BERITA ACARA EVALUASI INTERNAL  
TRIWULAN I TAHUN 2025  
Pada hari Kamis tanggal 24 April 2025, yang bertanda tangan di bawah ini:  
Nama  
NIP  
: Bayu Wibisono, S.Si, Apt., M.A.B  
: 197812242003121001  
Jabatan  
: Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
Nama  
NIP  
: Nurul Hulalussodik Al Fauzani, S.Farm., Apt  
: 199008022015021004  
Jabatan : Sekretaris Tim Evaluasi Internal Direktorat Pengawasan Produksi Obat,  
Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
Telah melaksanakan Evaluasi Internal terhadap realisasi anggaran dan capaian kinerja Direktorat  
Pengawasan Produksi ONPP Triwulan I Tahun 2025, dengan hasil sebagai berikut:  
I.  
Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran per Output hingga Triwulan I Tahun 2025  
Program: Pengawasan Obat dan Makanan  
Kegiatan: Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
Volume  
Anggaran  
Realisasi s/d  
No  
Program/ Kegiatan/ Output  
Realisasi s/d  
B02  
Target  
Capaian  
Pagu  
Capaian  
B01  
B03  
B01  
B02  
B03  
e =  
(d/c x 100)  
h =  
(g/f x 100)  
a
b
c
d1  
d2  
d3  
f
g1  
g2  
g3  
1 Keputusan Hasil Pengawalan Pemenuhan  
Persyaratan Fasilitas Produksi Obat yang  
Diterbitkan  
17  
0
0
1
2
0
11,76% 2.164.896.000  
0
0
23.767.775 33.984.815  
1,57%  
2 Jumlah UPT Baru yang mandiri dalam  
inspeksi CPOB untuk Pemenuhan Standar  
PIC/s dan WHO  
5
0
0% 2.500.000.000  
0
0
0%  
3 Keputusan Penilaian Fasilitas produksi  
BBO, obat, dan produk biologi, dan sarana  
khusus yang diselesaikan tepat waktu  
84  
10  
0
18  
11  
23  
23  
27,38% 2.542.908.000  
15,33% 2.105.876.000  
0 162.315.310 241.876.397  
9,51%  
7,37%  
4 Fasilitas produksi produk JKN dan produk  
high risk lainnya serta bahan baku obat  
yang diawasi sesuai standar  
150  
0
31.953.690 155.153.575  
I.1 Evaluasi Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Output Triwulan I Tahun 2025  
1. Output 1: Keputusan Hasil Pengawalan Pemenuhan Persyaratan Fasilitas Produksi Obat yang Diterbitkan  
● Jumlah Keputusan Hasil Pengawalan Pemenuhan Persyaratan Fasilitas Produksi Obat yang Diterbitkan hingga Triwulan I Tahun 2025  
sebanyak 2 keputusan, dengan realisasi anggaran sebesar Rp33.984.815 atau 1,57% dari total pagu anggaran awal include blokir anggaran  
Rp2.164.896.000.  
● Terdapat 2 keputusan yang seluruhnya merupakan keputusan terhadap fasilitas produksi produk biologi. Dari 2 keputusan tersebut, terdapat  
1 kali desk prasertifikasi CPOB dan 1 trip inspeksi dalam rangka Sertifikasi CPOB.  
● Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:  
a. Komitmen seluruh SDM yang terlibat  
b. Tersedianya layanan konsultasi dan asistensi melalui e-atensi CPOB  
c. Tersedianya regulasi dan standar terkait CPOB  
● Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:  
a. Dukungan atau ekosistem dalam peningkatan kemandirian industri farmasi  
b. Pengetahuan dan komitmen pelaku usaha dalam pemenuhan standar.  
● Identifikasi risiko:  
a. Penerbitan Sertifikat CPOB kepada sarana produksi hasil inovasi yang belum memenuhi persyaratan CPOB minimal.  
● Rencana perbaikan:  
a. Meningkatkan layanan konsultasi dan asistensi dalam pemenuhan fasilitas produksi obat, radiofarmaka, produk biologi, dan bahan baku  
obat baru.  
b. Meningkatkan kualitas penyediaan dan daya saing obat baru baik melalui asistensi regulatori dan bimbingan teknis.  
2. Output 2: Jumlah UPT Baru yang mandiri dalam inspeksi CPOB untuk Pemenuhan Standar PIC/s dan WHO  
● Belum terdapat target dan realisasi UPT Baru yang mandiri dalam inspeksi CPOB untuk Pemenuhan Standar PIC/s dan WHO hingga  
Triwulan I Tahun 2025, dengan realisasi anggaran sebesar Rp0 dari total rencana anggaran sebesar Rp2.500.000.000 (full blokir).  
● Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:  
a. Adanya full blokir anggaran, sehingga tidak ada capaian output dan capaian kinerja.  
● Rencana perbaikan:  
a. Pelaksanaan kegiatan dan output menunggu buka blokir anggaran.  
3. Output 3: Keputusan Penilaian Fasilitas produksi BBO, obat, dan produk biologi, dan sarana khusus yang diselesaikan tepat waktu  
● Jumlah Keputusan Penilaian Faslitas produksi BBO, obat, dan produk biologi, dan sarana khusus yang diselesaikan tepat waktu sampai  
dengan Triwulan I Tahun 2025 sebanyak 23 keputusan atau 27,38% dari target output sebanyak 84 keputusan, dengan realisasi anggaran  
sebesar Rp241.876.397 dari total pagu anggaran include blokir Rp2.542.908.000.  
● Keputusan penilaian fasilitas dimaksud mencakup Sertifikasi CPOB baru, perubahan fasilitas, penilaian pemenuhan CPOB fasilitas obat  
impor, fasilitas radiofarmaka, dan lain-lain.  
● Keputusan yang diterbitkan mencakup sertifikasi terhadap 1 fasilitas produk biologi, sertifikasi terhadap 1 fasilitas bahan baku obat, sertifikasi  
terhadap 2 fasilitas radiofarmaka, persetujuan perubahan fasilitas karena perluasan terhadap 1 fasilitas produksi steril, serta penerbitan 10  
perpanjangan sertifikat dan penerbitan 8 surat rekomendasi registrasi produk impor.  
● Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:  
a. Komitmen seluruh Inspektur dan SDM yang terlibat  
b. Pelaksanaan desk prasertifikasi CPOB  
c. Tersedianya sistem/aplikasi berbasis elektronik termasuk tanda tangan elektronik (TTE)  
d. Layanan konsultasi dan asistensi  
e. Koordinasi dengan pelaku usaha yang semakin efektif  
● Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:  
a. Kegiatan lain yang dikerjakan dalam waktu bersamaan sehingga membutuhkan alokasi personel dan penyelarasan penjadwalan karena  
mempengaruhi realisasi pelaksanaan inspeksi.  
b. Pemenuhan timeline penyelesaian masih di luar waktu yang ditetapkan.  
c. Komunikasi atau reminder untuk proses penyelesaian permohonan.  
d. Kepatuhan pelaku usaha dalam pemenuhan CAPA.  
e. Ketersediaan anggaran khususnya berkaitan dengan perjalanan dinas untuk mendukung pelaksanaan inspeksi onsite.  
f. Adanya gap kompetensi inspektur CPOB sebagai akibat dari pola mutasi internal.  
