● 1 (satu) IKK dengan kriteria “Kurang” (< 60%)
○ IKK 3: Persentase Penilaian Hasil Pengawasan Kemandirian UPT Baru (0%)
● 3 (tiga) IKK dengan kriteria “Tidak Dapat Disimpulkan”
○ IKK 2: Persentase keputusan hasil pengawasan sarana produksi Obat dan NPP oleh UPT sesuai ketentuan (116,28%)
○ IKK 4: Persentase Fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku yang diawasi sesuai standar (132,28%)
○ IKK 5: Persentase tahapan pemenuhan fasilitas produksi obat dan bahan baku obat pengembangan baru yang diterbitkan keputusan dalam
rangka pengawasan (148,15%)
2) Hasil diskusi dan arahan pimpinan
a) Terkait NKO (Nila kinerja Organisasi) yang memiliki capaian 0 (berdasarkan target yang sudah disampaikan untuk TW 1 tahun 2025,
target IKK 2 86 % dan 3 83%). Hal ini mempengaruhi penilaian dari pegawai “sangat baik” pegawai Direktorat Pengawasan Produksi
ONPP. Oleh karena itu, untuk dapat dipastikan Target TW 1 untuk kedepannya dapat disesuaikan dengan kondisi yang memungkinkan.
Apabila tidak ada target untuk dibuat target menjadi “0”.
b) Terkait target IKK 2 dan 3 dengan capaian “0”, sehingga akan dibuat perbaikan/justifikasi Nodin NKO, diantaranya sebagai berikut:
i)
IKK 3 akan dibuat justifikasi bahwa salah penulisan/ pencantuman target per TW seharusnya per tahun (akan direvisi menjadi
target tahunan)
ii)
IKK 2 akan dibuat tetap per TW. NKO yang diluar kontrol Ditwasprod ONPP karena belum ada UPT yang melaporkan/ inspeksi
mandiri sehingga dapat di keluarkan dari NKO, namun “penyempurnaan dan pembaruan (updating tools)” akan dikeluarkan dari
alasan
iii)
2 IKK (IKK 2 dan IKK 3) tersebut merupakan risiko yang harusnya bisa dimitigasi oleh Wasprod, sehingga bisa menyesuaikan
target kedepan di tahun 2027
c) Aliran data dari Triwulan mengalir ke RHPK dan laporan interim. Dokumen akan menjadi data yang dipublish dan menjadi dasar audit
BPK sehingga harus berhati-hati dan diantisipasi untuk kedepannya
d) Anggaran IKK 2 dan 3 yang belum digunakan untuk dapat dikontrol dan agar pengeluaran digunakan untuk mencapai target IKK. Selain
itu, untuk dapat diperhatikan Pemakaian anggaran diproporsionalkan agar tidak dipertanyakan oleh Roren, Kemenkeu, Bappenas
e) Beberapa hal yang perlu diperhatikan/dijaga oleh tim akuntabilitas, antara lain:
i)
key performance indikator lain yang tidak masuk ke IKK namun menjadi capaian wasprod, misal: CAPA rutin, kualifikasi inspektur,
KPI terkait SDM → harus dipantau, saat ini belum termonitoring karena tidak masuk IKK/ tidak didukung dengan anggaran resmi
dari Roren
ii)
iii)
KPI yang belum masuk IKK seharusnya dipilih yang benar-benar prioritas agar concern tidak terpecah
Untuk dapat dibuat tools KPI serta target untuk KPI yang tidak mencakup dari IKK Ditwasprod
f) Capaian IKK Ditwasprod ONPP:
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).