DEPUTI I  
BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA,  
PSIKOTROPIKA, PREKURSOR, DAN  
ZAT ADIKTIF  
Laporan Keuangan  
Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2021 (Audited)  
Jalan Percetakan Negara No. 23  
Jakarta Pusat 10560  
KATA PENGANTAR  
Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang  
Keuangan Negara bahwa Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai Pengguna  
Anggaran/Barang mempunyai tugas antara lain menyusun dan menyampaikan laporan  
keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang dipimpinnya.  
Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat  
Adiktif adalah salah satu entitas akuntansi di bawah Badan Pengawas Obat dan  
Makanan yang berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan laporan  
pertanggungjawaban atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja  
Negara. Salah satu pelaksanaannya adalah dengan menyusun laporan keuangan  
berupa Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasi, Laporan Perubahan  
Ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan.  
Penyusunan Laporan Keuangan Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor  
71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan kaidah-kaidah  
pengelolaan keuangan yang sehat dalam Pemerintahan beserta perubahannya.  
Laporan Keuangan ini telah disusun dan disajikan dengan basis akrual sehingga  
akan mampu menyajikan informasi keuangan yang transparan, akurat dan akuntabel.  
Laporan Keuangan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna  
kepada para pengguna laporan khususnya sebagai sarana untuk meningkatkan  
akuntabilitas/pertanggungjawaban dan transparansi pengelolaan keuangan negara  
pada Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat  
Adiktif. Disamping itu, laporan keuangan ini juga dimaksudkan untuk memberikan  
informasi kepada manajemen dalam pengambilan keputusan dalam usaha untuk  
mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).  
Jakarta, 25 April 2022  
Kuasa Pengguna Anggaran  
Deputi I Bidang Pengawasan  
ONAPPZA  
Dra. Tri Asti Isnariani, Apt, M.Pharm.  
NIP. 196904142002122001  
i
DAFTAR ISI  
Hal  
Kata Pengantar  
i
ii  
Daftar Isi  
iii  
1
Pernyataan Tanggung Jawab  
Ringkasan  
I. Laporan Realisasi Anggaran  
II. Neraca  
3
4
5
6
III. Laporan Operasional  
IV. Laporan Perubahan Ekuitas  
V. Catatan atas Laporan Keuangan  
A. Penjelasan Umum  
7
7
27  
36  
51  
56  
63  
B. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Realisasi Anggaran  
C. Penjelasan atas Pos-pos Neraca  
D. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Operasional  
E. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Perubahan Ekuitas  
F. Pengungkapan Penting Lainnya  
VI. Lampiran dan Daftar  
ii  
DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN ONAPPZA  
Jl. Percetakan Negara No.23 Jakarta Pusat 10560  
PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB  
Laporan Keuangan Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor,  
Dan Zat Adiktif yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan  
Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan Tahun  
Anggaran 2021 sebagaimana terlampir, adalah merupakan tanggung jawab kami.  
Laporan Keuangan tersebut telah disusun berdasarkan sistem pengendalian intern yang  
memadai, dan isinya telah menyajikan informasi pelaksanaan anggaran dan posisi  
keuangan secara layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan beserta  
perubahannya.  
Jakarta, 25 April 2022  
Kuasa Pengguna Anggaran  
Deputi I Bidang Pengawasan  
ONAPPZA  
Dra. Tri Asti Isnariani, Apt, M.Pharm.  
NIP. 196904142002122001  
iii  
RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN  
Laporan Keuangan Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, Dan Zat Adiktif per 31 Desember 2021 ini telah disusun dan disajikan  
sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar  
Akuntansi Pemerintahan (SAP) beserta perubahannya dan berdasarkan kaidah-  
kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan. Laporan  
Keuangan ini meliputi:  
1. LAPORAN REALISASI ANGGARAN  
Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran  
dengan realisasinya, yang mencakup unsur-unsur pendapatan-LRA dan belanja  
selama periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2021.  
Realisasi Pendapatan Negara Tahun Anggaran 2021 adalah berupa Pendapatan  
Negara Bukan Pajak sebesar Rp33.987.852,00 atau mencapai 0,08 persen dari  
estimasi pendapatan-LRA sebesar Rp43.353.433.000,00.  
Realisasi  
Belanja  
Negara  
Tahun  
Anggaran  
2021  
adalah  
sebesar  
Rp35.695.042.210,00 atau mencapai 99,84 persen dari alokasi anggaran sebesar  
Rp35.752.556.000,00.  
2. NERACA  
Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset, kewajiban, dan  
ekuitas Tahun Anggaran 2021.  
Nilai Aset per 31 Desember 2021 dicatat dan disajikan sebesar Rp11.101.017.339,00  
yang terdiri dari Aset Lancar sebesar Rp300.392.451,00, Aset Tetap (netto setelah  
akumulasi penyusutan) sebesar Rp10.174.751.543,00 dan Aset Lainnya (netto  
setelah akumulasi penyusutan) sebesar Rp625.873.345,00.  
Nilai Kewajiban dan Ekuitas masing-masing sebesar Rp96.398,00 dan  
Rp11.100.920.941,00.  
1
3. LAPORAN OPERASIONAL  
Laporan Operasional menyajikan berbagai unsur pendapatan-LO, beban,  
surplus/defisit dari operasi, surplus/defisit dari kegiatan nonoperasional,  
surplus/defisit sebelum pos luar biasa, pos luar biasa, dan surplus/defisit-LO, yang  
diperlukan untuk penyajian yang wajar. Pendapatan-LO untuk periode yang berakhir  
pada 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp229.652,00, sedangkan jumlah beban  
adalah sebesar Rp36.206.627.738,00 sehingga terdapat Defisit dari Kegiatan  
Operasional senilai Rp(36.206.398.086,00). Kegiatan Non Operasional Surplus  
sebesar Rp(356.347.724,00) sehingga entitas mengalami Defisit-LO sebesar  
Rp(36.562.745.810,00).  
4. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS  
Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan informasi kenaikan atau penurunan ekuitas  
tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ekuitas pada tanggal 1  
Januari 2021 adalah sebesar Rp11.641.971.518,00 dikurangi Defisit-LO sebesar  
Rp(36.562.745.810,00) kemudian ditambah dengan koreksi-koreksi senilai  
Rp(216.322.750,00),  
dan  
ditambah  
Transaksi  
Antar  
Entitas  
sebesar  
Rp36.238.017.983,00 sehingga Ekuitas entitas yang berakhir pada 31 Desember  
2021 adalah senilai Rp11.100.920.941,00.  
5. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN  
Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) menyajikan informasi tentang  
penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam  
Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional dan Laporan Perubahan  
Ekuitas. Termasuk pula dalam CaLK adalah penyajian informasi yang diharuskan  
dan dianjurkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapan-  
pengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan  
keuangan.  
Dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaran untuk periode yang berakhir pada  
tanggal 31 Desember 2021 disusun dan disajikan berdasarkan basis kas. Sedangkan  
Neraca, Laporan Operasional dan Laporan Perubahan Ekuitas untuk per 31  
Desember 2021 disusun dan disajikan dengan basis akrual.  
2
I. LAPORAN REALISASI ANGGARAN  
DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA,  
PSIKOTROPIKA, PREKURSOR, DAN ZAT ADIKTIF  
LAPORAN REALISASI ANGGARAN  
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA  
TAHUN ANGGARAN 2021 DAN 2020  
(Dalam Rupiah)  
31 Desember 2020  
REALISASI  
31 Desember 2021  
URAIAN  
CATATAN  
% thd Angg  
ANGGARAN  
REALISASI  
PENDAPATAN  
Penerimaan Negara Bukan Pajak  
B.1  
43.353.433.000  
33.987.852  
0,08  
124.413.816  
JUMLAH PENDAPATAN  
43.353.433.000  
33.987.852  
0,08  
124.413.816  
BELANJA  
B.2.  
B.3  
B.4  
Belanja Barang  
Belanja Modal  
JUMLAH BELANJA  
33.476.056.000  
2.276.500.000  
35.752.556.000  
33.427.115.720  
2.267.926.490  
35.695.042.210  
99,85  
99,62  
99,84  
33.183.088.259  
2.976.981.296  
36.160.069.555  
Jakarta, 25 April 2022  
Kuasa Pengguna Anggaran  
Deputi I Bidang Pengawasan  
ONAPPZA  
Dra. Tri Asti Isnariani, Apt, M.Pharm.  
NIP. 196904142002122001  
- 3 -  
II. NERACA  
DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA,  
PSIKOTROPIKA, PREKURSOR, DAN ZAT ADIKTIF  
NERACA  
PER 31 DESEMBER 2021 DAN 2020  
(Dalam Rupiah)  
URAIAN  
CATATAN  
31 Desember 2021  
31 Desember 2020  
ASET  
ASET LANCAR  
Kas Lainnya dan Setara Kas  
Persediaan  
Jumlah Aset Lancar  
C.1  
C.2  
-
28.807.150  
467.590.527  
496.397.677  
300.392.451  
300.392.451  
ASET TETAP  
Peralatan dan Mesin  
Aset Tetap Lainnya  
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap  
Jumlah Aset Tetap  
C.3  
C.4  
C.5  
20.737.851.297  
5.708.317.259  
(16.271.417.013)  
10.174.751.543  
22.783.167.170  
5.527.423.109  
(17.815.664.132)  
10.494.926.147  
ASET LAINNYA  
Aset Tidak Berwujud  
Aset Lain-Lain  
Akumulasi Penyusutan dan Amortisasi Aset Lainnya  
Jumlah Aset Lainnya  
C.6  
C.7  
C.8  
4.472.973.548  
6.215.496.532  
(10.062.596.735)  
625.873.345  
6.073.043.485  
496.336.500  
(5.918.626.681)  
650.753.304  
JUMLAH ASET  
11.101.017.339  
11.642.077.128  
KEWAJIBAN  
KEWAJIBAN JANGKA PENDEK  
Utang Kepada Pihak Ketiga  
JUMLAH KEWAJIBAN  
C.9  
96.398  
96.398  
105,610  
105,610  
EKUITAS  
Ekuitas  
JUMLAH EKUITAS  
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS  
C.10  
11.100.920.941  
11.100.920.941  
11.101.017.339  
11.641.971.518  
11.641.971.518  
11.642.077.128  
Jakarta, 25 April 2022  
Kuasa Pengguna Anggaran  
Deputi I Bidang Pengawasan  
ONAPPZA  
Dra. Tri Asti Isnariani, Apt, M.Pharm.  
NIP. 196904142002122001  
- 4 -  
III. LAPORAN OPERASIONAL  
DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA,  
PSIKOTROPIKA, PREKURSOR, DAN ZAT ADIKTIF  
LAPORAN OPERASIONAL  
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA  
31 DESEMBER 2021 DAN 2020  
(Dalam Rupiah)  
URAIAN  
CATATAN 31 Desember 2021 31 Desember 2020  
KEGIATAN OPERASIONAL  
PENDAPATAN  
Penerimaan Negara Bukan Pajak  
D.1  
229.652  
1.385.569  
JUMLAH PENDAPATAN  
229.652  
1.385.569  
BEBAN  
Beban Persediaan  
D.2  
D.3  
D.4  
D.5  
D.6  
447.893.137  
16.854.071.480  
376.977.663  
395.250.477  
20.172.524.441  
320.807.926  
Beban Jasa  
Beban Pemeliharaan  
Beban Perjalanan Dinas  
Beban Penyusutan dan Amortisasi  
15.889.073.930  
2.638.611.528  
36.206.627.738  
(36.206.398.086)  
12.276.443.903  
2.992.922.638  
36.157.949.385  
(36.156.563.816)  
JUMLAH BEBAN  
SURPLUS (DEFISIT) DARI KEGIATAN OPERASIONAL  
KEGIATAN NON OPERASIONAL  
Surplus /Defisit Pelepasan Aset Non Lancar  
Pendapatan Pelepasan Aset Non Lancar  
Beban Pelepasan Aset Non Lancar  
D.7  
D.8  
(363.817.550)  
0
(29.735.708)  
15.000.111  
44.735.819  
304.532.598  
386.387.458  
81.854.860  
274.796.890  
363.817.550  
7.469.826  
33.758.200  
26.288.374  
(356.347.724)  
Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional Lainnya  
Pendapatan dari Kegiatan Non Operasional Lainnya  
Beban dari Kegiatan Non Operasional Lainnya  
SURPLUS /DEFISIT DARI KEGIATAN NON OPERASIONAL  
SURPLUS/DEFISIT SEBELUM POS LUAR BIASA  
SURPLUS/DEFISIT LO  
(36.562.745.810) (35.881.766.926)  
(36.562.745.810) (35.881.766.926)  
Jakarta, 25 April 2022  
Kuasa Pengguna Anggaran  
Deputi I Bidang Pengawasan  
ONAPPZA  
Dra. Tri Asti Isnariani, Apt, M.Pharm.  
NIP. 196904142002122001  
- 5 -  
IV. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS  
DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA,  
PSIKOTROPIKA, PREKURSOR, DAN ZAT ADIKTIF  
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS  
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA  
31 DESEMBER 2021 DAN 2020  
(Dalam Rupiah)  
31 DESEMBER 2020  
11.537.464.781  
(35.881.766.926)  
(77.712.559)  
URAIAN  
CATATAN  
E.1  
31 DESEMBER 2021  
11.641.971.518  
(36.562.745.810)  
(216.322.750)  
EKUITAS AWAL  
SURPLUS/DEFISIT LO  
E.2  
E.3  
KOREKSI YANG MENAMBAH/MENGURANGI EKUITAS  
PENYESUAIAN NILAI ASET  
KOREKSI NILAI PERSEDIAAN  
KOREKSI ATAS REKLASIFIKASI  
SELISISH REVALUASI ASET TETAP  
KOREKSI NILAI ASET TETAP NON REVALUASI  
KOREKSI LAIN-LAIN  
E.3.1  
E.3.2  
E.3.3  
E.3.4  
E.3.5  
E.3.6  
E.4  
0
0
0
0
0
(77.712.559)  
0
0
0
(187.515.600)  
(28.807.150)  
36.238.017.983  
(541.050.577)  
11.100.920.941  
0
TRANSAKSI ANTAR ENTITAS  
KENAIKAN/PENURUNAN EKUITAS  
EKUITAS AKHIR  
36.063.986.222  
104.506.737  
11.641.971.518  
E.5  
E.6  
Jakarta, 25 April 2022  
Kuasa Pengguna Anggaran  
Deputi I Bidang Pengawasan  
ONAPPZA  
Dra. Tri Asti Isnariani, Apt, M.Pharm.  
NIP. 196904142002122001  
- 6 -  
V. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN  
A. PENJELASAN UMUM  
A.1. Profil dan Kebijakan Teknis Deputi I Bidang Pengawasan Obat,  
Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif  
Dasar Hukum  
Entitas dan  
Rencana  
Satuan Kerja Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, Dan Zat Adiktif didirikan sebagai salah satu upaya pemerintah  
untuk  
meningkatkan  
kualitas  
Laporan  
Keuangan  
Kementerian  
Strategis  
Negara/Lembaga. Organisasi dan tata kerja entitas diatur dengan Peraturan  
Kepala BPOM nomor 21 tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja  
BPOM. Entitas berkedudukan di Jalan Percetakan Negara No. 23 Jakarta  
Pusat 10560.  
Renstra Satuan Kerja Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif antara lain sebagai:  
Acuan bagi setiap unit organisasi eselon II di lingkungan Deputi Bidang  
Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif  
Badan Pengawas Obat dan Makanan dalam menyusun dokumen  
perencanaan tahunan.  
Dasar penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah  
di lingkungan Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor dan Zat Adiktif Badan Pengawas Obat dan Makanan.  
Satuan Kerja Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, Dan Zat Adiktif mempunyai tugas dan fungsi dalam melaksanakan  
perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan Obat dan  
NAPPZA. Melalui peran tersebut diharapkan masyarakat dapat terlindungi  
dari Obat dan NAPPZA yang beresiko terhadap kesehatan.  
Untuk mewujudkan tujuan di atas Satuan Kerja Deputi I Bidang Pengawasan  
Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif berkomitmen dengan  
visi “Menjadi Institusi Badan Pengawas Obat dan Makanan yang Inovatif,  
Kredibel dan Diakui Secara Internasional Untuk Melindungi Masyarakat”.  
Untuk mewujudkannya akan dilakukan beberapa langkah-langkah strategis  
sebagai berikut:  
Terwujudnya Obat yang aman dan bermutu  
Meningkatnya kepuasan pelaku usaha serta kesadaran masyarakat  
- 7 -  
terhadap keamanan dan mutu Obat, serta kepatuhan industri produk  
tembakau  
Meningkatnya kepuasan pelaku usaha dan masyarakat terhadap kinerja  
pengawasan obat  
Meningkatnya kualitas kebijakan pengawasan Obat  
Meningkatnya efektivitas pengawasan dan pelayanan publik di bidang  
obat  
Meningkatnya regulatory assistance dalam pengembangan obat  
Terwujudnya tata kelola pemerintah yang optimal di lingkup Deputi Bidang  
Pengawasan Obat dan NAPPZA  
Terwujudnya SDM yang optimal  
Menguatnya pengelolaan data dan informasi pengawasan obat  
Bagan Satuan Kerja Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif  
Pendekatan  
Penyusunan  
Laporan  
A.2. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan  
Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2021 ini merupakan laporan yang  
mencakup seluruh aspek keuangan yang dikelola oleh Deputi I Bidang  
Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif.  
Laporan Keuangan ini dihasilkan melaui Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu  
serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari  
pengumpulan data, pencatatan dan pengikhtisaran sampai dengan pelaporan  
posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga.  
Keuangan  
SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA) dan Sistem  
Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN). SAI  
dirancang untuk menghasilkan Laporan Keuangan Satuan Kerja yang terdiri  
dari Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan  
- 8 -  
Perubahan Ekuitas. Sedangkan SIMAK-BMN adalah sistem yang  
menghasilkan informasi aset tetap, persediaan, dan aset lainnya untuk  
penyusunan neraca dan laporan barang milik negara serta laporan manajerial  
lainnya.  
Basis Akuntansi  
A.3. Basis Akuntansi  
Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan  
Zat Adiktif menerapkan basis akrual dalam penyusunan dan penyajian  
Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas serta basis  
kas untuk penyusunan dan penyajian Laporan Realisasi Anggaran. Basis  
akrual adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan  
peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi, tanpa  
memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayarkan.  
Sedangkan basis kas adalah basis akuntansi yang yang mengakui pengaruhi  
transaksi atau peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau  
dibayar. Hal ini sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang  
telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang  
Standar Akuntansi Pemerintahan beserta perubahannya.  
Dasar  
A.4. Dasar Pengukuran  
Pengukuran  
Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan  
memasukkan setiap pos dalam laporan keuangan. Dasar pengukuran yang  
diterapkan Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, Dan Zat Adiktif dalam penyusunan dan penyajian Laporan  
Keuangan adalah dengan menggunakan nilai perolehan historis.  
Aset dicatat sebesar pengeluaran/penggunaan sumber daya ekonomi atau  
sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aset  
tersebut. Kewajiban dicatat sebesar nilai wajar sumber daya ekonomi yang  
digunakan pemerintah untuk memenuhi kewajiban yang bersangkutan.  
Pengukuran pos-pos laporan keuangan menggunakan mata uang rupiah.  
Transaksi yang menggunakan mata uang asing dikonversi terlebih dahulu dan  
dinyatakan dalam mata uang rupiah.  
Kebijakan  
Akuntansi  
A.5. Kebijakan Akuntansi  
Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2021 telah  
mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Kebijakan akuntansi  
- 9 -  
merupakan prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi konvensi, aturan-aturan,  
dan praktik-praktik spesifik yang dipilih oleh suatu entitas pelaporan dalam  
penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Kebijakan akuntansi yang  
diterapkan dalam laporan keuangan ini adalah merupakan kebijakan yang  
ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan yang merupakan entitas  
pelaporan dari Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, Dan Zat Adiktif. Disamping itu, dalam penyusunannya telah  
diterapkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan  
pemerintahan.  
Kebijakan-kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan dalam  
penyusunan Laporan Keuangan Kantor Deputi I Bidang Pengawasan Obat,  
Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif adalah sebagai berikut:  
Pendapatan-  
LRA  
(1) Pendapatan- LRA  
Pendapatan-LRA diakui pada saat kas diterima pada Kas Umum  
Negara (KUN).  
Akuntansi pendapatan-LRA dilaksanakan berdasarkan azas bruto,  
yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat  
jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).  
Pendapatan-LRA disajikan menurut klasifikasi sumber pendapatan.  
Pendapatan-LO  
(2) Pendapatan- LO  
Pendapatan-LO adalah hak pemerintah pusat yang diakui sebagai  
penambah ekuitas dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan  
dan tidak perlu dibayar kembali.  
Pendapatan-LO diakui pada saat timbulnya hak atas pendapatan dan  
/atau Pendapatan direalisasi, yaitu adanya aliran masuk sumber daya  
ekonomi.  
Akuntansi pendapatan-LO dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu  
dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah  
nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).  
Pendapatan disajikan menurut klasifikasi sumber pendapatan.  
Pendapatan-LO diakui pada saat timbulnya hak atas pendapatan  
dan/atau pendapatan direalisasikan, yaitu adanya aliran masuk  
sumber daya ekonomi.  
- 10 -  
pengakuan pendapatan-LO, pada Badan POM adalah sebagai berikut:  
a. pengakuan pendapatan berdasarkan kas yang diterima adalah  
pendapatan diakui pada saat penerimaan kas,yang berlaku pada  
layanan jasa penerbitan Surat Keterangan Impor (SKI) dan Surat  
Keterangan Ekspor (SKE), penjualan baku pembanding dan  
hewan percobaan.  
b. pengakuan pendapatan berdasarkan hak adalah pendapatan  
diakui pada saat Badan POM telah memberikan jasa  
layanan/barang. Pengakuan pendapatan berdasarkan hak  
berlaku pada layanan jasa berikut:  
1. pendaftaran iklan dan evaluasi iklan obat tradisonal,  
suplemen makanan dan iklan obat;  
2. jasa inspeksi sarana produksi impor, yaitu:  
a) evaluasi dokumen pra inspeksi sarana produksi;  
b) audit sarana produksi;  
c) evaluasi dokumen hasil inspeksi luar negeri.  
c. Pengakuan pendapatan berdasarkan kemajuan pekerjaan dan  
termin adalah pendapatan yang diakui sesuai dengan kemajuan  
pekerjaan dan termin.  
