BERITA ACARA EVALUASI INTERNAL  
TRIWULAN IV TAHUN 2025  
Pada hari Rabu, tanggal 14 Januari 2026, yang bertanda tangan di bawah ini:  
Nama  
NIP  
: Dr. Shanti Marlina, S.Si, Apt., M.Sc  
: 198003252006042004  
Jabatan  
: Plt. Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan  
Prekursor  
Nama  
NIP  
: Nurul Hilalussodik Al Fauzani, S.Farm., Apt.  
: 199008022015021004  
Jabatan : Sekretaris Tim Evaluasi Internal Direktorat Pengawasan Produksi Obat,  
Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
Telah melaksanakan Evaluasi Internal terhadap realisasi anggaran dan capaian kinerja Direktorat  
Pengawasan Produksi ONPP Triwulan IV Tahun 2025, dengan hasil sebagai berikut:  
I.  
Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran per Output hingga Triwulan IV Tahun 2025  
Program: Pengawasan Obat dan Makanan  
Kegiatan: Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
Volume  
Realisasi s/d  
B11  
Anggaran (dalam ribu)  
Realisasi s/d  
Program/ Kegiatan/  
Output  
No  
Kendala/Hambatan  
Tar  
get  
Pagu  
Efisiensi  
Capaian  
Capaian  
B10  
B12  
B10  
B11  
B12  
a
b
c
d
e
f
g
h
i
j
k
l
m
1
Keputusan Hasil  
Pengawalan  
Pemenuhan  
Persyaratan Fasilitas  
Produksi Obat yang  
Diterbitkan  
17  
12  
14  
18  
105,88% 477.507 165.666 297.591 477.403 99,99% 1. Belum optimalnya dukungan dan ekosistem  
dalam peningkatan kemandirian industri  
farmasi, khususnya bagi fasilitas produksi  
produk biologi dan radiofarmaka, sehingga  
proses pemenuhan persyaratan CPOB  
membutuhkan waktu dan pendampingan yang  
lebih intensif.  
2. Variasi tingkat pengetahuan dan komitmen  
pelaku usaha dalam memahami serta  
memenuhi standar CPOB, yang berdampak  
pada perlunya pengulangan asistensi, diskusi  
teknis, dan perbaikan dokumen maupun  
sarana.  
2
Jumlah UPT Baru  
5
0
0
0
2,25%  
53.500  
0
0
53.499 100%  
1. Adanya full blokir anggaran hingga Triwulan III  
Tahun 2025, yang menyebabkan seluruh  
tahapan kegiatan tidak dapat dilaksanakan  
pada sebagian besar tahun anggaran.  
2. Pada Triwulan IV Tahun 2025, blokir anggaran  
telah dibuka namun hanya sekitar 2% dari  
total rencana anggaran, sehingga belum  
memadai untuk mendukung pelaksanaan  
kegiatan inti dalam membangun kemandirian  
UPT baru pada inspeksi CPOB.  
yang mandiri dalam  
inspeksi CPOB untuk  
Pemenuhan Standar  
PIC/s dan WHO  
Volume  
Anggaran (dalam ribu)  
Realisasi s/d  
Program/ Kegiatan/  
Output  
No  
a
Realisasi s/d  
Kendala/Hambatan  
Tar  
get  
Pagu  
Efisiensi  
Capaian  
Capaian  
B10  
B11  
B12  
B10  
B11  
B12  
b
c
d
e
f
g
h
i
j
k
l
m
3. Keterbatasan anggaran yang tersedia tersebut  
menyebabkan belum dapat dilakukannya  
pembinaan, pendampingan, dan evaluasi  
secara komprehensif, sehingga target kinerja  
tidak dapat dicapai pada tahun berjalan.  
3
Keputusan Penilaian  
Fasilitas produksi  
BBO, obat, dan  
produk biologi, dan  
sarana khusus yang  
diselesaikan tepat  
waktu  
84  
83  
90  
92  
109,52% 1.841.873 994.191 1.177.63 1.841.65 99,99% 1. Pelaksanaan beberapa kegiatan secara  
8
7
bersamaan dalam periode yang sama,  
sehingga memerlukan pengaturan alokasi  
personel dan penyesuaian jadwal yang  
berdampak pada waktu pelaksanaan inspeksi  
dan penyelesaian penilaian.  
2. Masih terdapat penyelesaian permohonan  
yang melampaui timeline yang ditetapkan,  
antara lain akibat proses evaluasi teknis yang  
kompleks dan perlunya perbaikan berulang.  
3. Belum optimalnya komunikasi dan mekanisme  
reminder dalam proses penyelesaian  
permohonan, baik secara internal maupun  
kepada pelaku usaha.  
4. Tingkat kepatuhan pelaku usaha dalam  
pemenuhan Corrective and Preventive Action  
(CAPA) yang bervariasi, sehingga  
mempengaruhi kecepatan penyelesaian  
keputusan penilaian.  
5. Keterbatasan ketersediaan anggaran,  
khususnya terkait perjalanan dinas untuk  
mendukung pelaksanaan inspeksi onsite  
6. Adanya gap kompetensi Inspektur CPOB  
Volume  
Anggaran (dalam ribu)  
Realisasi s/d  
Program/ Kegiatan/  
Output  
No  
a
Realisasi s/d  
Kendala/Hambatan  
Tar  
get  
Pagu  
Efisiensi  
Capaian  
Capaian  
B10  
B11  
B12  
B10  
B11  
B12  
b
c
d
e
f
g
h
i
j
k
l
m
sebagai dampak dari pola mutasi internal,  
yang memerlukan proses adaptasi dan  
peningkatan kapasitas.  
4
Fasilitas produksi  
produk JKN dan  
produk high risk  
lainnya serta bahan  
baku obat yang  
diawasi sesuai  
standar  
150 143  
153  
165  
110%  
790.973 603.906 687.577 790.965 100%  
1. Keterbatasan ketersediaan anggaran,  
khususnya terkait perjalanan dinas, sehingga  
membatasi pelaksanaan inspeksi onsite dan  
berdampak pada belum tercapainya target  
jumlah fasilitas yang diperiksa hingga akhir  
tahun  
I.1. Evaluasi Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Output Triwulan IV Tahun 2025  
1. Output 1: Keputusan Hasil Pengawalan Pemenuhan Persyaratan Fasilitas Produksi Obat yang Diterbitkan  
Jumlah Keputusan Hasil Pengawalan Pemenuhan Persyaratan Fasilitas Produksi Obat yang Diterbitkan hingga Triwulan IV Tahun 2025  
sebanyak 18 keputusan, dengan realisasi anggaran sebesar Rp477.473.460 atau 99,99% dari total pagu anggaran efisiensi Rp477.507.000.  
Terdapat 18 keputusan yang merupakan keputusan terhadap fasilitas produksi produk biologi dan radiofarmaka. Dari kesembilan keputusan  
tersebut, terdapat 1 kali diskusi denah, 3 kali desk prasertifikasi CPOB, 8 trip inspeksi dalam rangka Sertifikasi CPOB, dan 2 penerbitan  
sertifikat CPOB terhadap 6 fasilitas produksi.  
Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:  
a. Komitmen seluruh SDM yang terlibat  
b. Tersedianya layanan konsultasi dan asistensi melalui e-atensi CPOB  
c. Tersedianya regulasi dan standar terkait CPOB  
Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:  
a. Dukungan atau ekosistem dalam peningkatan kemandirian industri farmasi  
b. Pengetahuan dan komitmen pelaku usaha dalam pemenuhan standar.  
Identifikasi risiko:  
a. Penerbitan Sertifikat CPOB kepada sarana produksi hasil inovasi yang belum memenuhi persyaratan CPOB minimal.  
Rencana perbaikan:  
a. Meningkatkan layanan konsultasi dan asistensi dalam pemenuhan fasilitas produksi obat, radiofarmaka, produk biologi, dan bahan baku  
obat baru.  
b. Meningkatkan kualitas penyediaan dan daya saing obat baru baik melalui asistensi regulatori dan bimbingan teknis.  
2. Output 2: Jumlah UPT Baru yang mandiri dalam inspeksi CPOB untuk Pemenuhan Standar PIC/s dan WHO  
Jumlah UPT Baru yang mandiri dalam inspeksi CPOB untuk Pemenuhan Standar PIC/s dan WHO hingga Triwulan III Tahun 2025 terdapat  
realisasi sebesar 2,25% , dengan realisasi anggaran sebesar Rp53.499.000 dari total rencana anggaran sebesar Rp.53.500.000 (Anggaran  
sebelumnya full terblokir dan terdapat pembukaan blokir sebesar 2%).  
Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:  
a. Adanya full blokir anggaran, hingga Triwulan III Tahun 2025, yang menyebabkan seluruh tahapan kegiatan tidak dapat dilaksanakan pada  
sebagian besar tahun anggaran  
Identifikasi risiko:  
a. Kegagalan dalam membangun dan memberdayakan UPT baru untuk mandiri dalam inspeksi CPOB karena full blokir anggaran yang  
merupakan sumber daya utama pelaksanaan kegiatan.  
Rencana perbaikan:  
a. Pelaksanaan kegiatan dan output menunggu buka blokir anggaran.  
3. Output 3: Keputusan Penilaian Fasilitas produksi BBO, obat, dan produk biologi, dan sarana khusus yang diselesaikan tepat waktu  
Jumlah Keputusan Penilaian Faslitas produksi BBO, obat, dan produk biologi, dan sarana khusus yang diselesaikan tepat waktu sampai  
dengan Triwulan IV Tahun 2025 sebanyak 92 keputusan atau 109,52%% dari target output sebanyak 84 keputusan, dengan realisasi  
anggaran sebesar Rp1.841.675.000 dari total pagu anggaran efisiensi Rp1.841.673.000  
Keputusan penilaian fasilitas dimaksud mencakup Sertifikasi CPOB baru, perubahan fasilitas, penilaian pemenuhan CPOB fasilitas obat  
impor, fasilitas radiofarmaka, dan lain-lain.  
Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:  
a. Komitmen seluruh Inspektur dan SDM yang terlibat  
b. Pelaksanaan desk prasertifikasi CPOB  
c. Tersedianya sistem/aplikasi berbasis elektronik termasuk tanda tangan elektronik (TTE)  
d. Layanan konsultasi dan asistensi  
e. Koordinasi dengan pelaku usaha yang semakin efektif  
Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:  
a. Kegiatan lain yang dikerjakan dalam waktu bersamaan sehingga membutuhkan alokasi personel dan penyelarasan penjadwalan karena  
mempengaruhi realisasi pelaksanaan inspeksi.  
b. Pemenuhan timeline penyelesaian masih di luar waktu yang ditetapkan.  
c. Komunikasi atau reminder untuk proses penyelesaian permohonan.  
d. Kepatuhan pelaku usaha dalam pemenuhan CAPA.  
e. Ketersediaan anggaran khususnya berkaitan dengan perjalanan dinas untuk mendukung pelaksanaan inspeksi onsite.  
f. Adanya gap kompetensi inspektur CPOB sebagai akibat dari pola mutasi internal.  
Identifikasi risiko:  
a. Pelaksanaan kegiatan pelayanan publik tidak dapat dilaksanakan dengan efektif sehingga berpengaruh terhadap penyelesaian proses  
pelayanan publik.  
Rencana perbaikan:  
a. Meningkatkan komunikasi dan koordinasi internal dalam penyelesaian permohonan penilaian termasuk monitoring dan evaluasi.  
b. Meningkatkan efektivitas pelaksanaan desk prasertifikasi CPOB dan evaluasi pemenuhan CPOB obat impor  
c. Optimalisasi perencanaan kegiatan dan anggaran.  
d. Peningkatan kompetensi inspektur CPOB antara lain mencakup pelaksanaan proses diskusi dan inspeksi secara tandem dan peningkatan  
kompetensi melalui pelatihan yang spesifik.  
4. Output 4: Fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku obat yang diawasi sesuai standar  
Jumlah fasilitas produksi yang diperiksa sampai dengan Triwulan IV Tahun 2025 sebanyak 165 fasilitas atau 110% dari target output  
sebanyak 150 fasilitas, dengan realisasi anggaran sebesar Rp790.965.000 dari total pagu anggaran yang tersedia Rp790.973.000.  
Cakupan fasilitas produk high risk yang diawasi mencakup tidak hanya produk biologi dan fasilitas steril, tetapi juga terhadap fasilitas yang  
dalam waktu tertentu tidak pernah diperiksa sesuai siklus inspeksi dan berdasarkan hasil perencanaan inspeksi menjadi target prioritas  
inspeksi tahun 2025.  
Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:  
a. Komitmen seluruh Inspektur dan SDM yang terlibat  
b. Tersedianya sistem perencanaan inspeksi yang baik  
c. Dukungan UPT dalam pelaksanaan inspeksi terpadu  
Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:  
a. Ketersediaan anggaran khususnya berkaitan dengan perjalanan dinas untuk mendukung pelaksanaan inspeksi onsite.  
Identifikasi risiko:  
a. Pelaksanaan kegiatan inspeksi tidak optimal  
b. Kegiatan inspeksi tidak sesuai yang direncanakan  
c. Penyusunan tindak lanjut hasil inspeksi melebihi timeline  
d. Tindak lanjut hasil inspeksi (sanksi/rekomendasi) tidak sesuai dengan hasil inspeksi  
Rencana tindak lanjut:  
a. Meningkatkan koordinasi internal dan eksternal (UPT) dalam pelaksanaan inspeksi CPOB.  
b. Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.  
c. Optimalisasi perencanaan kegiatan dan anggaran termasuk mengajukan buka blokir anggaran  
II. Capaian Kegiatan dan Kinerja Ditwasprod ONPP TW IV 2025  
II.1 Evaluasi Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Output Triwulan IV Tahun 2025  
Volume  
Capaian  
Anggaran (Rp dalam Ribuan)  
Realisasi  
Indikator  
Kinerja  
Kegiatan  
Realisasi  
Capaian  
Thd.  
Target  
Tahunan  
Sasaran  
Kegiatan  
Hambatan/  
Kendala  
Target  
Tahun  
2025  
s/d Des.  
thd.  
No.  
Target  
TW IV  
Capaia  
n
Pagu  
B10  
B11  
B12  
B10  
B11  
B12  
Target  
TW IV  
1
Meningkatnya Persentase  
78% 78%  
78.85% 78.85% 101.09%  
36.440 34.235 356.403  
36.439 100% Tidak ada  
kendala  
efektivitas  
sarana produksi  
pengawasan obat JKN, bahan  
sarana  
baku obat, dan  
produksi Obat obat high risk  
berbasis risiko lainnya yang  
mematuhi  
persyaratan  
CPOB  
2
3
Persentase  
85% 85%  
85.71% 100.84% 100.84%  
23.331 23.329 23.329  
23.329 99.99  
%
keputusan hasil  
pengawasan  
sarana produksi  
Obat dan NPP  
oleh UPT sesuai  
ketentuan  
Persentase  
Penilaian Hasil  
Pengawasan  
Kemandirian  
UPT Baru  
75% 75%  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
225.595 156.608 168.749 225.593 100% 1. Pada  
Triwulan IV,  
blokir  
anggaran  
telah dibuka  
Volume  
Realisasi  
B11  
Anggaran (Rp dalam Ribuan)  
Realisasi  
Capaian  
s/d Des.  
thd.  
Target  
TW IV  
Indikator  
Kinerja  
Kegiatan  
Capaian  
Thd.  
Target  
Tahunan  
Sasaran  
Kegiatan  
Hambatan/  
Kendala  
Target  
Tahun  
2025  
No.  
Target  
TW IV  
Capaia  
n
Pagu  
B10  
B12  
B10  
B11  
B12  
namun  
hanya  
sekitar 2%,  
sehingga  
belum  
memadai  
untuk  
mendukung  
pelaksanaan  
penilaian  
kemandirian  
UPT baru.  
4
Persentase  
Fasilitas  
82% 82% 66.12% 83.61% 90.16% 109.96% 109.96%  
559.107 389.733 460.095 559.102 100% Tidak ada  
kendala  
produksi produk  
JKN dan produk  
high risk lainnya  
serta bahan  
baku yang  
diawasi sesuai  
standar  
Volume  
Realisasi  
B11  
Anggaran (Rp dalam Ribuan)  
Realisasi  
Capaian  
s/d Des.  
thd.  
Target  
TW IV  
Indikator  
Kinerja  
Kegiatan  
Capaian  
Thd.  
Target  
Tahunan  
Sasaran  
Kegiatan  
Hambatan/  
Kendala  
Target  
Tahun  
2025  
No.  
Target  
TW IV  
Capaia  
n
Pagu  
B10  
B12  
B10  
B11  
B12  
5
Meningkatnya Persentase  
kemampuan tahapan  
85% 85%  
75%  
75% 91.67% 109.13% 109.13%  
477.507 150.765 73.731 477.473 99.99 Tidak ada  
kendala  
%
mendorong  
inovasi  
pemenuhan  
fasilitas  
pengembanga produksi obat  
n obat  
dan bahan baku  
obat  
pengembangan  
baru yang  
diterbitkan  
keputusan  
dalam rangka  
pengawasan  
6
Meningkatnya Persentase  
60% 60%  
64% 106.67% 106.67%  
247502 21.642 56.030 247.430 99.97 1. Anggaran  
yang sempat  
kualitas  
evaluasi  
industri  
industri farmasi  
yang dievaluasi  
sesuai  
%
ada blokir  
pada TW I-III  
menyebabka  
n tim  
farmasi dalam ketentuan  
rangka dalam rangka  
peningkatan peningkatan  
level maturitas level maturitas  
maturitas IF  
belum dapat  
melaksanaka  
n verifikasi  
on-site  
sesuai target  
Volume  
Realisasi  
B11  
Anggaran (Rp dalam Ribuan)  
Realisasi  
Capaian  
s/d Des.  
thd.  
Target  
TW IV  
Indikator  
Kinerja  
Kegiatan  
Capaian  
Thd.  
Target  
Tahunan  
Sasaran  
Kegiatan  
Hambatan/  
Kendala  
Target  
Tahun  
2025  
No.  
Target  
TW IV  
Capaia  
n
Pagu  
B10  
B12  
B10  
B11  
B12  
tahunan  
2. Ketidaksesua  
ian jadwal  
pelaksanaan  
kegiatan  
dengan  
aktivitas  
operasional  
industri  
farmasi,  
sehingga  
beberapa  
rencana  
kunjungan  
atau  
intervensi  
tidak dapat  
dilaksanakan  
sesuai  
rencana.  
3. Keterbatasa  
n dan  
penyesuaian  
jadwal  
narasumber/  
Volume  
Realisasi  
B11  
Anggaran (Rp dalam Ribuan)  
Realisasi  
Capaian  
s/d Des.  
thd.  
Target  
TW IV  
Indikator  
Kinerja  
Kegiatan  
Capaian  
Thd.  
Target  
Tahunan  
Sasaran  
Kegiatan  
Hambatan/  
Kendala  
Target  
Tahun  
2025  
No.  
Target  
TW IV  
Capaia  
n
Pagu  
B10  
B12  
B10  
B11  
B12  
tenaga ahli  
yang akan  
melakukan  
intervensi  
teknis, yang  
berdampak  
pada  
penundaan  
atau  
penjadwalan  
ulang  
kegiatan.  
7
Meningkatnya Persentase  
86% 86% 87.37% 86.54% 86.79% 100.92% 100.92% 1.258.558 818.833 929.043 1.258.448 99.99 Tidak ada  
kendala  
efektivitas  
pelayanan  
publik di  
bidang  
keputusan  
penilaian  
fasilitas  
%
produksi Bahan  
pengawasan Baku Obat,  
sarana obat, produk  
produksi Obat biologi, dan  
sarana khusus  
yang  
diselesaikan  
tepat waktu  
Volume  
Realisasi  
B11  
Anggaran (Rp dalam Ribuan)  
Realisasi  
Capaian  
s/d Des.  
thd.  
