
2020  
2021  
2022 2023  
2024  
2021  
2022  
2023  
2024  
Meningkatnya regulatory  
Persentase  
makanan  
standar  
inovasi  
obat dan  
assistance  
dalam  
60  
65  
70  
75  
80  
yang  
dikawal sesuai  
61,11  
79,32  
82  
85  
89  
92  
pengembangan Obat  
Terwujudnya tata kelola  
pemerintahan dan  
kerjasama Deputi Bidang  
Indeks RB Deputi Bidang  
Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat  
Adiktif  
83  
81  
87  
82  
91  
83  
92  
84  
93  
85  
86,7  
79,7  
88,3  
82,2  
89,9  
84,7  
91,5  
87,2  
Pengawasan  
Narkotika,  
Obat,  
Psikotropika,  
Nilai AKIP Deputi Bidang Pengawasan  
Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat Adiktif  
Prekursor, dan Zat Adiktif  
yang optimal  
77,18  
83,24  
Terwujudnya SDM Deputi  
Bidang Pengawasan Obat,  
Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat Adiktif  
yang berkinerja optimal  
Indeks Profesionalitas ASN Deputi  
Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat  
Adiktif  
77  
79  
81  
83  
85  
82,60  
83,33  
2,26  
84,06  
84,77  
Menguatnya Pengelolaan  
Data dan Informasi Obat  
Indeks Pengelolaan Data dan Informasi  
Deputi Bidang Pengawasan Obat,  
NAPPZA  
1,51  
2
2,26  
2,5  
3
0.25  
2
2,5  
3
32  
Target Kinerja (Semula)  
Target Kinerja (Menjadi)  
Realisasi  
2020  
Sasaran Strategis  
Indikator  
2023  
2024  
2020  
2021  
2022  
2023 2024  
2021 2022  
Terkelolanya Keuangan  
Deputi Bidang  
Nilai Kinerja Anggaran  
93,2  
93,3  
93,4  
93,5  
100  
93,  
6
95,82  
93,3  
100  
93,4  
100  
93,5  
93,6  
Pengawasan Obat,  
Tingkat Efisiensi Penggunaan  
Anggaran  
Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat Adiktif  
secara Akuntabel  
100  
100  
100  
100  
100  
100  
100  
33  
Reviu dan penyesuaian terhadap Lampiran I, yang memuat sasaran strategis dan  
IKU Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat  
Adiktif serta program dan kegiatan yang dilakukan beserta sasaran program,  
sasaran kegiatan dan indikator di dalamnya, perlu dilakukan dengan  
mempertimbangkan realisasi target indikator kinerja tahun 2020. Secara  
keseluruhan perubahan-perubahan tersebut disajikan dalam Matriks Perubahan  
Kegiatan, Sasaran, Indikator dan Target Kinerja Deputi Bidang Pengawasan Obat,  
Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif Tahun 2020-2024 sebagai  
berikut:  
a. Perubahan target Indeks kualitas kebijakan pengawasan Obat pada tahun  
2021 2024. Penilaian Kualitas Kebijakan di Kedeputian I yang dilakukan  
pada Tahun 2020 oleh Tim Evaluasi Kualitas Kebijakan Lembaga Administrasi  
Negara (LAN), diperoleh nilai realisasi sebesar 89,46 dengan kategori sangat  
baik sehingga diperoleh capaian kinerja sebesar 126% dibandingkan terhadap  
target yang ditetapkan pada tahun 2020. Berdasarkan hasil reviu oleh tim  
terhadap nilai capaian tersebut, dengan memperhatikan target nasional,  
kertas kerja penetapan target IKU BPOM, target kinerja BPOM dan cascading  
terhadap Unit Organisasi di bawahnya Tahun 2020-2024 serta realisasi target  
kinerja di Kedeputian I dalam hal ini Direktorat Standardisasi Obat, NAPPZA  
pada Tahun 2020, maka diperlukan penyesuaian target Sasaran Program  
tersebut pada Tahun 2021-2024 sebagaimana tercantum pada tabel 7.  
b. Perubahan target Persentase Obat yang aman dan bermutu berdasarkan hasil  
pengawasan pada tahun 2021 2024. Berdasarkan capaian tahun 2020  
capaian sudah melebihi target pada tahun 2023, sehingga perlu dilakukan  
penyesuaian terhadap target di 2022 -2024.  
c. Perubahan target Persentase rekomendasi hasil pengawasan Obat yang  
ditindaklanjuti oleh lintas sektor pada tahun 2021 2024. Berdasarkan  
capaian tahun 2020, capaian tersebut sudah melebihi target yang telah  
ditetapkan pada rencana strategis sebelumnya. Sehingga terdapat  
penyesuaian (kenaikan) target pada tahun 2021-2024.  
d. Perubahan target Persentase fasilitas produksi produk JKN, produk high risk  
lainnya, serta bahan baku obat yang diawasi sesuai standar pada tahun 2021-  
2024. Berdasarkan realisasi tahun 2020 dan 2021 yang telah melebihi target  
pada tahun 2022, sehingga perlu dilakukan penyesuaian terhadap target 2022  
s.d 2024.  
e. Perubahan target Tingkat Efektivitas KIE Obat dan Makanan pada tahun 2021  
2024.  
f. Perubahan target Indeks Pelayanan Publik di bidang Obat dan Makanan pada  
tahun 2021 2024. Berdasarkan capaian tahun 2020 capaian sudah melebihi  
target pada tahun 2023, sehingga perlu dilakukan penyesuaian terhadap  
34  
target di 2022 -2024. indikator ini didukung oleh target untuk penilaian unit  
pelayanan publik.  
g. Perubahan target Persentase inovasi obat dan makanan yang dikawal sesuai  
standar pada tahun 2021 2024. Capaian pada indikator ini didukung oleh  
indikator di unit Direktorat Registrasi Obat dan Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat NPP. Capaian pada tahun 2020 sudah mencapai target di 2022  
sehingga harus dilakukan penyesuaian target yang merupakan rata-rata dari  
target kedua unit tersebut.  
h. Perubahan target Indeks RB pada tahun 2021 2024. Berdasarkan capaian  
tahun 2020 capaian sudah melebihi target pada tahun 2023, sehingga perlu  
dilakukan penyesuaian terhadap target di 2022 -2024.  
i. Perubahan target Nilai AKIP pada tahun 2021 2024. Berdasarkan capaian  
tahun 2020 capaian sudah melebihi target pada tahun 2023, sehingga perlu  
dilakukan penyesuaian terhadap target di 2022 -2024.  
j. Perubahan target Indeks Profesionalisme ASN pada tahun 2021 2024.  
