BERITA ACARA EVALUASI INTERNAL  
TRIWULAN II TAHUN 2023  
Pada hari Selasa, 4 Juli 2023, yang bertanda tangan di bawah ini:  
Nama  
NIP  
: Bayu Wibisono, S.Si, Apt., M.A.B  
: 197812242003121001  
Jabatan  
: Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
Telah melaksanakan Evaluasi Internal terhadap realisasi anggaran dan capaian kinerja  
Direktorat Pengawasan Produksi ONPP Triwulan II 2023. Berikut data capaian kinerja Direktorat  
Pengawasan Produksi ONPP:  
I.  
Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran per Output hingga Triwulan II (Data per 27  
Juni 2023)  
Program: Pengawasan Obat dan Makanan  
Kegiatan: Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
Volume  
Anggaran  
Program/Kegiatan  
/Output  
No  
Target Realisasi Capaian  
Pagu (Rp)  
Realisasi (Rp) Capaian  
h =  
(g/f x  
100)  
e =  
(d/c x 100)  
a
b
c
d
f
g
3.013.824.755  
1. Keputusan  
penilaian fasilitas  
120  
69  
57,50%  
5,859,603,000  
51,43%  
produksi BBO, obat,  
produk biologi, dan  
sarana khusus yang  
diselesaikan tepat  
waktu  
2. Keputusan hasil  
pengawalan  
20  
12  
99  
60%  
2,141,715,000  
2,983,894,000  
797.515.285 37,24%  
1.423.541.468 47,71%  
pemenuhan  
persyaratan fasilitas  
produksi obat yang  
diterbitkan  
3. Fasilitas produksi  
produk JKN dan  
produk high risk  
lainnya serta bahan  
baku obat yang  
diawasi sesuai  
212  
46,70%  
standar  
1.1 Evaluasi Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Output Triwulan II Tahun 2023  
1. Output 1: Fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku obat  
yang diawasi sesuai standar  
Jumlah fasilitas produksi yang diperiksa sampai dengan Triwulan II Tahun 2023 sebanyak  
99 fasilitas atau 46,70% dari target output sebanyak 212 fasilitas, dengan realisasi  
anggaran sebesar Rp 1.423.541.468 atau 47,71% dari total anggaran yang tersedia Rp  
2.983.894.000.  
Jumlah output tersebut telah melebihi target sesuai dengan RAPK Triwulan II Tahun 2023  
yaitu sebesar 30%, sehingga realisasi kinerja apabila mengacu kepada target RAPK  
sebesar 155,66%. Adapun untuk cakupan fasilitas produk high risk yang diawasi  
mencakup tidak hanya produk biologi dan fasilitas steril, namun juga terhadap fasilitas  
yang dalam waktu tertentu tidak pernah diperiksa sesuai siklus inspeksi dan berdasarkan  
hasil perencanaan inspeksi menjadi target prioritas inspeksi tahun 2023.  
Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:  
a. Komitmen seluruh Inspektur dan SDM yang terlibat  
b. Tersedianya sistem perencanaan inspeksi yang baik  
c. Dukungan UPT dalam pelaksanaan inspeksi terpadu  
d. Koordinasi dengan pelaku usaha yang semakin efektif  
Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:  
a. Adanya kegiatan yang melebitkan SDM cukup besar, akan mempengaruhi realisasi  
pelaksanaan inspeksi.  
b. Masih berlangsungnya desk verifikasi pengujian EG DEG  
Rencana tindak lanjut:  
a. Meningkatkan koordinasi internal dan eksternal (UPT) dalam pelaksanaan inspeksi  
CPOB.  
b. Melakukan monev secara berkala.  
c. Optimalisasi perencanaan kegiatan  
2. Output 2: Keputusan penilaian fasilitas produksi BBO, obat, produk biologi, dan sarana  
khusus yang diselesaikan tepat waktu  
Jumlah keputusan hasil penilaian fasilitas produksi bahan baku obat, obat, produk biologi,  
dan sarana khusus yang diselesaikan tepat waktu hingga Triwulan II Tahun 2023  
sebanyak 69 keputusan, dengan realisasi anggaran sebesar Rp 3.013.824.755 atau  
51,43% dari total anggaran yang tersedia Rp 6.291.587.000. Keputusan penilaian fasilitas  
dimaksud mencakup Sertifikasi baru maupun perubahan fasilitas, penilaian pemenuhan  
CPOB fasilitas obat impor, fasilitas radiofarmaka dan lain-lain.  
Terdapat total 104 permohonan penilaian fasilitas produksi, namun hanya 69 keputusan  
yang telah ditindaklanjuti tepat waktu dengan realisasi output Triwulan II Tahun 2023  
57,50% dari target Tahun 2023 sebanyak 120 keputusan.  
Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:  
a. Komitmen seluruh SDM yang terlibat  
b. Pelaksanaan prasertifikasi CPOB.  
c. Tersedianya sistem/aplikasi berbasis elektronik termasuk tanda tangan elektronik  
(TTE).  
d. Layanan konsultasi dan asistensi  
Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:  
a. Pemenuhan timeline penyelesaian masih di luar waktu yang ditetapkan.  
b. Komunikasi atau reminder untuk proses penyelesaian permohonan  
c. Kepatuhan pelaku usaha dalam pemenuhan CAPA.  
d. Kendala non teknis dalam proses persetujuan termasuk pejabat definitif yang  
melakukan persetujuan.  
Rencana perbaikan:  
a. Meningkatkan komunikasi dan koordinasi internal dalam penyelesaian permohonan  
penilaian termasuk monev.  
b. Meningkatkan efektivitas pelaksanaan desk prasertifikasi CPOB dan evaluasi  
pemenuhan CPOB obat impor.  
3. Output 3: Keputusan hasil pengawalan pemenuhan persyaratan fasilitas produksi obat yang  
diterbitkan  
Jumlah keputusan hasil pengawalan pemenuhan persyaratan fasilitas produksi obat yang  
diterbitkan hingga Triwulan II Tahun 2023 sebanyak 12 keputusan, dengan realisasi  
anggaran sebesar Rp 797.515.285 atau 37,24% dari total anggaran yang tersedia Rp  
3.189.431.000.  
Terdapat 12 keputusan yang terdiri dari 8 keputusan terhadap fasilitas produksi bahan  
baku obat dan 4 keputusan terhadap fasilitas produksi produk biologi.  
Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:  
a. Komitmen seluruh SDM yang terlibat  
b. Tersedianya layanan konsultasi dan asistensi melalui e-atensi CPOB  
c. Tersedianya regulasi dan standar terkait CPOB  
Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:  
a. Dukungan atau ekosistem dalam peningkatan kemandirian industri farmasi  
b. Pengetahuan dan komitmen pelaku usaha dalam pemenuhan standar.  
Rencana perbaikan:  
a. Meningkatkan layanan konsultasi dan asistensi dalam pemenuhan fasilitas produksi  
obat dan bahan baku obat baru.  
b. Meningkatkan kualitas penyediaan dan daya saing obat baru baik melalui asistensi  
regulatori dan bimbingan teknis.  
II. Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran per Sasaran Strategis hingga Triwulan II Tahun 2023 (Data per 3 Juli 2023)  
Volume  
Kategori  
Capaian  
No  
Sasaran Strategis  
Nama Indikator  
Target  
TW II  
Realisasi  
s.d. TW II  
Capaian  
s.d. TW II  
Capaian  
%
Pagu  
Realisasi  
f =  
(e/d x 100)  
a
b
c
d
e
g
h
i
j
1. Terwujudnya sarana  
produksi obat yang  
mandiri  
Persentase sarana  
produksi obat yang  
mandiri dalam  
65%  
88%  
134,62%  
Rp645.735.000 Rp277.310.050 42,94%  
Tidak dapat  
disimpulkan  
pemenuhan CPOB  
2. Pelayanan publik di  
bidang pengawasan  
sarana produksi obat  
yang prima  
Indeks kepuasan  
-
-
-
Rp365.172.000  
Rp95.038.600 26,03%  
N/A  
pelayanan publik di  
bidang pengawasan  
sarana produksi obat  
(diukur  
akhir  
tahun)  
3. Meningkatnya sarana  
produksi obat JKN,  
Persentase sarana  
produksi obat JKN,  
bahan baku, dan obat  
high risk lainnya yang  
78%  
57%  
72,46%  
Rp343.292.000 Rp142.361.236  
41,47%  
Tidak  
memenuhi  
ekspektasi  
bahan baku obat dan  
obat high risk lainnya  
yang memenuhi CPOB mematuhi persyaratan  
CPOB  
4. Meningkatnya  
Persentase tindak lanjut  
30%  
30%  
33,3%  
111,11%  
158,81%  
Rp1.005.840.000 Rp584.198.897  
Rp343.292.000 Rp142.361.236  
58,08%  
41,47%  
Memenuhi  
ekspektasi  
efektivitas pengawasan yang berkualitas dari  
sarana produksi obat  
berbasis risiko  
hasil pengawasan  
sarana produksi di Balai  
5.  
Persentase fasilitas  
produksi produk JKN  
dan produk high risk  
lainnya serta bahan  
baku obat yang diawasi  
sesuai standar  
47,64%  
Tidak dapat  
disimpulkan  
Volume  
Kategori  
Capaian  
No  
Sasaran Strategis  
Nama Indikator  
Target  
TW II  
Realisasi  
s.d. TW II  
Capaian  
s.d. TW II  
Capaian  
%
Pagu  
Realisasi  
6
Persentase hasil  
pengawasan sarana  
produksi yang  
78%  
78%  
100%  
Rp645.735.000 Rp277.310.050  
42,94%  
Memenuhi  
ekspektasi  
ditindaklanjuti  
7. Meningkatnya  
efektivitas pelayanan  
Persentase keputusan  
penilaian fasilitas  
produksi bahan baku  
obat, produk biologi dan  
sarana khusus yang  
diselesaikan tepat waktu  
80%  
70%  
87,08%  
Rp967.100.000  
Rp31.039.680  
3,21%  
Belum  
memenuhi  
ekspektasi  
publik di bidang  
pengawasan sarana  
produksi obat  
Rp1.719.114.567  
8.  
Indeks Pelayanan Publik  
-
-
-
Rp2.704.648.000  
63,56%  
N/A  
(diukur  
akhir  
tahun)  
9. Meningkatnya  
kemampuan  
Persentase tahapan  
pemenuhan fasilitas  
produksi obat dan bahan  
baku obat baru yang  
diterbitkan keputusan  
dalam rangka  
50%  
47,9%  
95,83%  
Rp2.141.715.000 Rp797.515.285 37,24%  
Belum  
memenuhi  
ekspektasi  
mendorong inovasi  
pengembangan obat  
pengawasan  
10. Terwujudnya  
Nilai RB Direktorat  
Pengawasan Produksi  
ONPP  
-
-
-
Rp2.082.667.000 Rp985.201.612 47,30%  
N/A  
organisasi Direktorat  
Pengawasan Produksi  
ONPP yang efektif  
(diukur  
akhir  
tahun)  
Volume  
Kategori  
Capaian  
No  
Sasaran Strategis  
Nama Indikator  
Target  
TW II  
Realisasi  
s.d. TW II  
Capaian  
s.d. TW II  
Capaian  
%
Pagu  
Realisasi  
11. Terwujudnya SDM  
Indeks profesionalitas  
-
-
-
Rp1.172.871.000 Rp175.846.096 14,99%  
N/A  
Direktorat Pengawasan ASN Direktorat  
(diukur  
akhir  
tahun)  
Produksi ONPP yang  
bekerja optimal  
Pengawasan Produksi  
ONPP  
12. Menguatnya  
Pengelolaan Data dan  
Indeks pengelolaan data  
dan informasi Direktorat  
2,5  
2,25  
90%  
Rp34.599.000  
Rp3.999.200 11,56%  
Belum  
memenuhi  
ekspektasi  
Informasi Pengawasan Pengawasan Produksi  
Obat dan Makanan di  
Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat dan  
NPP  
ONPP yang optimal  
13. Terkelolanya Keuangan Tingkat Efisiensi  
Direktorat Pengawasan Penggunaan Anggaran  
95%  
92%  
96,84%  
Rp12.246.000  
Rp3.585.000 29,27%  
Belum  
memenuhi  
ekspektasi  
Produksi Obat dan  
Direktorat Pengawasan  
Produksi ONPP  
NPP secara Akuntabel  
2.1 Evaluasi Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Output Triwulan II Tahun 2023  
Dari total 13 Indikator Kinerja Kegiatan per Sasaran Strategis, terdapat IKK yang telah memiliki capaian hingga TW II Tahun 2023 sebanyak 9  
IKK. Adapun 4 IKK yaitu Indeks Kepuasan Pelayanan Publik di bidang Pengawasan Sarana Produksi Obat, Indeks Pelayanan Publik, Nilai RB  
Direktorat Pengawasan Produksi ONPP, dan Indeks Profesionalitas ASN Direktorat Pengawasan Produksi ONPP belum memiliki capaian dan  
diukur tiap 1 tahun.  
