DAFTAR ISI  
Hal  
Kata Pengantar  
i
ii  
Daftar Isi  
iii  
1
Pernyataan Tanggung Jawab  
Ringkasan  
I. Laporan Realisasi Anggaran  
II. Neraca  
3
4
5
6
III. Laporan Operasional  
IV. Laporan Perubahan Ekuitas  
V. Catatan atas Laporan Keuangan  
A. Penjelasan Umum  
7
7
26  
35  
50  
56  
61  
B. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Realisasi Anggaran  
C. Penjelasan atas Pos-pos Neraca  
D. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Operasional  
E. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Perubahan Ekuitas  
F. Pengungkapan Penting Lainnya  
VI. Lampiran dan Daftar  
ii  
RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN  
Laporan Keuangan Audited Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif per 31 Desember 2023 ini telah disusun dan  
disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang  
Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) beserta perubahannya dan PMK Nomor 57  
tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor  
31/PMK.05/2022 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Pusat serta berdasarkan  
kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan.  
Laporan Keuangan ini meliputi:  
1. LAPORAN REALISASI ANGGARAN  
Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran  
dengan realisasinya, yang mencakup unsur-unsur pendapatan-LRA dan belanja  
selama periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2023.  
Realisasi Pendapatan Negara pada TA 2023 adalah berupa Pendapatan Negara  
Bukan Pajak sebesar Rp45.081.450.074,00 atau mencapai 119 persen dari estimasi  
pendapatan-LRA sebesar Rp38.024.500.000,00.  
Realisasi Belanja Negara pada TA 2023 adalah sebesar Rp62.333.000.952,00 atau  
mencapai 100 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp62.336.865.000,00.  
2. NERACA  
Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset, kewajiban, dan  
ekuitas pada 31 Desember 2023.  
Nilai Aset per 31 Desember 2023 dicatat dan disajikan sebesar Rp11.698.545.796,00  
yang terdiri dari Aset Lancar sebesar Rp276.550.328,00, Aset Tetap (netto setelah  
akumulasi penyusutan) sebesar Rp10.869.947.559,00 dan Aset Lainnya (netto  
setelah akumulasi penyusutan) sebesar Rp552.047.909,00.  
Nilai Kewajiban dan Ekuitas masing-masing sebesar Rp10.135.618.244,00 dan  
Rp1.562.927.552,00.  
1
3. LAPORAN OPERASIONAL  
Laporan Operasional menyajikan berbagai unsur pendapatan-LO, beban,  
surplus/defisit dari operasi, surplus/defisit dari kegiatan nonoperasional,  
surplus/defisit sebelum pos luar biasa, pos luar biasa, dan surplus/defisit-LO, yang  
diperlukan untuk penyajian yang wajar. Pendapatan-LO untuk periode sampai  
dengan 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp41.882.150.000,00, sedangkan  
jumlah beban adalah sebesar Rp63.338.464.374,00 sehingga terdapat Defisit dari  
Kegiatan Operasional senilai Rp(21.456.314.374,00). Kegiatan Non Operasional  
Defisit sebesar Rp(296.133.442,00) sehingga entitas mengalami Defisit-LO sebesar  
Rp(21.752.447.816,00).  
4. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS  
Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan informasi kenaikan atau penurunan ekuitas  
tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ekuitas pada tanggal 1  
Januari 2023 adalah sebesar Rp6.145.907.490,00 ditambah Defisit-LO sebesar  
Rp(21.752.447.816,00) kemudian ditambah dengan koreksi-koreksi senilai  
Rp(159.350.000,00)  
dan  
ditambah  
Transaksi  
Antar  
Entitas  
sebesar  
Rp17.328.817.878,00 sehingga Ekuitas entitas pada tanggal 31 Desember 2023  
adalah senilai Rp1.562.927.552,00.  
5. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN  
Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) menyajikan informasi tentang penjelasan  
atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan  
Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional dan Laporan Perubahan Ekuitas.  
Termasuk pula dalam CaLK adalah penyajian informasi yang diharuskan dan  
dianjurkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapan-  
pengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan  
keuangan.  
Dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaran untuk periode yang berakhir sampai  
dengan tanggal 31 Desember 2023 disusun dan disajikan berdasarkan basis kas.  
Sedangkan Neraca, Laporan Operasional dan Laporan Perubahan Ekuitas untuk  
Tahun Anggaran 2023 disusun dan disajikan dengan basis akrual.  
2
V. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN  
A. PENJELASAN UMUM  
A.1. Profil dan Kebijakan Teknis Deputi I Bidang Pengawasan Obat,  
Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif  
Profil dan  
Kebijakan  
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan  
Pengawas Obat dan Makanan sesuai:  
Teknis Deputi I  
Bidang  
Pengawasan  
Obat, Narkotika,  
Psikotropika,  
Prekursor, Dan  
Zat Adiktif  
Pasal 33  
(1) Untuk melaksanakan tugas teknis operasional dan/atau tugas teknis  
penunjang di lingkungan BPOM dapat dibentuk unit pelaksana teknis.  
(2) Unit pelaksana teknis dipimpin oleh kepala unit pelaksana teknis.  
Pasal 34  
Pembentukan unit pelaksana teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33  
ditetapkan oleh Kepala setelah mendapat persetujuan tertulis dari menteri  
yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang aparatur negara.  
Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 34 Peraturan Presiden Nomor 80  
Tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan dan Peraturan  
Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 13 Tahun 2022 tentang  
Perubahan atas Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 21  
Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Obat dan  
Makanan, ditetapkan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor  
19 Tahun 2023 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Di  
Lingkungan Badan Pengawas Obat Dan Makanan.  
Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan  
yang selanjutnya disingkat UPT BPOM adalah satuan kerja yang bersifat  
mandiri yang melaksanakan tugas teknis operasional tertentu dan/atau tugas  
teknis penunjang tertentu di bidang pengawasan obat dan makanan.  
Dalam melaksanakan tugasnya, UPT BPOM menyelenggarakan fungsi:  
a. penyusunan rencana, program, dan anggaran di bidang pengawasan  
Obat dan Makanan;  
b. pelaksanaan pemeriksaan fasilitas produksi Obat dan Makanan;  
c. pelaksanaan pemeriksaan fasilitas distribusi Obat dan Makanan dan  
fasilitas pelayanan kefarmasian;  
- 7 -  
d. pelaksanaan sertifikasi produk dan fasilitas produksi dan distribusi  
Obat dan Makanan;  
e. pelaksanaan sampling Obat dan Makanan;  
f. pelaksanaan pemantauan label dan iklan Obat dan Makanan; dan  
g. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Badan.  
Bagan Satuan Kerja Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif  
Renstra Satuan Kerja Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif memuat visi dan misi, tujuan, sasaran  
strategis, kebijakan, strategi, program, dan kegiatan pembangunan sesuai  
tugas dan fungsi Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, Dan Zat Adiktif untuk mencapai sasaran pembangunan nasional  
dan program prioritas Presiden.  
Visi Satuan Kerja Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, Dan Zat Adiktif Tahun 2019-2024  
Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan  
gotong royong, yaitu:  
- 8 -  
Misi Satuan Kerja Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, Dan Zat Adiktif sebagai berikut:  
1. Membangun SDM unggul terkait Obat dan Makanan dengan  
mengembangkan kemitraan bersama seluruh komponen bangsa dalam  
rangka peningkatan kualitas manusia Indonesia.  
2. Memfasilitasi percepatan pengembangan dunia usaha Obat dan  
Makanan dengan keberpihakan terhadap UMKM dalam rangka  
membangun struktur ekonomi yang produktif dan berdaya saing untuk  
kemandirian bangsa.  
3. Meningkatkan efektivitas pengawasan Obat dan Makanan serta  
penindakan kejahatan Obat dan Makanan melalui sinergi pemerintah  
pusat dan daerah dalam kerangka Negara Kesatuan guna perlindungan  
bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga.  
4. Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan terpercaya untuk  
memberikan pelayanan publik yang prima di bidang Obat dan Makanan.  
Pendekatan  
Penyusunan  
Laporan  
A.2. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan  
Laporan Keuangan Audited Tahun Anggaran 2023 ini merupakan laporan  
yang mencakup seluruh aspek keuangan yang dikelola oleh Deputi I Bidang  
Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif.  
Laporan Keuangan ini dihasilkan melaui Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu  
serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari  
pengumpulan data, pencatatan dan pengikhtisaran sampai dengan pelaporan  
posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga.  
Keuangan  
- 9 -  
Basis Akuntansi  
A.3. Basis Akuntansi  
Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan  
Zat Adiktif menerapkan basis akrual dalam penyusunan dan penyajian  
Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas. Basis akrual  
adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa  
lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi, tanpa memperhatikan  
saat kas atau setara kas diterima atau dibayarkan.  
Sedangkan Laporan Realisasi Anggaran disusun dan disajikan dengan basis  
kas. Basis kas adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi  
atau peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.  
Hal ini sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang Pererintah Nomor  
71 Tahun 2020 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan perubahannya.  
Dasar  
A.4. Dasar Pengukuran  
Pengukuran  
Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan  
memasukkan setiap pos dalam laporan keuangan. Dasar pengukuran yang  
diterapkan Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, Dan Zat Adiktif dalam penyusunan dan penyajian Laporan  
Keuangan adalah dengan menggunakan nilai perolehan historis.  
Aset dicatat sebesar pengeluaran/penggunaan sumber daya ekonomi atau  
sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aset  
tersebut. Kewajiban dicatat sebesar nilai wajar sumber daya ekonomi yang  
digunakan pemerintah untuk memenuhi kewajiban yang bersangkutan.  
Pengukuran pos-pos laporan keuangan menggunakan mata uang rupiah.  
Transaksi yang menggunakan mata uang asing dikonversi terlebih dahulu dan  
dinyatakan dalam mata uang rupiah.  
Kebijakan  
Akuntansi  
A.5. Kebijakan Akuntansi  
Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2023 telah  
mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Kebijakan akuntansi  
merupakan prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi konvensi, aturan-aturan,  
dan praktik-praktik spesifik yang dipilih oleh suatu entitas pelaporan dalam  
penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Kebijakan akuntansi yang  
diterapkan dalam laporan keuangan ini adalah merupakan kebijakan yang  
ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan yang merupakan entitas  
pelaporan dari Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
- 10 -  
Prekursor, Dan Zat Adiktif. Disamping itu, dalam penyusunannya telah  
diterapkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan  
pemerintahan.  
Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan  
sesuai Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) dan Peraturan Kepala Badan  
POM Nomor 23 tahun 2023 tentang Kebijakan Akuntansi di Lingkungan  
Badan Pengawas Obat dan Makanan, sebagai berikut:  
Pendapatan-  
LRA  
(1) Pendapatan- LRA  
Pendapatan-LRA diakui pada saat kas diterima pada Kas Umum Negara  
(KUN).  
ï‚· Akuntansi pendapatan-LRA dilaksanakan berdasarkan azas bruto,  
yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat  
jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).  
ï‚· Pendapatan-LRA disajikan menurut klasifikasi sumber pendapatan.  
Pendapatan-LO  
(2) Pendapatan- LO  
Pendapatan-LO diakui pada saat timbulnya hak atas pendapatan  
dan/atau pendapatan direalisasikan, yaitu adanya aliran masuk sumber  
daya ekonomi.  
Secara khusus pengakuan pendapatan-LO pada Deputi I Bidang  
Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif  
adalah sehagai berikut:  
a. Pengakuan pendapatan berdasarkan kemajuan pekerjaan dan  
termin adalah pendapatan yang diakui sesuai dengan kemajuan  
pekerjaan dan termin.  
Pengakuan berdasarkan kemajuan pekerjaan atau termin sesuai  
dengan bisnis proses masing-masing jasa layanan yaitu sebagai  
berikut:  
1. Pendapatan jasa/layanan Pendaftaran dan Evaluasi Obat  
dan Produk Biologi :  
1) pendapatan diakui sebesar 25 (dua puluh lima) persen  
dari tarif apabila berkas/data pra registrasi yang telah  
memenuhi persyaratan telah diterima olah Badan POM,  
dengan output berupa tanda terima berkas yang telah  
diberi nomor ID.  
- 11 -  
2) pendapatan diakui sebesar 75 (tujuh puluh lima) persen  
dari tarif apabila berkas/data telah dievaluasi oleh  
evaluator dan dibahas oleh KOMNAS, dengan output  
berupa hasil evaluasi;  
3) pendapatan diakui sebesar 100 (seratus) persen apabila  
jasa/layanan telah diterima oleh pengguna layanan yaitu  
berupa:  
- hasil pra registrasi; atau  
- persetujuan nomor izin edar; atau  
- persetujuan (approvable letter); atau  
- persetujuan impor dalam bentuk ruahan; atau  
- persetujuan impor khusus ekspor; atau  
- persetujuan khusus ekspor; atau  
- persetujuan registrasi variasi berupa persetujuan izin  
edar atau surat persetujuan perubahan yang  
merupakan adendum dari persetujuan izin edar yang  
telah diterbitkan.  
- penolakan.  
2. Pendapatan layanan jasa Inspeksi sarana produk impor pada  
evaluasi dokumen hasil inspeksi luar negeri:  
- Pendapatan diakui sebesar 50 (lima puluh) persen dari tarif  
apabila pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi CAPA telah  
dilakukan oleh Badan POM, dengan output berupa hasil  
evaluasi;  
- Pendapatan layanan jasa diakui sebesar 100 (seratus)  
persen dari tarif pada saat surat persetujuan/ penolakan  
diterbitkan.  
3. Sertifikasi dan/atau Resertifikasi CDOB, CPOB, CPPOB,  
Sertifikasi Higiene dan Sanitasi (HS) dan Surat Persetujuan  
Pendaftaran Produsen Bahan Tambahan Pangan, CPOTB,  
CPKB dan CPBBAOB  
- Pendapatan diakui sebesar 25 (dua puluh lima) persen dari  
tarif apabila berkas yang telah memenuhi persyaratan  
diterima oleh Badan POM, dengan output berupa tanda  
- 12 -  
terima berkas, surat perintah bayar atau dokumen lainnya;  
- Pendapatan diakui sebesar 75 (tujuh puluh lima) persen  
dari tarif apabila dalam tahap Monitoring dan Evaluasi  
CAPA, dengan output berupa hasil evaluasi;  
- Pendapatan diakui sebesar 100 (seratus) persen dari tarif  
bila:  
i. sertifikat diterbitkan berupa sertifikat CDOB, CPOB,  
CPPOB, Sertifikasi Higiene dan Sanitasi (HS) dan Surat  
Persetujuan Pendaftaran Produsen Bahan Tambahan  
Pangan, CPOTB, CPKB dan CPBBAOB dan atau surat  
penolakan;  
ii. Surat Pembatalan dari pihak ketiga.  
Akuntansi pendapatan-LO dilaksanakan herdasarkan azas bruto,  
yaitu dengan memhukukan penerimaan hruto, dan tidak  
mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan  
pengeluaran). Pendapatan disajikan menurut klasifikasi sumher.  
Belanja  
(3) Belanja  
ï‚· Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUN.  
ï‚· Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran, pengakuan  
belanja terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran  
tersebut disahkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara  
(KPPN).  
ï‚· Belanja disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja dan  
selanjutnya klasifikasi berdasarkan organisasi dan fungsi akan  
diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.  
Beban  
(4) Beban  
ï‚· Beban diakui pada saat timbulnya kewajiban; terjadinya konsumsi  
aset; terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa.  
ï‚· Beban disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja dan  
selanjutnya klasifikasi berdasarkan organisasi dan fungsi diungkapkan  
dalam Catatan atas Laporan Keuangan.  
- 13 -  
(5) Aset  
Aset  
Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar, Aset Tetap dan Aset Lainnya.  
Aset Lancar  
Aset Lancar  
ï‚·
Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal. Kas  
dalam bentuk valuta asing disajikan di neraca dengan  
menggunakan kurs tengah BI pada tanggal neraca.  
ï‚·
Piutang diakui apabila menenuhi kriteria sebagai berikut:  
a. Piutang yang timbul dari Tuntutan Perbendaharaan/Ganti Rugi  
apabila telah timbul hak yang didukung dengan Surat  
Keterangan Tanggung Jawab Mutlak dan/atau telah  
dikeluarkannya surat keputusan yang mempunyai kekuatan  
hukum tetap.  
b. Piutang yang timbul dari perikatan diakui apabila terdapat  
peristiwa yang menimbulkan hak tagih dan didukung dengan  
naskah perjanjian yang menyatakan hak dan kewajiban secara  
jelas serta jumlahnya bisa diukur dengan andal  
ï‚·
Piutang disajikan dalam neraca pada nilai yang dapat direalisasikan  
(net realizable value). Hal ini diwujudkan dengan membentuk  
penyisihan piutang tak tertagih. Penyisihan tersebut didasarkan  
atas kualitas piutang yang ditentukan berdasarkan jatuh tempo dan  
upaya penagihan yang dilakukan pemerintah. Kualitas piutang  
didasarkan pada kondisi masing-masing piutang pada tanggal  
pelaporan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor:  
207/PMK.06/2019 Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan  
Nomor 69/PMK.06.2014 tentang Penentuan Kualitas Piutang dan  
Pembentukan Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada  
Kementerian/Lembaga dan Bendahara Umum Negara. Kriteria  
kualitas piutang diatur sebagai berikut:  
- 14 -  
Tabel 1.  
Kriteria Kualitas Piutang Piutang  
Kualitas  
Piutang  
Uraian  
Penyisihan  
Lancar  
Belum dilakukan pelunasan s.d tanggal  
jatuh tempo  
0.5%  
Kurang Lancar  
Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat  
10%  
Tagihan  
Pertama  
tidak  
dilakukan  
pelunasan  
Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat  
Tagihan Kedua tidak dilakukan pelunasan  
50%  
Diragukan  
Macet  
100%  
1. Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat  
Tagihan  
Ketiga  
tidak  
dilakukan  
pelunasan  
2. Piutang telah diserahkan kepada Panitia  
Urusan Piutang Negara/DJKN  
ï‚·
ï‚·
Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang akan jatuh tempo 12 (dua belas)  
bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai Bagian Lancar  
TPA/TGR.  
Nilai Persediaan dicatat berdasarkan hasil inventarisasi fisik pada  
tanggal neraca dikalikan dengan:  
a) harga pembelian terakhir, apabila diperoleh dengan  
pembelian;  
b) harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri;  
c) harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh  
dengan cara lainnya.  
- 15 -  
ï‚·
Persediaan merupakan aset yang berupa:  
1. Barang atau perlengkapan (supplies) yang digunakan dalam  
rangka kegiatan operasional pemerintah, contoh:  
a. Barang Habis Pakai seperti Alat Tulis Kantor, Barang  
Cetakan (leaflet, brosur dll), Reagensia, Suku Cadang, Baku  
Pembanding, Hewan Percobaan;  
b. Barang Tak Habis Pakai seperti Alat Gelas (Glassware); dan  
c. Barang Bekas Pakai seperti komponen bekas.  
2. Bahan atau perlengkapan (supplies) yang akan digunakan dalam  
proses produksi, contoh : bahan baku untuk pembuatan baku  
pembanding.  
3. Barang dalam proses produksi yang dimaksudkan untuk  
digunakan untuk mendukung kegiatan pemerintah, untuk dijual  
atau untuk diserahkan kepada masyarakat, contoh : baku  
pembanding yang masih dalam proses produksi. Yang dimaksud  
dengan barang dalam proses produksi adalah barang yang  
masih dalam proses pengujian sampai proses pengemasan.  
4. Barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada  
masyarakat dalam rangka kegiatan pemerintahan.  
Sesuai dengan Keputusan Kepala Badan POM Nomor 3 Tahun 2023  
tentang Petunjuk Teknis Akuntansi Persediaan di Lingkungan Badan  
Pengawas Obat dan Makanan dikecualikan sebagai Persediaan berupa  
Arsip Sampel di Lingkungan Badan POM karena merupakan item yang  
diperoleh atau dibeli dalam satu rangkaian pengujian suatu produk yang  
sebagian item disimpan untuk keperluan dokumentasi (retain sample).  
Oleh karena Arsip Sampel tersebut bukan merupakan barang atau  
perlengkapan yang memiliki nilai ekonomis untuk digunakan/dikonsumsi  
dalam rangka kegiatan operasional entitas atau untuk dijual/diserahkan  
ke masyarakat, maka Arsip Sampel tidak memenuhi kriteria pengakuan  
sebagai Persediaan dan dicatat sebagai Beban pada saat  
perolehannya. Namun untuk menjaga tata kelola yang baik, maka Arsip  
- 16 -  
Sampel agar dibukukan ulang dalam catatan manual sebagai bentuk  
pertanggungjawaban secara manajerial.  
ï‚·
Persediaan disajikan sebesar :  
1. Biaya perolehan apabila diperoleh dengan pembelian. Biaya  
perolehan persediaan meliputi:  
a. Harga pembelian  
b. Biaya pengangkutan  
c. Biaya penanganan  
d. Biaya lainnya yang secara langsung dapat dibebankan pada  
perolehan persediaan termasuk pajak.  
2. Hal yang mengurangi biaya perolehan persediaan:  
a. Potongan harga  
b. Rabat dan lainnya yang serupa.  
c. Harga Pokok Produksi digunakan apabila persediaan  
diperoleh dengan memproduksi sendiri. Harga Pokok  
Produksi (HPP) terdiri dari biaya langsung yang terkait  
dengan persediaan yang diproduksi dan biaya tidak langsung  
yang dialokasikan dengan secara sistematis.  
3. Nilai Wajar digunakan apabila persediaan diperoleh dari cara lain  
seperti donasi yang tidak diperoleh harga perolehannya. Nilai  
wajar yang dimaksud dapat menggunakan harga pasar atau  
estimasi yang ditentukan oleh Badan POM sesuai dengan  
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah No. 05 Akuntansi  
Persediaan.  
ï‚·
Persediaan alat gelas laboratorium adalah peralatan laboratorium  
yang terbuat dari kaca, plastik atau bahan lainnya yang digunakan  
untuk keperluan laboratorium. Alat gelas yang diakui sebagai  
persediaan meliputi:  
a. Alat gelas berupa alat ukur kuantitatif diantaranya:  
1) alat gelas yang masih ada di gudang  
2) alat gelas di laboratorim yang belum digunakan  
3) alat gelas di laboratorium yang sudah digunakan dan masih  
dalam keadaan baik.  
b. Alat gelas berupa alat ukur kualitatif diantaranya:  
1) Alat gelas yang masih ada di gudang,  
- 17 -  
2) Alat gelas di laboratorium yang belum digunakan.  
Nilai persediaan dicatat berdasarkan hasil inventarisasi fisik pada  
tanggal neraca dikalikan dengan:  
ï‚·
1) Harga pembelian terakhir, apabila diperoleh dengan pembelian.  
2) Harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri.  
3) Harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh  
dengan cara lainnya.  
Aset Tetap  
Aset Tetap  
ï‚·
Nilai Aset tetap disajikan berdasarkan harga perolehan atau harga  
wajar.  
ï‚·
Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan minimum  
kapitalisasi sebagai berikut:  
a. Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin dan  
peralatan olahraga yang nilainya sama dengan atau lebih dari  
Rp1.000.000 (satujuta rupiah);  
b. Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang sama dengan  
atau lebih dari Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah);  
c. Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai minimum  
kapitalisasi tersebut di atas, diperlakukan sebagai biaya,  
kecuali pengeluaran untuk tanah, jalan/irigasi jaringan, dan aset  
tetap lainnya berupa koleksi perpustakaan dan barang bercorak  
kesenian.  
ï‚·
ï‚·
Aset Tetap yang tidak digunakan dalam kegiatan operasional  
pemerintah yang disebabkan antara lain karena aus, ketinggalan  
zaman, tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi yang makin  
berkembang, rusak berat, tidak sesuai dengan rencana umum tata  
ruang (RUTR), atau masa kegunaannya telah berakhir  
direklasifikasi ke Aset Lain-lain pada pos Aset Lainnya.  
Aset tetap yang secara permanen dihentikan penggunaannya,  
dikeluarkan dari neraca pada saat ada usulan penghapusan dari  
entitas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di bidang  
pengelolaan BMN.  
- 18 -  
Penyusutan Aset Tetap  
Penyusutan  
Aset Tetap  
ï‚·
Penyusutan aset tetap adalah penyesuaian nilai sehubungan  
dengan penurunan kapasitas dan manfaat dari suatu aset tetap.  
Penyusutan aset tetap tidak dilakukan terhadap :  
a. Tanah;  
ï‚·
b. Konstruksi dalam Pengerjaan (KDP); dan  
c. Aset Tetap yang dinyatakan hilang berdasarkan dokumen  
sumber sah atau dalam kondisi rusak berat dan/ atau usang  
yang telah diusulkan kepada Pengelola Barang untuk dilakukan  
penghapusan.  
ï‚·
ï‚·
Penghitungan dan pencatatan Penyusutan Aset Tetap dilakukan  
setiap akhir semester tanpa memperhitungkan adanya nilai residu.  
Penyusutan Aset Tetap dilakukan dengan menggunakan metode  
garis lurus yaitu dengan mengalokasikan nilai yang dapat  
disusutkan dari Aset Tetap secara merata setiap semester selama  
Masa Manfaat.  
ï‚·
Masa Manfaat Aset Tetap ditentukan dengan berpedoman  
Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 295/KMK.6/2019 tentang  
Tabel Masa Manfaat Dalam Rangka Penyusutan Barang Milik  
Negara berupa Aset Tetap pada Entitas Pemerintah Pusat. Secara  
umum tabel masa manfaat adalah sebagai berikut:  
Tabel 2  
Penggolongan Masa Manfaat Aset Tetap  
Kelompok Aset Tetap  
Masa Manfaat  
2 s.d. 20 tahun  
10 s.d. 50 tahun  
5 s.d 40 tahun  
4 tahun  
Peralatan dan Mesin  
Gedung dan Bangunan  
Jalan, Jaringan dan Irigasi  
Alat Tetap Lainnya (Alat Musik Modern)  
Piutang Jangka Panjang  
Piutang Jangka  
Panjang  
ï‚·
Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang diharapkan  
dijadwalkan akan diterima dalamjangka waktu lebih dari 12 (dua  
belas) bulan setelah tanggal pelaporan.  
- 19 -  
ï‚·
Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR)  
dinilai berdasarkan nilai nominal dan disajikan sebesar nilai yang  
dapat direalisasikan.  
Aset Lainnya  
Aset Lainnya  
ï‚·
Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar, aset  
tetap, dan piutang jangka panjang. Termasuk dalam Aset  
Lainnya adalah aset tak berwujud, tagihan penjualan angsuran  
yang jatuh tempo lebih dari 12 (dua belas) bulan, aset  
kerjasama dengan pihak ketiga (kemitraan), dan kas yang  
dibatasi penggunaannya.  
ï‚·
Aset Tak Berwujud (ATB) merupakan aset yang dapat  
diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki  
untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa atau  
digunakan untuk tujuan lainnya termasuk ha katas kekayaan  
intelektual.  
ï‚·
ï‚·
Aset Tak Berwujud (ATB) disajikan sebesar nilai tercatat neto  
yaitu sebesar harga perolehan setelah dikurangi akumulasi  
amortisasi.  
Amortisasi ATB dengan masa manfaat terbatas dilakukan  
dengan metode garis lurus dan nilai sisa nihil. Sedangkan atas  
ATB dengan masa manfaat tidak terbatas tidak dilakukan  
amortisasi.  
ï‚· Masa Manfaat Aset Tak Berwujud ditentukan dengan  
berpedoman Keputusan Menteri Keuangan Nomor:  
81/KM.6/2018 tentang perubahan atas KMK Nomor  
620/KM.6/2021 tentang Masa Manfaat Dalam Rangka  
Amortisasi Barang Milik Negara berupa Aset Tak Berwujud  
pada Entitas Pemerintah Pusat. Di Badan POM Amortisasi  
yang ada yaitu Software Komputer deangan masa manfaat  
selama 4 tahun.  
- 20 -  
Tabel 3  
Penggolongan Masa Manfaat Aset Tak Berwujud  
Kelompok Aset Tetap  
Sofware Komputer  
Masa Manfaat  
4 tahun  
5 tahun  
Franchise  
Lisensi, Hak Paten Sederhana, Merk,  
Desain Industri, Rahasia Dagang, Desain  
Tata Letak Sirkuit Terpadu  
10 tahun  
20 tahun  
25 tahun  
Hak Ekonomi Lembaga Penyiaran, Paten  
Biasa, Perlindungan Varietas Tanaman  
Semusim  
Hak Cipta Karya Seni Terapan,  
Perlindungan  
Tahunan  
Varietas  
Tanaman  
Hak Cipta atas Ciptaan Gol.II, Hak  
Ekonomi Pelaku Pertunjukan, Hak  
Ekonomi Produser Fonogram  
50 tahun  
70 tahun  
Hak Cipta atas Ciptaan Gol.I  
ï‚·
Aset Lain-Lain berupa aset tetap pemerintah yang dihentikan  
dari penggunaan operasional entitas, disajikan sebesar harga  
perolehan dikurangi akumulasi penyusutan.  
Kewajiban  
(6) Kewajiban  
ï‚·
Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang  
penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi  
pemerintah.  
ï‚·
Kewajiban pemerintah diklasifikasikan kedalam kewajiban jangka  
pendek dan kewajiban jangka panjang.  
a. Kewajiban Jangka Pendek  
Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek  
jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua  
belas bulan setelah tanggal pelaporan.  
Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga,  
- 21 -  
Belanja yang Masih Harus Dibayar, Pendapatan Diterima di Muka,  
Bagian Lancar Utang Jangka Panjang, dan Utang Jangka Pendek  
Lainnya.  
b. Kewajiban Jangka Panjang  
Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika  
diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari  
dua belas bulan setelah tanggal pelaporan.  
ï‚·
Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal, yaitu sebesar nilai kewajiban  
pemerintah pada saat pertama kali transaksi berlangsung, sesuai  
dengan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah No 09 Akuntansi  
Kewajiban.  
Ekuitas  
(7) Ekuitas  
Ekuitas merupakan merupakan selisih antara aset dengan kewajiban  
dalam satu periode. Pengungkapan lebih lanjut dari ekuitas disajikan  
dalam Laporan Perubahan Ekuitas.  
- 22 -  
B. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN  
Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekusor, Dan Zat  
Adiktif memperoleh alokasi anggaran Tahun Anggaran 2023 sebesar  
Rp62.336.865.000,00.  
Selama periode berjalan, Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif telah mengadakan 13 (Tiga Belas) kali  
revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari DIPA awal. Hal ini  
disebabkan oleh adanya perubahan kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan  
situasi serta kondisi pada saat pelaksanaan.  
Rincian dari Revisi DIPA tersebut adalah sebagai berikut:  
1. Revisi Pertama pada tanggal 19 Desember 2022 menindaklanjuti Surat  
Edaran Kementerian Keuangan Republik Indonesia No S-1040/MK.02/2021  
tanggal 9 Desember 2022 tema revisi dalam hal Automatic Adjustment tahap  
pertama sesuai dengan surat usulan Satker Deputi  
PR.03.03.31.3123.12.22.1004 tanggal 19 Desember 2022.  
I
No. B-  
2. Revisi kedua pada tanggal 14 Februari 2023 tema revisi hal III DIPA,  
perubahan Rencana Penarikan Dana Halaman III dengan surat usulan  
Satker Deputi I No. B- PR.03.03.31.3123.05.22.402 tanggal 14 Februari 2023  
3. Revisi ketiga pada tanggal 13 April 2023 tema pergeseran anggaran dalam  
hal pagu anggaran tetap dan revisi administrasi dengan surat usulan Satker  
Deputi I No. B- PR.03.03.31.312.04.23.40 tanggal 13 April 2023.  
4. Revisi keempat pada tanggal 6 Juni 2023 tema revisi penambahan anggaran  
untuk kegiatan Peningkatan Penyelenggaraan Kerjasama dan Harmonisasi di  
Bidang Obat, NAPPZA (SEARN) sesuai dengan surat usulan Satker Deputi I  
No. B-PR.03.03.31.312.06.23.41 tanggal 6 Juni 2023.  
5. Revisi kelima pada tanggal 14 Juli 2023 tema usulan revisi DIPA  
pemanfaatan Kembali anggaran automatic adjustment TA 2023 dengan surat  
usulan Satker Deputi I No. B- PR. 05.03.31.312.06.23.53 tanggal 22 Juni  
2023.  
6. Revisi keenam pada tanggal 27 Juli 2023 tema revisi hal III DIPA, perubahan  
rencana penarikan Dana Halaman III dan revisi administrasi dengan surat  
usulan Satker Deputi I No. B-PR.05.03.31.315.07.23.60 tanggal 25 Juli 2023.  
7. Revisi ketujuh pada tanggal 5 September 2023 tema revisi usulan revisi  
penambahan pagu anggaran hibah luar negeri langsung dalam bentuk uang  
dan revisi administrasi dengan surat usulan Satker Deputi I No. B-  
PR.05.03.31.315.08.23.72 tanggal 31 Agustus 2023.  
- 26 -  
8. Revisi kedelapan pada tanggal 13 Oktober 2023 tema revisi Hal III DIPA,  
perubahan rencana penarikan Dana Halaman III dan revisi administrasi  
dengan surat usulan Satker Deputi I No. B-PR.05.03.31.315.10.23.90 tanggal  
12 Oktober 2023.  
9. Revisi kesembilan pada tanggal 1 November 2023 tema revisi Penambahan  
anggaran dalam rangka pagu anggaran berubah lainnya dan revisi  
administrasi dengan  
surat  
usulan  
Satker  
Deputi  
I
No.B-PR.  
05.03.31.315.10.23.92 tanggal 25 Oktober 2023.  
10.Revisi kesepuluh pada tanggal 22 November 2023 tema revisi Hal III DIPA  
dan revisi administrasi dengan surat usulan Satker Deputi I No. B-PR.  
05.03.31.315.11.23.99 tanggal 21 November 2023.  
11.Revisi kesebelas pada tanggal 8 Desember 2023 tema revisi Penyesuaian  
target dan revisi administrasi dengan surat usulan Satker Deputi I No. B-PR.  
05.03.31.315.11.23.100 tanggal 23 November 2023.  
12.Revisi keduabelas pada tanggal 21 Desember 2023 tema revisi Pemutakhiran  
data dan administrasi dengan surat usulan Satker Deputi I No. B-PR.  
05.03.31.315.12.23.103 tanggal 20 Desember 2023.  
13.Revisi ketigabelas pada tanggal 27 Desember 2023 tema revisi Penambahan  
pagu hibah luar negeri langsung dan revisi administrasi dengan surat usulan  
Satker Deputi I No. B-PR.05.03.31.315.12.23.107 tanggal 22 Desember 2023.  
Anggaran awal dan anggaran setelah revisi dapat dilihat pada tabel berikut  
ini:  
Tabel 4  
Rincian Perubahan DIPA Tahun Anggaran 2023  
TA 2023  
ANGGARAN  
ANGGARAN  
Uraian  
AWAL  
SETELAH REVISI  
Pendapatan  
Penerimaan Negara Bukan Pajak  
Jumlah Pendapatan  
Belanja  
Rp  
38.024.500.000 Rp  
38.024.500.000  
Rp  
38.024.500.000 Rp  
38.024.500.000  
Belanja Barang  
Rp  
Rp  
Rp  
55.388.664.000 Rp  
2.560.778.000 Rp  
57.949.442.000 Rp  
60.072.303.000  
2.264.562.000  
62.336.865.000  
Belanja Modal  
Jumlah Belanja  
Terjadi kenaikan pagu anggaran terutama pagu anggaran belanja jasa lainnya  
sebesar Rp4.038.904.000,00, belanja perjalanan dinas paket meeting dalam kota  
sebesar Rp9.731.217.000,00, belanja perjalanan dinas paket meeting luar kota  
sebesar Rp15.577.226.000,00, yang terjadi karena adanya perubahan kegiatan  
- 27 -  
sesuai dengan kebutuhan dan situasi serta kondisi pada saat pelaksanaan dan  
juga di karenakan adanya penambahan pagu anggaran di TA 2023.  
Realisasi  
B.1 Pendapatan  
Pendapatan  
Rp45.081.450.074,  
00  
Realisasi Pendapatan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023  
adalah sebesar Rp45.081.450.074,00 atau mencapai 119 persen dari estimasi  
pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp38.024.500.000,00. Pendapatan Deputi  
Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor Dan Zat Adiktif  
terdiri dari Pendapatan dari Pemindahtanganan BMN Lainnya dan Pendapatan  
Jasa Pengawasan Obat dan Makanan. Rincian estimasi pendapatan dan  
realisasinya adalah sebagai berikut:  
Tabel 5  
Rincian Estimasi dan Realisasi Pendapatan TA.2023  
TA 2023  
Akun  
Uraian  
% Real  
Angg.  
Estimasi  
Realisasi  
425129 Pendapatan dari Pemindahtanganan BMN Lainnya  
425321 Pendapatan Jasa Pengawasan Obat dan Makanan  
Rp  
-
Rp  
47.000.074  
N/A  
118,44  
Rp 38.024.500.000 Rp 45.034.450.000  
Jumlah  
Rp 38.024.500.000 Rp 45.081.450.074  
118,56  
Realisasi Pendapatan Per 31 Desember 2023 mengalami penurunan  
dibandingkan Per 31 Desember 2022 sebesar 2,77 persen di karenakan  
turunnya nilai estimasi pendapatan pada Deputi Bidang Pengawasan Obat,  
Narkotika, Psikotropika, Prekursor Dan Zat Adiktif di TA 2023.  