Berdasarkan capaian tahun 2020 capaian sudah melebihi target pada tahun  
2023, sehingga perlu dilakukan penyesuaian terhadap target di 2022 -2024.  
k. Perubahan target Nilai Kinerja Anggaran Deputi I pada tahun 2021 2024.  
Berdasarkan capaian tahun 2020 capaian sudah melebihi target pada tahun  
2023, sehingga perlu dilakukan penyesuaian terhadap target di 2022 -2024  
l. Perubahan target Sasaran Program Meningkatnya efektivitas pelayanan publik  
di bidang pengawasan iklan Obat dan Ekspor Impor Obat dan NPP. Indikator  
Jumlah Permohonan Ekspor Impor Obat dan NPP yang diselesaikan tepat  
waktu dengan target TA 2021 adalah senilai 16.500, dengan pembagian target  
triwulan 1 sampai dengan 4 berturut-turut adalah : 4125 ; 8250; 12375 dan  
16500. Sedangkan hasil capaian kinerja ONPP pada triwulan 1 periode  
Januari - Maret 2021 sudah mencapai 5049 Permohonan Ekspor Impor Obat  
dan NPP yang diselesaikan tepat waktu dari target 4125 permohonan (atau  
persentase capaian kinerja = 122,4% ). Jika dilihat trend capaian permohonan  
Ekspor impor ONPP yang diselesaikan tepat waktu adalah sebagai berikut :  
Tahun 2018 sejumlah 18.476 permohonan, tahun 2019 sejumlah 17.280  
permohonan dan tahun 2020 sejumlah 18.550 permohonan.  
m. Penyesuaian target indikator kinerja Persentase Keputusan Hasil Pengawasan  
di Bidang Distribusi dan Pelayanan Obat yang Ditindaklanjuti oleh Pelaku  
Usaha; Persentase Keputusan Hasil Pengawasan Sarana Distribusi; dan  
Pelayanan Kefarmasian yang Diselesaikan dan Persentase Keputusan  
Penilaian Sarana Distribusi Obat yang Diselesaikan Tepat Waktu pada tahun  
2021-2024, dengan memperhatikan capaian 2020 yang sudah melebihi target  
maka perlu dilakukan penyesuaian terhadap target 2021-2024 sebagaimana  
tercantum pada tabel 7.  
35  
2.  
3.  
Program dan Kegiatan  
Tidak ada perubahan pada program dan kegiatan di Deputi Bidang  
Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif  
Kerangka Pendanaan  
Sesuai target kinerja masing-masing indikator kinerja yang telah ditetapkan  
maka kerangka pendanaan untuk mendukung pencapaian tujuan dan  
sasaran program Deputi Bidang Pengawasan Obat dan NAPPZA tahun 2020-  
2024:  
Tabel 1. Kerangka Pendanaan Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat Adiktif 2020-2024  
No  
.
Sumber  
Dana  
Realisasi (Rp Juta)  
Alokasi (Rp Juta)  
Kegiatan  
2020  
2021  
2022  
2023 2024  
Standardisasi Obat,  
Narkotika,  
RM  
6.364  
7.218  
8.468  
10.100,4 11.187,4  
PNBP  
0.765  
0,764  
831  
765,6  
765,6  
1
Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat  
Adiktif  
Total  
6.101  
7.982  
9.299  
10.866  
11.953  
RM  
1.664  
5.917  
7.581  
4.348  
2.088  
2.048  
6.152  
8.210  
4.453  
2.156  
5.519  
6.090  
11.610  
8.960  
2.346  
4.476  
8.131  
4.924  
8.944  
PNBP  
Total  
RM  
2
3
Registrasi Obat  
12.607  
10.860  
2.346  
13.868  
11.153  
2.346  
Pengawasan Produksi  
Obat, Narkotika,  
Psikotropika,  
PNBP  
Total  
6.525  
6.609  
11.306  
13.206  
13.499  
Prekursor  
Pengawasan Distribusi  
dan Pelayanan Obat,  
Narkotika,  
RM  
5.141  
2.458  
3.962  
2.157  
6.492  
1.660  
10.421,5 11.679,5  
PNBP  
2.160,5  
2.160,5  
4
Psikotropika, dan  
Prekursor  
Total  
8.153  
12.582  
13.840  
7.599  
6.119  
Pengawasan  
RM  
5.477  
1.881  
4.892  
2.585  
9.417  
2.543  
9.282  
2.341  
10.445  
2.341  
Keamanan, Mutu, dan  
Ekspor Impor Obat,  
Narkotika,  
PNBP  
5
Psikotropika,  
Total  
7.358  
7.477  
11.960  
11.623  
12.786  
Prekursor, dan Zat  
Adiktif  
TOTAL  
58.675  
64.544  
36  
TABEL 9. MATRIKS PERUBAHAN KEGIATAN, SASARAN, INDIKATOR DAN TARGET KINERJA DEPUTI BIDANG PENGAWASAN  
OBAT, NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, PREKURSOR DAN ZAT ADIKTIF  
PADA LAMPIRAN I MATRIKS KINERJA DAN PENDANAAN DEPUTI BIDANG PENGAWASAN OBAT NAPPZA TAHUN 2020-2024  
SEMULA  
MENJADI  
Target  
2022  
Target  
2022  
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran  
Kegiatan  
Program  
/
Kegiatan  
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran Kegiatan  
(Output)/Indikator  
Program  
/
Kegiatan  
Pro  
PN  
Realisasi  
2020  
2020  
2021  
2023  
2024  
2021  
2023  
2024  
(Output)/Indikator  
Standardisasi Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat  
Adiktif  
Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat Adiktif  
Meningkatnya kualitas kebijakan  
pengawasan obat  
Meningkatnya kualitas kebijakan  
pengawasan obat  
Indeks kualitas kebijakan  
pengawasan Obat  
Indeks kualitas kebijakan  
pengawasan Obat  
1
71  
80  
92  
76  
83  
92  
81  
85  
93  
85  
88  
94  
90  
90  
95  
1
89,46  
89,6  
89,7  
89,9  
90  
Tersedianya identifikasi kebutuhan  
standar ONPPZA  