● Identifikasi risiko:  
a. Pelaksanaan kegiatan pelayanan publik tidak dapat dilaksanakan dengan efektif sehingga berpengaruh terhadap penyelesaian proses  
pelayanan publik.  
● Rencana perbaikan:  
a. Meningkatkan komunikasi dan koordinasi internal dalam penyelesaian permohonan penilaian termasuk monitoring dan evaluasi.  
b. Meningkatkan efektivitas pelaksanaan desk prasertifikasi CPOB dan evaluasi pemenuhan CPOB obat impor  
c. Optimalisasi perencanaan kegiatan dan anggaran.  
d. Peningkatan kompetensi inspektur CPOB antara lain mencakup pelaksanaan proses diskusi dan inspeksi secara tandem dan peningkatan  
kompetensi melalui pelatihan yang spesifik.  
4. Output 4: Fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku obat yang diawasi sesuai standar  
● Jumlah fasilitas produksi yang diperiksa sampai dengan Triwulan I Tahun 2025 sebanyak 23 fasilitas atau 15,33% dari target output sebanyak  
150 fasilitas, dengan realisasi anggaran sebesar Rp155.153.575 dari total pagu anggaran yang tersedia Rp2.105.876.000.  
● Cakupan fasilitas produk high risk yang diawasi mencakup tidak hanya produk biologi dan fasilitas steril, tetapi juga terhadap fasilitas yang  
dalam waktu tertentu tidak pernah diperiksa sesuai siklus inspeksi dan berdasarkan hasil perencanaan inspeksi menjadi target prioritas  
inspeksi tahun 2025.  
● Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:  
a. Komitmen seluruh Inspektur dan SDM yang terlibat  
b. Tersedianya sistem perencanaan inspeksi yang baik  
c. Dukungan UPT dalam pelaksanaan inspeksi terpadu  
d. Koordinasi dengan pelaku usaha yang semakin efektif  
● Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:  
a. Adanya kegiatan yang melibatkan SDM cukup besar, akan mempengaruhi realisasi pelaksanaan inspeksi.  
b. Penyelesaian tindak lanjut inspeksi yang berdampak pada sanksi administratif.  
c. Ketersediaan anggaran khususnya berkaitan dengan perjalanan dinas untuk mendukung pelaksanaan inspeksi onsite.  
● Identifikasi risiko:  
a. Pelaksanaan kegiatan inspeksi tidak optimal  
b. Kegiatan inspeksi tidak sesuai yang direncanakan  
c. Penyusunan tindak lanjut hasil inspeksi melebihi timeline  
d. Tindak lanjut hasil inspeksi (sanksi/rekomendasi) tidak sesuai dengan hasil inspeksi  
e. Inspeksi CPOB fasilitas pembuatan BBO dan radiofarmaka tidak berjalan optimal  
● Rencana tindak lanjut:  
a. Meningkatkan koordinasi internal dan eksternal (UPT) dalam pelaksanaan inspeksi CPOB.  
b. Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.  
c. Optimalisasi perencanaan kegiatan dan anggaran.  
II. Capaian Kegiatan dan Kinerja Ditwasprod ONPP TW I 2025  
II.1 Evaluasi Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Output Triwulan I Tahun 2025  
Berdasarkan Keputusan Kepala BPOM Nomor 83 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi  
Pemerintah di Lingkungan BPOM, sebagai berikut:  
Volume  
Anggaran  
Realisasi (Rp)  
s/d  
Capaian  
s/d Maret  
terhadap  
Target  
Realisasi  
Sasaran  
Kegiatan  
Capaian  
terhadap  
Target  
No.  
Indikator Kinerja Kegiatan  
Target  
Tahun  
2025  
Target  
TW I  
Pagu  
Capaian  
B01  
B02  
B03  
B01  
B02  
B03  
Tahunan  
TW I  
1
Meningkatnya  
efektivitas  
pengawasan  
Persentase sarana produksi  
obat JKN, bahan baku obat,  
dan obat high risk lainnya  
78%  
78%  
100% 100%  
128%  
128% 566,590,000  
0
2,042,100  
0
0.00%  
sarana produksi yang mematuhi persyaratan  
Obat CPOB  
Volume  
Anggaran  
Realisasi (Rp)  
s/d  
Capaian  
s/d Maret  
terhadap  
Target  
Realisasi  
Sasaran  
Kegiatan  
Capaian  
terhadap  
Target  
No.  
Indikator Kinerja Kegiatan  
Target  
Tahun  
2025  
Target  
TW I  
Pagu  
Capaian  
B01  
B02  
B03  
B01  
B02  
B03  
Tahunan  
TW I  
2
berbasis risiko Persentase keputusan hasil  
pengawasan sarana  
85%  
85%  
0%  
0% 2,628,786,000  
0 23,329,724  
0
0.00%  
produksi Obat dan NPP oleh  
UPT sesuai ketentuan  
3
4
Persentase Penilaian Hasil  
Pengawasan Kemandirian  
UPT Baru  
75%  
82%  
75%  
9%  
0%  
0% 710,576,000  
15% 699,924,000  
6,863,490 12,822,500 10,820,997  
1.52%  
Persentase Fasilitas  
6.01% 12.57  
%
140%  
0
0
99,274,764 14.18%  
produksi produk JKN dan  
produk high risk lainnya  
serta bahan baku yang  
diawasi sesuai standar  
5
Meningkatnya  
kemampuan  
mendorong  
inovasi  
pengembangan diterbitkan keputusan dalam  
obat  
Persentase tahapan  
85%  
25%  
50%  
62.50  
%
250%  
74% 2,164,896,000  
N/A 279,700,000  
2,100,000 30,035,115 7,977,200  
0.37%  
pemenuhan fasilitas produksi  
obat dan bahan baku obat  
pengembangan baru yang  
rangka pengawasan  
6
7
Meningkatnya  
maturitas  
sarana  
Persentase industri farmasi  
yang meningkat level  
maturitasnya  
52%  
86%  
N/A  
0
0
0
0.00%  
3.20%  
produksi Obat  
Meningkatnya  
efektivitas  
pelayanan  
Persentase keputusan  
penilaian fasilitas produksi  
Bahan Baku Obat, obat,  
86%  
85.19 85.19  
%
99%  
99% 1,477,618,000 131,415,526 30,179,784 47,266,302  
%
publik di bidang produk biologi, dan sarana  
pengawasan khusus yang diselesaikan  
sarana produksi tepat waktu  
Volume  
Anggaran  
Realisasi (Rp)  
s/d  
Capaian  
s/d Maret  
terhadap  
Target  
Realisasi  
Sasaran  
Kegiatan  
Capaian  
terhadap  
Target  
No.  
