RINGKASAN HASIL INSPEKSI CPOB  
INSPEKSI PT BIO FARMA  
FASILITAS PRODUKSI DRUG SUBSTANCE DAN DRUG PRODUCT ROTAVIRUS GEDUNG 40,  
VAKSIN HPV DI GEDUNG 43 LANTAI DASAR FILLING LINE 1 SERTA OBAT UJI KLINIK VAKSIN  
HEPATITIS B DAN VAKSIN KOMBINASI (DTP-HB-HIB-IPV) DI GEDUNG 19 LANTAI 2  
Nomor Inspeksi  
Tanggal Inspeksi  
Ruang Lingkup  
Inspeksi  
LI/P/01/25/028  
14–17 April 2025  
Inspeksi dalam rangka:  
1. Sertifikasi CPOB Fasilitas Produksi Drug Substance dan Drug Product  
Rotavirus Gedung 40  
2. Penambahan Aktivitas Produksi Vaksin HPV di Gedung 43 Lantai Dasar  
Filling Line 1  
3. Penambahan Aktivitas Produksi Obat Uji Klinik Vaksin Hepatitis B dan  
Vaksin Kombinasi (DTP-HB-Hib-IPV) di Gedung 19 Lantai 2  
Area yang diinspeksi:  
Cakupan Inspeksi  
1. Fasilitas produksi bulk dan produk jadi Vaksin Rotavirus Gedung 40:  
ruang material preparation, sterile material storage, seed preparation,  
cultivation and inactivation, formulation, filling and capping; yang diamati  
melalui viewing gallery.  
2. Fasilitas produksi produk jadi Vaksin HPV Gedung 43 Lantai Dasar  
Filling Line 1: ruang pencucian vial, bulk in-2, mixing storage tank, filling  
line dan capping; yang diamati melalui viewing gallery.  
3. Fasilitas produksi Obat Uji Klinik Vaksin Hepatitis B dan Vaksin  
Kombinasi (DTP-HB-Hib-IPV) Gedung 19 Lantai 2: washing room, tank  
washing room, tank insitu sterilization, tank storage room, formulation  
room, filling room for vials, dan filling room for uniject; yang diamati  
melalui viewing gallery.  
4. Fasilitas pengemasan Gedung 19 Lantai 1 dan Gedung 43 Lantai 1  
(packaging line 1–4 dan ruang visual inspeksi).  
5. Laboratorium Pengujian Mutu Vaksin Virus (PMVV), Pengujian Mutu  
Kimia Fisika (PMKF) dan Pengujian Mutu Mikrobiologi (PMM) (Gedung  
33 Lantai 1, Gedung 19 Lantai 3, dan Gedung 3 Lantai 3).  
Inspeksi mencakup semua aspek CPOB antara lain sistem mutu, manajemen  
risiko mutu dan contamination control strategy, pengendalian perubahan,  
penanganan penyimpangan, sistem pelulusan produk, pengkajian mutu  
produk, sistem CAPA, personalia, bangunan dan fasilitas, sarana penunjang,  
peralatan, produksi, pengawasan mutu, inspeksi diri dan audit pemasok,  
dokumentasi, serta kualifikasi dan validasi.  
Catatan: Untuk cara penyimpanan dan pengiriman obat yang baik, keluhan  
dan penarikan produk, dan kegiatan alih daya mengacu pada hasil inspeksi 24  
- 26 Februari 2025.  
Ringkasan Observasi  
PT Bio Farma memiliki sistem mutu yang baik dan telah diimplementasikan  
dengan baik antara lain QRM, CCS, PQR, penanganan penyimpangan,  
pengendalian perubahan, penanganan keluhan dan sistem recall, internal  
audit dan eksternal audit, sistem CAPA, personalia dll. Secara umum,  
peralatan di area produksi dan laboratorium telah dilengkapi dengan prosedur  
pengoperasian dan pemeliharaan. Peralatan kritis dan sarana penunjang kritis  
telah dikualifikasi. Validasi transfer media, validasi proses, validasi metode  
analisis, validasi pembersihan, dan validasi desinfeksi telah didesain dan  
dilakukan.  
Fasilitas Produksi Bulk dan Produk Jadi Rotavirus Gedung 40  
Fasilitas produksi didesain dengan pemisahan area biopositif dan area  
bionegatif. Area bionegatif untuk proses pencucian, persiapan material,  
resusitasi dan kultivasi sel. Area bionegatif digunakan untuk proses penyiapan  
seed, inokulasi, panen, dan filtrasi bulk, serta formulasi, filling dan capping  
vaksin Rotavirus. Fasilitas produksi bulk didesain dengan kelas C, baik  
penyiapan sel maupun inokulasi dan panen. Proses filtrasi dilakukan di kelas  
B di dalam ruang formulasi, filling, dan capping. Tersedia BSC untuk  
penyiapan inokulum dan LAF untuk proses inokulasi dan filtrasi.  