Dihapus  
Dihapus  
Persentase kesesuaian  
perencanaan penyusunan  
standar ONPPZA sesuai  
roadmap  
1
Sosialisasi standar ONPPZA yang  
efektif  
Sosialisasi standar ONPPZA yang  
efektif  
Persentase sosialisasi  
standar ONPPZA kepada  
stakeholders yang efektif  
Persentase sosialisasi  
standar ONPPZA kepada  
stakeholders yang efektif  
1
1
87  
88  
89  
90  
91  
37  
SEMULA  
MENJADI  
Program  
/
Kegiatan  
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran Kegiatan  
(Output)/Indikator  
Program  
/
Kegiatan  
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran  
Kegiatan  
Pro  
PN  
Target  
Target  
Penyusunan standar ONPPZA yang  
efektif  
Penyusunan standar ONPPZA yang  
efektif  
Persentase standar  
ONAPPZA yang disusun  
dibanding dengan yang  
direncanakan  
Persentase standar  
ONAPPZA yang disusun  
dibanding dengan yang  
direncanakan  
92  
92  
93  
94  
95  
86,27  
88  
89  
90  
91  
Terwujudnya Tatakelola  
Pemerintahan di lingkup Direktorat  
Standardisasi ONPPZA yang optimal  
Terwujudnya Tatakelola  
Pemerintahan di lingkup Direktorat  
Standardisasi ONPPZA yang optimal  
Indeks RB Direktorat  
Standardisasi ONPPZA  
Indeks RB Direktorat  
Standardisasi ONPPZA  
1
85  
89  
93  
94  
95  
1
72,63  
85,3  
87,3  
89,3  
91,3  
Terwujudnya SDM Direktorat  
Standardisasi ONPPZA yang  
berkinerja optimal  
Terwujudnya SDM Direktorat  
Standardisasi ONPPZA yang  
berkinerja optimal  
Indeks Profesionalitas  
Indeks Profesionalitas ASN  
1
ASN Direktorat  
Standardisasi ONPPZA  
75  
77  
80  
82  
85  
1
Direktorat Standardisasi  
ONPPZA  
80,57  
81  
82  
83  
84  
Menguatnya pengelolaan data dan  
informasi pengawasan Obat di  
Direktorat Standardisasi ONPPZA  
Menguatnya pengelolaan data dan  
informasi pengawasan Obat di  
Direktorat Standardisasi ONPPZA  
Indeks pengelolaan data  
dan informasi Direktorat  
Standardisasi ONPPZA  
yang optimal  
1,51  
2,00  
2,25  
2,50  
3,00  
Indeks pengelolaan data  
dan informasi Direktorat  
Standardisasi ONPPZA yang  
optimal  
0
2,00  
2,25  
2,50  
3,00  
Terkelolanya Keuangan Direktorat  
Standardisasi ONPPZA secara  
Akuntabel  
Terkelolanya Keuangan Direktorat  
Standardisasi ONPPZA secara  
Akuntabel  
Tingkat Efisiensi  
Penggunaan Anggaran  
Direktorat Standardisasi  
ONPPZA  
Tingkat Efisiensi  
Penggunaan Anggaran  
Direktorat Standardisasi  
ONPPZA  
100  
100  
100  
100  
100  
100  
100  
100  
100  
100  
38  
SEMULA  
MENJADI  
Program  
/
Kegiatan  
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran Kegiatan  
(Output)/Indikator  
Program  
/
Kegiatan  
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran  
Kegiatan  
Pro  
PN  
Target  
Target  
Registrasi Obat  
Registrasi Obat  
Obat yang memenuhi persyaratan  
keamanan dan mutu sebelum  
diedarkan  
Obat yang memenuhi  
persyaratan keamanan dan mutu  
sebelum diedarkan  
Persentase obat yang  
Persentase obat yang  
memenuhi persyaratan  
keamanan dan mutu  
sebelum diedarkan  
memenuhi persyaratan  
keamanan dan mutu  
sebelum diedarkan  
1
70  
73  
76  
87  
79  
89  
82  
92  
1
88,53  
88,5  
89  
89,5  
90  
Pelayanan Publik di Bidang  
Registrasi Obat yang Prima  
Pelayanan Publik di Bidang  
Registrasi Obat yang Prima  
Indeks kepuasan  
82  
84.5  
Indeks kepuasan  
pelayanan publik di  
bidang registrasi Obat  
pelayanan publik di  
bidang registrasi Obat  
1
1
82  
85  
86  
87  
88  
Meningkatnya kualitas  
pelayanan publik di bidang  
Registrasi Obat  
Meningkatnya kualitas pelayanan  
publik di bidang Registrasi Obat  
Persentase keputusan  
Persentase keputusan  
registrasi obat yang  
diselesaikan sesuai  
registrasi obat yang  
diselesaikan sesuai  
Pro  
PN  
1
63  
66  
69  
72  
75  
1
74,90  
75  
76  
77  
78  
standar  
standar  
Persentase hasil  
70  
73  
76  
79  
82  
Persentase hasil  
70  
73  
76  
79  
82  
penilaian registrasi obat  
yang diselesaikan tepat  
penilaian registrasi obat  
yang diselesaikan tepat  
2
2
waktu  
waktu  
Persentase  
Persentase  
pengaduan/keluhan/ma  
pengaduan/keluhan/m  
sukan terkait registrasi  
obat yang  
asukan terkait  
registrasi obat yang  
3
3
100  
100  
100  
100  
100  
100  
100  
100  
100  
100  
ditindaklanjuti  
ditindaklanjuti  
39  
SEMULA  
MENJADI  
Program  
/
Kegiatan  
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran Kegiatan  
(Output)/Indikator  
Program  
/
Kegiatan  
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran  
Kegiatan  
Pro  
PN  
Target  
Target  
.Indeks Pelayanan  
3,51  
3.76  
4.01  
4.26  
4.51  
.Indeks Pelayanan  
Publik di Direktorat  
Registrasi Obat  
Publik di Direktorat  
Registrasi Obat  
4
4
3,51  
4.01  
81%  
4,20  
4.40  
87%  