Realisasi dan capaian 9 IKK pada TW II Tahun 2023 berdasarkan Kriteria Pencapaian Sasaran Strategis:  
a. 2 (dua) IKK dengan kriteria pencapaian “Memenuhi Ekspektasi (100%-120%), yaitu IKK Persentase tindak lanjut yang berkualitas dari hasil  
pengawasan sarana produksi di Balai (111%) dan IKK Persentase hasil pengawasan sarana produksi yang Ditindaklanjuti (100%),  
b. 4 (empat) IKK dengan kriteria pencapaian “Belum Memenuhi Ekspektasi (80%-100%), yaitu IKK Persentase keputusan penilaian fasilitas  
produksi bahan baku obat, produk biologi dan sarana khusus yang diselesaikan tepat waktu (82,93%); IKK Persentase tahapan pemenuhan  
fasilitas produksi obat dan bahan baku obat baru yang diterbitkan keputusan dalam rangka pengawasan (95,83%); IKK Indeks pengelolaan  
data dan informasi Direktorat Pengawasan Produksi ONPP yang optimal (90%), dan IKK Tingkat Efisiensi Penggunaan Anggaran Direktorat  
Pengawasan Produksi ONPP (96,84%).  
c. 1 (satu) IKK dengan kriteria pencapaian “Tidak Memenuhi Ekspektasi (< 80%), yaitu IKK Persentase sarana produksi obat JKN, bahan  
baku, dan obat high risk lainnya yang mematuhi persyaratan CPOB (72,46%).  
d. 2 (dua) IKK dengan kriteria pencapaian “Tidak Dapat Disimpulkan” (> 120%), yaitu IKK Persentase sarana produksi obat yang mandiri  
dalam pemenuhan CPOB (134,62%) dan IKK Persentase fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku obat  
yang diawasi sesuai standar (155,66%).  
Kriteria pencapaian IKK di atas telah dikelompokkan sesuai Keputusan Kepala BPOM No. 128 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyelenggaraan  
Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Lingkungan BPOM, sebagai berikut:  
III. Hambatan dan Tindak Lanjut dari Capaian Kinerja Triwulan II Tahun 2023 (Data per 3 Juli 2023)  
Volume  
Kategori  
Capaian  
Rencana Tindak  
Lanjut  
Time  
line  
No  
Sasaran Strategis  
Nama Indikator  
Hambatan  
Target  
Realisasi Capaian  
s.d. TW II s.d. TW II s.d. TW II  
f =  
(e/d x 100)  
a
b
c
d
e
g
h
i
j
1.  
Terwujudnya sarana  
produksi obat yang  
mandiri  
Persentase sarana  
produksi obat yang  
mandiri dalam  
65%  
88%  
134,62% Tidak dapat Beberapa CAPA belum  
disimpulkan dievaluasi, karena adanya  
kegiatan prioritas.  
Melakukan kegiatan  
desk CAPA tatap  
muka baik secara  
mandiri maupun  
TW 3-4  
pemenuhan CPOB  
melalui kegiatan  
Asistensi Regulatori.  
2.  
3.  
Pelayanan publik di  
bidang pengawasan  
sarana produksi obat bidang pengawasan  
yang prima sarana produksi obat  
Indeks kepuasan  
pelayanan publik di  
-
-
-
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
(diukur  
akhir  
tahun)  
Meningkatnya sarana Persentase sarana  
produksi obat JKN, produksi obat JKN,  
bahan baku obat dan bahan baku, dan obat  
obat high risk lainnya high risk lainnya yang  
yang memenuhi  
CPOB  
78%  
57%  
72,46% Tidak  
memenuhi  
Penjadwalan inspeksi  
masih berfokus pada  
sarana produksi dengan  
maturitas rendah.  
Melakukan  
monitoring  
pelaksanaan inspeksi  
sarana produksi pada  
periode selanjutnya.  
TW 3-4  
ekspektasi  
mematuhi  
persyaratan CPOB  
4.  
Meningkatnya  
efektivitas  
Persentase tindak  
lanjut yang  
30%  
33,33%  
111,11% Memenuhi  
ekspektasi  
Terdapat UPT (Balai) yang Melakukan  
belum menyampaikan hasil monitoring  
TW 3-4  
pengawasan sarana  
produksi obat  
berbasis risiko  
berkualitas dari hasil  
pengawasan sarana  
produksi di Balai  
inspeksi.  
pelaksanaan inspeksi  
mandiri oleh UPT  
(Balai).  
Volume  
Kategori  
Capaian  
Rencana Tindak  
Lanjut  
Time  
line  
No  
Sasaran Strategis  
Nama Indikator  
Hambatan  
Target  
Realisasi Capaian  
s.d. TW II s.d. TW II s.d. TW II  
5.  
Persentase fasilitas  
produksi produk JKN  
dan produk high risk  
lainnya serta bahan  
baku obat yang  
diawasi sesuai  
30%  
47,64%  
158,81% Tidak dapat Secara umum tidak ada  
disimpulkan hambatan, pencapaian  
Melakukan  
monitoring  
TW 3-4  
yang lebih besar dari target pelaksanaan inspeksi  
disebabkan pelaksanaan  
inspeksi dilakukan sejak  
awal tahun (sebelum  
pelaksanaan Forum  
Inspeksi) khususnya  
terhadap target dengan  
risiko tinggi.  
sarana produksi pada  
periode selanjutnya.  
standar  
6
Persentase hasil  
pengawasan sarana  
produksi yang  
78%  
78%  
100%  
Memenuhi  
ekspektasi  
Sarana produksi belum  
menyampaikan feedback  
(CAPA) terhadap tindak  
lanjut hasil inspeksi sesuai  
waktunya.  
Monitoring terhadap  
penyampaian  
feedback (CAPA) dari  
sarana produksi dan  
melakukan reminder  
penyampaian  
TW 3-4  
ditindaklanjuti  
dilakukan tepat  
waktu.  
7.  
Meningkatnya  
efektivitas pelayanan keputusan penilaian  
publik di bidang  
pengawasan sarana  
produksi obat  
Persentase  
80%  
70%  
87,08% Belum  
memenuhi  
ekspektasi  
1. Sarana produksi yang  
mengajukan  
1. Meningkatkan  
efektivitas  
Tiap  
bulan  
fasilitas produksi  
bahan baku obat,  
produk biologi dan  
sarana khusus yang  
diselesaikan tepat  
waktu  
permohonan sertifikasi  
CPOB belum  
sepenuhnya memenuhi  
persyaratan.  
pelaksanaan desk  
dalam rangka  
asistensi regulatori  
sertifikasi CPOB  
dan evaluasi  
pemenuhan CPOB  
obat impor.  
Volume  
Kategori  
Capaian  
Rencana Tindak  
Lanjut  
Time  
line  
No  
Sasaran Strategis  
Nama Indikator  
Hambatan  
Target  
Realisasi Capaian  
s.d. TW II s.d. TW II s.d. TW II  
2. Petugas pelayanan  
publik tidak terdedikasi  
untuk salah satu  
2. Pembuatan  
kelompok kecil  
yang bertanggung  
jawab untuk tiap  
pengajuan  
layanan publik saja  
sehingga diperlukan  
monitoring ketat agar  
tidak ada tumpang  
tindih dan overload  
pada beberapa petugas  
tertentu.  
sertifikasi  
sehingga beban  
evaluasi dapat  
merata.  
3. Meningkatkan  
koordinasi internal  
dalam  
penyelesaian  
permohonan  
penilaian termasuk  
monitoring yang  
diperketat.  
8.  
9.  
Indeks Pelayanan  
Publik  
-
-
-
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
(diukur  
akhir  
tahun)  
Meningkatnya  
kemampuan  
mendorong inovasi  
pengembangan obat  
Persentase tahapan  
pemenuhan fasilitas  
produksi obat dan  
bahan baku obat baru  
yang diterbitkan  
50%  
47,9%  
95,83% Belum  
memenuhi  
ekspektasi  
Sarana produksi belum  
sepenuhnya memenuhi  
ketentuan CPOB.  
Melakukan  
monitoring  
pengawasan sarana  
produksi obat dan  
bahan baku obat  
baru, melalui  
Tiap  
bulan  
keputusan dalam  
rangka pengawasan  
kegiatan asistensi  
regulatori dan/atau  
desk prasertifikasi  
CPOB.  
Volume  
Kategori  
Capaian  
Rencana Tindak  
Lanjut  
Time  
line  
No  
Sasaran Strategis  
Nama Indikator  
Hambatan  
Target  
Realisasi Capaian  
s.d. TW II s.d. TW II s.d. TW II  
10. Terwujudnya  
organisasi Direktorat  
Nilai RB Direktorat  
Pengawasan  
Produksi ONPP  
-
-
-
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
(diukur  
akhir  
tahun)  
Pengawasan  
Produksi ONPP  
yang efektif  
11. Terwujudnya SDM  
Direktorat  
Indeks profesionalitas  
ASN Direktorat  
Pengawasan  
-
-
-
N/A  
N/A  
N/A  
(diukur  
akhir  
Pengawasan  
Produksi ONPP yang Produksi ONPP  
bekerja optimal  
tahun)  
12. Menguatnya  
Indeks pengelolaan  
data dan informasi  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi ONPP yang  
optimal  
2,5  
2,25  
90%  
Belum  
memenuhi  
ekspektasi  
PIC belum melakukan  
verifikasi pemutakhiran data melakukan verifikasi  
pada dasbor BOC bulan  
Februari 2023.  
PIC akan rutin  
Tiap  
bulan  
Pengelolaan Data  
dan Informasi  
Pengawasan Obat  
dan Makanan di  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat dan  
NPP  
pemutakhiran data  
dasbor unit kerja,  
mengingatkan  
seluruh pegawai  
untuk menggunakan  
email corporate, dan  
akses dasbor BOC  
Pimpinan Unit Kerja  
Eselon II.  
13. Terkelolanya  
Tingkat Efisiensi  
Penggunaan  
Anggaran Direktorat  
Pengawasan  
95%  
92%  
96,84% Belum  
memenuhi  
ekspektasi  
Terdapat kegiatan dengan  
realisasi anggaran yang  
besar namun tidak menjadi sesuai rencana  
target RO. pelaksanaan.  
Melaksanakan  
kegiatan pengawasan  
TW 3-4  
Keuangan Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat dan  
NPP secara  
Produksi ONPP  
Akuntabel  
IV. Monitoring dan Evaluasi Hasil Tindak Lanjut Kinerja Triwulan I Tahun 2023  
Volume  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak Lanjut  
Sasaran  
Kategori  
Capaian  
Target  
s.d.  
No  
Nama Indikator  
Realisasi Capaian  
s.d. TW I s.d. TW I  
Strategis  
*Selesai Tindak Lanjut  
Time  
line  
Rencana Aksi  
TW I  
f =  
(e/d x 100)  
a
b
c
d
e
g
h
i
j
1. Terwujudnya  
sarana produksi  
obat yang mandiri  
Persentase sarana  
produksi obat yang  
mandiri dalam  
65%  
100%  
153,85  
Tidak dapat  
disimpulkan  
N/A  
Melakukan kegiatan  
desk CAPA tatap  
muka baik secara  
mandiri maupun  
TW 3-4  
pemenuhan CPOB  
melalui kegiatan  
Asistensi Regulatori.  