Target  
TW IV  
Indikator  
Kinerja  
Kegiatan  
Capaian  
Thd.  
Target  
Tahunan  
Sasaran  
Kegiatan  
Hambatan/  
Kendala  
Target  
Tahun  
2025  
No.  
Target  
TW IV  
Capaia  
n
Pagu  
B10  
B12  
B10  
B11  
B12  
8
Indeks  
Pelayanan  
Publik di  
4.7  
4.7  
4.78 101.07% 101.70%  
136.449 85.523. 89.523 136.443 99.99 Tidak ada  
kendala  
%
Lingkup  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat,  
Narkotika,  
Psikotropika,  
dan Prekursor  
9
Terwujudnya Nilai  
93.45 93.45  
92.96 99.48% 99.48%  
563.379 474.428 493.450 563.350 99.99 Nilai  
pembangunan  
tatakelola  
pemerintah  
Direktorat  
Pembangunan  
ZI Direktorat  
Pengawasan  
%
Zona Integritas  
belum  
Pengawasan Produksi Obat &  
Produksi Obat NPP  
& NPP  
mencapai  
target akibat  
belum  
meratanya  
implementasi  
budaya kerja  
berintegritas  
serta  
pemenuhan  
eviden sesuai  
standar  
Volume  
Realisasi  
B11  
Anggaran (Rp dalam Ribuan)  
Realisasi  
Capaian  
s/d Des.  
thd.  
Target  
TW IV  
Indikator  
Kinerja  
Kegiatan  
Capaian  
Thd.  
Target  
Tahunan  
Sasaran  
Kegiatan  
Hambatan/  
Kendala  
Target  
Tahun  
2025  
No.  
Target  
TW IV  
Capaia  
n
Pagu  
B10  
B12  
B10  
B11  
B12  
penilaian.  
10  
Tingkat efisensi 100  
penggunaan  
anggaran  
100  
100  
100  
100  
100%  
100%  
100%  
5.480  
170  
170  
5.480 100% Tidak ada  
kendala  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
11  
12  
Persentase  
Pemenuhan  
Dokumen SAKIP  
Direktorat  
100% 100% 100%  
100% 100%  
100%  
22.947  
8.978 11.887  
22.947 100% Tidak ada  
kendala  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
Indeks  
3.52 3.52  
3.59 102.10% 102.10%  
30.596 11.971 15.849  
30.596 100% Tidak ada  
kendala  
Manajemen  
Risiko  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
Berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Nomor: Pr.09.01.2.03.25.10 Tahun 2025 Tentang Pengukuran Dan Pelaporan Kinerja Unit/Satuan Kerja Di  
Lingkungan Badan Pengawas Obat Dan Makanan, sebagai berikut:  
Mengacu pada Keputusan tersebut, maka Kriteria Pencapaian Sasaran Strategis dan kriteria predikat kinerja Ditwasprod ONPP pada TW IV Tahun  
2025 dapat dikategorikan sebagaimana rincian berikut:  
a. 10 (sepuluh) IKK dengan kriteria pencapaian “Sangat Baik” (100% < x ≤ 110%), yaitu  
i.  
ii.  
IKK 1: Persentase sarana produksi obat JKN, bahan baku obat, dan obat high risk lainnya yang mematuhi persyaratan CPOB (101,09%)  
IKK 2: Persentase keputusan hasil pengawasan sarana produksi Obat dan NPP oleh UPT sesuai ketentuan (100,84%)  
IKK 4: Persentase Fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku yang diawasi sesuai standar (109,96%)  
IKK 5: Persentase tahapan pemenuhan fasilitas produksi obat dan bahan baku obat pengembangan baru yang diterbitkan keputusan  
dalam rangka pengawasan (109,13%)  
iii.  
iv.  
v.  
IKK 6: Persentase industri farmasi yang dievaluasi sesuai ketentuan dalam rangka peningkatan level maturitas (106,67%)  
IKK 7: Persentase keputusan penilaian fasilitas produksi Bahan Baku Obat, obat, produk biologi, dan sarana khusus yang diselesaikan  
tepat waktu (100,92%).  
vi.  
vii.  
viii.  
ix.  
IKK 8: Indeks Pelayanan Publik di Lingkup Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (101,70%)  
IKK 10: Tingkat efisensi penggunaan anggaran Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP (100%)  
IKK 11: Persentase Pemenuhan Dokumen SAKIP Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP (100%).  
IKK 12: Indeks Manajemen Risiko Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP  
x.  
b. 1 (satu) IKK dengan kriteria pencapaian “Baik” (90% < x ≤ 100%), yaitu IKK 9: Nilai Pembangunan ZI Direktorat Pengawasan Produksi Obat &  
NPP (99,48%)  
c. 1 (satu) IKK dengan kriteria pencapaian “Kurang” (<60%), yaitu IKK 3: Persentase Penilaian Hasil Pengawasan Kemandirian UPT Baru (0%)  
II.2. Hasil Tinjauan Manajemen (Peluang Peningkatan dan Kebutuhan Perubahan Sistem Manajemen)  
Berdasarkan Nota Dinas Sekretaris Utama Nomor OT.02.03.2.11.25.681, evaluasi kinerja diintegrasikan dengan Tinjauan Manajemen melalui analisis  
capaian sasaran, identifikasi isu internal dan eksternal, serta risiko yang menyertainya. Evaluasi tersebut juga mencakup penilaian kecukupan sumber  
daya serta perumusan perbaikan, peluang peningkatan, dan kebutuhan perubahan sistem sebagai dasar peningkatan kinerja pada periode berikutnya.  
Berikut disajikan matriks Hasil Tinjauan Manajemen (Peluang Peningkatan dan Kebutuhan Perubahan Sistem Manajemen).  
No.  
Pelayanan Publik  
1. Pelatihan petugas  
Rekomendasi  
Rencana Tindak Lanjut  
Penanggung Jawab  
Timeline  
Progress Tindak Lanjut  
Menyusun dan melaksanakan  
program pelatihan pelayanan  
publik yang mencakup pemahaman Ditwasprod ONPP  
teknis seluruh bisnis proses  
Ditwasprod ONPP, termasuk jenis  
layanan, alur proses, standar  
pelayanan, serta peningkatan  
kompetensi soft skill petugas  
pelayanan publik.  
Area Peningkatan Kualitas Februari  
Pelayanan Publik  
1. Pelatihan Pelayanan Publik telah  
dilaksanakan sebanyak 2 kali pada  
tahun 2025, sebagai berikut:  
2. Pelatihan terkait Jenis Pelayanan/Bisnis  
Proses yang ada di Ditwasprod telah  
dilaksanakan pada bulan Juni 2025  
bersamaan dengan acara Kompak.  
3. Pelatihan kompetensi soft skill tanggal  
30 Juni 2025  
2025  
yanblik agar mencakup  
teknis seluruh bisnis  
proses Ditwasprod ONPP  
2.  
Reminder jadwal  
pelayanan publik melalui  
WA Blast agar  
Mengembangkan dan  
Area Peningkatan  
Kualitas Pelayanan  
Publik Ditwasprod  
ONPP  
Oktober  
2024  
Implementasi reminder jadwal pelayanan  
publik telah dilakukan baik kepada  
personil (petugas pelayanan publik) dan  
kepada Ketua Tim terkait termasuk  
Koordinator Pelayanan Publik tiap H-3  
hingga hari H jadwal pelayanan.  
mengimplementasikan mekanisme  
reminder jadwal pelayanan publik  
melalui media WA Blast yang  
terintegrasi dengan koordinasi  
Ketua Tim, guna memastikan  
dinotifikasi ke Ketua Tim  
Timja SPBE  
No.  
Rekomendasi  
Rencana Tindak Lanjut  
Penanggung Jawab  
Timeline  
Progress Tindak Lanjut  
konsistensi pelaksanaan pelayanan  
publik sesuai jadwal yang telah  
ditetapkan.  
3.  
Pembuatan pedoman  
teknis/panduan petugas  
pelayanan publik untuk  
memperjelas ruang  
lingkup misal pengalihan  
pertanyaan dari live chat  
ke e-atensi  
Menyusun dan menetapkan  
pedoman teknis/panduan petugas  
pelayanan publik yang mengatur  
ruang lingkup pelayanan, alur  
penanganan pertanyaan, serta  
mekanisme pengalihan pertanyaan  
antar kanal layanan, termasuk dari  
live chat ke e-Atensi.  
Area Peningkatan  
Kualitas Pelayanan  
Publik Ditwasprod  
ONPP  
Sudah terlaksana  
Tim Kerja Terkait  
4.  
Penetapan dedicated  
person untuk inventaris  
dan memantau surat  
masuk melalui email  
Menetapkan dedicated person  
untuk melakukan inventarisasi,  
pemantauan, dan tindak lanjut  
surat masuk melalui email secara  
terkoordinasi guna menjamin  
ketepatan waktu dan akuntabilitas  
pelayanan.  
Timja Tata Usaha dan  
Dukungan Manajemen  
Agustus 2024 Telah ditunjuk 3 (tiga) orang dari Tim TU  
pada pertengahan tahun 2025. Penugasan  
ini nantinya akan ditambahkan pada MPH  
dan SKP 2026.  
Pengawasan  
1. WA Blast reminder  
Mengembangkan dan  
mengimplementasikan mekanisme  
WA Blast sebagai reminder timeline  
Timja QMS  
Timja SPBE  
Agustus-  
Desember  
2024  
Sudah terlaksana  
BBO: Dashboard Monitoring Inspeksi  
dan CAPA BBO FK (Damonic), telah  
timeline tindak lanjut  
inspeksi:  
No.  
Rekomendasi  
Rencana Tindak Lanjut  
Penanggung Jawab  
Timeline  
Progress Tindak Lanjut  
Terhadap yang sudah  
implementasi (tim  
Inspeksi Obat), agar  
dinotifikasi juga ke Ketua  
Tim, supervisor  
tindak lanjut hasil inspeksi yang  
terintegrasi dengan notifikasi  
kepada Ketua Tim, supervisor  
independen, dan Direktur guna  
memastikan ketepatan waktu  
penyelesaian tindak lanjut inspeksi.  