4.51  
Meningkatnya  
Efektivitas  
Meningkatnya  
Efektivitas  
Pengawasan Pre Market terhadap  
Sarana UK/Lab BE  
Pengawasan Pre Market terhadap  
Sarana UK/Lab BE  
Persentase sarana  
UK/Lab BE yang  
78%  
81%  
84%  
87%  
90%  
Persentase sarana  
UK/Lab BE yang  
78%  
84%  
90%  
1
diinspeksi dan  
1
diinspeksi dan  
memenuhi CUKB  
memenuhi CUKB  
Meningkatnya  
mendorong inovasi pengembangan  
obat  
kemampuan  
Meningkatnya  
mendorong  
pengembangan obat  
kemampuan  
inovasi  
Persentase inovasi obat  
pengembangan baru  
yang dikawal sesuai  
Persentase inovasi obat  
pengembangan baru  
yang dikawal sesuai  
standar registrasi obat  
1
1
100  
100  
100  
100  
100  
100  
100  
100  
100  
100  
standar registrasi obat  
Terwujudnya tata kelola  
Terwujudnya tata kelola  
pemerintahan di lingkup Registrasi  
Obat yang optimal  
pemerintahan di lingkup  
Registrasi Obat yang optimal  
Indeks RB Direktorat  
Registrasi Obat  
Indeks RB Direktorat  
Registrasi Obat  
90  
93  
94  
95  
1
1
88  
88  
86,1  
88.1  
90,1  
92,1  
Terwujudnya SDM Direktorat  
Registrasi Obat yang Berkinerja  
Optimal  
.Terwujudnya SDM Direktorat  
Registrasi Obat yang Berkinerja  
Optimal  
Indeks Profesionalitas  
Indeks Profesionalitas  
ASN Direktorat  
Registrasi Obat  
ASN Direktorat  
Registrasi Obat  
77  
80  
82  
85  
1
1
76  
76  
88,5  
88.9  
89,3  
89,6  
40  
SEMULA  
MENJADI  
Program  
/
Kegiatan  
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran Kegiatan  
Program  
/
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran  
Kegiatan  
Pro  
PN  
Target  
2,25  
94  
Target  
2,25  
94  
(Output)/Indikator  
Kegiatan  
Menguatnya pengelolalan data dan  
Menguatnya pengelolalan data  
dan informasi pengawasan Obat  
dan Makanan di Direktorat  
Registrasi Obat  
informasi pengawasan Obat dan  
Makanan di Direktorat Registrasi  
Obat  
Indeks pengeolaan data  
dan informasi Direktorat  
Registrasi Obat yang  
optimal  
Indeks pengeolaan data  
dan informasi  
Direktorat Registrasi  
Obat yang optimal  
1
1,51  
2,00  
2,50  
3,00  
1,51  
1,51  
2,00  
2,50  
3,00  
Terkelolanya Keuangan  
Direktorat Registrasi Obat secara  
Akuntabel  
Terkelolanya Keuangan Direktorat  
Registrasi Obat secara Akuntabel  
Tingkat efisiensi  
penggunaan anggaran  
Direktorat Registrasi  
Obat  
Tingkat efisiensi  
penggunaan anggaran  
Direktorat Registrasi  
Obat  
1
1
92  
93  
95  
96  
92  
93  
95  
96  
Pengawasan Produksi Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor  
Pengawasan Produksi Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor  
Terwujudnya sarana produksi obat  
yang mandiri  
Terwujudnya sarana produksi  
obat yang mandiri  
Persentase Sarana  
Persentase Sarana  
produksi Obat yang  
mandiri dalam  
produksi Obat yang  
mandiri dalam  
1
50  
55  
60  
65  
70  
1
53,33  
55  
60  
65  
70  
Pemenuhan CPOB  
Pemenuhan CPOB  
Pelayanan publik di bidang  
pengawasan sarana produksi Obat  
yang prima  
Pelayanan publik di bidang  
pengawasan sarana produksi  
Obat yang prima  
Indeks kepuasan  
Indeks kepuasan  
pelayanan publik di  
bidang pengawasan  
pelayanan publik di  
bidang pengawasan  
1
85  
86,5  
88  
90  
92  
1
85,16  
87  
88  
89  
90  
sarana produksi Obat  
sarana produksi Obat  
41  
SEMULA  
MENJADI  
Program  
/
Kegiatan  
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran Kegiatan  
(Output)/Indikator  
Program  
/
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran  
Kegiatan  
Pro  
PN  
Target  
Target  
Kegiatan  
Meningkatnya Sarana Produksi Obat  
JKN, Bahan Baku Obat, dan Obat  
High Risk lainnya yang mematuhi  
CPOB  
Meningkatnya Sarana Produksi  
Obat JKN, Bahan Baku Obat, dan  
Obat High Risk lainnya yang  
mematuhi CPOB  
Persentase Sarana  
Produksi Obat  
Persentase Sarana  
Produksi Obat  
JKN,Bahan Baku Obat  
dan Obat High Risk  
JKN,Bahan Baku Obat  
dan Obat High Risk  
1
72  
74  
76  
78  
80  
1
82,26  
74  
76  
78  
80  
lainnya yang mematuhi  
persyaratan CPOB  
lainnya yang mematuhi  
persyaratan CPOB  
Meningkatnya efektivitas  
pengawasan sarana produksi Obat  
berbasis risiko  
Meningkatnya efektivitas  
pengawasan sarana produksi  
Obat berbasis risiko  
Persentase tindak lanjut  
Persentase tindak lanjut  
yang berkualitas dari  
hasil pengawasan  
sarana produksi di Balai  
yang berkualitas dari  
hasil pengawasan  
sarana produksi di Balai  
1
90  
84  
72  
95  
86  
74  
95  
88  
76  
100  
90  
100  
92  
1
88,9  
88,94  
83,07  
95  
86  
74  
95  
90  
76  
100  
91  
100  
92  
Persentase fasilitas  
produksi produk JKN,  
produk high risk  
lainnya, serta bahan  
baku obat yang diawasi  
sesuai standar  
Persentase fasilitas  