Indikator Kinerja Kegiatan  
Target  
Tahun  
2025  
Target  
TW I  
Pagu  
Capaian  
B01  
B02  
B03  
B01  
B02  
B03  
Tahunan  
TW I  
8
Obat  
Indeks Pelayanan Publik di  
Lingkup Direktorat  
4.7  
N/A  
N/A 369,700,000  
0
0
37,336,885 10.10%  
Pengawasan Produksi Obat,  
Narkotika, Psikotropika, dan  
Prekursor  
9
Terwujudnya  
tatakelola  
pemerintah  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
Nilai Pembangunan ZI  
Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat & NPP  
93.45  
100  
N/A  
75  
N/A 686,403,200 137,500,000 38,917,447 28,859,889  
4.20%  
10  
Tingkat efisensi penggunaan  
anggaran Direktorat  
Pengawasan Produksi Obat  
& NPP  
95  
75  
75  
100%  
101%  
75%  
36%  
6,560,000  
0
0
0
170,000 4,295,248 65.48%  
11  
12  
Persentase Pemenuhan  
Dokumen SAKIP Direktorat  
Pengawasan Produksi Obat  
& NPP  
100%  
3.52  
36%  
N/A  
18,18 36,36 36.36  
%
87,157,200  
0
0
3,221,436  
3.70%  
0.00%  
%
%
Indeks Manajemen Risiko  
Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat & NPP  
N/A 116,209,600  
0
Mengacu pada Keputusan tersebut, maka Kriteria Pencapaian Sasaran Strategis dan kriteria predikat kinerja Ditwasprod ONPP pada TW I  
Tahun 2025 dapat dikategorikan sebagaimana rincian berikut:  
a. 1 (satu) IKK dengan kriteria pencapaian “Sangat Baik” (100% < x ≤ 120%), yaitu IKK 11: Persentase Pemenuhan Dokumen SAKIP Direktorat  
Pengawasan Produksi Obat & NPP (101,00%).  
b. 1 (satu) IKK dengan kriteria pencapaian “Baik” (=100%), yaitu IKK 10: Tingkat efisensi penggunaan anggaran Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat & NPP (100%).  
c. 1 (satu) IKK dengan kriteria pencapaian “Cukup” (70% ≤ x < 100%), yaitu IKK 7: Persentase keputusan penilaian fasilitas produksi Bahan  
Baku Obat, obat, produk biologi, dan sarana khusus yang diselesaikan tepat waktu (99,05%).  
d. 2 (dua) IKK dengan kriteria pencapaian “Kurang” (<70%), yaitu:  
● IKK 2: Persentase keputusan hasil pengawasan sarana produksi Obat dan NPP oleh UPT sesuai ketentuan (0%)  
● IKK 3: Persentase Penilaian Hasil Pengawasan Kemandirian UPT Baru (0%)  
e. 3 (tiga) IKK dengan kriteria pencapaian “Tidak Dapat Disimpulkan” (> 120%), yaitu:  
● IKK 1: Persentase sarana produksi obat JKN, bahan baku obat, dan obat high risk lainnya yang mematuhi persyaratan CPOB  
(128,21%)  
● IKK 4: Persentase Fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku yang diawasi sesuai standar  
(139,65%).  
● IKK 5: Persentase tahapan pemenuhan fasilitas produksi obat dan bahan baku obat pengembangan baru yang diterbitkan keputusan  
dalam rangka pengawasan (250,00%)  
f. Sedangkan 4 (empat) IKK yang lain, capaian kinerja diukur pada akhir tahun, yaitu:  
● IKK 6: Persentase industri farmasi yang meningkat level maturitasnya  
● IKK 8: Indeks Pelayanan Publik di Lingkup Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
● IKK 9: Nilai Pembangunan ZI Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP  
IKK 12: Indeks Manajemen Risiko Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP  
I.2. Evaluasi Hambatan dan Rencana Tindak Lanjut TW I 2025  
Volume  
Target Target Realisasi  
Sasaran  
Strategis  
Kategori  
Capaian  
No  
Nama Indikator  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
Capaian  
s.d. TW I  
g
2025  
TW I  
s.d. TW I  
a
b
c
d
e
f
h
i
j
k
1. Meningkatnya  
efektivitas  
Persentase  
78%  
100%  
128,21% Tidak dapat Tidak ada  
disimpulkan hambatan.  
Melakukan monitoring  
TW II–IV  
2025  
sarana produksi  
obat JKN, bahan  
baku obat, dan  
obat high risk  
lainnya yang  
mematuhi  
terhadap tindak lanjut hasil  
inspeksi rutin baik oleh UPT  
maupun inspeksi terpadu  
(UPT bersama Pusat).  
pengawasan  
sarana produksi  
Obat  
berbasis risiko  
persyaratan  
CPOB  
2.  
85%  
0%  
0%  
Kurang  
● Target belum  
tercapai karena  
kegiatan tersebut  
merupakan  
Melakukan monitoring  
terhadap pelaksanaan  
inspeksi mandiri UPT  
termasuk monitoring SLA  
penyusunan laporan  
inspeksi.  
TW II–IV  
2025  
Persentase  
keputusan hasil  
pengawasan  
sarana produksi  
Obat dan NPP  
oleh UPT sesuai  
kegiatan yang  
mengukur hasil  
Volume  
Sasaran  
Strategis  
Kategori  
Capaian  
No  
Nama Indikator  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
Target Target Realisasi  
Capaian  
s.d. TW I  
g
2025  
d
TW I  
e
s.d. TW I  
a
b
c
f
h
i
j
k
ketentuan  
penilaian laporan  
inspeksi mandiri  
UPT. Pada TW 1  
belum terdapat  
laporan hasil  
Menilai laporan inspeksi  
mandiri UPT segera setelah  
mendapatkan laporan dari  
UPT.  
inspeksi mandiri  
oleh UPT yang  
telah selesai  
disusun dan siap  
dinilai.  
● Belum terdapat  
laporan inspeksi  
UPT karena  
diskusi penetapan  
target inspeksi  
CPOB  
dilaksanakan  
pada tanggal 6–7  
Februari 2025  
dalam Kegiatan  
Forum Inspeksi  
CPOB 2025  
secara daring dan  
rencana tahunan  
ditetapkan melalui  
surat tanggal 28  
Februari 2025  
tentang Hasil  
Penetapan  
Perencanaan  
Inspeksi CPOB  
Tahun 2025.  
Volume  
Sasaran  
Strategis  
Kategori  
Capaian  
No  
Nama Indikator  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
Target Target Realisasi  
Capaian  
s.d. TW I  
g
2025  
d
TW I  
e
s.d. TW I  
a
b
c
f
h
i
j
k
3.  