2. Pelayanan publik  
di bidang  
Indeks kepuasan  
-
-
(diukur  
akhir  
tahun)  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
pelayanan publik di  
bidang pengawasan  
sarana produksi obat  
pengawasan  
sarana produksi  
obat yang prima  
3. Meningkatnya  
sarana produksi  
obat JKN, bahan  
baku obat dan  
obat high risk  
Persentase sarana  
produksi obat JKN,  
bahan baku, dan obat  
high risk lainnya yang  
mematuhi  
78%  
44,44%  
56,98%  
Tidak  
memenuhi  
ekspektasi  
Melakukan monitoring  
pelaksanaan inspeksi  
sarana produksi pada  
periode selanjutnya.  
TW 3-4  
lainnya yang  
persyaratan  
memenuhi CPOB  
CPOB  
4. Meningkatnya  
efektivitas  
Persentase tindak  
lanjut yang  
berkualitas dari hasil  
pengawasan sarana  
produksi di Balai  
10%  
11,11%  
111,11% Memenuhi  
ekspektasi  
-N/A  
Melakukan monitoring  
pelaksanaan inspeksi  
mandiri oleh UPT  
(Balai).  
TW 3-4  
pengawasan  
sarana produksi  
obat berbasis  
risiko  
Volume  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak Lanjut  
Sasaran  
Strategis  
Kategori  
Capaian  
Target  
s.d.  
No  
Nama Indikator  
Realisasi Capaian  
s.d. TW I s.d. TW I  
*Selesai Tindak Lanjut  
Time  
line  
Rencana Aksi  
TW I  
f =  
(e/d x 100)  
a
b
c
d
e
g
h
i
j
5.  
Persentase fasilitas  
produksi produk JKN  
dan produk high risk  
lainnya serta bahan  
baku obat yang  
diawasi sesuai  
8%  
20,69%  
66,67%  
60,42%  
258,62% Tidak dapat  
disimpulkan  
N/A  
Melakukan monitoring  
pelaksanaan inspeksi  
sarana produksi pada  
periode selanjutnya.  
TW 3-4  
standar  
6.`  
Persentase hasil  
pengawasan sarana  
produksi yang  
78%  
85,47%  
Belum  
N/A  
Monitoring terhadap  
penyampaian feedback  
(CAPA) dari sarana  
produksi dan  
melakukan reminder  
penyampaian  
TW 3-4  
memenuhi  
ekspektasi  
ditindaklanjuti  
dilakukan tepat waktu.  
7. Meningkatnya  
efektivitas  
Persentase  
80%  
75,52%  
Tidak  
Melakukan stok opname N/A  
tiap bulan sebagai salah  
satu upaya dalam rangka  
meningkatkan koordinasi  
internal dalam  
penyelesaian  
permohonan penilaian  
termasuk monev.  
N/A  
keputusan penilaian  
fasilitas produksi  
bahan baku obat,  
produk biologi dan  
sarana khusus yang  
diselesaikan tepat  
waktu  
memenuhi  
ekspektasi  
pelayanan publik  
di bidang  
pengawasan  
sarana produksi  
obat  
8.  
Indeks Pelayanan  
Publik  
-
-
(diukur  
akhir  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
tahun)  
Volume  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak Lanjut  
Sasaran  
Strategis  
Kategori  
Capaian  
Target  
s.d.  
No  
Nama Indikator  
Realisasi Capaian  
s.d. TW I s.d. TW I  
*Selesai Tindak Lanjut  
Time  
line  
Rencana Aksi  
TW I  
f =  
(e/d x 100)  
a
b
c
d
e
g
h
i
j
9. Meningkatnya  
kemampuan  
mendorong  
inovasi  
Persentase tahapan  
pemenuhan fasilitas  
produksi obat dan  
bahan baku obat baru  
yang diterbitkan  
25%  
42,68%  
171,44% Tidak dapat  
disimpulkan  
Melakukan monitoring  
pengawasan sarana  
produksi obat dan bahan  
baku obat baru, melalui  
kegiatan asistensi  
N/A  
N/A  
pengembangan  
obat  
keputusan dalam  
rangka pengawasan  
regulatori dan/atau desk  
prasertifikasi CPOB.  
10. Terwujudnya  
organisasi  
Nilai RB Direktorat  
Pengawasan  
Produksi ONPP  
-
-
-
-
(diukur  
akhir  
tahun)  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi ONPP  
yang efektif  
11. Terwujudnya SDM Indeks profesionalitas  
(diukur  
akhir  
tahun)  
N/A  
Direktorat  
ASN Direktorat  
Pengawasan  
Produksi ONPP  
Pengawasan  
Produksi ONPP  
yang bekerja  
optimal  
12. Menguatnya  
Pengelolaan Data  
dan Informasi  
Indeks pengelolaan  
data dan informasi  
Direktorat  
2,5  
1,75  
70  
Tidak  
memenuhi  
ekspektasi  
Telah dilakukan verifikasi  
pemutakhiran data  
dasbor unit kerja,  
mengingatkan seluruh  
pegawai untuk  
Tiap  
bulan  
Pengawasan Obat Pengawasan  
dan Makanan di  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat dan  
NPP  
Produksi ONPP yang  
optimal  
menggunakan email  
corporate,  
Volume  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak Lanjut  
Sasaran  
Strategis  
Kategori  
Capaian  
Target  
s.d.  
No  
Nama Indikator  
Realisasi Capaian  
s.d. TW I s.d. TW I  
*Selesai Tindak Lanjut  
Time  
line  
Rencana Aksi  
TW I  
f =  
(e/d x 100)  
a
b
c
d
e
g
h
i
j
dan akses dasbor BOC  
Pimpinan Unit Kerja  
Eselon II secara rutin tiap  
bulan.  
Upaya ini dapat  
meningkatkan Indeks IKK  
12 tiap triwulannya,  
namun pada TW 2 indeks  
masih 2,25 dan belum  
mencapai 100% dari  
target.  
13. Terkelolanya  
Keuangan  
Tingkat Efisiensi  
Penggunaan  
Anggaran Direktorat  
Pengawasan  
95  
75  
78,95  
Tidak  
memenuhi  
ekspektasi  
Kegiatan pengawasan  
telah dilaksanakan sesuai  
perencanaan.  
.
TW 2-4  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat dan Produksi ONPP  
NPP secara  
Akuntabel  
Demikian berita acara ini dibuat untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.  
Jakarta, 4 Juli 2023  
Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika,  
Psikotropika, dan Prekursor  
Bayu Wibisono, S.Si, Apt., M.A.B  
Lampiran 1  
NOTULA  
RAPAT TINJAUAN MANAJEMEN (RTM) TAHUN 2023  
DIREKTORAT PENGAWASAN PRODUKSI ONPP  
I. Pelaksanaan:  
Hari/Tanggal  
Waktu  
: Selasa, 04 Juli 2023  
: 09.00 15.00 WIB  
Tempat  
Pelaksana  
Peserta  
: Ruang Rapat Gd. Merah Putih lt. 7A (luring) dan zoom meeting (daring)  
: Direktorat Pengawasan Produksi Obat dan NPP  
: Dirwasprod ONPP, Tim Penjaminan Mutu Ditwasprod ONPP, seluruh  
pegawai Ditwasprod ONPP, Perwakilan MR Badan POM  
II. Pembahasan:  
Topik  
Arahan Direktur  
Pembahasan Agar paparan dipaparkan oleh masing-masing PIC.  
Topik Progres Tindak Lanjut RTM 2022  
Pembahasan A. Peluang Peningkatan (Rekomendasi dan TL)  
1. Rekomendasi  
a. Optimalisasi dan pengembangan subsite KlikCPOB.  
b. Evaluasi pencapaian kinerja dan sasaran mutu dikaitkan perubahan  
struktur dan rotasi pegawai.  
c. Solusi efektif untuk kendala layanan live chat.  
d. Penyusunan service quality review untuk mengkaji kualitas layanan.  
e. Realisasi Tandatangan Elektrnok untuk SKE (GMP Ekspor).  
f. Identifikasi pengembangan dan perbaikan e-Atensi untuk optimalisasi  
pendampingan pemenuhan CPOB sarana Produksi.  
2. Progres tindak lanjut subsite klikCPOB:  
a. Penambahan fungsi FAQ perkategori layanan dan update informasi  
subsite seperti video tutorial dan infografis.  
b. Pembuatan KlikCPOB versi mobile, saat ini masih terkendala Privacy policy  
dari google play dan akan segera dilengkapi dan submit.  
3. Progres tindak lanjut perbaikan evaluasi kinerja dan sasaran mutu:  
Telah dilakukan rotasi pegawai berdasarkan pertimbangan dan evaluasi  
menyesuaikan dengan struktur organisasi terbaru terkait pembagian tupoksi  
Tim Kerja guna optimalisasi kerja, sesuai SK Plt. Direktur tanggal 16 Januari  
2023.  
4. Progres tindak lanjut layanan live chat  
a. Penambahan akun untuk petugas Livechat sebagai backup jika satu  
petugas berhalangan  
b. Telah terdapat kumpulan FAQ yang dapat diakses pada subsite klikcpob  
c. Keluhan pelanggan terhadap akun offline akan terus dimonitor dan  
terdapat backup layanan tatap muka di Gedung Athena.  
5. Progres tindak lanjut service quality review:  
Secara periodik telah terdapat review pada hasil kaji ulang survey terkait  
opportuni for improvement dari hasil feedback atau monitoring. Seperti  
Survey Kepuasan Masyarakat (SKM), Survei Persepsi Kualitas Pelayanan  
(SPKP), Survei Kepuasan Pelanggan (SKP), Indeks Kepuasan Pelaku Usaha  
(Ikepu). Perlu diminta arahan ke Dir apakah perlu dibuat khusus atau tidak.  
6. Progres tindak lanjut TTE SKE  
Implementasi sesuai timeline pada Semester 2 Tahun 2023 tengah  
dikonfirmasi ke Pusdatin. Tim SPBE akan melakukan follow up ke Pusdatin.  
7. Progres tindak lanjut pengembangan e-Atensi  
Penambahan modul e-Atensi untuk tujuan monitoring inspeksi dan tindak  
lanjutnya dilakukan pembahasan bersama Pusdatin pada 06 Juni 2023. Perlu  
dilakukan follow up kembali.  
B. Kebutuhan Perubahan pada Sismut  
Pemutakhiran data Inspektur CPOB oleh UPT yang tergabung dalam GMP  
Inspectorate, dipertimbangkan dapat lebih efektif dan efisien dengan file  
spreadsheet yang diminta untuk dilengkapi oleh UPT sebelum penyelenggaraan  
Forum Manajemen Inspeksi setiap tahun.  
Topik  
Perubahan Isu Internal dan Eksternal  
Pembahasan Isu Internal  
1. Pelaksanaan kegiatan pelayanan publik tidak optimal, dikendalikan dengan:  
a. Pendampingan terhadap sarana produksi obat melalui diskusi dua arah  
secara online/offline untuk pemberan pelayanan prima.  
b. Kegiatan pembahasan (Crash Program). Dapat dibuat dalam bentuk Asistensi  
Regulatori atau kegiatan untuk Tim kerja lain. Jika diperlukan kegiatan dapat  
dilakukan di kantor.  
c. Mekanisme kompensasi pelayanan publik perlu ditingkatkan. Opsi  
kompensasi yang dapat diusulkan:  
1) Pemberian marchandise  
2) Prioritas untuk desk langsung bagi Industri Farmasi tanpa menunggu  
pelaksanaan desk bersama, contoh desk Fasber.  
3) Meminta masukan dari pelaku usaha ekspektasi apa yang diharapkan  
(saat Customer Gathering).  