produksi produk JKN,  
produk high risk lainnya,  
serta bahan baku obat  
yang diawasi sesuai  
standar  
Pro  
PN  
2
2
3
Persentase hasil  
pengawasan sarana  
produksi yang  
Persentase hasil  
pengawasan sarana  
produksi yang  
3
78  
80  
78  
80  
ditindaklanjuti  
ditindaklanjuti  
Meningkatnya efektivitas pelayanan  
publik di bidang pengawasan sarana  
produksi Obat  
Meningkatnya efektivitas  
pelayanan publik di bidang  
pengawasan sarana produksi  
Obat  
1
Persentase Keputusan  
penilaian fasilitas  
produksi Bahan Baku  
Obat, Obat, Produks  
Biologi dan Sarana  
1
Persentase Keputusan  
penilaian fasilitas  
produksi Bahan Baku  
Obat, Obat, Produks  
Biologi dan Sarana  
65  
70  
75  
80  
85  
73,08  
70  
75  
80  
85  
42  
SEMULA  
MENJADI  
Program  
/
Kegiatan  
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran Kegiatan  
(Output)/Indikator  
Khusus yang  
Program  
/
Kegiatan  
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran  
Kegiatan  
Pro  
PN  
Target  
Target  
Khusus yang  
diselesaikan Tepat  
Waktu  
diselesaikan Tepat  
Waktu  
2
Indeks Pelayanan Publik  
3,51  
3,76  
4,01  
4,26  
4,51  
2
Indeks Pelayanan Publik  
3,89  
3,76  
4,01  
4,26  
4,51  
Meningkatnya kemampuan  
mendorong inovasi pengembangan  
obat  
Meningkatnya kemampuan  
mendorong inovasi pengembangan  
obat  
1
Persentase tahapan  
pemenuhan fasilitas  
produksi obat inovasi  
atau obat pengembangan  
baru yang diterbitkan  
keputusan dalam rangka  
pengawalan inovasi  
60  
65  
-
-
-
1
Persentase tahapan  
pemenuhan fasilitas-  
produksi obat baru yang  
diterbitkan keputusan  
dalam rangka  
61,11  
-
70  
75  
85  
pengawasan (**)  
pengembangan obat (*)  
Terwujudnya Tata Kelola  
Pemerintahan di Lingkup  
Dit.Was.Produksi ONPP yang  
optimal  
Terwujudnya Tata Kelola  
Pemerintahan di Lingkup  
Dit.Was.Produksi ONPP yang optimal  
1
Nilai RB Ditwas Produksi  
ONPP  
85  
89  
93  
94  
95  
1
Nilai RB Ditwas Produksi  
ONPP  
78,38  
89  
93  
94  
95  
Terwujudnya SDM Ditwas Produksi  
ONPP yang berkinerja optimal  
Terwujudnya SDM Ditwas  
Produksi ONPP yang berkinerja  
optimal  
43  
SEMULA  
MENJADI  
Program  
/
Kegiatan  
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran Kegiatan  
(Output)/Indikator  
Program  
/
Kegiatan  
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran  
Kegiatan  
Pro  
PN  
Target  
Target  
1
Indeks Profesionalitas  
ASN Ditwas Produksi  
ONPP  
75  
77  
80  
82  
85  
1
Indeks Profesionalitas  
ASN Ditwas Produksi  
ONPP  
87,4  
77  
80  
82  
85  
Menguatnya pengelolaan data  
dan informasi pengawasan Obat  
dan Makanan di Direktorat  
Pengawasan Produksi Obat dan  
NPP  
Menguatnya pengelolaan data dan  
informasi pengawasan Obat dan  
Makanan di Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat dan NPP  
1
Indeks pengelolaan data  
dan informasi Direktorat  
Pengawasan Produksi  
Obat dan NPP yang  
optimal  
1,51  
2
2,26  
2,5  
3
1
Indeks pengelolaan data  
dan informasi Direktorat  
Pengawasan Produksi  
Obat dan NPP yang  
optimal  
1
2
2,26  
2,5  
3
Terkelolanya Keuangan Ditwas  
Produksi ONPP secara Akuntabel  
Terkelolanya Keuangan Ditwas  
Produksi ONPP secara Akuntabel  
1
Tingkat Efisiensi  
95  
95  
95  
95  
95  
1
Tingkat Efisiensi  
100  
95  
95  
95  
95  
Penggunaan Anggaran  
Ditwas Produksi ONPP  
Penggunaan Anggaran  
Ditwas Produksi ONPP  
Pengawasan Distribusi dan Pelayanan  
Obat, Narkotika, Psikotropika, dan  
Prekursor  
Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat,  
Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
Meningkatnya Kepatuhan Pelaku  
Usaha di bidang Distribusi dan  
Pelayanan Obat  
Meningkatnya Kepatuhan Pelaku  
Usaha di bidang Distribusi dan  
Pelayanan Obat  
Persentase keputusan  
hasil pengawasan di  
Persentase keputusan  
hasil pengawasan di  
bidang distribusi dan  
pelayanan obat yang  
bidang distribusi dan  
pelayanan obat yang  
1
70  
72  
74  
76  
78  
1
74,68  
75  
77  
79  
81  
ditindaklanjuti oleh  
pelaku usaha  
ditindaklanjuti oleh  
pelaku usaha  
44  
SEMULA  
MENJADI  
Program  
/
Kegiatan  
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran Kegiatan  
(Output)/Indikator  
Program  
/
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran  
Kegiatan  
Pro  
PN  
Target  
Target  
Kegiatan  
Meningkatnya kepuasan  
stakeholder di bidang  
pengawasan distribusi dan  
pelayanan obat  
Meningkatnya kepuasan  
stakeholder di bidang pengawasan  
distribusi dan pelayanan obat  
Indeks kepuasan pelkau  
usaha terhadap  
pelayanan publik  
distribusi obat  
Indeks kepuasan  
pelkau usaha terhadap  
pelayanan publik  
distribusi obat  
1
87,5  
89  
90  
91  
92  
1