Desember  
2024  
diimplementasi bulan November  
2025.  
PB: Implementasi awal 2025, dengan  
format PB.  
independen dan  
Direktur.  
2.  
3.  
Implementasi WA Blast  
yang diberlakukan untuk  
tim Sertifikasi Obat, BBO,  
PB.  
Intervensi peningkatan Melaksanakan intervensi  
Timja Inspeksi Fasilitas  
Produksi Obat & NPP  
Oktober  
2024  
Telah disusun SE Hasil Pengawasan  
Penerapan CPOB dan Upaya  
Pemenuhan Terhadap Ketentuan  
Peraturan Perundang-undangan  
sebagai bentuk komunikasi  
pengawasan dan upaya peningkatan  
kepatuhan pelaku usaha terkait  
registrasi obat dan juga himbauan  
untuk memenuhi ketentuan CPOB  
2024 serta melakukan gap  
peningkatan kepatuhan pelaku  
usaha terhadap regulasi terkini  
melalui komunikasi pengawasan,  
penyampaian Surat Edaran, serta  
publikasi informasi pada subsitus  
terkait, termasuk pemenuhan  
ketentuan CPOB dan kesesuaian  
dokumen registrasi obat.  
kepatuhan pelaku usaha  
terhadap regulasi terkini  
termasuk kesesuaian  
dokumen registrasi obat  
melalui penyampaian  
Surat Edaran dan  
publikasi melalui subsite.  
assessment terhadap revisi aneks 1  
CPOB 2024.  
Publikasi kepatuhan pelaku usaha  
terhadap regulasi diupdate pada  
subsite klikcpob, berupa temuan hasil  
inspeksi yang diupdate setiap akhir  
tahun. Saat ini sudah terdapat  
temuan hasil inspeksi di Klikcpob.  
No.  
Rekomendasi  
Rencana Tindak Lanjut  
Penanggung Jawab  
Timeline  
Progress Tindak Lanjut  
Sudah terlaksana  
4.  
Pemanfaatan e-atensi  
untuk pelaksanaan  
Mengoptimalkan pemanfaatan  
aplikasi e-Atensi dalam  
Timja Inspeksi Fasilitas  
Produksi Obat & NPP  
September  
2024  
pelaksanaan inspeksi rutin dan  
pemantauan tindak lanjut CAPA  
guna meningkatkan efektivitas,  
ketertelusuran, dan ketepatan  
waktu proses pengawasan fasilitas  
produksi obat dan NPP.  
inspeksi rutin dan CAPA  
Kebutuhan Sumber Daya  
1.  
Diperlukan reviu dan  
update terhadap ABK  
PFM Ditwasprod  
sehingga mencakup  
seluruh kegiatan yang  
dilakukan PFM  
Melakukan koordinasi dengan Biro Area Penataan Sistem  
Desember  
2024  
Hingga periode pelaporan, belum terdapat  
informasi resmi dari Biro SDM terkait  
jadwal pelaksanaan reviu atau  
pemutakhiran ABK. Sehubungan dengan  
hal tersebut, reviu ABK PFM Ditwasprod  
ONPP belum dapat dilaksanakan. Namun  
demikian, Ditwasprod ONPP telah  
memiliki ABK PFM yang masih berlaku  
hingga tahun 2028 dan saat ini tetap  
digunakan sebagai acuan dalam  
SDM untuk pelaksanaan reviu dan  
pemutakhiran Analisis Beban Kerja  
(ABK) PFM Ditwasprod ONPP agar  
mencakup seluruh aktivitas dan  
kebutuhan sumber daya yang  
aktual.  
Manajemen SDM  
pengelolaan dan perencanaan kebutuhan  
sumber daya.  
Lain-lain  
1.  
Reviu terhadap  
Melakukan reviu terhadap  
implementasi inovasi dalam  
pemenuhan timeline tindak lanjut  
hasil inspeksi pada kegiatan  
sertifikasi dan inspeksi rutin guna  
memastikan efektivitas penerapan  
dan konsistensi pelaksanaannya.  
Timja QMS  
Timja terkait  
pelayanan sertifikasi  
dan inspeksi rutin  
Desember  
2024  
Reviu terhadap pemenuhan timeline  
tindak lanjut hasil inspeksi telah  
dilaksanakan sebagai bagian dari evaluasi  
efektivitas implementasi inovasi pada  
kegiatan sertifikasi dan inspeksi rutin.  
implementasi inovasi  
terkait pemenuhan  
timeline tindak lanjut  
inspeksi  
No.  
Rekomendasi  
Rencana Tindak Lanjut  
Penanggung Jawab  
Timeline  
Progress Tindak Lanjut  
2.  
Pelaksanaan MCU harus Melaksanakan Medical Check Up  
Timja Tata Usaha dan  
April 2025  
Pelaksanaan Medical Check Up (MCU)  
bagi sebanyak 64 pegawai Ditwasprod  
ONPP telah dilaksanakan pada 19 Mei9  
Juni 2025 bertempat di RS Siloam Agora  
Hospital.  
(MCU) bagi pegawai sebagai upaya Dukungan Manajeen  
pemantauan kondisi kesehatan dan  
dilakukan secara reguler  
termasuk pemeriksaan  
spesifik  
dukungan terhadap kinerja pegawai  
di lingkungan Ditwasprod ONPP.  
Jakarta, 14 Januari 2025  
Plt. Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika,  
Psikotropika, dan Prekursor  
SHANTI MARLINA  
Lampiran I  
Kertas Kerja Pengukuran Realisasi Indikator Kinerja  
Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
TW IV 2025  
Capaian  
Terhadap Terhadap  
Capaian  
DEFINISI OPERASIONAL  
TW IV 2025  
Target  
2025  
No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK)  
Target  
Triwulan  
Target  
Tahunan  
Target  
TW IV  
Reali  
sasi  
PEMBILANG  
PENYEBUT  
Pl  
Pn  
1 Meningkatnya  
efektivitas  
IKK 1. Persentase sarana  
produksi obat JKN, bahan baku  
obat, dan obat high risk lainnya  
78%  
Jumlah tindak  
lanjut hasil  
inspeksi sarana  
produksi yang  
mematuhi  
jumlah  
78% 261 331 78.85%  
101.09%  
101.09%  
inspeksi  
pada tahun  
berjalan.  
pengawasan  
sarana produksi Obat yang mematuhi persyaratan  
berbasis risiko  
CPOB  
persyaratan  
CPOB  
IKK 2. Persentase keputusan  
hasil pengawasan sarana  
produksi Obat dan NPP oleh UPT  
sesuai ketentuan  
85%  
Jumlah  
jumlah  
pengawasan  
UPT x 100%  
85%  
18  
21 85.71%  
100.84%  
100.84%  
pengawasan oleh  
UPT yang sesuai  
dalam  
pelaksanaan  
pengawasan  
dalam satu tahun  
berjalan  
IKK 3. Persentase Penilaian Hasil  
Pengawasan Kemandirian UPT  
Baru  
75%  
Jumlah  
jumlah  
75%  
N/A  
N/A  
N/A  
pengawasan oleh  
UPT yang sesuai  
dalam  
pelaksanaan  
pengawasan  
dalam satu tahun  
berjalan  
pengawasan  
UPT secara  
mandiri x  
100%  
Capaian  
Terhadap Terhadap  
Capaian  
DEFINISI OPERASIONAL  
TW IV 2025  
Target  
2025  
No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK)  
Target  
Triwulan  
Target  
Tahunan  
Target  
TW IV  
Reali  
sasi  
PEMBILANG  
PENYEBUT  
Pl  
Pn  
IKK 4. Persentase Fasilitas  
82%  
Jumlah fasilitas  
produksi  
produk JKN  
dan produk  
high risk  
lainnya serta  
bahan baku  
yang diawasi  
dengan jumlah  
teoritis 100%  
fasilitas  
produksi yang  
diawasi pada  
tahun berjalan  
82% 165 183 90.16%  
109.96%  
109.96%  
produksi produk JKN dan produk  
high risk lainnya serta bahan baku  
yang diawasi sesuai standar  
2 Meningkatnya  
kemampuan  
mendorong  
inovasi  
IKK 5. Persentase tahapan  
pemenuhan fasilitas produksi obat  
dan bahan baku obat  
84%  
Jumlah  
persentase  
capaian  
pemenuhan  
CPOB dari  
setiap fasilitas  
produksi obat  
dan bahan obat  
baru.  
Jumlah fasilitas  
produksi obat  
dan bahan obat  
baru yang  
84% 13.75 15 91.67%  
109.13%  
109.13%  
pengembangan baru yang  
pengembangan obat diterbitkan keputusan dalam  
rangka pengawasan  
diajukan.  
3 Meningkatnya  
kualitas evaluasi  
industri farmasi  
dalam rangka  
IKK 6. Persentase industri farmasi 60%  
yang dievaluasi sesuai ketentuan  
dalam rangka peningkatan level  
maturitas  
Jumlah industri  
farmasi yang  
dilakukan  
intervensi dan  
verifikasi  
Jumlah industri  
farmasi yang  
menjadi target  
intervensi pada  
tahun berjalan  
60%  
16  
25 64.00%  
106.67%  
106.67%  
peningkatan level  
maturitas  
sesuai  
ketentuan  
4 Meningkatnya  
IKK 7. Persentase keputusan  
86%  
Jumlah hasil  
evaluasi  
permohonan  
penilaian  
sarana  
jumlah  
86%  
92 106 86.79%  
100.92%  
100.92%  
efektivitas pelayanan penilaian fasilitas produksi Bahan  
publik di bidang Baku Obat, obat, produk biologi,  
pengawasan sarana dan sarana khusus yang  
produksi Obat diselesaikan tepat waktu  
permohonan  
penilaian yang  
diajukan oleh  
sarana  
Capaian  
Terhadap Terhadap  
Capaian  
DEFINISI OPERASIONAL  
TW IV 2025  
Target  
2025  
No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK)  
Target  
Triwulan  
Target  
Tahunan  
Target  
TW IV  
Reali  
sasi  
PEMBILANG  
PENYEBUT  
Pl  
Pn  
produksi bahan  
baku obat,  
produksi bahan  
baku obat,  
obat, produk  
biologi dan  
sarana khusus  
yang  
obat, produk  
biologi dan  
sarana khusus  
diselesaikan  
tepat waktu  
IKK 8. Indeks Pelayanan Publik di  
Lingkup Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat, Narkotika,  
4.7  
Dilakukan penilaian oleh Tim  
Penilai UPP BPOM dibawah  
koordinasi Biro Hukum dan  
Organisasi.  