2. Pemutakhiran Sistem Mutu di Direktorat, dikendalikan dengan  
a. Digitalisasi sistem mutu melalui subsite klikCPOB  
b. Pelaksanaan Forum Koordinasi/Komunikasi dan pelaksanaan RTM  
Inspektorat CPOB  
3. Adanya ketidaksesuaian/penyimpangan yang terjadi di Direktorat, dikendalikan  
dengan Review berkala capaian dan monitoring timeline  
Isu Eksternal  
1. Isu kasus cemaran EG/DEG dalam obat sirup, dikendalikan dengan:  
a. Desk Verifikasi untuk pemastian terhadap produk yang sudah beredar  
b. Penyiapan tools untuk penilaian maturitas Industri Farmasi dalam penerapan  
CPOB  
c. Pengkajian kembali peraturan yang terdampak kaitan dengan pengujian  
EG/DEG pada produk jadi berkoordinasi dengan unit kerja terkait  
d. Peningkatan kualitas pelaksanaan inspeksi terpadu secara selektif (2 kali  
inspek UPT harus dilakukan inspeksi Pusat-UPT) dan cakupan pengawasan  
berdasarkan tingkat kepatuhan  
Tidak perlu ditambahkan isu perubahan masa pandemi menjadi endemi, karena  
tidak terdapat isu yang berkaitan langsung dengan CPOB.  
Topik  
Informasi Kinerja dan Efektivitas Sistem Manajemen Mutu  
Pembahasan 1. Hasil Tindak Lanjut Survey Kepuasan Masyarakat/Pelanggan  
a. Survey Kepuasan Masyarakat (SKM)  
1) terdapat peningkatan dari 2018 2022. Dengan hasil 2022 predikat  
90,40. Perlu penambahan pelanggan untuk mengisi survey SKM bagi  
layanan Sertifikasi, obat Impor dan Fasber.  
2) Terdapat parameter yang mendapatkan nilai CUKUP pada pelayanan  
Fasber, hal tersebut karena persyaratan yang perlu dipenuhi IF.  
3) Tindak lanjut SKM yang masih dalam proses, karena penyelesaian  
tergantung dari stakeholder lain:  
- PP PNBP untuk penghapusan evaluasi CAPA Inspeksi Luar negeri  
masih dalam proses pengkajian.  
- Kebijakan Sertifikat CPOB untuk LPNK pengajuan tidak melalui OSS  
dan PNBP 0 rupiah masih dalam proses revisi PP PNBP  
- TTE SKE (GMP Ekspor) masih proses follow up ke Pusdatin  
- Perlu perbaikan aplkasi fasber liquid. Seluruh aplikasi yanblik yang  
terintegrasi OSS direncanakan langsung dilakukan di OSS,< bukan di  
Instansi masing-masing.  
b. Tindak lanjut SPKP dan SPAK (dulu IPP dan IPAK)  
1) Pada tahun 2023 terdapat penurunan dari 3,83 ke 3,76 karena terdapat  
perubahan kebijakan bahwa untuk pelaksanaan dilakukan setiap bulan.  
Hasil tersebut dapat berubah sampai akhir tahun.  
2) Rencana tindak lanjut tahun 2022 sudah dilakukan.  
c. Survey Kepuasan Pelanggan (SKP) mandiri  
1) Pelaksanaan Tahun 2021 2022, terdapat peningkatan untuk tahun 2022.  
2) Biasanya pelaksanaan SKP dilakukan saat pelaksanaan Asistensi  
Regulatory.  
3) Terdapat tindaklanjut yang perlu dikawal dari hasil SKP 2022, yaitu  
terkait dengan modul fasber pada e-sertifikasi yang kurang user friendly.  
Tindak lanjut belum dapat dilakukan mengingat berdasarkan informasi  
dari tim Pusdatin sedang soft moratorium.  
d. Indeks Kepuasan Pelaku Usaha (IKEPU)  
Sejak tahun 2020-Juni 2023 berada dalam kategori Sangat Puas. Dan tidak  
terdapat tindak lanjut yang perlu dilakukan.  
e. Indeks Pelayaan Publik terdapat peningkatan hasil dari tahun 2019 dan  
terakhir pada tahun 2022 udah mencapai pelayanan prima dengan nilai 4,54.  
Tahun 2023 masih menunggu hasil akhir. Beberapa hal yang perlu  
ditindaklanjuti terkait hasil Indeks Pelayanan publik seperti sarana prasarana  
bagi penyandang disabilitas, publikasi pelayanan publik di media cetak dan  
forum konsultasi publik.  
2. Pencapaian Sasaran Mutu s.d. TW 2 Tahun 2023  
a. Dari 13 IKK Direktorat Pengawasan Produksi ONPP akan disampaikan 9 IKK,  
karena 4 IKK perhitungan diukur diakhir tahun.  
b. Secara umum bahwa IKK masuk dalam rentang baik (capaian 90-120%)  
c. Beberapa IKK yang perlu di-highlight terkait realisasi kurang dari target:  
1) Presentasi sarana produksi Obat JKN, Bahan baku dan obat high risk  
lainnya yang mematuhi persyaratan CPOB, beberapa TL untuk sarana  
produksi obat berupa sanksi. Hal tersebut terkait dengan adanya  
perubahan kebijakan pada registrasi obat khususnya pemenuhan  
kompendial terkini, sehingga ketika pada saat pemeriksaan pasti akan  
ada temuan yang berakibat kepada sanksi. Sebagai langkah antisipasi,  
perlu disampaikan data-data hasil pengawasan sehingga pelaku usaha  
menjadi lebih comply terhadap CPOB.  
2) Persentase TL yang berkualitas dari hasil pengawasan Sarana Produksi  
di Balai. Hanya 2 UPT dengan kategori MS, yaitu Serang dan bandung  
3) Persentase tahapan pemenuhan fasilitas produksi obat dan bahan baku  
obat baru yang diterbitkan keputusan dalam rangka pengawasan.  
Beberapa keputusan masih dalam proses.  
3. Pemantauan dan Pengukuran Hasil  
Pemantauan dan pengukuran hasil dilakukan melalui berbagai aplikasi e –  
monev (SMART DJA, SAKTI, E-Monev BAPPENAS, e-performance, SIMETRIS,  
BOC) secara periodik, yang mencakup pencapaian sasaran mutu unit kerja dan  
juga monitor progres penyerapan anggaran. Terdapat Pagu Indikator Keputusan  
penilaian Fasilitas Produksi BBO, Obat, Produk biologi dan sarana khusus yang  
diselesaikan tepat waktu yang di tahun 2024 turun namun target naik. Perlu  
menjadi perhatian untuk permintaan anggaran.  
4. Hasil Audit Sistem Mutu  
a. Audit eksternal tanggal 07 September 2022 oleh Sucofindo dengan hasil  
Tidak ada temuan mayor dan minor, maupun rekomendasi AFI, dengan 13  
Aspek Positif.  
b. Audit internal tanggal 22-23 Mei 2023 oleh Ditwas Prod Pangan Olahan  
dengan hasil tidak ada temuan Non Conformity dan AFI, dengan 6 Aspek  
Positif.  
5. Kinerja dan Penyedia Eksternal  
a. Pada Tahun 2022, berdasarkan parameter evaluasi Kinerja Penyedia sesuai  
dengan pedoman evaluasi Kinerja Penyedia barang/jasa Pemerintah di  
Lingkungan BPOM, kinerja penyedia eksternal adalah “memuaskan/baik”  
sehingga dapat direkomendasikan.  
b. Pada Tahun 2023 terdapat beberapa Penyedia yang direkomendasikan  
diantaranya PT Sumampau Pembangunan Lesatri, PT Lippo Karawaci, PT Puri  
Dibya Property, PT Metro East Graha Wisata, CV Niaga Abadi dan PT Antilope  
Madju.  
Topik  
Kecukupan Sumber Daya  
Pembahasan 1. Jumlah personel Ditwasprod ONPP:  
2021: 62  
2022: 67  
2023: 69  
Perlu disesuaikan/update jumlah Jabatan Fungsional di masing-masing tim Kerja  
dan juga rincian pendidikan setiap pegawai.  
2. Berdasarkan hasil analisis beban kinerja, personel yang kurang antara lain:  
-
-
-
-
-
-
-
-
-
PFM Madya (-4)  
PFM Muda (-9)  
PFM Pertama (-28)  
Pranata Keuangan APBN Penyelia (-2)  
Pranata Keuangan APBN Mahir (-1)  
Pengelola Barang dan Jasa Pertama (-1)  
Arsiparis Mahir (-1)  
Penata Laksana Barang Mahir (-1)  
Penata Laksana Barang Terampil (-1)  
3. Jumlah Inspektur CPOB  
a. Inspektur CPOB Kepala 16 Orang  
b. Inspektur CPOB Senior 8 Orang  
c. Inspektur CPOB Junior 8 Orang  
d. Trainee/Observer 6 Orang  
4. Pengembangan kompetensi personel tahun 2022  
5. Sarana dan prasarana:  
-
Anggaran Sarana dan Prasarana berada di MAK Unit lain (Dit.Standar Obat  
dan NAPPZA) sehingga jumlah anggaran dibatasi sesuai kebijakan Satker  
Deputi 1  
-
Usulan pengadaan sarana prasarana tahun 2023 adalah 8 PC, 6 Laptop,  
Printer, Scanner dan 1 Tablet. Kebutuhan PC lebih sedikit, anggaran dapat  
dialihkan sebagian untuk pengadaan laptop. Rencana pengadaan sarpras  
baru dapat terealisasi di bulan Agustus 2023.  
-
Kondisi kesediaan Laptop hingga saat ini berjumlah 42 (kondisi baik), 3  
(rusak ringan)  
6. Realisasi anggaran hingga Juni 2023, mencapai sekitar 42%  
Topik  
Efektivitas Tindakan Penanganan Risiko dan Peluang  
Pembahasan 1. Sudah terdapat risk register tahun 2022 dan Semester 1 Tahun 2023 baik risiko  
internal dan eksternal yang teridentifikasi dan telah ditetapkan aktivitas  
pengendaliannya, sehingga dapat diturunkan nilai risikonya. Perlu dilakukan  
monitoring dan evaluasi terhadap mitigasi risiko/aktivitas pengendalian yang  
telah disusun.  
2. Peluang peningkatan dan optimalisasi:  
a. Capaian IKU, peningkatan koordinasi dan monitoring berkala agar IKU  
tercapai  
b. Pelayanan Publik  
1) Pelaksanaan Desk  
2) Pemberian kompensasi kepada pelaku usaha  
3) Peningkatan kompetensi petugas yanblik berkelanjutan  
c. Isu di bidang pengawasan Obat, Update regulasi dan peningkatan  
kompetensi Inspektur CPOB  
d. Implementasi Sistem Mutu, Pembentukan Timja QMS, Optimalisasi  
digitalisasi dokumen QMS, pelaksanaan koordinasi dan monev berkala  
e. Setiap risiko yang dapat terpetakan dapat dikendalikan dan menjadi peluang  
bagi peningkatan dan optimalisasi sistem secara berkesinambungan.  
Topik  
Pembahasan 1. Pelayanan publik  
a. Perlu ditetapkan standar waktu respon di live chat  
Peluang Peningkatan  
b. Dilakukan survei kepada stakeholder, bentuk kompensasi terbaik terhadap  
layanan yang tidak memuaskan  
c. History chat pada live chat agar diaktifkan  
d. Optimalisasi koordinasi pada asistensi regulatori sehingga melibatkan  
banyak sarana produksi dan diusulkan desk bersama di kantor secara  
terjadwal  
e. Perlu follow up implementasi TTE pada SKE dan pembuatan leaflet  
pelayanan publik tuna netra.  
2. Pengawasan  
a. Untuk meningkatkan kepatuhan CPOB industri farmasi, perlu dilakukan  
sharing hasil pengawasan kepada pelaku usaha saat customer gathering.  
b. Definisi dan ruang lingkup pada IKK Persentase pemenuhan fasilitas prosuksi  
obat dan BBO baru yang diterbitkan keputusan dalam rangka pengawasan  
perlu dijabarkan lebih jelas untuk konsistensi perhitungan IKK.  
c. Untuk percepatan timeline laporan inspeksi, diperlukan exercise pada  
inspeksi bulan Juli 2023 dalam pencantuman butir referensi Pedoman CPOB  
pada BAP. Jika efektif maka akan dituangkan ke dalam SOP.  