88,01  
89  
90  
91  
92  
Meningkatnya efektivitas  
pengawasan distribusi dan  
pelayanan obat  
Meningkatnya efektivitas  
pengawasan distribusi dan  
pelayanan obat  
Persentase keputusan  
hasil pengawasan  
Persentase keputusan  
hasil pengawasan  
Pro  
PN  
1
sarana distribusi dan  
pelayanan kefarmasian  
yang diselesaikan  
80  
81  
82  
83  
84  
1
sarana distribusi dan  
pelayanan kefarmasian  
yang diselesaikan  
85,24  
85  
86  
87  
88  
Prosentase keputusan  
hasil pengawasan  
pengelolaan  
obatpemasukan jalur  
khusus yang  
Prosentase keputusan  
hasil pengawasan  
pengelolaan  
obatpemasukan jalur  
khusus yang  
2
-
-
82  
83  
84  
2
-
-
86  
87  
88  
diselesaikan  
diselesaikan  
Persentase pemenuhan  
standar pengawasan  
sarana distribusi dana  
pelayanan obat oleh  
Balai  
Persentase pemenuhan  
standar pengawasan  
sarana distribusi dana  
pelayanan obat oleh  
Balai  
3
65  
66  
67  
68  
69  
3
76,26  
79  
80  
81  
82  
Meningkatnya kualitas  
pelayanan publik di bidang  
distribusi obat  
Meningkatnya kualitas pelayanan  
publik di bidang distribusi obat  
45  
SEMULA  
MENJADI  
Program  
/
Kegiatan  
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran Kegiatan  
Program  
/
Kegiatan  
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran  
Pro  
PN  
Target  
Target  
(Output)/Indikator  
Kegiatan  
Persentase Keputusan  
Persentase Keputusan  
Penilaian Sarana  
Penilaian Sarana  
Distribusi Obat yang  
Diselesaikan tepat  
waktu  
Pro  
PN  
1
2
3
Distribusi Obat yang  
Diselesaikan tepat  
waktu  
78  
3,51  
-
80  
4,01  
-
82  
84  
4,40  
80  
86  
4,51  
85  
1
2
3
84,07  
3,9  
-
84  
4,01  
-
86  
88  
4,40  
80  
90  
4,51  
85  
Indeks pelayanan publik  
Direktorat Pengawasan  
Distribusi dan  
Indeks pelayanan  
publik Direktorat  
Pengawasan Distribusi  
dan Pelayanan ONPP  
4,20  
75  
4,20  
75  
Pelayanan ONPP  
Persentase stakeholder  
yang mendapat  
regulatory assistance di  
bidang distribusi dan  
pelayanan obat  
Persentase stakeholder  
yang mendapat  
regulatory assistance di  
bidang distribusi dan  
pelayanan obat  
Terwujudnya tatakelola  
pemerintahan Direktorat  
Pengawasan Distribusi dan  
Pelayanan ONPP  
Terwujudnya tatakelola  
pemerintahan Direktorat  
Pengawasan Distribusi dan  
Pelayanan ONPP  
Indeks RB Direktorat  
Indeks RB Direktorat  
1
Pengawasan Distribusi  
dan Pelayanan ONPP  
90  
91  
93  
94  
95  
1
Pengawasan Distribusi  
dan Pelayanan ONPP  
76,37  
91  
93  
94  
95  
Terwujudnya SDM yang berkinerja  
optimal  
Terwujudnya SDM yang  
berkinerja optimal  
Indeks Profesionalitas  
Indeks Profesionalitas  
ASN Direktorat  
Pengawasan Distribusi  
dan Pelayanan ONPP  
ASN Direktorat  
Pengawasan Distribusi  
dan Pelayanan ONPP  
1
75  
77  
80  
82  
85  
1
77,76  
77  
80  
82  
85  
Menguatnya pengelolaan data dan  
informasi pengawasan Obat di  
Direktorat Pengawasan Distribusi  
dan Pelayanan ONPP  
Menguatnya pengelolaan data  
dan informasi pengawasan Obat  
di Direktorat Pengawasan  
Distribusi dan Pelayanan ONPP  
Indeks Pengelolaan Data  
dan Informasi di  
Indeks Pengelolaan  
Data dan Informasi di  
Direktorat Pengawasan  
Distribusi dan  
Direktorat Pengawasan  
Distribusi dan  
1
1,51  
2,0  
2,26  
2,5  
3
1
0,25  
2,0  
2,26  
2,5  
3
Pelayanan ONPP yang  
optimal  
Pelayanan ONPP yang  
optimal  
46  
SEMULA  
MENJADI  
Program  
/
Kegiatan  
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran Kegiatan  
(Output)/Indikator  
Program  
/
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran  
Kegiatan  
Pro  
PN  
Target  
Target  
Kegiatan  
Terkelolanya Keuangan secara  
akuntabel di Direktorat  
Pengawasan Distribusi dan  
Pelayanan ONPP  
Terkelolanya Keuangan secara  
akuntabel di Direktorat Pengawasan  
Distribusi dan Pelayanan ONPP  
Tingkat Efisiensi  
Tingkat Efisiensi  
Penggunaan Anggaran  
Penggunaan Anggaran  
1
Direktorat Pengawasan  
Distribusi dan  
88  
88  
88  
88  
88  
1
Direktorat Pengawasan  
Distribusi dan  
99,69  
88  
88  
88  
88  
Pelayanan ONPP  
Pelayanan ONPP  
Pengawasan Keamanan, Mutu, dan  
Ekspor Impor Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat  
Adiktif  
Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor  
Impor Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat Adiktif  
Pelayanan publik di bidang  
pengawasan iklan Obat dan  
Ekspor Impor Obat dan NPP yang  
prima  
Pelayanan publik di bidang  
pengawasan iklan Obat dan Ekspor  
Impor Obat dan NPP yang prima  
Indeks kepuasan  
Indeks kepuasan  
pelayanan publik di  
bidang pengawasan  
pelayanan publik di  
bidang pengawasan  
1
iklan obat dan ekspor  
impor obat, narkotika,  
psikotropika dan  
prekursor  