Pengakuan berdasarkan kemajuan pekerjaan atau termin sesuai  
dengan bisnis proses masing-masing jasa layanan yaitu sebagai  
berikut:  
1. Pendapatan jasa/layanan Pendaftaran dan Evaluasi Obat  
dan Produk Biologi :  
1) pendapatan diakui sebesar 25 (dua puluh lima) persen  
dari tarif apabila berkas/data pra registrasi yang telah  
memenuhi persyaratan telah diterima olah Badan POM,  
dengan output berupa tanda terima berkas yang telah  
diberi nomor ID.  
2) pendapatan diakui sebesar 75 (tujuh puluh lima) persen  
dari tarif apabila berkas/data telah dievaluasi oleh  
evaluator dan dibahas oleh KOMNAS, dengan output  
berupa hasil evaluasi;  
3) pendapatan diakui sebesar 100 (seratus) persen apabila  
jasa/layanan telah diterima oleh pengguna layanan yaitu  
berupa:  
- 11 -  
- hasil pra registrasi; atau  
- persetujuan nomor izin edar; atau  
- persetujuan (approvable letter); atau  
- persetujuan impor dalam bentuk ruahan; atau  
- persetujuan impor khusus ekspor; atau  
- persetujuan khusus ekspor; atau  
- persetujuan registrasi variasi berupa persetujuan izin  
edar atau surat persetujuan perubahan yang  
merupakan adendum dari persetujuan izin edar yang  
telah diterbitkan.  
- penolakan.  
2. Pendapatan layanan jasa Inspeksi sarana produk impor pada  
evaluasi dokumen hasil inspeksi luar negeri:  
- Pendapatan diakui sebesar 50 (lima puluh) persen dari tarif  
apabila pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi CAPA telah  
dilakukan oleh Badan POM, dengan output berupa hasil  
evaluasi;  
- Pendapatan layanan jasa diakui sebesar 100 (seratus)  
persen dari tarif pada saat surat persetujuan/ penolakan  
diterbitkan.  
3. Sertifikasi dan/atau Resertifikasi CDOB, CPOB, CPPOB,  
Sertifikasi Higiene dan Sanitasi (HS) dan Surat Persetujuan  
Pendaftaran Produsen Bahan Tambahan Pangan, CPOTB,  
CPKB dan CPBBAOB  
- Pendapatan diakui sebesar 25 (dua puluh lima) persen dari  
tarif apabila berkas yang telah memenuhi persyaratan  
diterima oleh Badan POM, dengan output berupa tanda  
terima berkas, surat perintah bayar atau dokumen lainnya;  
- Pendapatan diakui sebesar 75 (tujuh puluh lima) persen  
dari tarif apabila dalam tahap Monitoring dan Evaluasi  
CAPA, dengan output berupa hasil evaluasi;  
- Pendapatan diakui sebesar 100 (seratus) persen dari tarif  
bila:  
i. sertifikat diterbitkan berupa sertifikat CDOB, CPOB,  
CPPOB, Sertifikasi Higiene dan Sanitasi (HS) dan Surat  
- 12 -  
Persetujuan Pendaftaran Produsen Bahan Tambahan  
Pangan, CPOTB, CPKB dan CPBBAOB dan atau surat  
penolakan;  
ii. Surat Pembatalan dari pihak ketiga.  
Belanja  
(3) Belanja  
Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara  
yang mengurangi Saldo Anggaran Lebih dalam peride tahun anggaran  
yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali  
oleh pemerintah.  
Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUN.  
Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran, pengakuan  
belanja terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran  
tersebut disahkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara  
(KPPN).  
Belanja disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja dan  
selanjutnya klasifikasi berdasarkan organisasi dan fungsi akan  
diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.  
Beban  
(4) Beban  
Beban adalah penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa dalam  
periode pelaporan yang menurunkan ekuitas, yang dapat berupa  
pengeluaran atau konsumsi aset atau timbulnya kewajiban.  
Beban diakui pada saat timbulnya kewajiban; terjadinya konsumsi  
aset; terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa.  
Beban disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja dan  
selanjutnya klasifikasi berdasarkan organisasi dan fungsi diungkapkan  
dalam Catatan atas Laporan Keuangan.  
(5) Aset  
Aset  
Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar, Aset Tetap, Piutang Jangka  
Panjang dan Aset Lainnya.  
Aset Lancar  
Aset Lancar  
Aset Lancar mencakup kas dan setara kas yang diharapkan segera  
untuk direalisasikan, dipakai, atau dimiliki untuk dijual dalam waktu  
- 13 -  
12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan.  
Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal. Kas  
dalam bentuk valuta asing disajikan di neraca dengan  
menggunakan kurs tengah BI pada tanggal neraca.  
Piutang dinyatakan dalam neraca menurut nilai yang timbul  
berdasarkan hak yang telah dikeluarkan surat keputusan penagihan  
atau  
yang  
dipersamakan,  
yang  
diharapkan  
diterima  
pengembaliannya dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah  
tanggal pelaporan.  
Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR)  
yang akan jatuh tempo 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca  
disajikan sebagai Bagian Lancar TPA/TGR.  
Persediaan merupakan aset yang berupa:  
1. Barang atau perlengkapan (supplies) yang digunakan dalam  
rangka kegiatan operasional pemerintah, contoh:  
a. Barang Habis Pakai seperti Alat Tulis Kantor, Barang  
Cetakan (leaflet, brosur dll), Reagensia, Suku Cadang, Baku  
Pembanding, Hewan Percobaan;  
b. Barang Tak Habis Pakai seperti Alat Gelas (Glassware); dan  
c. Barang Bekas Pakai seperti komponen bekas.  
2. Bahan atau perlengkapan (supplies) yang akan digunakan dalam  
proses produksi, contoh : bahan baku untuk pembuatan baku  
pembanding.  
3. Barang dalam proses produksi yang dimaksudkan untuk  
digunakan untuk mendukung kegiatan pemerintah, untuk dijual  
atau untuk diserahkan kepada masyarakat, contoh : baku  
pembanding yang masih dalam proses produksi. Yang dimaksud  
dengan barang dalam proses produksi adalah barang yang  
masih dalam proses pengujian sampai proses pengemasan.  
4. Barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada  
masyarakat dalam rangka kegiatan pemerintahan.  
Dikecualikan sebagai Persediaan berupa Arsip Sampel di  
- 14 -  
Lingkungan Badan POM karena merupakan item yang diperoleh  
atau dibeli dalam satu rangkaian pengujian suatu produk yang  
sebagian item disimpan untuk keperluan dokumentasi (retain  
sample). Oleh karena Arsip Sampel tersebut bukan merupakan  
barang atau perlengkapan yang memiliki nilai ekonomis untuk  
digunakan/dikonsumsi dalam rangka kegiatan operasional  
entitas atau untuk dijual/diserahkan ke masyarakat, maka Arsip  
Sampel tidak memenuhi kriteria pengakuan sebagai Persediaan  
dan dicatat sebagai Beban pada saat perolehannya. Namun  
untuk menjaga tata kelola yang baik, maka Arsip Sampel agar  
dibukukan ulang dalam catatan manual sebagai bentuk  
pertanggungjawaban secara manajerial.  
Persediaan disajikan sebesar :  
1. Biaya perolehan apabila diperoleh dengan pembelian.  
Biaya perolehan persediaan meliputi:  
a. Harga pembelian  
b. Biaya pengangkutan  
c. Biaya penanganan  
d. Biaya lainnya yang secara langsung dapat dibebankan pada  
perolehan persediaan termasuk pajak.  
Hal yang mengurangi biaya perolehan persediaan:  
a) Potongan harga  
b) Rabat dan lainnya yang serupa.  
2. Harga Pokok Produksi digunakan apabila persediaan diperoleh  
dengan memproduksi sendiri. Harga Pokok Produksi (HPP)  
terdiri dari biaya langsung yang terkait dengan persediaan yang  
diproduksi dan biaya tidak langsung yang dialokasikan dengan  
secara sistematis.  
3. Nilai Wajar digunakan apabila persediaan diperoleh dari cara lain  
seperti donasi yang tidak diperoleh harga perolehannya. Nilai  
wajar yang dimaksud dapat menggunakan harga pasar atau  
estimasi yang ditentukan oleh Badan POM.  
Persediaan alat gelas laboratorium adalah peralatan laboratorium  
yang terbuat dari kaca, plastik atau bahan lainnya yang digunakan  
untuk keperluan laboratorium. Alat gelas yang diakui sebagai  
- 15 -  
persediaan meliputi:  
a. alat gelas berupa alat ukur kuantitatif diantaranya terlampir  
1) alat gelas yang masih ada di gudang  
2) alat gelas di laboratorim yang belum digunakan  
3) alat gelas di laboratorium yang sudah digunakan dan masih  
dalam keadaan baik.  
b. alat gelas berupa alat ukur kualitatif diantaranya terlampir  
1) alat gelas yang masih ada di gudang,  
2) alat gelas di laboratorium yang belum digunakan.  
Pada tahun 2021, Sesuai PMK Nomor 234/PMK.05/2020 tentang  
Perubahan atas PMK Nomor 225/PMK.05/2019 tentang Kebijakan  
Akuntansi Pemerintah Pusat, Pencatatan Persediaan menggunakan  
metode pencatatan Perpetual dan dinilai dengan menggunakan  
Metode First In First Out (FIFO). Saldo persediaan dihitung  
berdasarkan harga perolehan masing-masing. Dalam hal metode  
FIFO belum dapat diterapkan, maka penilaian Persediaan dilakukan  
dengan metode perhitungan berdasarkan harga perolehan terakhir.  
Pengukuran  
inventarisasi  
pemakaian  
fisik (stock  
persediaan  
opname),  
dihitung  
yaitu  
berdasarkan  
dengan cara  
memperhitungkan saldo awal persediaan ditambah pembelian atau  
perolehan persediaan dikurangi dengan saldo akhir persediaan, yang  
hasilnya dikalikan nilai per unit sesuai dengan metode penilaian yang  
digunakan.  
Aset Tetap  
Aset Tetap  
Aset tetap mencakup seluruh aset berwujud yang dimanfaatkan  
oleh pemerintah maupun untuk kepentingan publik yang  
mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun.  
Nilai Aset tetap disajikan berdasarkan harga perolehan atau harga  
wajar.  
Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan minimum  
kapitalisasi sebagai berikut:  
a. Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin atau aset  
tetap renovasi peralatan dan mesin yang nilainya sama dengan  
atau lebih dari Rp1.000.000 (satu juta rupiah);  
- 16 -  
b. Pengeluaran untuk gedung dan bangunan atau aset tetap  
renovasi gedung dan bangunan yang nilainya sama dengan  
atau lebih dari Rp25.000.000 (Dua Puluh Lima juta rupiah);  
c. Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai minimum  
kapitalisasi tersebut di atas, diperlakukan sebagai beban  
kecuali pengeluaran untuk tanah, jalan/irigasi/jaringan,  
konstruksi dalam pengerjaan dan aset tetap lainnya berupa  
koleksi perpustakaan dan barang bercorak kesenian.  
Aset tetap yang tidak digunakan dalam operasional pemerintah  
yang disebabkan antara lain karena aus, ketinggalan jaman, tidak  
sesuai dengan kebutuhan organisasi yang makin berkembang,  
rusak berat, tidak sesuai dengan rencana umum tata ruang  
(RUTR), atau masa kegunaannya telah berakhir direklasifikasi ke  
aset lain-lain pada pos Aset Lainnya sesuai dengan Pernyataan  
Standar Akuntansi Pemerintah No 07 Akuntansi Aset Tetap  
Paragraf78.  
Aset tetap yang secara permanen dihentikan penggunaannya  
dikeluarkan dari neraca pada saat ada usulan penghapusan dari  
entitas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di bidang  
pengelolaan BMN.  
Piutang Jangka  
Panjang  
Piutang Jangka Panjang  
Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang akan jatuh tempo  
atau akan direalisasikan lebih dari 12 bulan sejak tanggal  
pelaporan. Termasuk dalam Piutang Jangka Panjang adalah  
Tagihan Penjualan Angsuran (TPA), Tagihan Tuntutan  
Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) yang jatuh tempo  
lebih dari satu tahun.  
TPA menggambarkan jumlah yang dapat diterima dari penjualan  
aset pemerintah secara angsuran kepada pegawai pemerintah  
yang dinilai sebesar nilai nominal dari kontrak/berita acara  
penjualan aset yang bersangkutan setelah dikurangi dengan  
- 17 -  
angsuran yang telah dibayar oleh pegawai ke kas negara atau  
daftar saldo tagihan penjualan angsuran.  
Tuntutan Perbendaharaan adalah tagihan yang ditetapkan oleh  
Badan Pemeriksa Keuangan kepada bendahara yang karena lalai  
atau perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian  
Negara/daerah.  
Tuntutan Ganti Rugi adalah suatu proses yang dilakukan terhadap  
pegawai negeri atau bukan pegawai negeri bukan bendahara  
dengan tujuan untuk menuntut penggantian atas suatu kerugian  
yang diderita oleh negara sebagai akibat langsung ataupun tidak  
langsung dari suatu perbuatan yang melanggar hukum yang  
dilakukan oleh pegawai tersebut atau kelalaian dalam pelaksanaan  
tugasnya.  
Aset Lainnya  
Aset Lainnya  
Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar, aset  
tetap, dan piutang jangka panjang. Termasuk dalam Aset  
Lainnya adalah aset tak berwujud, tagihan penjualan angsuran  
yang jatuh tempo lebih dari 12 (dua belas) bulan, aset  
kerjasama dengan pihak ketiga (kemitraan), dan kas yang  
dibatasi penggunaannya.  
Aset Tak Berwujud (ATB) disajikan sebesar nilai tercatat neto  
yaitu sebesar harga perolehan setelah dikurangi akumulasi  
amortisasi.  
Amortisasi ATB dengan masa manfaat terbatas dilakukan  
dengan metode garis lurus dan nilai sisa nihil. Sedangkan atas  
ATB dengan masa manfaat tidak terbatas tidak dilakukan  
amortisasi.  
Masa Manfaat Aset Tak Berwujud ditentukan dengan  
berpedoman  
Keputusan Menteri Keuangan Nomor:  
81/KM.6.2018 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri  
Keuangan Nomor: 620/KM.6/2015 tentang Masa Manfaat  
Dalam Rangka Amortisasi Barang Milik Negara berupa Aset  
Tak Berwujud pada Entitas Pemerintah Pusat. Secara umum  
- 18 -  
tabel masa manfaat adalah sebagai berikut:  
Tabel 1  
Penggolongan Masa Manfaat Aset Tak Berwujud  
Masa Manfaat  
Kelompok Aset Tak Berwujud  
Software Komputer  
(tahun)  
4
5
Franchise  
Lisensi, Hak Paten Sederhana, Merk,  
Desain Industri, Rahasia Dagang, Desain  
Tata Letak Sirkuit Terpadu.  
10  
Hak Ekonomi Lembaga Penyiaran, Paten  
Biasa, Perlindungan Varietas Tanaman  
Semusim.  
20  
25  
Hak Cipta Karya Seni Terapan,  
Perlindungan Varietas Tanaman Tahunan  
Hak Cipta atas Ciptaan Gol.II, Hak  
Ekonomi Pelaku Pertunjukan, Hak  
Ekonomi Produser Fonogram.  
Hak Cipta atas Ciptaan Gol.I  
50  
70  
Aset Lain-Lain berupa aset tetap pemerintah yang dihentikan  
dari penggunaan operasional entitas, disajikan sebesar harga  
perolehan dikurangi akumulasi penyusutan.  
Aset Lain-lain berupa aset tetap pemerintah disajikan sebesar  
nilai buku yaitu harga perolehan dikurangi akumulasi  
penyusutan.  
Kewajiban  
(6) Kewajiban  
Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang  
penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi  
pemerintah.  
Kewajiban pemerintah diklasifikasikan kedalam kewajiban jangka  
pendek dan kewajiban jangka panjang.  
a. Kewajiban Jangka Pendek  
Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek  
jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua  
- 19 -  
belas bulan setelah tanggal pelaporan.  
Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga,  
Belanja yang Masih Harus Dibayar, Pendapatan Diterima di Muka,  
Bagian Lancar Utang Jangka Panjang, dan Utang Jangka Pendek  
Lainnya.  
b. Kewajiban Jangka Panjang  
Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika  
diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari  
dua belas bulan setelah tanggal pelaporan.  
Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal, yaitu sebesar nilai kewajiban  
pemerintah pada saat pertama kali transaksi berlangsung.  
Ekuitas  
(7) Ekuitas  
Ekuitas merupakan merupakan selisih antara aset dengan kewajiban  
dalam satu periode. Pengungkapan lebih lanjut dari ekuitas disajikan  
dalam Laporan Perubahan Ekuitas.  
Penyisihan  
Piutang Tak  
Tertagih  
(8) Penyisihan Piutang Tidak Tertagih  
Penyisihan Piutang Tidak Tertagih adalah cadangan yang harus  
dibentuk sebesar persentase tertentu dari piutang berdasarkan  
penggolongan kualitas piutang. Penilaian kualitas piutang dilakukan  
dengan mempertimbangkan jatuh tempo dan upaya penagihan yang  
dilakukan pemerintah.  
Kualitas piutang didasarkan pada kondisi masing-masing piutang pada  
tanggal pelaporan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan  
Nomor: 207/PMK.06/2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri  
Keuangan Nomor: 69/PMK.06/2014 tentang Penentuan Kualitas  
Piutang dan Pembentukan Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada  
Kementerian Negara/Lembaga dan Bendahara Umum Negara. Kriteria  
kualitas piutang diatur sebagai berikut:  
- 20 -  
Tabel 2  
Kriteria Kualitas Piutang  
Kualitas Piutang  
Uraian  
Penyisihan  
Belum dilakukan pelunasan s.d. tanggal jatuh  
tempo  
Lancar  
0.5%  
Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat  
Kurang Lancar  
10%  
Tagihan Pertama tidak dilakukan pelunasan  
Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat  
Tagihan Kedua tidak dilakukan pelunasan  
1. Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat  
Tagihan Ketiga tidak dilakukan pelunasan  
2. Piutang telah diserahkan kepada Panitia  
Urusan Piutang Negara/DJKN  
Diragukan  
Macet  
50%  
100%  
Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR)  
dinilai berdasarkan nilai nominal dan disajikan sebesar nilai yang  
dapat direalisasikan.  
Persediaan merupakan aset yang berupa:  
Barang atau perlengkapan (supplies) yang digunakan dalam  
rangka kegiatan operasional pemerintah, contoh:  
a) Barang Habis Pakai seperti Alat Tulis Kantor, Barang Cetakan  
(leaflet, brosur dll), Reagensia, Suku Cadang, Baku  
Pembanding, Hewan Percobaan;  
b) Barang Tak Habis Pakai seperti Alat Gelas (Glassware) dan;  
c) Barang Bekas Pakai seperti komponen bekas.  
Bahan atau perlengkapan (supplies) yang akan digunakan dalam  
proses produksi, contoh: bahan baku untuk pembuatan baku  
pembanding.  
Barang dalam proses produksi yang dimaksudkan untuk  
digunakan dalam mendukung kegiatan pemerintah, untuk dijual  
atau untuk diserahkan kepada masyarakat, contoh: baku  
pembanding yang masih dalam proses produksi. Yang dimaksud  
dengan barang dalam proses produksi adalah barang yang masih  
dalam proses pengujian sampai proses pengemasan.  
- 21 -  
Barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada  
masyarakat dalam rangka kegiatan pemerintahan.  
Persediaan disajikan sebesar :  
a) Biaya perolehan apabila diperoleh dengan pembelian. Biaya  
perolehan persediaan meliputi:  
1. Harga pembelian  
2. Biaya pengangkutan  
3. Biaya penanganan  
4. Biaya lainnya yang secara langsung dapat dibebankan  
pada perolehan persediaan termasuk pajak.  
b) Hal yang mengurangi biaya perolehan persediaan:  
1. Potongan harga  
2. Rabat dan lainnya yang serupa.  
3. Harga Pokok Produksi digunakan apabila persediaan  
diperoleh dengan memproduksi sendiri. Harga Pokok  
Produksi (HPP) terdiri dari biaya langsung yang terkait  
dengan persediaan yang diproduksi dan biaya tidak  
langsung yang dialokasikan dengan secara sistematis.  
c) Nilai Wajar digunakan apabila persediaan diperoleh dari cara  
lain seperti donasi yang tidak diperoleh harga perolehannya.  
Nilai wajar yang dimaksud dapat menggunakan harga pasar  
atau estimasi yang ditentukan oleh Badan POM, sesuai dengan  
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah No 05 Akuntansi  
Persediaan.  
Nilai Persediaan dicatat berdasarkan hasil inventarisasi fisik pada  
tanggal neraca dikalikan dengan:  
1. Harga pembelian terakhir, apabila diperoleh dengan pembelian.  
2. Harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri.  
3. Harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh  
dengan cara lainnya.  
Penyusutan  
Aset Tetap  
(9) Penyusutan Aset Tetap  
Penyusutan aset tetap adalah penyesuaian nilai sehubungan dengan  
penurunan kapasitas dan manfaat dari suatu aset tetap. Kebijakan  
penyusutan aset tetap didasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan  
- 22 -  
No.01/PMK.06/2013 sebagaimana diubah dengan PMK No.  
90/PMK.06/2014 tentang Penyusutan Barang Milik Negara Berupa  
Aset Tetap Pada Entitas Pemerintah Pusat.  
Penyusutan aset tetap tidak dilakukan terhadap:  
a. Tanah  
b. Konstruksi dalam Pengerjaan (KDP)  
c. Aset Tetap yang dinyatakan hilang berdasarkan dokumen sumber  
sah atau dalam kondisi rusak berat dan/atau usang yang telah  
diusulkan  
kepada  
Pengelola  
Barang  
untuk  
dilakukan  
penghapusan.  
Penghitungan dan pencatatan Penyusutan Aset Tetap dilakukan  
setiap akhir semester tanpa memperhitungkan adanya nilai residu.  
Penyusutan Aset Tetap dilakukan dengan menggunakan metode  
garis lurus yaitu dengan mengalokasikan nilai yang dapat disusutkan  
dari Aset Tetap secara merata setiap semester selama Masa Manfaat.  