Fasilitas produksi vaksin Rotavirus didesain dengan kelas B yang dilengkapi  
LAF untuk proses formulasi dan LAF untuk proses filling dan capping.  
Terdapat partisi untuk memisahkan area filling dan area capping. Selain itu,  
terdapat barier fisik yang memisahkan mesin filling dengan personel yang  
bekerja di area filling.  
Peralatan untuk menunjang proses produksi bulk dan vaksin Rotavirus sudah  
tersedia dan status kualifikasinya sudah up-to-date. Peralatan sterilisasi dan  
dekontaminasi telah tersedia dan dikualifikasi. Sterilisasi peralatan dan baju  
kerja menggunakan otoklaf double door yang berada di area biopositif bulk  
Rotavirus. Dekontaminasi peralatan kotor dari area biopositif menggunakan  
otoklaf double door dengan proses unloading di koridor general untuk  
selanjutnya dicuci di area bionegatif. Vial dicuci dan didepirogenasi  
menggunakan oven yang berada di fasilitas Imunosera. Proses pengisian  
Imunosera saat ini tidak dilakukan di Gedung 40, tetapi di Gedung 19 Lantai 2,  
sehingga risiko campur baur vial dapat diminimalisasi.  
Sistem tata udara telah didesain untuk memisahkan udara antara area  
biopositif dan area bionegatif, serta telah didesain agar udara mengalir dari  
area yang lebih bersih ke area yang lebih kotor, dengan sistem cascade dan  
bubble.  
Sarana penunjang kritis mencakup sistem pengolahan air dan sistem udara  
bertekanan. Terdapat 1 (satu) sistem pengolahan WFI di Gedung 40 yang  
terbagi menjadi 2 (dua) loop terpisah untuk area bionegatif dan area biopositif.  
Sistem loop area bionegatif mencakup seluruh titik penggunaan di gedung 40  
lantai 1, yaitu fasilitas Rotavirus dan fasilitas Imunosera. Titik penggunaan di  
area bionegatif Rotavirus berjumlah 2 (dua) titik yaitu di area pencucian dan  
media fermentation. Sistem udara bertekanan yang diklasifikasikan tingkat  
risikonya berdasarkan dampak terhadap produk.  
Fasilitas Produksi Vaksin HPV Gedung 43 Lantai Dasar Filling Line (FL)1  
Fasilitas produksi FL1 terletak di Lantai Dasar Gedung 43. Area kelas B  
mencakup area formulasi, filling, capping, dan mixing tank room. Aktivitas  
formulasi tidak dapat dipantau langsung dari koridor CNC, tetapi tersedia  
CCTV untuk pengamatan kegiatan produksi. Aktivitas filling dan capping dapat  
dipantau dari area tidak berkelas.  
Proses produksi sebagian besar sudah menggunakan peralatan closed  
system, seperti penggunaan alfa-beta port untuk proses transfer menuju area  
formulasi, mixing tank, dan pipa transfer menuju mesin filling serta oRABS  
untuk area filling dan area capping. Sesuai daftar peralatan produksi utama,  
telah tersedia Integrated Vial washing dan Depyrogenation Tunnel, Filling  
Machine, Capping Machine, Vial Washing External, Autoclave Sterilisasi dan  
Mixing Tank. Peralatan yang digunakan untuk proses produksi merupakan alat  
yang terdedikasi. Namun, terdapat pipa di mesin filling yang digunakan  
bersama dengan produk lainnya.  
Fasilitas Produksi Clinical Lot Vaksin Hep B dan Hexavalent Gedung 19  
Lantai 2 (DP)  
Secara umum fasilitas produksi vaksin Hepatitis B dan Hexavalent  
menggunakan fasilitas yang sama dengan beberapa peralatan yang  
terdedikasi. Proses formulasi kedua vaksin menggunakan ruang yang sama  
sedangkan proses pengisian menggunakan ruang filing yang berbeda sesuai  
dengan bentuk sediaan vaksin tersebut. Secara umum tidak ada perubahan  
terkait fasilitas termasuk sarana penunjang kritis (sistem tata udara, sistem  
pengolahan air, dan sistem udara bertekanan) sejak inspeksi terakhir tanggal  
27/02–01/03/2024. Proses pengemasan dilakukan secara manual termasuk  
inspeksi visual di Gedung 19 Lantai 1 atau Gedung 43. Area pengemasan  
sekunder di Gedung 19 antara lain Ruang Visual Inspeksi, Ruang Labelling  
dan Packing. Sedangkan area pengemasan sekunder di Gedung 43 terdiri  
dari Integrated Line 1, 2 dan Packaging Manual line 3 dan 4.  