85  
86,5  
88  
90  
92  
1
iklan obat dan ekspor  
impor obat, narkotika,  
psikotropika dan  
prekursor  
85,3  
87  
88  
89  
90  
Meningkatnya kepatuhan pelaku  
usaha Obat dan NPP dalam rangka  
penjaminan mutu keamanan  
informasi Obat dan NPP serta  
promosi obat  
Meningkatnya kepatuhan pelaku  
usaha Obat dan NPP dalam  
rangka penjaminan mutu  
keamanan informasi Obat dan  
NPP serta promosi obat  
Indeks kepatuhan  
Indeks kepatuhan  
pelaku usaha dalam  
mutu dan keamanan  
pelaku usaha dalam  
mutu dan keamanan  
1
93  
93,5  
94  
94,5  
95  
1
86  
86,5  
87  
87,5  
88  
obat dan NPP  
obat dan NPP  
Kepatuhan industri produk  
tembakau yang tinggi terhadap  
aturan pengawasan label,  
promosi, dan iklan produk  
tembakau  
Kepatuhan industri produk  
tembakau yang tinggi terhadap  
aturan terkait label, promosi, dan  
iklan produk tembakau  
Indeks kepatuhan  
Indeks kepatuhan  
industri produk  
tembakau dalam iklan  
industri produk  
tembakau dalam label  
1
46  
47  
48  
49  
50  
1
45,13  
47  
48  
49  
50  
dan label  
dan iklan  
47  
SEMULA  
MENJADI  
Program  
/
Kegiatan  
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran Kegiatan  
(Output)/Indikator  
Program  
/
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran  
Kegiatan  
Pro  
PN  
Target  
Target  
Kegiatan  
Meningkatnya efektifitas pelayanan  
publik di bidang pengawasan iklan  
obat dan ekspor impor Obat dan  
NPP  
Meningkatnya efektifitas  
pelayanan publik di bidang  
pengawasan iklan obat dan  
ekspor impor Obat dan NPP  
Indeks Pelayanan Publik  
di Direktorat  
Pengawasan Keamanan,  
Indeks Pelayanan  
Publik di Direktorat  
Pengawasan Keamanan,  
1
Mutu, dan Ekspor Impor  
Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor  
dan Zat Adiktif  
3,11  
3,46  
3,81  
4,16  
4,51  
1
Mutu, dan Ekspor  
Impor Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor  
dan Zat Adiktif  
4,33  
4,45  
4,51  
4,55  
4,60  
Jumlah permohonan  
ekspor impor obat,  
narkotika, psikotropika,  
dan prekursor yang  
diselesaikan tepat  
waktu  
Jumlah permohonan  
ekspor impor obat,  
narkotika, psikotropika,  
dan prekursor yang  
diselesaikan tepat waktu  
Pro-  
PN  
2
16300  
16500  
16700  
16900  
17100  
2
18550  
18000  
18100  
18200  
18200  
Persentase permohonan  
persetujuan iklan obat  
yang diselesaikan tepat  
waktu  
70  
72  
74  
76  
78  
Persentase permohonan  
persetujuan iklan obat  
yang diselesaikan tepat  
waktu  
97,76  
72  
74  
76  
78  
3
4
3
4
Tingkat Efektivitas KIE  
di bidang Obat  
Tingkat Efektivitas KIE  
di bidang Obat  
90,41  
90,77  
92,59  
94,44  
96,33  
Meningkatnya efektivitas  
pengawasan keamanan dan mutu  
Obat dan NPP  
Meningkatnya efektivitas  
pengawasan keamanan dan  
mutu Obat dan NPP  
Persentase laporan  
Persentase laporan  
1
2
Farmakovigilans yang  
ditindaklanjuti  
70  
86  
70  
86  
70  
87  
70  
87  
70  
88  
1
2
Farmakovigilans yang  
ditindaklanjuti  
76,75  
63,79  
70  
86  
70  
87  
70  
87  
70  
88  
Persentase laporan  
pengawasan mutu,  
label, iklan obat, dan  
NPP yang  
Persentase laporan  
pengawasan mutu,  
label, iklan obat, dan  
NPP yang ditindaklanjuti  
ditindaklanjuti  
Meningkatnya efektivitas  
Meningkatnya efektivitas  
pengawasan produk tembakau  
pengawasan produk tembakau  
48  
SEMULA  
MENJADI  
Program  
/
Kegiatan  
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran Kegiatan  
Program  
/
Kegiatan  
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran  
Pro  
PN  
Target  
Target  
(Output)/Indikator  
Kegiatan  
Jumlah label dan iklan  
Jumlah label dan iklan  
produk tembakau yang  
diawasi yang memenuhi  
ketentuan  
produk tembakau yang  
diawasi yang memenuhi  
ketentuan  
Pro-  
PN  
1
60000  
60200  
60400  
60600  
60800  
1
59789  
60200  
87,4  
78  
60400  
60600  
89,4  
80  
60800  
90,4  
81  
Terwujudnya tatakelola  
Terwujudnya tatakelola  
pemerintahan Direktorat  
Pengawasan Keamanan, Mutu,  
dan Ekspor Impor Obat,  
Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor dan Zat Adiktif yang  
Indeks RB Direktorat  
pemerintahan Direktorat  
Pengawasan Keamanan, Mutu, dan  
Ekspor Impor Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor dan Zat  
Adiktif yang  
Indeks RB Direktorat  
Pengawasan Keamanan,  
Mutu, dan Ekspor Impor  
Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor  
dan Zat Adiktif  
Pengawasan Keamanan,  
Mutu, dan Ekspor  
Impor Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor  
dan Zat Adiktif  
1
83  
87  
91  
92  
93  
1
88,77  
88,4  
Terwujudnya SDM yang berkinerja  
optimal  
Terwujudnya SDM yang  
berkinerja optimal  
Indeks Profesionalitas  
ASN Direktorat  
Pengawasan  