75%  
0%  
0%  
Kurang  
Belum ada realisasi Akan dilakukan  
TW II  
2025  
Persentase  
Penilaian Hasil  
Pengawasan  
Kemandirian  
UPT Baru  
pada TW I, karena  
pembahasan lebih lanjut  
anggaran full blokir. dengan Tim QMS selaku  
pengampu indikator.  
4.  
Persentase  
Fasilitas  
9%  
12,57%  
139,65% Tidak dapat Tidak ada  
disimpulkan hambatan.  
1. Meningkatkan koordinasi TW II–IV  
internal dan eksternal  
(UPT) dalam pelaksanaan  
inspeksi CPOB.  
2025  
produksi produk  
JKN dan produk  
high risk lainnya  
serta bahan  
baku yang  
2. Melakukan monitoring  
dan evaluasi secara  
berkala.  
diawasi sesuai  
standar  
3. Optimalisasi perencanaan  
kegiatan dan anggaran.  
5. Meningkatnya  
kemampuan  
mendorong  
inovasi  
Persentase  
tahapan  
pemenuhan  
fasilitas produksi  
obat dan bahan  
baku obat  
25%  
62,50%  
250,00% Tidak dapat Tidak ada  
disimpulkan hambatan.  
Melanjutkan kegiatan  
pendampingan seperti  
asistensi regulatori onsite,  
desk prasertifikasi, dan  
melakukan inspeksi  
sertifikasi CPOB.  
TW II–IV  
2025  
pengembangan  
obat  
pengembangan  
baru yang  
diterbitkan  
keputusan  
dalam rangka  
pengawasan  
6
Meningkatnya  
maturitas sarana industri farmasi  
produksi Obat  
Persentase  
diukur  
pada  
akhir  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
yang meningkat  
level  
tahun  
maturitasnya  
Volume  
Sasaran  
Strategis  
Kategori  
Capaian  
No  
Nama Indikator  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
Target Target Realisasi  
Capaian  
s.d. TW I  
g
2025  
d
TW I  
e
s.d. TW I  
a
b
c
f
h
i
j
k
7. Meningkatnya  
efektivitas  
Persentase  
keputusan  
penilaian  
86%  
85,19%  
99,05%  
Cukup  
Tidak ada  
hambatan.  
1. Meningkatkan komunikasi TW II–IV  
dan koordinasi internal  
dalam penyelesaian  
permohonan penilaian  
termasuk monitoring dan  
evaluasi.  
2025  
pelayanan  
publik di bidang  
pengawasan  
sarana  
fasilitas produksi  
Bahan Baku  
Obat, obat,  
produk biologi,  
dan sarana  
khusus yang  
diselesaikan  
tepat waktu  
produksi Obat  
2. Meningkatkan efektivitas  
pelaksanaan desk  
prasertifikasi CPOB dan  
evaluasi pemenuhan  
CPOB obat impor.  
8.  
Indeks  
Pelayanan  
Publik di  
diukur  
pada  
akhir  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
Lingkup  
tahun  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat,  
Narkotika,  
Psikotropika,  
dan Prekursor  
9. Terwujudnya  
tatakelola  
Nilai  
diukur  
pada  
akhir  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
Pembangunan  
ZI Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
pemerintah  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
tahun  
NPP  
10  
.
Tingkat efisensi  
penggunaan  
anggaran  
75  
75  
100%  
Baik  
Tidak ada  
hambatan.  
Melaksanakan kegiatan  
sesuai PoA.  
TW II–IV  
2025  
Direktorat  
Pengawasan  
Volume  
Sasaran  
Strategis  
Kategori  
Capaian  
No  
Nama Indikator  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
Target Target Realisasi  
Capaian  
s.d. TW I  
g
2025  
d
TW I  
e
s.d. TW I  
a
b
c
f
h
i
j
k
Produksi Obat &  
NPP  
11  
.
Persentase  
Pemenuhan  
Dokumen SAKIP  
Direktorat  
36%  
36,36%  
101,00% Sangat baik Tidak ada  
hambatan.  
Melengkapi dokumen SAKIP TW II–IV  
sesuai dengan timeline. 2025  
Pemenuhan  
dokumen SAKIP  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
telah sesuai  
ketentuan dan telah  
disampaikan/diinput  
sesuai jadwal.  
12  
.
Indeks  
diukur  
pada  
akhir  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
Manajemen  
Risiko Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
tahun  
Jakarta, 24 April 2025  
Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika,  
Psikotropika, dan Prekursor  
Bayu Wibisono  
Lampiran I  
Kertas Kerja Pengukuran Realisasi Indikator Kinerja  
Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
TW I 2025  
Capaian Capaian  
Terhadap Terhadap  
DEFINISI OPERASIONAL  
PEMBILANG PENYEBUT  
TW I 2025  
Sasaran  
Kegiatan  
Indikator Kinerja  
Kegiatan (IKK)  
Target  
2025  
No  
Target  
Target  
Target  
TW I  
Realisa  
si  
Pl  
Pn  
Triwulan Tahunan  
1
Meningkatnya  
efektivitas  
pengawasan  
sarana produksi obat, dan obat high  
Obat berbasis risk lainnya yang  
IKK 1. Persentase  
sarana produksi obat  
JKN, bahan baku  
78% Jumlah tindak lanjut jumlah inspeksi  
78%  
13  
13 100.00 128.21% 128.21%  
%
hasil inspeksi  
pada tahun  
berjalan.  
sarana produksi  
yang mematuhi  
persyaratan CPOB  
risiko  
mematuhi  
persyaratan CPOB  
IKK 2. Persentase  
keputusan hasil  
pengawasan sarana  
produksi Obat dan  
NPP oleh UPT sesuai  
ketentuan  
85% Jumlah pengawasan jumlah  
85%  
75%  
oleh UPT yang  
sesuai dalam  
pengawasan UPT  
x 100%  
pelaksanaan  
pengawasan dalam  
satu tahun berjalan  
IKK 3. Persentase  
Penilaian Hasil  
Pengawasan  
Kemandirian UPT  
Baru  
75% Jumlah pengawasan jumlah  
oleh UPT yang  
pengawasan UPT  
sesuai dalam  
pelaksanaan  
secara mandiri x  
100%  
pengawasan dalam  
satu tahun berjalan  
Capaian Capaian  
Terhadap Terhadap  
DEFINISI OPERASIONAL  
TW I 2025  
Sasaran  
Kegiatan  
Indikator Kinerja  
Kegiatan (IKK)  
Target  
2025  
No  
Target  
Target  
Target  
TW I  
Realisa  
si  
PEMBILANG  
PENYEBUT  
Pl  
Pn  
Triwulan Tahunan  
IKK 4. Persentase  
Fasilitas produksi  
produk JKN dan  
produk high risk  
lainnya serta bahan  
baku yang diawasi  
sesuai standar  
82% Jumlah fasilitas  
dengan jumlah  
9%  
23 183 12.57%  
140%  
15.33%  
produksi produk JKN teoritis 100%  
dan produk high risk fasilitas produksi  
lainnya serta bahan yang diawasi  
baku yang diawasi pada tahun  
berjalan  
2
Meningkatnya  
kemampuan  
mendorong  
inovasi  
pengembangan obat pengembangan  
obat  
IKK 5. Persentase  
tahapan pemenuhan  
fasilitas produksi  
84% Jumlah persentase Jumlah fasilitas  
25% 125%  
2
62.50%  
250%  
74.40%  
capaian  
produksi obat  
pemenuhan CPOB dan bahan obat  
dari setiap fasilitas baru yang  
produksi obat dan diajukan.  
