BERITA ACARA EVALUASI INTERNAL  
TRIWULAN IV TAHUN 2024  
Pada hari Selasa tanggal 7 Januari 2025, yang bertanda tangan di bawah ini:  
Nama  
NIP  
: Bayu Wibisono, S.Si, Apt., M.A.B  
: 197812242003121001  
Jabatan  
: Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
Telah melaksanakan Evaluasi Internal terhadap realisasi anggaran dan capaian kinerja  
Direktorat Pengwasan Produksi ONPP Triwulan IV Tahun 2024.  
I. Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran per Output hingga Triwulan IV Tahun 2024  
Anggaran  
Program/Kegiatan/  
No  
Output  
Target Realisasi Capaian  
Pagu  
Realisasi  
Capaian  
e =  
(d/c x 100)  
h =  
(g/f x 100)  
a
b
c
d
f
g
1. Keputusan penilaian  
fasilitas produksi BBO,  
obat, produk biologi,  
dan sarana khusus  
yang diselesaikan tepat  
waktu  
120  
165  
137,50% Rp4.003.787.000 Rp4.003.546.469 99,99%  
112,50% Rp2.800.803.000 Rp2.800.739.868 99,99%  
110,70% Rp2.921.453.000 Rp2.921.390.512 99,99%  
2. Keputusan hasil  
pengawalan  
24  
27  
pemenuhan  
persyaratan fasilitas  
produksi obat yang  
diterbitkan  
3. Fasilitas produksi produk 215  
JKN dan produk high  
238  
risk lainnya serta bahan  
baku obat yang diawasi  
sesuai standar  
II. Evaluasi Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Output Triwulan IV Tahun 2024  
1. Output 1: Keputusan penilaian fasilitas produksi BBO, obat, produk biologi, dan sarana khusus  
yang diselesaikan tepat waktu  
● Jumlah keputusan hasil penilaian fasilitas produksi bahan baku obat, obat, produk biologi, dan  
sarana khusus yang diselesaikan tepat waktu hingga Triwulan IV Tahun 2024 sebanyak 165  
keputusan, dengan realisasi anggaran sebesar Rp4.003.546.469 atau 99,99% dari total  
anggaran yang tersedia Rp4.003.787.000. Keputusan penilaian fasilitas dimaksud mencakup  
Sertifikasi baru maupun perubahan fasilitas, penilaian pemenuhan CPOB fasilitas obat impor,  
fasilitas radiofarmaka dan lain-lain.  
● Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:  
a. Komitmen seluruh SDM yang terlibat  
b. Pelaksanaan desk prasertifikasi CPOB  
c. Tersedianya sistem/aplikasi berbasis elektronik termasuk tanda tangan elektronik (TTE)  
d. Layanan konsultasi dan asistensi  
● Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:  
a. Pemenuhan timeline penyelesaian masih di luar waktu yang ditetapkan.  
b. Komunikasi atau reminder untuk proses penyelesaian permohonan.  
c. Kepatuhan pelaku usaha dalam pemenuhan CAPA.  
● Identifikasi risiko:  
a. Pelaksanaan kegiatan pelayanan publik tidak dapat dilaksanakan dengan efektif sehingga  
berpengaruh terhadap penyelesaian proses pelayanan publik.  
● Rencana perbaikan:  
a. Meningkatkan komunikasi dan koordinasi internal dalam penyelesaian permohonan  
penilaian termasuk monitoring dan evaluasi.  
b. Meningkatkan efektivitas pelaksanaan desk prasertifikasi CPOB dan evaluasi pemenuhan  
CPOB obat impor.  
2. Output 2: Keputusan hasil pengawalan pemenuhan persyaratan fasilitas produksi obat yang  
diterbitkan  
● Jumlah keputusan hasil pengawalan pemenuhan persyaratan fasilitas produksi obat yang  
diterbitkan hingga Triwulan IV Tahun 2024 sebanyak 27 keputusan, dengan realisasi anggaran  
sebesar Rp2.800.739.868 atau 99,99% dari total anggaran yang tersedia Rp2.800.803.000.  