Masa Manfaat Aset Tetap ditentukan dengan berpedoman  
Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 295/KM.06/2019 tentang Tabel  
Masa Manfaat Dalam Rangka Penyusutan Barang Milik Negara  
berupa Aset Tetap pada Entitas Pemerintah Pusat. Secara umum  
tabel masa manfaat adalah sebagai berikut:  
Tabel 3  
Penggolongan Masa Manfaat Aset Tetap  
Kelompok Aset Tetap  
Masa Manfaat  
2 s.d. 20 tahun  
10 s.d. 50 tahun  
5 s.d 40 tahun  
4 tahun  
Peralatan dan Mesin  
Gedung dan Bangunan  
Jalan, Jaringan dan Irigasi  
Alat Tetap Lainnya (Alat Musik Modern)  
- 23 -  
Capain Output  
(10) Capaian Output Strategis  
Selama Tahun Anggaran 2021, output strategis yang telah dicapai oleh diisi  
Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan  
Zat Adiktif sebagai berikut:  
Perse-  
ntase  
Penye-  
rapan  
Real.  
Volume  
Keluara  
n
Kode  
Output  
Strategis  
Progres  
Capaian  
Output  
Alokasi  
Anggaran (Rp)  
Realisasi  
Belanja (Rp)  
Target  
Kluaran  
No  
1
Uraian Output  
4122.QAH.  
001  
Keputusan  
penilaian  
968.036.000  
967.405.636  
99,93  
468  
481  
100  
sarana  
distribusi obat  
yang  
diselesaikan  
sesuai standar  
2
4122.QIC.0  
01  
Keputusan  
hasil  
5.169.102.000  
5.166.897.881  
99,96  
170  
182  
100  
pengawasan  
Sarana  
Distribusi Obat  
danSarana  
Pelayanan  
Kefarmasian  
yang  
diselesaikan  
3
4123.BIA.0  
01  
Keputusan  
hasil  
1.584.401.000  
1.577.475.333  
99,56  
5.000  
6.551  
100  
pengawasan  
keamanan  
ONPP  
- 24 -  
Perse-  
ntase  
Penye-  
rapan  
Real.  
Volume  
Keluara  
n
Kode  
Output  
Strategis  
Progres  
Capaian  
Output  
Alokasi  
Anggaran (Rp)  
Realisasi  
Belanja (Rp)  
Target  
Kluaran  
No  
4
Uraian Output  
4123.BIA.0  
02  
Keputusan  
hasil  
3.844.828.000  
999.819.000  
3.605.631.632  
990.572.859  
93,78  
1.806  
3.908  
100  
pengawasan  
mutu ONPP  
5
6
7
4123.QAH.  
001  
Surat  
99,08  
18.000  
20.789  
100  
Keterangan  
Ekspor Impor  
ONPP yang  
Diselesaikan  
Tepat Waktu  
4123.QIA.0  
01  
Label dan iklan  
produk  
1.051.717.000  
1.043.159.290  
99,19  
60.200  
71.627  
100  
tembakau yang  
diawasi yang  
memenuhi  
ketentuan  
4125.BAH.  
001  
Keputusan  
penilaian  
3.720.542.000  
3.715.011.284  
99,85  
95  
104  
100  
fasilitas  
produksi BBO,  
obat, produk  
biologi, dan  
sarana khusus  
yang  
diselesaikan  
tepat waktu  
8
4125.BAH.  
002  
Keputusan  
pengawalan  
tahapan  
704.975.000  
702.190.607  
99,61  
8
9
100  
pemenuhan  
fasilitas  
produksi obat  
hasil inovasi  
yang  
diterbitkan  
9
4125.QIC.0  
03  
Fasilitas  
2.198.712.000  
2.198.338.101  
99,98  
175  
180  
100  
produksi  
produk JKN  
dan produk  
high risk  
lainnya serta  
bbo yang  
diawasi sesuai  
standar  
- 25 -  
Perse-  
ntase  
Penye-  
rapan  
Kode  
Output  
Strategis  
Real.  
Volume  
Keluaran  
Progres  
Capaian  
Output  
Alokasi  
Anggaran (Rp)  
Realisasi  
Belanja (Rp)  
Target  
Kluaran  
No  
10  
Uraian Output  
4127.PC  
A.001  
Keputusan  
Registrasi Obat  
yang  
8.210.000.000  
8.198.035.077  
99,85  
6.500  
9.884  
100  
Diselesaikan  
Sesuai Standar  
11  
4131.AF  
A.001  
Standar obat,  
narkotika,  
5.652.424.000  
5.649.298.028  
99,94  
10  
10  
100  
psikotropika,  
precursor, dan  
zat adiktif yang  
disusun  
12  
13  
4131.CA  
B.001  
Layanan sarana  
dan prasarana  
internal  
806.996.000  
841.004.000  
804.337.760  
840.324.730  
99,67  
99,92  
42  
59  
42  
59  
100  
100  
4131.EA  
D.001  
Layanan sarana  
dan prasarana  
internal  
- 26 -  
B. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN  
Selama periode berjalan, Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif telah mengadakan empat kali revisi  
Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari DIPA awal. Hal ini disebabkan  
oleh adanya perubahan kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan situasi serta  
kondisi pada saat pelaksanaan dan adanya refocusing anggaran dalam rangka  
penanganan Covid. Pagu awal sebesar Rp41.103.943.000,00 setelah revisi  
terakhir menjadi sebesar Rp35.752.556.000,00.  
Tabel 4  
Rincian Anggaran per 31 Desember 2021  
31 Desember 2021  
ANGGARAN  
AWAL  
ANGGARAN  
Uraian  
SETELAH REVISI  
Pendapatan  
Penerimaan Negara Bukan Pajak  
Jumlah Pendapatan  
Belanja  
43.353.433.000  
43.353.433.000  
43.353.433.000  
43.353.433.000  
Belanja Barang  
Belanja Modal  
39.113.943.000  
1.990.000.000  
41.103.943.000  
33.476.056.000  
2.276.500.000  
35.752.556.000  
Jumlah Belanja  
Sedangkan apabila dilihat berdasarkan Program maka perubahannya adalah  
sebagai berikut:  
Tabel 5  
Rincian Anggaran Berdasarkan Program per 31 Desember 2021  
30 September 2021  
ANGGARAN  
AWAL  
ANGGARAN  
SETELAH REVISI  
35.752.556.000  
35.752.556.000  
Kode  
Uraian  
41.103.943.000  
41.103.943.000  
06  
Program Pengawasan Obat dan Makanan  
Total  
Sedangkan apabila dilihat berdasarkan Per Akun Belanja maka perubahannya  
adalah sebagai berikut:  
- 27 -  
Tabel 6  
Rincian Anggaran Berdasarkan Akun Belanja per 31 Desember 2021  
31 Desember 2021  
ANGGARAN  
ANGGARAN  
Uraian  
NAIK/ TURUN  
AWAL  
SETELAH REVISI  
Belanja Barang  
Belanja Barang Operasional  
Belanja Barang Non Operasional  
Belanja Barang Persediaan  
Belanja Jasa  
1.970.412.000  
5.969.969.000  
364.487.000  
10.389.162.000  
479.730.000  
18.831.891.000  
1.108.292.000  
39.113.943.000  
2.444.701.000 Rp 474.289.000  
4.081.760.000 Rp (1.888.209.000)  
308.670.000 Rp (55.817.000)  
10.342.659.000 Rp (46.503.000)  
377.075.000 Rp (102.655.000)  
15.156.717.000 Rp (3.675.174.000)  
764.474.000 Rp (343.818.000)  
33.476.056.000 Rp(5.637.887.000)  
Belanja Pemeliharaan  
Belanja Perjalanan Dalam Negeri  
Belanja Perjalanan Luar Negeri  
Jumlah Belanja Barang  
Belanja Modal  
Belanja Modal Peralatan dan Mesin  
Belanja Modal Lainnya  
1.294.000.000  
696.000.000  
1.704.500.000 Rp 410.500.000  
572.000.000 Rp (124.000.000)  
Jumlah Belanja Modal  
1.990.000.000  
2.276.500.000  
286.500.000  
Terjadi penurunan pagu anggaran terutama belanja barang dikarenakan adanya  
Refocusing anggaran untuk penanganan covid terutama pagu anggaran belanja  
perjalanan dinas dalam negeri dan belanja barang operasional yang terjadi  
penurunan signifikan karena dampak refocusing anggaran, sedangkan pagu  
anggaran belanja modal peralatan dan mesin mengalami peningkatan  
dikarenakan kebutuhan sarana dan prasarana kantor meningkat.  
Realisasi  
B.1 Pendapatan  
Pendapatan  
Rp33.987.852,00  
Realisasi Pendapatan untuk periode yang berakhir pada 30 September 2021  
adalah sebesar Rp33.987.852,00 atau mencapai 0,08 persen dari estimasi  
pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp43.353.433.000,00. Pendapatan Deputi  
Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor Dan Zat Adiktif  
terdiri dari Pendapatan dari Penerimaan Kembali Belanja Barang Tahun  
Anggaran Yang Lalu. Rincian estimasi pendapatan dan realisasinya adalah  
sebagai berikut:  
Tabel 7  
Rincian Estimasi dan Realisasi Pendapatan  
31 Desember 2021  
Uraian  
% Real  
Angg.  
Anggaran  
Realisasi  
Pendapatan Kesehatan, Perlindungan Sosial, Dan  
Keagamaan  
43.353.433.000  
-
-
-
-
Pendapatan Jasa Lembaga Keuangan (Jasa Giro)  
Penerimaan Kembali Belanja Barang TAYL  
-
-
229.652  
33.758.200  
Jumlah  
-
33.987.852  
-
- 28 -  
Realisasi Pendapatan Per 31 Desember 2021 mengalami penurunan  
dibandingkan Per 31 Desember 2020 sebesar (72,68%).  
Tabel 8  
Perbandingan Realisasi Pendapatan 31 Desember 2021 dan 2020  
REALISASI  
30 September 2021  
REALISASI  
30 September 2020  
NAIK  
(TURUN) %  
URAIAN  
15.000.111  
386.307  
-
Pendapatan dari Pemindahtanganan BMN Lainnya  
Pendapatan Jasa Lembaga Keuangan (Jasa Giro)  
Pendapatan Denda Penyelesaian Pekerjaan Pemerintah  
Penerimaan Kembali Belanja Barang TAYL  
Jumlah  
-
-40,55  
-
229.652  
-
999.262  
108.028.136  
124.413.816  
-68,75  
-72,68  
33.758.200  
33.987.852  
Pendapatan Jasa Giro disetor pada tanggal 31 Desember 2021 dengan  
NTPN 1E2976U8E38740RH senilai Rp229.652,00 yang merupakan jasa  
giro rekening hibah bulan desember 2021.  
Penerimaan Kembali Belanja Barang TAYL disetor pada tanggal 21 Mei  
2021 dengan NTPN 0E5020N9V8IC0B32 senilai Rp33.758.200,00 yang  
merupakan tindak lanjut atas kelebihan pembayaran EO.  
Realisasi Belanja  
B.2. Belanja  
Negara  
Realisasi Belanja Per 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp35.695.042.210,00  
atau 99,84% dari anggaran belanja sebesar Rp35.752.556.000,00. Rincian  
anggaran dan realisasi belanja Per 31 Desember 2021 adalah sebagai berikut:  
Rp35.695.042.210,0  
0
Tabel 9  
Rincian Estimasi dan Realisasi Belanja Per 31 Desember 2021  
31 Desember 2021  
URAIAN  
% Real  
Angg.  
Anggaran  
Realisasi  
33.454.284.146  
2.267.926.490  
35.722.210.636  
27.168.426  
99,93  
99,62  
Belanja Barang  
Belanja Modal  
33.476.056.000  
2.276.500.000  
99,92  
Total Belanja Kotor  
35.752.556.000  
-
-100,00  
99,84  
Pengembalian Belanja  
Jumlah  
35.752.556.000  
35.695.042.210  
- 29 -  
Komposisi anggaran dan realisasi belanja dapat dilihat dalam grafik berikut ini:  
Tabel 10  
Komposisi Anggaran dan Realisasi Per 31 Desember 2021  
35.000.000.000  
30.000.000.000  
25.000.000.000  
20.000.000.000  
15.000.000.000  
10.000.000.000  
5.000.000.000  
-
Belanja Barang  
Anggaran  
Belanja Modal  
Realisasi  
Realisasi Belanja Per 31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar 1,29%  
dibandingkan realisasi belanja pada tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan  
antara lain karena berkurangnya Pagu Belanja TA.2021 dibandingkan Pagu  
Belanja TA.2020, sehingga mengakibatkan berkurangnya besaran realisasi.  
Tabel 11  
Perbandingan Realisasi Belanja 31 Desember 2021 dan 2020  
REALISASI  
31 Desember 2021  
REALISASI  
31 Desember 2020 (TURUN) %  
NAIK  
URAIAN  
0,74  
Belanja Barang  
Belanja Modal  
Jumlah  
33.427.115.720  
2.267.926.490  
33.183.088.259  
2.976.981.296  
(23,82)  
35.695.042.210  
36.160.069.555  
(1,29)  
Belanja Barang  
Rp33.427.115.720,  
00  
B.3 Belanja Barang  
Realisasi Belanja Barang Per 31 Desember 2021 dan 2020 adalah masing-  
masing sebesar Rp33.427.115.720,00 dan Rp33.183.088.259,00. Realisasi  
Belanja Barang Per 31 Desember 2021 mengalami kenaikan dari Realisasi  
Belanja Barang Per 31 Desember 2020. Hal ini antara lain disebabkan adanya  
Hibah uang dalam bentuk realiasi Belanja Barang di TA.2021 dan target realisasi  
setiap triwulan yang berdampak pada nilai IKPA sehingga berdampak pada  
besarnya realisasi Belanja Barang terutama kenaikan realisai Belanja Jasa,  
Belanja Perjalanan Dalam Negeri, Belanja Barang Operasional, Belanja  
Pemeliharaan dan Belanja Perjalanan Luar Negeri.  
- 30 -  
Tabel 12  
Perbandingan Belanja Barang 31 Desember 2021 dan 2020  
Uraian  
31 Desember 2021 (Rp)  
308.502.535 Rp  
31 Desember 2020 (Rp)  
414.163.911 Rp  
Naik/(Turun)  
(105.661.376)  
Belanja Barang Persediaan  
Belanja Barang Operasional  
Rp  
Rp  
2.439.174.261 Rp  
4.079.088.352 Rp  
1.436.110.069 Rp  
9.612.642.860 Rp  
1.003.064.192  
(5.533.554.508)  
Belanja Barang Non  
Operasional  
Rp  
Belanja Jasa  
Rp  
Rp  
10.335.993.879 Rp  
375.458.563 Rp  
9.124.140.510 Rp  
319.757.006 Rp  
1.211.853.369  
55.701.557  
Belanja Pemeliharaan  
Belanja Perjalanan Dalam  
Negeri  
Belanja Perjalanan Luar  
Negeri  
Rp  
Rp  
15.151.875.688 Rp  
764.190.868 Rp  
11.939.347.794 Rp  
379.228.152 Rp  
3.212.527.894  
384.962.716  
Rp  
33.454.284.146 Rp  
33.225.390.302 Rp  
228.893.844  
Jumlah Belanja Bruto  
Pengembalian Belanja  
Rp  
27.168.426 Rp  
42.302.043 Rp  
(15.133.617)  
Jumlah Belanja Neto  
Rp  
33.427.115.720 Rp  
33.183.088.259 Rp  
244.027.461  
Belanja Barang Penanganan Pandemi Covid-19  
Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat  
Adiktif mengalokasikan belanja barang untuk penangangan Covid-19 sebesar  
Rp2.962.791.000,00. Anggaran tersebut terserap sebesar Rp2.960.801.614,00  
dengan rincian sebagai berikut:  
Tabel 13  
Belanja Barang untuk Penangan Pandemi Covid-19  
Akun  
Uraian Akun  
Pagu  
Realisasi  
Penyerapan  
521131  
Belanja Barang Operasional - Penanganan  
Pandemi COVID-19  
Rp  
Rp  
Rp  
1.382.596.000 Rp  
1.381.057.002  
99,89%  
521241  
Belanja Barang Non Operasional -  
Penanganan Pandemi COVID-19  
242.616.000 Rp  
242.355.915  
99,89%  
99,99%  
522192  
524115  
Belanja Jasa - Penanganan Pandemi  
COVID-19  
1.241.379.000 Rp  
1.241.315.626  
Belanja Perjalanan Dinas - Penanganan  
Pandemi COVID-19  
Rp  
96.200.000 Rp  
96.073.071  
99,87%  
Rp  
2.962.791.000 Rp  
2.960.801.614  
99,93%  
Jumlah  
Belanja Pinjaman dan Hibah  
Realisasi Belanja Pinjaman dan Hibah TA 2021 dan 2020 adalah masing-  
masing sebesar Rp631.776.848,00 dan Rp419.626.850,00.  
- 31 -  
Tabel 14  
Perbandingan Belanja Pinjaman dan Hibah TA 2021 dan 2020  
Uraian  
TA 2021 (Rp)  
89.957.438 Rp  
TA 2020 (Rp)  
Naik/(Turun)  
89.957.438  
Belanja Barang Operasional  
Rp  
-
Rp  
Belanja Barang Non  
Operasional  
Rp  
Rp  
Rp  
118.783.410 Rp  
215.780.000 Rp  
207.256.000 Rp  
631.776.848 Rp  
144.815.850 Rp  
128.515.000 Rp  
146.296.000 Rp  
419.626.850 Rp  
(26.032.440)  
87.265.000  
60.960.000  
Belanja Jasa  
Belanja Perjalanan Dalam  
Negeri  
Jumlah Belanja Bruto  
Rp  
Rp  
Rp  
212.149.998  
-
Pengembalian Belanja  
-
Rp  
-
Rp  
Jumlah Belanja Neto  
631.776.848 Rp  
419.626.850 Rp  
212.149.998  
Terdapat Hibah dari WHO untuk periode 2020-2021 dengan nomor register  
2C5ESCLA untuk kegiatan Improved Access to Essential Medicines and  
Vaccines sebesar Rp8.050.000.000,00 (kurs Rp14.000,00) sesuai dengan  
perjanjian Nomor KS.02.02.1.23.12.19.5132.  
Pada tahun 2020 diterima dana hibah dari WHO sebesar Rp663.498.000,00  
dengan pengesahan Pendapatan sebesar Rp448.434.000,00 dan pengesahan  
Belanja Rp419.626.850,00. Sisa sebesar Rp215.064.000,00 dikembalikan  
kepada WHO pada tahun 2020, dan Rp28.807.150,00 pada tahun 2021. Atas  
pengembalian di tahun 2021, mengingat dilakukan setelah terbit SPHL, perlu  
dilakukan pengesahan pengembalian pendapatan hibah langsung dengan  
mengajukan SP4HL ke KPPN Khusus Pinjaman dan Hibah (KPPN KPH)  
sebesar Rp28.807.150,00. Telah terbit SP3HL dengan nomor 211400600170001  
senilai Rp16.400.000,00 tanggal 12 November 2021 dan nomor  
211400600170002 senilai Rp12.407.150,00 tanggal 12 November 2021  
sehingga Saldo Kas Hibah di SPAN menjadi Rp0,00.  
Selanjutnya, di tahun 2021 kami menerima dana hibah dari WHO sebesar  
Rp1.360.232.920,00. Dilakukan pengesahan Pendapatan dan Belanja sebesar  
Rp631.776.848,00 dan telah terbit SPHL dari KPPN KPH dengan nomor  
211400600170003 senilai Rp259.843.969,00 tanggal 30 Desember 2021 dan  
nomor 211400600170004 senilai Rp 371.932.879.00,00 tanggal 30 Desember  
2021. Tidak ada perbedaan pada pengesahan Pendapatan dan Belanja tersebut,  
sehingga Saldo Kas Hibah per 31 Desember 2021 adalah Rp0,00.  
- 32 -  
Belanja Modal  
B.4 Belanja Modal  
Rp2.267.926.490,00  
Realisasi Belanja Modal Per 31 Desember 2021 dan 2020 adalah masing-  
masing sebesar Rp2.267.926.490,00 dan Rp2.976.981.296,00. Belanja modal  
merupakan pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya  
yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi.  
Realisasi Belanja Modal Per 31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar  
(23,82%) dibandingkan 31 Desember 2020 disebabkan berkurangnya Pagu  
Belanja Modal.  
Tabel 15  
Perbandingan Realisasi Belanja Modal Per 31 Desember 2021 dan 2020  
REALISASI  
31 Desember 2021  
REALISASI  
31 Desember 2020 (TURUN) %  
NAIK  
URAIAN  
Belanja Modal Peralatan dan Mesin  
Belanja Penambahan Nilai Peralatan dan Mesin  
Belanja Modal Lainnya  
1.596.126.490  
104.500.000  
270.300.000  
2.048.978.552  
23.320.000  
499.882.744  
(22,10)  
348,11  
(45,93)  
Belanja Penambahan Nilai Aset Tetap Lainnya  
dan/atau Aset Lainnya  
Jumlah Belanja Kotor  
297.000.000  
2.267.926.490  
0
404.800.000  
2.976.981.296  
0
0,00  
(23,82)  
0,00  
Pengembalian  
Jumlah Belanja  
2.267.926.490  
2.976.981.296  
(23,82)  
Belanja Modal  
Peralatan dan  
Mesin Rp  
B.4.1 Belanja Modal Peralatan dan Mesin  
Realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin Per 31 Desember 2021 adalah  
sebesar Rp1.596.126.490,00, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan  
realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin Per 31 Desember 2020 sebesar  
Rp2.048.978.552,00 Hal ini terjadi karena berkurangnya Pagu Belanja Modal di  
Tahun Anggaran 2021 dan karena adanya pandemi Covid-19.  
1.596.126.490,00  
Tabel 16  
Realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin 31 Desember 2021 dan 2020  
Naik  
(Turun)  
%
REALISASI  
31 Desember 2021  
REALISASI  
31 Desember 2020  
URAIAN  
Alat Kantor dan Rumah Tangga  
Alat Studio, Komunikasi dan Pemancar  
Alat Kedokteran  
35.224.000  
100.000.000  
7.200.000  
286.234.012  
122.483.020  
5.239.000  
-88  
-18  
37  
Alat Laboratorium  
Komputer  
Jumlah Belanja Kotor  
Pengembalian  
40.464.000  
1.413.238.490  
1.596.126.490  
0
100  
-14  
-22  
1.635.022.520  
2.048.978.552  
Jumlah Belanja  
1.596.126.490  
2.048.978.552  
-22  
- 33 -  
Belanja  
B.4.2 Belanja Penambahan Nilai Peralatan dan Mesin  
Penambahan Nilai  
Peralatan dan  
Mesin Rp  
Realisasi Belanja Penambahan Nilai Peralatan dan Mesin Per 31 Desember  
2021 adalah sebesar Rp104.500.000,00, mengalami kenaikan bila dibandingkan  
dengan realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin Per 31 Desember 2020  
sebesar Rp23.320.000,00 Hal ini terjadi karena bertambahnya Pagu Belanja  
Penambahan Nilai Peralatan dan Mesin di Tahun Anggaran 2021.  