Tabel 6  
Perbandingan Realisasi Pendapatan TA.2023 dan 2022  
REALISASI  
TA.2023  
REALISASI  
TA.2022  
NAIK (TURUN)  
%
AKUN  
URAIAN  
Rp  
88.502.777  
(88,30)  
(2,65)  
28,57  
N/A  
425129 Pendapatan dari Pemindahtanganan BMN Lainnya  
425321 Pendapatan Jasa Pengawasan Obat dan Makanan  
425321 Pengembalian Pendapatan Jasa POM  
Rp  
47.000.074  
Rp 46.235.250.000  
Rp 45.041.450.000  
Rp  
Rp  
(5.000.000)  
12.870.000  
Rp  
Rp  
(7.000.000)  
-
425912 Penerimaan Kembali Belanja Barang TAYL  
Jumlah  
Rp 45.081.450.074 Rp 46.331.622.777  
(2,77)  
ï‚·
Pendapatan  
dari  
Pemindahtanganan  
BMN  
Lainnya  
senilai  
Rp47.000.074,00 terdiri dari:  
NTPN/  
URAIAN  
Tanggal  
Nilai  
No. BAST Lelang  
Pendapatan dari penjualan peralatan dan Mesin 172DB61QUQB8M61I/  
(Kendaran Bermotor) 68/28/2023  
Jumlah  
3 Februari 2023/  
2 Februari 2023  
Rp 47.000.074  
Rp 47.000.074  
- 28 -  
ï‚·
Pendapatan Jasa Pengawasan Obat dan Makanan senilai  
Rp45.041.450.000,00 berupa pendapatan PNBP Fungsional terdiri dari:  
Jasa Registrasi  
Pendaftaran  
Notifikasi dan  
Evaluasi  
Jasa Inspeksi  
Sarana Produksi  
Nama Unit  
Realisasi  
Jasa Sertifikasi  
Direktorat Pengawasan Distribusi  
dan Pelayanan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, dan Prekursor  
Rp  
Rp  
6.384.500.000 Rp  
-
Rp  
-
-
Rp 6.384.500.000  
Rp 2.041.050.000  
Direktorat Pengawasan Keamanan,  
Mutu, dan Ekspor Impor Obat,  
Narkotika, Psikotropika, Prekursor  
dan Zat Adiktif  
2.634.050.000 Rp  
2.324.400.000 Rp  
593.000.000 Rp  
Direktorat Pengawasan Produksi  
Obat, Narkotika, Psikotropika, dan  
Prekursor  
Rp  
Rp  
Rp  
-
Rp 620.000.000 Rp 1.704.400.000  
Direktorat Registrasi Obat  
33.698.500.000 Rp 33.343.500.000 Rp  
-
Rp  
355.000.000  
Total  
45.041.450.000  
ï‚·
Pengembalian Pendapatan Jasa Pengawasan Obat dan Makanan senilai  
Rp7.000.000,00 merupakan pengembalian Jasa Sertifikasi CDOB  
dikarenakan kesalahan dalam memilih kategori dengan Nomor SP2D  
231751301055139 Tanggal 11 Desember 2023.  
Realisasi Belanja  
B.2. Belanja  
Negara  
Realisasi Belanja Per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp62.333.000.952,00  
atau 99,99 persen dari anggaran belanja sebesar Rp62.336.865.000,00. Rincian  
anggaran dan realisasi belanja Per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:  
Rp62.333.000.952,0  
0
Tabel 7  
Rincian Estimasi dan Realisasi Belanja TA.2023  
TA.2023  
URAIAN  
%Real  
Angg.  
Anggaran  
Realisasi  
Rp 60.159.526.841  
Rp 2.264.061.321  
Rp 62.423.588.162  
100,15  
99,98  
Belanja Barang  
Belanja Modal  
Rp 60.072.303.000  
Rp 2.264.562.000  
Rp 62.336.865.000  
100,14  
(100,00)  
99,99  
Total Belanja Kotor  
Pengembalian Belanja  
Jumlah  
Rp  
-
Rp  
(90.587.210)  
Rp 62.336.865.000 Rp 62.333.000.952  
- 29 -  
Komposisi anggaran dan realisasi belanja dapat dilihat dalam grafik berikut ini:  
Tabel 8  
Komposisi Anggaran dan Realisasi TA.2023  
70.000.000.000  
60.000.000.000  
50.000.000.000  
40.000.000.000  
30.000.000.000  
20.000.000.000  
10.000.000.000  
-
Belanja Barang  
Anggaran  
Belanja Modal  
Realisasi  
Realisasi Belanja Per 31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar 35,15  
persen dibandingkan realisasi belanja pada tahun sebelumnya. Hal ini  
disebabkan antara lain karena bertambahnya Pagu Belanja TA.2023  
dibandingkan Pagu Belanja TA.2022, sehingga mengakibatkan meningkatnya  
besaran realisasi.  
Tabel 9  
Perbandingan Realisasi Belanja TA.2023 dan 2022  
NAIK  
(TURUN)  
%
REALISASI  
TA.2023  
REALISASI  
TA.2022  
URAIAN  
38,82  
Belanja Barang  
Belanja Modal  
Jumlah  
Rp 60.068.939.631 Rp 43.270.168.347  
Rp 2.264.061.321 Rp 2.852.599.530  
Rp 62.333.000.952 Rp 46.122.767.877  
(20,63)  
35,15  
Belanja Barang  
Rp60.068.939.631,  
00  
B.3 Belanja Barang  
Realisasi Belanja Per 31 Desember 2023 dan 2022 adalah masing-masing  
sebesar Rp60.068.939.631,00 dan Rp43.270.168.347,00. Realisasi Belanja  
Barang Per Per 31 Desember 2023 mengalami kenaikan dari Realisasi Belanja  
Barang Per Per 31 Desember 2022. Hal ini antara lain disebabkan karena  
bertambahnya pagu belanja di TA.2023 di bandingkan TA.2022 dan target  
realisasi setiap triwulan yang berdampak pada nilai IKPA sehingga berdampak  
pada besarnya realisasi Belanja Barang terutama kenaikan realisasi Belanja  
Perjalanan Dalam Negeri, Belanja Barang Non Operasional dan Belanja Luar  
Negeri.  
- 30 -  
Tabel 10  
Perbandingan Belanja Barang TA.2023 dan 2022  
Uraian  
TA.2023 (Rp)  
385.078.597 Rp  
TA.2022 (Rp)  
393.409.465  
Naik/(Turun) %  
(2,12)  
Belanja Barang Persediaan Rp  
Belanja Barang Operasional Rp  
984.870.736 Rp  
2.880.056.293  
(65,80)  
Belanja Barang Non  
Rp  
9.013.458.516 Rp  
5.249.647.008  
71,70  
Operasional  
Belanja Jasa  
Rp  
Rp  
8.486.288.272 Rp  
438.966.675 Rp  
8.687.269.201  
295.862.977  
(2,31)  
48,37  
Belanja Pemeliharaan  
Belanja Perjalanan Dalam  
Negeri  
Rp  
Rp  
38.301.780.487 Rp  
2.549.083.558 Rp  
24.342.391.185  
1.421.961.196  
57,35  
79,27  
Belanja Perjalanan Luar  
Negeri  
Rp  
60.159.526.841 Rp  
43.270.597.325  
39,03  
Jumlah Belanja Bruto  
Pengembalian Belanja  
Barang  
Rp  
(90.587.210) Rp  
(428.978)  
21.016,98  
Jumlah Belanja Neto  
Rp  
60.068.939.631 Rp  
43.270.168.347  
38,82  
Realisasi Pengembalian Belanja Barang Per 31 Desember 2023 sebesar  
Rp90.587.210,00 dengan rincian sebagai berikut:  
Tabel 11  
Pengembalian Belanja Barang TA.2023  
Uraian  
Nilai  
NTPN  
Tanggal  
Pengembalian Belanja  
Perjalanan Biasa  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
155  
26.297.064  
40.000  
8.000  
610001GAB6P1CQ3B  
210F58JM9RNO1UQH  
EB4AB0JSRCLSUTU4  
0B3BF7N8Q1907A5A  
280355UDQC6LE4V4  
BA714520AHK8IAHR  
2885945IQN51BSH0  
CBF6E1GAB7DS4VB7  
A1D152CNR20CN8SO  
54D3F1GAB7JEIUAD  
D2A3D6QT6OCFT2SN  
A6DBF2CPNJGHS2EG  
2783E7NAMIUSA2I4  
CFE1C3977ET5JV13  
C0FD01GC7PR2M5L3  
17 Februari 2023  
5 Juni 2023  
28 Juli 2023  
28 Juli 2023  
170  
11 Agustus 2023  
11 Agustus 2023  
20 September 2023  
20 September 2023  
20 September 2023  
3 November 2023  
30 November 2023  
30 November 2023  
30 November 2023  
19 Desember 2023  
27 Desember 2023  
280  
210  
4.300  
3.400  
1.935.000  
2.729  
3.870  
500  
8.764  
43.240  
Pengembalian Belanja  
Perjalanan Dinas Paket  
Meeting Dalam Kota  
Rp  
Rp  
30  
E268E7N8Q1290G9O  
C5F981GAB71IJQM9  
3 Mei 2023  
3 Mei 2023  
308  
Pengembalian Belanja  
Perjalanan Dinas Paket  
Meeting Luar Kota  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
55.000.000  
6
ED1895UDQBOA27CU  
F268E0JSRCIH260C  
2650A1GAB74NBV2R  
DBFCE520AHH9Q217  
29 Maret 2023  
16 Juni 2023  
8 Juni 2023  
3.010.365  
2.000  
11 Juli 2023  
Rp  
573  
1B0F60JSRCUI2KT8  
18 Oktober 2023  
Pengembalian Belanja  
Perjalanan Lainnya - Luar  
Negeri  
Rp  
4.226.246  
293F55UDQCCUI6T2  
20 Oktober 2023  
Rp  
90.587.210  
Jumlah  
- 31 -  
Belanja Barang Penanganan Pandemi Covid-19  
Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat  
Adiktif mengalokasikan belanja barang untuk penangangan Covid-19 sebesar  
Rp825.000,00. Anggaran tersebut terserap sebesar Rp825.000,00 dengan  
rincian sebagai berikut:  
Tabel 12  
Belanja Barang untuk Penangan Pandemi Covid-19  
Akun  
Uraian Akun  
Pagu  
825.000 Rp  
825.000 Rp  
Realisasi  
825.000  
825.000  
Penyerapan  
522192 Belanja Jasa - Penanganan Pandemi  
COVID-19  
Rp  
100,00%  
Rp  
100,00%  
Jumlah  
Sesuai dengan Surat Dirjen Perbendaharaan Nomor S-24/PB/PB.6/2023 hal  
penggunaan Akun Khusus Covid-19 bahwa akun khusus Covid-19 semestinya  
digunakan s.d Semester 1 2023, maka realisasi Covid-19 pada Satker Deputi I  
Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif  
hanya ada pada Semester 1 2023. Terdapat koreksi SPM dari akun Covid-19 ke  
belanja jasa senilai Rp85.000,00 dengan no SP2D 231751303009772 tanggal 5  
Mei 2023.  
Belanja Modal  
B.4 Belanja Modal  
Rp2.264.061.321,00  
Realisasi Belanja Modal Per 31 Desember 2023 dan 2022 adalah masing-  
masing sebesar Rp2.264.061.321,00 dan Rp2.852.599.530,00. Belanja modal  
merupakan pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya  
yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi.  
Realisasi Belanja Modal Per 31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar  
20,63 persen dibandingkan Per 31 Desember 2022 disebabkan berkurangnya  
Pagu Belanja Modal di Tahun Anggaran 2023.  
Tabel 13  
Perbandingan Realisasi Belanja Modal TA.2023 dan 2022  
NAIK  
(TURUN)  
%
REALISASI  
TA.2023  
REALISASI  
TA.2022  
URAIAN  
Belanja Modal Peralatan dan Mesin  
Belanja Modal Lainnya  
Rp 1.849.628.000 Rp 2.167.704.530  
(14,67)  
(73,55)  
Rp  
23.783.371 Rp  
89.910.000  
Belanja Penambahan Nilai Aset Tetap Lainnya  
dan/atau Aset Lainnya  
Jumlah Belanja Kotor  
Rp  
390.649.950 Rp  
594.985.000  
(34,34)  
(20,63)  
0,00  
Rp 2.264.061.321 Rp 2.852.599.530  
Rp Rp  
Rp 2.264.061.321 Rp 2.852.599.530  
Pengembalian Belanja Modal  
-
-
Jumlah Belanja  
(20,63)  
- 32 -  
Belanja Modal  
Peralatan dan  
Mesin Rp  
B.4.1 Belanja Modal Peralatan dan Mesin  
Realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin Per 31 Desember 2023 adalah  
sebesar Rp1.849.628.000,00, mengalami penurunan 14,67 persen bila  
dibandingkan dengan realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin Per 31  
Desember 2022 sebesar Rp2.167.704.530,00 Hal ini terjadi karena  
bertambahnya Pagu Belanja Modal di Tahun Anggaran 2023.  
1.849.628.000,00  
Tabel 14  
Realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin TA.2023 dan 2022  
Naik  
REALISASI  
TA.2023  
REALISASI  
TA.2022  
URAIAN  
(Turun)  
%
Alat Angkutan Darat Bermotor  
Alat Bengkel tak Bermesin  
Alat Pengolahan  
Alat Kantor dan Rumah Tangga  
Alat Studio, Komunikasi dan Pemancar Rp  
Alat Khusus Kepolisian  
Alat Kedokteran  
Alat Laboratorium  
Alat Persenjataan  
Komputer  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
27.140.000 Rp  
-
N/A  
-
-
Rp  
Rp  
6.715.500 (100,00)  
15.000.000 (100,00)  
350.983.000  
137.156.500  
-
4.500.000 (100,00)  
41.649.000 (100,00)  
69.789.000 (100,00)  
64.879.000 Rp  
15.611.000 Rp  
35.350.000 Rp  
(81,52)  
(88,62)  
N/A  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
-
-
-
Rp  
Rp  
Rp  
1.706.648.000 Rp  
1.849.628.000 Rp  
1.541.911.530  
2.167.704.530  
11  
(14,67)  
Jumlah Belanja Kotor  
Pengembalian Belanja Modal Peralatan  
dan Mesin  
Rp  
-
Rp  
-
0
Jumlah Belanja  
Rp  
1.849.628.000 Rp  
2.167.704.530  
(14,67)  
B.4.2 Belanja Modal Lainnya  
Belanja Modal  
Lainnya  
Realisasi Belanja Modal Lainnya Per 31 Desember 2023 adalah sebesar  
Rp23.783.371,00 mengalami kenaikan 100 persen bila dibandingkan dengan  
realisasi Belanja Modal Lainnya Per 31 Desember 2022 sebesar Rp0,00.  
Rp23.783.371,00  
Tabel 15  
Realisasi Belanja Modal Lainnya TA.2023 dan 2022  
Naik  
REALISASI  
TA.2023  
REALISASI  
TA.2022  
URAIAN  
(Turun)  
%
Monografi  
Jumlah Belanja Kotor  
Rp  
Rp  
23.783.371 Rp  
23.783.371 Rp  
-
-
N/A  
N/A  
Pengembalian Belanja Modal  
Lainnya  
Rp  
-
Rp  
-
Jumlah Belanja  
Rp  
23.783.371 Rp  
-
N/A  
- 33 -  
Belanja  
B.4.3 Belanja Penambahan Nilai Aset Tetap Lainnya dan/atau Aset Lainnya  
Realisasi Belanja Penambahan Nilai Aset Tetap Lainnya dan/atau Aset Lainnya  
Per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp390.649.950,00 mengalami  
penurunan 34,34 persen bila dibandingkan dengan realisasi Belanja  
Penambahan Nilai Aset Tetap Lainnya dan/atau Aset Lainnya Per 31 Desember  
2022 sebesar Rp594.985.000,00.  
Penambahan Nilai  
Aset Tetap Lainnya  
dan/atau Aset  
Lainnya  
Rp390.649.950,00  
Tabel 16  
Realisasi Belanja Belanja Penambahan Nilai Aset Tetap Lainnya  
dan/atau Aset Lainnya TA.2023 dan 2022  
Naik  
(Turun)  
%
REALISASI  
TA.2023  
REALISASI  
TA.2022  
URAIAN  
Software Komputer  
Rp  
390.649.950 Rp 594.985.000  
(34,34)  
Jumlah Belanja Kotor  
Pengembalian Belanja  
Penambahan Nilai Aset Tetap  
Rp  
390.649.950 Rp 594.985.000  
(34,34)  
Lainnya dan/atau Aset Lainnya Rp  
-
Rp  
-
N/A  
Jumlah Belanja Rp  
390.649.950 Rp 594.985.000  
(34,34)  
Realisasi Belanja Penambahan Nilai Aset Tetap Lainnya dan/atau Aset Lainnya  
senilai Rp390.649.950,00 terdiri dari:  
Tabel 17  
Rincian Realisasi Belanja Belanja Penambahan Nilai Aset Tetap Lainnya  
URAIAN  
NUP  
Nilai  
100.000.000  
140.650.000  
49.999.950  
100.000.000  
Aplikasi Pelaporan Industri secara Elektronik (BPOM Watch)  
Aplikasi Sertifikasi CDOB  
151  
132  
159  
150  
Aplikasi e-Atensi CPOB  
Aplikasi SISOBAT  
Jumlah  
390.649.950  
- 34 -  
PENJELASAN ATAS POS-POS NERACA  
C.1 Aset Lancar  
Aset Lancar  
Rp276.550.328,00  
Saldo Kas Aset Lancar per tanggal 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022  
masing-masing sebesar Rp276.550.328,00 dan Rp608.068.192,00.  
Aset Lancar merupakan aset yang diharapkan untuk dapat segera  
direalisasikan atau dimiliki untuk dipakai atau dijual dalam waktu 12 bulan sejak  
tanggal pelaporan.  
Kas Lainnya dan Setara  
Kas Rp0,00  
C.1.1 Kas Lainnya dan Setara Kas  
Saldo Kas Lainnya dan Setara Kas per tanggal 31 Desember 2023 dan 31  
Desember 2022 masing-masing sebesar Rp0,00 dan Rp315.188.000,00.  
Kas Lainnya dan Setara Kas merupakan kas yang berada di bawah tanggung  
jawab bendahara pengeluaran yang bukan berasal dari UP/TUP, baik saldo  
rekening di bank maupun uang tunai. Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran  
adalah sebagai berikut:  
Tabel 18  
Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas  
Jenis  
31 Desember 2023 31 Desember 2022  
Kas Lainnya di Kementerian Negara/ Lembaga  
dari Hibah  
-
315.188.000  
Jumlah  
-
315.188.000  
Persediaan  
C.1.2 Persediaan  
Rp276.550.328,00  
Persediaan merupakan jenis aset dalam bentuk barang atau perlengkapan  
(supplies) pada tanggal neraca yang diperoleh dengan maksud untuk  
mendukung kegiatan operasional dan/atau untuk dijual, dan/atau diserahkan  
dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.  
Nilai Persediaan per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 masing-  
masing adalah sebesar Rp276.550.328,00 dan Rp292.880.192,00 dengan  
rincian sebagai berikut:  
- 35 -  
Tabel 19  
Rincian Persediaan  
Persediaan  
Barang Konsumsi  
31 Des 2023  
31 Des 2022  
Rp 276.550.328 Rp  
292.880.192  
Jumlah  
Rp 276.550.328 Rp 292.880.192  
Semua barang dalam kondisi baik pada tanggal pelaporan sesuai Berita Acara  
Stock Opname Nomor PL.03.10.33.3333.01.24.05 tanggal 31 Desember 2023.  
Aset Tetap  
C.2 Aset Tetap  
Rp10.869.947.559,00  
Saldo Aset Tetap per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 adalah  
Rp10.869.947.559,00 dan Rp12.177.010.559,00.  
Aset Tetap merupakan aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih  
dari 12 bulan dan digunakan dalam kegiatan operasional entitas. Aset Tetap  
pada Satuan Kerja Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, Dan Zat Adiktif berupa Peralatan dan Mesin dan Aset Tetap  
Lainnya.  