bahan obat baru.  
obat dan bahan baku  
baru yang diterbitkan  
keputusan dalam  
rangka pengawasan  
3
Meningkatnya  
maturitas  
sarana  
IKK 6. Persentase  
industri farmasi yang  
meningkat level  
52% Jumlah industri  
Jumlah seluruh  
industri farmasi  
produk jadi yang  
telah memiliki  
sertifikat CPOB  
dan diverifikasi  
pada tahun  
farmasi yang  
meningkat level  
maturitasnya.  
produksi Obat maturitasnya  
berjalan.  
Capaian Capaian  
Terhadap Terhadap  
DEFINISI OPERASIONAL  
PEMBILANG PENYEBUT  
TW I 2025  
Sasaran  
Kegiatan  
Indikator Kinerja  
Kegiatan (IKK)  
Target  
2025  
No  
Target  
Triwulan Tahunan  
27 85.19% 99% 99.05%  
Target  
Target  
TW I  
Realisa  
si  
Pl  
Pn  
4
Meningkatnya  
efektivitas  
pelayanan  
publik di bidang Bahan Baku Obat,  
pengawasan  
sarana  
IKK 7. Persentase  
keputusan penilaian  
fasilitas produksi  
86% Jumlah hasil  
evaluasi  
jumlah  
86%  
23  
permohonan  
penilaian yang  
diajukan oleh  
sarana produksi  
bahan baku obat,  
permohonan  
penilaian sarana  
produksi bahan  
baku obat, obat,  
obat, produk biologi,  
dan sarana khusus  
produksi Obat yang diselesaikan  
tepat waktu  
produk biologi dan obat, produk  
sarana khusus yang biologi dan  
diselesaikan tepat sarana khusus  
waktu  
IKK 8. Indeks  
4.7 Dilakukan penilaian oleh Tim Penilai  
UPP BPOM dibawah koordinasi Biro  
Hukum dan Organisasi.  
Pelayanan Publik di  
Lingkup Direktorat  
Pengawasan Produksi  
Obat, Narkotika,  
Psikotropika, dan  
Prekursor  
5
Terwujudnya  
tatakelola  
pemerintah  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
IKK 9. Nilai  
Pembangunan ZI  
Direktorat  
Pengawasan Produksi  
Obat & NPP  
93.45 Nilai Pembangunan ZI diperoleh dari  
hasil evaluasi yang dilakukan oleh Tim  
Penilai Internal dengan menggunakan  
lembar kerja evaluasi yang terlebih  
dahulu dilakukan self assessment dan  
reviu oleh auditor internal serta Tim  
Penilai Unit Kerja Eselon I  
Capaian Capaian  
Terhadap Terhadap  
DEFINISI OPERASIONAL  
PEMBILANG PENYEBUT  
TW I 2025  
Sasaran  
Kegiatan  
Indikator Kinerja  
Kegiatan (IKK)  
Target  
2025  
No  
Target  
Target  
Target  
TW I  
Realisa  
si  
Pl  
Pn  
Triwulan Tahunan  
IKK 10. Tingkat  
100 Tingkat efisiensi diukur dengan  
membandingkan indeks efisiensi (IE)  
terhadap standar efisiensi (SE).  
Apabila IE ≥ SE maka kegiatan dianggap  
efisien, apabila: IE ≤ SE maka kegiatan  
dianggap tidak efisien.  
75  
75  
100%  
75.00%  
efisensi penggunaan  
anggaran Direktorat  
Pengawasan Produksi  
Obat & NPP  
IKK 11. Persentase  
Pemenuhan  
Dokumen SAKIP  
Direktorat  
100% Menghitung kelengkapan data dan  
dokumen perencanaan dan evaluasi  
kinerja tahun berjalan, serta ketepatan  
waktu  
36%  
36.36%  
101%  
36.36%  
Pengawasan Produksi  
Obat & NPP  
IKK 12. Indeks  
Manajemen Risiko  
Direktorat  
Pengawasan Produksi  
Obat & NPP  
3.52 Nilai maturitas manajemen risiko  
diperoleh dari hasil penilaian yang  
dilakukan oleh Inspektorat Utama yang  
menggunakan kertas kerja evaluasi  
maturitas manejemen risiko  
NOTULA  
Kegiatan  
Tanggal  
Tempat  
:
:
:
Evaluasi Internal TW I Tahun 2025  
24 April 2025  
Zoom Meeting (Daring)  
1. Dokumen monev dan perencaan yang telah selesai:  
Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan (RKT), Perjanjian Kinerja (PK), dan Rencana Aksi Perjanjian Kinerja (RAPK) Direktorat Pengawasan  
Produksi ONPP Tahun 2025, telah tersedia.  
Telah dilaksanakan monitoring dan evaluasi akhir TW I 2025, dan pelaporan melalui sistem aplikasi (SAKTI, SIMETRIS, E-Monev BAPPENAS,  
dan RHPK)  
Telah dilakukan pengumpulan data capaian IKK melalui GDrive secara berkala baik tiap bulan maupun triwulan  
Telah dilakukan reviu dan rekapitulasi hasil pengumpulan data capaian IKK melalui Gdrive, sebagai data penyusunan BA Evaluasi Internal  
Bahan masukan kinerja interim Deputi telah dilaporkan bersama Berita Acara Evaluasi Internal TW I Tahun 2025  
2. Evaluasi Internal Capaian Kinerja TW I Tahun 2025  
Berdasarkan Keputusan Kepala BPOM Nomor 83 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi  
Pemerintah di Lingkungan BPOM, sebagai berikut:  
Mengacu pada Keputusan tersebut, maka Kriteria Pencapaian Sasaran Strategis dan kriteria predikat kinerja Ditwasprod ONPP pada TW I Tahun  
2025 dapat dikategorikan sebagaimana rincian berikut:  
a) 1 (satu) IKK dengan kriteria pencapaian “Sangat Baik” (100% < x ≤ 120%), yaitu IKK 11: Persentase Pemenuhan Dokumen SAKIP Direktorat  
Pengawasan Produksi Obat & NPP (101,00%).  
b) 1 (satu) IKK dengan kriteria pencapaian “Baik” (=100%), yaitu IKK 10: Tingkat efisensi penggunaan anggaran Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat & NPP (100%).  
c) 1 (satu) IKK dengan kriteria pencapaian “Cukup” (70% ≤ x < 100%), yaitu IKK 7: Persentase keputusan penilaian fasilitas produksi Bahan  
Baku Obat, obat, produk biologi, dan sarana khusus yang diselesaikan tepat waktu (99,05%).  
d) 2 (dua) IKK dengan kriteria pencapaian “Kurang” (<70%), yaitu:  
IKK 2: Persentase keputusan hasil pengawasan sarana produksi Obat dan NPP oleh UPT sesuai ketentuan (0%)  
IKK 3: Persentase Penilaian Hasil Pengawasan Kemandirian UPT Baru (0%)  
e) 3 (tiga) IKK dengan kriteria pencapaian “Tidak Dapat Disimpulkan” (> 120%), yaitu:  
IKK 1: Persentase sarana produksi obat JKN, bahan baku obat, dan obat high risk lainnya yang mematuhi persyaratan CPOB  
(128,21%)  
IKK 4: Persentase Fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku yang diawasi sesuai standar  
(139,65%).  