Terdapat 27 keputusan yang terdiri dari 20 keputusan terhadap fasilitas produksi produk  
biologi, 5 keputusan terhadap fasilitas produksi radiofarmaka, dan 2 keputusan terhadap  
fasilitas produksi BBO. Dari 27 keputusan tersebut, terdapat 1 kali diskusi, 9 kali desk  
prasertifikasi CPOB, 9 trip inspeksi dalam rangka Sertifikasi CPOB, dan penerbitan Sertifikat  
CPOB sebanyak 8 output.  
● Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:  
a. Komitmen seluruh SDM yang terlibat  
b. Tersedianya layanan konsultasi dan asistensi melalui e-atensi CPOB  
c. Tersedianya regulasi dan standar terkait CPOB  
● Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:  
a. Dukungan atau ekosistem dalam peningkatan kemandirian industri farmasi  
b. Pengetahuan dan komitmen pelaku usaha dalam pemenuhan standar.  
● Identifikasi risiko:  
a. Penerbitan Sertifikat CPOB kepada sarana produksi hasil inovasi yang belum memenuhi  
persyaratan CPOB minimal.  
● Rencana perbaikan:  
a. Meningkatkan layanan konsultasi dan asistensi dalam pemenuhan fasilitas produksi obat,  
radiofarmaka, produk biologi, dan bahan baku obat baru.  
b. Meningkatkan kualitas penyediaan dan daya saing obat baru baik melalui asistensi  
regulatori dan bimbingan teknis.  
3. Output 3: Fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku obat yang  
diawasi sesuai standar  
● Jumlah fasilitas produksi yang diperiksa sampai dengan Triwulan IV Tahun 2024 sebanyak  
238 fasilitas atau 110,70% dari target output sebanyak 215 fasilitas, dengan realisasi  
anggaran sebesar Rp2.921.390.512 atau 99,99% dari total anggaran yang tersedia  
Rp2.921.453.000.  
● Cakupan fasilitas produk high risk yang diawasi mencakup tidak hanya produk biologi dan  
fasilitas steril, namun juga terhadap fasilitas yang dalam waktu tertentu tidak pernah diperiksa  
sesuai siklus inspeksi dan berdasarkan hasil perencanaan inspeksi menjadi target prioritas  
inspeksi tahun 2024.  
● Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:  
a. Komitmen seluruh Inspektur dan SDM yang terlibat  
b. Tersedianya sistem perencanaan inspeksi yang baik  
c. Dukungan UPT dalam pelaksanaan inspeksi terpadu  
d. Koordinasi dengan pelaku usaha yang semakin efektif  
● Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:  
a. Adanya kegiatan yang melibatkan SDM cukup besar termasuk persiapan PIC/S dan WLA  
sehingga dapat mempengaruhi realisasi pelaksanaan inspeksi.  
b. Penyelesaian tindak lanjut inspeksi yang berdampak pada sanksi administratif.  
c. Ketersediaan anggaran khususnya berkaitan dengan perjalanan dinas untuk mendukung  
pelaksanaan inspeksi on site.  
● Identifikasi risiko:  
a. Pelaksanaan kegiatan inspeksi tidak optimal  
b. Kegiatan inspeksi tidak sesuai yang direncanakan  
c. Penyusunan tindak lanjut hasil inspeksi melebihi timeline  
d. Tindak lanjut hasil inspeksi (sanksi/rekomendasi) tidak sesuai dengan hasil inspeksi  
e. Kasus cemaran pada obat/adanya keluhan mutu obat (internal)  
f. Kasus cemaran pada obat/adanya keluhan mutu obat (eksternal)  
g. Inspeksi CPOB fasilitas pembuatan BBO dan radiofarmaka tidak berjalan optimal  
● Rencana tindak lanjut:  
a. Meningkatkan koordinasi internal dan eksternal (UPT) dalam pelaksanaan inspeksi CPOB.  
b. Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.  
c. Optimalisasi perencanaan kegiatan dan anggaran.  
II. Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran per Sasaran Strategis hingga Triwulan IV Tahun 2024  
Volume  
Capaian  
Anggaran  
s/d TW IV  
No  
Sasaran Strategis  
Nama Indikator  
Target  
TW IV  
Realisasi  
s/d TW IV s/d TW IV  
Capaian  
Pagu  
Realisasi  
f =  
i
a
b
c
d
e
g
h
(e/d x 100)  
(h/g x 100)  
1
Terwujudnya sarana produksi  
obat yang mandiri  
Persentase sarana produksi obat yang  
mandiri dalam pemenuhan CPOB  
77,20%  
90,48%  
93,75  
117,20% 1.629.135.600 1.629.068.927  
100%  
2
3
Pelayanan publik di bidang  
pengawasan sarana produksi  
obat yang prima  
Indeks kepuasan pelayanan publik di  
bidang pengawasan sarana produksi  
obat  
91  
103,02%  
89,32%  
152.487.000  
313.868.800  
152.472.499 99,99%  
Meningkatnya sarana produksi Persentase sarana produksi obat JKN,  
obat JKN, bahan baku obat dan bahan baku, dan obat high risk lainnya  
76%  
67,88%  
313.866.721  
100%  
obat high risk lainnya yang  
memenuhi CPOB  
yang mematuhi persyaratan CPOB  
4
5
Meningkatnya efektivitas  
pengawasan sarana produksi  
obat berbasis risiko  
Persentase tindak lanjut yang  
berkualitas dari hasil pengawasan  
sarana produksi di Balai  
100%  
94%  
100%  
100%  
1.171.632.000 1.171.612.123  
100%  
100%  
Persentase fasilitas produksi produk  
JKN dan produk high risk lainnya serta  
bahan baku obat yang diawasi sesuai  
standar  
101,71%  
108,20%  
470.803.200  
470.800.082  
6
7
Persentase hasil pengawasan sarana  
produksi yang ditindaklanjuti  
80%  
85%  
80,82%  
85,05%  
101,03%  
112.472.400  
112.467.359  
100%  
100%  
Meningkatnya efektivitas  
pelayanan publik di bidang  
pengawasan sarana produksi  
obat  
Persentase keputusan penilaian fasilitas  
produksi bahan baku obat, produk  
biologi dan sarana khusus yang  
diselesaikan tepat waktu  
100,06% 1.876.796.000 1.876.703.433  
8
Indeks Pelayanan Publik  
4,85  
4,92  
101,44%  
112.472.400  
112.467.359  
100%  
Volume  
Capaian  
Anggaran  
s/d TW IV  
No  
Sasaran Strategis  
Nama Indikator  
Target  
TW IV  
Realisasi  
s/d TW IV s/d TW IV  
Capaian  
Pagu  
Realisasi  
f =  
i
a
b
c
d
e
g
h
(e/d x 100)  
(h/g x 100)  
9
Meningkatnya kemampuan  
mendorong inovasi  
pengembangan obat  
Persentase tahapan pemenuhan  
fasilitas produksi obat dan bahan baku  
obat baru yang diterbitkan keputusan  
dalam rangka pengawasan  
85%  
92,86%  
109,24% 2.095.975.000 2.095.930.840  
100%  
10 Terwujudnya organisasi  
Direktorat Pengawasan  
Indeks RB Direktorat Pengawasan  
Produksi ONPP  
94,1  
91,22  
3
93,37  
88,53  
3
99,22%  
97,05%  
100%  
1.631.745.350 1.631.696.922  
100%  
Produksi ONPP yang efektif  
11 Terwujudnya SDM Direktorat  
Pengawasan Produksi ONPP  
yang bekerja optimal  
Indeks profesionalitas ASN Direktorat  
Pengawasan Produksi ONPP  
783.124.000  
36.363.550  
783.048.854 99,99%  
12 Menguatnya Pengelolaan Data Indeks pengelolaan data dan informasi  
dan Informasi Pengawasan Direktorat Pengawasan Produksi ONPP  
36.363.284  
100%  
Obat dan Makanan di Direktorat yang optimal  
Pengawasan Produksi Obat dan  
NPP  
13 Terkelolanya Keuangan  
Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat dan NPP secara  
Akuntabel  
Tingkat Efisiensi Penggunaan Anggaran  
Direktorat Pengawasan Produksi ONPP  
100%  
97,75  
100%  
97,74  
100%  
16.140.000  
72.727.100  
16.140.000  
72.726.567  
100%  
100%  
14 Nilai Pengelolaan Kearsipan  
Nilai Pengelolaan Kearsipan  
99,99%  
II.1 Evaluasi Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Output Triwulan IV Tahun 2024  
Dari 14 Indikator Kinerja Kegiatan per Sasaran Strategis, seluruh IKK telah memiliki capaian hingga TW IV Tahun 2024.  