Peralatan dan Mesin  
Rp23.311.519.520,00  
C.2.1 Peralatan dan Mesin  
Saldo aset tetap berupa Peralatan dan Mesin per 31 Desember 2023 dan 31  
Desember 2022 adalah Rp23.311.519.520,00 dan Rp22.686.990.465,00.  
Mutasi nilai Peralatan dan Mesin tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:  
Tabel 20  
Rincian Mutasi Nilai Peralatan dan Mesin  
Saldo Nilai Perolehan per 31 Desember 2022  
Rp  
22.686.990.465  
Mutasi tambah:  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
1.921.681.825  
1.849.628.000  
35.350.000  
Pembelian  
Reklasifikasi Masuk  
Koreksi Pencatatan Nilai Bertambah  
Penggunaan kembali BMN yang sudah di hentikan  
Mutasi kurang:  
17.678.825  
19.025.000  
(1.297.152.770)  
(1.261.802.770)  
(35.350.000)  
Penghentian Aset dari Penggunaan  
Reklasifikasi Keluar  
Saldo per 31 Desember 2023  
Rp  
23.311.519.520  
Akumulasi Penyusutan s.d. 31 Desember 2023  
Rp  
(17.797.639.591)  
Nilai Buku per 31 Desember 2023  
Rp  
5.513.879.929  
- 36 -  
Mutasi transaksi peralatan dan mesin berupa:  
 Mutasi tambah transaksi peralatan dan mesin senilai Rp1.921.681.825,00  
berupa:  
a. Mutasi Tambah dari Pembelian senilai Rp1.849.628.000,00:  
Tabel 21  
Rincian Mutasi Tambah Pembelian Peralatan dan Mesin  
URAIAN  
Kuantitas  
Nilai  
27.140.000  
Sepeda Motor  
1
1
2
1
14  
1
1
6
3
1
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Mesin Ketik Listrik  
Lemari Besi/Metal  
Filing Cabinet Besi  
Laci Box  
3.800.000  
4.540.000  
2.500.000  
21.000.000  
14.400.000  
4.500.000  
14.139.000  
6.000.000  
1.174.000  
3.000.000  
4.391.000  
1.046.000  
35.350.000  
4.700.000  
614.304.000  
964.988.000  
23.932.000  
67.970.000  
30.754.000  
Partisi  
Sound System  
Dispenser  
Voice Recorder  
Tripod Camera  
Telephone Mobile  
Camera Digital  
Gimbal Tripod  
1
1
1
1
Kamera Digital  
Mini Komputer  
P.C Unit  
Lap Top  
Tablet PC  
1
31  
58  
2
15  
5
Printer (Peralatan Personal Komputer)  
Scanner (Peralatan Personal Komputer)  
Jumlah  
147  
Rp  
1.849.628.000  
b. Mutasi Tambah dari Reklasifikasi Masuk senilai Rp35.350.000,00  
disebabkan adanya kesalahan entry category kode/kelompok barang  
pada asset Kamera Digital (3.09.04.02.031) NUP 4 menjadi Camera  
Digital (3.06.01.02.128) NUP 22, sesuai Surat Pernyataan Nomor B-  
PL.03.3.35.10.23.71 tanggal 18 Oktober 2023.  
c. Mutasi Tambah dari Koreksi Pencatatan Nilai Bertambah senilai  
Rp17.678.825,00 disebabkan adanya penggabungan nilai aset Software  
Komputer (8.01.01.01.001) NUP 115 kedalam aset Server  
(3.10.02.04.001) NUP 19, sesuai Surat Pernyataan Nomor B-  
PL.03.01.31.315.10.23.46 tanggal 31 Oktober 2023.  
- 37 -  
d. Mutasi Tambah dari Penggunaan Kembali BMN yang sudah di hentikan  
senilai Rp19.025.000,00 disebabkan karena aset berupa Lap Top  
(3.10.01.02.002) NUP 300 tersebut aktif dan digunakan kembali untuk  
menunjang kegiatan operasional, sesuai Surat Pernyataan Nomor  
PL.03.01.33.3333.09.23.172 tanggal 27 September 2023.  
 Mutasi kurang transaksi peralatan dan mesin senilai Rp1.297.152.770,00  
berupa:  
a. Mutasi Kurang dari Reklasifikasi Keluar senilai Rp35.350.000,00  
disebabkan adanya kesalahan entry category kode/kelompok barang  
pada aset Kamera Digital (3.09.04.02.031) NUP 4 menjadi Camera  
Digital (3.06.01.02.128) NUP 22, sesuai Surat Pernyataan Nomor B-  
PL.03.3.35.10.23.71 tanggal 18 Oktober 2023.  
b. Mutasi Kurang dari Penghentian Aset dari Penggunaan senilai  
Rp1.261.802.770,00:  
- 38 -  
Tabel 22  
Rincian Mutasi Kurang Penghentian Aset dari Penggunaan  
URAIAN  
Kuantitas  
No.Surat  
Nilai  
13.000.000  
Televisi  
Video Conference  
P.C Unit  
1
1
2
2
5
11  
1
1
5
1
1
2
3
1
6
1
22  
2
9
1
2
1
8
2
1
1
1
6
5
7
11  
2
59  
13  
8
2
4
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
18.700.000  
21.660.000  
39.609.000  
17.507.500  
110.476.500  
61.930.000  
35.150.500  
15.000.000  
9.900.000  
PL.03.08.33.3333.05.23.102  
Tanggal 29 Mei 2023  
Lap Top  
Printer (Peralatan Personal Komputer)  
Mesin Fotocopy Electronic  
Televisi  
Dispenser  
Handy Cam  
Camera Digital  
Handy Talky  
P.C Unit  
PL.03.09.32.323.07.23.227  
Tanggal 26 Juli 2023  
4.465.000  
3.500.000  
34.323.511  
97.835.075  
6.294.000  
12.000.000  
280.398.086  
58.600.000  
81.350.000  
9.950.000  
29.700.000  
7.500.000  
5.552.000  
5.500.000  
17.850.000  
4.455.000  
19.800.000  
71.237.808  
90.398.790  
130.560.416  
23.276.712  
46.434.960  
602.165.686  
13.670.000  
6.568.000  
Storage Modul Disk  
External/ Portable Hardisk  
Switch  
Lemari Besi/Metal  
Lemari Kayu  
Rak Kayu  
Panel Pameran  
Meja Kerja Kayu  
Kursi Besi/Metal  
Meja Resepsionis  
Meubelair Lainnya  
A.C. Split  
Handy Cam  
P.C Unit  
Lap Top  
Note Book  
PL.03.09.34.345.07.23.910  
Tanggal 21 Juli 2023  
Printer (Peralatan Personal Komputer)  
External/ Portable Hardisk  
Kursi Besi/Metal  
Uninterruptible Power Supply (UPS)  
P.C Unit  
PL.03.09.35.354.07.23.1054  
Tanggal 25 Juli 2023  
38.824.229  
50.372.000  
6.640.529  
Lap Top  
Printer (Peralatan Personal Komputer)  
2
29  
3
2
1
6
1
2
3
116.074.758  
41.279.400  
38.596.000  
12.960.200  
92.835.600  
24.659.740  
35.192.400  
59.852.140  
P.C Unit  
Lap Top  
Note Book  
PL.03.09.31.315.07.23.29  
Tanggal 27 Juli 2023  
P.C Unit  
Lap Top  
PL.03.01.33.3333.09.23.173 Rp  
1 September 2023  
Rp  
Rp  
Jumlah  
257  
Rp  
1.261.802.770  
- 39 -  
Aset Tetap Lainnya  
Rp5.356.067.630,00  
C.2.2 Aset Tetap Lainnya  
Aset Tetap Lainnya merupakan aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan  
dalam tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan  
jaringan. Saldo Aset Tetap Lainnya Saldo aset tetap berupa Peralatan dan  
Mesin per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 adalah  
Rp5.356.067.630,00 dan Rp5.658.696.259,00. Mutasi nilai Aset Tetap Lainnya  
tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:  
Tabel 23  
Rincian Mutasi Aset Tetap Lainnya  
Saldo Nilai Perolehan per 31 Desember 2022  
Rp  
5.658.696.259  
Mutasi tambah:  
Pembelian  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
23.783.371  
23.783.371  
Mutasi kurang:  
(326.412.000)  
(326.412.000)  
Penghentian Aset Dari Penggunaan  
Saldo per 31 Desember 2023  
Rp  
5.356.067.630  
Akumulasi Penyusutan s.d. 31 Desember 2023  
Rp  
-
Nilai Buku per 31 Desember 2023  
Rp  
5.356.067.630  
Mutasi transaksi aset tetap lainnya berupa:  
a. Mutasi tambah transaksi aset tetap lainnya dari pembelian senilai  
Rp23.783.371,00 berupa 1 buah monografi.  
b. Mutasi kurang transaksi aset tetap lainnya dari penghentian aset dari  
penggunaan senilai Rp326.412.000,00 berupa Video Pelatihan CPOB  
dengan Surat usulan perubahan kondisi BMN rusak berat  
No.PL.03.08.33.3333.05.23.102 Tanggal 29 Mei 2023.  
Akumulasi Penyusutan  
Aset Tetap .  
C.2.3 Akumulasi Penyusutan Aset Tetap  
Rp(17.797.639.591)  
Saldo Akumulasi Penyusutan Aset Tetap per 31 Desember 2023 dan 31  
Desember  
2022  
adalah  
masing-masing  
Rp(17.797.639.591)  
dan  
Rp(16.168.676.165). Akumulasi Penyusutan Aset Tetap merupakan kontra  
akun Aset Tetap yang disajikan berdasarkan pengakumulasian atas  
penyesuaian nilai sehubungan dengan penurunan kapasitas dan manfaat Aset  
Tetap selain untuk Tanah dan Konstruksi dalam Pengerjaan (KDP).  
- 40 -  
Rincian Akumulasi Penyusutan Aset Tetap per 31 Desember 2023 adalah  
sebagai berikut:  
Tabel 24  
Rincian Akumulasi Penyusutan Aset Tetap  
Akumulasi  
Penyusutan  
No  
Aset Tetap  
Nilai Perolehan  
Nilai Buku  
1
2
Peralatan dan Mesin  
Aset Tetap Lainnya  
Rp  
Rp  
Rp  
23.311.519.520 Rp (17.797.639.591) Rp  
5.356.067.630 Rp Rp  
28.667.587.150 Rp (17.797.639.591) Rp  
5.513.879.929  
5.356.067.630  
10.869.947.559  
-
Akumulasi Penyusutan  
Aset Lainnya  
C.3 Aset Lainnya  
Rp552.047.909,00  
Saldo Aset Tetap per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 adalah  
Rp552.047.909,00 dan Rp344.085.061,00.  
Aset Lainnya merupakan aset yang tidak dapat dikelompokkan baik ke dalam  
Aset Lancar maupun Aset Tetap. Aset Lainnya pada Satuan Kerja Deputi I  
Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif  
terdiri dari Aset Tak Berwujud dan Aset Lain-lain  
C.3.1 Aset Tak Berwujud  
Aset Tak Berwujud  
Rp5.301.011.940,00  
Saldo Aset Tak Berwujud (ATB) per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022  
adalah Rp5.301.011.940,00 dan Rp4.865.947.198,00.  
Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan dimiliki, tetapi  
tidak mempunyai wujud fisik. Aset Tak Berwujud pada Deputi I Bidang  
Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif berupa  
software yang digunakan untuk menunjang operasional kantor. Mutasi transaksi  
terhadap Aset Tak Berwujud pada tanggal pelaporan adalah sebagai berikut:  
- 41 -  
Tabel 25  
Rincian Mutasi Aset Tak Berwujud  
Saldo Nilai Perolehan per 31 Desember 2022  
Rp  
4.865.947.198  
Mutasi tambah:  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
1.019.999.950  
395.000.000  
234.350.000  
390.649.950  
(584.935.208)  
(252.028.825)  
(332.906.383)  
Hibah Masuk  
Koreksi Pencatatan Nilai Bertambah  
Pengembangan Nilai Aset  
Mutasi kurang:  
Koreksi Pencatatan  
Penghentian Aset Dari Penggunaan  
Saldo per 31 Desember 2023  
Rp  
Rp  
Rp  
5.301.011.940  
(4.748.964.031)  
552.047.909  
Akumulasi Penyusutan s.d. 31 Desember 2023  
Nilai Buku per 31 Desember 2023  
Mutasi transaksi Aset Tak Berwujud berupa:  
 Mutasi tambah transaksi Aset Tak Berwujud senilai Rp1.019.999.950,00  
berupa:  
a. Mutasi Tambah dari Hibah Masuk senilai Rp395.000.000,00 merupakan  
hibah barang dari WHO dengan rincian:  
Tabel 26  
Rincian Mutasi Tambah dari Hibah Masuk  
URAIAN  
NUP  
No.Surat  
Nilai  
1793/GOODS/BAST-  
HSS/2023  
28 November 2023  
Aplikasi Web Portal for Online Consultation and Live Chat  
Sistem e-Registration (New-AERO)  
153  
124  
Rp  
Rp  
160.650.000  
84.500.000  
1813/GOODS/BAST-  
HSS/2023  
Aplikasi SIAPIK  
134  
Rp  
149.850.000  
04 Desember 2023  
Jumlah  
Rp  
395.000.000  
b. Mutasi Tambah dari Koreksi Pencatatan Nilai bertambah senilai  
Rp234.3500.000,00 merupakan pengembangan nilai aset dari hibah  
WHO pada:  
Tabel 27  
Rincian Mutasi Tambah dari Koreksi Pencatatan Nilai bertambah  
URAIAN  
NUP  
No.Surat  
Nilai  
1793/GOODS/BAST-  
HSS/2023  
Sistem e-Registration (New-AERO) 124  
Rp  
84.500.000  
28 November 2023  
1813/GOODS/BAST-  
HSS/2023  
Aplikasi SIAPIK  
134  
Rp  
149.850.000  
04 Desember 2023  
Jumlah  
Rp  
234.350.000  
- 42 -  
c. Mutasi  
Tambah  
dari  
Pengembangan  
Nilai  
Aset  
senilai  
Rp390.649.950,00 berupa:  
ï‚· Pengembangan Aplikasi Pelaporan Industri secara Elektronik (BPOM  
Watch) dengan NUP 151 senilai Rp100.000.000,00 berupa:  
1. Penyediaan fitur download Surat Penunjukkan untuk registrasi  
Penanggung Jawab Akun (PJA) Industri, dengan tujuan untuk  
menyeragamkan substansi surat penunjukkan, baik dari sisi PJA  
industri maupun pihak BPOM, sehingga memudahkan proses  
pengecekan untuk registrasi akun PJA Industri.  
2. Penyediaan fitur integrasi dengan Satu Data untuk seluruh field  
alamat yang diisi. Fitur ini akan memudahkan proses pengisian  
sebab PJA Industri terbantu dengan pengisisan alamat terpadu,  
mulai dari mengisi field provinsi yang nantinya otomatis akan  
muncul daftar kabupaten/kota dalam provinsi yang dipilih.  
3. Penyediaan fitur user tutorial dan log activities.  
4. Penyesuaian kebutuhan untuk mobile response view atau sistem  
yang responsif apabila dioperasikan melalui perangkat mobile.  
ï‚· Pengembangan Aplikasi Sertifikasi CDOB dengan NUP 132 senilai  
Rp140.650.000,00 berupa:  
1. Pembaharuan laman depan website e-sertifikasi CDOB.  
2. Manajemen Survei dan Pengaduan terhadap bisnis proses yang  
telah dilaksanakan oleh unit kerja.  
3. Penambahan data-data untuk mendukung keterbukaan informasi  
publik seperti capaian kinerja unit, hasil survei kepuasan  
pelanggan, dan lain-lain.  
4. Penambahan akses khusus untuk pegawai Direktorat Distribusi  
dan Pelayanan Obat dan NPP dalam rangka mempermudah  
monitoring dan evaluasi rencana kinerja Reformasi Birokrasi,  
capaian kinerja, hingga pelaporan harta kekayaan.  
5. Manajemen akses untuk beberapa pegawai mengelola informasi  
pada website unit kerja.  
ï‚· Pengembangan Aplikasi e-Atensi CPOB dengan NUP 149 senilai  
Rp49.999.950,00 berupa:  
1. Penambahan Modul menu Inspeksi yaitu monitoring terhadap  
kepatuhan pemenuhan timeline Penyusunan tindak lanjut dan  
- 43 -  
evaluasi CAPA hasil inspeksi CPOB termasuk pemenuhan timeline  
pelaku usaha dalam menyampaikan feedback atas tindak lanjut  
yang diterbitkan.  
ï‚· Pengembangan Aplikasi SISOBAT dengan NUP 150 senilai  
Rp100.000.000,00 berupa:  
1. SOBAT WA yang masuk dalam modul baru aplikasi Sisobat. Menu  
ini memiliki fungsi sebagai alat WA blast rancangan peraturan  
(konsultasi publik) dan peraturan terbaru terkait regulasi dan  
standar dibidang obat yang dapat diakses oleh seluruh stakeholder  
yang telah melakukan registrasi pada website.  
2. Modul QNA bertujuan untuk memberikan kemudahan stakeholder  
dalam memberikan informasi pertanyaan dan jawaban terkait  
dengan peraturan perundang-undangan dibidang obat.  
3. Dashboard Modul event bertujuan untuk melihat gambaran/grafik  
data-data kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Direktorat  
Standardisasi Obat NPPZA.  
 Mutasi Kurang transaksi Aset Tak Berwujud senilai Rp584.935.208,00  
berupa:  
a. Mutasi Kurang dari Koreksi Pencatatan senilai Rp252.028.825,00  
berupa:  
ï‚· Software Komputer (Microsoft Win. Server Std 2012 R2 x64) NUP. 115  
koreksi Nilai tambah pada aset Server NUP. 19 dengan nilai Rp.  
17.678.825,00 sesuai surat nomor PL.03.01.31.315.10.23.46 tanggal  
30 Oktober 2023.  
ï‚· Software Komputer (Accelerating Bioequivalence Study Protocol on  
Existing New Aero Application) NUP. 154, merupakan Hibah  
Pengembangan dari WHO di koreksi Nilai tambah pada aset Aplikasi  
Sistem e-Registration (New-AERO) NUP. 124 dengan nilai Rp.  
84.500.000,00 (Delapan Puluh Empat Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)  
sesuai surat nomor PL.03.02.32.326.12.23.156 tanggal 20 Desember  
2023.  
- 44 -  
ï‚· Software Komputer (Aplikasi SIAPIK (Sistem Aplikasi Persetujuan Iklan  
obat)) NUP. 155, merupakan Hibah Pengembangan dari WHO di  
koreksi Nilai tambah pada aset Aplikasi Sistem e-Registration (New-  
AERO) NUP. 124 dengan nilai Rp. 149.850.000,00 sesuai surat nomor  
PL.03.01.3.35.12.23.10 tanggal 29 Desember 2023.  
b. Mutasi Kurang Penghentian Aset dari Penggunaan senilai  
Rp332.906.383,00 berupa:  
ï‚· Aplikasi Tracking System (Task Management) dengan NUP.139  
senilai Rp56.812.440,00 sesuai Surat Permohonan Perubahan Kondisi  
Nomor PL.03.08.3333.05.23.102 Tanggal 19 Mei 2023  
ï‚· Aplikasi e-Monsuvport dengan NUP.142 senilai Rp276.093.943,00  
sesuai  
Surat  
Permohonan  
Perubahan  
Kondisi  
Nomor  
PL.03.09.35.354.08.23.1256 tanggal 21 Agustus 2023.  
