RINGKASAN HASIL INSPEKSI CPOB  
INSPEKSI PT BIO FARMA  
Fasilitas Produksi Bulk Vaksin Polio (Gedung 36 L1), Injeksi Volume Kecil Vaksin nOPV2 (Gedung  
43), Vaksin dan Sera (Vaksin BCG) (Gedung 36 L4, Gedung 36 L5, Gedung 19 L1), dan Vaksin Virus  
(Vaksin Hepatitis B, Seasonal Flu, IPV) (Gedung 19 L1 dan 2)  
Nomor Inspeksi  
Tanggal Inspeksi  
LI/01/23/025  
23-26 Mei 2023  
Ruang Lingkup Inspeksi Inspeksi dalam rangka Pendalaman Pemenuhan CPOB Fasilitas Produksi Bulk  
Vaksin Polio (Gedung 36 L1), Injeksi Volume Kecil Vaksin nOPV2 (Gedung 43),  
Vaksin dan Sera (Vaksin BCG) (Gedung 36 L4, Gedung 36 L5, Gedung 19 L1),  
dan Vaksin Virus (Vaksin Hepatitis B, Seasonal Flu, IPV) (Gedung 19 L1 dan 2)  
Cakupan Inspeksi  
Area yang diinspeksi:  
1. Gedung 36 Lantai 1: Pembuatan bulk monovalent nOPV2  
2. Gedung 43 Lantai 2 (FL3): Formulasi, Pengisian, dan pengemasan vial  
Vaksin Novel Oral Poliomyelitis Tipe 2 (nOPV2)  
3. Gedung 43 Lantai 1: Pelabelan dan pengemasan sekunder vial Vaksin Novel  
Oral Poliomyelitis Tipe 2 (nOPV2)  
4. Gedung 43 basement: Penyimpanan vial Vaksin Novel Oral Poliomyelitis  
Tipe 2 (nOPV2) sebelum dan setelah pengemasan  
5. Gedung 36 Lantai 4: Formulasi, Pengisian, Liofilisasi, dan Pengemasan vial  
Vaksin BCG  
6. Gedung 36 Lantai 5: Inspeksi visual vial dan penyimpanan Vaksin BCG  
7. Gedung 19 Lantai 2: Formulasi dan Pengisian  
8. Gedung 19 Lantai 1: Pelabelan dan pengemasan sekunder  
9. Gedung 19 Lantai 3: Pengujian mutu mikrobiologi (PMM)  
10. Gedung 3 Lantai 3: Pengujian mutu kimia-fisika (PMKF)  
11. Gedung 33 Lantai 1: Pengujian mutu vaksin virus (PMVV), Patologi dan  
Toksikologi  
12. Gedung 35 Lantai 1:Laboratorium Hewan Uji Monyet  
13. Gedung 20: Gudang bahan baku dan bahan kemas  
Inspeksi mencakup semua aspek CPOB antara lain sistem mutu, manajemen  
risiko mutu, pengendalian perubahan, penanganan penyimpangan, pengkajian  
mutu produk, sistem CAPA, personalia, bangunan dan fasilitas, sarana penunjang,  
peralatan, produksi, cara penyimpanan dan pengiriman obat yang baik,  
pengawasan mutu, keluhan dan penarikan produk, dokumentasi, kegiatan alih  
daya dan kualifikasi dan validasi.  
Ringkasan Observasi  
Fasilitas Produksi Bulk Vaksin Polio (Gedung 36 L1)  
Tahapan proses produksi sel vero mencakup: Resusitasi sel (transfer ke TCF 225,  
inkubasi awal, medium change, Pasase 1 (200 ml), Pasase 2 (800 ml), Pasase 3  
(16L), Pasase 4 (48L), Pasase 5 (200L). Inkubasi setiap tahapan sekitar 5 (lima)  
hari pada suhu 36oC kecuali pada Pasase 5 selama 6 (enam) hari. Media yang  
digunakan adalah media DME.  
Fasilitas Produksi Injeksi Volume Kecil Vaksin nOPV2 (Gedung 43)  
Tahapan Formulasi, Fill and Finish diawali dengan proses thawing, kemudian  
proses formulasi secara open process di BSC (homogenisasi dengan stirrer), lalu  
masuk ke dalam tangki 500L (vessel 2) untuk homogenisasi dan adjustment  
(sebelum masuk vessel 2 dilakukan satu kali filtrasi dengan filter 0,22 mikron).  
Final bulk ini yang kemudian difilling pada integrated filling machine. Vial dicuci  
dan depirogenasi pada tunnel, rubber stopper dan flip off (RTS) disterilisasi.  
Setiap selesai produksi, seluruh peralatan bekas didekontaminasi. tersedia otoklaf  
dekontaminasi untuk tiap tahapan proses (formulasi dan filling).  
Pengemasan produk nOPV2 dilakukan di Lt. 1 Gedung 43. Gedung 43 Lt.1  
disiapkan untuk 4 (empat) lini pengemasan, namun yang saat ini sudah lengkap  
terpasang alat baru Lini Packaging 1. Lini Packaging 1 telah dilengkapi dengan  
integrated packaging line yang mampu melaksanakan kegiatan inspeksi visual,  
labelling, cartooning, wrapping dan bundling secara berurutan.  