104.500.000,00  
Tabel 17  
Realisasi Belanja Penambahan Peralatan dan Mesin 31 Desember 2021 dan 2020  
Naik  
(Turun)  
%
REALISASI  
31 Desember 2021  
REALISASI  
31 Desember 2020  
URAIAN  
Komputer  
104.500.000  
23.320.000  
348  
Jumlah Belanja Kotor  
Pengembalian  
104.500.000  
23.320.000  
348  
348  
Jumlah Belanja  
104.500.000  
23.320.000  
Belanja Modal  
Lainnya  
B.4.3 Belanja Modal Lainnya  
Realisasi Belanja Modal Lainnya Per 31 Desember 2021 adalah sebesar  
Rp270.300.000,00, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan realisasi  
Belanja Penambahan Nilai Belanja Modal Lainnya Per 31 Desember 2020  
sebesar Rp499.882.744,00.  
Rp270.300.000,00  
Tabel 18  
Realisasi Belanja Modal Lainnya 31 Desember 2021 dan 2020  
Naik  
(Turun)  
%
REALISASI  
31 Desember 2021 31 Desember 2020  
REALISASI  
URAIAN  
Monografi  
Video  
Software Komputer  
Jumlah Belanja Kotor  
Pengembalian  
0
0
142.095.244  
297.787.500  
60.000.000  
-
-
170.300.000  
170.300.000  
35,23  
499.882.744 - 100,00  
Jumlah Belanja  
170.300.000  
499.882.744 - 100,00  
Terdapat selisih senilai Rp100.000.000 dikarenakan salah penggunaan akun  
saat pencairan yang seharusnya pengembangan Software (536121) akan tetapi  
menggunakan  
akun  
pembelian  
(536111)  
dengan  
nomor  
SP2D  
211751301055418 tanggal 8 Desember 2021.  
- 34 -  
Belanja  
B.4.4 Belanja Penambahan Nilai Aset Tetap Lainnya dan/atau Aset Lainnya  
Realisasi Belanja Penambahan Nilai Aset Tetap Lainnya dan/atau Aset Lainnya  
Per 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp297.000.000,00, mengalami  
penurunan bila dibandingkan dengan realisasi Belanja Penambahan Nilai  
Belanja Modal Lainnya Per 31 Desember 2020 sebesar Rp404.800.000,00.  
Penambahan Nilai  
Aset Tetap Lainnya  
dan/atau Aset  
Lainnya  
Rp297.000.000,00  
Tabel 19  
Realisasi Belanja Modal Lainnya 31 Desember 2021 dan 2020  
Naik  
(Turun)  
%
REALISASI  
31 Desember 2021 31 Desember 2020  
REALISASI  
URAIAN  
Software Komputer  
Jumlah Belanja Kotor  
Pengembalian  
397.000.000  
397.000.000  
404.800.000 101,96  
404.800.000 101,96  
Jumlah Belanja  
397.000.000  
404.800.000 101,96  
Terdapat selisih senilai Rp100.000.000 dikarenakan salah penggunaan akun  
saat pencairan yang seharusnya pengembangan Software (536121) akan tetapi  
menggunakan  
akun  
pembelian  
(536111)  
dengan  
nomor  
SP2D  
211751301055418 tanggal 8 Desember 2021.  
- 35 -  
C. PENJELASAN ATAS POS-POS NERACA  
C.1 Kas Lainnya dan Setara Kas  
Kas Lainnya dan Setara  
Kas Rp0,00  
Saldo Kas Lainnya dan Setara Kas per tanggal 31 Desember 2021 dan 2020  
masing-masing sebesar Rp0,00 dan Rp28.807.150,00.  
Kas Lainnya dan Setara Kas merupakan kas yang berada di bawah tanggung  
jawab bendahara pengeluaran yang bukan berasal dari UP/TUP, baik saldo  
rekening di bank maupun uang tunai. Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran  
adalah sebagai berikut:  
Tabel 21  
Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas  
Jenis  
31-Dec-21  
31-Dec-20  
28.807.150  
28.807.150  
Dana hibah  
-
Jumlah  
-
Persediaan  
C.2 Persediaan  
Rp300.392.451,00  
Nilai Persediaan per 31 Desember 2021 dan 2020 masing-masing adalah  
sebesar Rp300.392.451,00 dan Rp467.590.527,00.  
Persediaan merupakan jenis aset dalam bentuk barang atau perlengkapan  
(supplies) pada tanggal neraca yang diperoleh dengan maksud untuk  
mendukung kegiatan operasional dan/atau untuk dijual, dan/atau diserahkan  
dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Rincian Persediaan per 31  
Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut:  
Tabel 22  
Rincian Persediaan  
Persediaan  
Barang Konsumsi  
Bahan untuk Pemeliharaan  
31 Des 2021  
31 Des 2020  
466.835.927  
754.600  
300.392.451  
0
Jumlah  
300.392.451  
467.590.527  
Semua barang dalam kondisi baik pada tanggal pelaporan sesuai BA Stok  
Opname Nomor PL.03.10.33.3333.01.22.18 tanggal 3 Januari 2022.  
Update aplikasi persediaan versi 21.1.0 berdampak pada perubahan nilai  
persediaan. Pergeseran nilai persediaan tersebut yaitu :  
Persediaan  
UnAudited  
Setelah Update Aplikasi  
300.392.451  
300.392.451  
Naik/(Turun)  
Barang Konsumsi  
299.722.739  
669.712  
Jumlah  
299.722.739  
669.712  
- 36 -  
Peralatan dan Mesin  
Rp20.737.851.297,00  
C.3 Peralatan dan Mesin  
Saldo aset tetap berupa Peralatan dan Mesin per 31 Desember 2021 dan 2020  
adalah Rp20.737.851.297,00 dan Rp22.783.167.170,00. Mutasi nilai Peralatan  
dan Mesin tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:  
Tabel 23  
Rincian Mutasi Nilai Peralatan dan Mesin  
Saldo Nilai Perolehan per 31 Desember 2020  
22.783.167.170  
Mutasi tambah:  
Pembelian  
2.571.076.690  
1.596.126.490  
390.407.000  
Transfer Masuk  
Pengembangan nilai aset  
Hibah masuk  
104.500.000  
340.334.400  
Koreksi nilai/kuantitas  
Mutasi kurang:  
139.708.800  
(4.616.392.563)  
(604.401.168)  
(4.011.991.395)  
Transfer Keluar  
Penghentian aset dari penggunaan  
Saldo per 31 Desember 2021  
20.737.851.297  
Akumulasi Penyusutan s.d. 31 Desember 2021  
(16.271.417.013)  
Nilai Buku per 31 Desember 2021  
4.466.434.284  
Mutasi tambah transaksi peralatan dan mesin senilai Rp2.571.076.690,00  
berupa:  
a. Mutasi Tambah dari Pembelian senilai Rp1.596.126.4900,00:  
Tabel 24  
Rincian Mutasi Tambah Pembelian Peralatan dan Mesin  
URAIAN  
Kuantitas  
Nilai  
Lemari Kayu  
2
3
1
1
3
2
1
2
2
4.250.000  
5.450.000  
4.624.000  
7.500.000  
8.300.000  
5.100.000  
1.850.000  
4.700.000  
3.850.000  
Papan Visual/Papan Nama  
Alat Penghancur Kertas  
Partisi  
Dispenser  
Bracket Standing Peralatan  
Audio Mixing Console  
Microphone/Wireless MIC  
Head Set  
Video Conference  
Telephone Mobile  
Kursi Zeis  
4
2
6
79.600.000  
10.000.000  
7.200.000  
Carrying Case  
4
3
2
11  
59  
7
19  
2
25.960.000  
10.500.000  
4.004.000  
159.018.500  
947.143.880  
69.650.000  
74.533.000  
14.800.000  
148.093.110  
Digital Thermometer  
Data Logger (Alat Laboratorium Kwalitas Udara)  
P.C Unit  
Lap Top  
Note Book  
Printer (Peralatan Personal Komputer)  
Scanner (Peralatan Personal Komputer)  
Server  
1
Jumlah  
137  
1.596.126.490  
- 37 -  
b. Mutasi Tambah dari Transfer Masuk dari Sektama senilai  
Rp390.407.000,00.  
Tabel 25  
Rincian Mutasi Tambah Transfer Masuk Peralatan dan Mesin  
URAIAN  
BAST  
Kuantitas  
Nilai  
14.025.000  
Meja Rapat  
Laci Box  
1
1
26  
1
1
30  
3
1
2
1
7
7.150.000  
40.040.000  
3.283.500  
1.100.000  
65.598.500  
14.685.000  
6.160.000  
3.283.500  
3.080.000  
27.208.500  
PL.03.03.25.251.03.21.12  
Tanggal 29 Maret 2021  
Kursi Besi/ Metal  
Lemari Kayu  
Projector Spider Bracket  
Jumlah  
Filling Cabinet Kayu  
Laci Box  
PL.03.03.25.251.03.21.16  
Tanggal 30 Maret 2021  
Lemari Kayu  
Meja Kerja Kayu  
Jumlah  
PL.03.07.25.2513.03.22.02  
Tanggal 30 Maret 2021  
Rak Besi  
192  
297.600.000  
Jumlah  
192  
297.600.000  
Jumlah  
229  
390.407.000  
c. Mutasi tambah dari pengembangan nilai aset senilai Rp104.500.000,00  
berupa 11 buah laptop dengan NUP 282, 338-347.  
d. Mutasi Tambah dari Hibah Masuk dari WFO senilai Rp340.334.400,00  
dengan BAST No.006/GOODS/BAST-WHE/2021 tanggal 21 Juli 2021  
berupa 75 buah Bak Pendingin dan Pengesahan MPHLBJS No. 1060298331  
Tanggal 26 Agustus 2021.  
e. Mutasi Tambah dari Koreksi Nilai/Kuantitas senilai Rp139.708.800,00  
merupakan Koreksi Pencatatan Software Office ke dalam asset P.C Unit  
sesuai Surat Pernyataan Nomor B-PL.03.35.354.08.21.1136, tanggal 16  
Agustus 2021.  
Mutasi kurang transaksi peralatan dan mesin senilai Rp(4.616.392.563,00)  
berupa:  
a. Mutasi Kurang dari Transfer Keluar senilai Rp( 604.401.168,00):  
Transfer Keluar ke Deputi 3 senilai Rp(65.550.700,00).  
- 38 -  
Tabel 26  
Rincian Mutasi Kurang Transfer Keluar Peralatan dan Mesin  
URAIAN  
Lap Top  
BAST  
Kuantitas  
NUP  
Nilai  
PL.03.03.33.331.06.21.55  
Tanggal 14 Juni 2021  
1
133  
(17.596.200)  
1
242  
3
(21.017.000)  
Total  
2
1
(38.613.200)  
(16.670.500)  
Sepeda Motor  
PL.03.03.33.331.06.21.56  
Tanggal 14 Juni 2021  
Total  
Ipad  
1
1
(16.670.500)  
(10.267.000)  
PL.03.07.34.3424.11.21.29  
Tanggal 8 November 2021  
12  
Total  
1
(10.267.000)  
Jumlah  
4
(65.550.700)  
Transfer Keluar ke Deputi 4 senilai Rp(17.891.000,00) dengan BAST  
No.PL.03.03.34.343.01.21.04 tanggal 21 April 2021 berupa 11 buah  
Laptop dengan NUP 159.  
Transfer Keluar ke PPSDM senilai Rp(180.625.068,00) dengan BAST No.  
PL.03.07.32.323.11.21.69 tanggal 12 November 2021.  
Tabel 27  
Rincian Mutasi Kurang Transfer Keluar Peralatan dan Mesin  
URAIAN  
Kuantitas  
NUP  
Nilai  
Lemari Besi/Metal  
Lemari Kayu  
Meja Kerja Kayu  
Kursi Besi/Metal  
2
4
11  
7
5 dan 7  
82, 83, 84, 86  
58-67, 70  
(88.520.000)  
(49.315.068)  
(30.250.000)  
(12.540.000)  
202, 220-223, 249,250  
Jumlah  
24  
(180.625.068)  
Transfer Keluar ke 34 UPT sebesar Rp(340.334.400,00) pada tanggal 29  
September 2021 berupa Bak Pendingin dengan perincian:  
- 39 -  
Tabel 28  
Rincian Mutasi Kurang Transfer Keluar Peralatan dan Mesin  
URAIAN  
BAST  
Kuantitas  
Nilai  
P3OMN  
Ambon  
PL.03.07.35.354.09.21.61  
PL.03.07.35.354.09.21.48  
PL.03.07.35.354.09.21.28  
PL.03.07.35.354.09.21.31  
PL.03.07.35.354.09.21.54  
PL.03.07.35.354.09.21.52  
PL.03.07.35.354.09.21.51  
PL.03.07.35.354.09.21.43  
PL.03.07.35.354.09.21.53  
PL.03.07.35.354.09.21.47  
PL.03.07.35.354.09.21.32  
PL.03.07.35.354.09.21.42  
PL.03.07.35.354.09.21.41  
PL.03.07.35.354.09.21.45  
PL.03.07.35.354.09.21.57  
PL.03.07.35.354.09.21.40  
PL.03.07.35.354.09.21.59  
PL.03.07.35.354.09.21.39  
PL.03.07.35.354.09.21.58  
PL.03.07.35.354.09.21.36  
PL.03.07.35.354.09.21.49  
PL.03.07.35.354.09.21.29  
PL.03.07.35.354.09.21.50  
PL.03.07.35.354.09.21.38  
PL.03.07.35.354.09.21.44  
PL.03.07.35.354.09.21.46  
PL.03.07.35.354.09.21.30  
PL.03.07.35.354.09.21.37  
PL.03.07.35.354.09.21.56  
PL.03.07.35.354.09.21.33  
PL.03.07.35.354.09.21.55  
PL.03.07.35.354.09.21.60  
PL.03.07.35.354.09.21.35  
PL.03.07.35.354.09.21.34  
9
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
(40.840.128)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
Banda Aceh  
Bandar Lampung  
Bandung  
Banjarmasin  
Batam  
Bengkulu  
Denpasar  
Gorontalo  
Jakarta  
Jambi  
Jayapura  
Kendari  
Kupang  
Makassar  
Mamuju  
Manado  
Manokwari  
Mataram  
Medan  
Padang  
Palembang  
Palangkaraya  
Palu  
Pangkalpinang  
Pekanbaru  
Pontianak  
Samarinda  
Semarang  
Serang  
Sofifi  
Surabaya  
Yogyakarta  
Jumlah  
75  
(340.334.400)  
- 40 -  
b. Mutasi  
Kurang  
dari  
Penghentian  
Aset  
Dari  
Penggunaan  
Rp(4.011.991.395,00) dengan rincian:  
Tabel 29  
Rincian Mutasi Kurang Penghentian Aset dari Penggunaan  
URAIAN  
Kuantitas  
Nilai  
(19.156.000)  
Sepeda Motor  
Baggage Trolly  
Cermin Besar  
Scanner (Universal Tester)  
Mesin Ketik Elektronik/Selektrik  
Lemari Besi/Metal  
Lemari Kayu  
Rak Kayu  
Lemari Display  
Laci Box  
White Board  
Alat Penghancur Kertas  
Panel Pameran  
Laser Pointer  
LCD Projector/Infocus  
Pintu Elektrik (yang Memakai Akses)  
Proyector Spider Bracket  
Alat Kantor Lainnya  
Meja Kerja Kayu  
Kursi Besi/Metal  
Meja Rapat  
Meja Komputer  
Meja Resepsionis  
Partisi  
Workstation  
Meubelair Lainnya  
A.C. Window  
1
1
(1.400.000)  
(4.000.000)  
(46.684.000)  
(4.880.000)  
(197.401.622)  
(124.409.110)  
(7.925.000)  
(12.980.000)  
(7.150.000)  
(6.385.000)  
(11.767.060)  
(14.934.000)  
(2.622.030)  
(126.917.030)  
(25.300.000)  
(1.100.000)  
(1.995.000)  
(95.207.066)  
(216.858.700)  
(17.925.000)  
(85.959.500)  
(24.150.000)  
(111.117.000)  
(197.948.000)  
(81.994.500)  
(5.830.000)  
(4.455.000)  
(4.950.000)  
(2.599.000)  
(7.332.500)  
(15.700.000)  
(13.056.000)  
(9.800.000)  
(15.000.000)  
(8.345.000)  
(13.428.000)  
(17.390.000)  
2
2
2
13  
16  
3
2
1
1
4
4
5
7
2
1
5
45  
186  
2
48  
2
7
14  
31  
1
1
1
1
3
1
2
1
1
6
6
A.C. Split  
Televisi  
Wireless  
Dispenser  
Lambang Instansi  
Handy Cam  
DVD Player  
Audio Amplifier  
Uninterruptible Power Supply (UPS)  
Voice Recorder  
Camera Digital  
3
- 41 -  
URAIAN  
Kuantitas  
Nilai  
(19.200.000)  
Video Conference  
Pesawat Telephone  
Facsimile  
1
4
1
(9.240.000)  
(2.250.000)  
Kursi Zeis  
Mini Komputer  
Komputer Jaringan Lainnya  
P.C Unit  
Lap Top  
Note Book  
Net Book  
51  
3
3
73  
36  
27  
1
(57.720.000)  
(29.700.000)  
(22.845.100)  
(891.875.798)  
(513.880.077)  
(337.457.655)  
(4.450.000)  
Hard Disk  
32  
31  
2
18  
2
(94.865.533)  
(105.495.392)  
(19.500.100)  
(35.914.058)  
(144.763.599)  
(5.050.000)  
Printer (Peralatan Personal Komputer)  
Scanner (Peralatan Personal Komputer)  
External/ Portable Hardisk  
Server  
Router  
2
Modem  
2
(4.378.775)  
Wireless Access Point  
Switch  
Mobile Modem GSM/ CDMA  
Peralatan Jaringan Lainnya  
Alat Peraga Pelatihan Dan Percontohan Lainnya  
2
2
13  
21  
3
(4.500.000)  
(17.000.000)  
(14.243.190)  
(47.206.000)  
(64.405.000)  
Jumlah  
764  
(4.011.991.395)  
C.4 Aset Tetap Lainnya  
Aset Tetap Lainnya  
Rp5.708.317.259,00  
Aset Tetap Lainnya merupakan aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan  
dalam tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan  
jaringan. Saldo Aset Tetap Lainnya per 31 Desember 2021 dan 2020 adalah  
Rp5.708.317.259,00 dan Rp5.527.423.109,00. Mutasi nilai Aset Tetap Lainnya  
tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:  
Tabel 30  
Rincian Mutasi Aset Tetap Lainnya  
Saldo Nilai Perolehan per 31 Desember 2020  
5.527.423.109  
Mutasi tambah:  
Penghentian Aset Dari Penggunaan  
Transfer Masuk  
180.894.150  
132.518.950  
48.375.200  
-
Mutasi kurang:  
Saldo per 31 Desember 2021  
5.708.317.259  
Mutasi transaksi Aset Tetap Lainnya berupa:  
a. Mutasi Tambah dari Penghentian Aset Dari Penggunaan senilai  
Rp132.518.950,00 dengan Nomor surat PL.03.02.33.3333.09.21.161 tanggal  
28 September 2021, transaksi tersebut dilakukan karena aset tersebut masih  
aktif dan digunakan kembali.  
- 42 -  
Tabel 31  
Rincian Mutasi Tambah Penghentian Aset dari Penggunaan  
URAIAN  
Kuantitas  
Nilai  
Monografi  
Referensi  
Buku Lainnya  
Laporan  
3
4
5
1.864.500  
12.415.000  
30.415.000  
87.824.450  
14  
Jumlah  
26  
132.518.950  
b. Mutasi transaksi aset tetap lainnya berupa Mutasi Tambah dari Transfer  
Masuk dari P3OMN dengan No.BAST No.PL.03.07106.06.21.130 Tanggal 7  
Juni 2021 senilai Rp48.375.200,00 berupa 4 buah Buku USP.  
Akumulasi Penyusutan  
Aset Tetap .  
C.5 Akumulasi Penyusutan Aset Tetap  
Rp(16.271.417.013)  
Saldo Akumulasi Penyusutan Aset Tetap per 31 Desember 2021 dan 2020  
adalah masing-masing Rp(16.271.417.013) dan Rp(17.815.664.132). Akumulasi  
Penyusutan Aset Tetap merupakan kontra akun Aset Tetap yang disajikan  
berdasarkan pengakumulasian atas penyesuaian nilai sehubungan dengan  
penurunan kapasitas dan manfaat Aset Tetap selain untuk Tanah dan Konstruksi  
dalam Pengerjaan (KDP).  
Rincian Akumulasi Penyusutan Aset Tetap per 31 Desember 2021 adalah  
sebagai berikut:  
Tabel 32  
Rincian Akumulasi Penyusutan Aset Tetap  
Akumulasi  
No  
Aset Tetap  
Nilai Perolehan  
Nilai Buku  
4.466.434.284  
Penyusutan  
1
2
Peralatan dan Mesin  
Aset Tetap Lainnya  
20.737.851.297  
(16.271.417.013)  
0
5.708.317.259  
5.708.317.259  
Akumulasi Penyusutan  
26.446.168.556  
(16.271.417.013)  
10.174.751.543  
Aset Tak Berwujud  
Rp4.472.973.548,00  
C.6 Aset Tak Berwujud  
Saldo Aset Tak Berwujud (ATB) per 31 Desember 2021 dan 2020 adalah  
Rp4.472.973.548,00 dan Rp6.073.043.485,00.  
Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan dimiliki, tetapi  
tidak mempunyai wujud fisik. Aset Tak Berwujud pada Deputi I Bidang  
Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif berupa  
- 43 -  
software yang digunakan untuk menunjang operasional kantor. Mutasi transaksi  
terhadap Aset Tak Berwujud pada tanggal pelaporan adalah sebagai berikut:  
Tabel 33  
Rincian Mutasi Aset Tak Berwujud  
Saldo Nilai Perolehan per 31 Desember 2020  
6.073.043.485  
Mutasi tambah:  
Pembelian  
957.300.000  
170.300.000  
397.000.000  
Pengembangan Nilai Aset  
Hibah Masuk  
195.000.000  
195.000.000  
Koreksi pencatatan nilai/kuantitas  
Mutasi kurang:  
Koreksi pencatatan nilai/kuantitas  
Penghentian Aset Dari Penggunaan  
(2.557.369.937)  
(334.708.800)  
(2.222.661.137)  
Saldo per 31 Desember 2021  
4.472.973.548  
(3.860.673.548)  
612.300.000  
Akumulasi Penyusutan s.d. 31 Desember 2021  
Nilai Buku per 31 Desember 2021  
Mutasi Tambah transaksi Aset Tak Berwujud senilai Rp957.300.000,00  
berupa:  
a. Mutasi Tambah dari Pembelian senilai Rp170.300.000,00  
Tabel 34  
Rincian Mutasi Tambah Pembelian  
URAIAN  
Kuantitas  
Nilai  
97.700.000  
Aplikasi e-Atensi CPOB  
Aplikasi Subsite Klik CPOB  
1
1
72.600.000  
Jumlah  
2
170.300.000  
b. Mutasi Tambah dari Pengembangan Nilai Aset senilai Rp397.000.000,00.  