Keamanan, Mutu, dan  
Ekspor Impor Obat,  
Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor dan Zat  
Adiktif  
Indeks Profesionalitas  
ASN Direktorat  
Pengawasan Keamanan,  
Mutu, dan Ekspor Impor  
Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor  
dan Zat Adiktif  
1
75  
77  
80  
82  
85  
1
77,74  
79  
Menguatnya pengelolaan data dan  
informasi pengawasan Obat dan  
Makanan di Direktorat Pengawasan  
Keamanan, Mutu, dan Ekspor  
Impor Obat, Narkotika,  
Menguatnya pengelolaan data  
dan informasi pengawasan Obat  
dan Makanan di Direktorat  
Pengawasan Keamanan, Mutu,  
dan Ekspor Impor Obat,  
Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor dan Zat Adiktif  
Indeks Pengelolaan  
Psikotropika, Prekursor dan Zat  
Adiktif  
Indeks Pengelolaan Data  
dan Informasi di  
Data dan Informasi di  
Direktorat Pengawasan  
Direktorat Pengawasan  
Keamanan, Mutu, dan  
Ekspor Impor Obat,  
Keamanan, Mutu, dan  
Ekspor Impor Obat,  
1
75  
77  
80  
82  
85  
1
0
2
2,25  
2,5  
3
Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor dan Zat  
Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor dan Zat  
Adiktif yang optimal  
Adiktif yang optimal  
49  
SEMULA  
MENJADI  
Program  
/
Kegiatan  
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran Kegiatan  
(Output)/Indikator  
Program  
/
Sasaran Program  
(Outcome)/Sasaran  
Kegiatan  
Pro  
PN  
Target  
Target  
Kegiatan  
Terkelolanya Keuangan secara  
akuntabel di Ditwas KMEI  
ONPPZA  
Terkelolanya Keuangan secara  
akuntabel di Ditwas KMEI ONPPZA  
Tingkat Efisiensi  
Tingkat Efisiensi  
Penggunaan Anggaran  
Ditwas KMEIONAPPZA  
98%  
Efisien)  
98%  
Efisien)  
98%  
Efisien)  
(
98%  
Efisien)  
98%  
Efisien)  
Penggunaan Anggaran  
Ditwas KMEIONAPPZA  
99,96%  
Efisien)  
(
98%  
Efisien)  
98%  
Efisien)  
98%  
Efisien)  
98%  
Efisien)  
(
1
1
(
(
(
(
(
(
(
50  
E. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI  
1. Kesimpulan  
i. Reviu Renstra Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif dilaksanakan sebagai  
respon terhadap perubahan lingkungan strategis serta organisasi  
dan tata kerja Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif yang berdampak terhadap  
pelaksanaan program dan kegiatan serta proses perencanaan dan  
penganggaran Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif.  
ii. Berdasarkan hasil reviu terhadap Renstra Deputi Bidang  
Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat  
Adiktif yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa secara umum  
pelaksanaan Renstra Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif masih berjalan baik dan  
sesuai dengan apa yang telah di rencanakan untuk mencapai target  
pada akhir tahun 2024.  
2. Rekomendasi  
Hasil reviu Renstra Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif 2020-2024 yang telah dilakukan  
secara menyeluruh agar dijadikan dasar dalam penyusunan Rencana Kerja  
Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan  
Zat Adiktif serta evaluasi paruh waktu dan akhir tahun pelaksanaan  
Renstra Deputi Bidang Pengawasan Obat dan NAPPZA.  
51  
BAB III  
PENUTUP  
Renstra Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat  
Adiktif tahun 2020-2024 selain perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi terhadap  
pencapaiannya secara berkala,  
perlu juga dilakukan reviu secara menyeluruh  
terhadap Renstra Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat Adiktif menyesuaikan juga dengan reviu terhadap Renstra BPOM.  
Reviu Renstra ini dilakukan untuk menyelaraskan berbagai perubahan lingkungan  
strategis baik internal maupun eksternal yang berdampak terhadap kinerja BPOM  
terutama Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan  
Zat Adiktif sehingga memerlukan adanya berbagai penyesuaian baik pada visi, misi,  
tujuan, sasaran strategis, indikator, arah kebijakan, strategi maupun target kinerja.  
Untuk memastikan hasil reviu Renstra Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif dapat teroperasionalisasikan dan  
diimplementasikan dengan baik, maka penyusunan perencanaan dan penganggaran  
tahunan agar memperhatikan hasil reviu Renstra tersebut. Selain itu, unit kerja di  
bawah Kedeputian Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan  
Zat Adiktif juga perlu melakukan penyesuaian dengan mengacu pada hasil reviu  
Renstra Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat  
Adiktif. Melalui reviu Renstra ini, diharapkan Deputi Bidang Pengawasan Obat,  
Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif terus dapat meningkatkan kinerja  
yang berorientasi hasil dan berdampak terhadap peningkatan perlindungan dan  
pelayanan kepada masyarakat.  
52