Fasilitas Produksi Vaksin dan Sera (Vaksin BCG) (Gedung 36 L4, Gedung 36 L5,  
Gedung 19 L1)  
Produksi rutin produk Vaksin BCG belum berjalan, saat ini masih proses  
pengurusan NIE baru. Aktivitas yang sudah dilakukan pada fasilitas vaksin BCG  
Gedung 36 Lantai 4 berupa kualifikasi peralatan dan validasi proses (termasuk  
proses aseptis). Proses formulasi dan filling dilakukan dalam satu ruangan yang  
sama. Tersedia CCTV untuk pemantauan selama proses.  
Tahapan proses fill and finish mencakup pencucian vial, depirogenasi vial, filling  
dan half stopering, Automatic Loading Freeze Dryer, Liofilisasi, Automatic Loading  
Freeze Dryer, Capping, pencucian badan luar vial, dan penyimpanan di Cold  
Room.  
Inspeksi visual dilakukan di Gedung 36 lantai 5, kemudian pengemasan sekunder  
berupa labelling dan cartoning dilakukan di Gedung 19 Lantai 1.  
Fasilitas Produksi Vaksin Virus (Vaksin Hepatitis B, Seasonal Flu, IPV) (Gedung  
19 L1 dan 2)  
Secara umum, proses produksi di Gedung 19 terdiri dari persiapan formulasi,  
proses formulasi, proses filling, di Lantai 2, serta pengemasan dan distribusi di  
Lantai 1. Persiapan formulasi dilakukan penimbangan eksipien, pelarutan  
eksipien, filtrasi eksipien, sterilisasi alat dan eksipien. Pada proses formulasi  
aktivitas yang dilakukan adalah transfer bulk dan eksipien ke dalam mixing vessel,  
proses mixing, transfer ke botol untuk kemudian dilanjutkan ke proses filling atau  
disimpan di cold room tidak langsung proses filling. Selanjutnya proses filling  
dilakukan persiapan bahan kemas, pencucian dan depirogenasi untuk kemasan  
vial dan ampul, proses filling. Pada kemasan yang telah di filling, dilakukan  
inspeksi visual. Hasil inspeksi yang memenuhi syarat, kemudian dilakukan  
pengemasan labelling dan cartoning.  
Perubahan bermakna (major) sejak inspeksi terakhir antara lain:  
a. Terkait Vaksin nOPV2  
-
Perubahan Critical Proses Parameter (CPP) suhu inkubasi biakan virus  
nOPV2 dari 33,3 °C menjadi 33,3 - 34,0 °C (Major).  
-
Penghapusan parameter pengujian RCT marker (Major)  
b. Terkait Vaksin BCG (Major)  
-
Perubahan fasilitas Formulasi, filling, liofilisasi vaksin BCG vaksin BCG  
dari Gedung 12 menjadi Gedung 36  
Perubahan batch size produksi  
-
Perubahan batch size formulasi dari 5 liter menjadi 12 liter  
Perubahan batch size filling dari 7000 ampul menjadi 24000 vial  
-
Perubahan proses produksi  
Perubahan proses loading/ unloading, liofilisasi  
Perubahan volume filling vaksin ke dalam kemasan dari 80 Dosis  
bayi/ampul (0,5 mL) menjadi 20 dosis bayi/vial (0,31 mL)  
Perubahan target konsentrasi final bulk dari 3 mg/mL menjadi 1,5  
mg/mL  
Perubahan volume filling pelarut NaCl, sehingga Volume  
Pelarut (NaCl Fisiologis) yang direkonstitusi berubah dari 4 ml  
menjadi 1,1 ml  
c. Terkait Vaksin Hep B 0,5 mL dan 1 mL  
-
Penambahan vendor Serum Institute of India Pvt. Ltd sebagai produsen  
zat aktif HbsAg bulk (Major)  
d. Terkait Vaksin Flubio  
Penyesuaian strain HA sesuai dengan rekomendasi WHO untuk Vaksin  
-
Seasonal Flu; serta Perubahan penandaan kemasan terkait penyesuaian  
strain HA  
PT Bio Farma memiliki sistem mutu yang kuat dan secara umum semua aspek  
sistem mutu telah diimplementasikan antara lain QRM, PQR, penanganan  
penyimpangan, pengendalian perubahan, penanganan keluhan dan sistem recall,  
internal audit dan eksternal audit, sistem CAPA, personil dll. Namun komitmen  
terhadap perbaikan berkesinambungan termasuk dalam menindaklanjuti CAPA  
dan manajemen risiko mutu perlu ditingkatkan. Sistem penjaminan mutu steril  
kaitannya dengan pelaksanaan produksi dan personnel aseptic behavior perlu  
ditingkatkan.  
Secara umum, peralatan di area produksi dan laboratorium telah dilengkapi  
dengan prosedur pengoperasian dan pemeliharaan. Peralatan kritis dan sarana  
penunjang kritis telah dikualifikasi. Validasi media fill, validasi proses, validasi  
metode analisis, validasi pembersihan, dan validasi desinfeksi telah didesain dan  
dilakukan. Namun demikian, sistem pemeliharaan sarana penunjang dan  
monitoring lingkungan juga memerlukan perbaikan.  
Kesimpulan  
Berdasarkan hasil inspeksi, dapat disimpulkan bahwa pemenuhan CPOB di  
Fasilitas Produksi Bulk Vaksin Polio (Gedung 36 L1), Injeksi Volume Kecil Vaksin  
nOPV2 (Gedung 43), Vaksin dan Sera (Vaksin BCG) (Gedung 36 L4, Gedung 36  
L5, Gedung 19 L1), dan Vaksin Virus (Vaksin Hepatitis B, Seasonal Flu, IPV)  
(Gedung 19 L1 dan 2) tergolong baik.