BERITA ACARA EVALUASI INTERNAL  
TRIWULAN III TAHUN 2025  
Pada hari Selasa tanggal 7 Oktober 2025, yang bertanda tangan di bawah ini:  
Nama  
NIP  
: Dr. Shanti Marlina, S.Si, Apt., M.Sc  
: 198003252006042004  
Jabatan  
: Plt. Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan  
Prekursor  
Nama  
NIP  
:
Nurul Hulalussodik Al Fauzani, S.Farm., Apt.  
199008022015021004  
:
:
Jabatan  
Sekretaris Tim Evaluasi Internal Direktorat Pengawasan Produksi Obat,  
Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
Telah melaksanakan Evaluasi Internal terhadap realisasi anggaran dan capaian kinerja  
Direktorat Pengawasan Produksi ONPP Triwulan III Tahun 2025, dengan hasil sebagai berikut:  
I.  
Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran per Output hingga Triwulan III Tahun 2025  
Program: Pengawasan Obat dan Makanan  
Kegiatan: Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
Volume  
Anggaran (dalam ribu)  
Realisasi s/d  
Program/ Kegiatan/  
No  
Realisasi s/d  
B08  
Pagu  
Efisiensi  
Output  
Target  
Capaian  
Capaian  
o
B07  
B09  
B07  
B08  
m
B09  
n
l
a
b
c
g
h
i
j
k
1
Keputusan Hasil  
Pengawalan  
17  
7
8
9
52,94%  
233.810  
60.918  
73.731  
87.622 37,48%  
Pemenuhan  
Persyaratan Fasilitas  
Produksi Obat yang  
Diterbitkan  
2
3
Jumlah UPT Baru  
yang mandiri dalam  
inspeksi CPOB untuk  
Pemenuhan Standar  
PIC/s dan WHO  
5
0
0
0
0%  
0
0
0
0
0
Keputusan Penilaian  
Fasilitas produksi  
BBO, obat, dan  
produk biologi, dan  
sarana khusus yang  
diselesaikan tepat  
waktu  
84  
49  
69  
76  
90,48%  
1.195.679  
711.712  
791.837 908.712  
76%  
4
Fasilitas produksi  
produk JKN dan  
produk high risk  
lainnya serta bahan  
baku obat yang  
diawasi sesuai  
standar  
150  
78  
103  
111  
74%  
632.301 348.042  
459.811 568.253  
89.87%  
I.1. Evaluasi Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Output Triwulan III Tahun 2025  
1. Output 1: Keputusan Hasil Pengawalan Pemenuhan Persyaratan Fasilitas Produksi Obat yang Diterbitkan  
● Jumlah Keputusan Hasil Pengawalan Pemenuhan Persyaratan Fasilitas Produksi Obat yang Diterbitkan hingga Triwulan III Tahun 2025  
sebanyak 9 keputusan, dengan realisasi anggaran sebesar Rp87.622.444 atau 37,48% dari total pagu anggaran efisiensi Rp233.810.000.  
Terdapat 9 keputusan yang merupakan keputusan terhadap fasilitas produksi produk biologi dan radiofarmaka. Dari kesembilan keputusan  
tersebut, terdapat 1 kali diskusi denah, 2 kali desk prasertifikasi CPOB, 4 trip inspeksi dalam rangka Sertifikasi CPOB, dan 2 penerbitan  
sertifikat CPOB terhadap 2 fasilitas produksi.  
● Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:  
a. Komitmen seluruh SDM yang terlibat  
b. Tersedianya layanan konsultasi dan asistensi melalui e-atensi CPOB  
c. Tersedianya regulasi dan standar terkait CPOB  
● Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:  
a. Dukungan atau ekosistem dalam peningkatan kemandirian industri farmasi  
b. Pengetahuan dan komitmen pelaku usaha dalam pemenuhan standar.  
● Identifikasi risiko:  
a. Penerbitan Sertifikat CPOB kepada sarana produksi hasil inovasi yang belum memenuhi persyaratan CPOB minimal.  
● Rencana perbaikan:  
a. Meningkatkan layanan konsultasi dan asistensi dalam pemenuhan fasilitas produksi obat, radiofarmaka, produk biologi, dan bahan baku  
obat baru.  
b. Meningkatkan kualitas penyediaan dan daya saing obat baru baik melalui asistensi regulatori dan bimbingan teknis.  
2. Output 2: Jumlah UPT Baru yang mandiri dalam inspeksi CPOB untuk Pemenuhan Standar PIC/s dan WHO  
● Belum terdapat target dan realisasi UPT Baru yang mandiri dalam inspeksi CPOB untuk Pemenuhan Standar PIC/s dan WHO hingga  
Triwulan III Tahun 2025, dengan realisasi anggaran sebesar Rp0 dari total rencana anggaran sebesar Rp2.500.000.000 (full blokir).  
● Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:  
a. Adanya full blokir anggaran, sehingga tidak ada capaian output dan capaian kinerja.  
● Identifikasi risiko:  
a. Kegagalan dalam membangun dan memberdayakan UPT baru untuk mandiri dalam inspeksi CPOB karena full blokir anggaran yang  
merupakan sumber daya utama pelaksanaan kegiatan.  
● Rencana perbaikan:  
a. Pelaksanaan kegiatan dan output menunggu buka blokir anggaran.  
3. Output 3: Keputusan Penilaian Fasilitas produksi BBO, obat, dan produk biologi, dan sarana khusus yang diselesaikan tepat waktu  
● Jumlah Keputusan Penilaian Faslitas produksi BBO, obat, dan produk biologi, dan sarana khusus yang diselesaikan tepat waktu sampai  
dengan Triwulan III Tahun 2025 sebanyak 76 keputusan atau 90,48% dari target output sebanyak 84 keputusan, dengan realisasi anggaran  
sebesar Rp908.712.452 dari total pagu anggaran efisiensi Rp1.195.679.000.  
● Keputusan penilaian fasilitas dimaksud mencakup Sertifikasi CPOB baru, perubahan fasilitas, penilaian pemenuhan CPOB fasilitas obat  
impor, fasilitas radiofarmaka, dan lain-lain.  
● Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:  
a. Komitmen seluruh Inspektur dan SDM yang terlibat  
b. Pelaksanaan desk prasertifikasi CPOB  
c. Tersedianya sistem/aplikasi berbasis elektronik termasuk tanda tangan elektronik (TTE)  
d. Layanan konsultasi dan asistensi  
e. Koordinasi dengan pelaku usaha yang semakin efektif  
● Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:  
a. Kegiatan lain yang dikerjakan dalam waktu bersamaan sehingga membutuhkan alokasi personel dan penyelarasan penjadwalan karena  
mempengaruhi realisasi pelaksanaan inspeksi.  
b. Pemenuhan timeline penyelesaian masih di luar waktu yang ditetapkan.  
c. Komunikasi atau reminder untuk proses penyelesaian permohonan.  
d. Kepatuhan pelaku usaha dalam pemenuhan CAPA.  
e. Ketersediaan anggaran khususnya berkaitan dengan perjalanan dinas untuk mendukung pelaksanaan inspeksi onsite.  
f. Adanya gap kompetensi inspektur CPOB sebagai akibat dari pola mutasi internal.  
● Identifikasi risiko:  
a. Pelaksanaan kegiatan pelayanan publik tidak dapat dilaksanakan dengan efektif sehingga berpengaruh terhadap penyelesaian proses  
pelayanan publik.  
● Rencana perbaikan:  
a. Meningkatkan komunikasi dan koordinasi internal dalam penyelesaian permohonan penilaian termasuk monitoring dan evaluasi.  
b. Meningkatkan efektivitas pelaksanaan desk prasertifikasi CPOB dan evaluasi pemenuhan CPOB obat impor  
c. Optimalisasi perencanaan kegiatan dan anggaran.  
d. Peningkatan kompetensi inspektur CPOB antara lain mencakup pelaksanaan proses diskusi dan inspeksi secara tandem dan  
peningkatan kompetensi melalui pelatihan yang spesifik.  
4. Output 4: Fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku obat yang diawasi sesuai standar  
● Jumlah fasilitas produksi yang diperiksa sampai dengan Triwulan III Tahun 2025 sebanyak 111 fasilitas atau 74% dari target output  
sebanyak 150 fasilitas, dengan realisasi anggaran sebesar Rp568.253.223 dari total pagu anggaran yang tersedia Rp632.301.000.  
● Cakupan fasilitas produk high risk yang diawasi mencakup tidak hanya produk biologi dan fasilitas steril, tetapi juga terhadap fasilitas yang  
dalam waktu tertentu tidak pernah diperiksa sesuai siklus inspeksi dan berdasarkan hasil perencanaan inspeksi menjadi target prioritas  
inspeksi tahun 2025.  
● Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:  
a. Komitmen seluruh Inspektur dan SDM yang terlibat  
b. Tersedianya sistem perencanaan inspeksi yang baik  
c. Dukungan UPT dalam pelaksanaan inspeksi terpadu  
● Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:  
a. Ketersediaan anggaran khususnya berkaitan dengan perjalanan dinas untuk mendukung pelaksanaan inspeksi onsite.  
● Identifikasi risiko:  
a. Pelaksanaan kegiatan inspeksi tidak optimal  
b. Kegiatan inspeksi tidak sesuai yang direncanakan  
c. Penyusunan tindak lanjut hasil inspeksi melebihi timeline  
d. Tindak lanjut hasil inspeksi (sanksi/rekomendasi) tidak sesuai dengan hasil inspeksi  
● Rencana tindak lanjut:  
a. Meningkatkan koordinasi internal dan eksternal (UPT) dalam pelaksanaan inspeksi CPOB.  
b. Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.  
c. Optimalisasi perencanaan kegiatan dan anggaran termasuk mengajukan buka blokir anggaran  
II. Capaian Kegiatan dan Kinerja Ditwasprod ONPP TW III 2025  
II.1 Evaluasi Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Output Triwulan III Tahun 2025  
Berdasarkan Keputusan Kepala BPOM Nomor 83 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi  
Pemerintah di Lingkungan BPOM, sebagai berikut:  
Volume  
B08  
Anggaran (Rp dalam Ribuan)  
Capaian  
s/d Sept  
terhadap  
Target  
Capaian  
terhadap  
Target  
Sasaran  
Kegiatan  
Target  
Tahun  
2025  
No.  
Indikator Kinerja Kegiatan  
Target  
TW III  
Pagu  
Capaian  
B07  
B09  
B07  
B08  
B09  
Tahunan  
TW III  
1
Meningkatnya Persentase sarana produksi  
78%  
78%  
74%  
94.87%  
94.87%  
46.440  
21.373  
23.254  
27.973 60.24%  
efektivitas  
pengawasan  
obat JKN, bahan baku obat,  
dan obat high risk lainnya  
sarana produksi yang mematuhi persyaratan  
Obat  
CPOB  
berbasis risiko  
2
Persentase keputusan hasil  
pengawasan sarana  
85%  
85%  
88.89% 104.58% 104.58% 23.336  
23.336  
23.329  
23.336  
100%  
produksi Obat dan NPP  
oleh UPT sesuai ketentuan  
3
4
Persentase Penilaian Hasil  
Pengawasan Kemandirian  
UPT Baru  
75%  
82%  
75%  
70%  
0.00%  
0.00%  
161.005 82.968 112.070  
155.765 96.76%  
Persentase Fasilitas  
42.62%  
75%  
56.28%  
75.00%  
60.66%  
86.65%  
73.97%  
401.520 220.371 301.156 361.154 89.95%  
produksi produk JKN dan  
produk high risk lainnya  
serta bahan baku yang  
diawasi sesuai standar  
5
Meningkatnya Persentase tahapan  
85%  
65%  
69.44% 106.84% 81.70%  
233.810  
60.918  
73.731  
87.622 37.48%  
kemampuan  
mendorong  
inovasi  
pemenuhan fasilitas  
produksi obat dan bahan  
baku obat pengembangan  
pengembangan baru yang diterbitkan  
Volume  
B08  
Anggaran (Rp dalam Ribuan)  
Capaian  
s/d Sept  
terhadap  
Target  
Capaian  
terhadap  
Target  
Sasaran  
Kegiatan  
Target  
Tahun  
2025  
No.  
