I.1 Evaluasi Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Output Triwulan I Tahun 2024
1. Output 1: Keputusan penilaian fasilitas produksi BBO, obat, produk biologi, dan sarana khusus
yang diselesaikan tepat waktu
● Jumlah keputusan hasil penilaian fasilitas produksi bahan baku obat, obat, produk biologi, dan
sarana khusus yang diselesaikan tepat waktu hingga Triwulan II Tahun 2024 sebanyak 86
keputusan, dengan realisasi anggaran sebesar Rp 1.921.931.208 atau 48,30% dari total
anggaran yang tersedia Rp 3.978.902.000. Keputusan penilaian fasilitas dimaksud mencakup
Sertifikasi baru maupun perubahan fasilitas, penilaian pemenuhan CPOB fasilitas obat impor,
fasilitas radiofarmaka dan lain-lain.
● Hingga triwulan II tahun 2024, terdapat 86 permohonan penilaian fasilitas produksi yang telah
ditindaklanjuti tepat waktu dari total 101 permohonan yang diajukan.
● Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:
a. Komitmen seluruh SDM yang terlibat
b. Pelaksanaan desk prasertifikasi CPOB
c. Tersedianya sistem/aplikasi berbasis elektronik termasuk tanda tangan elektronik (TTE)
d. Layanan konsultasi dan asistensi
● Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:
a. Pemenuhan timeline penyelesaian masih di luar waktu yang ditetapkan.
b. Komunikasi atau reminder untuk proses penyelesaian permohonan.
c. Kepatuhan pelaku usaha dalam pemenuhan CAPA.
● Rencana perbaikan:
a. Meningkatkan komunikasi dan koordinasi internal dalam penyelesaian permohonan
penilaian termasuk monitoring dan evaluasi.
b. Meningkatkan efektivitas pelaksanaan desk prasertifikasi CPOB dan evaluasi pemenuhan
CPOB obat impor.
2. Output 2: Keputusan hasil pengawalan pemenuhan persyaratan fasilitas produksi obat yang
diterbitkan
● Jumlah keputusan hasil pengawalan pemenuhan persyaratan fasilitas produksi obat yang
diterbitkan hingga Triwulan II Tahun 2024 sebanyak 14 keputusan, dengan realisasi anggaran
sebesar Rp1.286.187.378 atau 36,99% dari total anggaran yang tersedia Rp3.476.542.000.
● Terdapat 14 keputusan yang terdiri dari 4 keputusan terhadap fasilitas Radiofarmaka dan 10
keputusan terhadap fasilitas produksi produk biologi. Dari 14 keputusan tersebut, terdapat 5
kali desk prasertifikasi CPOB, 5 trip inspeksi dalam rangka Sertifikasi CPOB, dan penerbitan
Sertifikat CPOB sebanyak 3 output.
● Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:
a. Komitmen seluruh SDM yang terlibat
b. Tersedianya layanan konsultasi dan asistensi melalui e-atensi CPOB
c. Tersedianya regulasi dan standar terkait CPOB
● Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:
a. Dukungan atau ekosistem dalam peningkatan kemandirian industri farmasi
b. Pengetahuan dan komitmen pelaku usaha dalam pemenuhan standar.
● Rencana perbaikan:
a. Meningkatkan layanan konsultasi dan asistensi dalam pemenuhan fasilitas produksi obat,
radiofarmaka, dan bahan baku obat baru.
b. Meningkatkan kualitas penyediaan dan daya saing obat baru baik melalui asistensi
regulatori dan bimbingan teknis.