3. Kebutuhan perubahan Sistem Mutu  
a. Spreadsheet pemutakhiran data inspektur CPOB diintegrasikan ke subsite  
KlikCPOB  
b. Perlu koordinasi untuk pemerataan jumlah trip inspeksi per inspektur.  
4. Kebutuhan Sumber daya:  
a. Jumlah inspeksi telah cukup memadai untuk frekuensi inspeksi seluruh  
inspektur CPOBm namun perlu koordinasi untuk pemerataan jumlah trip  
inspeksi per inspektur.  
b. Perencanaan pengadaan sarana prasarana lebih diutamakan pengadaan  
laptop dibanding PC.  
Kesimpulan  
1. Capaian kinerja sudah baik  
2. Terdapat beberapa catatan dan peluang peningkatan terkait subsite dan  
pelayanan publik  
DOKUMENTASI KEGIATAN:  
1.  
2.  
07/07/2023  
Lampiran 1  
Rapat Tinjauan  
Manajemen  
2023  
Selasa, 4 Juli 2023  
Direktur Pengawasan Produksi Obat,  
Narkotika Psikotropika, dan Prekursor  
1
Outline  
1
2
Progress Tindak Lanjut RTM 2022  
Perubahan Isu Internal dan Eksternal  
Informasi Kinerja dan Efektivitas Sistem  
Manajemen Mutu  
3
4
5
Kecukupan Sumber Daya  
Efektivitas Tindakan Penanganan Risiko dan  
Peluang  
6
7
Peluang Peningkatan  
Output RTM 2023  
2
1
07/07/2023  
1. PROGRESS TINDAK LANJUT RTM 2022  
A. Peluang Peningkatan  
Rekomendasi  
Progress Tindak Lanjut  
Perbaikan menu subsite KlikCPOB, a.l.  
Optimalisasi dan pengembangan Subsite  
KLIKCPOB (https://klikcpob.pom.go.id/)  
Penambahan Menu  
Frequently Asked  
Question (FAQ) yang  
dibuat per kategori  
layanan  
Update informasi subsite  
dalam hal video tutorial  
dan infografis  
sebagaimana telah  
tayang di media sosial  
3
1. PROGRESS TINDAK LANJUT RTM 2022  
Rekomendasi  
Progress Tindak Lanjut  
Evaluasi pencapaian kinerja dan sasaran mutu  
dikaitkan dengan adanya perubahan struktur dan  
rotasi pegawai sebagai bahan perbaikan  
berkesinambungan  
Telah dilakukan rotasi pegawai berdasarkan  
pertimbangan dan evaluasi kekhususan kompetensi  
dengan menyesuaikan pembagian tupoksi Tim Kerja  
pada struktur organisasi baru sesuai SK Plt.Direktur  
No. KP.05.09.33.3333.03.23.13 tanggal 16 Januari  
2023 untuk optimalisasi kinerja.  
4
2
07/07/2023  
1. PROGRESS TINDAK LANJUT RTM 2022  
Rekomendasi  
Progress Tindak Lanjut  
Diperlukan solusi yang efektif untuk Kendala  
Layanan Live Chat, misal:  
Sebelumnya Petugas Live Chat hanya tersedia 1 orang  
setiap harinya, dimana petugas tersebut juga melakukan  
pekerjaan lainnya sebagai PFM/inspektur. Saat ini telah  
tersedia 2 (dua) akun Petugas Live Chat sehingga jika salah  
satu petugas tidak dapat standby secara penuh, maka  
dapat di back up oleh petugas lainnya.  
1. Petugas live chat hanya 1 (satu) orang sehingga tidak  
ada backup ketika personel tersebut berhalangan  
2. Aplikasi live chat menjadi offline karena  
laptop sleep mode  
FAQ telah dikumpulkan dan disusun, serta dapat  
diakses stakeholder pada Subsite Klik CPOB.  
3. Belum dilakukan diskusi untuk mengumpulkan  
permasalahan dari petugas live chat, termasuk yang  
masuk ke WA koordinator atau subkoord beberapa  
pertanyaan dapat dikumpulkan menjadi FAQ  
Keluhan pelanggan dalam hal akun admin Live chat  
“offline” akan terus dimonitor, serta telah juga di back  
up dengan tersedianya alternatif layanan tatap muka di  
Gedung Athena.  
5
1. PROGRESS TINDAK LANJUT RTM 2022  
Rekomendasi  
Progress Tindak Lanjut  
Secara periodik, review dimaksud telah tertuang  
pada kaji ulang sejumlah hasil survei, baik  
Opportunity for Improvement dari hasil feedback  
pelanggan maupun monitor tindak lanjut, terhadap  
hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), Survei  
Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP), Survei Kepuasan  
Pelanggan (SKP), Indeks Kepuasan Pelaku Usaha  
(Ikepu) yang terukur Selengkapnya pada Outline  
3A  
Penyusunan service quality review untuk mengkaji  
kualitas layanan Ditwasprod ONPP  
6
3
07/07/2023  
1. PROGRESS TINDAK LANJUT RTM 2022  
Rekomendasi  
Progress Tindak Lanjut  
Sesuai dengan Nota Dinas Kepala Pusdatin tanggal 1  
Realisasi TTE untuk SKE (GMP ekspor)  
Agustus 2022, Penerapan tanda tangan elektronik pada  
layanan E-BPOM untuk Surat Keterangan Penerapan  
CPOB untuk keperluan Ekspor, akan diprioritaskan  
untuk ditindaklanjuti pada Semester I 2023.  
Implementasi serta timeline implementasi pada  
Semester II tahun 2023 tengah dikonfirmasi ke Pusdatin  
7
1. PROGRESS TINDAK LANJUT RTM 2022  
Rekomendasi  
Progress Tindak Lanjut  
Identifikasi pengembangan dan perbaikan  
aplikasi E-atensi untuk optimalisasi  
pendampingan pemenuhan CPOB sarana  
produksi obat  
Rencana penambahan modul baru pada e-atensi  
untuk tujuan monitoring inspeksi dan tindak  
lanjutnya, yang diproyeksikan juga dapat meng-  
capture tren observasi hasil inspeksi serta GMP  
analysis regulatory inspection Pembahasan awal  
pada tanggal 6 Juni 2023 Pengajuan Pengembangan  
aplikasi di lingkungan Badan POM yang dihadiri  
oleh Tim SPBE dan perwakilan Tim QMS.  
8
4
07/07/2023  
1. PROGRESS TINDAK LANJUT RTM 2022  
B. Kebutuhan Perubahan Pada Sistem Manajemen Mutu  
Rekomendasi  
Progress Tindak Lanjut  
Peningkatkan partisipasi aktif Balai POM dalam  
lingkup Inspektorat CPOB dalam hal  
pemutakhiran data kualifikasi Inspektur CPOB  
secara real time  
Pemutakhiran data Inspektur CPOB oleh UPT  
yang tergabung dalam GMP Inspectorate,  
dipertimbangkan dapat lebih efektif dan efisien  
dengan file spreadsheet yang diminta untuk  
dilengkapi oleh UPT sebelum penyelenggaraan  
Forum Manajemen Inspeksi setiap tahun  
Hasil diskusi  
lebih lanjut  
9
2. PERUBAHAN ISU INTERNAL DAN EKSTERNAL  
ISU  
POTENSI DAMPAK  
AKTIVITAS PENGENDALIAN  
Pelaksanaan kegiatan pelayanan publik tidak  
1. Banyaknya beban Inspektur (sekaligus  
sebagai petugas pelayanan publik)  
1. Pendampingan terhadap sarana produksi obat melalui diskusi/konsultasi  
dua arah secara online/offline dalam rangka pemberian pelayanan prima  
2. Kegiatan pembahasan (Crash program)  
optimal  
(INTERNAL)  
2. Penurunan kepuasan pelaku usaha  
3. Mekanisme kompensasi pelayanan publik  
Pemutakhiran Sistem Mutu di Direktorat  
1. Perubahan bisnis proses dan dokumen  
QMS (SOP Makro dan Mikro  
1. Identifikasi, review, revisi dokumen QMS (level Instansi, level organisasi),  
termasuk proses pengendaliannya dan distribusinya (digitalisasi melalui  
Subsite KlikCPOB ke Direktorat, Balai dan Loka)  
(INTERNAL)  
2. Perluasan ruang lingkup Sistem Mutu  
Inspektorat CPOB  
2. Pelaksanaan forum koordinasi/komunikasi (terkait inspeksi) dan  
pelaksanaan RTM Inspektorat CPOB  
3. Peningkatan monitoring dan efektifitas  
implementasi (termasuk Balai dan Loka)  
Adanya ketidaksesuaian/ penyimpangan yang  
terjadi di Direktorat  
1. Capaian Direktorat tidak sesuai target  
2. Melebihi timeline penyelesaian  
Review berkala capaian, monitoring timeline  
(INTERNAL)  
Munculnya kasus cemaran EG/DEG dalam obat  
1. Menyebabkan penurunan mutu obat yang  
beredar  
1. Melakukan desk verifikasi untuk pemastian terhadap produk yang sudah  
beredar  
sirup  
(EKSTERNAL)  
2. Menimbulkan resiko terhadap kesehatan  
masyarakat  
2. Penyiapan tools untuk penilaian maturitas Industri Farmasi dalam  
penerapan CPOB  
3. Pengkajian kembali peraturan yang terdampak - menyusun peraturan  
terkait pengujian EG/DEG di produk jadi berkoordinasi dengan unit lain  
misal Dit. Standarisasi ONPPZA  
4. Peningkatan kualitas pelaksanaan inspeksi terpadu secara selektif (2 kali  
inspeksi balai harus dilakukan inspeksi Pusat-UPT) dan cakupan  
pengawasan berdasarkan tingkat kepatuhan  
Identifikasi dan pengendalian isu internal dan eksternal selengkapnya pada dokumen matriks  
Isu Eksternal dan Internal Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika dan Prekursor Tahun 2023”  
10  
5
07/07/2023  
3. INFORMASI  
KINERJA DAN  
EFEKTIVITAS SISTEM  
MANAJEMEN MUTU  
A. HASIL DAN TINDAK  
LANJUT SKM  
B. PENCAPAIAN  
SASARAN MUTU  
C. KESESUAIAN  
LAYANAN  
D. KETIDAKSESUAIAN  
DAN TINDAKAN  
PERBAIKAN  
F. HASIL AUDIT  
E. PEMANTAUAN DAN  
PENGUKURAN HASIL  
G. KINERJA DAN  
PENYEDIA EKSTERNAL  
11  
A. Hasil dan Tindak Lanjut Survei Kepuasan Masyarakat (SKM)  
Peningkatan Survei Kepuasan Masyarakat  
Sangat Baik  
90,40  
Baik  
88,27  
Baik  
85,16  
Baik  
83,27  
Baik  
81,22  
Nilai ‘’cukup’’ untuk parameter persyaratan pelayanan  
Fasber, ditengarai disebabkan oleh persyaratan validasi  
pembersihan termasuk perhitungan MACO yang masih  
menjadi tantangan untuk diimplementasi penuh oleh  
industri farmasi  
2018 2019 2020 2021 2022  
@DitwasProdObat  
@ditwasprod.obat  
Ditwasprod Obat  
klikcpob.pom.go.id  
12  
6
07/07/2023  
TINDAK  
LANJUT  
SKM  
Berdasarkan hasil analisis SKM tahun 2022, terdapat total 18 penyebab permasalahan/kekurangan dari  
unsur pelayanan yang perlu ditindaklanjuti. Dari 18 tindak lanjut tersebut, terdapat 4 tindak lanjut yang belum  
dapat diimplementasikan karena penyelesaiannya bergantung pada stakeholder lain.  
Tindak Lanjut SKM yang masih dalam proses  
Rencana Tindak Lanjut  
Status/Timeline  
Penyebab/Saran responden  
BPOM sedang melakukan revisi PP 32/2017 terkait PNBP  
BPOM, di mana salah satu aspek yang diusulkan untuk  
dihapus yaitu biaya PNBP untuk evaluasi dokumen hasil  
inspeksi luar negeri. Saat ini revisi PP dalam proses  
pembahasan di Kementerian Keuangan  
Perkembangan revisi PP PNBP akan  
dipantau sesuai progres tindak lanjut  
dari Kementerian Keuangan.  