Indikator Kinerja Kegiatan  
Target  
TW III  
Pagu  
Capaian  
B07  
B09  
B07  
B08  
B09  
Tahunan  
TW III  
obat  
keputusan dalam rangka  
pengawasan  
6
7
Meningkatnya Persentase industri farmasi  
52%  
86%  
N/A  
86%  
N/A  
N/A  
69.690  
17.235  
18.516  
18.516 26.47%  
maturitas  
sarana  
yang meningkat level  
maturitasnya  
produksi Obat  
Meningkatnya Persentase keputusan  
83.05%  
86.25%  
86.36% 100.42% 100.42% 656.272 591.243 656.272 762.847 73.28%  
efektivitas  
pelayanan  
penilaian fasilitas produksi  
Bahan Baku Obat, obat,  
publik di bidang produk biologi, dan sarana  
pengawasan khusus yang diselesaikan  
sarana produksi tepat waktu  
Obat  
8
Indeks Pelayanan Publik di  
4.7  
N/A  
N/A  
N/A  
67.776  
63.658  
67.776  
70.214 73.28%  
Lingkup Direktorat  
Pengawasan Produksi Obat,  
Narkotika, Psikotropika, dan  
Prekursor  
9
Terwujudnya  
tatakelola  
Nilai Pembangunan ZI  
Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat & NPP  
93.45  
100  
N/A  
95  
N/A  
N/A  
437.044 425.315 437.044 455.242 88.34%  
pemerintah  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
10  
Tingkat efisensi  
100  
100  
100  
105.26%  
100%  
170  
170  
170  
170  
2.87%  
penggunaan anggaran  
Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat & NPP  
Volume  
Anggaran (Rp dalam Ribuan)  
Capaian  
s/d Sept  
terhadap  
Target  
Capaian  
terhadap  
Target  
Sasaran  
Kegiatan  
Target  
Tahun  
2025  
No.  
Indikator Kinerja Kegiatan  
Target  
TW III  
Pagu  
Capaian  
B07  
B08  
B09  
B07  
B08  
B09  
Tahunan  
TW III  
11  
Persentase Pemenuhan  
Dokumen SAKIP Direktorat  
Pengawasan Produksi Obat  
& NPP  
100%  
82%  
N/A  
82%  
82%  
82%  
100%  
82%  
11.887  
8.978  
11.887  
13.762 67.39%  
18.350 67.39%  
12  
Indeks Manajemen Risiko  
Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat & NPP  
3.52  
N/A  
N/A  
15.849  
11.971  
15.849  
Mengacu pada Keputusan tersebut, maka Kriteria Pencapaian Sasaran Strategis dan kriteria predikat kinerja Ditwasprod ONPP pada TW III  
Tahun 2025 dapat dikategorikan sebagaimana rincian berikut:  
a. 4 (empat) IKK dengan kriteria pencapaian “Sangat Baik” (100% < x ≤ 120%), yaitu  
● IKK 2: Persentase keputusan hasil pengawasan sarana produksi Obat dan NPP oleh UPT sesuai ketentuan (104,58%)  
● IKK 5: Persentase tahapan pemenuhan fasilitas produksi obat dan bahan baku obat pengembangan baru yang diterbitkan keputusan  
dalam rangka pengawasan (106,84%)  
● IKK 7: Persentase keputusan penilaian fasilitas produksi Bahan Baku Obat, obat, produk biologi, dan sarana khusus yang diselesaikan  
tepat waktu (100,42%)  
● IKK 10: Tingkat efisensi penggunaan anggaran Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP (105,26%)  
b. 1 (satu) IKK dengan kriteria pencapaian “Baik” (=100%), yaitu IKK 11: Persentase Pemenuhan Dokumen SAKIP Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat & NPP (100%).  
c. 2 (dua) IKK dengan kriteria pencapaian “Cukup” (70% ≤ x < 100%), yaitu  
● IKK 1: Persentase sarana produksi obat JKN, bahan baku obat, dan obat high risk lainnya yang mematuhi persyaratan CPOB  
(94,87%)  
● IKK 4: Persentase Fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku yang diawasi sesuai standar (86,65%)  
d. 1 (satu) IKK dengan kriteria pencapaian “Kurang” (<70%), yaitu IKK 3: Persentase Penilaian Hasil Pengawasan Kemandirian UPT Baru  
(0%)  
e. Sedangkan 4 (empat) IKK yang lain, capaian kinerja diukur pada akhir tahun, yaitu:  
● IKK 6: Persentase industri farmasi yang meningkat level maturitasnya  
● IKK 8: Indeks Pelayanan Publik di Lingkup Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
● IKK 9: Nilai Pembangunan ZI Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP  
● IKK 12: Indeks Manajemen Risiko Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP  
II.2. Evaluasi Hambatan dan Rencana Tindak Lanjut TW III 2025  
Target Capaian  
TW III s/d TW  
2025 III 2025  
Sasaran  
Kegiatan  
Kategori  
Capaian  
No  
Nama Indikator  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
a
b
c
h
i
j
k
1. Meningkatnya  
efektivitas  
Persentase sarana  
produksi obat JKN,  
bahan baku obat,  
dan obat high risk  
lainnya yang  
Cukup  
Sampai dengan TW 3,  
dilakukan inspeksi rutin  
Melaksanakan tindak lanjut  
TW IV 2025  
78%  
94.87%  
terhadap sarana yang belum  
memenuhi ketentuan CPOB untuk  
menjaga tren capaian yang baik.  
pengawasan  
sarana  
produksi Obat  
berbasis risiko mematuhi  
persyaratan CPOB  
terhadap 150 sarana, dengan  
hasil terdapat 111 sarana yang  
memenuhi ketentuan. Hal ini  
menunjukkan bahwa masih  
terdapat sarana yang tidak  
memenuhi ketentuan (TMK).  
2.  
Persentase  
Sangat Baik Masih terdapat 1 UPT dengan  
hasil laporan pengawasan  
"CUKUP".  
1. Melakukan monitoring terhadap  
pelaksanaan inspeksi mandiri  
UPT termasuk monitoring SLA  
penyusunan laporan inspeksi.  
2. Melakukan pembinaan teknis  
terhadap UPT yang masih  
memperoleh hasil pengawasan  
kategori "CUKUP", termasuk  
evaluasi terhadap faktor-faktor  
yang mempengaruhi mutu  
pengawasan.  
TW IV 2025  
85% 104.58%  
keputusan hasil  
pengawasan  
sarana produksi  
Obat dan NPP oleh  
UPT sesuai  
ketentuan  
3.  