Realisasi dan capaian IKK hingga TW IV Tahun 2024 berdasarkan Kriteria Pencapaian Sasaran Strategis:  
a. 7 (tujuh) IKK dengan kriteria pencapaian “Sangat Baik” (100% < x ≤ 120%), yaitu:  
- IKK 1: Persentase sarana produksi obat yang mandiri dalam pemenuhan CPOB (117,20%)  
- IKK 2: Indeks kepuasan pelayanan publik di bidang pengawasan sarana produksi obat (103,02%)  
- IKK 5: Persentase fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku obat yang diawasi sesuai standar  
(108,20%)  
- IKK 6: Persentase hasil pengawasan sarana produksi yang ditindaklanjuti (101,03%)  
- IKK 7: Persentase keputusan penilaian fasilitas produksi bahan baku obat, produk biologi dan sarana khusus yang diselesaikan tepat waktu  
(100,06%)  
- IKK 8: Indeks Pelayanan Publik (101,44%)  
- IKK 9: Persentase tahapan pemenuhan fasilitas produksi obat dan bahan baku obat baru yang diterbitkan keputusan dalam rangka  
pengawasan (109,24%)  
b. 3 (tiga) IKK dengan kriteria pencapaian “Baik” (=100%), yaitu:  
- IKK 4: Persentase tindak lanjut yang berkualitas dari hasil pengawasan sarana produksi di Balai (100%)  
- IKK 12: Indeks pengelolaan data dan informasi Direktorat Pengawasan Produksi ONPP yang optimal (100%)  
- IKK 13: Tingkat Efisiensi Penggunaan Anggaran Direktorat Pengawasan Produksi ONPP (100%)  
c. 4 (empat) IKK dengan kriteria pencapaian “Cukup” (70% ≤ x < 100%), yaitu:  
- IKK 3: Persentase sarana produksi obat JKN, bahan baku, dan obat high risk lainnya yang mematuhi persyaratan CPOB (89,32%)  
- IKK 10: Indeks RB Direktorat Pengawasan Produksi ONPP (99,33%)  
- IKK 11: Indeks profesionalitas ASN Direktorat Pengawasan Produksi ONPP (97.05%)  
- IKK 14: Nilai Pengelolaan Kearsipan (99,99%)  
Kriteria pencapaian IKK di atas telah dikelompokkan sesuai Keputusan Kepala BPOM Nomor 311 Tahun 2023 tentang Pedoman  
Penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan, sebagai berikut:  
III. Hambatan dan Tindak Lanjut dari Capaian Kinerja Triwulan IV Tahun 2024  
Volume  
Kategori  
Capaian  
No Sasaran Strategis Nama Indikator  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
Target Realisasi  
TW IV s.d. TW IV s.d. TW IV  
Capaian  
f =  
a
b
c
d
e
g
h
i
j
(e/d x 100)  
1
Terwujudnya  
sarana produksi  
obat yang mandiri  
Persentase  
sarana produksi  
obat yang  
mandiri dalam  
pemenuhan  
CPOB  
Sangat Tidak ada hambatan.  
Baik  
Senantiasa melakukan  
kegiatan desk CAPA tatap  
muka baik secara mandiri  
maupun melalui kegiatan  
Asistensi Regulatori.  
2025  
77,20%  
90,48%  
117,20%  
2
3
Pelayanan publik di Indeks kepuasan  
Sangat Tidak ada hambatan.  
Baik  
Mempertahankan kepuasan  
publik terhadap layanan  
Ditwasprod ONPP.  
2025  
2025  
91  
93,75  
103,02%  
89,32%  
bidang  
pelayanan publik  
di bidang  
pengawasan  
sarana produksi  
obat  
pengawasan  
sarana produksi  
obat yang prima  
Meningkatnya  
Persentase  
Cukup 1. Masih ditemukan  
ketidaksesuaian dengan  
1. Memberikan sanksi kepada  
sarana produksi dengan  
temuan kritis (TMS) untuk  
melakukan perbaikan.  
