RINGKASAN HASIL INSPEKSI CPOB  
INSPEKSI PT BIO FARMA  
FASILITAS PRODUKSI BULK TETANUS GEDUNG 43 LANTAI 5, FASILITAS PRODUKSI BULK  
HIB DAN TIFOID KONJUGAT GEDUNG 36 LANTAI 4, DAN FASILITAS PRODUKSI BULK TOXOID  
DIFTERI GEDUNG 23 DAN GEDUNG 15  
Nomor Inspeksi  
Tanggal Inspeksi  
Ruang Lingkup  
Inspeksi  
LI/01/25/014  
24 - 26 Februari 2025  
Inspeksi dalam rangka:  
1. Sertifikasi fasilitas produksi Bulk Tetanus Gedung 43 lantai 5  
2. Pendalaman pemenuhan CPOB fasilitas produksi Bulk Hib dan Tifoid  
Gedung 36 lantai 4  
3. Pendalaman pemenuhan CPOB fasilitas produksi Bulk Toxoid Difteri  
Gedung 23 dan Gedung 15  
Cakupan Inspeksi  
Area yang diinspeksi:  
1. Fasilitas produksi Bulk Tetanus Gedung 43 lantai 5 : Fasilitas Produksi  
bulk termasuk ruang fermentasi dan persiapan media, panen dan filtrasi,  
pemekatan, detoksifikasi, fraksionasi dan pemurnian akhir dan filling DS,  
Looping system air murni dan WFI Lantai 5, sistem udara bertekanan  
Lantai 5, sistem tata udara Lantai 5  
2. Fasilitas produksi Bulk Hib dan Tifoid Gedung 36 lantai 4 : Fasilitas  
Produksi bulk termasuk ruang pembuatan working seed, subculture,  
kultivasi, inaktivasi dan pemanenan, purifikasi single harvest, aktivasi  
konjugat, konjugasi dan filtrasi steril  
3. Fasilitas produksi Bulk Toxoid Difteri Gedung 23 dan 15 : Fermentor  
Room Gedung 23 dan Purification Room Gedung 15 diamati melalui  
viewing gallery. Ruangan lainnya di Gedung 23 diamati melalui CCTV  
seperti Seed Preparation Room dan Filtration Room.  
4. Laboratorium Pengujian Mutu Vaksin Bakteri (PMVB), Pengujian Mutu  
Kimia Fisika (PMKF) dan Pengujian Mutu Mikrobiologi (PMM) (Gedung  
19 Lantai 3 dan Gedung 3 Lantai 3)  
5. Gudang Bahan Baku dan Gudang Bahan Kemas (Gedung 20)  
Inspeksi mencakup semua aspek CPOB antara lain sistem mutu, manajemen  
risiko mutu dan contamination control strategy, pengendalian perubahan,  
penanganan penyimpangan, pengkajian mutu produk, sistem CAPA,  
personalia, bangunan dan fasilitas, sarana penunjang, peralatan, produksi, cara  
penyimpanan dan pengiriman obat yang baik, pengawasan mutu, keluhan dan  
penarikan produk, inspeksi diri dan audit pemasok, dokumentasi, kegiatan alih  
daya, serta kualifikasi dan validasi.  
Catatan: Untuk sistem pelulusan produk, audit pemasok, serta kegiatan alih  
daya mengacu pada hasil inspeksi 27-30 Agustus 2024.  
Ringkasan Observasi  
PT Bio Farma memiliki sistem mutu yang baik dan telah diimplementasikan  
dengan baik antara lain QRM, CCS, PQR, penanganan penyimpangan,  
pengendalian perubahan, penanganan keluhan dan sistem recall, internal audit  
dan eksternal audit, sistem CAPA, personalia dll. Secara umum, peralatan di  
area produksi dan laboratorium telah dilengkapi dengan prosedur  
pengoperasian dan pemeliharaan. Peralatan kritis dan sarana penunjang kritis  
telah dikualifikasi. Validasi transfer media, validasi proses, validasi metode  
analisis, validasi pembersihan, dan validasi desinfeksi telah didesain dan  
dilakukan.  