Ditwasprod terlibat aktif dalam rapat-  
rapat terkait revisi PNBP (2023)  
Beban biaya PNBP untuk evaluasi CAPA inspeksi luar  
negeri, sedangkan proses inspeksi luar negeri dapat  
dikatakan serupa dengan inspeksi sertifikasi industri farmasi  
lokal dimana tarif PNBP untuk inspeksi sudah mencakup  
proses evaluasi CAPA.  
BPOM sedang melakukan revisi PP 32/2017 terkait PNBP  
BPOM, di mana salah satu aspek yang diusulkan untuk  
revisi yaitu adanya PNBP 0 Rupiah untuk Sertifikasi CPOB  
beberapa fasilitas, antara lain lembaga riset milik  
pemerintah, perguruan tinggi negeri.  
Untuk Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK)  
yang memiliki sertifikat CPOB agar diberikan kebijakan  
misal pengajuan tidak melalui OSS dan biaya PNBP 0  
Rupiah. Hal ini dikarenakan lembaga penelitian tidak  
memiliki hasil usaha dan NIB, serta PNBP yang dibayarkan  
juga bersumber dari APBN.  
Perkembangan revisi PP PNBP akan  
dipantau sesuai progres tindak lanjut  
dari Kementerian Keuangan.  
Ditwasprod terlibat aktif dalam rapat-  
rapat terkait revisi PNBP (2023)  
Sesuai dengan Nota Dinas Kepala Pusdatin tanggal 1  
Agustus 2022, Penerapan tanda tangan elektronik pada  
layanan E-BPOM untuk Surat Keterangan Penerapan CPOB  
untuk keperluan Ekspor, akan diprioritaskan untuk  
ditindaklanjuti pada Semester 1 2023.  
Untuk sertifikat GMP, sebaiknya sudah menggunakan  
tandatangan elektronik (e-signature) dan hasilnya dapat  
disediakan langsung di aplikasi seperti pada pelayanan CPP  
obat.  
Implementasi pada Semester 2 2023  
Perlu follow up lebih lanjut kepada  
Pusdatin  
Timeline tindak lanjut: 2023  
Perlu perbaikan pada aplikasi web upload data fasber  
liquid karena masih banyak yang error. Untuk proses  
upload fasber tablet masih menggunakan yg manual bukan  
ndali (website).  
Perbaikan secara umum untuk aplikasi fasber, akan  
diakomodir pada pengembangan aplikasi e-sertifikasi yang  
mencakup modul fasber.  
Namun demikian, berdasarkan Nodin  
Pusdatin, terdapat soft moratorium  
pengembangan aplikasi yang  
terintegrasi dengan OSS  
@DitwasProdObat  
@ditwasprod.obat  
Ditwasprod Obat  
klikcpob.pom.go.id  
13  
A. Hasil dan Tindak Lanjut Survei Persepsi Kualitas  
Pelayanan (SPKP) dan Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK)  
Survei SPKP/SPAK yang sebelumnya dikenal dengan IPP/IPAK ini dilakukan untuk mengetahui kualitas  
komponen hasil yang mencerminkan dampak atas kinerja organisasi dalam hal pemberian pelayanan kepada  
publik, serta untuk menciptakan organisasi yang bersih dan bebas KKN.  
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana survei dilaksanakan satu kali dalam satu periode waktu, untuk  
tahun 2023 survei dilaksanakan setiap bulan.  
n: Nilai dapat berubah, pelaksanaan survei 2023 hingga akhir tahun  
@DitwasProdObat  
@ditwasprod.obat  
Ditwasprod Obat  
klikcpob.pom.go.id  
14  
7
07/07/2023  
Tindak Lanjut Hasil SPKP dan SPAK  
Tahun 2022  
Tahun 2023  
No  
1.  
Unsur dan Rencana Tindak Lanjut  
Status Penyelesaian  
No  
1
Unsur dan Rencana Tindak Lanjut  
Status/Target Penyelesaian  
Prosedur Layanan  
Sarana prasarana pelayanan  
Identifikasi kebutuhan  
sudah  
a.  
Sosialisasi elektronisasi pelayanan publik melalui sosial media, informasi yang disampaikan yaitu  
alur/prosedur pengajuan dan penggunaan aplikasi E-Sertifikasi dengan video tutorial pada media sosial  
Instagram dan kanal Youtube Direktorat Pengawasan Produksi ONPP. Selain itu, infografis diagram  
yang juga dapat diakses pada laman www.e-sertifikasi.pom.go.id dalam gateway Obat/CPOB  
Selesai  
Komunikasi dan follow up ke Pusdatin terkait dikomunikasikan kepada Pusdatin sejak  
progress pengembangan sistem e- tahun 2020, namun hingga saat ini masih  
bpom.pom.go.id untuk penerapan tanda tangan belum dapat diakomodasi dan  
elektronik untuk layanan Surat Penerapan CPOB direalisasikan.  
b.  
2.  
3.  
Publikasi Pedoman CPOB melalui Bedah CPOB yang dibuat per Bab dengan bersumber buku QNA  
Pedoman CPOB 2018. Diharapkan publikasi dengan tampilan menarik dapat meningkatkan pelaku  
usaha untuk mempelajari Pedoman CPOB  
Selesai  
Selesai  
Selesai  
Per 24 Maret 2023, telah disampaikan  
dokumen usulan implementasi TTE,  
secara berkala akan dilakukan follow up  
kepada Pusdatin  
Fasilitas Pengaduan  
Penambahan kanal pengaduan melalui Live Chat klik CPOB. Setiap pengaduan telah ditindaklanjuti.  
Publikasi rekap pengaduan tersedia pada klikcpob  
Waktu Pelayanan  
Telah dilakukan restrukturisasi di internal Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika  
dan Prekursor per Juli 2022. DIharapkan penyeimbangan beban kerja ini dapat mempercepat proses  
evaluasi sehingga dapat memenuhi waktu pelayanan yang ditetapkan.  
Permintaan implementasi TTE untuk sistem e-bpom.pom.go.id selalu menjadi masukan dari penerima  
layanan pada survei bulanan tahun 2023.  
No  
A
Unsur dan Rencana Tindak Lanjut  
Status Penyelesaian  
No  
Unsur dan Rencana Tindak Lanjut  
Status/Target Penyelesaian  
Tindak lanjut untuk internal pegawai Ditwas Produksi ONPP  
1
Kecurangan, Gratifikasi, Pungutan Liar dan Monitoring setiap bulan Sepanjang Tahun  
Praktik Percaloan  
1
Integritas  
Selesai  
2023  
Sosialisasi Nilai-nilai dasar atau yang dikenal sebagai Core Values ASN “BerAKHLAK” (Berorientasi  
pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif). Dengan sosialisasi ini  
diharapkan Core Values ASN “BerAKHLAK” diimplementasikan dalam melakukan pelayanan yang  
berintegritas.  
Sosialisasi Kampanye BERSIH (Berantas Korupsi  
dan Gratifikasi, Hebat!) pada kegiatan Direktorat  
misalnya forum, asistensi regulatori, bimtek dan  
inspeksi CPOB. Dilakukan monitoring secara  
berkala untuk melihat efektivitas Kampanye  
BERSIH.  
2
3
Diskriminasi  
Selesai  
Petugas pelayanan publik perlu diberikan pelatihan Pelayanan Publik Excellent sehingga dapat  
memberikan pelayanan publikc yang setara untuk setiap stakeholder sehingga stakeholder tidak  
merasakan adanya perbedaan perilaku yang diberikan petugas.  
Kecurangan  
Telah ditambahkan media pengaduan sehingga memudahkan pelaku usaha untuk melaporkan adanya  
kecurangan yang dilakukan pegawai Direktorat Pengawasan Produksi ONPP dalam memberikan  
pelayanan yaitu livechat, hotline telpon dan whataspp pengaduan, link bit.ly/Kampanye-BERSIH.  
Selesai  
Selesai  
B
Tindak lanjut untuk stakeholder  
Memperkuat persepsi anti korupsi stakeholder yang menerima layanan dari Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat dan NPP dengan:  
Melakukan Kampanye BERSIH (Berantas, Korupsi dan Gratifikasi, Hebat!) pada kegiatan inspeksi  
yang dilakukan oleh Direktorat Pengawasan Produksi ONPP.  
hkan media pengaduan sehingga memudahkan pelaku usaha untuk melaporkan adanya  
n yang dilakukan pegawai Direktorat Pengawasan Produksi ONPP dalam memberikan  
yaitu livechat, telpon dan whataspp pengaduan, link bit.ly/Kampanye-BERSIH.  
@DitwasProdObat  
@ditwasprod.obat  
Ditwasprod Obat  
klikcpob.pom.go.id  
15  
A. Hasil dan Tindak Lanjut Survei Kepuasan Pelanggan (SKP)  
- survei mandiri Ditwasprod ONPP  
Peningkatan Survei Kepuasan Pelanggan  
Hasil Survei Kepuasan Pelanggan  
diperoleh nilai 3,670 dari skala 4.  
Nilai tersebut menunjukan pelayanan publik  
Direktorat Pengawasan Produksi Obat NPP  
mendapatkan predikat “Sangat Baik”.  
@DitwasProdObat  
@ditwasprod.obat  
Ditwasprod Obat  
klikcpob.pom.go.id  
16  
8
07/07/2023  
Berdasarkan hasil analisis SKP tahun 2022, terdapat total 4 penyebab permasalahan/kekurangan  
dari unsur pelayanan yang perlu ditindaklanjuti. Dari 4 tindak lanjut tersebut, terdapat 1 tindak  
lanjut yang belum dapat diimplementasikan karena penyelesaiannya bergantung pada  
stakeholder lain.  
TINDAK  
LANJUT  
SKP  
Tindak Lanjut SKP yang masih dalam proses  
Tindakan Perbaikan dan Pencegahan  
Status/Timeline  
Penyebab/Saran responden  
Rencana Implementasi pada Semester 2 2023  
Modul fasilitas bersama pada aplikasi  
e-sertifikasi kurang user friendly  
Telah dilakukan identifikasi kendala dan  
usulan perbaikan modul Fasilitas Bersama  
pada e-sertifikasi pada bulan April 2022,  
serta dilakukan pengajuan dokumen  
rencana proyek kepada Pusat Data dan  
Informasi Badan POM.  
Namun demikian, Berdasarkan Nota Dinas No.  
TI.04.05.8.84.02.23.153 tanggal 24 Februari 2023 perihal  
Penyampaian Dokumen Rencana Proyek Pengembangan Aplikasi  
e-sertifikasi CPOB-OBAT versi 1.0. Berdasarkan nota dinas tersebut  
diinformasikan bahwa Kementerian Koordinator Bidang  
Perekonomian yang berencana untuk mengintegrasikan seluruh  
perizinan di Indonesia ke dalam Sistem Perizinan Berusaha  
Terintegrasi (Online Single Submission/OSS) milik BKPM. Oleh  
karena itu seluruh pengajuan pengembangan aplikasi yang terkait  
perizinan belum dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya hingga  
adanya konfirmasi dari BKPM terkait integrasi seluruh perizinan di  
Indonesia.  
@DitwasProdObat  
@ditwasprod.obat  
Ditwasprod Obat  
klikcpob.pom.go.id  
17  
A. Hasil Survei Indeks Kepuasan Pelaku Usaha (IKEPU)  
Kegiatan IKEPU memiliki target indeks nasional yang mengacu  
pada Keputusan KaBPOM No HK.02.02.1.2.12.21.467 tahun  
2021 tentang Review Renstra BPOM 2020-2024  
Nilai indeks berpengaruh terhadap pemahaman pelaku usaha  
atas regulasi Badan POM yang berdampak pada kepatuhan  
terhadap regulasi.  