76%  
67,88%  
sarana produksi  
obat JKN, bahan  
sarana produksi  
obat JKN, bahan  
kategori kritis yang berkaitan  
dengan kegiatan produksi  
baku obat dan obat baku, dan obat  
high risk lainnya  
yang memenuhi  
CPOB  
high risk lainnya  
yang mematuhi  
persyaratan  
CPOB  
tidak sesuai persetujuan izin 2. Penyamaan persepsi dalam  
edar.  
penetapan tindak lanjut  
sesuai dengan PerBPOM  
No. 9/2024, khususnya  
terkait kategorisasi temuan  
ketidaksesuaian terhadap  
persetujuan izin edar.  
3. Melaksanakan Forum  
Komunikasi Hasil  
2. Peningkatan dan/atau  
persamaan persepsi dalam  
penetapan tindak lanjut  
khususnya berkaitan  
ketidaksesuaian terhadap  
persetujuan izin edar sesuai  
PerBPOM No. 9/2024.  
3. Penetapan tindak lanjut telah  
berdasarkan jenis fasilitas,  
yang memisahkan kategori  
dari temuan umum dan  
temuan fasilitas.  
Pengawasan kepada  
pelaku usaha.  
Volume  
Kategori  
Capaian  
No Sasaran Strategis Nama Indikator  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
Target Realisasi  
TW IV s.d. TW IV s.d. TW IV  
Capaian  
4
Meningkatnya  
efektivitas  
pengawasan  
sarana produksi  
obat berbasis risiko pengawasan  
sarana produksi  
Persentase  
tindak lanjut yang  
berkualitas dari  
hasil  
Baik  
Tidak ada hambatan.  
1. Melakukan monitoring  
pelaksanaan inspeksi  
mandiri oleh UPT (Balai).  
2. Melakukan komunikasi  
terhadap hasil evaluasi  
yang telah dilakukan dalam  
rangka perbaikan/  
2025  
100%  
100%  
100%  
Delapan UPT telah melakukan  
pengawasan/ inspeksi mandiri  
pada tahun 2024.  
di Balai  
peningkatan tindak lanjut  
inspeksi yang berkualitas.  
1. Meningkatkan koordinasi  
internal dan eksternal  
(UPT) dalam pelaksanaan  
inspeksi CPOB.  
2. Melakukan monitoring dan  
evaluasi secara berkala.  
3. Optimalisasi perencanaan  
kegiatan dan anggaran.  
1. Memberikan  
5
Persentase  
Sangat Tidak ada hambatan.  
Baik  
2025  
94%  
101,71%  
108,20%  
fasilitas produksi  
produk JKN dan  
produk high risk  
lainnya serta  
bahan baku obat  
yang diawasi  
sesuai standar  
Persentase hasil  
pengawasan  
sarana produksi  
yang  
6
Sangat Tidak ada hambatan. Telah  
2025  
80%  
80,82%  
101,03%  
Baik  
dilakukan perubahan acuan  
perhitungan waktu penyampaian  
CAPA dimulai dari tanggal  
reminder/peringatan  
kepada sarana produksi  
untuk menyampaikan  
perbaikan.  
ditindaklanjuti  
pengiriman tindak lanjut, tidak  
berdasarkan surat tindak lanjut. 2. Pemanfaatan blast WA  
kepada Inspektur CPOB  
terkait untuk melakukan  
reminder ke sarana  
produksi.  
Volume  
Kategori  
Capaian  
No Sasaran Strategis Nama Indikator  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
Target Realisasi  
TW IV s.d. TW IV s.d. TW IV  
Capaian  
7
Meningkatnya  
efektivitas  
pelayanan publik di penilaian fasilitas  
Persentase  
keputusan  
Sangat Tidak ada hambatan.  
Baik  
1. Meningkatkan komunikasi  
dan koordinasi internal  
dalam penyelesaian  
2025  
85%  
85,05%  
100,06%  
bidang  
produksi bahan  
baku obat,  
produk biologi  
dan sarana  
khusus yang  
diselesaikan  
tepat waktu  
permohonan penilaian  
termasuk monitoring dan  
evaluasi.  
pengawasan  
sarana produksi  
obat  
2. Meningkatkan efektivitas  
pelaksanaan desk  
prasertifikasi CPOB dan  
evaluasi pemenuhan CPOB  
obat impor.  