IKK 5: Persentase tahapan pemenuhan fasilitas produksi obat dan bahan baku obat pengembangan baru yang diterbitkan  
keputusan dalam rangka pengawasan (250,00%)  
f) Sedangkan 4 (empat) IKK yang lain, capaian kinerja diukur pada akhir tahun, yaitu:  
IKK 6: Persentase industri farmasi yang meningkat level maturitasnya  
IKK 8: Indeks Pelayanan Publik di Lingkup Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
IKK 9: Nilai Pembangunan ZI Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP  
IKK 12: Indeks Manajemen Risiko Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP  
3. Hasil monitoring dan evaluasi RAPK TW I 2025  
Volume  
Target Target Realisasi  
Kategori  
Capaian  
No Sasaran Strategis Nama Indikator  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
Capaian  
2025  
TW I  
s.d. TW I  
s.d. TW I  
a
b
c
d
e
f
g
h
i
j
k
1. Meningkatnya  
efektivitas  
Persentase  
78%  
100%  
128,21% Tidak dapat Tidak ada  
disimpulkan hambatan.  
Melakukan monitoring  
TW II–IV  
2025  
sarana produksi  
obat JKN, bahan  
baku obat, dan  
obat high risk  
terhadap tindak lanjut hasil  
inspeksi rutin baik oleh UPT  
maupun inspeksi terpadu  
(UPT bersama Pusat)  
pengawasan  
sarana produksi  
Obat  
Volume  
Target Target Realisasi  
Kategori  
Capaian  
No Sasaran Strategis Nama Indikator  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
Capaian  
2025  
TW I  
s.d. TW I  
s.d. TW I  
a
b
c
d
e
f
g
h
i
j
k
berbasis risiko  
lainnya yang  
mematuhi  
persyaratan  
CPOB  
2.  
85%  
0%  
0%  
Kurang  
● Target belum  
tercapai karena  
kegiatan tersebut  
merupakan  
● Melakukan monitoring  
terhadap pelaksanaan  
inspeksi mandiri UPT  
termasuk monitoring SLA  
penyusunan laporan  
inspeksi.  
TW II–IV  
2025  
kegiatan yang  
mengukur hasil  
penilaian laporan ● Menilai laporan inspeksi  
inspeksi mandiri  
UPT. Pada TW 1  
belum terdapat  
laporan hasil  
inspeksi mandiri  
oleh UPT yang  
telah selesai  
mandiri UPT segera  
setelah mendapatkan  
laporan dari UPT.  
Persentase  
keputusan hasil  
pengawasan  
sarana produksi  
Obat dan NPP  
oleh UPT sesuai  
ketentuan  
disusun dan siap  
dinilai.  
● Belum terdapat  
laporan inspeksi  
UPT karena  
diskusi penetapan  
target inspeksi  
CPOB  
Volume  
Target Target Realisasi  
Kategori  
Capaian  
No Sasaran Strategis Nama Indikator  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
Capaian  
2025  
TW I  
s.d. TW I  
s.d. TW I  
a
b
c
d
e
f
g
h
i
j
k
dilaksanakan pada  
tanggal 6–7  
Februari 2025  
dalam Kegiatan  
Forum Inspeksi  
CPOB 2025 secara  
daring dan  
rencana tahunan  
ditetapkan melalui  
surat tanggal 28  
Februari 2025  
tentang Hasil  
Penetapan  
Perencanaan  
Inspeksi CPOB  
Tahun 2025.  
3.  
75%  
0%  
0%  
Kurang  
Belum ada realisasi  
pada TW I, karena  
anggaran full blokir.  
Akan dilakukan pembahasan TW II  
lebih lanjut dengan Tim QMS 2025  
selaku pengampu indikator  
Persentase  
Penilaian Hasil  
Pengawasan  
Kemandirian UPT  
Baru  
Volume  
Target Target Realisasi  
Kategori  
Capaian  
No Sasaran Strategis Nama Indikator  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
Capaian  
2025  
TW I  
s.d. TW I  
s.d. TW I  
a
b
c
d
e
f
g
h
i
j
k
4.  
Persentase  
Fasilitas  
9%  
12,57%  
139,65% Tidak dapat Tidak ada  
disimpulkan hambatan.  
TW II–IV  
2025  
1. Meningkatkan koordinasi  
internal dan eksternal  
(UPT) dalam  
produksi produk  
JKN dan produk  
high risk lainnya  
serta bahan baku  
yang diawasi  
sesuai standar  
pelaksanaan inspeksi  
CPOB.  
2. Melakukan monitoring  
dan evaluasi secara  
berkala.  
3. Optimalisasi  
perencanaan kegiatan  
dan anggaran.  
5. Meningkatnya  
kemampuan  
mendorong  
inovasi  
Persentase  
tahapan  
pemenuhan  
fasilitas produksi  
obat dan bahan  
baku obat  
25%  
62,50%  
250,00% Tidak dapat Tidak ada  
disimpulkan hambatan.  
Melanjutkan kegiatan  
pendampingan seperti  
asistensi regulatori onsite,  
desk prasertifikasi, dan  
melakukan inspeksi  
sertifikasi CPOB.  
TW II–IV  
2025  
pengembangan  
obat  
pengembangan  
baru yang  
diterbitkan  
keputusan dalam  
rangka  
pengawasan  
Volume  
Target Target Realisasi  
Kategori  
Capaian  
No Sasaran Strategis Nama Indikator  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
Capaian  
2025  
TW I  
s.d. TW I  
s.d. TW I  
a
b
c
d
e
f
g
h
i
j
k
6
Meningkatnya  
maturitas sarana industri farmasi  
produksi Obat  
Persentase  
diukur  
pada  
akhir  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
yang meningkat  
level  
tahun  
maturitasnya  
7. Meningkatnya  
efektivitas  
Persentase  
keputusan  
86%  
85,19%  
99,05%  
Cukup  
Tidak ada hambatan. 1. Meningkatkan  
komunikasi dan  
TW II–IV  
2025  
pelayanan  
penilaian  
koordinasi internal dalam  
publik di bidang  
pengawasan  
sarana  
fasilitas produksi  
Bahan Baku  
Obat, obat,  
produk biologi,  
dan sarana  
khusus yang  
diselesaikan  
tepat waktu  
penyelesaian  
permohonan penilaian  
termasuk monitoring dan  
evaluasi.  
produksi Obat  
2. Meningkatkan efektivitas  
pelaksanaan desk  
prasertifikasi CPOB dan  
evaluasi pemenuhan  
CPOB obat impor.  