Capaian nilai IKEPU Ditwasprod dari tahun 2020 hingga Juni  
2023 berada dalam kategori Sangat Puas  
@DitwasProdObat  
@ditwasprod.obat  
Ditwasprod Obat  
klikcpob.pom.go.id  
18  
9
07/07/2023  
Indeks Pelayanan Publik  
Isu Lainnya terkait Pemenuhan  
Indeks Pelayanan Publik  
2022  
Pelayanan Prima  
4,54  
4,26  
2021  
asarana bagi  
ng disabilitas.  
3,89  
2019  
2020  
t leaflet khusus  
una netra)  
3,14  
Publikasi pelayanan publik di media  
Forum Konsultasi Publik.  
cetak.  
(Direncanakan akan dilaksanakan forum  
konsultasi publik/customer gathering  
yang melibatkan masyarakat dan media  
massa pada akhir TW 3 atau awal TW 4)  
(Sudah dibuat artikel tentang  
digitalisasi pelayanan publik)  
@DitwasProdObat  
@ditwasprod.obat  
Ditwasprod Obat  
klikcpob.pom.go.id  
19  
B
MONITORING SASARAN MUTU S/D TW 2 (1)  
IKK  
Target  
s/d TW 2  
Realisasi  
s/d TW 2  
Capaian  
s/d TW 2  
Keterangan  
Persentase sarana produksi obat  
yang mandiri dalam pemenuhan  
CPOB  
65%  
78%  
30%  
88%  
57%  
33%  
134,62%  
Hasil MS didominasi terkait CAPA Sertifikasi  
CPOB.  
CAPA rutin belum seluruhnya menjadi  
denominator (evaluasi < 3x)  
Persentase sarana produksi obat  
JKN, bahan baku, dan obat high  
risk lainnya yang mematuhi  
persyaratan CPOB  
73,07%  
Beberapa tindak lanjut inspeksi berupa sanksi,  
terutama untuk sarana produksi obat.  
Tindak lanjut inspeksi sarana produksi BBO dan  
PB TW 2 berupa perbaikan.  
111,11%  
2 UPT yang MS: BBPOM Serang dan BBPOM  
Bandung  
3 UPT sedang proses evaluasi penilaian dan/atau  
penetapan tindak lanjut (BBPOM Surabaya,  
BBPOM Jakarta, BBPOM Medan)  
Persentase tindak lanjut yang  
berkualitas dari hasil  
pengawasan sarana produksi di  
Balai  
4 UPT belum melaksanakan inspeksi mandiri  
(BBPOM Padang, BBPOM Palembang, BBPOM  
Semarang, BBPOM Yogyakarta*)  
@DitwasProdObat  
@ditwasprod.obat  
Ditwasprod Obat  
klikcpob.pom.go.id  
20  
10  
07/07/2023  
MONITORING SASARAN MUTU (2)  
IKK  
Target  
s/d TW 2  
Realisasi  
s/d TW 2  
Capaian  
s/d TW 2  
Keterangan  
Persentase fasilitas produksi  
produk JKN dan produk high  
risk lainnya serta bahan baku  
obat yang diawasi sesuai  
standar  
30%  
47%  
155,7%  
Pelaksanaan inspeksi dilakukan sejak awal sebelum forum  
inspeksi CPOB, untuk sarana dengan riwayat inspeksi  
terakhir 2018-2020 (> 3 tahun siklus inspeksi).  
Peningkatan jumlah trip inspeksi rutin.  
Persentase hasil pengawasan  
sarana produksi yang  
ditindaklanjuti  
78%  
80%  
78%  
100%  
Respon pelaku usaha atas TL dilakukan tepat waktu  
Mekanisme pengingat ke pelaku usaha agar penyampaian  
CAPA tepat waktu  
Persentase keputusan  
67%  
84,13%  
Perlu peningkatan realisasi terhadap evaluasi pemenuhan  
CPOB obat impor.  
Sebagian besar TMS tentang obat impor  
penilaian fasilitas produksi  
bahan baku obat, produk  
biologi dan sarana khusus  
yang diselesaikan tepat waktu  
@DitwasProdObat  
@ditwasprod.obat  
Ditwasprod Obat  
klikcpob.pom.go.id  
21  
MONITORING SASARAN MUTU (3)  
IKK  
Target  
s/d TW 2  
Realisasi  
s/d TW 2  
Capaian  
s/d TW 2  
Keterangan  
Persentase tahapan pemenuhan  
fasilitas produksi obat dan bahan  
baku obat baru yang diterbitkan  
keputusan dalam rangka  
pengawasan  
75%  
48%  
63,89%  
Terdapat 12 keputusan.  
8 keputusan terhadap fasilitas produksi BBO dan 4  
keputusan terhadap fasilitas produksi produk biologi  
Indeks pengelolaan data dan  
informasi Direktorat Pengawasan  
Produksi ONPP yang optimal  
2,5  
2,25  
90%  
90%  
Peningkatan akses email corporate pegawai  
Tingkat efisiensi penggunaan  
anggaran Direktorat Pengawasan  
Produksi ONPP  
95%  
94,73%  
Penggunaan anggaran telah efisien  
Monitoring penggunaan anggaran secara berkala  
@DitwasProdObat  
@ditwasprod.obat  
Ditwasprod Obat  
klikcpob.pom.go.id  
22  
11  
07/07/2023  
C. KINERJA PROSES  
DAN KESESUAIAN LAYANAN  
Meskipun dalam konteks capaian target - sasaran  
Upaya strategi dapat berupa:  
mutu telah terpenuhi, namun juga perlu dilakukan  
review terhadap kinerja proses untuk layanan  
publik spesifik yang tidak memenuhi syarat  
timeline sebagai bentuk evaluasi dan upaya  
continuous improvement.  
Penyamaan persepsi dan pengembangan  
kompetensi petugas pelayanan publik dan  
evaluator secara kontinyu.  
Penetapan alert limit timeline secara internal.  
Penggunaan aplikasi, digitalisasi dan  
elektronisasi proses termasuk artificial  
intelligence.  
Monitor terhadap pemenuhan time line layanan  
sertifikasi dan layanan publik lainnya, serta  
strategi dan tindak lanjut penyimpangan timeline  
menjadi suatu hal yang perlu mendapat perhatian  
dari setiap sub unit dan setiap level.  
Monitoring ketat dan efektif.  
@DitwasProdObat  
@ditwasprod.obat  
Ditwasprod Obat  
klikcpob.pom.go.id  
23  
D. Ketidaksesuaian dan  
Tindakan Perbaikan  
Ketidaksesuaian pada tiap bisnis proses  
ditindaklanjuti dan didokumentasi dengan mengikuti  
mekanisme penanganan ketidaksesuaian dengan  
mengidentifikasi dan menganalisis penyebab  
ketidaksesuaian, serta membuat rencana tindakan  
koreksi, melaksanakan tindakan perbaikan dan  
memonitor efektivitas untuk mencegah keterulangan.  
@DitwasProdObat  
@ditwasprod.obat  
Ditwasprod Obat  
klikcpob.pom.go.id  
24  
12  
07/07/2023  
E. PEMANTAUAN & PENGUKURAN HASIL  
Pemantauan dan pengukuran hasil dilakukan melalui  
berbagai aplikasi emonev (SMART DJA, SAKTI, E-Monev  
BAPPENAS, SIMETRIS, BOC) secara periodik, yang mencakup  
pencapaian sasaran mutu unit kerja dan juga monitor  
progres penyerapan anggaran  
SIMETRIS  
SMART DJA  
e-monev BAPPENAS  
Realisasi Kinerja Capaian Output SAKTI  
Pengelolaan Data BOC  
@DitwasProdObat  
@ditwasprod.obat  
Ditwasprod Obat  
klikcpob.pom.go.id  
25  
Kegiatan : Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
Kegiatan : Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
ANGGARAN  
TARGET KINERJA  
PAGU  
NO AKTIVITAS UTAMA/RO  
2022  
2023  
INDIKATIF  
2024  
2022  
2023  
TARGET 2024  
REALISASI  
(JUNI)  
REALISASI  
(JUNI)  
PAGU  
REALISASI  
PAGU  
TARGET  
REALISASI  
TARGET  
Keputusan penilaian  
fasilitas produksi BBO,  
obat, produk biologi, dan  
sarana khusus yang  
105  
105  
120  
Keputusan  
69  
130  
Keputusan  
1
5.444.013.000 5.442.980.204 6.687.173.000 3.013.824.755 3.628.127.000  
Keputusan Keputusan  
Keputusan  
diselesaikan tepat waktu  
Keterangan/justifikasi :  
1. Kenaikan target output  
2. Peningkatan maturitas Industri farmasi dan pendampingan terhadap pelaku usaha dalam rangka meningkatkan daya saing industri farmasi  
3. Intensifikasi penilaian fasilitas produksi BBO, obat, produk biologi, dan sarana khusus serta industry BBO dalam rangka kemandirian obat dan BBO dalam Negeri  
Keputusan Hasil  
Pengawalan Pemenuhan  
16  
18  
20  
12  
24  
2
Persyaratan Fasilitas  
Produksi Obat yang  
Diterbitkan  
1.809.629.000 1.809.422.471 2.793.845.000 797,515,285 3.827.317.000  
Keputusan Keputusan  
Keputusan  
Keputusan  
Keputusan  
Keterangan/justifikasi :  
1. Kenaikan target output  
2. Untuk kegiatan prioritas mendukung reformasi SKN dan Percepatan Hilirisasi Penelitian Obat dan Pengawalan Pengembangan Industri BBO, vaksin merah putih dan vaksin COVID-  
19 lain, serta produk biologi lainnya  
26  
3. Asistensi Regulatori terkait CPOB untuk fasilitas riset dan sarana produksi Vaksin Merah Putih dan Vaksin COVID-19 lain, dan sarana khusus serta industry BBO  
26  
13  
07/07/2023  
Kegiatan : Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
Kegiatan : Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
ANGGARAN  
TARGET KINERJA  
PAGU  
INDIKATIF  
2024  
TARGET  
2024  
2022  
2023  
NO AKTIVITAS UTAMA/RO  
2022  
2023  
REALISASI  
(JUNI)  
REALISASI  
(JUNI)  
PAGU  
REALISASI  
PAGU  
TARGET  
REALISASI  
TARGET  
Fasilitas produksi produk  
JKN dan produk high risk  
195  
205  
212  
99  
215  
3
lainnya serta bahan baku  
obat yang diawasi sesuai  
standar  
2.639.189.0002.636.953.563 2.983.894.000 1.423.541.468 3.026.119.000 Fasilitas  
Produksi  
Fasilitas  
Produksi  
Fasilitas  
Produksi  
Fasilitas  
Produksi  
Fasilitas  
Produksi  
Keterangan/justifikasi :  
1.Kenaikan target output  
2.Perencanaan dan penetapan target inspeksi tahun 2023 baru dilakukan di Februari dan Maret 2023  
3.Peningkatan SDM termasuk percepatan kualifikasi Inspektur CPOB dalam mendukung pelaksanaan inspeksi selanjutnya.  
4.Intensifikasi pelaksanaan inspeksi fasilitas produksi JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku obat  
5.Kegiatan Forum Inspeksi CPOB dalam rangka monitoring capaian pengawasan fasilitas produksi JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku obat  
6.Asistensi Regulatori dan Workshop dalam rangka peningkatan kepatuhan Industri Farmasi dan peningkatan daya saing, serta pengawalan mutu obat JKN, dan produk highrisk  
lainnya serta bahan baku  
Masyarakat yang  
ditingkatkan  
pengetahuannya melalui  
KIE  
4
-
-
-
-
874.700.000  
2500 orang  
Total (1, 2 dan 3)  
9.892.831.000 9.889.356.23812.464.912.000 5.234.881.508  
11.356.263.000  
27  
F
Hasil Audit Sistem Mutu  
Internal  
Eksternal  
Tipe Audit  
Ditwasprod  
Pangan Olahan  
Sucofindo  
Auditor  
Waktu  
Hasil  
7 September  
2022  
22 23 Mei  
2023  
Tidak ada  
defisiensi mayor,  
minor, maupun  
rekomendasi  
AFI, 13 Aspek  
Positif  
Tidak ada  
temuan Non  
Conformity dan  
AFI, 6 Aspek  
Positif  
@DitwasProdObat  
@ditwasprod.obat  
Ditwasprod Obat  
klikcpob.pom.go.id  
28  
14  
07/07/2023  
Parameter Evaluasi Kinerja Penyedia sesuai dengan Pedoman Evaluasi  
Kinerja Penyedia Barang/Jasa Pemerintah di Lingkungan BPOM mencakup;  
Kualitas dan kuantitas dengan indikator kesesuaian diberikan bobot 30%  
Biaya dengan indikator kemampuan pengendalian biaya diberikan bobot 20%  
Waktu dengan indikator ketetapan diberikan bobot 30%  
G. Evaluasi  
Kinerja  
Layanan dengan indikator komunikasi dan tingkat respon diberikan bobot 20%  
HASIL EVALUASI:  
Penyedia  
Eksternal  
PADA TAHUN 2022, HASIL EVALUASI KINERJA PENYEDIA EKSTERNAL ADALAH MEMUASKAN/BAIK”  
SEHINGGA DAPAT DIREKOMENDASIKAN.  