8
9
Indeks  
Pelayanan Publik  
Sangat Tidak ada hambatan.  
Baik  
Mempertahankan pelayanan  
prima di lingkungan Ditwasprod  
ONPP.  
2025  
2025  
4,85  
85%  
4,92  
101,44%  
109,24%  
Meningkatnya  
kemampuan  
Persentase  
tahapan  
mendorong inovasi pemenuhan  
Sangat Tidak ada hambatan.  
Baik  
Melanjutkan kegiatan  
pendampingan seperti  
asistensi regulatori onsite,  
desk prasertifikasi, dan  
melakukan inspeksi sertifikasi  
CPOB pada 2025  
92,86%  
pengembangan  
obat  
fasilitas produksi  
obat dan bahan  
baku obat baru  
yang diterbitkan  
keputusan dalam  
rangka  
pengawasan  
Nilai RB  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi ONPP  
10 Terwujudnya  
organisasi  
Cukup 1. Meskipun realisasi tahun 2024 Menindaklanjuti hasil evaluasi  
2025  
94,10  
93,37  
99,22%  
tidak memenuhi capaian  
100%, tetapi realisasi tersebut  
meningkat dibandingkan  
PMPZI pada tahun 2025.  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi ONPP  
yang efektif  
tahun 2023 yaitu 93,10.  
2. Terdapat peningkatan target  
yang signifikan dari 88,40  
(tahun 2023) menjadi 94,10  
(tahun 2024).  
11 Terwujudnya SDM Indeks  
Direktorat profesionalitas  
Cukup Terdapat perubahan instrumen  
pengukuran IP ASN dari BKN  
Nilai Pencapaian Sasaran  
Strategis (NPSS) capaian  
2025  
91,22  
88,53  
97,05%  
Volume  
Kategori  
Capaian  
No Sasaran Strategis Nama Indikator  
Hambatan  
Rencana Tindak Lanjut  
Timeline  
Target Realisasi  
TW IV s.d. TW IV s.d. TW IV  
Capaian  
Pengawasan  
Produksi ONPP  
yang bekerja  
optimal  
ASN Direktorat  
Pengawasan  
Produksi ONPP  
yaitu perubahan obyek penilaian indikator IP ASN 2024 akan  
yang semula PNS menjadi PNS dikeluarkan dari perhitungan  
dan PPPK, serta perubahan  
instrumen bobot dasar dimensi  
kompetensi yang tidak hanya  
meliputi riwayat pengembangan  
kompetensi, tetapi termasuk  
konversi hasil penilaian kinerja.  
(Nota Dinas Kepala Biro  
NPSS sehingga tidak  
mempengaruhi hasil  
pengukuran NPSS tersebut.  
Perencanaan dan Keuangan No.  
KP.17.21.11.24.349 tanggal 26  
November 2024)  
12 Menguatnya  
Pengelolaan Data  
dan Informasi  
Indeks  
pengelolaan data  
dan informasi  
Baik  
Tidak ada hambatan.  
Melanjutkan pengelolaan data  
dan informasi Direktorat  
Pengawasan Produksi ONPP  
yang optimal pada 2025.  
2025  
3
3
100%  
Pengawasan Obat Direktorat  
dan Makanan di  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat dan  
NPP  
Pengawasan  
Produksi ONPP  
yang optimal  
13 Terkelolanya  
Tingkat Efisiensi  
Penggunaan  
Anggaran  
Baik  
Tidak ada hambatan.  
Melaksanakan kegiatan  
sesuai PoA.  
2025  
2025  
100%  
97,75  
100%  
97,74  
100%  
Keuangan  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat dan Pengawasan  
NPP secara  
Akuntabel  
Direktorat  
Produksi ONPP  
14 Nilai Pengelolaan  
Kearsipan  
Nilai Pengelolaan  
Kearsipan  
Cukup Terdapat pengelola kearsipan  
yang belum mengikuti  
Seluruh pengelola kearsipan di  
lingkungan Ditwasprod ONPP  
wajib tersertifikasi/telah  
mengikuti pelatihan kearsipan  
pada tahun 2025.  
99,99%  
pelatihan/diklat jabatan, karena  
personel tersebut belum  
memenuhi persyaratan  
pendaftaran diklat yaitu memiliki  
masa jabatan 1 tahun.  