Persentase  
Penilaian Hasil  
Pengawasan  
Kemandirian UPT  
Baru  
Kurang  
Kegiatan belum dapat  
dilaksanakan karena anggaran  
masih dalam status blokir  
penuh.  
Saat ini sedang dalam proses  
pengusulan perubahan periode  
perhitungan target, dari sebelumnya  
triwulanan menjadi tahunan.  
TW IV 2025  
75%  
0.00%  
Target Capaian  
TW III s/d TW  
2025 III 2025  
Sasaran  
Kegiatan  
Kategori  
Capaian  
No  
Nama Indikator  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
a
b
c
h
i
j
k
4.  
Persentase  
Cukup  
Target belum tercapai karena  
terkendala anggaran untuk  
inspeksi on-site.  
1. Optimalisasi perencanaan  
kegiatan dan anggaran termasuk  
mengajukan buka blokir  
TW IV 2025  
70%  
86.65%  
Fasilitas produksi  
produk JKN dan  
produk high risk  
lainnya serta bahan  
baku yang diawasi  
sesuai standar  
anggaran.  
2. Meningkatkan koordinasi internal  
dan eksternal (UPT) dalam  
pelaksanaan inspeksi CPOB.  
3. Melakukan monitoring dan  
evaluasi secara berkala.  
4. Mempertimbangkan alternatif  
pelaksanaan inspeksi seperti  
inspeksi hybrid (daring dan luring)  
apabila memungkinkan, guna  
mengoptimalkan pelaksanaan  
dalam keterbatasan anggaran.  
5. Meningkatnya  
kemampuan  
mendorong  
inovasi  
Persentase  
tahapan  
pemenuhan  
fasilitas produksi  
Sangat Baik Tidak ada hambatan.  
1. Melanjutkan kegiatan  
TW IV 2025  
65% 106.84%  
pendampingan seperti asistensi  
regulatori onsite, desk  
prasertifikasi, dan melakukan  
inspeksi sertifikasi CPOB.  
2. Melakukan identifikasi dan  
monitoring terhadap tindak lanjut  
pengawasan dan progres  
perbaikan sarana produksi.  
pengembangan obat dan bahan  
obat  
baku obat  
pengembangan  
baru yang  
diterbitkan  
keputusan dalam  
rangka  
pengawasan  
6
Meningkatnya  
maturitas  
Persentase industri  
farmasi yang  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
sarana  
produksi Obat  
meningkat level  
maturitasnya  
7. Meningkatnya  
Persentase  
Sangat Baik Sarana produksi yang  
1. Meningkatkan komunikasi dan  
TW IV 2025  
86% 100.42%  
Target Capaian  
TW III s/d TW  
2025 III 2025  
Sasaran  
Kegiatan  
Kategori  
Capaian  
No  
Nama Indikator  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
a
b
c
h
i
j
k
efektivitas  
pelayanan  
publik di bidang produksi Bahan  
pengawasan  
sarana  
produksi Obat  
keputusan  
penilaian fasilitas  
mengajukan permohonan  
sertifikasi CPOB belum  
sepenuhnya memenuhi  
persyaratan.  
koordinasi internal dalam  
penyelesaian permohonan  
penilaian termasuk monitoring  
dan evaluasi.  
Baku Obat, obat,  
produk biologi, dan  
sarana khusus  
yang diselesaikan  
tepat waktu  
2. Meningkatkan efektivitas  
pelaksanaan desk prasertifikasi  
CPOB dan evaluasi pemenuhan  
CPOB obat impor.  
8.  
Indeks Pelayanan  
Publik di Lingkup  
Direktorat  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
Pengawasan  
Produksi Obat,  
Narkotika,  
Psikotropika, dan  
Prekursor  
9. Terwujudnya  
tatakelola  
Nilai Pembangunan  
ZI Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
pemerintah  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat  
& NPP  
10.  
Tingkat efisensi  
penggunaan  
anggaran  
Sangat Baik Walaupun tingkat efisiensi  
anggaran sudah efisien (100),  
tetapi masih ada beberapa  
kegiatan yang belum dapat  
terlaksana dan memengaruhi  
realisasi IKK akibat efisiensi  
anggaran.  
Melaksanakan kegiatan sesuai  
renlak.  
TW IV 2025  
95  
105.26%  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
11.  
Persentase  
Pemenuhan  
Dokumen SAKIP  
Baik  
Tidak ada hambatan.  
Pemenuhan dokumen SAKIP  
telah sesuai ketentuan dan  
Melengkapi dokumen SAKIP sesuai TW IV 2025  
dengan timeline.  
82%  
100%  
Target Capaian  
TW III s/d TW  
2025 III 2025  
Sasaran  
Kegiatan  
Kategori  
Capaian  
No  
Nama Indikator  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
a
b
c
h
i
j
k
Direktorat  
telah disampaikan/diinput  
sesuai jadwal.  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
12.  
Indeks Manajemen  
Risiko Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
Jakarta, 7 Oktober 2025  
Plt. Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika,  
Psikotropika, dan Prekursor  
SHANTI MARLINA  
Lampiran I  
Kertas Kerja Pengukuran Realisasi Indikator Kinerja  
Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
TW III 2025  
Capaian  
Terhadap Terhadap  
Target Target  
Triwulan Tahunan  
Capaian  
DEFINISI OPERASIONAL  
TW III 2025  
Pl Pn  
Sasaran  
Kegiatan  
Indikator Kinerja  
Kegiatan (IKK)  
Target  
2025  
No  
Target  
TW III  
Realis  
asi  
PEMBILANG  
PENYEBUT  
1 Meningkatnya IKK 1. Persentase  
efektivitas sarana produksi obat  
pengawasan JKN, bahan baku obat,  
sarana dan obat high risk  
78% Jumlah tindak  
lanjut hasil  
jumlah inspeksi  
pada tahun  
berjalan.  