Hepatitis B  
Fasilitas telah dilengkapi dengan peralatan yang menunjang proses produksi  
vaksin Hepatitis B, termasuk peralatan sterilisasi yang telah dikualifikasi.  
Peralatan utama yang digunakan terdiri dari tangki larutan PBS (tidak kontak  
bahan aktif, sharing dengan SII dan in-house), botol eksipien (sharing), tangki  
formulasi (sharing dengan HBsAg impor), botol Nalgene 50 L (terdedikasi  
untuk HBsAg in-house), dan mesin filling uniject dengan filling needle khusus.  
Vaksin Hexavalent  
Fasilitas telah memiliki peralatan yang menunjang proses produksi vaksin  
Hepatitis B, termasuk peralatan sterilisasi yang telah dikualifikasi. Peralatan  
utama yang digunakan terdiri dari botol gelas terdedikasi untuk  
masing-masing larutan, botol gelas untuk pembuatan larutan. Proses  
formulasi menggunakan botol gelas, tangki formulasi terdedikasi, botol Nalgen  
terdedikasi, dan magnetic stirrer. Aktivitas filling menggunakan mesin filling  
vial dengan filling nozzle vial yang terdedikasi. Peralatan lainnya mencakup  
otoklaf untuk sterilisasi material dan peralatan, oven untuk depirogenasi  
kemasan, mesin washing vial, mesin capping, alat bagi/filling nozzle, garment  
washer, garment dryer, ultrasonic cleaner, timbangan, dan peristaltic pump.  
Peralatan penunjang lain antara lain microbial air sampler, particle counter,  
continuous particle, integrity filter, pH meter. Secara umum, proses pencucian  
peralatan dan gowning menggunakan peralatan dan metode yang sama  
sebagaimana proses untuk vaksin Hepatitis B. Perbedaan terletak di peralatan  
pembersihan dan depirogenasi vial serta peralatan untuk filling vial.  
Perubahan bermakna sejak inspeksi terakhir antara lain:  
1. Fasilitas produksi bulk dan produk jadi Vaksin Rotavirus Gedung 40,  
antara lain:  
a. Perubahan aktivitas pembuatan bibit kerja, penyiapan bibit,  
penyiapan substrat, inokulasi dan pemanenan, klarifikasi dan  
purifikasi, pengisian bulk Bets Uji Klinik (Upstream) dan aktivitas  
formulasi, pengisian, dan pembekuan kering Bets Uji Klinik  
(Downstream) menjadi proses pembuatan komersial DS dan DP  
Vaksin Rotavirus.  
b. Penyekatan ruang formulasi, filling dan capping yang memisahkan  
antara filling dan capping.  
2. Fasilitas produksi Vaksin HPV Gedung 43 Lantai Dasar Filling Line 1,  
antara lain:  
a. Modifikasi tangki dengan penambahan jalur transfer produk melalui  
sistem filtrasi dan sistem peristaltic pump.  
b. Penambahan extended mobile LAF di area mesin filling di Ruang  
43.GF.82.  
c. Penambahan kapasitas blower fan, kapasitas pendinginan, dan  
penambahan pemantauan tekanan room to room area Filling Line.  
3. Tidak ada perubahan bermakna di fasilitas produksi Vaksin Hepatitis B  
dan Vaksin Kombinasi (DTP-HB-Hib-IPV) Gedung 19 Lantai 2, dan  
fasilitas pengemasan Gedung 19 Lantai 1 dan Gedung 43 Lantai 1.  
Namun demikian, masih diperlukan perbaikan yang berkesinambungan dan  
komprehensif terhadap semua temuan yang telah diuraikan di atas terutama  
terkait kesiapan fasilitas produksi di Gedung 40, Gedung 43 Lantai Dasar  
Filling Line 1, dan Gedung 19 Lantai 2 termasuk untuk uji klinik fase 1, 2, dan  
3; ketersediaan dokumen dan implementasi kualifikasi dan validasi termasuk  
validasi/verifikasi metode analisis; serta efektivitas CAPA di area pengawasan  
mutu.  
Kesimpulan  
Berdasarkan hasil inspeksi, dapat disimpulkan bahwa pemenuhan CPOB di  
fasilitas Produksi Drug Substance dan Drug product rotavirus gedung 40,  
vaksin HPV di gedung 43 lantai dasar filling line 1 serta obat uji klinik vaksin  
Hepatitis B dan vaksin kombinasi (DTP-HB-HIB-IPV) di gedung 19 lantai 2  
tergolong baik.