4.7  
4.78  
101.70%  
99.48%  
101.70%  
99.48%  
Psikotropika, dan Prekursor  
5 Terwujudnya  
IKK 9. Nilai Pembangunan ZI  
tatakelola pemerintah Direktorat Pengawasan Produksi  
93.45  
Nilai Pembangunan ZI diperoleh  
dari hasil evaluasi yang dilakukan  
oleh Tim Penilai Internal dengan  
menggunakan lembar kerja  
93.45  
92.96  
Direktorat  
Pengawasan  
Obat & NPP  
Produksi Obat & NPP  
evaluasi yang terlebih dahulu  
dilakukan self assessment dan  
reviu oleh auditor internal serta  
Tim Penilai Unit Kerja Eselon I  
IKK 10. Tingkat efisensi  
penggunaan anggaran Direktorat  
Pengawasan Produksi Obat &  
NPP  
100  
Tingkat efisiensi diukur dengan  
membandingkan indeks efisiensi  
(IE) terhadap standar efisiensi  
(SE).  
100  
100  
100.00%  
100.00%  
Apabila IE ≥ SE maka kegiatan  
dianggap efisien, apabila: IE ≤ SE  
maka kegiatan dianggap tidak  
efisien.  
Capaian  
Terhadap Terhadap  
Capaian  
DEFINISI OPERASIONAL  
TW IV 2025  
Target  
2025  
No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK)  
Target  
Triwulan  
Target  
Tahunan  
Target  
TW IV  
Reali  
sasi  
PEMBILANG  
PENYEBUT  
Pl  
Pn  
IKK 11. Persentase Pemenuhan  
Dokumen SAKIP Direktorat  
Pengawasan Produksi Obat &  
NPP  
100%  
Menghitung kelengkapan data dan 100%  
dokumen perencanaan dan  
evaluasi kinerja tahun berjalan,  
serta ketepatan waktu  
100%  
100.00%  
100.00%  
102.10%  
IKK 12. Indeks Manajemen Risiko  
Direktorat Pengawasan Produksi  
Obat & NPP  
3.52  
Nilai maturitas manajemen risiko  
diperoleh dari hasil penilaian yang  
dilakukan oleh Inspektorat Utama  
yang menggunakan kertas kerja  
evaluasi maturitas manejemen  
risiko  
3.52  
3.594  
102.10%  
NOTULA  
Kegiatan  
Tanggal  
Tempat  
:
:
:
Evaluasi Internal TW IV Tahun 2025  
14 Januari 2026  
Jakarta  
I. Evaluasi Internal Capaian Kinerja TW IV Tahun 2025  
Berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Nomor: Pr.09.01.2.03.25.10 Tahun 2025 Tentang Pengukuran Dan Pelaporan Kinerja Unit/Satuan Kerja  
Di Lingkungan Badan Pengawas Obat Dan Makanan, sebagai berikut:  
Mengacu pada Keputusan tersebut, maka Kriteria Pencapaian Sasaran Strategis dan kriteria predikat kinerja Ditwasprod ONPP pada TW IV  
Tahun 2025 dapat dikategorikan sebagaimana rincian berikut:  
a. 10 (sepuluh) IKK dengan kriteria pencapaian “Sangat Baik” (100% < x ≤ 110%), yaitu  
i.  
IKK 1: Persentase sarana produksi obat JKN, bahan baku obat, dan obat high risk lainnya yang mematuhi persyaratan CPOB  
(101,09%)  
ii.  
iii.  
IKK 2: Persentase keputusan hasil pengawasan sarana produksi Obat dan NPP oleh UPT sesuai ketentuan (100,84%)  
IKK 4: Persentase Fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku yang diawasi sesuai standar  
(109,96%)  
iv.  
IKK 5: Persentase tahapan pemenuhan fasilitas produksi obat dan bahan baku obat pengembangan baru yang diterbitkan  
keputusan dalam rangka pengawasan (109,13%)  
v.  
vi.  
IKK 6: Persentase industri farmasi yang dievaluasi sesuai ketentuan dalam rangka peningkatan level maturitas (106,67%)  
IKK 7: Persentase keputusan penilaian fasilitas produksi Bahan Baku Obat, obat, produk biologi, dan sarana khusus yang  
diselesaikan tepat waktu (100,92%).  
vii.  
IKK 8: Indeks Pelayanan Publik di Lingkup Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
(101,70%)  
viii.  
ix.  
x.  
IKK 10: Tingkat efisensi penggunaan anggaran Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP (100%)  
IKK 11: Persentase Pemenuhan Dokumen SAKIP Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP (100%).  
IKK 12: Indeks Manajemen Risiko Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP  
b. 1 (satu) IKK dengan kriteria pencapaian “Baik” (90% < x ≤ 100%), yaitu IKK 9: Nilai Pembangunan ZI Direktorat Pengawasan Produksi  
Obat & NPP (99,48%)  
c. 1 (satu) IKK dengan kriteria pencapaian “Kurang” (<60%), yaitu IKK 3: Persentase Penilaian Hasil Pengawasan Kemandirian UPT  
Baru (0%)  
II. Evaluasi Program dan Kegiatan TW IV 2025  
Matriks Rencana Aksi atas capaian Program/Kegiatan Triwulan IV 2025  
Progress Rencana Aksi  
Volume TW IV  
Rencana aksi  
TW sebelumnya  
dan/atau TW periode  
ini  
Belum  
Rencana aksi  
yang belum  
selesai  
Program/  
Kegiatan  
Kendala/  
Hambatan  
No  
Rencana aksi yang  
sudah Selesai  
Reali  
Target  
17  
Capaian  
Timeline  
sasi  
1
Keputusan Hasil  
18  
105,88% 1. Belum optimalnya 1. Meningkatkan  
Rencana tindak lanjut  
akan tetap  
dilaksanakan di tahun  
2026  
2026  
Pengawalan Pemenuhan  
Persyaratan Fasilitas  
Produksi Obat yang  
Diterbitkan  
dukungan dan  
ekosistem dalam  
peningkatan  
layanan konsultasi  
dan asistensi dalam  
pemenuhan  
kemandirian  
persyaratan  
industri farmasi,  
khususnya bagi  
fasilitas produksi  
produk biologi dan  
radiofarmaka,  
fasilitas produksi  
obat,  
radiofarmaka,  
produk biologi, dan  
bahan baku obat  
Progress Rencana Aksi  
Belum  
Volume TW IV  
Reali  
Rencana aksi  
TW sebelumnya  
dan/atau TW periode  
ini  
Program/  
Kegiatan  
Kendala/  
Hambatan  
No  
Rencana aksi yang  
Rencana aksi  
yang belum  
selesai  
sudah Selesai  
Target  
Capaian  
Timeline  
sasi  
sehingga proses  
pemenuhan  
persyaratan CPOB  
membutuhkan  
waktu dan  
baru, baik melalui  
pemanfaatan e-  
Atensi CPOB  
maupun  
pendampingan  
teknis secara  
pendampingan  
yang lebih intensif.  
2. Variasi tingkat  
pengetahuan dan  
komitmen pelaku  
usaha dalam  
langsung.  
2. Meningkatkan  
kualitas asistensi  
regulatori dan  
bimbingan teknis  
kepada pelaku  
usaha, khususnya  
terkait pemenuhan  
persyaratan CPOB,  
guna mendorong  
kesiapan fasilitas  
produksi dan  
memahami serta  
memenuhi standar  
CPOB, yang  
berdampak pada  
perlunya  
pengulangan  
asistensi, diskusi  
teknis, dan  
meningkatkan daya  
saing serta  
perbaikan  
dokumen maupun  
sarana.  
ketersediaan obat  
hasil inovasi.  
2
Jumlah UPT Baru yang  
mandiri dalam inspeksi  
CPOB untuk Pemenuhan  
Standar PIC/s dan WHO  
5
0
2,25% 1. Adanya full blokir 1. Pelaksanaan  
1. Pelaksanaan  
sebagian tahapan  
kegiatan setelah  
pembukaan blokir  
anggaran,  
1. Tahapan kegiatan  
pembinaan UPT  
belum dapat  
2026  
anggaran hingga  
Triwulan III Tahun  
2025, yang  
seluruh tahapan  
kegiatan setelah  
pembukaan blokir  
anggaran,  
terealisasi secara  
keseluruhan  
menyebabkan  
Progress Rencana Aksi  
Belum  
Volume TW IV  
Reali  
Rencana aksi  
TW sebelumnya  
dan/atau TW periode  
ini  
Program/  
Kegiatan  
Kendala/  
Hambatan  
No  
Rencana aksi yang  
Rencana aksi  
yang belum  
selesai  
sudah Selesai  
Target  
Capaian  
Timeline  
sasi  
seluruh tahapan  
kegiatan tidak  
dapat dilaksanakan  
pada sebagian  
besar tahun  
termasuk  
penetapan target,  
penyusunan  
rencana  
operasional, dan  
pelaksanaan  
pembinaan UPT  
baru  
termasuk  
2. Optimalisasi  
koordinasi dengan  
UPT untuk  
memastikan  
percepatan  
pelaksanaan  
kegiatan setelah  
blokir anggaran  
dicabut.  
penetapan target,  
penyusunan  
rencana  
operasional, dan  
OJT.  
anggaran.  