78% 111 150 74%  
94.87%  
94.87%  
inspeksi sarana  
produksi yang  
mematuhi  
produksi Obat lainnya yang  
berbasis risiko mematuhi persyaratan  
CPOB  
persyaratan CPOB  
IKK 2. Persentase  
keputusan hasil  
pengawasan sarana  
produksi Obat dan  
NPP oleh UPT sesuai  
ketentuan  
85% Jumlah  
jumlah  
85%  
8
9 88.89% 104.58%  
104.58%  
pengawasan oleh pengawasan UPT  
UPT yang sesuai x 100%  
dalam  
pelaksanaan  
pengawasan  
dalam satu tahun  
berjalan  
IKK 3. Persentase  
Penilaian Hasil  
Pengawasan  
Kemandirian UPT  
Baru  
75% Jumlah  
jumlah  
75%  
N/A  
N/A  
N/A  
pengawasan oleh pengawasan UPT  
UPT yang sesuai secara mandiri x  
dalam  
100%  
pelaksanaan  
Capaian  
Terhadap Terhadap  
Target Target  
Triwulan Tahunan  
Capaian  
DEFINISI OPERASIONAL  
TW III 2025  
Pl Pn  
Sasaran  
Kegiatan  
Indikator Kinerja  
Kegiatan (IKK)  
Target  
2025  
No  
Target  
TW III  
Realis  
asi  
PEMBILANG  
PENYEBUT  
pengawasan  
dalam satu tahun  
berjalan  
IKK 4. Persentase  
Fasilitas produksi  
produk JKN dan  
produk high risk  
lainnya serta bahan  
baku yang diawasi  
sesuai standar  
82% Jumlah fasilitas  
produksi produk  
JKN dan produk  
high risk lainnya  
dengan jumlah  
teoritis 100%  
fasilitas produksi  
yang diawasi  
70% 111 183 60.66% 86.65%  
73.97%  
82.67%  
serta bahan baku pada tahun  
yang diawasi  
berjalan  
2 Meningkatnya IKK 5. Persentase  
84% Jumlah persentase Jumlah fasilitas  
capaian produksi obat dan  
65% 6.25 9 69.44% 106.84%  
kemampuan  
mendorong  
inovasi  
tahapan pemenuhan  
fasilitas produksi obat  
dan bahan baku obat  
pemenuhan CPOB bahan obat baru  
dari setiap fasilitas yang diajukan.  
produksi obat dan  
pengembanga pengembangan baru  
n obat  
yang diterbitkan  
bahan obat baru.  
keputusan dalam  
rangka pengawasan  
3 Meningkatnya IKK 6. Persentase  
52% Jumlah industri  
Jumlah seluruh  
industri farmasi  
produk jadi yang  
telah memiliki  
sertifikat CPOB  
dan diverifikasi  
pada tahun  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
maturitas  
sarana  
industri farmasi yang  
meningkat level  
farmasi yang  
meningkat level  
maturitasnya.  
produksi Obat maturitasnya  
berjalan.  
Capaian  
Terhadap Terhadap  
Target Target  
Triwulan Tahunan  
Capaian  
DEFINISI OPERASIONAL  
PEMBILANG PENYEBUT  
jumlah  
TW III 2025  
Pl Pn  
Sasaran  
Kegiatan  
Indikator Kinerja  
Kegiatan (IKK)  
Target  
2025  
No  
Target  
TW III  
Realis  
asi  
4 Meningkatnya IKK 7. Persentase  
86% Jumlah hasil  
evaluasi  
86%  
76 88 86.36% 100.42%  
100.42%  
efektivitas  
pelayanan  
publik di  
bidang  
pengawasan dan sarana khusus  
sarana yang diselesaikan  
keputusan penilaian  
fasilitas produksi  
Bahan Baku Obat,  
obat, produk biologi,  
permohonan  
permohonan  
penilaian yang  
diajukan oleh  
sarana produksi  
bahan baku obat,  
penilaian sarana  
produksi bahan  
baku obat, obat,  
produk biologi dan obat, produk  
produksi Obat tepat waktu  
sarana khusus  
biologi dan sarana  
yang diselesaikan khusus  
tepat waktu  
IKK 8. Indeks  
Pelayanan Publik di  
4.7 Dilakukan penilaian oleh Tim Penilai  
UPP BPOM dibawah koordinasi Biro  
Hukum dan Organisasi.  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
Lingkup Direktorat  
Pengawasan Produksi  
Obat, Narkotika,  
Psikotropika, dan  
Prekursor  
5 Terwujudnya IKK 9. Nilai  
93.45 Nilai Pembangunan ZI diperoleh dari  
hasil evaluasi yang dilakukan oleh Tim  
Penilai Internal dengan menggunakan  
lembar kerja evaluasi yang terlebih  
dahulu dilakukan self assessment dan  
reviu oleh auditor internal serta Tim  
Penilai Unit Kerja Eselon I  
tatakelola  
pemerintah  
Direktorat  
Pembangunan ZI  
Direktorat  
Pengawasan Produksi  
Pengawasan Obat & NPP  
Produksi Obat  
& NPP  
Capaian  
Terhadap Terhadap  
Target Target  
Triwulan Tahunan  
Capaian  
DEFINISI OPERASIONAL  
PEMBILANG PENYEBUT  
TW III 2025  
Pl Pn  
Sasaran  
Kegiatan  
Indikator Kinerja  
Kegiatan (IKK)  
Target  
2025  
No  
Target  
TW III  
Realis  
asi  
IKK 10. Tingkat  
100 Tingkat efisiensi diukur dengan  
membandingkan indeks efisiensi (IE)  
terhadap standar efisiensi (SE).  
Apabila IE ≥ SE maka kegiatan  
dianggap efisien, apabila: IE ≤ SE  
maka kegiatan dianggap tidak efisien.  