Tabel 34  
Rincian Mutasi Tambah Pengembangan Nilai Aset  
URAIAN  
Kuantitas  
Nilai  
50.000.000  
97.000.000  
150.000.000  
100.000.000  
Aplikasi SIAPIK  
1
1
1
1
Aplikasi Sertifikasi CDOB  
Aplikasi SISTEM  
Aplikasi SISOBAT  
Jumlah  
2
397.000.000  
c. Mutasi Tambah dari Hibah Masuk senilai Rp195.000.000,00 dari WHO berupa  
Modul EUA pada Aplikasi New Aero dengan No. BAST B-  
KU.03.3.32.07.21.444 tanggal 15 Juli 2021 dan pengesahan No. 1060298328  
tanggal 26 Agustus 2021.  
- 44 -  
d. Mutasi Tambah dari Koreksi Pencatatan  
Nilai/Kuantitas senilai  
Rp195.000.000,00 dari WHO berupa Modul EUA pada Aplikasi New Aero  
dengan No. BAST B-KU.03.3.32.07.21.444 tanggal 15 Juli 2021.  
Mutasi Kurang transaksi Aset Tak Berwujud senilai Rp(2.557.369.937,00)  
berupa:  
a. Mutasi Kurang dari Koreksi Pencatatan Nilai/Kuantitas senilai  
Rp(334.798.800,00).  
Tabel 35  
Rincian Mutasi Kurang Koreksi Pencatatan Nilai/Kuantitas  
URAIAN  
No.Surat  
Kuantitas  
Nilai  
Microsoft Office 10 Pro  
Aplikasi New Aero  
B-PL.03.35.354.08.21.1136 tanggal 16 Agustus 2021  
PHLBJS No.1060298328 tanggal 26 Agustus 2021  
49  
1
(139.708.800)  
(195.000.000)  
Jumlah  
50  
(334.708.800)  
b. Mutasi Kurang dari Penghentian Aset dari Penggunaan senilai  
Rp( 2.222.661.137,00).  
Tabel 36  
Rincian Mutasi Kurang dari Penghentian Aset dari Penggunaan  
URAIAN  
No.Surat  
Kuantitas  
Nilai  
(49.675.000)  
(41.000.000)  
(29.750.000)  
(27.500.000)  
(39.750.000)  
(32.300.000)  
(7.150.000)  
Aplikasi Database Pengelolaan Dokumen  
Database Ind. Farmasi  
Database Profil Ind. Farmasi  
Aplikasi ERADINAMIKA  
Microsoft Server 2008  
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
Pengawasan Obat Ilegal  
SAP  
PL.03.09.33.333.12.21.38  
Tanggal 20 Desember 2021  
Kaspersky Endpoint Security Business  
Kaspersky Tech Titan 2016  
Aplikasi Media Informasi  
Sistem Lap. Dist. Bahan Obat  
Aplikasi Database Uji Klinik  
Aplikasi Special Access Scheme  
Aplikasi FORKOMTA  
Aplikasi e-Mon CPOB Luar Negeri  
Aplikasi SI KOSMOS  
Aplikasi Database SMF  
(74.732.336)  
(250.000)  
(99.800.000)  
(50.475.000)  
(46.000.000)  
(77.500.000)  
(80.000.000)  
(39.990.500)  
(99.750.000)  
(399.957.801)  
(380.905.500)  
(390.175.000)  
(256.000.000)  
PL.03.09.33.333.12.21.41  
Tanggal 20 Desember 2021  
Aplikasi e-Tobacco Control  
Aplikasi Database PKPKO  
Aplikasi e-Budgeting  
Jumlah  
20  
(2.222.661.137)  
- 45 -  
Aset Lain-Lain  
C.7 Aset Lain-Lain  
Rp6.215.496.532,00  
Saldo Aset Lain-lain per 31 Desember 2021 dan 31 Desember 2020 adalah  
Rp6.215.496.532,00 dan Rp496.336.500,00. Aset Lain-lain merupakan Barang  
Milik Negara (BMN) yang berada dalam kondisi rusak berat dan tidak lagi  
digunakan dalam operasional entitas. Adapun mutasi aset lain-lain adalah  
sebagai berikut:  
Tabel 37  
Rincian Mutasi Aset Lain-Lain  
Saldo per 31 Desember 2020  
496.336.500  
Mutasi tambah Aset Tetap:  
-Penghentiaan aset dari penggunaan  
Mutasi kurang Aset Tetap:  
4.011.991.395  
4.011.991.395  
(132.518.950)  
(132.518.950)  
-Reklasifikasi Aset Lainnya ke Aset Tetap  
Saldo Mutasi Aset Tetap  
3.879.472.445  
Mutasi tambah Aset Tak Berwujud:  
-ATB yang tidak digunakan dalam operasi  
Mutasi kurang Aset Tak Berwujud:  
-Usulan barang rusak berat ke pengelola  
2.222.661.137  
2.222.661.137  
(382.973.550)  
(382.973.550)  
Saldo Mutasi Aset Tak Berwujud  
1.839.687.587  
Saldo per 31 Desember 2021  
Akumulasi Penyusutan  
6.215.496.532  
(5.749.346.895)  
466.149.637  
Nilai Buku per 31 Desember 2021  
Mutasi transaksi Lain-Lain berupa:  
Mutasi Tambah Aset Tetap senilai Rp4.011.991.395,00:  
a. Mutasi Tambah dari Penghentian aset dari penggunaan senilai  
Rp4.011.991.935,00.  
- 46 -  
Tabel 38  
Rincian Mutasi Tambah Penghentian Aset dari Penggunaan  
URAIAN  
Kuantitas  
Nilai  
Sepeda Motor  
Baggage Trolly  
Cermin Besar  
Scanner (Universal Tester)  
Mesin Ketik Elektronik/Selektrik  
Lemari Besi/Metal  
Lemari Kayu  
Rak Kayu  
Lemari Display  
Laci Box  
1
1
2
2
2
13  
16  
3
2
1
1
4
4
5
7
2
1
5
19.156.000  
1.400.000  
4.000.000  
46.684.000  
4.880.000  
197.401.622  
124.409.110  
7.925.000  
12.980.000  
7.150.000  
6.385.000  
11.767.060  
14.934.000  
2.622.030  
126.917.030  
25.300.000  
1.100.000  
1.995.000  
95.207.066  
216.858.700  
17.925.000  
85.959.500  
24.150.000  
111.117.000  
197.948.000  
81.994.500  
5.830.000  
4.455.000  
4.950.000  
2.599.000  
7.332.500  
15.700.000  
13.056.000  
9.800.000  
15.000.000  
White Board  
Alat Penghancur Kertas  
Panel Pameran  
Laser Pointer  
LCD Projector/Infocus  
Pintu Elektrik (yang Memakai Akses)  
Proyector Spider Bracket  
Alat Kantor Lainnya  
Meja Kerja Kayu  
Kursi Besi/Metal  
Meja Rapat  
Meja Komputer  
Meja Resepsionis  
Partisi  
Workstation  
Meubelair Lainnya  
A.C. Window  
A.C. Split  
Televisi  
Wireless  
Dispenser  
Lambang Instansi  
Handy Cam  
DVD Player  
45  
186  
2
48  
2
7
14  
31  
1
1
1
1
3
1
2
1
1
Audio Amplifier  
- 47 -  
URAIAN  
Kuantitas  
Nilai  
Uninterruptible Power Supply (UPS)  
Voice Recorder  
Camera Digital  
Video Conference  
Pesawat Telephone  
Facsimile  
6
6
3
1
4
8.345.000  
13.428.000  
17.390.000  
19.200.000  
9.240.000  
1
2.250.000  
Kursi Zeis  
Mini Komputer  
Komputer Jaringan Lainnya  
P.C Unit  
Lap Top  
51  
3
3
73  
36  
27  
1
57.720.000  
29.700.000  
22.845.100  
891.875.798  
513.880.077  
337.457.655  
4.450.000  
Note Book  
Net Book  
Hard Disk  
32  
31  
2
18  
2
94.865.533  
105.495.392  
19.500.100  
35.914.058  
144.763.599  
5.050.000  
Printer (Peralatan Personal Komputer)  
Scanner (Peralatan Personal Komputer)  
External/ Portable Hardisk  
Server  
Router  
2
Modem  
2
4.378.775  
Wireless Access Point  
Switch  
Mobile Modem GSM/ CDMA  
Peralatan Jaringan Lainnya  
Alat Peraga Pelatihan Dan Percontohan Lainnya  
2
2
13  
21  
3
4.500.000  
17.000.000  
14.243.190  
47.206.000  
64.405.000  
Jumlah  
764  
4.011.991.395  
Mutasi Kurang Aset Tetap senilai Rp(132.518.950,00):  
a. Mutasi Kurang dari Reklasifikasi Aset Lainnya ke Aset Tetap senilai  
Rp(132.518.950,00) dengan Nomor surat PL.03.02.33.3333.09.21.161  
tanggal 28 September 2021.  
Tabel 39  
Rincian Mutasi Kurang Reklasifikasi Aset Lainnya ke Aset Tetap  
URAIAN  
Kuantitas  
Nilai  
3
4
5
Monografi  
Referensi  
Buku Lainnya  
Laporan  
(1.864.500)  
(12.415.000)  
(30.415.000)  
(87.824.450)  
14  
Jumlah  
26  
(132.518.950)  
- 48 -  
Mutasi Tambah ATB senilai Rp2.222.661.137,00:  
a. Mutasi Tambah dari ATB yang tidak digunakan dalam operasi senilai  
Rp2.222.661.137,00.  
Tabel 40  
Rincian Mutasi Kurang dari ATB yang tidak digunakan dalam operasi  
URAIAN  
No.Surat  
Kuantitas  
Nilai  
49.675.000  
Aplikasi Database Pengelolaan Dokumen  
Database Ind. Farmasi  
Database Profil Ind. Farmasi  
Aplikasi ERADINAMIKA  
Microsoft Server 2008  
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
41.000.000  
29.750.000  
27.500.000  
39.750.000  
32.300.000  
7.150.000  
Pengawasan Obat Ilegal  
SAP  
PL.03.09.33.333.12.21.38  
Tanggal 20 Desember 2021  
Kaspersky Endpoint Security Business  
Kaspersky Tech Titan 2016  
Aplikasi Media Informasi  
Sistem Lap. Dist. Bahan Obat  
Aplikasi Database Uji Klinik  
Aplikasi Special Access Scheme  
Aplikasi FORKOMTA  
Aplikasi e-Mon CPOB Luar Negeri  
Aplikasi SI KOSMOS  
Aplikasi Database SMF  
74.732.336  
250.000  
99.800.000  
50.475.000  
46.000.000  
77.500.000  
80.000.000  
39.990.500  
99.750.000  
399.957.801  
380.905.500  
390.175.000  
256.000.000  
PL.03.09.33.333.12.21.41  
Tanggal 20 Desember 2021  
Aplikasi e-Tobacco Control  
Aplikasi Database PKPKO  
Aplikasi e-Budgeting  
Jumlah  
20  
2.222.661.137  
Mutasi Kurang ATB senilai Rp(382.973.550,00):  
a. Mutasi Kurang dari Usulan barang rusak berat ke pengelola senilai  
Rp(382.973.550,00):  
Tabel 41  
Rincian Mutasi Kurang dari Usulan Barang Rusak Berat Ke Pengelola  
URAIAN  
Sepeda Motor  
No. Surat  
Kuantitas  
Nilai  
(19.156.000)  
PL.03.09.33.3333.12.21.34  
Tanggal 1 Desember 2021  
1
24  
20  
8
Monografi  
Buku Lainnya  
Laporan  
(153.283.850)  
(22.868.300)  
(107.865.400)  
(79.800.000)  
PL.03.09.33.3333.11.21.28  
Tanggal 1 November 2021  
5
Video  
Jumlah  
Jumlah  
58  
(382.973.550)  
- 49 -  
Akumulasi Penyusutan  
dan Amortisasi Aset  
Lainnya  
C.8 Akumulasi Penyusutan dan Amortisasi Aset Lainnya  
Saldo Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya per 31 Desember 2021 dan 2020  
adalah masing-masing Rp(10.062.596.735) dan Rp(5.918.626.681). Akumulasi  
Penyusutan Aset Lainnya merupakan kontra akun Aset Lainnya yang disajikan  
berdasarkan pengakumulasian atas penyesuaian nilai sehubungan dengan  
penurunan kapasitas dan manfaat Aset Lainnya. Rincian Akumulasi Penyusutan  
Aset Lainnya per 31 Desember 2021 adalah sebagai berikut:  
Rp(10.062.596.735)  
Tabel 42  
Rincian Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya  
Akumulasi  
Aset Tetap  
Nilai Perolehan  
Penyusutan/  
Amortisasi  
Nilai Buku  
Software  
4.472.973.548  
(4.203.127.715)  
(3.649.276.633)  
(2.210.192.387)  
(10.062.596.735)  
269.845.833  
Aset Tetap yang tidak digunakan dalam pemerintahan  
ATB yang tidak digunakan dalam operasi pemerintahan  
Jumlah  
3.992.835.395  
2.222.661.137  
6.215.496.532  
343.558.762  
12.468.750  
356.027.512  
Utang Kepda Pihak  
Ketiga Rp96.398,00  
C.9 Utang Kepada Pihak Ketiga  
Nilai Utang kepada Pihak Ketiga per 30 September 2021 dan 2020 masing-  
masing sebesar Rp96.398,00 dan Rp105,610,00. Utang kepada Pihak Ketiga  
merupakan belanja yang masih harus dibayar dan merupakan kewajiban yang  
harus segera diselesaikan kepada pihak ketiga lainnya dalam waktu kurang dari  
12 (dua belas bulan).  
Tabel 43  
Rincian Utang Kepada Pihak Ketiga  
Jenis  
31 Des 2021  
96.398  
96.398  
31 Des 2020  
105.610  
105.610  
Tagihan Telepon  
Jumlah  
Ekuitas  
C.10 Ekuitas  
Rp11.100.920.941,00  
Ekuitas per 31 Desember 2021 dan 2020 adalah masing-masing sebesar  
Rp11.100.920.941,00 dan Rp11.641.971.518,00. Ekuitas adalah kekayaan  
bersih entitas yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban. Rincian lebih  
lanjut tentang ekuitas disajikan dalam Laporan Perubahan Ekuitas.  
- 50 -  
D. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN OPERASIONAL  
Pendapatan PNBP  
Rp229.652,00  
D.1 Pendapatan Penerimaan Negara Bukan Pajak  
Jumlah Pendapatan pada 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebesar  
Rp229.652,00 dan Rp1.385.569,00.  
Tabel 44  
Rincian Pendapatan PNBP 31 Desember Tahun 2021 dan 2020  
NAIK  
URAIAN JENIS BEBAN  
31 Des 2021  
31 Des 2020  
(TURUN)  
%
Jasa Giro  
229.652  
386.307  
(40,55)  
Denda Penyelesaian Pekerjaan Pemerintah  
0
999.262 (100,00)  
Jumlah Beban Persediaan  
229.652  
1.385.569 (83,43)  
Beban Persediaan  
Rp447.893.137,00  
D.2 Beban Persediaan  
Jumlah Beban Persediaan pada 31 Desember 2021 dan 2020 adalah masing-  
masing sebesar Rp447.893.137,00 dan Rp395.250.477,00. Beban Persediaan  
merupakan beban untuk mencatat konsumsi atas barang-barang yang habis  
pakai, termasuk barang-barang hasil produksi baik yang dipasarkan maupun tidak  
dipasarkan. Rincian Beban Persediaan untuk 31 Desember Tahun 2021 dan 2020  
adalah sebagai berikut:  
Tabel 45  
Rincian Beban Persediaan 31 Desember Tahun 2021 dan 2020  
NAIK  
URAIAN JENIS BEBAN  
31 Desember 2021 31 Desember 2020 (TURUN)  
%
Beban Persediaan Konsumsi  
447.893.137  
395.250.477  
13,32  
Jumlah Beban Persediaan  
447.893.137  
395.250.477  
13,32  
`
Beban Barang dan  
D.3 Beban Barang dan Jasa  
Jasa  
Jumlah Beban Barang dan Jasa 31 Desember 2021 dan 2020 adalah masing-  
masing sebesar Rp16.854.071.480,00 dan Rp20.172.524.441,00. Beban Barang  
dan Jasa terjadi kenaikan dari Tahun lalu karena bertambahnya beban barang dan  
jasa terutama adanya kegiatan terkait Pandemi Covid-19 pada 31 Desember 2021  
sehingga berpengaruh pada serapan. Beban Barang dan Jasa adalah konsumsi  
atas jasa-jasa dalam rangka penyelenggaraan kegiatan entitas. Rincian Beban  
Jasa untuk 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut:  
Rp16.854.071.480,  
00  
- 51 -  
Tabel 46  
Rincian Beban Barang dan Jasa 31 Desember 2021 dan 2020  
NAIK  
URAIAN JENIS BEBAN  
31 Desember 2021 31 Desember 2020  
(TURUN) %  
Beban Keperluan Perkantoran  
171.750.371  
607.414.688  
22.835.750  
49.290.000  
206.826.450  
216.843.822  
0
(20,80)  
-
Beban Penambah Daya Tahan Tubuh  
Beban Pengiriman Surat Dinas Pos Pusat  
Beban Honor Operasional Satuan Kerja  
Beban Barang Operasional Lainnya  
Beban Barang Operasional - Penanganan  
Pandemi Covid-19  
29.241.880  
124.960.000  
105.361.753  
(21,91)  
(60,56)  
96,30  
43,90  
1.381.057.002  
3.288.028.566  
192.880.000  
355.823.871  
959.702.614  
8.134.007.355  
503.380.000  
500.012.643  
Beban Bahan  
(59,58)  
(61,68)  
(28,84)  
Beban Honor Output Kegiatan  
Beban Barang Non Operasional Lainnya  
Beban Barang Non Operasional - Penanganan  
Pandemi Covid-19  
(49,00)  
242.355.915  
4.798.327  
475.242.862  
7.938.075  
Beban Langganan Telepon  
Beban Sewa  
(39,55)  
41,35  
5,07  
328.994.095  
5.080.264.200  
3.680.436.619  
1.241.315.626  
232.750.000  
4.835.315.000  
2.266.419.517  
1.781.348.920  
Beban Jasa Profesi  
Beban Jasa Lainnya  
62,39  
(30,32)  
Beban Jasa - Penanganan Pandemi Covid-19  
Jumlah  
16.854.071.480  
20.172.524.441  
(16,45)  
Beban Barang dan Jasa Penanganan Pandemi Covid-19  
Jumlah Beban Barang dan Jasa Penanganan Pandemi Covid-19 per 31  
Desember 2021 dan 2020 adalah masing-masing sebesar Rp1.611.268.329,00  
dan Rp1.453.034.331,00. Rincian Beban Barang dan Jasa Penanganan Pandemi  
Covid-19 untuk 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut:  
Tabel 47  
Beban Barang dan Jasa untuk Penangan Pandemi Covid-19  
Akun  
Uraian Akun  
Pagu  
Realisasi  
Penyerapan  
521131  
Belanja Barang Operasional - Penanganan  
Pandemi COVID-19  
Rp  
Rp  
Rp  
1.382.596.000 Rp  
1.381.057.002  
99,89%  
521241  
Belanja Barang Non Operasional -  
Penanganan Pandemi COVID-19  
242.616.000 Rp  
242.355.915  
99,89%  
99,99%  
522192  
524115  
Belanja Jasa - Penanganan Pandemi  
COVID-19  
1.241.379.000 Rp  
1.241.315.626  
Belanja Perjalanan Dinas - Penanganan  
Pandemi COVID-19  
Rp  
96.200.000 Rp  
96.073.071  
99,87%  
Rp  
2.962.791.000 Rp  
2.960.801.614  
99,93%  
Jumlah  
- 52 -  
Beban  
D.4 Beban Pemeliharaan  
Pemeliharaan  
Rp376.977.663,00  
Beban Pemeliharaan 31 Desember 2021 dan 2020 adalah masing-masing sebesar  
Rp376.977.663,00 dan Rp320.807.926,00. Beban Pemeliharaan merupakan  
beban yang dimaksudkan untuk mempertahankan aset tetap atau aset lainnya  
yang sudah ada ke dalam kondisi normal. Beban Pemeliharaan terjadi kenaikan  
dikarenakan sudah terealisasinya maintenance kendaraan dinas. Rincian beban  
pemeliharan untuk 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut:  
Tabel 48  
Rincian Beban Pemeliharaan 31 Desember 2021 dan 2020  
NAIK  
URAIAN JENIS BEBAN  
31 Des 2021  
31 Des 2020  
(TURUN) %  
Beban Pemeliharaan Peralatan dan Mesin  
Beban Pemeliharaan Peralatan dan Mesin lainnya  
Beban Pemeliharaan lainnya  
375.458.563  
240.465.011  
74.470.000  
4.821.995  
1.050.920  
0
56,14  
(100,00)  
(100,00)  
(75,77)  
-
0
0
Beban Persediaan bahan untuk pemeliharaan  
Beban Persediaan suku cadang  
254.600  
1.264.500  
Jumlah  
376.977.663  
320.807.926  
17,51  
Beban Perjalanan  
Dinas  
D.5 Beban Perjalanan Dinas  
Beban Perjalanan Dinas 31 Desember 2021 dan 2020 adalah masing-masing  
sebesar Rp15.889.073.930,00 dan Rp12.276.443.903,00. Beban Perjalanan  
Dinas terjadi kenaikan dari Tahun lalu karena bertambahnya pagu dan cepatnya  
realisasi anggaran per 31 Desember 2021. Beban tersebut adalah merupakan  
Rp15.889.073.930,  
00  
beban yang terjadi untuk perjalanan dinas dalam rangka pelaksanaan tugas,  
fungsi, dan jabatan.  
Rincian Beban Perjalanan Dinas untuk 31 Desember 2021 dan 2020 adalah  
sebagai berikut:  
Tabel 49  
Rincian Beban Perjalanan Dinas 31 Desember 2021 dan 2020  
NAIK  
URAIAN JENIS BEBAN  
31 Des 2021  
31 Des 2020  
(TURUN) %  
85,06  
6,63  
Beban Perjalanan Biasa  
6.361.092.834  
406.455.000  
3.437.298.701  
381.172.000  
Beban Perjalanan Dinas Dalam Kota  
Beban Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota  
(2,65)  
2.935.917.496  
3.015.990.650  
Beban Perjalanan Dinas - Penanganan Pandemi  
Covid-19  
(91,64)  
96.073.071  
1.148.623.668  
3.914.342.022  
36,07  
-
Beban Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota  
5.326.129.975  
Beban Perjalanan Luar Negeri  
226.799.199  
536.606.355  
0
Beban Perjalanan Luar Negeri Lainnya - Luar Negeri  
379.016.862  
100,00  
Jumlah  
15.889.073.930 12.276.443.903  
29,43  
- 53 -  
Beban Penyusutan  
dan Amortisasi  
Rp2.638.611.528,0  
0
D.6 Beban Penyusutan dan Amortisasi  
Jumlah Beban Penyusutan dan Amortisasi untuk 31 Desember 2021 dan 2020  
adalah masing-masing sebesar Rp2.638.611.528,00 dan Rp2.992.922.638,00.  
Beban Penyusutan adalah merupakan beban untuk mencatat alokasi sistematis  
atas nilai suatu aset tetap yang dapat disusutkan (depreciable assets) selama  
masa manfaat aset yang bersangkutan. Sedangkan Beban Amortisasi digunakan  
untuk mencatat alokasi penurunan manfaat ekonomi untuk Aset Tak berwujud.  
Rincian Beban Penyusutan dan Amortisasi untuk 31 Desember 2021 dan 2020  
adalah sebagai berikut:  
Tabel 50  
Rincian Beban Penyusutan dan Amortisasi 31 Desember 2021 dan 2020  
NAIK  
(TURUN) %  
URAIAN BEBAN PENYUSUTAN DAN AMORTISASI  
31 Des 2021  
31 Des 2020  
Beban Penyusutan Peralatan dan Mesin  
1.069.665.876  
1.069.665.876  
2.271.692.849  
2.271.692.849  
(52,91)  
(52,91)  
Jumlah Penyusutan  
Beban Amortisasi Software  
84.479.304  
-
684.308.610  
36.921.179  
(87,65)  
Beban Penyusutan Aset Tetap yang Tidak Digunakan  
dalam Operasional Pemerintahan  
Jumlah Amortisasi  
(100,00)  
84.479.304  
721.229.789  
(88,29)  
(61,44)  
Jumlah Beban Penyusutan dan Amortisasi  
1.154.145.180  
2.992.922.638  
Surplus /Defisit dari  
Kegiatan Non  
D.7 Kegiatan Non Operasional  
Pos Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional terdiri dari pendapatan dan  
beban yang sifatnya tidak rutin dan bukan merupakan tugas pokok dan fungsi  
entitas. Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional 31 Desember 2021 dan  
2020 adalah sebagai berikut:  
Operasional  
Rp(356.347.724),00  
Tabel 51  
Rincian Kegiatan Non Operasional 31 Desember 2021 dan 2020  
NAIK  
(TURUN)%  
URAIAN  
31 Des 2021  
31 Des 2020  
1.123,50  
Surplus/Defisit Pelepasan Aset Non Lancar  
Pendapatan Pelepasan Aset Non Lancar  
Beban Pelepasan Aset Non Lancar  
Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional Lainnya  
Pendapatan dari Kegiatan Non Operasional Lainnya  
Beban dari Kegiatan Non Operasional Lainnya  
(363.817.550)  
0
363.817.550  
7.469.826  
33.758.200  
26.288.374  
(29.735.708)  
15.000.111  
44.735.819  
304.532.598  
386.387.458  
81.854.860  
0
713,26  
(97,55)  
(91,26)  
(67,88)  
Kegiatan Non Operasional Lainnya  
(356.347.724)  
274.796.890  
(230)  
- 54 -  
D.7.1 Beban Pelepasan Aset Non Lancar  
Beban Pelepasan Aset Non Lancar per 31 Desember 2021 dan 2020 sebesar  
Rp363.817.550,00 dan Rp44.735.819,00. Beban Pelepasan Aset Non Lancar  
sebesar Rp363.817.550,00 merupakan Beban kerugian pelepasan asset.  
Beban kerugian pelepasan aset  
Nilai  
Aset Tetap yang tidak digunakan dalam operasi  
pemerintahan  
(382.973.550)  
Akumulasi penyusutan Aset Tetap yang tidak digunakan  
dalam operasi pemerintahan  
19.156.000  
Jumlah  
(363.817.550)  
D.7.2 Pendapatan dari Kegiatan Non Operasional Lainnya  
Pendapatan dari Kegiatan Non Operasional Lainnya per 31 Desember 2021 dan  
2020 sebesar Rp33.758.200,00 dan Rp386.387.458,00. Pendapatan dari  
Kegiatan Non Operasional Lainnya sebesar Rp33.758.200,00 merupakan  
Penerimaan Kembali Belanja Barang TAYL disetor pada tanggal 21 Mei 2021  
dengan NTPN 0E5020N9V8IC0B32 senilai Rp33.758.200,00 yang merupakan  
tindak lanjut atas kelebihan pembayaran EO  
D.7.3 Beban dari Kegiatan Non Operasional Lainnya  
Beban dari Kegiatan Non Operasional Lainnya per 31 Desember 2021 dan 2020  
sebesar Rp26.288.374,00 dan Rp81.854.860,00. Beban dari Kegiatan Non  
Operasional Lainnya sebesar Rp26.922.574,00 merupakan beban persediaan  
Rusak/ Usang  
- 55 -  
E. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS  
E.1 Ekuitas Awal  
Ekuitas Awal  
Rp11.641.971.518,  
00  
Nilai ekuitas pada tanggal 1 Januari 2021 dan 2020 adalah masing-masing  
sebesar Rp11.641.971.518,00 dan Rp11.537.464.781,00.  
Defisit LO  
E.2 Surplus (Defisit) LO  
Rp(36.562.745.810)  
Jumlah Defisit LO untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021 dan  
2020 adalah sebesar Rp(36.562.745.810) dan Rp(35.881.766.926). Defisit LO  
merupakan selisih kurang antara surplus/defisit kegiatan operasional,  
surplus/defisit kegiatan non operasional, dan pos luar biasa.  
Penyesuaian Nilai  
Aset Rp0,00  
E.3.1 Penyesuaian Nilai Aset  
Penyesuaian Nilai Aset untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021  
dan 2020  
adalah sebesar Rp0,00 dan Rp0,00. Penyesuaian nilai aset  
merupakan hasil penyesuaian nilai persediaan akibat penerapan kebijakan harga  
perolehan terakhir.  
Koreksi Nilai  
E.3.2 Koreksi Nilai Persediaan  
Persediaan Rp0,00  
Koreksi Nilai Persediaan mencerminkan koreksi atas nilai persediaan yang  
diakibatkan karena kesalahan dalam penilaian persediaan yang terjadi pada  
periode sebelumnya. Koreksi tambah atas nilai persediaan untuk periode yang  
berakhir pada 31 Desember 2021 dan 2020 adalah masing-masing sebesar  
Rp0,00 dan Rp0,00.  
Koreksi Atas  
Reklasifikasi  
Rp0,00  
E.3.3 Koreksi Atas Reklasifikasi  
Koreksi Atas Reklasifikasi merupakan koreksi atas reklasifikasi aset. Selisih  
revaluasi aset tetap untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021 dan  
2020 adalah masing-masing sebesar Rp0,00 dan Rp(77.712.559,00).  
Selisih Revaluasi  
Aset Tetap Rp0,00  
E.3.4 Selisih Revaluasi Aset Tetap  
Selisih revaluasi aset tetap merupakan selisih yang muncul pada saat dilakukan  
penilaian ulang aset tetap. Selisih revaluasi aset tetap untuk periode yang  
berakhir pada 31 Desember 2021 dan 2020 adalah masing-masing sebesar  
Rp0,00 dan Rp0,00.  
- 56 -  
.
E.3.5 Koreksi Aset Tetap Non Revaluasi  
Koreksi Aset Tetap  
Non Revaluasi  
Koreksi aset tetap non revaluasi untuk periode yang berakhir pada 31 Desember  
2021 dan 2020 adalah masing-masing sebesar Rp(187.515.600,00) dan Rp0,00.  
Koreksi aset tetap non revaluasi ini berasal dari transaksi koreksi nilai aset tetap  
dan aset lainnya yang bukan karena revaluasi nilai.  
Rp(187.515.600,00)  
Tabel 52  
Rincian Koreksi Aset Tetap Non Revaluasi  
Uraian  
No.Surat Koreksi  
Nilai  
PC Unit  
139.708.800  
(132.224.400)  
(139.708.800)  
(195.000.000)  
B-PL.03.35.354.08.21.1136 Tanggal 16 Agustus 2021  
Penyusutan  
B-PL.03.35.354.08.21.1136 tanggal 16 Agustus 2021  
PHLBJS No.1060298328 tanggal 26 Agustus 2021  
Microsoft Office 10 Pro  
Aplikasi New Aero  
Penyusutan  
139.708.800  
Jumlah  
Jumlah  
(187.515.600)  
Koreksi Lain-Lain  
Rp(28.807.150,00)  
E.3.6 Koreksi Lain-Lain  
Koreksi lain-lain untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021 dan 2020  
adalah masing-masing sebesar Rp(28.807.150,00) dan Rp0,00. Koreksi ini  
merupakan koreksi selain yang terkait Barang Milik Negara yaitu berupa  
pengesahan pengembalian Hibah uang ke WHO. Telah terbit SP3HL dengan  
nomor 211400600170001 senilai Rp16.400.000,00 tanggal 12 November 2021  
dan nomor 211400600170002 senilai Rp12.407.150,00 tanggal 12 November  
2021  
Transaksi Antar  
Entittas  
E.4 Transaksi Antar Entitas  
Nilai transaksi antar entitas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021  
dan 2020 adalah masing-masing sebesar Rp36.238.017.983,00 dan  
Rp36.063.986.222,00.  
Rp36.238.017.983,  
00  
Transaksi antar Entitas adalah transaksi yang melibatkan dua atau lebih entitas  
yang berbeda baik internal KL, antar KL, antar BUN maupun KL dengan BUN.  
- 57 -  
Tabel 53  
Rincian Nilai Transaksi Antar Entitas  
Transaksi Antar Entitas  
Nilai  
Diterima dari Entitas Lain  
(33.987.852)  
Ditagihkan ke Entitas Lain  
Transfer Keluar  
35.063.265.362  
(358.112.275)  
399.741.500  
Transfer Masuk  
Pengesahan Hibah Langsung  
Jumlah  
1.167.111.248  
36.238.017.983  
E.4.1 Diterima dari Entitas Lain (DDEL)/Ditagihkan ke Entitas Lain (DKEL)  
Diterima dari Entitas Lain/Ditagihkan ke Entitas Lain merupakan transaksi antar  
entitas atas pendapatan dan belanja pada KL yang melibatkan kas negara  
(BUN). Pada periode hingga 31 Desember 2021, DDEL sebesar  
Rp(33.987.852,00), sedangkan DKEL sebesar Rp35.063.265.362,00.  
Tabel 54  
Rincian Nilai DDEL  
URAIAN  
Nilai  
Penerimaan Kembali Belanja Barang TAYL  
Pendapatan Jasa Lembaga Keuangan (Jasa Giro)  
(33.758.200)  
(229.652)  
Jumlah  
(33.987.852)  
Tabel 55  
Rincian Nilai DKEL  
URAIAN  
Nilai  
Belanja Barang  
Belanja Modal  
32.795.338.872  
2.267.926.490  
Jumlah  
35.063.265.362  
E.4.2 Transfer Masuk/Transfer Keluar  
Transfer Masuk/Transfer Keluar merupakan perpindahan aset/kewajiban dari  
satu entitas ke entitas lain pada internal KL. antar KL dan antara KL dengan BA-  
BUN.  
Sampai dengan 31 Desember 2021 terdapat transfer masuk  
sebesar  
Rp399.741.500 dan transfer keluar sebesar (Rp358.112.275) dengan rincian  
- 58 -  
sebagai berikut:  
Tabel 56  
Rincian Transfer Keluar  
URAIAN  
Nilai  
Peralatan dan Mesin  
Akumulasi Penyusutan P&M  
(604.401.168)  
246.288.893  
Jumlah  
(358.112.275)  
Rincian  
Rp( 604.401.168,00):  
Transfer Keluar ke Deputi 3 senilai Rp(65.550.700,00).  
dari  
Transfer  
Keluar  
Peralatan  
dan  
Mesin  
senilai  
URAIAN  
Lap Top  
BAST  
Kuantitas  
NUP  
Nilai  
PL.03.03.33.331.06.21.55  
Tanggal 14 Juni 2021  
1
133  
(17.596.200)  
(21.017.000)  
1
242  
3
Total  
Sepeda Motor  
2
1
(38.613.200)  
(16.670.500)  
PL.03.03.33.331.06.21.56  
Tanggal 14 Juni 2021  
Total  
Ipad  
1
1
(16.670.500)  
(10.267.000)  
PL.03.07.34.3424.11.21.29  
Tanggal 8 November 2021  
12  
Total  
1
(10.267.000)  
Jumlah  
4
(65.550.700)  
Transfer Keluar ke Deputi 4 senilai Rp(17.891.000,00) dengan BAST  
No.PL.03.03.34.343.01.21.04 tanggal 21 April 2021 berupa 11 buah  
Laptop dengan NUP 159.  
Transfer Keluar ke PPSDM senilai Rp(180.625.068,00) dengan BAST No.  
PL.03.07.32.323.11.21.69 tanggal 12 November 2021.  
URAIAN  
Kuantitas  
NUP  
Nilai  
Lemari Besi/Metal  
Lemari Kayu  
Meja Kerja Kayu  
Kursi Besi/Metal  
2
4
11  
7
5 dan 7  
82, 83, 84, 86  
58-67, 70  
(88.520.000)  
(49.315.068)  
(30.250.000)  
(12.540.000)  
202, 220-223, 249,250  
Jumlah  
24  
(180.625.068)  
Transfer Keluar ke 34 UPT sebesar Rp(340.334.400,00) pada tanggal 29  
September 2021 berupa Bak Pendingin dengan perincian:  
- 59 -  
URAIAN  
P3OMN  
BAST  
Kuantitas  
Nilai  
PL.03.07.35.354.09.21.61  
PL.03.07.35.354.09.21.48  
PL.03.07.35.354.09.21.28  
PL.03.07.35.354.09.21.31  
PL.03.07.35.354.09.21.54  
PL.03.07.35.354.09.21.52  
PL.03.07.35.354.09.21.51  
PL.03.07.35.354.09.21.43  
PL.03.07.35.354.09.21.53  
PL.03.07.35.354.09.21.47  
PL.03.07.35.354.09.21.32  
PL.03.07.35.354.09.21.42  
PL.03.07.35.354.09.21.41  
PL.03.07.35.354.09.21.45  
PL.03.07.35.354.09.21.57  
PL.03.07.35.354.09.21.40  
PL.03.07.35.354.09.21.59  
PL.03.07.35.354.09.21.39  
PL.03.07.35.354.09.21.58  
PL.03.07.35.354.09.21.36  
PL.03.07.35.354.09.21.49  
PL.03.07.35.354.09.21.29  
PL.03.07.35.354.09.21.50  
PL.03.07.35.354.09.21.38  
PL.03.07.35.354.09.21.44  
PL.03.07.35.354.09.21.46  
PL.03.07.35.354.09.21.30  
PL.03.07.35.354.09.21.37  
PL.03.07.35.354.09.21.56  
PL.03.07.35.354.09.21.33  
PL.03.07.35.354.09.21.55  
PL.03.07.35.354.09.21.60  
PL.03.07.35.354.09.21.35  
PL.03.07.35.354.09.21.34  
9
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
(40.840.128)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
(9.075.584)  
Ambon  
Banda Aceh  
Bandar Lampung  
Bandung  
Banjarmasin  
Batam  
Bengkulu  
Denpasar  
Gorontalo  
Jakarta  
Jambi  
Jayapura  
Kendari  
Kupang  
Makassar  
Mamuju  
Manado  
Manokwari  
Mataram  
Medan  
Padang  
Palembang  
Palangkaraya  
Palu  
Pangkalpinang  
Pekanbaru  
Pontianak  
Samarinda  
Semarang  
Serang  
Sofifi  
Surabaya  
Yogyakarta  
Jumlah  
75  
(340.334.400)  
Tabel 57  
Rincian Transfer Masuk  
URAIAN  
Nilai  
Peralatan dan Mesin  
Akumulasi Penyusutan P&M  
Aset Tetap Lainnya  
390.407.000  
(39.040.700)  
48.375.200  
Jumlah  
399.741.500  
- 60 -  
Rincian Transfer Masuk Peralatan dan Mesin dari Sektama senilai  
Rp390.407.000,00  
URAIAN  
BAST  
Kuantitas  
Nilai  
14.025.000  
7.150.000  
40.040.000  
3.283.500  
Meja Rapat  
Laci Box  
1
1
26  
1
1
30  
3
1
2
1
7
PL.03.03.25.251.03.21.12  
Tanggal 29 Maret 2021  
Kursi Besi/ Metal  
Lemari Kayu  
Projector Spider Bracket  
Jumlah  
Filling Cabinet Kayu  
Laci Box  
Lemari Kayu  
Meja Kerja Kayu  
Jumlah  
1.100.000  
65.598.500  
14.685.000  
6.160.000  
3.283.500  
3.080.000  
27.208.500  
297.600.000  
297.600.000  
PL.03.03.25.251.03.21.16  
Tanggal 30 Maret 2021  
Rak Besi  
Jumlah  
PL.03.07.25.2513.03.22.02  
192  
192  
Jumlah  
229  
390.407.000  
Transfer Masuk aset tetap lainnya berupa Transfer Masuk dari P3OMN  
dengan No.BAST No.PL.03.07106.06.21.130 Tanggal 7 Juni 2021 senilai  
Rp48.375.200,00 berupa 4 buah Buku USP  
E.4.3 Pengesahan Hibah Langsung dan Pengembalian Pengesahan Hibah  
Langsung  
Pengesahan Hibah Langsung merupakan transaksi atas pencatatan hibah  
langsung KL dalam bentuk kas, barang maupun jasa sedangkan pencatatan  
pendapatan hibah dilakukan oleh BA-BUN.  
Tabel 58  
Pengesahan Hibah Langsung  
URAIAN  
Nilai  
631.776.848  
Pengesahan Hibah Langsung Uang  
Pengesahan Hibah Langsung Barang  
535.334.400  
Jumlah  
1.167.111.248  
Pengesahan hibah langsung uang dari WHO dengan nomor register 2C5ESCLA  
untuk kegiatan Improved Access to Essential Medicines and Vaccines dan  
Pengesahan SPHL No.211400600170003 tanggal 28 Desember 2021 senilai  
Rp259.843.969,00 dan pengesahan SPHL No. 211400600170004 tanggal 28  
Desember 2021 senilai Rp371.932.879,00.  
Pengesahan hibah langsung barang dari WHO dengan BAST  
No.006/GOODS/BAST-WHE/2021 tanggal 21 Juli 2021 dan Pengesahan  
- 61 -  
MPHLBJS No. 1060298331 tanggal 26 Agustus 2021 berupa 75 buah Bak  
Pendingin senilai Rp340.334.400,00 dan BAST B-KU.03.3.32.07.21.444 tanggal  
15 Juli 2021 dan Pengesahan MPHLBJS No. 1060298328 tanggal 26 Agustus  
2021 berupa Modul EUA pada Aplikasi New Aero senilai Rp195.000.000,00.  
Ekuitas Akhir  
E.5 Ekuitas Akhir  
Rp11.100.920.941  
Nilai Ekuitas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021 dan 2020  
adalah masing-masing sebesar Rp11.100.920.941,00 dan Rp11.641.971.518,00.  
- 62 -  
F. PENGUNGKAPAN-PENGUNGKAPAN LAINNYA.  
F.1 KEJADIAN-KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL NERACA  
Tidak ada kejadian penting setelah tanggal Neraca.  
F.2 PENGUNGKAPAN LAIN-LAIN  
F.2.1 TINDAK LANJUT ATAS TEMUAN BPK  
Tidak ada temuan BPK pada Tahun Anggaran 2020.  
F.2.2 PENGELOLA KEUANGAN  
Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan  
No.HK.02.01.1.2.01.21.69 tanggal 4 Januari 2021 tentang Penetapan KPA dan  
perubahan No.HK.02.02.1.2.07.21.277 tanggal 2 Juli 2021, Surat Keputusan  
Kuasa Pengguna Anggaran No.HK.02.2.34.341.01.21.01 tanggal 4 Januari 2021  
tentang Penetapan Pejabat Pembuat Komitmen, Surat Keputusan Kuasa  
Pengguna Anggaran No. HK.02.2.34.341.01.21.02 tanggal 4 Januari 2021  
tentang  
PPSPM,  
Surat  
Keputusan  
Kuasa  
Pengguna  
Anggaran  
HK.02.2.34.341.01.21.03 tanggal 4 Januari 2021 tentang Penetapan Bendahara  
Pengeluaran, Pejabat yang diberi Kewenangan untuk Melakukan Tindakan Yang  
Mengakibatkan Pengeluaran Anggaran Belanja/ Penanggung Jawab Kegiatan/  
Pembuat komitmen, Pejabat Yang Diberi Kewenangan Untuk menguji Tagihan  
Kepada Negara dan Menandatangani SPM, dan Bendahara Pengeluaran pada  
satker Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor  
Dan Zat Adiktif telah dilakukan penunjukkan Pejabat Pengelola Keuangan  
sebagai berikut:  
No  
Jabatan  
Kuasa Pengguna  
Anggaran  
Semula  
Yudi Noviandi,  
Menjadi  
Dra. Tri Asti Isnariani,  
Apt, M.Pharm.  
1
M.Sc.Tech, Apt  
2
3
4
5
6
Pejabat Pembuat  
Komitmen I  
Ahmad Fikri, S.Kom  
Ahmad Fikri, S.Kom  
Pejabat Pembuat  
Komitmen II  
Dian Putri Anggraeni,  
SSi, Apt, M.Farm  
Melur Agustina Nila  
Wardhani, SKM  
Dian Putri Anggraeni,  
SSi, Apt, M.Farm  
Melur Agustina Nila  
Wardhani, SKM  
Pejabat Pembuat  
Komitmen III  
Pejabat Pembuat  
Komitmen IV  
Daryani, SSi, M.Sc  
Daryani, SSi, M.Sc  
Pejabat Pembuat  
Komitmen V  
Dra. Dwiana Andayani,  
Apt  
Rina Apriani, SSi, Apt,  
M.Epid  
- 63 -  
7
8
Pejabat  
Dwi Ngatini, SE, MAP  
Tri Murtiarti, SE  
Dwi Ngatini, SE, MAP  
Tri Murtiarti, SE  
Penandatangan SPM  
Bendahara  
Pengeluaran  
F.2.3 Rekening Pemerintah  
Laporan Keuangan Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, Dan Zat Adiktif mempunyai 1 rekening yaitu rekening Bendahara  
Pengeluaran di BNI Cabang Kramat dengan Nomor Rekening 011685848 dan  
berubah menjadi Rekening Virtual BNI dengan Nomor Rekening  
9890314451551000 pada tanggal 14 September 2020 dan Rekening  
Penampungan Hibah di Mandiri Cabang Percetakan Negara dengan Nomor  
Rekening 1230009874167.  
F.2.4 Kejadian Kebakaran  
Telah terjadi kebakaran pada hari Minggu tanggal 18 Juli 2021 yang  
mengakibatkan terbakarnya Gedung F Barat lantai 1 dimana lokasi tersebut  
merupakan salah satu wilayah Satuan Kerja Deputi Bidang Pengawasan Obat,  
NPPZA (Unit Direktorat Standardisasi Obat dan NPPZA), dengan adanya  
kejadian kebakaran ini kami sampaikan bahwa sebagian BMN yang berada pada  
gedung tersebut mengalami kerusakan total/hangus sebanyak 54 (lima puluh  
empat) unit barang dengan total harga perolehan sebesar Rp 704.942.999 (tujuh  
ratus empat juta sembilan ratus empat puluh dua ribu sembilan ratus sembilan  
puluh sembilan rupiah).  
F.2.5 Update Aplikasi  
Sehubungan dengan penyusunan Laporan Keuangan Kementerian  
Negara/Lembaga (LKKL) Tahun 2021 audited maka dilakukan update aplikasi  
Persediaan versi 21.1.0, SIMAK BMN Versi 21.2.0, SAIBA versi 21.2.0 dan  
Aplikasi e-Rekon&LK. Untuk Satker Deputi I Bidang Pengawasan Obat,  
Narkotika, Psikotropika, Prekursor Dan Zat Adiktif terjadi perubahan nilai  
persediaan yaitu:  
Persediaan  
UnAudited  
Setelah Update Aplikasi  
300.392.451  
300.392.451  
Naik/(Turun)  
Barang Konsumsi  
299.722.739  
669.712  
Jumlah  
299.722.739  
669.712  
- 64 -  
Lampiran A1  
Deputi I Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan NAPZA  
Rincian Nilai Perolehan, Beban Penyusutan/Amortisasi,  
Akumulasi Penyusutan/Amortisasi dan Nilai Buku Aset Tetap  
Untuk Periode yang Berakhir pada 31 Desember 2021  
Masa  
Akm. Peny.  
Beban Peny.  
Akm. Peny.  
Nilai Buku  
No  
Aset Tetap  
Nilai Perolehan  
Manfaat  
Per 31-12-2021  
Per 31-12-2021  
Per 31-12-2021  
Per 31-12-2021  
A
Tanah  
1
Tanah  
-
0
0
-
-
-
-
-
-
-
-
Jumlah  
B
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Peralatan dan Mesin  
Alat Angkutan Darat Bermotor  
Alat Angkutan Tak Bermotor  
Alat Bengkel Tak Bermesin  
Alat Ukur  
7
5
5
5
3.089.566.319  
539.000  
1.888.701.958  
1.939.000  
285.858.570  
-
2.143.497.028  
539.000  
946.069.291  
-
-
4.000.000  
-
-
-
-
46.684.000  
3.297.952.006  
1.627.632.643  
232.857.264  
56.421.150  
116.502.500  
1.162.500  
-
-
-
Alat Kantor  
5
5
5
5
4
4
4
4
4
4
4
3.378.054.819  
1.239.347.187  
387.059.180  
66.383.500  
74.516.408  
40.180.000  
21.504.000  
135.391.734  
9.195.989.314  
3.098.319.836  
11.000.000  
20.737.851.297  
0
186.635.039  
137.034.810  
50.512.904  
5.466.350  
3.613.684  
2.743.750  
286.000  
17.423.099  
1.094.584.625  
313.076.851  
4.320.250  
2.101.555.932  
-
2.924.274.125  
1.017.085.537  
230.056.668  
50.397.500  
64.860.184  
3.906.250  
17.786.000  
134.393.467  
7.074.787.934  
2.602.683.320  
7.150.000  
16.271.417.013  
-
453.780.694  
222.261.650  
157.002.512  
15.986.000  
9.656.224  
36.273.750  
3.718.000  
998.267  
2.121.201.380  
495.636.516  
3.850.000  
4.466.434.284  
-
Alat Rumah Tangga  
Alat Studio  
Alat Komunikasi  
Alat Kedokteran  
10 Unit Alat Laboratorium  
11 Alat Laboratorium Lingkungan Hidup  
12 Alat Khusus Kepolisian  
13 Komputer Unit  
17.500.000  
116.970.368  
7.599.862.577  
2.766.005.416  
41.472.750  
17.815.664.132  
-
14 Peralatan Komputer  
15 Alat Peraga Pelatihan dan Percontohan  
Jumlah  
4
C
Aset Tetap Lainnya  
Jumlah  
0
-
-
-
-
D
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Aset Lainnya  
Alat Angkutan Tak Bermotor  
Alat Bengkel Tak Bermesin  
Alat Ukur  
5
5
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
1.400.000  
4.000.000  
-
-
-
1.400.000  
4.000.000  
-
-
-
46.684.000  
-
-
46.684.000  
-
Alat Kantor  
545.765.852  
894.882.266  
73.363.000  
-
18.443.350  
34.320.500  
2.949.500  
-
474.247.402  
744.826.916  
56.263.000  
71.518.450  
150.055.350  
17.100.000  
-
Alat Rumah Tangga  
Alat Studio  
-
-
Alat Komunikasi  
Alat Kedokteran  
Komputer Unit  
11.490.000  
-
11.490.000  
57.720.000  
-
308.000  
32.763.087  
5.648.688  
3.220.250  
12.468.750  
426.933.471  
537.055.596  
55.564.000  
2.156.000  
69.318.200  
10.869.012  
22.541.750  
12.468.750  
269.845.833  
625.873.345  
1.800.208.630  
492.916.647  
64.405.000  
-
1.730.890.430  
482.047.635  
41.863.250  
10 Peralatan Komputer  
-
11 Alat Peraga Pelatihan dan Percontohan  
12 Software Tidak Digunakan Dalam Operasi  
13 Software  
-
-
2.222.661.137  
4.472.973.548  
10.688.470.080  
2.210.192.387  
4.203.127.715  
10.062.596.735  
5.918.626.681  
5.918.626.681  
Jumlah  
* Beban Amortisasi  
NERACA  
TINGKAT SATUAN KERJA  
PER DESEMBER 2021 DAN 2020  
(DALAM RUPIAH)  
KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 063  
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
UNIT ORGANISASI  
KDUAPPAW  
: 01  
: 063010100KP BA(063) ES1(01) DKI JAKARTA  
KODE SATKER  
: 445155  
DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, PREKURSOR, DAN  
ZAT ADIKTIF  
Tgl. Cetak 09/05/2022 9:46 PM  
lap_neraca_satker_komparatif --rekon17  
JUMLAH  
Kenaikan (Penurunan)  
NAMA PERKIRAAN  
2021  
2
2020  
3
Jumlah  
4
%
5
1
ASET  
ASET LANCAR  
Kas Lainnya dan Setara Kas  
Persediaan  
0
28,807,150  
(28,807,150)  
(100.00)  
300,392,451  
467,590,527  
(167,198,076)  
(35.76)  
JUMLAH ASET LANCAR  
300,392,451  
496,397,677  
(196,005,226)  
(39.49)  
ASET TETAP  
Peralatan dan Mesin  
20,737,851,297  
5,708,317,259  
22,783,167,170  
5,527,423,109  
(2,045,315,873)  
180,894,150  
(8.98)  
3.27  
Aset Tetap Lainnya  
AKUMULASI PENYUSUTAN  
JUMLAH ASET TETAP  
(16,271,417,013)  
10,174,751,543  
(17,815,664,132)  
10,494,926,147  
1,544,247,119  
(320,174,604)  
(8.67)  
(3.05)  
ASET LAINNYA  
Aset Tak Berwujud  
Aset Lain-lain  
4,472,973,548  
6,215,496,532  
6,073,043,485  
496,336,500  
(1,600,069,937)  
5,719,160,032  
(26.35)  
1,152.27  
AKUMULASI PENYUSUTAN/AMORTISASI ASET  
LAINNYA  
(10,062,596,735)  
(5,918,626,681)  
(4,143,970,054)  
70.02  
JUMLAH ASET LAINNYA  
625,873,345  
650,753,304  
(24,879,959)  
(541,059,789)  
(3.82)  
(4.65)  
JUMLAH ASET  
11,101,017,339  
11,642,077,128  
KEWAJIBAN  
KEWAJIBAN JANGKA PENDEK  
Utang kepada Pihak Ketiga  
96,398  
96,398  
96,398  
105,610  
105,610  
105,610  
(9,212)  
(9,212)  
(9,212)  
(8.72)  
(8.72)  
(8.72)  
JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA PENDEK  
JUMLAH KEWAJIBAN  
EKUITAS  
EKUITAS  
Ekuitas  
11,100,920,941  
11,100,920,941  
11,100,920,941  
11,101,017,339  
11,641,971,518  
11,641,971,518  
11,641,971,518  
11,642,077,128  
(541,050,577)  
(541,050,577)  
(541,050,577)  
(541,059,789)  
(4.65)  
(4.65)  
(4.65)  
(4.65)  
JUMLAH EKUITAS  
JUMLAH EKUITAS  
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS  
NERACA PERCOBAAN  
TINGKAT SATUAN KERJA  
PER DESEMBER 2021  
(DALAM RUPIAH)  
KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 063  
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
DKI JAKARTA  
UNIT ORGANISASI  
: 01  
WILAYAH/PROVINSI  
SATUAN KERJA  
: 0100  
: 445155  
DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, PREKURSOR, DAN  
ZAT ADIKTIF  
Tgl. Cetak 09/05/2022 9:46 PM  
lap_neraca_percobaan_kas_satker  
KODE  
TRN  
KODE  
AKUN  
NAMA AKUN  
DEBET  
KREDIT  
1
2
3
4
5
0.0  
115612  
Piutang dari KPPN  
Utang Kepada KUN  
57,513,790  
0
0.0  
2.0  
219711  
425321  
0
43,319,445,148  
0
Estimasi Pendapatan Jasa Pengawasan Obat dan Makanan Yang  
Dialokasikan  
43,353,433,000  
2.0  
2.0  
2.0  
2.0  
2.0  
2.0  
521111  
521113  
521114  
521115  
521119  
521131  
Allotment Belanja Keperluan Perkantoran  
0
0
0
0
0
0
171,786,000  
607,617,000  
23,546,000  
Allotment Belanja Penambah Daya Tahan Tubuh  
Allotment Belanja Pengiriman Surat Dinas Pos Pusat  
Allotment Belanja Honor Operasional Satuan Kerja  
Allotment Belanja Barang Operasional Lainnya  
52,320,000  
206,836,000  
1,382,596,000  
Allotment Belanja Barang Operasional - Penanganan Pandemi  
COVID-19  
Allotment Belanja Bahan  
2.0  
2.0  
2.0  
2.0  
521211  
521213  
521219  
521241  
0
0
0
0
3,289,382,000  
192,930,000  
356,832,000  
242,616,000  
Allotment Belanja Honor Output Kegiatan  
Allotment Belanja Barang Non Operasional Lainnya  
Allotment Belanja Barang Non Operasional - Penanganan Pandemi  
COVID-19  
2.0  
2.0  
2.0  
2.0  
2.0  
2.0  
2.0  
2.0  
2.0  
2.0  
2.0  
2.0  
521811  
522112  
522141  
522151  
522191  
522192  
523121  
523129  
524111  
524113  
524114  
524115  
Allotment Belanja Barang Persediaan Barang Konsumsi  
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
308,670,000  
5,400,000  
Allotment Belanja Langganan Telepon  
Allotment Belanja Sewa  
328,995,000  
5,084,498,000  
3,682,387,000  
1,241,379,000  
377,075,000  
0
Allotment Belanja Jasa Profesi  
Allotment Belanja Jasa Lainnya  
Allotment Belanja Jasa - Penanganan Pandemi COVID-19  
Allotment Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin  
Allotment Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin Lainnya  
Allotment Belanja Perjalanan Biasa  
6,381,290,000  
406,875,000  
2,939,232,000  
96,200,000  
Allotment Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota  
Allotment Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota  
Allotment Belanja Perjalanan Dinas - Penanganan Pandemi COVID-19  
2.0  
2.0  
2.0  
2.0  
2.0  
2.0  
2.0  
524119  
524211  
524219  
532111  
532121  
536111  
536121  
Allotment Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota  
Allotment Belanja Perjalanan Biasa - Luar Negeri  
Allotment Belanja Perjalanan Lainnya - Luar Negeri  
Allotment Belanja Modal Peralatan dan Mesin  
Allotment Belanja Penambahan Nilai Peralatan dan Mesin  
Allotment Belanja Modal Lainnya  
0
0
0
0
0
0
0
5,333,120,000  
226,800,000  
537,674,000  
1,600,000,000  
104,500,000  
275,000,000  
297,000,000  
Allotment Belanja Penambahan Nilai Aset Tetap Lainnya dan/atau  
Aset Lainnya  
3.0  
3.0  
425764  
425912  
Pendapatan Jasa Lembaga Keuangan (Jasa Giro)  
0
0
229,652  
Penerimaan Kembali Belanja Barang Tahun Anggaran Yang Lalu  
33,758,200  
3.0  
3.0  
3.0  
521111  
521113  
521114  
Belanja Keperluan Perkantoran  
171,750,371  
607,414,688  
22,835,750  
0
0
0
Belanja Penambah Daya Tahan Tubuh  
Belanja Pengiriman Surat Dinas Pos Pusat  
NERACA PERCOBAAN  
TINGKAT SATUAN KERJA  
PER DESEMBER 2021  
(DALAM RUPIAH)  
KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 063  
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
DKI JAKARTA  
UNIT ORGANISASI  
: 01  
WILAYAH/PROVINSI  
SATUAN KERJA  
: 0100  
: 445155  
DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, PREKURSOR, DAN  
ZAT ADIKTIF  
Tgl. Cetak 09/05/2022 9:46 PM  
lap_neraca_percobaan_kas_satker  
KODE  
TRN  
KODE  
AKUN  
NAMA AKUN  
DEBET  
KREDIT  
1
2
3
4
5
3.0  
521115  
Belanja Honor Operasional Satuan Kerja  
49,290,000  
0
0
0
0
0
0
0
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
521119  
521131  
521211  
521213  
521219  
521241  
Belanja Barang Operasional Lainnya  
206,826,450  
1,381,057,002  
3,288,028,566  
192,880,000  
355,823,871  
242,355,915  
Belanja Barang Operasional - Penanganan Pandemi COVID-19  
Belanja Bahan  
Belanja Honor Output Kegiatan  
Belanja Barang Non Operasional Lainnya  
Belanja Barang Non Operasional - Penanganan Pandemi COVID-19  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.1  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.1  
3.0  
3.1  
3.0  
3.1  
521811  
522112  
522141  
522151  
522151  
522191  
522192  
523121  
524111  
524111  
524113  
524113  
524114  
524114  
Belanja Barang Persediaan Barang Konsumsi  
Belanja Langganan Telepon  
308,502,535  
4,807,539  
328,994,095  
5,080,440,000  
0
0
0
0
0
Belanja Sewa  
Belanja Jasa Profesi  
Pengembalian Belanja Jasa Profesi  
Belanja Jasa Lainnya  
175,800  
3,680,436,619  
1,241,315,626  
375,458,563  
6,378,760,973  
0
0
Belanja Jasa - Penanganan Pandemi COVID-19  
Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin  
Belanja Perjalanan Biasa  
0
0
0
17,668,139  
0
Pengembalian Belanja Perjalanan Biasa  
Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota  
Pengembalian Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota  
Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota  
Pengembalian Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota  
406,495,000  
0
40,000  
0
2,938,608,200  
0
2,690,704  
3.0  
3.0  
3.1  
524115  
524119  
524119  
Belanja Perjalanan Dinas - Penanganan Pandemi COVID-19  
Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota  
96,073,071  
5,331,938,444  
0
0
0
Pengembalian Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota  
5,808,469  
3.0  
3.0  
3.1  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
524211  
524219  
524219  
532111  
532121  
536111  
536121  
Belanja Perjalanan Biasa - Luar Negeri  
226,799,199  
537,391,669  
0
0
Belanja Perjalanan Lainnya - Luar Negeri  
Pengembalian Belanja Perjalanan Lainnya - Luar Negeri  
Belanja Modal Peralatan dan Mesin  
0
785,314  
1,596,126,490  
104,500,000  
270,300,000  
297,000,000  
0
0
0
0
Belanja Penambahan Nilai Peralatan dan Mesin  
Belanja Modal Lainnya  
Belanja Penambahan Nilai Aset Tetap Lainnya dan/atau Aset Lainnya  
JUMLAH  
79,133,157,426  
79,133,157,426  
NERACA PERCOBAAN  
TINGKAT SATUAN KERJA  
PER DESEMBER 2021  
(DALAM RUPIAH)  
KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 063  
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
DKI JAKARTA  
UNIT ORGANISASI  
: 01  
WILAYAH/PROVINSI  
SATUAN KERJA  
: 0100  
: 445155  
DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, PREKURSOR, DAN  
ZAT ADIKTIF  
Tgl. Cetak 09/05/2022 9:46 PM  
lap_neraca_percobaan_akrual_satker  
KODE  
TRN  
KODE  
AKUN  
NAMA AKUN  
DEBET  
KREDIT  
1
2
3
4
5
0.0  
111611  
Kas di Bendahara Pengeluaran  
Kas Lainnya di Kementerian Negara/ Lembaga dari Hibah  
Kas Lainnya di K/L dari Hibah yang Belum Disahkan  
Barang Konsumsi  
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
111822  
111827  
117111  
117113  
117911  
132111  
135121  
137111  
162151  
166112  
300,392,451  
Bahan untuk Pemeliharaan  
0
0
Persediaan yang Belum Diregister  
Peralatan dan Mesin  
20,737,851,297  
5,708,317,259  
0
Aset Tetap Lainnya  
Akumulasi Penyusutan Peralatan dan Mesin  
Software  
16,271,417,013  
4,472,973,548  
3,992,835,395  
0
0
Aset Tetap yang tidak digunakan dalam Operasi Pemerintahan  
0.0  
0.0  
166113  
169122  
Aset Tak Berwujud yang tidak digunakan dalam Operasional  
Pemerintahan  
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap yang Tidak Digunakan dalam  
Operasi Pemerintahan  
2,222,661,137  
0
0
3,649,276,633  
0.0  
0.0  
169315  
169318  
Akumulasi Amortisasi Software  
0
0
4,203,127,715  
2,210,192,387  
Akumulasi Amortisasi Aset Tak Berwujud yang tidak digunakan  
dalam Operasional Pemerintahan  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
3.0  
3.0  
212112  
218211  
219511  
313111  
313121  
313211  
313221  
391111  
391116  
391118  
391119  
391131  
425764  
425912  
Belanja Barang yang Masih Harus Dibayar  
0
96,398  
Hibah Langsung yang belum disahkan  
Uang Muka dari KPPN  
0
0
0
0
Ditagihkan ke Entitas Lain  
0
35,063,265,362  
Diterima dari Entitas Lain  
33,987,852  
0
0
Transfer Keluar  
358,112,275  
Transfer Masuk  
0
399,741,500  
11,641,971,518  
7,484,400  
0
Ekuitas  
0
Koreksi Nilai Aset Tetap Non Revaluasi  
Koreksi Nilai Aset Lainnya Non Revaluasi  
Koreksi Lainnya  
0
195,000,000  
28,807,150  
0
Pengesahan Hibah Langsung  
Pendapatan Jasa Lembaga Keuangan (Jasa Giro)  
Penerimaan Kembali Belanja Barang Tahun Anggaran Yang Lalu  
0
0
0
1,167,111,248  
229,652  
33,758,200  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
521111  
521113  
521114  
521115  
521119  
521131  
521211  
521213  
521219  
Beban Keperluan Perkantoran  
171,750,371  
607,414,688  
22,835,750  
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Beban Penambah Daya Tahan Tubuh  
Beban Pengiriman Surat Dinas Pos Pusat  
Beban Honor Operasional Satuan Kerja  
Beban Barang Operasional Lainnya  
Beban Barang Operasional - Penanganan Pandemi COVID-19  
Beban Bahan  
49,290,000  
206,826,450  
1,381,057,002  
3,288,028,566  
192,880,000  
355,823,871  
Beban Honor Output Kegiatan  
Beban Barang Non Operasional Lainnya  
NERACA PERCOBAAN  
TINGKAT SATUAN KERJA  
PER DESEMBER 2021  
(DALAM RUPIAH)  
KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 063  
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
DKI JAKARTA  
UNIT ORGANISASI  
: 01  
WILAYAH/PROVINSI  
SATUAN KERJA  
: 0100  
: 445155  
DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, PREKURSOR, DAN  
ZAT ADIKTIF  
Tgl. Cetak 09/05/2022 9:46 PM  
lap_neraca_percobaan_akrual_satker  
KODE  
TRN  
KODE  
AKUN  
NAMA AKUN  
DEBET  
KREDIT  
1
2
3
4
5
3.0  
521241  
Beban Barang Non Operasional - Penanganan Pandemi COVID-19  
242,355,915  
0
3.0  
3.0  
3.0  
3.1  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.1  
3.0  
3.1  
3.0  
3.1  
522112  
522141  
522151  
522151  
522191  
522192  
523121  
524111  
524111  
524113  
524113  
524114  
524114  
Beban Langganan Telepon  
4,798,327  
328,994,095  
5,080,440,000  
0
0
0
0
Beban Sewa  
Beban Jasa Profesi  
Pengembalian Beban Jasa Profesi  
Beban Jasa Lainnya  
175,800  
3,680,436,619  
1,241,315,626  
375,458,563  
6,378,760,973  
0
0
Beban Jasa - Penanganan Pandemi COVID-19  
Beban Pemeliharaan Peralatan dan Mesin  
Beban Perjalanan Biasa  
0
0
0
17,668,139  
0
Pengembalian Beban Perjalanan Biasa  
Beban Perjalanan Dinas Dalam Kota  
Pengembalian Beban Perjalanan Dinas Dalam Kota  
Beban Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota  
Pengembalian Beban Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota  
406,495,000  
0
40,000  
0
2,938,608,200  
0
2,690,704  
3.0  
3.0  
3.1  
524115  
524119  
524119  
Beban Perjalanan Dinas - Penanganan Pandemi COVID-19  
Beban Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota  
96,073,071  
5,331,938,444  
0
0
0
Pengembalian Beban Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota  
5,808,469  
3.0  
3.0  
3.1  
3.0  
3.0  
3.0  
524211  
524219  
524219  
591111  
592115  
592118  
Beban Perjalanan Biasa - Luar Negeri  
Beban Perjalanan Lainnya - Luar Negeri  
Pengembalian Beban Perjalanan Lainnya - Luar Negeri  
Beban Penyusutan Peralatan dan Mesin  
Beban Amortisasi Software  
226,799,199  
537,391,669  
0
0
0
785,314  
2,101,555,932  
426,933,471  
12,468,750  
0
0
0
Beban Amortisasi Aset Tak Berwujud yang tidak digunakan dalam  
Operasional Pemerintahan  
3.0  
592222  
Beban Penyusutan Penyusutan Aset Tetap yang Tidak Digunakan  
dalam Operasional Pemerintah  
97,653,375  
0
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
593111  
593113  
593114  
596111  
596121  
Beban Persediaan konsumsi  
447,893,137  
254,600  
0
0
0
0
0
Beban Persediaan bahan untuk pemeliharaan  
Beban Persediaan suku cadang  
1,264,500  
363,817,550  
26,288,374  
Beban Kerugian Pelepasan Aset  
Beban Persediaan Rusak/Usang  
JUMLAH  
74,674,840,452  
74,674,840,452  
LAPORAN OPERASIONAL  
TINGKAT SATUAN KERJA  
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2021 DAN 2020  
(dalam rupiah)  
: 063  
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
DKI JAKARTA  
KEMENTERIAN  
ESELON I  
WILAYAH/PROVINSI  
SATUAN KERJA  
JENIS SATUAN KERJA  
Kode Lap : LO.SAT  
: 01  
Tanggal  
Halaman  
Prg ID  
: 09/05/22 9:46 PM  
: 0100  
: 445155  
: KP  
1
:
DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA,  
PSIKOTROPIKA, PREKURSOR, DAN ZAT ADIKTIF  
: lap_lo_satker --  
Tgl Data : 20/05/19 12:00 AM  
KENAIKAN/  
(%)  
URAIAN  
2021  
2020  
PENURUNAN  
KEGIATAN OPERASIONAL  
PENDAPATAN OPERASIONAL  
PENDAPATAN PERPAJAKAN  
Pendapatan Pajak Penghasilan  
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Pendapatan Pajak Pertambahan Nilai dan Penjualan Barang  
Mewah  
0
0
Pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan  
Pendapatan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan  
Pendapatan Cukai  
0
0
0
0
0
0
Pendapatan Pajak Lainnya  
Pendapatan Bea Masuk  
0
0
0
0
Pendapatan Bea Keluar  
0
0
Jumlah Pendapatan Perpajakan  
PENDAPATAN NEGARA BUKAN PAJAK  
Pendapatan Sumber Daya Alam  
Pendapatan Bagian Pemerintah atas Laba  
Pendapatan Negara Bukan Pajak Lainnya  
Jumlah Pendapatan Negara Bukan Pajak  
PENDAPATAN HIBAH  
0
0
0
0
0
0
0
0
229,652  
1,385,569  
(1,155,917) (83.425)  
229,652  
1,385,569  
(1,155,917) (83.425)  
0
0
0
Pendapatan Hibah  
0
0
0
Jumlah Pendapatan Hibah  
Jumlah Pendapatan  
0
0
0
229,652  
1,385,569  
(1,155,917) (83.425)  
BEBAN OPERASIONAL  
0
0
0
0
Beban Pegawai  
0
0
Beban Persediaan  
447,893,137  
395,250,477  
52,642,660 13.319  
Beban Barang dan Jasa  
16,854,071,480  
20,172,524,441  
(3,318,452,961) (16.45)  
Beban Pemeliharaan  
376,977,663  
320,807,926  
56,169,737 17.509  
Beban Perjalanan Dinas  
15,889,073,930  
12,276,443,903  
3,612,630,027 29.427  
Beban Barang Untuk Diserahkan Kepada Masyarakat  
Beban Bunga  
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Beban Subsidi  
Beban Hibah  
LAPORAN OPERASIONAL  
TINGKAT SATUAN KERJA  
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2021 DAN 2020  
(dalam rupiah)  
: 063  
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
DKI JAKARTA  
KEMENTERIAN  
ESELON I  
WILAYAH/PROVINSI  
SATUAN KERJA  
JENIS SATUAN KERJA  
Kode Lap : LO.SAT  
: 01  
Tanggal  
Halaman  
Prg ID  
: 09/05/22 9:46 PM  
: 0100  
: 445155  
: KP  
2
:
DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA,  
PSIKOTROPIKA, PREKURSOR, DAN ZAT ADIKTIF  
: lap_lo_satker --  
Tgl Data : 20/05/19 12:00 AM  
KENAIKAN/  
(%)  
URAIAN  
2021  
2020  
PENURUNAN  
Beban Bantuan Sosial  
0
0
0
Beban Penyusutan dan Amortisasi  
Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih  
Beban Lain-Lain  
2,638,611,528  
2,992,922,638  
(354,311,110) (11.838)  
0
0
0
0
0
0
JUMLAH BEBAN  
36,206,627,738  
36,157,949,385  
48,678,353  
(49,834,270)  
0
0.135  
0.138  
SURPLUS/DEFISIT DARI KEGIATAN OPERASIONAL  
KEGIATAN NON OPERASIONAL  
(36,206,398,086)  
(36,156,563,816)  
0
0
Surplus/Defisit Pelepasan Aset Non Lancar  
Pendapatan Pelepasan Aset Non Lancar  
(363,817,550)  
(29,735,708)  
(334,081,842) 1,123.5  
04  
0
15,000,111  
(15,000,111)  
(100)  
Beban Pelepasan Aset Non Lancar  
363,817,550  
44,735,819  
319,081,731 713.258  
Surplus/Defisit Penyelesaian Kewajiban Jangka Panjang  
Pendapatan Penyelesaian Kewajiban Jangka Panjang  
Beban Penyelesaian Kewajiban Jangka Panjang  
Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional Lainnya  
Pendapatan dari Kegiatan Non Operasional Lainnya  
Beban dari Kegiatan Non Operasional Lainnya  
0
0
0
0
0
0
0
7,469,826  
33,758,200  
26,288,374  
(356,347,724)  
(36,562,745,810)  
0
0
304,532,598  
386,387,458  
81,854,860  
274,796,890  
(35,881,766,926)  
0
0
(297,062,772) (97.547)  
(352,629,258) (91.263)  
(55,566,486) (67.884)  
JUMLAH SURPLUS/DEFISIT DARI KEGIATAN NON  
OPERASIONAL  
SURPLUS/DEFISIT SEBELUM POS LUAR BIASA  
(631,144,614) (229.67  
7)  
(680,978,884)  
1.898  
POS LUAR BIASA  
0
Beban Luar Biasa  
0
0
0
0
POS LUAR BIASA  
0
0
SURPLUS/DEFISIT - LO  
(36,562,745,810)  
(35,881,766,926)  
(680,978,884)  
1.898  
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS  
TINGKAT SATKER  
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2021 DAN 2020  
(dalam rupiah)  
: 063  
: 01  
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
DKI JAKARTA  
KEMENTERIAN  
ESELON I  
WILAYAH/PROVINSI  
JENIS SATUAN KERJA  
: 0100  
: KP  
DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, PREKURSOR,  
DAN ZAT ADIKTIF  
: 445155  
SATUAN KERJA  
Kode Lap  
Tanggal  
Halaman  
Prg ID  
: LPE.SATKER  
: 09/05/22 9:46 PM  
1
:
: lap_lpe_satker --rekon17  
KENAIKAN/  
PENURUNAN  
URAIAN  
2021  
2020  
(%)  
EKUITAS AWAL  
11,641,971,518  
11,537,464,781  
104,506,737  
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
SURPLUS/DEFISIT-LO  
(36,562,745,810)  
(35,881,766,926)  
(680,978,884)  
0
DAMPAK KUMULATIF PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI  
KOREKSI YANG MENAMBAH/MENGURANGI EKUITAS  
PENYESUAIAN NILAI ASET  
0
0
(216,322,750)  
(77,712,559)  
(138,610,191)  
0
0
0
0
KOREKSI NILAI PERSEDIAAN  
0
0
KOREKSI ATAS REKLASIFIKASI  
SELISIH REVALUASI ASET  
0
(77,712,559)  
77,712,559  
0
0
0
0
KOREKSI NILAI ASET NON REVALUASI  
LAIN-LAIN  
(187,515,600)  
(28,807,150)  
36,238,017,983  
(541,050,577)  
11,100,920,941  
(187,515,600)  
(28,807,150)  
174,031,761  
(645,557,314)  
(541,050,577)  
0
TRANSAKSI ANTAR ENTITAS  
36,063,986,222  
104,506,737  
11,641,971,518  
KENAIKAN/PENURUNAN EKUITAS  
EKUITAS AKHIR  
Kode Sub  
Serapan  
(%)  
Kode Output Kode Komponen  
Akun  
Uraian Akun  
Pagu  
Realisasi  
Keterangan  
Komponen  
4122.QAH.001  
Keputusan  
Paket  
Komunikasi  
kartu halo  
Penilaian  
051.  
B.Perkuatan  
Pelayanan Publik  
di Bidang  
Sarana  
Belanja Barang  
Operasional  
Pelaksanaan  
Distribusi Obat  
Sertifikasi CDOB  
yang  
521131  
31.359.000  
31.352.006 99,98 Februari,  
Maret, April,  
Distribusi Obat  
November,  
Desember  
Diselesaikan  
Sesuai Standar  
A.Pengawasan  
Integritas dan  
Keamanan serta  
Pencegahan  
Diversi Rantai  
Suplai Obat dalam  
Rangka  
Pembelian  
32.205.180 100,00 Thermacouple  
Dual Channel  
Belanja Barang  
Operasional  
521131  
32.206.000  
051.  
Pengawasan  
4122.QIC.001  
Keputusan Hasil  
Pengawasan  
Sarana  
Distribusi dan  
Sarana  
Pengawalan ONPP  
Termasuk Obat  
JKN  
Pelayanan  
Kefarmasian  
H.Pelaporan Obat  
SubStandard dan  
Palsu Melalui  
Aplikasi  
Distribusi Obat  
dan Sarana  
522192 Belanja Jasa  
17.250.000  
17.250.000 100,00 Swab Antigen  
Pelayanan  
Kefarmasian  
Smartphone  
Belanja Barang  
521131  
Pulsa pegawai,  
188.578.100 99,45  
189.628.000  
052. Monitoring F.Penyelenggaraa  
Operasional  
Biaya isolasi  
dan Evaluasi  
Kinerja  
n Kegiatan  
Direktorat  
522192 Belanja Jasa  
119.560.000  
119.558.125 100,00 Swab Antigen  
TOTAL  
390.003.000  
388.943.411 99,73  
B.Pengkajian Isu  
051.  
Honor  
161.700.000 100,00  
Narasumber  
/Signal Keamanan 522192 Belanja Jasa  
Obat Beredar  
161.700.000  
17.916.000  
Pelaksanaan  
pegawasan  
keamanan Obat,  
Narkotika,  
E.Pertemuan  
4123.BIA.001  
Keputusan Hasil  
Pengawasan  
Keamanan dan  
Mutu, Obat,  
Narkotika,  
Koordinasi dalam  
522192 Belanja Jasa  
rangka  
17.915.000 99,99 Swab Antigen  
Psikotropika,  
dan Prekursor  
Pengawasan Obat  
052. Monitoring  
dan Evaluasi  
pegawasan  
A.Penyusunanan  
dan Penyebaran  
Psikotropika,  
Prekursor  
Jasa EO Media  
Training  
125.750.000 100,00  
Komunikasi  
keamanan Obat, Informasi dan  
522192 Belanja Jasa  
125.750.000  
Narkotika,  
Komunnikasi  
Risiko  
Psikotropika,  
dan Prekursor  
Farmakovigilans  
051.  
Perencanaan  
dalam  
A, Rapat  
Koordinasi Pusat  
dan Balai Dalam  
Manajemen  
pegawasan  
mutu Obat,  
Narkotika,  
Psikotropika,  
dan Prekursor  
522192 Belanja Jasa  
2.755.000  
2.740.500 99,47 Swab Antigen  
Sampling Obat  
B. Pengawasan  
Iklan dan  
522192 Belanja Jasa  
522192 Belanja Jasa  
6.500.000  
6.500.000 100,00 Swab Antigen  
170.000.000 100,00 Honor Tim Ahli  
Penandaan Obat  
Sesudah Beredar  
052.  
C. Pengawasan  
Periklanan Obat  
Sebelum Beredar  
Pengawasan  
mutu Obat,  
Narkotika,  
170.000.000  
Kode Sub  
Serapan  
(%)  
Kode Output Kode Komponen  
Akun  
Uraian Akun  
Pagu  
Realisasi  
Keterangan  
Komponen  
Psikotropika,  
dan Prekursor  
D. Forum  
Koordinasi  
Pengawasan Iklan  
dengan Pelaku  
Usaha Dibidang  
farmasi  
4123.BIA.002  
Keputusan hasil  
pengawasan  
mutu obat,  
522192 Belanja Jasa  
6.000.000  
6.000.000 100,00 Swab Antigen  
narkotika,  
Biaya Pulsa  
psikotropika  
dan prekursor  
Internet, Biaya  
Langganan  
B.Optimalisasi  
Pengawasan  
Belanja Barang  
521131  
187.200.000  
27.617.000  
187.176.388 99,99 Zoom Meeting,  
Operasional  
Biaya  
Keamanan Mutu  
Obat, Narkotika,  
Langganan  
Google Drive  
053. Monitoring Psikotripika dan  
dan Evaluasi  
Kinerja  
Prekursor  
Belanja Barang  
521241 Non  
Biaya  
27.612.500 99,98 Pengadaan  
Masker  
Pengawasan  
Keamanan,  
Mutu dan  
Ekspor Impor  
Obat dan  
Operasional  
C.Partisipasi/  
Kordinasi/  
Keikutsertaan  
Kegiatan dalam  
Mendukung  
NAPPZA  
522192 Belanja Jasa  
522192 Belanja Jasa  
Belanja  
79.538.000  
79.538.000 100,00 Swab Antigen  
Pengawasan  
Keamanan Mutu  
Obat, Narkotika,  
Psikotripika dan  
Prekursor  
4123.QAH.001  
Surat  
051.  
Keterangan  
Ekspor Impor  
Pelaksanaan  
Pengawasan  
A.Verifikasi  
Kesesuaian  
Obat, Narkotika, ekspor impor  
Psikotropika,  
dan Prekursor psikotropika dan Gudang Importir  
7.360.000  
7.360.000 100,00 Swab Antigen  
obat, narkotika, Importasi di  
yang  
prekursor  
farmasi  
Diselesaikan  
Tepat Waktu  
TOTAL  
792.336.000  
792.292.388 99,99  
Perjalanan  
dinas Luar  
051.  
B.Inspeksi Sarana  
Produksi Obat  
Negeri dalam  
Pelaksanaan  
Penilaian/  
rangka Inspeksi  
Luar Negeri Dalam 524115 Perjalanan  
96.200.000  
96.073.071 99,87 Sarana Produksi  
Vaksin Covid-19  
Sertifikasi  
Rangka Penilaian  
Pemenuhan CPOB  
Dinas  
4125.BAH.001  
Keputusan  
Penilaian  
Sarana Produksi  
Obat dan NPP  
dan benchmark  
pengembangan  
vaksin Covid-19  
Fasilitas  
Produksi BBO,  
Obat, Produk  
Biologi, dan  
Sarana Khusus  
yang  
Biaya Pulsa  
Belanja Barang  
Operasional  
Internet, Biaya  
164.082.714 99,93  
521131  
164.200.000  
93.899.000  
Langganan  
Zoom Meeting  
Diselesaikan  
Tepat Waktu  
053.  
D.Operasional  
Monitoring dan Ditwas Produksi  
Evaluasi Kinerja Obat dan NPP  
Biaya  
Pengadaan  
Belanja Barang  
521241 Non-  
Operasional  
93.647.000 99,73 Masker, Hand  
sanitizer, dan  
Disenfektan  
Kode Sub  
Serapan  
(%)  
Kode Output Kode Komponen  
Akun  
Uraian Akun  
Pagu  
Realisasi  
Keterangan  
Komponen  
051.  
4125.QIC.001  
Pengawasan  
Fasilitas  
A.Pengawasan  
Fasilitas Produksi  
Produk JKN dan  
Produk High Risk  
Lainnya Serta  
Fasilitas  
Produksi Produk  
Produksi Produk  
JKN dan Produk  
JKN, dan Produk  
High Risk  
Biaya swab test  
pegawai  
High Risk  
522192 Belanja Jasa  
168.950.000  
168.938.485 99,99  
Lainnya Serta  
Lainnya Serta  
Bahan Baku  
Bahan Baku  
Obat yang  
Bahan Baku Obat  
yang Diawasi  
Obat yang  
Diawasi Sesuai  
Diawasi Sesuai  
Standar  
Sesuai Standar  
Standar  
TOTAL  
523.249.000  
522.741.270 99,90  
Biaya  
pengadaan  
paket  
internet/pulsa,  
pengadaan  
lisensi aplikasi  
video  
4127.PCA.001  
Belanja Barang  
521131  
conference,  
pengadaan  
masker dan  
Hand Sanitizer,  
suplemen dan  
penambah daya  
tahan tubuh,  
Biaya Isolasi  
Mandiri  
Keputusan  
056.  
A.Pengawasan  
Tata Kelola dan  
Implementasi  
Kinerja  
640.118.000  
640.088.248 100,00  
Operasional  
Registrasi Obat  
Monitoring dan  
yang  
Evaluasi Kinerja  
Diselesaikan  
Sesuai Standar  
Biaya swab test  
pegawai  
522192 Belanja Jasa  
135.000.000  
134.998.500 100,00  
TOTAL  
775.118.000  
775.086.748 100,00  
A.Penyusunan  
Standar/  
Belanja Barang  
521131  
Langganan  
Pedoman/  
Regulasi Mutu  
Obat NPP  
2.880.000  
3.000.000  
2.687.093 93,30  
2.941.699 98,06  
Operasional  
Zoom meeting  
Belanja Barang  
521131  
Langganan  
Operasional  
Zoom meeting  
Honor  
jasa  
B.Penyusunan  
Standar/  
052.  
profesi  
Penyusunan dan  
pembahasan  
standar  
penyusunan  
Pedoman/  
IOCI edisi 3,  
Honor Tim  
Regulasi/ Khasiat  
dan Kaeamanan  
Obat  
522192 Belanja Jasa  
147.000.000  
147.000.000 100,00  
Penyusun IOCI  
edisi 3, Honor  
4131.AFA.001  
Standar Obat,  
Narkotika,  
tim  
review  
dokumen IOCI  
edisi 3  
Psikotropika,  
Prekursor, dan  
Zat Adiktif yang  
disusun  
C.Penyusunan  
Standar/ Pedoman  
Belanja Barang  
Langganan  
Regulasi/ Produksi 521131  
dan Distribusi  
3.000.000  
2.944.860 98,16  
Operasional  
Zoom meeting  
Obat NAPPZA  
Kode Sub  
Serapan  
(%)  
Kode Output Kode Komponen  
Akun  
Uraian Akun  
Pagu  
Realisasi  
Keterangan  
Komponen  
Biaya  
komunikasi,  
129.000.715 100,00 Biaya karantina  
Belanja Barang  
Operasional  
521131  
129.005.000  
dn  
isolasi  
mandiri  
056. Monitoring B.Perencanaan  
dan Evaluasi  
Kinerja  
dan Evaluasi  
Kinerja  
Biaya  
Belanja Barang  
pembelian  
521241 Non-  
Operasional  
121.100.000  
76.100.000  
121.096.415 100,00  
76.067.016 99,96  
masker, Hand  
Sanitizer  
Biaya  
swab  
522192 Belanja Jasa  
antigen & PCR  
TOTAL  
TOTAL  
482.085.000  
481.737.798 99,93  
2.962.791.000  
2.960.801.615 99,93  
LAPORAN POSISI BARANG MILIK NEGARA DI NERACA  
POSISI PER TANGGAL 31 DESEMBER 2021  
TAHUN ANGGARAN 2021  
09/05/22 11:45 PM  
1
Tanggal  
:
:
: 063  
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
UAPB  
Halaman  
: 445155  
DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA,  
PREKURSOR, DAN ZAT ADIKTIF  
UAKPB  
lap_bmn_neraca_face_k3_sat  
Kode Lap  
:
AKUN NERACA  
JUMLAH  
KODE  
URAIAN  
2
1
3
117111  
132111  
135121  
137111  
162151  
166112  
166113  
169122  
169315  
169318  
Barang Konsumsi  
300,392,451  
Peralatan dan Mesin  
20,737,851,297  
5,708,317,259  
(16,271,417,013)  
4,472,973,548  
3,992,835,395  
2,222,661,137  
(3,649,276,633)  
(4,203,127,715)  
(2,210,192,387)  
Aset Tetap Lainnya  
Akumulasi Penyusutan Peralatan dan Mesin  
Software  
Aset Tetap yang tidak digunakan dalam Operasi Pemerintahan  
Aset Tak Berwujud yang tidak digunakan dalam Operasional  
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap yang Tidak Digunakan dalam  
Akumulasi Amortisasi Software  
Akumulasi Amortisasi Aset Tak Berwujud yang tidak digunakan  
J U M L A H  
11,101,017,339