Fasilitas Produksi Bulk Tetanus Toksoid  
Bangunan dan fasilitas produksi vaksin tetanus di Gedung #43 PT Bio Farma  
dirancang sesuai dengan ketentuan CPOB untuk meminimalkan risiko  
kontaminasi mikroba dan partikulat, kontaminasi silang, risiko kesalahan, dan  
dampak lain yang dapat menurunkan mutu obat. Fasilitas ini memiliki area  
terbatas dengan sistem kontrol akses yang ketat, termasuk pengaturan alur  
personel dan material melalui airlock (PAL dan MAL) serta sistem interlock  
pada pintu untuk mencegah kontaminasi silang. Ruangan produksi  
diklasifikasikan mulai dari area umum hingga kelas A untuk proses aseptis,  
dengan desain bangunan menggunakan material tahan korosi, mudah  
dibersihkan, dan kedap udara guna menjaga kebersihan dan kualitas produk.  
Sistem alarm dan kontrol lingkungan diterapkan untuk memastikan tekanan  
udara dan aliran udara tetap sesuai standar.  
Fasilitas produksi telah dilengkapi dengan berbagai peralatan utama untuk  
fermentasi, pemurnian, dan penyimpanan. Terdapat utilitas pendukung antara  
lain CIP/SIP system, freeze dryer, inkubator, freezer, dan refrigerator. Peralatan  
yang digunakan untuk memproses produk steril sudah terpasang dan sudah di  
kualifikasi sampai kualifikasi operasional. Desain peralatan sudah dipilih  
supaya dapat disterilisasi secara efektif dengan menggunakan uap, atau panas  
kering atau metode lain. Peralatan, fitting dan sarana lain sudah dirancang dan  
dipasang sedemikian rupa sehingga kegiatan, perawatan dan perbaikan dapat  
dilaksanakan dari luar area bersih. Sebagian besar proses sterilisasi sudah  
dilakukan setelah perakitan kembali selesai. validasi dan perawatan terencana  
termasuk uji integritas terhadap semua peralatan seperti sterilisator, sistem  
penanganan dan penyaringan udara (HEPA Filter), ventilasi udara dan filter gas  
sudah dilakukan.  
Sarana penunjang kritis antara lain mencakup looping air murni, looping WFI,  
sistem tata udara, user point untuk clean steam, user point compressed air  
untuk area bionegatif, Sistem tata udara yang memadai untuk memisahkan  
area biopositif dan bionegatif telah tersedia namun perlu perbaikan dalam  
sistem penyangga udara yang berupa pass box. Sebagian besar sarana  
penunjang telah di kualifikasi hingga kualifikasi kinerja dengan hasil memenuhi  
syarat.  
Fasilitas Produksi Bulk Hib dan Tifoid Konjugat  
Fasilitas produksi terdiri dari area biopositif, area potensi biopositif dan area  
bionegatif. fasilitas terdiri dari area CNC, kelas D, kelas C dan kelas A/B. Area  
biopositif terdiri dari area Seed preparation, Fermentor, Staging. Area Biopositif  
dikungkung dengan memadai antara lain dengan desain buble baik pada alur  
personel dan alur material, sehingga tekanan dari area dalam tidak  
mengkontaminasi area luar dan sebaliknya. Alur masuk dan keluar personel ke  
area biopositif juga telah menggunakan jalur yang berbeda. Sedangkan alur  
waste sebelum ke area bionegatif (ruang pencucian) terlebih dahulu akan  
melalui otoklaf disinfeksi.  
Peralatan yang digunakan untuk proses produksi dan pengujian, serta  
peralatan penunjangnya telah tersedia dengan memadai. Adapun peralatan  
yang tersedia antara lain medium preparation vessel, inkubator, inokulum  
fermenter, cultivation fermenter, continuous separator, harvest tank, slurry  
vessel, TFF system, cold room, otoklaf untuk sterilisasi dan otoklaf untuk  
disinfeksi. Meskipun proses produksi Bulk Hib dan Tifoid dilakukan pada shared  
facility, terdapat beberapa peralatan yang dedicated dan hanya digunakan pada  
proses produksi bulk Hib saja misal continuous separator dan harvest tank.  
Secara umum peralatan di area biopositif didesain closed system.  