100% Menghitung kelengkapan data dan  
dokumen perencanaan dan evaluasi  
kinerja tahun berjalan, serta ketepatan  
waktu  
95  
100  
105.26%  
100%  
efisensi penggunaan  
anggaran Direktorat  
Pengawasan Produksi  
Obat & NPP  
IKK 11. Persentase  
Pemenuhan Dokumen  
SAKIP Direktorat  
Pengawasan Produksi  
Obat & NPP  
82%  
N/A  
9
11 82%  
100%  
N/A  
81.82%  
N/A  
IKK 12. Indeks  
Manajemen Risiko  
Direktorat  
Pengawasan Produksi  
Obat & NPP  
3.52 Nilai maturitas manajemen risiko  
diperoleh dari hasil penilaian yang  
dilakukan oleh Inspektorat Utama  
yang menggunakan kertas kerja  
evaluasi maturitas manejemen risiko  
N/A  
NOTULA  
Kegiatan  
Tanggal  
Tempat  
:
:
:
Evaluasi Internal TW III Tahun 2025  
7 Oktober 2025  
R. Rapat Ditwasprod ONPP  
1. Evaluasi Internal Capaian Kinerja TW III Tahun 2025  
Berdasarkan Keputusan Kepala BPOM Nomor 83 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi  
Pemerintah di Lingkungan BPOM, sebagai berikut:  
Mengacu pada Keputusan tersebut, maka Kriteria Pencapaian Sasaran Strategis dan kriteria predikat kinerja Ditwasprod ONPP pada TW III  
Tahun 2025 dapat dikategorikan sebagaimana rincian berikut:  
Mengacu pada Keputusan tersebut, maka Kriteria Pencapaian Sasaran Strategis dan kriteria predikat kinerja Ditwasprod ONPP pada TW  
III Tahun 2025 dapat dikategorikan sebagaimana rincian berikut:  
a. 4 (empat) IKK dengan kriteria pencapaian “Sangat Baik” (100% < x ≤ 120%), yaitu  
● IKK 2: Persentase keputusan hasil pengawasan sarana produksi Obat dan NPP oleh UPT sesuai ketentuan (104,58%)  
● IKK 5: Persentase tahapan pemenuhan fasilitas produksi obat dan bahan baku obat pengembangan baru yang diterbitkan  
keputusan dalam rangka pengawasan (106,84%)  
● IKK 7: Persentase keputusan penilaian fasilitas produksi Bahan Baku Obat, obat, produk biologi, dan sarana khusus yang  
diselesaikan tepat waktu (100,42%).  
● IKK 10: Tingkat efisensi penggunaan anggaran Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP (105,26%)  
b. 1 (satu) IKK dengan kriteria pencapaian “Baik” (=100%), yaitu IKK 11: Persentase Pemenuhan Dokumen SAKIP Direktorat  
Pengawasan Produksi Obat & NPP (100%).  
c. 2 (dua) IKK dengan kriteria pencapaian “Cukup” (70% ≤ x < 100%), yaitu  
● IKK 1: Persentase sarana produksi obat JKN, bahan baku obat, dan obat high risk lainnya yang mematuhi persyaratan CPOB  
(94,87%)  
● IKK 4: Persentase Fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku yang diawasi sesuai standar  
(86,65%)  
d. 1 (satu) IKK dengan kriteria pencapaian “Kurang” (<70%), yaitu IKK 3: Persentase Penilaian Hasil Pengawasan Kemandirian UPT  
Baru (0%)  
e. Sedangkan 4 (empat) IKK yang lain, capaian kinerja diukur pada akhir tahun, yaitu:  
● IKK 6: Persentase industri farmasi yang meningkat level maturitasnya  
● IKK 8: Indeks Pelayanan Publik di Lingkup Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
● IKK 9: Nilai Pembangunan ZI Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP  
● IKK 12: Indeks Manajemen Risiko Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP  
2. Hasil monitoring dan evaluasi RAPK TW III 2025  
Target Capaian  
Nama Indikator TW III s/d TW  
Sasaran  
Kegiatan  
Kategori  
Capaian  
No  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
2025  
III 2025  
a
b
c
h
i
j
k
1. Meningkatnya Persentase  
Cukup  
Sampai dengan TW 2,  
dilakukan inspeksi rutin  
Melaksanakan tindak lanjut  
terhadap sarana yang belum  
TW IV 2025  
78%  
94.87%  
efektivitas  
sarana produksi  
pengawasan obat JKN, bahan  
terhadap 59 sarana, dengan memenuhi ketentuan CPOB  
sarana  
baku obat, dan  
hasil terdapat 48 sarana  
yang memenuhi ketentuan.  
Hal ini menunjukkan bahwa  
masih terdapat sarana yang  
tidak memenuhi ketentuan  
(TMK).  
untuk menjaga tren capaian  
yang baik.  
produksi Obat obat high risk  
berbasis  
risiko  
lainnya yang  
mematuhi  
persyaratan  
CPOB  
2.  
Persentase  
keputusan hasil  
pengawasan  
sarana produksi  
Obat dan NPP  
oleh UPT sesuai  
Sangat Masih terdapat 1 UPT  
1. Melakukan monitoring  
terhadap pelaksanaan  
inspeksi mandiri UPT  
termasuk monitoring SLA  
penyusunan laporan  
inspeksi.  
TW IV 2025  
85% 104.58%  
Baik  
dengan hasil laporan  
pengawasan "CUKUP".  
Target Capaian  
Nama Indikator TW III s/d TW  
Sasaran  
Kegiatan  
Kategori  
Capaian  
No  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
2025  
III 2025  
a
b
c
h
i
j
k
ketentuan  
2. Melakukan pembinaan  
teknis terhadap UPT yang  
masih memperoleh hasil  
pengawasan kategori  
"CUKUP", termasuk  
evaluasi terhadap  
faktor-faktor yang  
mempengaruhi mutu  
pengawasan.  
3.  
4.  
Persentase  
Penilaian Hasil  
Pengawasan  
Kemandirian UPT  
Baru  
Kurang Kegiatan belum dapat  
dilaksanakan karena  
Saat ini sedang dalam proses  
pengusulan perubahan  
periode perhitungan target,  
dari sebelumnya triwulanan  
menjadi tahunan.  
TW IV 2025  
TW IV 2025  
75%  
70%  
0.00%  
anggaran masih dalam  
status blokir penuh.  
Persentase  
Cukup  
Target belum tercapai karena 1. Optimalisasi perencanaan  
86.65%  
Fasilitas produksi  
produk JKN dan  
produk high risk  
lainnya serta  
bahan baku yang  
diawasi sesuai  
standar  
terkendala anggaran untuk  
inspeksi on-site.  
kegiatan dan anggaran  
termasuk mengajukan buka  
blokir anggaran.  
2. Meningkatkan koordinasi  
internal dan eksternal (UPT)  
dalam pelaksanaan inspeksi  
CPOB.  
3. Melakukan monitoring dan  
evaluasi secara berkala.  
4. Mempertimbangkan  
alternatif pelaksanaan  
inspeksi seperti inspeksi  
Target Capaian  
Nama Indikator TW III s/d TW  
Sasaran  
Kegiatan  
Kategori  
Capaian  
No  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
2025  
III 2025  
a
b
c
h
i
j
k
hybrid (daring dan luring)  
apabila memungkinkan,  
guna mengoptimalkan  
pelaksanaan dalam  
keterbatasan anggaran.  