2. Pada Triwulan IV  
Tahun 2025, blokir  
anggaran telah  
dibuka namun  
hanya sekitar 2%  
dari total rencana  
anggaran, sehingga  
belum memadai  
untuk mendukung  
pelaksanaan  
2. Optimalisasi  
koordinasi bersama  
UPT, untuk  
memastikan  
percepatan  
pelaksanaan  
kegiatan setelah  
blokir anggaran  
dicabut.  
kegiatan inti dalam  
membangun  
kemandirian UPT  
baru pada inspeksi  
CPOB.  
3. Keterbatasan  
anggaran yang  
tersedia tersebut  
menyebabkan  
belum dapat  
dilakukannya  
Progress Rencana Aksi  
Belum  
Volume TW IV  
Reali  
Rencana aksi  
TW sebelumnya  
dan/atau TW periode  
ini  
Program/  
Kegiatan  
Kendala/  
Hambatan  
No  
Rencana aksi yang  
sudah Selesai  
Rencana aksi  
yang belum  
selesai  
Target  
Capaian  
Timeline  
sasi  
pembinaan,  
pendampingan,  
dan evaluasi secara  
komprehensif,  
sehingga target  
kinerja tidak dapat  
dicapai pada tahun  
berjalan.  
3
Keputusan Penilaian  
84  
92  
109,52% 1. Pelaksanaan  
1. Meningkatkan  
komunikasi dan  
koordinasi internal,  
termasuk  
Rencana tindak lanjut  
akan tetap  
dilaksanakan di tahun  
2026  
2026  
Fasilitas produksi BBO,  
obat, dan produk biologi,  
dan sarana khusus yang  
diselesaikan tepat waktu  
beberapa kegiatan  
secara bersamaan  
dalam periode  
yang sama,  
penguatan  
sehingga  
memerlukan  
pengaturan alokasi  
personel dan  
monitoring dan  
evaluasi terhadap  
progres  
penyelesaian  
penyesuaian  
permohonan  
jadwal yang  
penilaian.  
berdampak pada  
waktu pelaksanaan  
inspeksi dan  
penyelesaian  
penilaian.  
2. Meningkatkan  
efektivitas  
pelaksanaan desk  
prasertifikasi CPOB  
serta evaluasi  
pemenuhan CPOB  
terhadap fasilitas  
obat impor guna  
2. Masih terdapat  
penyelesaian  
permohonan yang  
Progress Rencana Aksi  
Belum  
Volume TW IV  
Reali  
Rencana aksi  
TW sebelumnya  
dan/atau TW periode  
ini  
Program/  
Kegiatan  
Kendala/  
Hambatan  
No  
Rencana aksi yang  
sudah Selesai  
Rencana aksi  
yang belum  
selesai  
Target  
Capaian  
Timeline  
sasi  
melampaui  
timeline yang  
mengurangi  
kebutuhan  
ditetapkan, antara  
lain akibat proses  
evaluasi teknis  
yang kompleks dan  
perlunya perbaikan  
berulang.  
perbaikan  
berulang.  
3. Mengoptimalkan  
perencanaan  
kegiatan dan  
penganggaran,  
khususnya dalam  
mendukung  
3. Belum optimalnya  
komunikasi dan  
mekanisme  
pelaksanaan  
reminder dalam  
proses  
penyelesaian  
inspeksi onsite  
secara tepat waktu.  
4. Meningkatkan  
kompetensi  
permohonan, baik  
secara internal  
maupun kepada  
pelaku usaha.  
4. Tingkat kepatuhan  
pelaku usaha  
Inspektur CPOB,  
antara lain melalui  
pelaksanaan  
inspeksi dan diskusi  
secara tandem,  
serta pelatihan  
teknis yang lebih  
spesifik sesuai  
kebutuhan.  
dalam pemenuhan  
Corrective and  
Preventive Action  
(CAPA) yang  
bervariasi,  
sehingga  
mempengaruhi  
Progress Rencana Aksi  
Belum  
Volume TW IV  
Reali  
Rencana aksi  
TW sebelumnya  
dan/atau TW periode  
ini  
Program/  
Kegiatan  
Kendala/  
Hambatan  
No  
Rencana aksi yang  
sudah Selesai  
Rencana aksi  
yang belum  
selesai  
Target  
Capaian  
Timeline  
sasi  
kecepatan  
penyelesaian  
keputusan  
penilaian.  
5. Keterbatasan  
ketersediaan  
anggaran,  
khususnya terkait  
perjalanan dinas  
untuk mendukung  
pelaksanaan  
inspeksi onsite  
6. Adanya gap  
kompetensi  
Inspektur CPOB  
sebagai dampak  
dari pola mutasi  
internal, yang  
memerlukan  
proses adaptasi  
dan peningkatan  
kapasitas.  
4
Fasilitas produksi produk  
JKN dan produk high risk  
lainnya serta bahan baku  
obat yang diawasi sesuai  
standar  
150  
165  
110% 1. Keterbatasan  
ketersediaan  
1. Meningkatkan  
koordinasi internal  
dan eksternal  
Rencana tindak lanjut  
akan tetap dilaksanakan  
di tahun 2026  
2026  
anggaran,  
khususnya terkait  
perjalanan dinas,  
dengan UPT dalam  
pelaksanaan  
Progress Rencana Aksi  
Belum  
Volume TW IV  
Reali  
Rencana aksi  
TW sebelumnya  
dan/atau TW periode  
ini  
Program/  
Kegiatan  
Kendala/  
Hambatan  
No  
Rencana aksi yang  
sudah Selesai  
Rencana aksi  
yang belum  
selesai  
Target  
Capaian  
Timeline  
sasi  
sehingga  
membatasi  
inspeksi CPOB,  
termasuk  
pelaksanaan  
optimalisasi  
inspeksi onsite dan  
berdampak pada  
belum tercapainya  
target jumlah  
fasilitas yang  
inspeksi terpadu.  
2. Melakukan  
monitoring dan  
evaluasi secara  
berkala terhadap  
pelaksanaan dan  
tindak lanjut hasil  
inspeksi.  
diperiksa hingga  
akhir tahun  
3. Mengoptimalkan  
perencanaan  
kegiatan dan  
penganggaran,  
termasuk  
penguatan mitigasi  
risiko keterbatasan  
anggaran pada  
periode berikutnya.  
III.  
Hasil evaluasi dan tindak lanjut terhadap capaian IKK TW IV Tahun 2025  
Matriks hasil evaluasi dan tindak lanjut terhadap capaian IKK TW IV Tahun 2025  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak Lanjut  
Time  
line  
No  
Nama Indikator  
Kondisi Awal  
Rekomendasi  
Kondisi Akhir  
*Selesai Tindak Lanjut  
Time  
line  
Rencana Aksi  
1
Persentase sarana Pelaksanaan kegiatan  
produksi obat JKN, dalam mendukung IKK  
Melaksanakan tindak  
lanjut secara konsisten  
terhadap sarana produksi  
yang belum memenuhi  
2026 Melaksanakan tindak lanjut  
Melanjutkan untuk  
2026 Realisasi  
telah  
terhadap sarana yang belum melakukan monitoring  
bahan baku obat,  
berjalan cukup efektif  
memenuhi ketentuan CPOB  
untuk menjaga tren capaian  
yang baik.  
terhadap tindak lanjut hasil  
inspeksi rutin baik oleh UPT  
maupun inspeksi terpadu  
(UPT bersama Pusat).  
mencapai  
target jangka  
menengah,  
dan target  
tahunan.  
dan obat high risk sehingga tidak terdapat  
lainnya yang  
mematuhi  
kendala signifikan dalam ketentuan CPOB guna  
pencapaian indikator.  
menjaga dan  
meningkatkan tren  
capaian kepatuhan.  
persyaratan CPOB  
2
Persentase  
1. Indikator merupakan  
indikator hasil,  
1. Melakukan  
monitoring  
2025 1. Melakukan monitoring  
terhadap pelaksanaan  
inspeksi mandiri UPT  
termasuk monitoring SLA  
penyusunan laporan  
inspeksi.  
N/A  
-
Realisasi  
telah  
mencapai  
target  
keputusan hasil  
pengawasan  
sarana produksi  
Obat dan NPP oleh  
UPT sesuai  
sehingga capaian  
bergantung pada  
tersusunnya laporan  
inspeksi mandiri UPT.  
2. Pada awal tahun,  
belum terdapat  
berkelanjutan  
terhadap  
pelaksanaan inspeksi  
mandiri UPT,  
termasuk  
pemantauan SLA  
penyusunan laporan  
inspeksi.  
tahunan.  
ketentuan  
2. Melakukan pembinaan  
teknis terhadap UPT yang  
masih memperoleh hasil  
pengawasan kategori  
"CUKUP", termasuk  
evaluasi terhadap faktor-  
faktor yang  
laporan inspeksi  
mandiri UPT yang siap  
dinilai, seiring dengan  
proses penetapan  
target dan  
perencanaan inspeksi  
CPOB yang baru  
2. Melaksanakan  
pembinaan teknis  
terhadap UPT yang  
masih memperoleh  
hasil pengawasan  
kategori “CUKUP”  
guna meningkatkan  
mempengaruhi mutu  
pengawasan  
ditetapkan pada akhir  
Februari 2025.  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak Lanjut  
Time  
line  
No  
Nama Indikator  
Kondisi Awal  
Rekomendasi  
Kondisi Akhir  
*Selesai Tindak Lanjut  
Time  
Rencana Aksi  
line  
3. Hingga akhir tahun,  
pelaksanaan inspeksi  
mandiri dan penilaian  
laporan berjalan tanpa  
kendala signifikan.  
mutu pengawasan.  