IV. Monitoring dan Evaluasi Hasil Tindak Lanjut Kinerja TW III 2024  
Volume  
Tindak Lanjut  
Sasaran  
Strategis  
Kategori  
Capaian  
**Belum Selesai Tindak  
Lanjut  
No  
Nama Indikator  
Target Realisasi Capaian  
*Selesai Tindak Lanjut  
TW III  
TW III s/d TW III  
Rencana Aksi  
Timeline  
a
b
c
d
f
g
h
i
j
K
Sangat  
Baik  
1
Terwujudnya  
Persentase sarana  
77.20% 89.58% 116.04%  
Melakukan kegiatan desk CAPA tatap  
muka baik secara mandiri maupun  
melalui kegiatan Asistensi Regulatori.  
N/A  
N/A  
sarana produksi produksi obat yang  
obat yang mandiri mandiri dalam pemenuhan  
CPOB  
Sangat  
Baik  
2
3
Pelayanan publik Indeks kepuasan  
91  
93.75  
103.02%  
77,83%  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
di bidang  
pengawasan  
pelayanan publik di bidang  
pengawasan sarana  
sarana produksi produksi obat  
obat yang prima  
Cukup  
Meningkatnya  
Persentase sarana  
76%  
59,15%  
● Memberikan sanksi kepada sarana  
produksi dengan temuan kritis (TMS)  
untuk melakukan perbaikan.  
● Menetapkan tindak lanjut sesuai  
dengan PerBPOM No. 9/2024,  
khususnya terkait dengan  
sarana produksi produksi obat JKN, bahan  
obat JKN, bahan baku, dan obat high risk  
baku obat dan  
obat high risk  
lainnya yang  
lainnya yang mematuhi  
persyaratan CPOB  
memenuhi CPOB  
kategorisasi temuan atas  
ketidaksesuaian terhadap  
persetujuan izin edar.  
● Menetapkan tindak lanjut  
berdasarkan jenis fasilitas, yang  
memisahkan kategori dari temuan  
umum dan temuan fasilitas.  
4
Meningkatnya  
efektivitas  
pengawasan  
Persentase tindak lanjut  
yang berkualitas dari hasil  
pengawasan sarana  
60%  
62.50% 104.17% Sangat Baik ● Melakukan monitoring pelaksanaan  
inspeksi mandiri oleh UPT (Balai).  
N/A  
N/A  
● Melakukan komunikasi terhadap  
sarana produksi produksi di Balai  
obat berbasis  
hasil evaluasi yang telah dilakukan  
dalam rangka perbaikan/  
Volume  
Tindak Lanjut  
Sasaran  
Strategis  
Kategori  
Capaian  
**Belum Selesai Tindak  
Lanjut  
No  
Nama Indikator  
Target Realisasi Capaian  
*Selesai Tindak Lanjut  
TW III  
TW III s/d TW III  
Rencana Aksi  
Timeline  
risiko  
peningkatan tindak lanjut inspeksi  
yang berkualitas.  
● Meningkatkan koordinasi internal  
dan eksternal (UPT) dalam  
pelaksanaan inspeksi CPOB.  
● Melakukan monitoring dan evaluasi  
secara berkala.  
5
Persentase fasilitas  
produksi produk JKN dan  
produk high risk lainnya  
serta bahan baku obat  
yang diawasi sesuai  
standar  
75%  
69.23%  
75.00%  
92.31%  
93.75%  
Cukup  
Cukup  
N/A  
N/A  
N/A  
● Optimalisasi perencanaan kegiatan  
dan anggaran.  
● Memberikan reminder/peringatan  
kepada sarana produksi untuk  
menyampaikan perbaikan.  
6.`  
Persentase hasil  
pengawasan sarana  
produksi yang  
80%  
N/A  
● Pemanfaatan blast WA kepada  
Inspektur CPOB terkait untuk  
melakukan reminder ke sarana  
produksi.  
ditindaklanjuti  
● Mengubah acuan terkait perhitungan  
waktu penyampaian CAPA dimulai  
dari tanggal pengiriman tindak lanjut,  
tidak berdasarkan surat tindak lanjut  
yang trennya tidak sama dengan  
tanggal pengiriman.  
● Meningkatkan komunikasi dan  
koordinasi internal dalam  
7
Meningkatnya  
efektivitas  
Persentase keputusan  
penilaian fasilitas produksi  
85%  
78.99%  
92.93%  
Cukup  
N/A  
N/A  
penyelesaian permohonan penilaian  
termasuk monitoring dan evaluasi.  
● Meningkatkan efektivitas  
pelaksanaan desk prasertifikasi  
CPOB dan evaluasi pemenuhan  
CPOB obat impor.  
pelayanan publik bahan baku obat, produk  
di bidang  
pengawasan  
biologi dan sarana khusus  
yang diselesaikan tepat  
sarana produksi waktu  
obat  
8
Indeks Pelayanan Publik  
4.85  
4.92  
101.44% Sangat Baik  
N/A  
N/A  
N/A  
Volume  
Tindak Lanjut  
Sasaran  
Strategis  
Kategori  
Capaian  
**Belum Selesai Tindak  
Lanjut  
No  
Nama Indikator  
Target Realisasi Capaian  
*Selesai Tindak Lanjut  
TW III  
TW III s/d TW III  
Rencana Aksi  
Timeline  
Melanjutkan kegiatan pendampingan  
seperti asistensi regulatori onsite, desk  
prasertifikasi, serta melakukan  
9
Meningkatnya  
kemampuan  
mendorong  
inovasi  
pengembangan  
obat  
Persentase tahapan  
pemenuhan fasilitas  
produksi obat dan bahan  
baku obat baru yang  
diterbitkan keputusan  
dalam rangka  
70%  
77.50% 110.71% Sangat Baik  
N/A  
N/A  
inspeksi sertifikasi CPOB pada TW IV.  
pengawasan  
N/A  
N/A  
10 Terwujudnya  
organisasi  
Nilai RB Direktorat  
Pengawasan Produksi  
ONPP  
N/A  
N/A  
3
Diukur  
akhir  
tahun  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi ONPP  
yang efektif  
11 Terwujudnya  
SDM Direktorat  
Pengawasan  
Indeks profesionalitas  
ASN Direktorat  
Pengawasan Produksi  
Diukur  
akhir  
tahun  
Produksi ONPP ONPP  
yang bekerja  
optimal  
Cukup  
PIC akan rutin melakukan verifikasi  
pemutakhiran data dasbor unit kerja,  
mengingatkan seluruh pegawai untuk  
menggunakan email corporate, dan  
akses dasbor BOC Pimpinan Unit  
Kerja Eselon II.  
Menurut perhitungan, indeks akan  
mencapai 100% pada TW IV (bulan  
Oktober).  
12 Menguatnya  
Indeks pengelolaan data  
2.5  
83.33%  
Pengelolaan Data dan informasi Direktorat  
dan Informasi  
Pengawasan  
Obat dan  
Makanan di  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat  
dan NPP  
Pengawasan Produksi  
ONPP yang optimal  
Sangat  
Baik  
Melaksanakan kegiatan sesuai PoA.  
13 Terkelolanya  
Keuangan  
Tingkat Efisiensi  
Penggunaan Anggaran  
95%  
100  
105.26%  
N/A  
N/A  
Volume  
Tindak Lanjut  
Sasaran  
Strategis  
Kategori  
Capaian  
**Belum Selesai Tindak  
Lanjut  
No  
Nama Indikator  
Target Realisasi Capaian  
*Selesai Tindak Lanjut  
TW III  
TW III s/d TW III  
Rencana Aksi  
Timeline  
Direktorat  
Direktorat Pengawasan  
Produksi ONPP  
Pengawasan  
Produksi Obat  
dan NPP secara  
Akuntabel  
Cukup  
Seluruh pengelola kearsipan di  
lingkungan Ditwasprod ONPP wajib  
tersertifikasi/telah mengikuti pelatihan  
kearsipan pada tahun 2025.  
14 Nilai Pengelolaan Nilai Pengelolaan  
Kearsipan Kearsipan  
97.75  
97.74  
99.99%  
N/A  
N/A  
Demikian berita acara ini dibuat untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.  
Jakarta, 7 Januari 2025  
Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika,  
Psikotropika, dan Prekursor  
Bayu Wibisono, S.Si, Apt., M.A.B