5. Meningkatnya Persentase  
Sangat Tidak ada hambatan.  
Baik  
1. Melanjutkan kegiatan  
pendampingan seperti  
asistensi regulatori onsite,  
desk prasertifikasi, dan  
melakukan inspeksi  
TW IV 2025  
65% 106.84%  
kemampuan  
mendorong  
inovasi  
tahapan  
pemenuhan  
fasilitas produksi  
pengembang obat dan bahan  
an obat  
baku obat  
sertifikasi CPOB.  
pengembangan  
baru yang  
diterbitkan  
keputusan dalam  
rangka  
2. Melakukan identifikasi dan  
monitoring terhadap tindak  
lanjut pengawasan dan  
progres perbaikan sarana  
produksi.  
pengawasan  
6 Meningkatnya Persentase  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
maturitas  
sarana  
industri farmasi  
yang meningkat  
produksi Obat level  
maturitasnya  
7. Meningkatnya Persentase  
Sangat Sarana produksi yang  
1. Meningkatkan komunikasi  
dan koordinasi internal  
dalam penyelesaian  
TW IV 2025  
86% 100.42%  
efektivitas  
pelayanan  
publik di  
keputusan  
penilaian fasilitas  
produksi Bahan  
Baik  
mengajukan permohonan  
sertifikasi CPOB belum  
sepenuhnya memenuhi  
permohonan penilaian  
Target Capaian  
Nama Indikator TW III s/d TW  
Sasaran  
Kegiatan  
Kategori  
Capaian  
No  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
2025  
III 2025  
a
b
c
h
i
j
k
bidang  
Baku Obat, obat,  
persyaratan.  
termasuk monitoring dan  
evaluasi.  
2. Meningkatkan efektivitas  
pelaksanaan desk  
pengawasan produk biologi,  
sarana dan sarana  
produksi Obat khusus yang  
diselesaikan  
prasertifikasi CPOB dan  
evaluasi pemenuhan CPOB  
obat impor.  
tepat waktu  
8.  
Indeks Pelayanan  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
Publik di Lingkup  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat,  
Narkotika,  
Psikotropika, dan  
Prekursor  
9. Terwujudnya  
Nilai  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
tatakelola  
pemerintah  
Direktorat  
Pembangunan ZI  
Direktorat  
Pengawasan  
Pengawasan Produksi Obat &  
Produksi Obat NPP  
& NPP  
10.  
Tingkat efisensi  
penggunaan  
anggaran  
Direktorat  
Pengawasan  
Sangat Walaupun tingkat efisiensi  
Melaksanakan kegiatan sesuai TW IV 2025  
renlak.  
95  
105.26%  
Baik  
anggaran sudah efisien  
(100), tetapi masih ada  
beberapa kegiatan yang  
belum dapat terlaksana dan  
Target Capaian  
Nama Indikator TW III s/d TW  
Sasaran  
Kegiatan  
Kategori  
Capaian  
No  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
2025  
III 2025  
a
b
c
h
i
j
k
Produksi Obat &  
NPP  
memengaruhi realisasi IKK  
akibat efisiensi anggaran.  
11.  
12.  
Persentase  
Pemenuhan  
Dokumen SAKIP  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
Baik  
Tidak ada hambatan.  
Pemenuhan dokumen SAKIP sesuai dengan timeline.  
telah sesuai ketentuan dan  
telah disampaikan/diinput  
sesuai jadwal.  
Melengkapi dokumen SAKIP  
TW IV 2025  
82%  
100%  
Indeks  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
Manajemen  
Risiko Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
3. Hasil evaluasi dan tindak lanjut terhadap capaian IKK TW II Tahun 2025 adalah sebagai berikut:  
Tindak Lanjut  
Volume  
**Belum Selesai Tindak  
Lanjut  
Sasaran  
Strategis  
Kategori  
Capaian  
No  
Nama Indikator  
Hambatan  
*Selesai Tindak Lanjut  
Capaian  
s.d TW  
II  
Target Realisasi  
TW II s.d TW II  
Rencana Aksi Timeline  
1
Meningkatnya Persentase  
78%  
81.36% 104.31% Sangat Sampai dengan  
Melaksanakan tindak  
Melanjutkan  
TW  
efektivitas  
pengawasan obat JKN,  
sarana produksi  
baik  
TW 2, dilakukan  
inspeksi rutin  
lanjut terhadap sarana untuk  
yang belum memenuhi melakukan  
III–IV  
2025  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak  
Volume  
Sasaran  
Strategis  
Kategori  
Capaian  
Lanjut  
No  
Nama Indikator  
Hambatan  
*Selesai Tindak Lanjut  
Capaian  
s.d TW  
II  
Target Realisasi  
TW II s.d TW II  
Rencana Aksi Timeline  
sarana  
bahan baku  
terhadap 59  
ketentuan CPOB untuk monitoring  
produksi Obat obat, dan obat  
sarana, dengan  
hasil terdapat 48  
sarana yang  
menjaga tren capaian  
yang baik.  
terhadap tindak  
berbasis  
risiko  
high risk lainnya  
yang mematuhi  
persyaratan  
CPOB  
lanjut hasil  
inspeksi rutin  
baik oleh UPT  
maupun  
inspeksi  
terpadu (UPT  
bersama  
memenuhi  
ketentuan. Hal ini  
menunjukkan  
bahwa masih  
terdapat sarana  
yang tidak  
Pusat).  
memenuhi  
ketentuan (TMK).  
2
Persentase  
85%  
75.00% 88.24%  
Cukup Masih terdapat 1 1. Melakukan  
N/A  
TW III  
2025  
keputusan hasil  
pengawasan  
sarana produksi  
Obat dan NPP  
oleh UPT sesuai  
ketentuan  
UPT dengan hasil  
laporan  
pengawasan  
"CUKUP"  
monitoring terhadap  
pelaksanaan  
inspeksi mandiri  
UPT termasuk  
monitoring SLA  
penyusunan laporan  
inspeksi.  