Fasilitas Produksi Bulk Toksoid Difteri  
Fasilitas produksi Gedung 23 digunakan untuk proses Persiapan Bibit,  
Kultivasi, Panen, Pemekatan Toksin dan Detoksifikasi. Fasilitas terdiri dari area  
biopositive yang mencakup seed preparation room, fermentor room, filtration  
room. Fasilitas memiliki ruangan kelas C untuk area yang berhubungan dengan  
proses produksi, pengujian dan penyimpanan material steril, kelas D untuk area  
preparasi dan penyimpanan peralatan, area pre-washing room dan general  
area. Terdapat pemisahan area biopositif dan bionegatif dengan suplai AHU  
yang terpisah, sesuai dengan Denah Fasilitas produksi Toksoid Difteri Gedung  
23 pembagian Zona AHU.  
Peralatan utama yang digunakan di gedung 23 antara lain: Fermentor Kultivasi,  
Continuous Centrifuge, Filtration System, Collecting Tank, Ultrafiltration  
System, Ruangan Inkubator, Cold Room, Autoklaf Sterilisasi dan Autoklaf  
Disinfeksi. Terdapat penambahan alat fermentor yang saat ini masih dalam  
proses kualifikasi kinerja. Fermentor tersebut identik dengan fermentor  
eksisting, yang kedepannya dapat digunakan bergantian. Selain itu, terdapat  
penggantian alat Autoklaf Sterilisasi dan Autoklaf Disinfeksi yang telah selesai  
dikualifikasi.  
Perubahan bermakna sejak inspeksi terakhir antara lain:  
1.  
Fasilitas produksi Bulk Hib dan Tifoid Gedung 36 lantai 4, antara lain:  
1.1.  
Penghentian proses Bulk RBD, antara lain dengan pengeluaran  
AKTA, fumigasi, pelaksanaan visualisasi pola aliran udara. Saat  
ini sedang dilakukan re-klasifikasi ruang purifikasi kelas C.  
Perubahan monitoring perbedaan tekanan ruang menjadi Room  
to Room.  
1.2.  
2.  
Fasilitas produksi Bulk Toxoid Difteri Gedung 23 dan 15, antara lain:  
2.1.  
Penambahan Fermentor ID No. 118-Ferm011 di Gedung 23.  
Fermentor telah dikualifikasi Juli - Agt 2024. PQ menunggu  
proses validasi di TW4 2025  
2.2.  
Penggantian Autoklaf Sterilisasi No. 118-Otok-05 dengan No.  
118-Otok-08 dan Autoklaf Disinfeksi No. 118-Otok-05 dengan No.  
118-Otok-09 di Gedung 23. Otoklaf telah dikualifikasi bulan  
Oktober 2024 (No. 118-Otok-08) dan Desember 2024 (No. 118-  
Otok-09).  
2.3.  
2.4.  
Resetting tekanan dan mengubah monitoring menjadi Room to  
Room di Gedung 15. Tekanan menggunakan konsep cascade,  
dan menghilangkan monitoring Room to Room pada airlock  
degan grade cleanroom yang sama sesuai ISPE 2011. Resetting  
tekanan ruangan sudah dilakukan pada 26 Januari 2025, dan  
kualifikasi ruangan akan selesai bulan Februari 2025.  
Penambahan PW Generator. Telah dilakukan kualifikasi hingga  
PQ fase 2, namun saat ini suplai PW masih menggunakan  
Generator lama. Implementasi perubahan akan dilakukan setelah  
Juni 2025 dan akan diverifikasi pada inspeksi selanjutnya.  
Namun demikian, masih diperlukan perbaikan yang berkesinambungan dan  
komprehensif terhadap semua defisiensi yang telah diuraikan di atas terutama  
terkait pelaksanaan kualifikasi dan validasi, monitoring pelaksanaan CAPA dan  
desain bangunan dan fasilitas, dan peralatan, utamanya terhadap fasilitas  
laboratorium.  
Kesimpulan  
Berdasarkan hasil inspeksi, dapat disimpulkan bahwa pemenuhan CPOB di  
fasilitas Produksi Bulk Tetanus Gedung 43 lantai 5, fasilitas produksi Bulk Hib,  
dan fasilitas produksi Bulk Toxoid Difteri Gedung 23 dan Gedung 15 tergolong  
baik.