8.  
Indeks  
Pelayanan Publik  
di Lingkup  
diukur  
pada  
akhir  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
Direktorat  
tahun  
Pengawasan  
Produksi Obat,  
Narkotika,  
Psikotropika, dan  
Prekursor  
Volume  
Target Target Realisasi  
Kategori  
Capaian  
No Sasaran Strategis Nama Indikator  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
Capaian  
2025  
TW I  
s.d. TW I  
s.d. TW I  
a
b
c
d
e
f
g
h
i
j
k
9. Terwujudnya  
tatakelola  
Nilai  
Pembangunan ZI  
Direktorat  
diukur  
pada  
akhir  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
pemerintah  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
tahun  
NPP  
10.  
Tingkat efisensi  
penggunaan  
anggaran  
75  
75  
100%  
Baik  
Tidak ada  
hambatan.  
Melaksanakan kegiatan  
sesuai PoA.  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
11.  
Persentase  
Pemenuhan  
Dokumen SAKIP  
Direktorat  
36%  
36,36%  
101,00% Sangat baik Tidak ada  
hambatan.  
Melengkapi dokumen SAKIP TW II–IV  
sesuai dengan timeline 2025  
Pemenuhan  
dokumen SAKIP  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
telah sesuai  
ketentuan dan telah  
disampaikan/diinput  
sesuai jadwal.  
12.  
Indeks  
diukur  
pada  
akhir  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
Manajemen  
Risiko Direktorat  
Pengawasan  
tahun  
Volume  
Target Target Realisasi  
Kategori  
Capaian  
No Sasaran Strategis Nama Indikator  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
Capaian  
2025  
TW I  
s.d. TW I  
s.d. TW I  
a
b
c
d
e
f
g
h
i
j
k
Produksi Obat &  
NPP  
4. Hasil evaluasi dan tindak lanjut terhadap capaian IKK TW IV Tahun 2024 adalah sebagai berikut:  
Volume  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak Lanjut  
Indikator  
Kinerja  
Kegiatan (IKK)  
c
Kategori  
Capaian  
Kendala/  
Hambatan  
No  
Target Realisasi Capaian  
*Selesai Tindak Lanjut  
2024  
2024  
2024  
Rencana Aksi  
Timeline  
a
d
f
g
h
i
j
j
1.  
Persentase  
sarana  
produksi obat  
yang mandiri  
dalam  
77,20% 90.48% 117.20% Sangat  
baik  
Tidak ada hambatan.  
Melakukan kegiatan  
desk CAPA tatap muka  
baik secara mandiri  
maupun melalui  
kegiatan Asistensi  
Regulatori.  
N/A  
TW I–IV  
2025  
pemenuhan  
CPOB  
2.  
Indeks  
91  
93.75  
103.02% Sangat  
baik  
Tidak ada hambatan.  
Mempertahankan  
kepuasan publik  
terhadap layanan  
Ditwasprod ONPP.  
N/A  
TW I–IV  
2025  
kepuasan  
pelayanan  
publik di  
bidang  
pengawasan  
sarana  
produksi obat  
Volume  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak Lanjut  
Indikator  
Kinerja  
Kegiatan (IKK)  
c
Kategori  
Capaian  
Kendala/  
Hambatan  
No  
Target Realisasi Capaian  
*Selesai Tindak Lanjut  
2024  
2024  
2024  
Rencana Aksi  
Timeline  
a
d
f
g
h
i
j
j
3.  
Persentase  
sarana  
produksi obat  
JKN, bahan  
baku, dan obat  
high risk  
lainnya yang  
mematuhi  
persyaratan  
CPOB  
76%  
67.88%  
89.32%  
Cukup  
1. Masih ditemukan  
ketidaksesuaian  
1. Penyamaan persepsi  
dalam penetapan  
tindak lanjut sesuai  
dengan PerBPOM No.  
9/2024, khususnya  
terkait kategorisasi  
temuan  
Memberikan sanksi  
kepada sarana produksi  
dengan temuan kritis (TMS)  
untuk melakukan  
TW I–IV  
2025  
dengan kategori kritis  
yang berkaitan dengan  
kegiatan produksi tidak  
sesuai persetujuan izin  
edar.  
perbaikan.  
2. Peningkatan dan/atau  
persamaan persepsi  
dalam penetapan  
ketidaksesuaian  
terhadap persetujuan  
izin edar.  
tindak lanjut khususnya 2. Melaksanakan Forum  
berkaitan  
ketidaksesuaian  
terhadap persetujuan  
izin edar sesuai  
Komunikasi Hasil  
Pengawasan kepada  
pelaku usaha.  
PerBPOM No. 9/2024.  
3. Penetapan tindak lanjut  
telah berdasarkan jenis  
fasilitas, yang  
memisahkan kategori  
dari temuan umum dan  
temuan fasilitas.  
4.  
Persentase  
tindak lanjut  
yang  
berkualitas dari  
hasil  
100%  
100.00% 100.00%  
Baik  
Tidak ada hambatan.  
Delapan UPT telah  
melakukan pengawasan/  
inspeksi mandiri pada  
tahun 2024.  
1. Melakukan  
monitoring  
N/A  
TW I–IV  
2025  
pelaksanaan  
inspeksi mandiri  
oleh UPT (Balai).  
Volume  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak Lanjut  
Indikator  
Kinerja  
Kegiatan (IKK)  
c
Kategori  
Capaian  
Kendala/  
Hambatan  
No  
Target Realisasi Capaian  
*Selesai Tindak Lanjut  
2024  
2024  
2024  
Rencana Aksi  
Timeline  
a
d
f
g
h
i
j
j
pengawasan  
sarana  
2. Melakukan  
komunikasi  
produksi di  
Balai  
terhadap hasil  
evaluasi yang telah  
dilakukan dalam  
rangka perbaikan/  
peningkatan tindak  
lanjut inspeksi yang  
berkualitas.  
5.  
Persentase  
fasilitas  
produksi  
produk JKN dan  
produk high  
risk lainnya  
serta bahan  
baku obat yang  
diawasi sesuai  
standar  
94%  
101.71% 108.20% Sangat  
baik  
Tidak ada hambatan.  
N/A  
1. Meningkatkan  
TW I–IV  
2025  
koordinasi internal dan  
eksternal (UPT) dalam  
pelaksanaan inspeksi  
CPOB.  