2. Melakukan  
pembinaan teknis  
terhadap UPT yang  
masih memperoleh  
hasil pengawasan  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak  
Volume  
Sasaran  
Strategis  
Kategori  
Capaian  
Lanjut  
No  
Nama Indikator  
Hambatan  
*Selesai Tindak Lanjut  
Capaian  
s.d TW  
II  
Target Realisasi  
TW II s.d TW II  
Rencana Aksi Timeline  
kategori "CUKUP",  
termasuk evaluasi  
terhadap  
faktor-faktor yang  
mempengaruhi mutu  
pengawasan  
3
Persentase  
Penilaian Hasil  
Pengawasan  
Kemandirian  
UPT Baru  
75%  
N/A  
0
Kurang Belum ada  
realisasi pada TW  
1. Mengajukan usulan N/A  
perubahan periode  
perhitungan target,  
dari sebelumnya  
triwulanan menjadi  
tahunan.  
TW III  
2025  
I, karena  
anggaran full  
blokir.  
2. Mengecualikan IKK  
pada perhitungan  
NKO TW II dan III  
2025  
4
Persentase  
Fasilitas  
produksi produk  
JKN dan produk  
high risk lainnya  
serta bahan  
45%  
34.43% 76.51%  
Cukup Target belum  
tercapai karena  
terkendala  
1. Meningkatkan  
koordinasi internal  
dan eksternal (UPT)  
dalam pelaksanaan  
inspeksi CPOB.  
2. Melakukan  
1. Optimalisasi TW IV  
perencanaan 2025  
kegiatan dan  
anggaran.  
2. Melakukan  
monitoring  
anggaran untuk  
inspeksi on-site.  
baku yang  
monitoring dan  
dan evaluasi  
diawasi sesuai  
evaluasi secara  
secara  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak  
Volume  
Sasaran  
Strategis  
Kategori  
Capaian  
Lanjut  
No  
Nama Indikator  
Hambatan  
*Selesai Tindak Lanjut  
Capaian  
s.d TW  
II  
Target Realisasi  
TW II s.d TW II  
Rencana Aksi Timeline  
standar  
berkala.  
berkala.  
3. Mempertimb  
angkan  
alternatif  
pelaksanaan  
inspeksi  
seperti  
inspeksi  
hybrid  
(daring dan  
luring)  
apabila  
memungkink  
an, guna  
mengoptimal  
kan  
pelaksanaan  
dalam  
keterbatasan  
anggaran.  
5
Meningkatnya Persentase  
45%  
79.17% 175.93%  
Tidak  
dapat  
disimpulk  
an  
Tidak ada  
hambatan.  
N/A  
Melanjutkan  
kegiatan  
pendampingan  
seperti  
TW III-IV  
2025  
kemampuan  
mendorong  
inovasi  
tahapan  
pemenuhan  
fasilitas  
pengembang produksi obat  
asistensi  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak  
Volume  
Sasaran  
Strategis  
Kategori  
Capaian  
Lanjut  
No  
Nama Indikator  
Hambatan  
*Selesai Tindak Lanjut  
Capaian  
s.d TW  
II  
Target Realisasi  
TW II s.d TW II  
Rencana Aksi Timeline  
an obat  
dan bahan baku  
obat  
pengembangan  
baru yang  
regulatori  
onsite, desk  
prasertifikasi,  
dan melakukan  
inspeksi  
diterbitkan  
keputusan  
sertifikasi  
dalam rangka  
pengawasan  
CPOB.  
6
7
Meningkatny Persentase  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
maturitas  
sarana  
industri farmasi  
yang meningkat  
produksi Obat level  
maturitasnya  
Meningkatnya Persentase  
86%  
85.71% 99.66%  
Cukup Tidak ada  
hambatan.  
1. Melanjutkan kegiatan Meningkatkan  
TW IV  
efektivitas  
pelayanan  
publik di  
bidang  
keputusan  
penilaian  
fasilitas  
pendampingan  
seperti asistensi  
regulatori onsite,  
desk prasertifikasi,  
dan melakukan  
inspeksi sertifikasi  
CPOB.  
komunikasi dan 2025  
koordinasi  
internal dalam  
penyelesaian  
permohonan  
penilaian  
termasuk  
monitoring dan  
evaluasi  
produksi Bahan  
pengawasan Baku Obat,  
sarana obat, produk  
produksi Obat biologi, dan  
sarana khusus  
yang  
2. Melakukan  
identifikasi dan  
monitoring terhadap  
diselesaikan  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak  
Volume  
Sasaran  
Strategis  
Kategori  
Capaian  
Lanjut  
No  
Nama Indikator  
Hambatan  
*Selesai Tindak Lanjut  
Capaian  
s.d TW  
II  
Target Realisasi  
TW II s.d TW II  
Rencana Aksi Timeline  
tepat waktu  
tindak lanjut  
pengawasan dan  
progres perbaikan  
sarana produksi.  
3. Meningkatkan  
efektivitas  
pelaksanaan desk  
prasertifikasi CPOB  
dan evaluasi  
pemenuhan CPOB  
obat impor.  
8
Indeks  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
Pelayanan  
Publik di  
Lingkup  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat,  
Narkotika,  
Psikotropika,  
dan Prekursor  
9
Terwujudnya  
tatakelola  
pemerintah  
Nilai  
Pembangunan  
ZI Direktorat  
93.45  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
Tindak Lanjut  
**Belum Selesai Tindak  
Volume  
Sasaran  
Strategis  
Kategori  
Capaian  
Lanjut  
No  
Nama Indikator  
Hambatan  
*Selesai Tindak Lanjut  
Capaian  
s.d TW  
II  
Target Realisasi  
TW II s.d TW II  
Rencana Aksi Timeline  
Direktorat  
Pengawasan  
Pengawasan Produksi Obat &  
Produksi Obat NPP  
& NPP  
10  
Tingkat efisensi  
penggunaan  
anggaran  
84  
100  
119.05% Sangat Tidak ada  
N/A  
Melaksanakan TW IV  
kegiatan sesuai 2025  
PoA.  
Baik  
hambatan.  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
55%  
55%  
100.00%  
11  
Persentase  
Pemenuhan  
Dokumen  
SAKIP  
Baik  
Tidak ada  
hambatan.  
N/A  
Melengkapi  
dokumen  
SAKIP sesuai  
dengan  
TW IV  
2025  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
timeline.  
12  
Indeks  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
Manajemen  
Risiko Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP