RINGKASAN HASIL INSPEKSI CPOB  
INSPEKSI PT BIO FARMA  
FASILITAS PRODUKSI BULK VAKSIN POLIO (GEDUNG 35 (AREA A) & GEDUNG 33 LANTAI 2 (L2A)),  
VAKSIN POLIO (GEDUNG 33 (L2A)), BULK VAKSIN CAMPAK (GEDUNG 35 (AREA B) & GEDUNG 33  
LANTAI 2 (L2B)), VAKSIN CAMPAK (GEDUNG 33 (L2B)), DAN BULK PERTUSIS (GEDUNG 36 (L3))  
Nomor Inspeksi  
Tanggal Inspeksi  
LI/01/24/130  
9-11 Desember 2024  
Ruang Lingkup Inspeksi Inspeksi dalam rangka pendalaman pemenuhan CPOB:  
1. Fasilitas produksi Bulk Vaksin Polio (Gedung 35 (Area A); Gedung 33 Lantai  
2 (L2A))  
2. Fasilitas produksi Vaksin Polio (Gedung 33 (L2A))  
3. Fasilitas produksi Bulk Vaksin Campak (Gedung 35 (Area B); Gedung 33  
Lantai 2 (L2B))  
4. Fasilitas produksi Vaksin Campak (Gedung 33 (L2B))  
5. Fasilitas produksi Bulk Pertusis (Gedung 36 (L3))  
Cakupan Inspeksi  
Area yang diinspeksi:  
1. Fasilitas pembuatan DS dan DP Polio : Gedung 35 (Fasilitas Sectio Kera Bunting  
dan Neprotectomy), Fasilitas produksi Bulk dan DP Gedung 33 Lantai 2 (dari  
Koridor Visitor dan CCTV): Anteroom kelas C (dari celah passbox), Ruang kultur  
sel, Ruang Kultur Virus (tidak ada aktivitas), Ruang pencampuran dan formulasi,  
Ruang Filling, Ruang Freezer.  
2. Fasilitas pembuatan DS dan DP Vaksin Campak: Gedung 35 (area Breeding  
Ayam) yang dilihat melalui CCTV); Fasilitas produksi Bulk MVB dan DP Vaksin  
Campak Gedung 33 Lantai 2 (L2B): Ruang Cell Culture I (dari visitor koridor),  
Freezer Room (tempat penyimpanan bulk MVB dan seed inokulasi),  
Pre-Washing Area (tempat pembekuan MVB); serta Ruang Cell Culture 2, Ruang  
Virus Culture, Mixing Room, Filling Room, dan Capping Room yang dilihat  
melalui CCTV.  
3. Fasilitas produksi Bulk Pertusis Gedung 36 Lantai 3: Material Storage (untuk  
menyimpan bahan baku pembuatan media), Media Lab (Ruang pembuatan  
media), Ruang Seed Dilution, Ruang Fermentasi, Ruang Sampling dan Ruang  
Pooling.  
4. Laboratorium Pengujian Mutu Vaksin Bakteri (PMVB), Pengujian Mutu Kimia  
Fisika (PMKF) dan Pengujian Mutu Mikrobiologi (PMM) (Gedung 19 Lantai 3 dan  
Gedung 3 Lantai 3): ruang pengujian in vitro 1 (untuk preparasi uji potensi bulk  
pertusis), pengujian in vitro 2 (uji aglutinasi), pengujian kimia fisika (uji  
thimerosal, EK, CCIT, pH, kadar sukrosa, dan moisture content) dan pengujian  
mikrobiologi (untuk uji sterilitas, uji endotoksin, uji biopositive dan uji GPT).  
5. Laboratorium Pengujian Mutu Vaksin Virus (PMVV) (Gedung 33 Lantai 1): ruang  
pengujian menggunakan sel kultur (untuk uji potensi vaksin virus seperti  
Campak. Rubella dan Polio), ruang preparasi suspensi sel, ruang inkubator  
penyimpanan sel kultur, ruang penyimpanan sampel dan reference.  
6. Gudang Bahan Baku dan Gudang Bahan Kemas (Gedung 20)  
7. Pengemasan Sekunder dan Penyimpanan Produk Jadi (Gedung 19 Lantai 1)  
Inspeksi mencakup semua aspek CPOB antara lain sistem mutu, manajemen  
risiko mutu dan contamination control strategy, pengendalian perubahan,  
penanganan penyimpangan, pengkajian mutu produk, sistem CAPA, personalia,  
bangunan dan fasilitas, sarana penunjang, peralatan, produksi, cara penyimpanan  
dan pengiriman obat yang baik, pengawasan mutu, keluhan dan penarikan  
produk, inspeksi diri dan audit pemasok, dokumentasi, kegiatan alih daya, serta  
kualifikasi dan validasi.  
Catatan: Untuk sistem pelulusan produk, inspeksi diri dan audit pemasok, serta  
kegiatan alih daya mengacu pada hasil inspeksi 27-30 Agustus 2024.  
Ringkasan Observasi  
Fasilitas Produksi Bulk dan DP Polio  
Bangunan merupakan fasilitas legacy yang dibangun sejak tahun 1991 dengan  
bantuan pemerintah Jepang (JICA). Struktur bangunan masih terpelihara dengan  
sangat baik meskipun perlu upgrade dan renovasi untuk dapat memenuhi  
persyaratan CPOB terkini. Rencana strategis untuk perbaikan dan renovasi  
secara keseluruhan belum dapat dilakukan mengingat PT Bio Farma perlu  
melakukan produksi intens untuk stocking pile persiapan eradikasi polio tipe 1 dan  
tipe 3 yang direncanakan pada tahun 2030. Saat ini sudah dilakukan persiapan.  
Proses produksi vaksin polio melibatkan sejumlah peralatan utama yang berfungsi  
untuk mendukung aktivitas produksi secara aseptik dan memenuhi standar CPOB.  
Autoclave Sterilization digunakan untuk mensterilkan alat produksi dan pakaian  
personel sebelum memasuki area bersih, sementara Autoclave Desinfection  
berfungsi untuk mendekontaminasi alat dan pakaian yang telah digunakan.  
Proses aseptik dilakukan dalam Laminar Air Flow Unit, yang menyediakan area  
dengan standar kelas A untuk pengolahan steril. Inkubator digunakan untuk  
menginkubasi kultur sel dan virus pada suhu tertentu sesuai kebutuhan proses.  
Setelah proses selesai, produk bulk atau Polio Single Harvest (PSH) didinginkan  
secara cepat menggunakan Cryogenic Blast Freezer sebelum disimpan pada  
suhu rendah. Penyimpanan dilakukan dalam Freezer ≤ -60°C, dirancang untuk  
menjaga stabilitas PSH atau Bulk Monovalent (POL) hingga digunakan dalam  
tahapan berikutnya. Selain peralatan utama tersebut, kulturasi manual dengan cell  
factory digunakan ketika kultivasi DS polio. Seluruh peralatan secara umum dalam  
kondisi terpelihara dengan baik, dengan status kualifikasi yang memadai untuk  
mendukung proses produksi.  
Fasilitas Produksi Bulk dan DP Vaksin Campak  
Fasilitas breeding ayam SPF berada di Gedung 35 (Area B), namun saat ini telur  
ayam SPF in-house hanya digunakan untuk keperluan pengujian vaksin campak,  
sedangkan produksi bulk DS vaksin campak menggunakan telur ayam SPF dari  
vendor Charles River. Produksi bulk dan produk jadi vaksin campak dilakukan di  
fasilitas Gedung 33 Lantai 2 (L2B) yang merupakan legacy facility. Fasilitas  
pembuatan bulk dan produk jadi antara lain terdiri dari ruang cell culture 1 dan 2,  
ruang virus culture, ruang mixing untuk proses formulasi, ruang filing yang  
dilengkapi dengan alat liofilisasi, ruang capping, dan inspection room. Tersedia  
ruang freezer untuk menyimpan working seed dan bulk DS vaksin campak. Bulk  
DS vaksin campak dibekukan menggunakan bak berisi aseton yang prosesnya  
dilakukan di area pre washing. Kegiatan inspeksi visual dilakukan di Gedung 33  
lantai 2.  
Proses produksi bulk vaksin campak dilakukan secara manual dan proses kultur  
menggunakan cell factory. Autoclave sterilisasi dan desinfeksi menggunakan  
autoclave yang berbeda dan telah dilakukan penggantian 3 autoclave sterilisasi  
dan 2 autoclave dekontaminasi. Tidak ada proses filtrasi akhir steril pada proses  
produksi vaksin campak sehingga proses produksi dilakukan secara aseptik di  
bawah LAFU dengan latar belakang ruangan kelas B. Proses kultur menggunakan  
alat centrifuge pada proses tripsinisasi dan inkubator untuk proses inkubasi kultur  
sel dan virus. Setelah proses klarifikasi, bulk DS campak di-filling ke dalam botol  
HDPE, lalu kemudian ditransfer keluar melalui ruang freezer untuk proses  
pembekuan cepat menggunakan aseton dan dry ice di area pre washing.  
Proses produksi vaksin campak berupa proses mixing, filling, liofilisasi, capping,  
dan inspeksi visual. Proses mixing, filling, dan capping dilakukan di dalam LAFU  
dengan latar belakang ruangan kelas B. Tersedia physical barrier yang dilengkapi  
dengan gloves pada filling line. Proses transfer vial dari out feed filling ke freeze  
dryer dilakukan secara manual dengan bantuan alat simplified transfer cart dan  
transfer loading cart. Beberapa peralatan yang digunakan dalam pembuatan  
vaksin campak merupakan single use system (SUS), misal disposable filter dan  
koneksi steril.  
Fasilitas Produksi Bulk Pertussis  
Tidak ada perubahan bangunan dan layout pada fasilitas produksi bulk pertusis di  
Gedung 36 Lantai 3. Denah diperbarui berkaitan dengan perubahan setting  
perbedaan tekanan udara menjadi room to room, sebagaimana tercantum pada  
Denah Fasilitas Produksi Bulk Pertusis Gedung 36 Lantai 3 – Klasifikasi Ruangan,  
Gambar No. 117-XXXVI-L3-FL-01 tanggal 16 Oktober 2024 dan Denah Fasilitas  
Produksi Bulk Pertusis Gedung 36 Lantai 3 – Setting Tekanan Ruangan, Gambar  
No. 117-XXXVI-L3-AU-01 tanggal 16 Oktober 2024. Fasilitas pembuatan bulk  
pertusis antara lain terdiri dari: ruang timbang, pembuatan media, preparasi seed,  
kultivasi-inaktivasi, ruang sampling (collecting) dan ruang pooling. Kondisi  
bangunan bersih dan terawat.  
Perubahan bermakna sejak inspeksi terakhir antara lain:  
a. Terkait Fasilitas Produksi Vaksin Polio, antara lain:  
Pemasangan Physical Barrier (acrylic wall) pada area filling dan  
formulasi  
Penggantian reference standar sebagai bagian dari CAPA invaliditas uji  
potensi  
Penambahan vendor botol HDPE ex. Tarson  
b. Terkait Fasilitas Produksi Vaksin Campak, antara lain:  
Pemasangan Physical Barrier (acrylic wall) pada area filling  
Penggunaan Simplified Transfer Cart dan Transfer Loading Cart  
Penggantian PW Generator yang menyuplai Gedung 33 Lantai 2. Saat  
ini sedang tahap kualifikasi kinerja fase 3.  
Penambahan Mobile LAFU di area Ruang Filling Campak (114–LAFU-17  
dan 114-LAFU-18) dan Penggantian Ceiling Mounted LAF area Cell  
Culture 1 (114-LAFU-07 menjadi 114-LAFU-14), area Cell Culture 2  
(114-LAFU-08 menjadi 114-LAFU-15) dan area Virus Culture  
(114-LAFU-09 menjadi 114-LAFU-16).  
Penggantian  
3
autoclave sterilisasi (menjadi Otoklaf Fedegari  
114-Otok-06, 114-Otok-07, dan 114-Otok-08), serta 2 autoclave disinfeksi  
(menjadi Otoklaf Steel Co 114-Otok-09 dan 114-Otok-10).  
Perubahan tekanan ruangan room to general menjadi room to room.  
Instalasi sistem GMS  
c. Terkait Fasilitas Produksi Bulk Pertusis, antara lain:  
Perubahan pada proses produksi Pertussis Single Harvest pada tahap  
kultivasi Verwey, kultivasi inokulum, tahap kultivasi kultur, serta  
pembuatan media B2.  
PT Bio Farma memiliki sistem mutu yang kuat dan secara umum semua aspek  
sistem mutu telah diimplementasikan antara lain QRM, CCS, PQR, penanganan  
penyimpangan, pengendalian perubahan, penanganan keluhan dan sistem recall,  
internal audit dan eksternal audit, sistem CAPA, personalia dll. Secara umum,  
peralatan di area produksi dan laboratorium telah dilengkapi dengan prosedur  
pengoperasian dan pemeliharaan. Peralatan kritis dan sarana penunjang kritis  
telah dikualifikasi. Validasi media fill, validasi proses, validasi metode analisis,  
validasi pembersihan, dan validasi desinfeksi telah didesain dan dilakukan.  
Namun demikian, masih diperlukan perbaikan yang berkesinambungan dan  
komprehensif terhadap semua defisiensi yang telah diuraikan di atas terutama  
terkait desain bangunan, fasilitas, dan peralatan, utamanya terkait legacy facility,  
pelaksanaan kualifikasi dan validasi, serta pengendalian proses produksi.  
Berdasarkan hasil inspeksi, dapat disimpulkan bahwa pemenuhan CPOB di  
Fasilitas Produksi Bulk Vaksin Polio (Gedung 35 (Area A) & Gedung 33 Lantai 2  
(L2A)), Vaksin Polio (Gedung 33 (L2A)), Bulk Vaksin Campak (Gedung 35 (Area  
B) & Gedung 33 Lantai 2 (L2B)), Vaksin Campak (Gedung 33 (L2B)), dan Bulk  
Pertusis (Gedung 36 (L3)) tergolong baik.  
Kesimpulan