2. Melakukan monitoring  
dan evaluasi secara  
berkala.  
3. Optimalisasi  
perencanaan kegiatan  
dan anggaran.  
6.` Persentase  
hasil  
80%  
80.82% 101.03% Sangat  
baik  
Tidak ada hambatan.  
Telah dilakukan  
perubahan acuan  
perhitungan waktu  
penyampaian CAPA  
dimulai dari tanggal  
1. Memberikan  
reminder/peringatan  
kepada sarana  
produksi untuk  
menyampaikan  
perbaikan.  
N/A  
N/A  
pengawasan  
sarana  
produksi yang  
ditindaklanjuti  
Volume  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak Lanjut  
Indikator  
Kinerja  
Kegiatan (IKK)  
c
Kategori  
Capaian  
Kendala/  
Hambatan  
No  
Target Realisasi Capaian  
*Selesai Tindak Lanjut  
2024  
2024  
2024  
Rencana Aksi  
Timeline  
a
d
f
g
h
i
j
j
pengiriman tindak lanjut,  
tidak berdasarkan surat  
tindak lanjut.  
2. Pemanfaatan blast  
WA kepada Inspektur  
CPOB terkait untuk  
melakukan reminder  
ke sarana produksi.  
7.  
Persentase  
keputusan  
penilaian  
85%  
85.05% 100.06% Sangat  
baik  
Tidak ada hambatan.  
N/A  
1. Meningkatkan  
TW I–IV  
2025  
komunikasi dan  
koordinasi internal  
dalam penyelesaian  
permohonan penilaian  
termasuk monitoring  
dan evaluasi.  
fasilitas  
produksi bahan  
baku obat,  
produk biologi  
dan sarana  
khusus yang  
diselesaikan  
tepat waktu  
2. Meningkatkan  
efektivitas pelaksanaan  
desk prasertifikasi  
CPOB dan evaluasi  
pemenuhan CPOB obat  
impor.  
8.  
Indeks  
Pelayanan  
Publik  
4.85  
4.92  
101.44% Sangat  
baik  
Tidak ada hambatan.  
N/A  
Mempertahankan  
pelayanan prima di  
lingkungan Ditwasprod  
ONPP.  
TW I–IV  
2025  
Volume  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak Lanjut  
Indikator  
Kinerja  
Kegiatan (IKK)  
c
Kategori  
Capaian  
Kendala/  
Hambatan  
No  
Target Realisasi Capaian  
*Selesai Tindak Lanjut  
2024  
2024  
2024  
Rencana Aksi  
Timeline  
a
d
f
g
h
i
j
j
9.  
Persentase  
tahapan  
pemenuhan  
fasilitas  
85%  
92.86% 109.24% Sangat  
baik  
Tidak ada hambatan.  
Melaksanakan kegiatan  
pendampingan seperti  
asistensi regulatori  
onsite, desk  
N/A  
produksi obat  
dan bahan  
baku obat baru  
yang  
prasertifikasi, dan  
melakukan inspeksi  
sertifikasi CPOB pada  
2025  
diterbitkan  
keputusan  
dalam rangka  
pengawasan  
10. Nilai RB  
Direktorat  
94.10  
93.37  
99.22%  
Cukup  
1. Meskipun realisasi  
tahun 2024 tidak  
N/A  
Melakukan tindak lanjut  
hasil PMPZI di tahun 2025.  
Tercatat hingga TW 1 2025  
(bulan Maret), sudah  
melakukan pengisian LKE  
ZI.  
TW I–IV  
2025  
Pengawasan  
Produksi ONPP  
memenuhi capaian  
100%, tetapi realisasi  
tersebut meningkat  
dibandingkan tahun  
2023 yaitu 93,10.  
2. Terdapat peningkatan  
target yang signifikan  
dari 88,40 (tahun 2023)  
menjadi 94,10 (tahun  
2024).  
Volume  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak Lanjut  
Indikator  
Kinerja  
Kegiatan (IKK)  
c
Kategori  
Capaian  
Kendala/  
Hambatan  
No  
Target Realisasi Capaian  
*Selesai Tindak Lanjut  
2024  
2024  
2024  
Rencana Aksi  
Timeline  
a
d
f
g
h
i
j
j
11. Indeks  
profesionalitas  
91.22  
88.53  
97.05%  
Cukup  
Terdapat perubahan  
instrumen pengukuran IP  
ASN dari BKN yaitu  
perubahan obyek  
Nilai Pencapaian  
N/A  
N/A  
Sasaran Strategis (NPSS)  
capaian indikator IP ASN  
2024 akan dikeluarkan  
dari perhitungan NPSS  
sehingga tidak  
mempengaruhi hasil  
pengukuran NPSS  
tersebut.  
ASN Direktorat  
Pengawasan  
Produksi ONPP  
penilaian yang semula  
PNS menjadi PNS dan  
PPPK, serta perubahan  
instrumen bobot dasar  
dimensi kompetensi yang  
tidak hanya meliputi  
riwayat pengembangan  
kompetensi, tetapi  
termasuk konversi hasil  
penilaian kinerja. (Nota  
Dinas Kepala Biro  
Perencanaan dan  
Keuangan No.  
KP.17.21.11.24.349  
tanggal 26 November  
2024)  
12. Indeks  
3
3
100.00%  
Baik  
Tidak ada hambatan.  
Pengelolaan data dan  
informasi Direktorat  
Pengawasan Produksi  
ONPP Tahun 2024 telah  
dilakukan secara  
N/A  
N/A  
pengelolaan  
data dan  
informasi  
Direktorat  
Pengawasan  
optimal.  
Volume  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak Lanjut  
Indikator  
Kinerja  
Kegiatan (IKK)  
c
Kategori  
Capaian  
Kendala/  
Hambatan  
No  
Target Realisasi Capaian  
*Selesai Tindak Lanjut  
2024  
2024  
2024  
Rencana Aksi  
Timeline  
a
d
f
g
h
i
j
j
Produksi ONPP  
yang optimal  
13. Tingkat  
Efisiensi  
100  
100  
100.00%  
Baik  
Tidak ada hambatan.  
Anggaran dan kegiatan di N/A  
lingkungan Ditwasprod  
ONPP telah dilakukan  
secara optimal dan  
efisien.  
N/A  
Penggunaan  
Anggaran  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi ONPP  
14  
Nilai  
Pengelolaan  
Kearsipan  
97.75  
97.74  
99.99%  
Cukup  
Terdapat pengelola  
N/A  
Seluruh pengelola  
TW I–IV  
2025  
kearsipan yang belum  
mengikuti pelatihan/diklat  
jabatan, karena personel  
tersebut belum memenuhi  
persyaratan pendaftaran  
diklat yaitu memiliki masa  
jabatan 1 tahun.  
kearsipan di lingkungan  
Ditwasprod ONPP akan  
mengikuti pelatihan  
kearsipan pada tahun 2025