3
Persentase  
Penilaian Hasil  
Pengawasan  
Kemandirian UPT  
Baru  
1. Pada Triwulan I hingga 1. Melakukan  
2025 1. Mengajukan usulan  
perubahan periode  
Menyesuaikan kegiatan dan  
target pada periode  
berikutnya  
2026  
Target belum  
tercapai  
Triwulan III, kegiatan  
belum dapat  
penyelarasan  
indikator dan  
perhitungan target, dari  
sebelumnya triwulanan  
menjadi tahunan.  
dilaksanakan karena  
anggaran berada  
periode perhitungan  
target melalui  
dalam status full  
koordinasi dengan  
Tim QMS selaku  
pengampu indikator  
2. Menyesuaikan  
pelaksanaan  
2. Mengecualikan IKK pada  
perhitungan NKO Tahun  
2025  
blokir, sehingga belum  
terdapat realisasi  
capaian indikator.  
2. Pada Triwulan IV,  
blokir anggaran telah  
dibuka namun hanya  
sekitar 2%, sehingga  
belum memadai untuk  
mendukung  
kegiatan dan target  
kinerja pada periode  
berikutnya sesuai  
dengan ketersediaan  
anggaran.  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak Lanjut  
Time  
Time  
line  
No  
Nama Indikator  
Kondisi Awal  
Rekomendasi  
Kondisi Akhir  
*Selesai Tindak Lanjut  
Rencana Aksi  
line  
pelaksanaan penilaian 3. Menyiapkan rencana  
kemandirian UPT baru.  
teknis pelaksanaan  
penilaian  
kemandirian UPT  
baru agar kegiatan  
dapat segera  
dilaksanakan setelah  
dukungan anggaran  
mencukupi.  
4
Persentase  
1. Pada awal tahun  
pelaksanaan, tidak  
terdapat hambatan  
signifikan dalam  
pelaksanaan  
pengawasan fasilitas  
produksi.  
2. Pada Triwulan II dan  
Triwulan III, target  
belum tercapai akibat  
keterbatasan  
1. Mengoptimalkan  
perencanaan  
2025 1. Meningkatkan koordinasi 1. Melanjutkan kegiatan  
2026  
Realisasi  
telah  
mencapai  
target 2025  
Fasilitas produksi  
produk JKN dan  
produk high risk  
lainnya serta  
bahan baku yang  
diawasi sesuai  
standar  
internal dan eksternal  
(UPT) dalam pelaksanaan  
inspeksi CPOB.  
pendampingan seperti  
asistensi regulatori onsite,  
desk prasertifikasi, dan  
melakukan inspeksi  
sertifikasi CPOB  
kegiatan dan  
anggaran, termasuk  
upaya mitigasi risiko  
keterbatasan  
anggaran dan  
pengajuan  
2. Melakukan monitoring dan  
evaluasi secara berkala.  
3. Optimalisasi perencanaan 2. Melaksanakan kegiatan  
kegiatan dan anggaran.  
4. Melakukan monitoring dan  
evaluasi secara berkala.  
5. Mempertimbangkan  
alternatif pelaksanaan  
inspeksi seperti inspeksi  
hybrid (daring dan luring)  
apabila memungkinkan,  
guna mengoptimalkan  
pelaksanaan dalam  
pengawasan sesuai  
dengan perencanaan  
pembukaan blokir  
anggaran pada  
periode berikutnya.  
2. Meningkatkan  
koordinasi internal  
dan eksternal  
anggaran, khususnya  
untuk mendukung  
pelaksanaan inspeksi  
on-site.  
dengan UPT dalam  
pelaksanaan inspeksi  
CPOB, termasuk  
optimalisasi inspeksi  
terpadu.  
3. Keterbatasan  
anggaran tersebut  
berdampak pada  
pembatasan jumlah  
keterbatasan anggaran.  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak Lanjut  
Time  
line  
Time  
line  
No  
Nama Indikator  
Kondisi Awal  
Rekomendasi  
Kondisi Akhir  
*Selesai Tindak Lanjut  
Rencana Aksi  
dan jangkauan  
3. Melakukan  
inspeksi, sehingga  
realisasi pengawasan  
belum mencapai  
target yang ditetapkan  
hingga akhir periode  
pelaporan.  
monitoring dan  
evaluasi secara  
berkala terhadap  
pelaksanaan dan  
capaian  
pengawasan.  
4. Mempertimbangkan  
alternatif metode  
pelaksanaan  
inspeksi, seperti  
inspeksi hybrid  
(daring dan luring)  
apabila  
memungkinkan,  
guna  
mengoptimalkan  
pelaksanaan dalam  
kondisi keterbatasan  
anggaran  
5
Persentase  
tahapan  
1. Sepanjang periode  
pelaporan, tidak  
1. Melanjutkan  
kegiatan  
2025  
1. Melakukan kegiatan  
pendampingan secara  
berkelanjutan, termasuk  
asistensi regulatori  
onsite, desk  
prasertifikasi, dan  
inspeksi sertifikasi CPOB.  
2. Melakukan identifikasi  
N/A  
-
Realisasi  
telah  
mencapai  
target  
pemenuhan  
fasilitas produksi  
obat dan bahan  
baku obat  
pengembangan  
baru yang  
terdapat hambatan  
signifikan dalam  
pelaksanaan kegiatan  
pengawasan dan  
pendampingan  
pendampingan  
secara  
berkelanjutan,  
termasuk asistensi  
regulatori onsite,  
desk prasertifikasi,  
tahunan.  
terhadap fasilitas  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak Lanjut  
Time  
line  
No  
Nama Indikator  
Kondisi Awal  
Rekomendasi  
Kondisi Akhir  
*Selesai Tindak Lanjut  
Time  
line  
Rencana Aksi  
diterbitkan  
keputusan dalam  
rangka  
produksi obat dan  
bahan baku obat  
pengembangan baru.  
dan inspeksi  
sertifikasi CPOB.  
2. Melakukan  
dan monitoring secara  
konsisten terhadap  
tindak lanjut hasil  
pengawasan dan progres  
perbaikan sarana  
produksi guna menjaga  
efektivitas dan  
keberlanjutan capaian  
indikator.  
pengawasan  
2. Kegiatan  
identifikasi dan  
monitoring secara  
konsisten terhadap  
tindak lanjut hasil  
pengawasan dan  
progres perbaikan  
sarana produksi  
guna menjaga  
pendampingan dan  
pengawasan dapat  
dilaksanakan sesuai  
rencana melalui  
asistensi regulatori  
onsite, desk  
prasertifikasi, serta  
inspeksi sertifikasi  
CPOB, sehingga  
efektivitas dan  
keberlanjutan  
mendukung  
capaian indikator.  
penerbitan keputusan  
tahapan pemenuhan.  
6
Persentase  
1. Keterbatasan  
1. Melanjutkan  
2025  
1. Meningkatkan  
fleksibilitas metode  
pendampingan dan  
Melanjutkan kegiatan  
pendampingan dan verifikasi  
maturitas industri farmasi  
2026 Realisasi telah  
mencapai  
industri farmasi  
yang meningkat  
level maturitasnya  
anggaran akibat status  
blokir pada Triwulan I–  
III menyebabkan Tim  
Maturitas Industri  
Farmasi belum dapat  
melaksanakan  
kegiatan  
pendampingan dan  
verifikasi maturitas  
industri farmasi pada  
Tahun 2026, dengan  
penyesuaian  
target  
tahunan.  
penjadwalan, termasuk pada Tahun 2026, dengan  
penguatan koordinasi  
dengan industri dan  
narasumber untuk  
penyesuaian perencanaan  
kegiatan dan jadwal  
pelaksanaan.  
verifikasi on-site  
perencanaan  
kegiatan dan jadwal  
pelaksanaan.  
meminimalkan risiko  
penundaan kegiatan.  
2. Mengoptimalkan  
perencanaan anggaran  
sejak awal tahun guna  
sesuai target tahunan.  
2. Ketidaksesuaian  
jadwal pelaksanaan  
kegiatan dengan  
2. Meningkatkan  
fleksibilitas metode  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak Lanjut  
Time  
line  
Time  
line  
No  
Nama Indikator  
Kondisi Awal  
Rekomendasi  
Kondisi Akhir  
*Selesai Tindak Lanjut  
Rencana Aksi  
aktivitas operasional  
industri farmasi  
mengakibatkan  
beberapa rencana  
kunjungan atau  
pendampingan dan  
penjadwalan,  
termasuk penguatan  
koordinasi dengan  
industri dan  
mendukung pelaksanaan  
verifikasi on-site secara  
efektif.  
intervensi teknis tidak  
dapat dilaksanakan  
sesuai rencana.  
narasumber untuk  
meminimalkan risiko  
penundaan kegiatan.  
3. Mengoptimalkan  
perencanaan  
3. Penyesuaian jadwal  
narasumber/tenaga  
ahli untuk intervensi  
teknis berdampak  
pada penundaan dan  
penjadwalan ulang  
kegiatan  
anggaran sejak awal  
tahun guna  
mendukung  
pelaksanaan  
verifikasi on-site  
secara efektif.  
7
Persentase  
keputusan  
1. Pada awal periode  
pelaksanaan,  
1. Meningkatkan  
komunikasi dan  
koordinasi internal  
dalam penyelesaian  
permohonan  
1. Meningkatkan komunikasi N/A  
dan koordinasi internal  
dalam penyelesaian  
-
Realisasi  
telah  
mencapai  
target  
penilaian fasilitas  
produksi Bahan  
Baku Obat, obat,  
produk biologi,  
dan sarana khusus  
yang diselesaikan  
tepat waktu  
terdapat hambatan  
dalam penyelesaian  
permohonan  
penilaian, sehingga  
diperlukan  
permohonan penilaian,  
termasuk penguatan  
penilaian, termasuk  
penguatan  
monitoring dan  
evaluasi progres  
penyelesaian.  
monitoring dan evaluasi  
progres penyelesaian.  
2. Melanjutkan kegiatan  
pendampingan seperti  
asistensi regulatori onsite,  
desk prasertifikasi, dan  
melakukan inspeksi  
penguatan  
komunikasi dan  
koordinasi internal.  
2. Pada Triwulan III,  
sebagian sarana  
2. Meningkatkan  
efektivitas  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak Lanjut  
Time  
line  
Time  
line  
No  
Nama Indikator  
Kondisi Awal  
Rekomendasi  
Kondisi Akhir  
*Selesai Tindak Lanjut  
Rencana Aksi  
produksi yang  
mengajukan  
permohonan  
pelaksanaan desk  
prasertifikasi CPOB,  
serta evaluasi  
pemenuhan CPOB  
terhadap fasilitas  
obat impor, guna  
meminimalkan  
ketidaksiapan sarana  
produksi saat  
pengajuan  
sertifikasi CPOB.  
3. Melakukan identifikasi dan  
monitoring terhadap tindak  
lanjut pengawasan dan  
progres perbaikan sarana  
produksi.  
sertifikasi CPOB  
belum sepenuhnya  
memenuhi  
persyaratan, yang  
berdampak pada  
perlunya perbaikan  
dan perpanjangan  
waktu penyelesaian  
penilaian.  
4. Meningkatkan efektivitas  
pelaksanaan desk  
prasertifikasi CPOB dan  
evaluasi pemenuhan CPOB  
obat impor.  
permohonan.  
3. Mendorong kesiapan  
sarana produksi  
3. Secara umum,  
hambatan yang  
terjadi bersifat  
teknis dan  
sejak tahap awal  
permohonan melalui  
pendampingan dan  
asistensi regulatori  
yang lebih intensif.  
administratif, dan  
dapat dimitigasi  
melalui penguatan  
proses internal dan  
asistensi kepada  
pelaku usaha.  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak Lanjut  
Time  
line  
No  
Nama Indikator  
Kondisi Awal  
Rekomendasi  
Kondisi Akhir  
*Selesai Tindak Lanjut  
Time  
Rencana Aksi  
line  
8
Indeks Pelayanan  
Publik di Lingkup  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat,  
Narkotika,  
1. Indikator ini  
merupakan indikator  
kinerja yang dinilai  
secara tahunan,  
sehingga tidak  
1. Melaksanakan  
pelayanan publik  
secara prima dan  
berkelanjutan sesuai  
standar pelayanan  
yang telah  
ditetapkan.  
2. Mengembangkan  
dan  
2025  
1. Melaksanakan pelayanan  
publik secara prima dan  
berkelanjutan sesuai  
standar pelayanan yang  
telah ditetapkan.  
2. Mengembangkan dan  
mengimplementasikan  
inovasi pelayanan publik  
di lingkungan  
N/A  
N/A  
terdapat pengukuran  
capaian pada  
Triwulan IIII.  
Psikotropika, dan  
Prekursor  
2. Sepanjang periode  
pelaporan, tidak  
terdapat kendala  
signifikan dalam  
pelaksanaan  
mengimplementasik  
an inovasi pelayanan  
publik di lingkungan  
Ditwasprod ONPP  
guna meningkatkan  
kualitas dan  
Ditwasprod ONPP guna  
meningkatkan kualitas  
dan kepuasan layanan.  
kegiatan pendukung  
peningkatan kualitas  
pelayanan publik.  
kepuasan layanan.  
9
Nilai  
1. Indikator ini  
merupakan indikator  
kinerja yang dinilai  
secara tahunan,  
sehingga tidak  
1. Memperkuat  
pelaksanaan rencana  
aksi pembangunan  
Zona Integritas  
secara konsisten di  
lingkungan  
Ditwasprod ONPP  
2. Meningkatkan  
kualitas dan  
2025  
N/A  
Melakukan penguatan rencana 2026  
aksi pembangunan ZI,  
peningkatan kualitas  
pemenuhan, serta monitoring  
dan evaluasi secara berkala  
Realisasi  
belum  
memenuhi  
target, namun  
capaian sudah  
berada pada  
kategori baik,  
yaitu 99,48%  
Pembangunan ZI  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
dilakukan  
pengukuran capaian  
per triwulan.  
2. Nilai pembangunan  
Zona Integritas  
kelengkapan  
belum mencapai  
target, antara lain  
pemenuhan sesuai  
dengan kriteria dan  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak Lanjut  
Time  
line  
No  
Nama Indikator  
Kondisi Awal  
Rekomendasi  
Kondisi Akhir  
*Selesai Tindak Lanjut  
Time  
Rencana Aksi  
line  
disebabkan oleh  
belum meratanya  
implementasi  
standar penilaian ZI.  
3. Melaksanakan  
monitoring dan  
evaluasi secara  
berkala untuk  
memastikan  
budaya kerja  
berintegritas serta  
belum optimalnya  
pemenuhan eviden  
sesuai standar  
efektivitas  
implementasi  
budaya kerja  
penilaian ZI.  
berintegritas dan  
tindak lanjut  
perbaikan.  
10 Tingkat efisensi  
penggunaan  
anggaran  
1. Sepanjang periode  
pelaporan, tidak  
terdapat kendala  
signifikan dalam  
pelaksanaan dan  
pengelolaan  
1. Melanjutkan  
pelaksanaan  
1. Melakukan revisi POK  
2. Menyusun dan  
Melaksanakan kegiatan  
sesuai PoA.  
2026  
Realisasi  
telah  
mencapai  
target.  
kegiatan sesuai  
dengan Renlak guna  
menjaga tingkat  
efisiensi anggaran.  
2. Mempertahankan  
pengendalian dan  
monitoring  
mempublikasi realisasi  
anggaran setiap triwulan  
sebagai bahan  
pemantauan dan evaluasi  
anggaran masing-masing  
kegiatan  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
anggaran.  
2. Penggunaan  
anggaran telah  
dilaksanakan sesuai  
dengan rencana  
pelaksanaan  
3. Pemanfaatan Sistem  
Monitoring Anggaran  
Terpadu (SMART) dalam  
monitoring pertanggung  
jawaban keuangan  
pelaksanaan  
anggaran agar  
efisiensi dan  
akuntabilitas  
penggunaan  
kegiatan (Renlak)  
dan mendukung  
pencapaian target  
kinerja.  
anggaran tetap  
terjaga.  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak Lanjut  
Time  
line  
No  
Nama Indikator  
Kondisi Awal  
Rekomendasi  
Kondisi Akhir  
*Selesai Tindak Lanjut  
Time  
line  
Rencana Aksi  
11 Persentase  
Pemenuhan  
Dokumen SAKIP  
Direktorat  
Meningkatkan  
2025  
1. Telah dilakukan  
penyusunan dokumen  
perencanaan kinerja  
berupa PK dan RAPK  
tahun 2025  
2. Telah dilakukan  
penyusunan pengukuran  
kinerja yaitu Capaian  
RAPK tahun 2024 dan TW  
I TW IIII 2025  
N/A  
-
Realisasi  
telah  
mencapai  
target  
kedisiplinan penyusunan  
dokumen SAKIP yang  
sesuai standar dan tepat  
waktu  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
3. Telah dilakukan  
penyusunan Laporan  
Evaluasi Internal TW IV  
tahun 2024 dan TW I, II,  
III, tahun 2025  
4. Telah dilakukan  
penyusunan RKT tahun  
2026  
12 Indeks Manajemen 1. Indikator ini dinilai  
1. Mempertahankan  
dan memperkuat  
penerapan  
2025  
1. Melakukan pemutakhiran  
data manajemen risiko  
secara berkala  
2. Mengintegrasikan  
manajemen risiko dengan  
manajemen kinerja  
3. Melaksanakan identifikasi  
risiko pada setiap sasaran  
kinerja  
N/A  
N/A Realisasi telah  
mencapai  
Risiko Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
berdasarkan  
penilaian tahunan  
tingkat maturitas  
manajemen risiko  
oleh Inspektorat  
Utama BPOM  
target.  
manajemen risiko  
pada level Risk  
Defined, khususnya  
dalam konsistensi  
pemutakhiran data  
risiko dan  
sebagaimana  
tertuang dalam Nota  
Dinas Inspektur  
keterkaitannya  
4. Menetapkan dan  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak Lanjut  
Time  
line  
Time  
line  
No  
Nama Indikator  
Kondisi Awal  
Rekomendasi  
Kondisi Akhir  
*Selesai Tindak Lanjut  
Rencana Aksi  
Utama Nomor  
PI.06.07.71.7.01.26.0  
2 tanggal 2 Januari  
2026  
dengan sasaran  
kinerja.  
menerapkan kriteria  
penilaian risiko  
2. Meningkatkan  
kualitas identifikasi  
dan penanganan  
risiko, termasuk  
pertimbangan isu  
internal dan  
5. Melaksanakan upaya  
mitigasi risiko sesuai  
rencana pengendalian  
yang telah ditetapkan  
6. Mendorong peningkatan  
pemahaman SDM  
2. Berdasarkan hasil  
penilaian tersebut,  
Ditwasprod ONPP  
memperoleh nilai  
maturitas  
eksternal serta  
evaluasi efektivitas  
pengendalian risiko,  
sebagaimana  
terhadap manajemen  
risiko  
manajemen risiko  
sebesar 3,594,  
meningkat dari  
tahun sebelumnya  
(3,469), dan berada  
pada level “Risk  
Defined”  
menjadi catatan  
umum Inspektorat  
Utama.  
3. Mendorong  
peningkatan  
3. Capaian ini  
menunjukkan bahwa  
proses manajemen  
risiko telah  
maturitas  
manajemen risiko  
menuju level “Risk  
Managed” melalui  
penguatan  
dilaksanakan secara  
cukup lengkap, risiko  
telah diidentifikasi  
dan ditangani secara  
sistematis, serta  
mulai terintegrasi  
dengan manajemen  
kinerja.  
koordinasi,  
monitoring, dan  
evaluasi penerapan  
manajemen risiko  
secara  
berkelanjutan.  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak Lanjut  
Time  
line  
Time  
line  
No  
Nama Indikator  
Kondisi Awal  
Rekomendasi  
Kondisi Akhir  
*Selesai Tindak Lanjut  
Rencana Aksi  
4. Sepanjang periode  
pelaporan, tidak  
terdapat kendala  
signifikan dalam  
pelaksanaan  
manajemen risiko di  
lingkungan  
Ditwasprod ONPP.