PADA TAHUN 2023 , HASIL EVALUASI KINERJA PENYEDIA EKSTERNAL, sebagai berikut:  
No  
Nama Penyedia  
TA 2023  
Hasil Nilai  
PT SUMAMPAU PEMBANGUNAN  
LESTARI  
PT. LIPPO KARAWACI  
1
2
3
Direkomendasikan  
Direkomendasikan  
Direkomendasikan  
PT. PURI DIBYA PROPERTY  
PT. METRO EAST GRAHA WISATA  
CV. NIAGA ABADI  
4
5
Direkomendasikan  
Direkomendasikan  
PT. ANTILOPE MADJU  
6
Direkomendasikan  
29  
@ditwasprod.obat  
@DitwasProdObat  
Ditwasprod Obat  
klikcpob.pom.go.id  
29  
@DitwasProdObat  
@ditwasprod.obat  
Ditwasprod Obat  
klikcpob.pom.go.id  
30  
15  
07/07/2023  
@DitwasProdObat  
@ditwasprod.obat  
Ditwasprod Obat  
klikcpob.pom.go.id  
31  
@DitwasProdObat  
@ditwasprod.obat  
Ditwasprod Obat  
klikcpob.pom.go.id  
32  
16  
07/07/2023  
@DitwasProdObat  
@ditwasprod.obat  
Ditwasprod Obat  
klikcpob.pom.go.id  
33  
Jumlah Inspektur CPOB*  
Tiap inspektur diharapkan dapat melakukan 8x  
inspeksi per tahun.  
Jika 1 trip inspeksi terdiri dari 3 inspektur,  
maka dibutuhkan total 101 trip inspeksi tiap  
tahun untuk menjaga kompetensi  
realisasi  
inspeksi 2022:  
102 trip  
rencana  
inspeksi 2023:  
127 trip  
total (termasuk trainee): 38  
jumlah trip sudah cukup untuk  
menjaga kompetensi inspektur  
*) per Juni 2023  
namun masih perlu pemerataan  
jumlah inspeksi per inspektur  
34  
17  
07/07/2023  
Pengembangan Kompetensi Personil 2023  
Inspektur CPOB  
Non Inspektur CPOB  
Realisasi*  
14-17 Maret 2023  
Program Pelatihan  
Rencana  
Program  
Rencana  
Realisasi*  
Pelatihan  
Pelatihan Fungsional  
Perencana  
Pelatihan CPOB Fasilitas Maret 2023  
TW 2-4 2023  
Produksi Obat Hasil Inovasi  
(Obat berbasis Sel dan Jaringan)  
-
Training on GMP Inspection  
on Raw Material to Ensure the  
Quality of Pharmaceutical  
Products  
Pemastian mutu dan keamanan Mei 2023  
bahan baku obat  
Pelatihan Fungsional  
Arsiparis  
TW 2-4 2023  
-
5 Mei 2023  
-
-
Pelatihan hanya ditujukan untuk personil tertentu  
sesuai jabatannya  
Pelatihan dilakukan oleh pihak eksternal, waktu  
menyesuaikan dengan pemberi pelatihan  
-
Pelatihan CPOB lanjutan  
TW III 2023  
TW II 2023  
Pelatihan Yanblik "Building  
Positive Service Attitude"  
23-24 Feb 2023  
Pelatihan/Bimtek Pelayanan  
Prima  
*) per 30 Juni 2023  
@DitwasProdObat  
@ditwasprod.obat  
Ditwasprod Obat  
klikcpob.pom.go.id  
35  
4. KECUKUPAN SUMBER DAYA (2)  
SARANA DAN PRASARANA  
Postur Anggaran Pengadaan Sarpras 2019-2023  
Tahun 2019  
Anggaran  
Tahun 2020  
Anggaran  
Tahun 2021  
Anggaran  
Tahun 2022  
Anggaran  
Tahun 2023  
Jenis  
Jenis  
Jenis  
Jenis  
Jenis  
Anggaran  
APD ( PC,  
Printer, LCD,  
Laptop,  
405.000.000  
APD ( PC,  
Acces Door,  
laptop)  
395.568.000  
APD (Laptop, 260.000.000  
Perangkat  
Video  
APD (laptop, 205.000.000  
PC, Mesin Tik  
Elektronik,  
APD (laptop,  
PC,Printer,  
Scanner, Tablet)  
319.000.000  
router,  
handycam)  
Conference,  
HP utk  
Yanblik)  
Tripod  
Kamera)  
Meubelair  
45.000.000  
Meubelair  
54.432.000  
40.000.000  
Meubelair  
40.000.000  
Meubelair  
45.000.000  
Meubelair  
-
Pengadaan  
Audio visual  
Total  
450.000.000  
490.000.000  
300.000.000  
250.000.000  
319.000.000  
1. Anggaran Sarana dan Prasarana berada di MAK Unit lain (Dit.Standar Obat dan NAPPZA) sehingga jumlah anggaran dibatasi sesuai kebijakan Satker Deputi 1  
2. Usulan kebutuhan pengadaan sarpras berdasarkan prioritas dari kondisi massa manfaat BMN, kebutuhan yang primer (mendadak), usulan user (pengguna).  
ndisi kesediaan Laptop hingga saat ini berjumlah 42 (kondisi baik), 3 (rusak ringan)  
@DitwasProdObat  
@ditwasprod.obat  
Ditwasprod Obat  
klikcpob.pom.go.id  
36  
18  
07/07/2023  
37  
5.  
EFEKTIVITAS TINDAKAN PENANGANAN RISIKO  
DAN PELUANG  
Evaluasi Efektivitas Tindakan Penanganan terhadap Risiko  
Berdasarkan Risk Register (Tahun 2022 dan Semester 1 2023), risiko internal dan risiko  
eksternal telah diidentifikasi dan ditetapkan aktivitas pengendaliannya sehingga dapat  
diturunkan nilai risikonya.  
Efektifitas terhadap aktivitas pengendalian yang telah dilakukan, dievaluasi/direview  
pada saat penyusunan Risk Register berikutnya (dengan memastikan bahwa tidak ada  
risiko lain yang muncul atau perlu aktivitas pengendalian lain di luar aktivitas  
pengendalian yang telah ditetapkan.  
@DitwasProdObat  
@ditwasprod.obat  
Ditwasprod Obat  
klikcpob.pom.go.id  
38  
19  
07/07/2023  
5.  
EFEKTIVITAS TINDAKAN  
PENANGANAN RISIKO  
DAN PELUANG  
Peluang Peningkatan dan Optimalisasi Sistem secara Berkesinambungan (terkait  
dengan risiko)  
Update regulasi  
Peningkatan kompetensi  
Inspektur CPOB  
Pencapaian IKU  
tidak sesuai target  
Peningkatan koordinasi  
monitoring dan evaluasi berkala  
Isu di bidang  
pengawasan obat  
Kegiatan pembahasan  
(CP/desk)  
Mekanisme pemberian  
kompensasi ke Pelaku Usaha  
Peningkatan kompetensi  
petugas pelayanan publik  
berkelanjutan  
Pembentukan Tim Kerja QMS  
Optimalisasi digitalisasi  
dokumen QMS  
Pelaksanaan koordinasi,  
monitoring, dan evaluasi  
berkala  
Pelayanan publik  
kurang optimal  
Implementasi  
Sistem Mutu  
@DitwasProdObat  
@ditwasprod.obat  
Ditwasprod Obat  
klikcpob.pom.go.id  
39  
Tim Penyelenggaraan Manajemen Risiko  
40  
20  
07/07/2023  
Tim Pelaksana Survei Kepuasan terhadap Kinerja Pelayanan Publik  
Ditwas Produksi Obat dan NPP  
41  
6. Usulan Peluang Peningkatan  
Pelayanan Publik  
Perlu ditetapkan dan dikomunikasikan standar waktu respon di  
livechat, dan dapat dibedakan sesuai kategori pertanyaan  
(missal FAQ, kaitan kebijakan).  
Dapat dilakukan survei kepada sakeholder, bentuk kompensasi  
terbaik apa yang diharapkan apabila terdapat layanan yang  
tidak memuaskan (misal hasil layanan yang melebihi timeline)  
Histori chat pada live chat Klik CPOB agar diaktifkan pada  
sistem sehingga dapat diakses oleh pelaku usaha.  
Optimalisasi koordinasi kegiatan Asistensi Regulatori (full day  
meeting diskusi/desk CAPA dan sertifikasi) sehingga dapat  
melibatkan lebih banyak jenis sarana produksi.  
42  
21  
07/07/2023  
7. OUTPUT RTM 2023  
Secara umum, capaian kinerja  
sampai dengan triwulan II on  
the track/cukup baik dengan  
beberapa rekomendasi untuk  
improvement  
1. Rekomendasi Peluang Peningkatan  
Pelayanan Publik  
Perlu ditetapkan standar waktu respon di live chat  
Dilakukan survei kepada stakeholder, bentuk kompensasi terbaik  
terhadap layanan yang tidak memuaskan  
History chat pada live chat agar diaktifkan  
Optimalisasi koordinasi pada asistensi regulatori sehingga melibatkan  
banyak sarana produksi dan diusulkan desk bersama di kantor secara  
terjadwal  
Perlu follow up implementasi TTE pada SKE dan pembuatan leaflet  
pelayanan publik tuna netra.  
43  
7. OUTPUT RTM 2023  
1. Peluang Peningkatan-Pengawasan  
Untuk meningkatkan kepatuhan CPOB industri farmasi, perlu dilakukan  
sharing hasil pengawasan kepada pelaku usaha saat customer gathering.  
Definisi dan ruang lingkup pada IKK Persentase pemenuhan fasilitas  
prosuksi obat dan BBO baru yang diterbitkan keputusan dalam rangka  
pengawasan perlu dijabarkan lebih jelas untuk konsistensi perhitungan  
IKK.  
Untuk percepatan timeline laporan inspeksi, diperlukan exercise pada  
inspeksi bulan Juli 2023 dalam pencantuman butir referensi Pedoman  
CPOB pada BAP. Jika efektif maka akan dituangkan ke dalam SOP.  
44  
22  
07/07/2023  
7. OUTPUT RTM 2023  
2. Kebutuhan Perubahan pada Sistem Manajemen Mutu  
Spread sheet pemutakhiran data inspektur UPT agar diintegrasikan  
dengan Sistem Mutu pada Subsite KlikCPOB.  
Perlu Koordinasi untuk pemerataan trip inspeksi per Inspektur  
45  
7. OUTPUT RTM 2023  
3. Kebutuhan Sumber Daya  
Secara jumlah inspeksi telah cukup memadai untuk mengakomodir  
frekuensi inspeksi seluruh inspektur CPOB, namun diperlukan peningkatan  
koordinasi untuk pemerataan jumlah trip inspeksi per inspektur  
Perencanaan pengadaan sarpras perlu lebih disesuaikan dengan prioritas  
kebutuhan terkini, misal prefer lebih banyak Laptop instead of PC.  
46  
23  
07/07/2023  
Rapat Tinjauan Manajemen 2023  
Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika Psikotropika, dan Prekursor  
TERIMA  
KASIH  
47  
24