Aset Lain-Lain Rp0,00  
C.3.2 Aset Lain-Lain  
Saldo Aset Lain-lain per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 adalah  
Rp0,00 dan Rp178.717.904,00. Aset Lain-lain merupakan Barang Milik Negara  
(BMN) yang berada dalam kondisi rusak berat dan tidak lagi digunakan dalam  
operasional entitas. Adapun mutasi aset lain-lain adalah sebagai berikut:  
Tabel 28  
Rincian Mutasi Aset Lain-Lain  
Saldo per 31 Desember 2022  
Rp  
178.717.904  
Mutasi tambah:  
-Reklasifikasi Dari Aset Tetap ke Aset Lainnya  
Mutasi kurang:  
-Pencatatan Barang Yang Mau Dihapuskan  
-Reklasifikasi Dari Aset Lainnya ke Aset Tetap  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
1.921.121.153  
1.921.121.153  
(2.099.839.057)  
(2.080.814.057)  
(19.025.000)  
Saldo per 31 Desember 2023  
Akumulasi Penyusutan  
Rp  
Rp  
Rp  
-
-
-
Nilai Buku per 31 Desember 2023  
Mutasi transaksi Aset Lain-Lain berupa:  
a. Mutasi tambah transaksi Aset Lain-Lain dari Reklasifikasi Dari Aset Tetap  
Ke Aset Lainnya:  
- 45 -  
Tabel 29  
Rincian Mutasi Tambah Reklasifikasi Dari Aset Tetap ke Aset Lainnya  
URAIAN  
Kuantitas  
No.Surat  
Nilai  
13.000.000  
Televisi  
Video Conference  
P.C Unit  
1
1
2
2
5
11  
1
1
5
1
1
2
3
1
6
1
22  
2
9
1
2
1
8
2
1
1
1
6
5
7
11  
2
59  
13  
8
2
4
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
18.700.000  
21.660.000  
39.609.000  
17.507.500  
110.476.500  
61.930.000  
35.150.500  
15.000.000  
9.900.000  
PL.03.08.33.3333.05.23.102  
Tanggal 29 Mei 2023  
Lap Top  
Printer (Peralatan Personal Komputer)  
Mesin Fotocopy Electronic  
Televisi  
Dispenser  
Handy Cam  
Camera Digital  
Handy Talky  
P.C Unit  
PL.03.09.32.323.07.23.227  
Tanggal 26 Juli 2023  
4.465.000  
3.500.000  
34.323.511  
97.835.075  
6.294.000  
12.000.000  
280.398.086  
58.600.000  
81.350.000  
9.950.000  
29.700.000  
7.500.000  
5.552.000  
5.500.000  
17.850.000  
4.455.000  
19.800.000  
71.237.808  
90.398.790  
130.560.416  
23.276.712  
46.434.960  
602.165.686  
13.670.000  
6.568.000  
Storage Modul Disk  
External/ Portable Hardisk  
Switch  
Lemari Besi/Metal  
Lemari Kayu  
Rak Kayu  
Panel Pameran  
Meja Kerja Kayu  
Kursi Besi/Metal  
Meja Resepsionis  
Meubelair Lainnya  
A.C. Split  
Handy Cam  
P.C Unit  
Lap Top  
Note Book  
PL.03.09.34.345.07.23.910  
Tanggal 21 Juli 2023  
Printer (Peralatan Personal Komputer)  
External/ Portable Hardisk  
Kursi Besi/Metal  
Uninterruptible Power Supply (UPS)  
P.C Unit  
PL.03.09.35.354.07.23.1054  
Tanggal 25 Juli 2023  
38.824.229  
50.372.000  
6.640.529  
Lap Top  
Printer (Peralatan Personal Komputer)  
2
29  
3
2
1
6
1
2
3
116.074.758  
41.279.400  
38.596.000  
12.960.200  
92.835.600  
24.659.740  
35.192.400  
59.852.140  
56.812.440  
P.C Unit  
Lap Top  
Note Book  
PL.03.09.31.315.07.23.29  
Tanggal 27 Juli 2023  
P.C Unit  
Lap Top  
PL.03.01.33.3333.09.23.173 Rp  
1 September 2023  
Rp  
Rp  
Rp  
Software  
1
PL.03.01.33.3333.06.23.102  
29 Mei 2023  
Software  
Video  
1
PL.03.09.35.354.08.23.1256 Rp  
21 Agustus 2023  
PL.03.08.33.3333.05.23.102 Rp  
Tanggal 29 Mei 2023  
Rp  
276.093.943  
326.412.000  
18  
20  
659.318.383  
Jumlah  
257  
Rp  
1.921.121.153  
- 46 -  
b. Mutasi kurang transaksi Aset Lain-Lain dari Pencatatan Barang yang Mau  
dihapuskan senilai Rp2.080.814.057,00 dengan No Surat  
PL.03.09.33.3333.09.23.67 tanggal 25 September 2023 :  
Tabel 30  
Rincian Mutasi kurang Pencatatan Barang yang Mau dihapuskan  
URAIAN  
Kuantitas  
Nilai  
Mesin Fotocopy Electronic  
Lemari Besi/Metal  
Lemari Kayu  
Rak Kayu  
White Board  
Panel Pameran  
Focusing Screen/Layar LCD Projector  
Alat Kantor Lainnya  
Meja Kerja Kayu  
Kursi Besi/Metal  
Kursi Kayu  
Meja Resepsionis  
Meubelair Lainnya  
A.C. Split  
Televisi  
Dispenser  
Handy Cam  
DVD Player  
Uninterruptible Power Supply (UPS)  
Camera Digital  
Video Conference  
Handy Talky (HT)  
P.C Unit  
1
2
13  
1
1
2
1
1
3
47  
5
2
2
1
2
5
2
1
8
1
1
2
19  
15  
8
1
19  
8
1
1
18  
2
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
61.930.000  
58.600.000  
95.038.400  
9.950.000  
1.267.352  
29.700.000  
3.993.067  
2.193.065  
26.382.352  
45.951.408  
5.836.760  
5.500.000  
21.050.000  
4.455.000  
48.150.500  
15.000.000  
29.700.000  
14.500.000  
6.568.000  
4.465.000  
18.700.000  
3.500.000  
248.679.688  
254.168.190  
143.520.616  
97.835.075  
50.299.741  
52.728.960  
49.832.500  
12.000.000  
326.412.000  
332.906.383  
Lap Top  
Note Book  
Storage Modul Disk (Peralatan Mainframe  
Printer (Peralatan Personal Komputer)  
External/ Portable Hardisk  
Server  
Switch  
Video  
Software Komputer  
Jumlah  
196  
Rp  
2.080.814.057  
c. Mutasi kurang transaksi Aset Lain-Lain dari Reklasifikasi dari Aset Lainnya  
ke Aset Tetap senilai Rp19.025.000,00 berupa 1 buah Laptop dengan  
Nomor Surat PL.03.01.33.3333.09.23.172 tanggal 27 September 2023.  
Akumulasi Penyusutan  
dan Amortisasi Aset  
Lainnya  
C.3.3 Akumulasi Penyusutan dan Amortisasi Aset Lainnya  
Saldo Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya per 31 Desember 2023 dan 31  
Rp(4.748.964.031)  
Desember  
2022  
adalah  
masing-masing  
Rp(4.748.964.031)  
dan  
Rp(4.700.580.041). Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya merupakan kontra  
akun Aset Lainnya yang disajikan berdasarkan pengakumulasian atas  
penyesuaian nilai sehubungan dengan penurunan kapasitas dan manfaat Aset  
- 47 -  
Lainnya. Rincian Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya per 31 Desember 2023  
adalah sebagai berikut:  
Tabel 31  
Rincian Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya  
Akumulasi  
Aset Tetap  
Nilai Perolehan  
Penyusutan/  
Amortisasi  
Nilai Buku  
Software  
Rp  
Rp  
552.047.909  
Rp  
Rp  
Rp  
5.301.011.940 Rp  
Rp  
(4.748.964.031)  
-
Aset Lain-lain  
-
-
Jumlah  
5.301.011.940 Rp  
(4.748.964.031) Rp  
552.047.909  
C.4 Kewajiban Jangka Pendek  
Kewajiban Jangka  
Pendek  
Kewajiban Jangka Pendek merupakan kewajiban/utang pemerintah yang timbul  
dari peristiwa masa lalu dan diharapkan akan dibayar kembali atau jatuh tempo  
dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca.  
Rp10.135.618.244,00  
Kewajiban Jangka Pendek Satuan Kerja Deputi I Bidang Pengawasan Obat,  
Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif per 31 Desember 2023 dan  
31 Desember 2022 masing-masing adalah sebesar Rp10.135.618.244,00 dan  
Rp6.983.256.322,00  
C.4.1 Utang Kepada Pihak Ketiga  
Utang Kepda Pihak  
Ketiga Rp168.244,00  
Nilai Utang kepada Pihak Ketiga per 31 Desember 2023 dan 31 Desember  
2022 masing-masing sebesar Rp168.244,00 dan Rp106.322,00. Utang kepada  
Pihak Ketiga merupakan belanja yang masih harus dibayar dan merupakan  
kewajiban yang harus segera diselesaikan kepada pihak ketiga lainnya dalam  
waktu kurang dari 12 (dua belas bulan).  
Tabel 32  
Rincian Utang Kepada Pihak Ketiga  
Jenis  
31 Des 2023  
31 Des 2022  
106.322  
106.322  
Tagihan Telepon  
168.244  
Jumlah  
168.244  
- 48 -  
Pendapatan Diterima  
Dimuka  
C.4.2 Pendapatan Diterima Dimuka  
Rp10.135.450.000,00  
Pendapatan Diterima Dimuka per 31 Desember dan 31 Desember 2022  
masing-masing sebesar  
Rp10.135.450.000,00 dan Rp6.983.150.000,00.  
Pendapatan Diterima Dimuka merupakan kewajiban pemerintah yang timbul  
karena pemerintah telah menerima kas dari pihak ketiga namun belum  
menyerahkan barang/jasa sebagai imbal balik.  
Tabel 33  
Rincian Pendapatan Diterima Dimuka  
Unit Penghasil PNBP  
Nilai  
Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat,  
Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
Direktorat Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor  
Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif  
Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika,  
Psikotropika, dan Prekursor  
995.500.000  
63.600.000  
597.750.000  
Direktorat Registrasi Obat  
8.478.600.000  
Jumlah  
10.135.450.000  
Ekuitas  
C.5 Ekuitas  
Rp1.562.927.552,00  
Ekuitas per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 adalah masing-masing  
sebesar Rp1.562.927.552,00 dan Rp6.145.907.490,00. Ekuitas adalah  
kekayaan bersih entitas yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban.  
Rincian lebih lanjut tentang ekuitas disajikan dalam Laporan Perubahan  
Ekuitas.  
- 49 -  
D. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN OPERASIONAL  
Pendapatan PNBP  
Rp41.882.150.000,  
00  
D.1 Pendapatan Penerimaan Negara Bukan Pajak  
Jumlah Pendapatan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 dan  
2022 adalah sebesar Rp41.882.150.000,00 dan Rp45.850.475.000,00.  
Tabel 34  
Rincian Pendapatan PNBP untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 dan  
2022  
NAIK  
URAIAN JENIS BEBAN  
31-Dec-23  
31-Dec-22  
(TURUN)  
%
Rp 45.850.475.000  
Pendapatan Jasa Pengawasan Obat dan Makanan Rp 41.882.150.000  
Jumlah Pendapatan  
(8,736)  
Rp 41.882.150.000 Rp 45.850.475.000  
(8,736)  
Pendapatan tersebut merupakan pendapatan PNBP Fungsional Deputi 1.  
Beban Persediaan  
Rp397.263.461,00  
D.2 Beban Persediaan  
Jumlah Beban Persediaan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023  
dan 2022  
adalah masing-masing sebesar Rp397.263.461,00 dan  
Rp400.921.724,00. Beban Persediaan merupakan beban untuk mencatat  
konsumsi atas barang-barang yang habis pakai, termasuk barang-barang hasil  
produksi baik yang dipasarkan maupun tidak dipasarkan. Rincian Beban  
Persediaan untuk 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:  
Tabel 35  
Rincian Beban Persediaan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 dan  
2022  
NAIK  
URAIAN JENIS BEBAN  
31-Dec-23  
31-Dec-22  
(TURUN)  
%
Rp 400.921.724  
Beban Persediaan Konsumsi  
Rp  
397.263.461  
(0,912)  
Jumlah Beban Persediaan  
Rp  
397.263.461 Rp 400.921.724  
(0,912)  
`
Beban Barang dan  
D.3 Beban Barang dan Jasa  
Jasa  
Jumlah Beban Barang dan Jasa untuk periode yang berakhir pada 31 Desember  
2023 dan 2022 adalah masing-masing sebesar Rp18.484.679.446,00 dan  
Rp17.927.876.352,00. Beban Barang dan Jasa terjadi kenaikan dari Tahun lalu  
karena bertambahnya beban barang dan jasa dikarenakan mulai banyaknya  
frekuensi kegiatan di TA.2023. Beban Barang dan Jasa adalah konsumsi atas  
jasa-jasa dalam rangka penyelenggaraan kegiatan entitas. Rincian Beban Jasa  
untuk untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 dan 2022 adalah  
sebagai berikut:  
Rp18.484.679.446,  
00  
- 50 -  
Tabel 35  
Rincian Beban Barang dan Jasa untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023  
dan 2022  
NAIK  
(TURUN) %  
URAIAN JENIS BEBAN  
31-Dec-23  
31-Dec-22  
4,30  
(100,00)  
(12,83)  
(2,16)  
Beban Keperluan Perkantoran  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
723.273.009 Rp  
Rp  
693.485.699  
Beban Penambah Daya Tahan Tubuh  
Beban Pengiriman Surat Dinas Pos Pusat  
Beban Honor Operasional Satuan Kerja  
-
246.339.600  
36.122.010  
58.200.000  
104.468.775  
31.485.900 Rp  
56.940.000 Rp  
173.171.827 Rp  
65,76  
Beban Barang Operasional Lainnya  
Beban Barang Operasional - Penanganan  
Pandemi Covid-19  
(100,00)  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
-
Rp  
1.741.440.209  
4.567.861.372  
335.417.500  
26.165.000  
84,40  
6,36  
Beban Bahan  
8.423.033.651 Rp  
356.760.000 Rp  
19.000.000 Rp  
214.664.865 Rp  
Beban Honor Output Kegiatan  
Beban Peralatan dan Mesin - Ekstrakomptabel  
(27,38)  
5,18  
Beban Barang Non Operasional Lainnya  
Beban Barang Non Operasional - Penanganan  
Pandemi Covid-19  
204.095.736  
(100,00)  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
-
Rp  
116.107.400  
6.495.637  
(83,06)  
156,31  
(100,00)  
(28,35)  
58,04  
Beban Langganan Telepon  
Beban Sewa  
1.100.334 Rp  
Rp  
Rp  
169.232.000  
433.751.000  
-
Beban Jasa Konsultan  
Beban Jasa Profesi  
1.110.893.926  
5.599.370.000  
2.555.605.938  
356.575.550  
4.011.800.000 Rp  
4.038.788.860 Rp  
910.000 Rp  
Beban Jasa Lainnya  
(99,74)  
Beban Jasa - Penanganan Pandemi Covid-19  
Jumlah  
Rp 18.484.679.446 Rp 17.927.876.352  
3,11  
Beban Barang dan Jasa Penanganan Pandemi Covid-19  
Jumlah Beban Barang dan Jasa Penanganan Pandemi Covid-19 untuk periode  
yang berakhir pada 31 Desember 2023 dan 2022 adalah masing-masing sebesar  
Rp910.000.000,00 dan Rp2.214.123.159,00. Rincian Beban Barang dan Jasa  
Penanganan Pandemi Covid-19 untuk 31 Desember 2023 dan 2022 adalah  
sebagai berikut:  
Tabel 36  
Beban Barang dan Jasa untuk Penangan Pandemi Covid-19  
Uraian Akun  
31-Dec-23  
31-Dec-22  
Naik/Turun %  
Beban Barang Operasional -  
Penanganan Pandemi COVID-19  
Beban Barang Non Operasional -  
Penanganan Pandemi COVID-19  
Rp  
Rp  
-
-
Rp 1.741.440.209 Rp  
(100)  
(100)  
Rp  
116.107.400 Rp  
356.575.550 Rp  
Beban Jasa - Penanganan Pandemi  
COVID-19  
Rp  
910.000 Rp  
(100)  
Rp  
910.000 Rp 2.214.123.159 Rp  
(100)  
- 51 -  
Beban  
D.4 Beban Pemeliharaan  
Pemeliharaan  
Rp438.966.675,00  
Beban Pemeliharaan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 dan  
2022 adalah masing-masing sebesar Rp438.966.675,00 dan Rp295.862.977,00.  
Beban Pemeliharaan merupakan beban yang dimaksudkan untuk  
mempertahankan aset tetap atau aset lainnya yang sudah ada ke dalam kondisi  
normal. Beban Pemeliharaan terjadi penurunan dikarenakan maintenance  
kendaraan dinas direalisasikan menggunakan anggaran Settama. Rincian beban  
pemeliharan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 dan 2022  
adalah sebagai berikut:  
Tabel 37  
Rincian Beban Pemeliharaan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 dan  
2022  
NAIK  
(TURUN) %  
URAIAN JENIS BEBAN  
31-Dec-23  
31-Dec-22  
Rp 256.160.744  
(12,46)  
N/A  
Beban Pemeliharaan Peralatan dan Mesin  
Beban Pemeliharaan lainnya  
Rp 224.233.881  
Rp 214.732.794  
Rp  
-
Rp 39.702.233  
(100,00)  
Beban Persediaan bahan untuk pemeliharaan  
Rp  
-
Jumlah  
Rp 438.966.675 Rp 295.862.977  
48,37  
Beban Perjalanan  
Dinas  
D.5 Beban Perjalanan Dinas  
Beban Perjalanan Dinas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 dan  
2022 adalah masing-masing sebesar Rp40.760.276.835,00 dan  
Rp40.760.276.835,  
00  
Rp25.763.923.403,00. Beban Perjalanan Dinas terjadi kenaikan dari TA yang lalu  
karena bertambahnya pagu dan cepatnya realisasi anggaran untuk periode yang  
berakhir pada 31 Desember 2023. Beban tersebut adalah merupakan beban yang  
terjadi untuk perjalanan dinas dalam rangka pelaksanaan tugas, fungsi, dan  
jabatan.  
Rincian Beban Perjalanan Dinas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember  
2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:  
- 52 -  
Tabel 38  
Rincian Beban Perjalanan Dinas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023  
dan 2022  
NAIK  
(TURUN) %  
URAIAN JENIS BEBAN  
31-Dec-23  
31-Dec-22  
18,02  
116,72  
(8,66)  
Beban Perjalanan Biasa  
Rp 12.362.669.443 Rp 10.474.893.974  
Pengembalian Beban Perjalanan Biasa  
Rp  
Rp  
(28.347.682) Rp  
564.590.000 Rp  
(13.080.361)  
618.140.000  
Beban Perjalanan Dinas Dalam Kota  
Beban Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota  
141,12  
Rp 9.731.196.719 Rp 4.035.775.112  
Pengembalian Beban Perjalanan Dinas Paket  
Meeting Dalam Kota  
(98,87)  
69,46  
Rp  
(338) Rp  
(30.000)  
Beban Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota  
Pengembalian Beban Perjalanan Dinas Paket  
Meeting Luar Kota  
Rp 15.643.324.325 Rp 9.231.366.099  
1.041,63  
Rp  
Rp  
(58.012.944) Rp  
407.344.461 Rp  
(5.081.592)  
32.118.332  
1.168,26  
54,10  
Beban Perjalanan Biasa - Luar Negeri  
Beban Perjalanan Lainnya - Luar Negeri  
Pengembalian Beban Perjalanan Lainnya - Luar  
Negeri  
Rp 2.141.739.097 Rp 1.389.842.864  
100,00  
Rp  
(4.226.246) Rp  
(21.025)  
Jumlah  
Rp 40.760.276.835 Rp 25.763.923.403  
58,21  
Beban Penyusutan  
dan Amortisasi  
Rp3.257.277.957,0  
0
D.6 Beban Penyusutan dan Amortisasi  
Jumlah Beban Penyusutan dan Amortisasi untuk periode yang berakhir pada 31  
Desember 2023 dan 2022 adalah masing-masing sebesar Rp3.257.277.957,00  
dan Rp3.058.967.097,00. Beban Penyusutan adalah merupakan beban untuk  
mencatat alokasi sistematis atas nilai suatu aset tetap yang dapat disusutkan  
(depreciable assets) selama masa manfaat aset yang bersangkutan. Sedangkan  
Beban Amortisasi digunakan untuk mencatat alokasi penurunan manfaat ekonomi  
untuk Aset Tak berwujud. Rincian Beban Penyusutan dan Amortisasi untuk  
periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:  
Tabel 39  
Rincian Beban Penyusutan dan Amortisasiuntuk periode yang berakhir pada  
31 Desember 2023 dan 2022  
NAIK  
(TURUN)  
%
URAIAN BEBAN PENYUSUTAN DAN  
31-Dec-23  
31-Dec-22  
AMORTISASI  
Beban Penyusutan Peralatan dan Mesin  
Rp 2.840.609.467  
Rp 2.840.609.467 Rp 2.487.288.463  
Rp 2.487.288.463  
14,21  
14,21  
Jumlah Penyusutan  
Beban Amortisasi Software  
Rp 406.851.416 Rp 538.810.000  
(24,49)  
(70,13)  
Beban Penyusutan Aset Tetap yang Tidak  
Digunakan dalam Operasional Pemerintahan  
Jumlah Amortisasi  
Rp  
9.817.074 Rp  
32.868.634  
Rp 416.668.490 Rp 571.678.634  
Rp 3.257.277.957 Rp 3.058.967.097  
(27,11)  
6,48  
Jumlah Beban Penyusutan dan Amortisasi  
- 53 -  
Surplus /Defisit dari  
Kegiatan Non  
D.7 Kegiatan Non Operasional  
Pos Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional terdiri dari pendapatan dan  
beban yang sifatnya tidak rutin dan bukan merupakan tugas pokok dan fungsi  
entitas. Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional untuk periode yang berakhir  
pada 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:  
Operasional  
Rp(296.133.442)  
Tabel 40  
Rincian Kegiatan Non Operasional untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023  
dan 2022  
NAIK  
URAIAN  
31-Dec-23  
31-Dec-22  
(TURUN)  
%
Surplus/Defisit Pelepasan Aset Non Lancar  
Pendapatan Pelepasan Aset Non Lancar  
Beban Pelepasan Aset Non Lancar  
Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional Lainnya Rp  
Pendapatan dari Kegiatan Non Operasional Lainnya  
Beban dari Kegiatan Non Operasional Lainnya  
Rp (294.533.442) Rp (339.181.819)  
Rp 47.000.074 Rp 88.502.777  
Rp 341.533.516 Rp 427.684.596  
(13,16)  
(46,89)  
(20,14)  
(112,43)  
(80,23)  
N/A  
(1.600.000) Rp 12.870.000  
Rp  
Rp  
2.545.000 Rp 12.870.000  
4.145.000 Rp  
-
Kegiatan Non Operasional Lainnya  
Rp (296.133.442) Rp (326.311.819)  
(9,25)  
D.7.1 Pendapatan Pelepasan Aset Non Lancar  
Pendapatan  
Pelepasan Aset  
Non Lancar  
Pendapatan Pelepasan Aset Non Lancar untuk periode yang berakhir pada 31  
Desember 2023 dan 2022 sebesar Rp47.000.074,00 dan Rp65.002.777,00.  
Pendapatan Pelepasan Aset Non Lancar sebesar Rp47.000.074,00 merupakan  
Pendapatan dari pemindahtanganan BMN Lainnya.  
Rp47.000.074,00  
Tabel 41  
Rincian Pendapatan Pelepasan Aset Non Lancar  
NTPN/  
URAIAN  
Tanggal  
Nilai  
No. BAST Lelang  
Pendapatan dari penjualan peralatan dan Mesin 172DB61QUQB8M61I/  
(Kendaraan Bermotor) 68/28/2023  
Jumlah  
3 Februari 2023/  
2 Februari 2023  
Rp 47.000.074  
Rp47.000.074  
Beban Pelepasan  
Aset Non Lancar  
Rp341.533.516,00  
D.7.2 Beban Pelepasan Aset Non Lancar  
Beban Pelepasan Aset Non Lancar untuk periode yang berakhir pada 31  
Desember 2023 dan 2022 sebesar Rp341.533.516,00 dan Rp251.658.812,00.  
Beban Pelepasan Aset Non Lancar sebesar Rp341.533.516,00 merupakan Beban  
kerugian pelepasan aset.  
- 54 -  
Pendapatan dari  
Kegiatan Non  
Operasional  
Lainnya  
D.7.3 Pendapatan dari Kegiatan Non Operasional Lainnya  
Pendapatan dari Kegiatan Non Operasional Lainnya untuk periode yang berakhir  
pada 31 Desember 2023 dan 2022 sebesar Rp2.545.000,00 dan  
Rp12.870.000,00. Pendapatan dari Kegiatan Non Operasional Lainnya sebesar  
Rp2.545.000,00 merupakan penerimaan persediaan berupa bahan kimia padat  
sdari Industri Farmasi yang di input menggunakan perolehan lainnya.  
Rp2.545.000,00  
Tabel 42  
Rincian Pendapatan dari Kegiatan Non Operasional Lainnya  
URAIAN  
No. BAST  
Tanggal  
Nilai  
Rp 241.000  
PT. Organon Pharma Indonesia  
PT. Novartis Indonesia  
SD.01.02.31.311.01.23.30  
SD.01.01.31.311.02.23.31  
25 Januari 2023  
7 Februari 2023  
Rp 2.304.000  
Jumlah  
Rp 2.545.000  
D.7.4 Beban dari Kegiatan Non Operasional Lainnya  
Beban dari  
Kegiatan Non  
Operasional  
Lainnya  
Beban dari Kegiatan Non Operasional Lainnya untuk periode yang berakhir pada  
31 Desember 2023 dan 2022 sebesar Rp4.145.000,00 dan Rp0,00. Beban dari  
Kegiatan Non Operasional Lainnya senilai Rp4.145.000,00 merupakan Void BAST  
Persediaan yang sudah di input di SAKTI dikarenakan kesalahan input BAST.  
Rp4.145.000,00  
- 55 -  
E. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS  
E.1 Ekuitas Awal  
Ekuitas Awal  
Rp6.145.907.490,0  
0
Nilai ekuitas pada tanggal 1 Januari 2023 dan 2022 adalah masing-masing  
sebesar Rp6.145.907.490,00 dan Rp11.100.920.941,00.  
Surplus (Defisit) LO  
Rp(21.752.447.816)  
E.2 Surplus (Defisit) LO  
Jumlah Surplus (Defisit) LO untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023  
dan 2022 adalah sebesar Rp(21.752.447.816) dan Rp(1.923.388.372). Defisit LO  
merupakan selisih kurang antara surplus/defisit kegiatan operasional,  
surplus/defisit kegiatan non operasional, dan pos luar biasa.  
Koreksi menambah/  
mengurangi Ekuitas  
Rp(159.350.000)  
E.3 Koreksi yang Menambah/Mengurangi Ekuitas  
Koreksi yang menambah/Mengurangi Ekuitas yang berakhir pada 31 Desember  
2023 dan 2022 adalah sebesar Rp(159.350.000) dan Rp(6.688.415.249). Koreksi-  
koreksi yang langsung menambah/mengurangi ekuitas antara lain berasal dari  
dampak kumulatif perubahan kebijakan akuntansi dan kesalahan mendasar  
seperti koreksi kesalhan dari persediaan dan perubahan nilai aset karena revaluasi  
aset.  
Penyesuaian Nilai  
Aset Rp0,00  
E.3.1 Penyesuaian Nilai Aset  
Penyesuaian Nilai Aset untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 dan  
2022 adalah sebesar Rp0,00 dan Rp0,00. Penyesuaian nilai aset merupakan hasil  
penyesuaian nilai persediaan akibat penerapan kebijakan harga perolehan  
terakhir.  
Koreksi Atas  
Reklasifikasi  
Rp0,00  
E.3.2 Koreksi Atas Reklasifikasi  
Koreksi Atas Reklasifikasi merupakan koreksi atas reklasifikasi aset. Selisih  
revaluasi aset tetap untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 dan  
2022 adalah masing-masing sebesar Rp0,00 dan Rp0,00.  
Koreksi Nilai Aset  
Non Revaluasi  
E.3.3 Koreksi Nilai Aset Non Revaluasi  
Koreksi Nilai Aset Non Revaluasi untuk periode yang berakhir pada 31 Desember  
2023 dan 2022 adalah masing-masing sebesar Rp(159.350.000) dan  
Rp(85.040.249). Koreksi Nilai Aset Non Revaluasi ini berasal dari transaksi koreksi  
nilai aset tetap dan aset lainnya yang bukan karena revaluasi nilai.  
Rp(159.350.000)  
- 56 -  
Koreksi Lain-Lain Rp  
0,00  
E.3.4 Koreksi Lain-Lain  
Koreksi lain-lain untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 dan 2022  
adalah masing-masing sebesar Rp0,00 dan Rp6.603.375.000,00. Koreksi ini  
merupakan koreksi selain yang terkait Barang Milik Negara.  
Transaksi Antar  
Entittas  
E.4 Transaksi Antar Entitas  
Nilai transaksi antar entitas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023  
dan 2022 adalah masing-masing sebesar Rp17.328.817.878,00 dan  
Rp3.656.790.170,00.  
Rp17.328.817.878,  
00  
Transaksi antar Entitas adalah transaksi yang melibatkan dua atau lebih entitas  
yang berbeda baik internal KL, antar KL, antar BUN maupun KL dengan BUN.  
Tabel 43  
Rincian Nilai Transaksi Antar Entitas  
Transaksi Antar Entitas  
Nilai  
Diterima dari Entitas Lain  
Rp (45.081.450.074)  
Rp 59.178.111.415  
Ditagihkan ke Entitas Lain  
Transfer Keluar  
Rp  
Rp 3.321.166.637  
Rp (86.465.100)  
Rp 17.328.817.878  
(2.545.000)  
Pengesahan Hibah Langsung  
Pengesahan Pengembalian Hibah Langsung  
Jumlah  
Diterima dari  
Entitas Lain (DDEL)  
Rp(45.081.450.074,  
00)  
E.4.1 Diterima dari Entitas Lain (DDEL)  
Diterima dari Entitas Lain merupakan transaksi antar entitas atas pendapatan.  
Pada periode hingga 31 Desember 2023, DDEL sebesar Rp(45.081.450.074,00).  
Tabel 44  
Rincian Nilai DDEL  
URAIAN  
Nilai  
Pendapatan dari Pemindahtanganan BMN Lainnya  
Pendapatan Jasa Pengawasan Obat dan Makanan  
Pengembalian Pendapatan Jasa POM  
Rp  
(47.000.074)  
Rp (45.041.450.000)  
Rp 7.000.000  
Rp (45.081.450.074)  
Jumlah  
ï‚· Pendapatan dari Pemindahtanganan BMN Lainnya senilai Rp47.000.074,00  
terdiri dari:  
NTPN/  
URAIAN  
Tanggal  
Nilai  
No. BAST Lelang  
Pendapatan dari penjualan peralatan dan Mesin 172DB61QUQB8M61I/  
(Kendaran Bermotor) 68/28/2023  
Jumlah  
3 Februari 2023/  
2 Februari 2023  
Rp 47.000.074  
Rp 47.000.074  
- 57 -  
ï‚· Pendapatan  
Jasa  
Pengawasan  
Obat  
dan  
Makanan  
senilai  
Rp45.081.450.074,00 berupa pendapatan PNBP Fungsional terdiri dari:  
Jasa Registrasi  
Pendaftaran  
Notifikasi dan  
Evaluasi  
Jasa Inspeksi  
Sarana Produksi  
Nama Unit  
Realisasi  
Jasa Sertifikasi  
Direktorat Pengawasan Distribusi  
dan Pelayanan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, dan Prekursor  
Rp  
Rp  
6.384.500.000 Rp  
-
Rp  
-
-
Rp 6.384.500.000  
Rp 2.041.050.000  
Direktorat Pengawasan Keamanan,  
Mutu, dan Ekspor Impor Obat,  
Narkotika, Psikotropika, Prekursor  
dan Zat Adiktif  
2.634.050.000 Rp  
2.324.400.000 Rp  
593.000.000 Rp  
Direktorat Pengawasan Produksi  
Obat, Narkotika, Psikotropika, dan  
Prekursor  
Rp  
Rp  
Rp  
-
Rp 620.000.000 Rp 1.704.400.000  
Direktorat Registrasi Obat  
33.698.500.000 Rp 33.343.500.000 Rp  
-
Rp  
355.000.000  
Total  
45.041.450.000  
ï‚· Pendapatan dari Pengembalian Pendapatan Jasa Pengawas Obat dana  
Makanan senilai Rp7.000.000,00 merupakan pengembalian Jasa Sertifikasi  
CDOB dikarenakan kesalahan dalam memilih kategori dengan Nomor SP2D  
231751301055139 Tanggal 11 Desember 2023.  
Ditagihkan ke  
Entitas Lain (DKEL)  
Rp59.178.111.415,  
00  
E.4.2 Ditagihkan ke Entitas Lain (DKEL)  
Ditagihkan ke Entitas Lain merupakan transaksi antar entitas atas pendapatan dan  
belanja pada KL yang melibatkan kas negara (BUN). Pada periode hingga 31  
Desember 2023, DKEL sebesar Rp59.178.111.415,00.  
Tabel 45  
Rincian Nilai DKEL  
URAIAN  
Nilai  
Belanja Barang  
Belanja Modal  
Jumlah  
Rp  
Rp  
57.304.700.044  
1.873.411.371  
Rp  
59.178.111.415  
Transfer Keluar  
Rp2.545.000,00  
E.4.3 Transfer Keluar  
Transfer Keluar merupakan perpindahan aset/ kewajiban dari satu entitas ke  
entitas lain pada internal Satuan Kerja, antar Kementerian/Lembaga dan Antar  
Satuan Kerja di Lingkungan Badan POM.  
Transfer Keluar sampai dengan tanggal 31 Desember 2023 sebesar  
Rp2.545.000,00 merupakan persediaan bahan kimia padat yang di transfer ke  
Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional dengan BAST No.  
PL.03.03.31.315.11.23.51 Tanggal 27 November 2023.  
- 58 -  
Pengesahan Hibah  
Langsung  
E.4.4 Pengesahan Hibah Langsung  
Pengesahan Hibah Langsung merupakan transaksi atas pencatatan hibah  
langsung K/L dalam bentuk kas, barang, maupun jasa, sedangkan pencatatan  
pendapatan hibah dilakukan oleh BUN. Pengesahan Hibah Langsung sampai  
dengan tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp3.321.166.637,00.  
Rp3.321.166.637,0  
0
Tabel 45  
Pengesahan Hibah Langsung TA.2023  
Penerima  
Hibah  
Pemberi Bentuk  
No.  
No. Pengesahan  
Nilai  
Hibah Hibah  
Register  
Direktorat Standardisasi  
Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat Adiktif  
WHO  
WHO  
Uang 23LNGDLA 231400000000008 Rp 459.213.000  
12 Juni 2023  
Uang 23LNGDLA 231400000000021 Rp 374.656.160  
11 September 2023  
WHO  
Uang 23LNGDLA 231400000000043 Rp  
1 Desember 2023  
93.664.040  
Direktorat Registrasi Obat  
WHO  
Uang 23LNGDLA 231400000000008 Rp 295.482.000  
12 Juni 2023  
WHO  
Uang 23LNGDLA 231400000000021 Rp 362.954.400  
11 September 2023  
WHO  
Uang 23LNGDLA 231400000000043 Rp 230.487.000  
1 Desember 2023  
WHO  
Uang 23LNGDLA 231400000000063 Rp  
29 Desember 2023  
55.207.347  
KU.04.08.32.326.12.  
23.115  
WHO Barang 23LNGDLA  
Rp 245.150.000  
20 Desember 2023  
Direktorat Pengawasan  
Keamanan, Mutu, dan Ekspor  
Impor Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor dan  
Zat Adiktif  
WHO  
Uang 23LNGDLA 231400000000021 Rp 221.871.200  
11 September 2023  
WHO  
Uang 23LNGDLA 231400000000043 Rp  
1 Desember 2023  
49.994.711  
B-KU.03.3.35.12.  
23.84  
WHO Barang 23LNGDLA  
Rp 149.850.000  
20 Desember 2023  
Direktorat Pengawasan  
Distribusi dan Pelayanan  
Obat, Narkotika, Psikotropika,  
dan Prekursor  
WHO  
WHO  
WHO  
Uang 23LNGDLA 231400000000021 Rp  
11 September 2023  
89.555.200  
Uang 23LNGDLA 231400000000043 Rp 486.045.920  
1 Desember 2023  
Uang 23LNGDLA 231400000000063 Rp  
29 Desember 2023  
96.070.247  
Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat, Narkotika,  
Psikotropika, dan Prekursor  
WHO  
WHO  
Uang 23LNGDLA 231400000000021 Rp  
11 September 2023  
Uang 23LNGDLA 231400000000043 Rp  
1 Desember 2023  
88.951.200  
22.014.212  
Rp 3.321.166.637  
Pengesahan  
E.4.5 Pengesahan Pengembalian Hibah Langsung  
Pengembalian  
Hibah Langsung  
Rp86.465.100,00  
Pengesahan Pengembalian Hibah Langsung merupakan transaksi atas  
pencatatan pengembalian hibah langsung K/L dalam bentuk kas, barang, maupun  
jasa, sedangkan pencatatan pendapatan hibah dilakukan oleh BUN. Pengesahan  
Pengembalian Hibah Langsung dalam bentuk uang sampai dengan tanggal 31  
Desember 2023 sebesar Rp86.465.100,00 dengan Nomor SP4HL  
231400600560016 Tanggal 31 Desember 2023.  
- 59 -  
Ekuitas Akhir  
E.5 Ekuitas Akhir  
Rp1.562.927.552,0  
0
Nilai Ekuitas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 dan 2022  
adalah masing-masing sebesar Rp1.562.927.552,00 dan Rp6.145.907.490,00  
- 60 -  
F. PENGUNGKAPAN-PENGUNGKAPAN LAINNYA.  
F.1 KEJADIAN-KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL NERACA  
Tidak ada kejadian-kejadian penting setelah tanggal neraca.  
F.2 PENGUNGKAPAN LAIN-LAIN  
F.2.1 TINDAK LANJUT ATAS TEMUAN BPK  
Terdapat temuan BPK pada Tahun Anggaran 2022 diantaranya:  
1. Penyetoran Pajak oleh Bendahara Pengeluaran belum tertib, sudah ditindak  
lanjuti dengan membuat Komentar Instansi Atas Temuan Pemeriksaan Atas  
Laporan Keuangan Tahun 2022 dengan pernyataan bahwa Bendahara  
Pengeluaran dan seluruh BPP akan mematuhi Peraturan Menteri Keuangan  
Republik Indonesia Nomor 231/PMK.03/2019 Tentang Tata Cara  
Pendaftaran dan Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak, Pengukuhan  
dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, serta Pemotongan  
dan/atau Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Bagi Instansi  
Pemerintah BAB IV Tata Cara Penyetoran dan Pelaporan Pajak Pasal 23  
ayat (1) poin a yang menyatakan Instansi Pemerintah Pusat dan Instansi  
Pemerintah Daerah wajib menyetorkan PPh dan PPN atau PPN dan  
PPnBM yang telah dipotong dan/atau dipungut paling lama 7 (tujuh) hari  
setelah tanggal pelaksanaan pembayaran dengan mekanisme Uang  
Persediaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang  
perpajakan.  
2. Penatausahaan dan Pencatatan Pendapatan Jasa Pengawasan Obat dan  
Makanan belum sepenuhnya memadai, sudah ditindak lanjuti dengan  
melakukan perhitungan manual sisa kewajiban berdasarkan tarikan data  
persentase penyelesaian PNBP dari aplikasi pelayanan public dan akan  
berkoordinasi dengan Pusdatin untuk mengusulkan agar aplikasi e-payment  
dapat mengakomodir perhitungan sisa kewajiban PNBP secara akurat.  
3. Penatausahaan Kas Lainnya dari Hibah WHO belum memadai, sudah  
ditindak lanjuti dengan membuat Komentar Instansi Atas Temuan  
Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Tahun 2022 dengan pernyataan  
bahwa pengelola keuangan kas tunai dan penyimpanan sisa kas hibah  
sebelum dikembalikan ke rekening donor/WHO dilakukan oleh penanggung  
jawab kegiatan tanpa didukung surat keputusan penunjukan, hal ini  
disebabkan karena kurangnya pemahaman/ kompetensi SDM pengelola  
hibah dalam tata kelola dana hibah yang diterima, dan akan melakukan  
- 61 -  
perbaikan dan meningkatkan kompetensi/ pengetahuan SDM pengelola  
dana hibah serta melakukan koordinasi secara intensif dengan Biro  
Perencanaan dan Keuangan.  
F.2.2 PENGELOLA KEUANGAN  
Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan  
No.HK.02.02.1.2.07.21.277 tanggal 2 Juli 2021 tentang Penetapan KPA, Surat  
Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran No.HK.03.31.315.07.23.40 tanggal 11  
Juli 2023 menggantikan Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran  
No.HK.02.02.3.35.01.22.03 tanggal 5 Januari 2022 tentang Penetapan  
Pejabat Pembuat Komitmen, Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran No.  
HK.02.02.3.35.01.22.02 tanggal 5 Januari 2022 tentang PPSPM, Surat  
Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran HK.02.02.3.35.01.22.06 tanggal 4  
Januari 2022 tentang Penetapan Bendahara Pengeluaran, Pejabat yang diberi  
Kewenangan untuk Melakukan Tindakan Yang Mengakibatkan Pengeluaran  
Anggaran Belanja/ Penanggung Jawab Kegiatan/ Pembuat komitmen, Pejabat  
Yang Diberi Kewenangan Untuk menguji Tagihan Kepada Negara dan  
Menandatangani SPM, dan Bendahara Pengeluaran pada satker Deputi I  
Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor Dan Zat Adiktif  
telah dilakukan penunjukkan Pejabat Pengelola Keuangan sebagai berikut:  
Kuasa Pengguna Anggaran  
Pejabat Pembuat Komitmen I  
Pejabat Pembuat Komitmen II  
Menjadi  
: Dra. Tri Asti Isnariani, Apt, M.Pharm.  
: Ahmad Fikri, S.Kom  
: Dian Putri Anggraeni, SSi, Apt, M.Farm  
: Reni Indrasih, A.Md  
Pejabat Pembuat Komitmen III  
Pejabat Pembuat Komitmen IV  
Pejabat Pembuat Komitmen V  
Pejabat Penandatangan SPM  
Bendahara Pengeluaran  
: Melur Agustina Nila Wardhani, SKM  
: Daryani, SSi, M.Sc  
: Evi Dwi Pebriani, S.AP  
: Dwi Ngatini, SE, MAP  
: Tri Murtiarti, SE  
- 62 -  
F.2.3 Rekening Pemerintah  
Laporan Keuangan Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, Dan Zat Adiktif mempunyai 1 rekening yaitu rekening Bendahara  
Pengeluaran di BNI Cabang Kramat dengan Nomor Rekening 011685848 dan  
berubah menajdi Rekening Virtual BNI dengan Nomor Rekening  
9890314451551000 pada tanggal 14 September 2020 dan Rekening  
Penampungan Hibah di BNI Cabang Kramat dengan Nomor Rekening  
1448597667.  
F.2.4 Capaian Output Strategis  
Selama Tahun Anggaran 2023, output strategis yang telah dicapai oleh diisi  
Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat  
Adiktif sebagai berikut:  
Perse-  
ntase  
Penye-  
rapan  
100  
Real.  
Volume  
Keluar-  
an  
Target  
Keluar-  
an  
Progres  
Capaian  
Output  
Kode Output  
Strategis  
Uraian  
Output  
Alokasi  
Anggaran (Rp)  
Realisasi  
Belanja (Rp)  
No  
1
4122.QAH.001  
Keputusan  
penilaian  
sarana  
1.025.832.000  
1.025.816.052  
620  
722  
100  
distribusi  
obat yang  
diselesaikan  
sesuai  
standar  
2
4122.QIC.001  
Keputusan  
hasil  
9.404.287.000  
9.404.231.533  
100  
236  
252  
100  
pengawasan  
Sarana  
Distribusi  
Obat  
danSarana  
Pelayanan  
Kefarmasian  
yang  
diselesaikan  
Keputusan  
hasil  
3
4123.BIA.001  
4.162.547.000  
4.162.540.262  
100  
7.750  
10.539  
100  
pengawasan  
keamanan  
ONPP  
- 63 -  
Perse-  
ntase  
Penye-  
rapan  
100  
Real.  
Volume  
Keluar-  
an  
Target  
Keluar-  
an  
Progres  
Capaian  
Output  
Kode Output  
Strategis  
Alokasi  
Anggaran (Rp)  
Realisasi  
Belanja (Rp)  
No  
4
Uraian Output  
4123.BIA.002  
Keputusan  
hasil  
6.613.835.000  
6.613.809.855  
2.610  
2.301  
88.16  
pengawasan  
mutu ONPP  
Surat  
5
6
7
4123.QAH.001  
1.063.111.000  
1.063.109.141  
100  
100  
100  
18.100  
22.642  
63.420  
144  
100  
Keterangan  
Ekspor Impor  
ONPP yang  
Diselesaikan  
Tepat Waktu  
Label dan iklan  
produk  
4123.QIA.001  
1.832.388.000  
1.832.384.742  
60.400  
100  
tembakau yang  
diawasi yang  
memenuhi  
ketentuan  
4125.BAH.001  
Keputusan  
penilaian  
6.798.139.000  
6.797.938.533  
120  
100  
fasilitas  
produksi BBO,  
obat, produk  
biologi, dan  
sarana khusus  
yang  
diselesaikan  
tepat waktu  
Keputusan  
pengawalan  
tahapan  
8
4125.BAH.002  
2.793.845.000  
2.793.813.024  
100  
20  
22  
100  
pemenuhan  
fasilitas  
produksi obat  
hasil inovasi  
yang  
diterbitkan  
Fasilitas  
9
4125.QIC.001  
2.983.894.000  
2.983.718.569  
99,99  
212  
218  
100  
produksi  
produk JKN  
dan produk  
high risk  
lainnya serta  
bbo yang  
diawasi sesuai  
standar  
- 64 -  
Perse-  
ntase  
Penye-  
rapan  
100  
Real.  
Volume  
Keluar-  
an  
Target  
Kluar-  
an  
Progres  
Capaian  
Output  
Kode Output  
Strategis  
Alokasi  
Anggaran (Rp)  
Realisasi  
Belanja (Rp)  
No  
10  
Uraian Output  
4127.PCA.001  
Keputusan  
Registrasi Obat  
yang  
13.374.001.000  
13.373.679.869  
8.000  
9.178  
100  
Diselesaikan  
Sesuai Standar  
Standar obat,  
narkotika,  
11  
4131.AFA.001  
10.439.208.000  
10.436.799.907  
99.98  
17  
17  
100  
psikotropika,  
precursor, dan  
zat adiktif yang  
disusun  
12  
13  
4131.CAB.001  
4131.CAN.001  
Sarana  
93.669.000  
93.669.000  
100  
4
4
100  
100  
Pengawasan  
ONPPZA  
Perangkat  
1.752.109.000  
1.751.609.000  
99.97  
115  
115  
pengolah data  
dan  
komunikasi  
F.2.5 Pengungkapan terkait Prioritas Nasional Tahun 2023  
Berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2023 yang ditetapkan  
melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 134 Tahun 2022  
Tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2023, pada Deputi I  
Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif  
terdapat Alokasi Anggaran untuk Prioritas Nasional (PN) yaitu pada Prioritas  
Nasional III Meningkatkan Sumber Daya Manusia Berkualitas dan Berdaya  
Saing dari 7 Prioritas Nasional yang ditetapkan dalam RKP. Rincian Pagu  
Anggaran, Realisasi Anggaran dan Pencapaian Output dari Prioritas Nasional  
yang terdapat pada Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, Dan Zat Adiktif adalah:  
PN III Meningkatkan Sumber Daya Manusia Berkualitas dan Berdaya  
Saing.  
Pelaksanaannya diantaranya melalui 6 (Enam) program prioritas/kegiatan  
prioritas dengan pagu mencapai Rp29.683.513.000,00 dan realisasi sebesar  
Rp29.682.939.906,00 dengan rincian sebagai berikut:  
- 65 -  
Program  
Prioritas/  
Kegiatan  
Prioritas  
Satuan  
Output Target Output  
Strategis  
Capaian  
Nama Satker/ Unit  
Kerja  
Pagu  
Realisasi  
%
%
Strategis  
4122 Direktorat  
QAH.001  
1.025.832.000  
1.025.816.052 100,00 Dokumen  
620  
722  
116,45  
Pengawasan Distribusi Keputusan  
dan Pelayanan Obat, Penilaian Sarana  
Narkotika, Psikotropika, Distribusi Obat  
dan Prekursor  
yang  
Diselesaikan  
Sesuai Standar  
QIC.001  
9.404.287.000  
1.063.111.000  
9.404.231.533 100,00 Keputusan 236  
252  
106,78  
Keputusan  
Penilaian Sarana  
Distribusi Obat  
yang  
Diselesaikan  
Sesuai Standar  
QAH.001 Surat  
Keterangan  
4123 Direktorat  
Pengawasan  
Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor  
Ekspor Impor Obat, Obat, Narkotika,  
Narkotika, Psikotropika, Psikotropika, dan  
1.063.109.141 100,00 Dokumen 18.100  
22.642 106,78  
Prekursor, dan Zat  
Adiktif  
Prekursor yang  
Diselesaikan  
Tepat Waktu  
QIA.001 Label  
dan Iklan Produk  
Tembakau yang  
Diawasi yang  
Memenuhi  
1.832.388.000  
2.983.894.000  
1.832.384.742 100,00 Produk  
2.983.718.569 99,99 Lembaga  
60.400  
212  
63.420 125,09  
Ketentuan  
QIC.001 Fasilitas  
Pengawasan Produksi produksi produk  
4125 Direktorat  
218  
102,83  
114,73  
Obat, Narkotika,  
Psikotropika, dan  
Prekursor  
JKN dan produk  
high risk lainnya  
serta bahan baku  
obat yang diawasi  
sesuai standar  
4127 Direktorat  
Registrasi Obat  
PCA.001  
13.374.001.000 13.373.679.869 100,00 Keputusan 8.000  
9.178  
Keputusan  
Registrasi Obat  
yang  
Diselesaikan  
Sesuai Standar  
F.2.6 Hibah  
Deputi I mendapatkan hibah uang dari WHO dengan nomor register  
23LNGDLA untuk kegiatan Joint Work Plan WHO Biennium 2022-2023 Deputi  
Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif  
sebesar Rp4.242.000.000,00 (kurs $282.800,00) sesuai dengan perjanjian  
Nomor KS. 02.02.3.31.04.22.01.  
- 66 -  
Rincian Pengesahan Pendapatan 2022-2023:  
Penerima  
Hibah  
Pemberi Bentuk  
Hibah Hibah  
No.  
Register  
No. Pengesahan  
Nilai  
Direktorat Standardisasi  
Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat Adiktif  
WHO  
WHO  
WHO  
Uang 23LNGDLA 221400000000079 Rp 177.018.000  
31 Desember 2022  
Uang 23LNGDLA 231400000000008 Rp 459.213.000  
12 Juni 2023  
Uang 23LNGDLA 231400000000021 Rp 374.656.160  
11 September 2023  
WHO  
Uang 23LNGDLA 231400000000043 Rp  
1 Desember 2023  
93.664.040  
Direktorat Registrasi Obat  
WHO  
WHO  
WHO  
WHO  
WHO  
Uang 23LNGDLA 231400000000008 Rp 295.482.000  
12 Juni 2023  
Uang 23LNGDLA 231400000000021 Rp 362.954.400  
11 September 2023  
Uang 23LNGDLA 231400000000043 Rp 230.487.000  
1 Desember 2023  
Uang 23LNGDLA 231400000000063 Rp  
29 Desember 2023  
55.207.347  
Direktorat Pengawasan  
Keamanan, Mutu, dan Ekspor  
Impor Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor dan  
Zat Adiktif  
Uang 23LNGDLA 221400000000079 Rp 315.188.000  
31 Desember 2022  
WHO  
WHO  
Uang 23LNGDLA 231400000000021 Rp 221.871.200  
11 September 2023  
Uang 23LNGDLA 231400000000043 Rp  
1 Desember 2023  
49.994.711  
Direktorat Pengawasan  
Distribusi dan Pelayanan  
Obat, Narkotika, Psikotropika,  
dan Prekursor  
WHO  
WHO  
WHO  
Uang 23LNGDLA 231400000000021 Rp  
11 September 2023  
89.555.200  
Uang 23LNGDLA 231400000000043 Rp 486.045.920  
1 Desember 2023  
Uang 23LNGDLA 231400000000063 Rp  
29 Desember 2023  
96.070.247  
Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat, Narkotika,  
Psikotropika, dan Prekursor  
WHO  
WHO  
Uang 23LNGDLA 231400000000021 Rp  
11 September 2023  
Uang 23LNGDLA 231400000000043 Rp  
1 Desember 2023  
88.951.200  
22.014.212  
Rp 3.418.372.637  
- 67 -  
Rincian Pengesahan Belanja 2022-2023:  
Penerima  
Hibah  
Pemberi Bentuk  
Hibah Hibah  
No.  
Register  
No. Pengesahan  
Nilai  
Direktorat Standardisasi  
Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat Adiktif  
WHO  
WHO  
WHO  
WHO  
Uang 23LNGDLA 221400000000079 Rp 177.018.000  
31 Desember 2022  
Uang 23LNGDLA 231400600560004 Rp 301.503.000  
23 Oktober 2023  
Uang 23LNGDLA 231400600560010 Rp 146.920.320  
31 Desember 2023  
Uang 23LNGDLA 231400600560013 Rp 187.542.200  
31 Desember 2023  
WHO  
Uang 23LNGDLA 231400600560014 Rp 280.378.000  
31 Desember 2023  
Direktorat Registrasi Obat  
WHO  
WHO  
WHO  
WHO  
WHO  
Uang 23LNGDLA 231400600560008 Rp 158.375.000  
31 Desember 2023  
Uang 23LNGDLA 231400600560007 Rp  
31 Desember 2023  
89.765.000  
Uang 23LNGDLA 231400600560009 Rp 224.336.700  
31 Desember 2023  
Uang 23LNGDLA 231400600560012 Rp 400.208.747  
31 Desember 2023  
Direktorat Pengawasan  
Keamanan, Mutu, dan Ekspor  
Impor Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor dan  
Zat Adiktif  
Uang 23LNGDLA 231400600560001 Rp 256.025.000  
14 September 2023  
WHO  
WHO  
WHO  
WHO  
Uang 23LNGDLA 231400600560002 Rp 221.835.911  
26 September 2023  
Uang 23LNGDLA 231400600560005 Rp  
11 Desember 2023  
50.030.000  
Uang 23LNGDLA 231400600560006 Rp  
31 Desember 2023  
59.163.000  
Direktorat Pengawasan  
Distribusi dan Pelayanan  
Obat, Narkotika, Psikotropika,  
dan Prekursor  
Uang 23LNGDLA 231400600560015 Rp 667.841.247  
31 Desember 2023  
Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat, Narkotika,  
Psikotropika, dan Prekursor  
WHO  
WHO  
Uang 23LNGDLA 231400600560011 Rp 110.965.412  
31 Desember 2023  
Total Belanja  
Pengembalian ke WHO  
Rp 3.331.907.537  
Uang 23LNGDLA 231400600560016 Rp  
31 Desember 2023  
86.465.100  
Total  
Rp 3.418.372.637  
- 68 -  
IKHTISAR LAPORAN KEUANGAN HIBAH LUAR NEGERI  
LK HLN  
1
Nama Hibah Luar Negeri  
JOINT WORK PLAN WHO BIENNIUM 2022-2023  
DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT  
NARKOTIKA PSIKOTROPIKA PREKUSOR DAN ZAT  
ADIKTIF  
WORLD HEALTH ORGANIZATION  
JOINT WORK PLAN WHO BIENNIUM 2022-2023  
2
3
Pemberi Hibah  
Nama Proyek  
DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT  
NARKOTIKA PSIKOTROPIKA PREKUSOR DAN ZAT  
ADIKTIF  
4
5
6
7
8
9
Grant ID  
-
No Register  
23LNGDLA  
01/04/2022  
Date Sign  
Date Effective  
-
Closing Date  
31/12/2023  
$ 282.800  
315.188.000  
Grant Amount  
10 Disbursement s.d 2022  
11 Disbursement pada tahun  
2023  
2.926.166.637  
12 Belanja Tahun 2023 (Rupiah)  
3.154.889.537  
a. Belanja Pegawai  
b. Belanja Barang  
c. Belanja Modal  
d. Belanja bansos  
13 Neraca (Rupiah)  
a. Aset Lancar  
0
3.154.889.537  
0
0
0
0
b. Aset Tetap  
-
-
-
c. Aset Lainnya  
d. Kewajiban  
- 69 -  
Lampiran A1  
Deputi I Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan NAPZA  
Rincian Nilai Perolehan, Beban Penyusutan/Amortisasi,  
Akumulasi Penyusutan/Amortisasi dan Nilai Buku Aset Tetap  
Untuk Periode yang Berakhir pada 31 Desember 2023  
Masa  
Beban Peny.  
Akm. Peny.  
Nilai Buku  
No  
Aset Tetap  
Nilai Perolehan  
Saldo Awal  
Manfaat  
Per 31-12-2023  
Per 31-12-2023  
Per 31-12-2023  
A
Tanah  
1
Tanah  
-
0
0
-
-
-
-
-
-
-
-
Jumlah  
B
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Peralatan dan Mesin  
Alat Angkutan Darat Bermotor  
Alat Angkutan Tak Bermotor  
Alat Bengkel Tak Bermesin  
Alat Pengolahan  
7
5
5
5
5
5
5
5
4
4
4
4
4
4
4
399.553.574  
-
2.959.020.910  
539.000  
6.715.500  
15.000.000  
3.596.390.474  
3.326.873.766  
597.795.680  
53.183.500  
36.460.000  
35.400.000  
(2.271.670.190)  
(539.000)  
(287.797.146)  
-
(2.559.467.336)  
(539.000)  
4.700.850  
7.500.000  
644.479.210  
1.375.864.352  
240.798.454  
13.994.000  
25.066.250  
30.679.992  
2.574.000  
-
(671.550)  
(3.750.000)  
(1.343.100)  
(3.750.000)  
(57.628.735)  
(419.367.908)  
(61.604.604)  
(2.296.000)  
(4.557.500)  
(2.360.004)  
(572.000)  
(2.014.650)  
(7.500.000)  
Alat Kantor  
(2.894.282.529)  
(1.531.641.506)  
(295.392.622)  
(36.893.500)  
(6.836.250)  
(2.951.911.264)  
(1.951.009.414)  
(356.997.226)  
(39.189.500)  
(11.393.750)  
(4.720.008)  
(18.930.000)  
(131.398.667)  
(7.331.144.210)  
(2.422.074.566)  
(9.350.000)  
Alat Rumah Tangga  
Alat Studio  
Alat Komunikasi  
Unit Alat Laboratorium  
10 Alat Laboratorium Kimia Nuklir  
11 Alat Laboratorium Lingkungan Hidup  
12 Alat Khusus Kepolisian  
13 Komputer Unit  
(2.630.004)  
21.504.000  
(18.358.000)  
(131.398.667)  
(6.532.225.972)  
(2.434.406.375)  
(8.250.000)  
131.398.667  
9.831.925.829  
2.688.312.194  
11.000.000  
-
2.500.781.619  
266.237.628  
1.650.000  
5.513.879.929  
(798.918.238)  
12.331.809  
(1.100.000)  
(1.628.963.426)  
14 Peralatan Komputer  
15 Alat Peraga Pelatihan dan Percontohan  
Jumlah  
23.311.519.520  
(16.168.946.165)  
(17.797.639.591)  
C
1
2
Aset Tetap Lainnya  
Bahan Perpustakaan Tercetak  
Bahan Perpustakaan Terekam  
Jumlah  
4
4
2.126.955.530  
3.229.112.100  
5.356.067.630  
2.126.955.530  
3.229.112.100  
5.356.067.630  
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Aset Lainnya  
D
1
2
3
4
5
Alat Kantor  
4
4
4
4
4
-
-
-
-
-
(19.777.923)  
(66.161.170)  
(28.585.625)  
(52.707.500)  
(4.533.347.823)  
(4.700.580.041)  
19.777.923  
66.161.170  
28.585.625  
52.707.500  
(215.616.208)  
(48.383.990)  
-
-
-
-
Alat Rumah Tangga  
-
Komputer Unit  
Peralatan Komputer  
Software  
-
-
552.047.909  
10.049.975.971  
56.515.202.712  
5.301.011.940  
5.301.011.940  
(4.748.964.031)  
(4.748.964.031)  
Jumlah  
Total  
33.968.599.090  
(20.869.526.206)  
(1.677.347.416)  
(22.546.603.622)  
* Beban Amortisasi  
NERACA  
TINGKAT SATUAN KERJA  
PER 31 DESEMBER 2023 - AUDITED  
(DALAM RUPIAH)  
KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : ( 063 ) BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
UNIT ORGANISASI  
WILAYAH/PROVINSI  
SATUAN KERJA  
: ( 01 ) BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
: ( 0100 ) DKI JAKARTA  
Tgl Data : 07/05/24 6:00 AM  
: ( 445155 ) DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA,  
PSIKOTROPIKA, PREKURSOR, DAN ZAT ADIKTIF  
07/05/24 8:57 AM  
Tgl Cetak  
Halaman  
:
:
1
lap_neraca_satker_komparatif  
JUMLAH  
Kenaikan (Penurunan)  
NAMA PERKIRAAN  
2023  
2
2022  
3
Jumlah  
4
%
5
1
ASET  
ASET LANCAR  
Kas Lainnya dan Setara Kas  
Persediaan  
0
315,188,000  
(315,188,000)  
(100.00)  
276,550,328  
292,880,192  
(16,329,864)  
(5.58)  
JUMLAH ASET LANCAR  
276,550,328  
608,068,192  
(331,517,864)  
(54.52)  
ASET TETAP  
Peralatan dan Mesin  
23,311,519,520  
5,356,067,630  
22,686,990,465  
5,658,696,259  
624,529,055  
(302,628,629)  
2.75  
(5.35)  
10.07  
Aset Tetap Lainnya  
AKUMULASI PENYUSUTAN  
JUMLAH ASET TETAP  
(17,797,639,591)  
10,869,947,559  
(16,168,676,165)  
12,177,010,559  
(1,628,963,426)  
(1,307,063,000)  
(10.73)  
ASET LAINNYA  
Aset Tak Berwujud  
5,301,011,940  
0
4,865,947,198  
178,717,904  
435,064,742  
8.94  
Aset Lain-lain  
(178,717,904)  
(100.00)  
AKUMULASI PENYUSUTAN/AMORTISASI ASET  
LAINNYA  
(4,748,964,031)  
(4,700,580,041)  
(48,383,990)  
1.03  
JUMLAH ASET LAINNYA  
552,047,909  
344,085,061  
207,962,848  
60.44  
JUMLAH ASET  
11,698,545,796  
13,129,163,812  
(1,430,618,016)  
(10.90)  
KEWAJIBAN  
KEWAJIBAN JANGKA PENDEK  
Utang kepada Pihak Ketiga  
168,244  
106,322  
61,922  
58.24  
45.14  
Pendapatan Diterima Dimuka  
10,135,450,000  
6,983,150,000  
3,152,300,000  
JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA PENDEK  
10,135,618,244  
10,135,618,244  
6,983,256,322  
6,983,256,322  
3,152,361,922  
3,152,361,922  
45.14  
45.14  
JUMLAH KEWAJIBAN  
EKUITAS  
EKUITAS  
Ekuitas  
1,562,927,552  
1,562,927,552  
1,562,927,552  
11,698,545,796  
6,145,907,490  
6,145,907,490  
6,145,907,490  
13,129,163,812  
(4,582,979,938)  
(4,582,979,938)  
(4,582,979,938)  
(1,430,618,016)  
(74.57)  
(74.57)  
(74.57)  
(10.90)  
JUMLAH EKUITAS  
JUMLAH EKUITAS  
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS  
Keterangan :  
FINAL  
NERACA PERCOBAAN (BASIS AKRUAL)  
TINGKAT SATUAN KERJA  
PER 31 DESEMBER 2023 - AUDITED  
(DALAM RUPIAH)  
KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : ( 063 ) BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
UNIT ORGANISASI  
WILAYAH/PROVINSI  
SATUAN KERJA  
: ( 01 ) BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
: ( 0100 ) DKI JAKARTA  
Tgl Data : 07/05/24 6:26 AM  
: ( 445155 ) DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA,  
PSIKOTROPIKA, PREKURSOR, DAN ZAT ADIKTIF  
07/05/24 8:58 AM  
Tgl Cetak  
Halaman  
:
:
1
lap_neraca_percobaan_akrual_satker  
KODE  
TRN  
KODE  
AKUN  
NAMA AKUN  
DEBET  
KREDIT  
1
2
3
4
5
0.0  
117111  
Barang Konsumsi  
Peralatan dan Mesin  
Aset Tetap Lainnya  
276,550,328  
0
0
0
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
0.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
3.0  
132111  
135121  
137111  
162151  
169315  
212112  
219212  
313111  
313121  
313211  
391111  
391118  
391131  
391132  
425129  
425321  
491429  
521111  
521114  
521115  
521119  
521211  
521213  
521219  
521252  
522112  
522141  
522151  
522191  
522192  
523121  
523199  
524111  
524113  
524114  
524119  
524211  
23,311,519,520  
5,356,067,630  
0
Akumulasi Penyusutan Peralatan dan Mesin  
Software  
17,797,639,591  
5,301,011,940  
0
0
Akumulasi Amortisasi Software  
Beban barang yang masih harus dibayar  
Pendapatan Bukan Pajak lainnya Diterima di Muka  
Ditagihkan ke Entitas Lain  
4,748,964,031  
0
168,244  
0
10,135,450,000  
0
59,178,111,415  
Diterima dari Entitas Lain  
45,081,450,074  
2,545,000  
0
0
Transfer Keluar  
0
Ekuitas  
6,145,907,490  
Koreksi Nilai Aset Lainnya Non Revaluasi  
Pengesahan Hibah Langsung  
159,350,000  
0
0
3,321,166,637  
Pengesahan Pengembalian Hibah Langsung  
Pendapatan dari Pemindahtanganan BMN Lainnya  
Pendapatan Jasa Pengawasan Obat dan Makanan  
Pendapatan Perolehan Aset Lainnya  
Beban Keperluan Perkantoran  
86,465,100  
0
0
47,000,074  
0
41,882,150,000  
0
2,545,000  
723,273,009  
31,485,900  
56,940,000  
173,171,827  
8,423,033,651  
356,760,000  
214,664,865  
19,000,000  
1,100,334  
433,751,000  
4,011,800,000  
4,038,788,860  
910,000  
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Beban Pengiriman Surat Dinas Pos Pusat  
Beban Honor Operasional Satuan Kerja  
Beban Barang Operasional Lainnya  
Beban Bahan  
Beban Honor Output Kegiatan  
Beban Barang Non Operasional Lainnya  
Beban Peralatan dan Mesin - Ekstrakomptabel  
Beban Langganan Telepon  
Beban Sewa  
Beban Jasa Profesi  
Beban Jasa Lainnya  
Beban Jasa - Penanganan Pandemi COVID-19  
Beban Pemeliharaan Peralatan dan Mesin  
Beban Pemeliharaan Lainnya  
224,233,881  
214,732,794  
12,334,321,761  
564,590,000  
9,731,196,381  
15,585,311,381  
407,344,461  
Beban Perjalanan Dinas Biasa  
Beban Perjalanan Dinas Dalam Kota  
Beban Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota  
Beban Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota  
Beban Perjalanan Dinas Biasa - Luar Negeri  
NERACA PERCOBAAN (BASIS AKRUAL)  
TINGKAT SATUAN KERJA  
PER 31 DESEMBER 2023 - AUDITED  
(DALAM RUPIAH)  
KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : ( 063 ) BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
UNIT ORGANISASI  
WILAYAH/PROVINSI  
SATUAN KERJA  
: ( 01 ) BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
: ( 0100 ) DKI JAKARTA  
Tgl Data : 07/05/24 6:26 AM  
: ( 445155 ) DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA,  
PSIKOTROPIKA, PREKURSOR, DAN ZAT ADIKTIF  
07/05/24 8:58 AM  
Tgl Cetak  
Halaman  
:
:
2
lap_neraca_percobaan_akrual_satker  
KODE  
TRN  
KODE  
AKUN  
NAMA AKUN  
DEBET  
KREDIT  
1
2
3
4
5
3.0  
524219  
Beban Perjalanan Dinas Lainnya - Luar Negeri  
2,137,512,851  
0
0
0
0
3.0  
3.0  
3.0  
591111  
592115  
592222  
Beban Penyusutan Peralatan dan Mesin  
Beban Amortisasi Software  
2,840,609,467  
406,851,416  
9,817,074  
Beban Penyusutan Penyusutan Aset Tetap yang Tidak Digunakan  
dalam Operasional Pemerintah  
3.0  
3.0  
3.0  
593111  
593311  
596111  
Beban Persediaan konsumsi  
397,263,461  
4,145,000  
0
0
0
Beban Penyesuaian Nilai Persediaan  
Kerugian Pelepasan Aset  
341,533,516  
JUMLAH  
143,259,102,482  
143,259,102,482  
Keterangan :  
FINAL  
LAPORAN OPERASIONAL  
TINGKAT SATUAN KERJA  
PER 31 DESEMBER 2023 - AUDITED  
(DALAM RUPIAH)  
KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : ( 063 ) BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
UNIT ORGANISASI  
WILAYAH/PROVINSI  
SATUAN KERJA  
: ( 01 ) BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
: ( 0100 ) DKI JAKARTA  
Tgl Data : 07/05/24 6:26 AM  
: ( 445155 ) DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA,  
PSIKOTROPIKA, PREKURSOR, DAN ZAT ADIKTIF  
07/05/24 8:57 AM  
Tgl Cetak  
Halaman  
:
:
1
lap_lo_satker  
KENAIKAN/  
PENURUNAN  
URAIAN  
2023  
2022  
(%)  
KEGIATAN OPERASIONAL  
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
PENDAPATAN OPERASIONAL  
PENDAPATAN PERPAJAKAN  
Pendapatan Pajak Penghasilan  
Pendapatan Pajak Pertambahan Nilai dan Penjualan Barang  
Mewah  
Pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan  
Pendapatan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan  
Pendapatan Cukai  
Pendapatan Pajak Lainnya  
Pendapatan Bea Masuk  
Pendapatan Bea Keluar  
Jumlah Pendapatan Perpajakan  
PENDAPATAN NEGARA BUKAN PAJAK  
Pendapatan Sumber Daya Alam  
Pendapatan Bagian Pemerintah atas Laba  
Pendapatan Negara Bukan Pajak Lainnya  
Jumlah Pendapatan Negara Bukan Pajak  
PENDAPATAN HIBAH  
41,882,150,000  
45,850,475,000  
(3,968,325,000) (8.655)  
41,882,150,000  
45,850,475,000  
(3,968,325,000) (8.655)  
0
0
0
Pendapatan Hibah  
0
0
0
Jumlah Pendapatan Hibah  
0
0
0
Jumlah Pendapatan  
41,882,150,000  
45,850,475,000  
(3,968,325,000) (8.655)  
BEBAN OPERASIONAL  
0
0
0
Beban Pegawai  
0
397,263,461  
18,484,679,446  
438,966,675  
40,760,276,835  
0
0
400,921,724  
17,927,876,352  
295,862,977  
25,763,923,403  
0
0
Beban Persediaan  
(3,658,263) (0.912)  
Beban Barang dan Jasa  
556,803,094  
3.106  
Beban Pemeliharaan  
143,103,698 48.368  
Beban Perjalanan Dinas  
14,996,353,432 58.207  
Beban Barang Untuk Diserahkan Kepada Masyarakat  
Beban Bunga  
0
0
0
0
LAPORAN OPERASIONAL  
TINGKAT SATUAN KERJA  
PER 31 DESEMBER 2023 - AUDITED  
(DALAM RUPIAH)  
KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : ( 063 ) BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
UNIT ORGANISASI  
WILAYAH/PROVINSI  
SATUAN KERJA  
: ( 01 ) BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
: ( 0100 ) DKI JAKARTA  
Tgl Data  
:
07/05/24 6:26 AM  
07/05/24 8:57 AM  
2
: ( 445155 ) DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA,  
PSIKOTROPIKA, PREKURSOR, DAN ZAT ADIKTIF  
Tgl Cetak  
Halaman  
:
:
lap_lo_satker  
KENAIKAN/  
PENURUNAN  
URAIAN  
2023  
2022  
(%)  
Beban Subsidi  
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Beban Hibah  
Beban Bantuan Sosial  
Beban Penyusutan dan Amortisasi  
Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih  
Beban Transfer  
3,257,277,957  
3,058,967,097  
198,310,860  
6.483  
0
0
0
0
0
0
0
Beban Lain-Lain  
0
0
JUMLAH BEBAN  
63,338,464,374  
47,447,551,553  
15,890,912,821 33.492  
SURPLUS/DEFISIT DARI KEGIATAN OPERASIONAL  
KEGIATAN NON OPERASIONAL  
(21,456,314,374)  
(1,597,076,553)  
(19,859,237,821) 1,243.4  
74  
0
0
0
Surplus/Defisit Pelepasan Aset Non Lancar  
Pendapatan Pelepasan Aset Non Lancar  
Beban Pelepasan Aset Non Lancar  
(294,533,442)  
(339,181,819)  
44,648,377 (13.164)  
47,000,074  
88,502,777  
(41,502,703) (46.894)  
341,533,516  
427,684,596  
(86,151,080) (20.144)  
Surplus/Defisit Penyelesaian Kewajiban Jangka Panjang  
Pendapatan Penyelesaian Kewajiban Jangka Panjang  
Beban Penyelesaian Kewajiban Jangka Panjang  
Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional Lainnya  
Pendapatan dari Kegiatan Non Operasional Lainnya  
Beban dari Kegiatan Non Operasional Lainnya  
0
0
0
0
0
0
0
0
(1,600,000)  
2,545,000  
4,145,000  
(296,133,442)  
(21,752,447,816)  
0
0
12,870,000  
(14,470,000) (112.43  
2)  
(10,325,000) (80.225)  
12,870,000  
0
4,145,000  
JUMLAH SURPLUS/DEFISIT DARI KEGIATAN NON  
OPERASIONAL  
SURPLUS/DEFISIT SEBELUM POS LUAR BIASA  
(326,311,819)  
30,178,377 (9.248)  
(1,923,388,372)  
(19,829,059,444) 1,030.9  
44  
POS LUAR BIASA  
0
0
0
0
Beban Luar Biasa  
0
0
0
POS LUAR BIASA  
0
SURPLUS/DEFISIT - LO  
(21,752,447,816)  
(1,923,388,372)  
(19,829,059,444) 1,030.9  
44  
Keterangan :  
FINAL  
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS  
TINGKAT SATUAN KERJA  
PER 31 DESEMBER 2023 - AUDITED  
(DALAM RUPIAH)  
KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : ( 063 ) BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
UNIT ORGANISASI  
WILAYAH/PROVINSI  
SATUAN KERJA  
: ( 01 ) BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
: ( 0100 ) DKI JAKARTA  
Tgl Data  
:
07/05/24 6:00 AM  
07/05/24 8:57 AM  
1
: ( 445155 ) DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA,  
PSIKOTROPIKA, PREKURSOR, DAN ZAT ADIKTIF  
Tgl Cetak  
Halaman  
:
:
lap_lpe_satker  
KENAIKAN/  
PENURUNAN  
URAIAN  
2023  
2022  
(%)  
EKUITAS AWAL  
6,145,907,490  
(21,752,447,816)  
(159,350,000)  
0
11,100,920,941  
(1,923,388,372)  
(6,688,415,249)  
0
(4,955,013,451)  
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
SURPLUS/DEFISIT-LO  
(19,829,059,444)  
6,529,065,249  
0
KOREKSI YANG MENAMBAH/MENGURANGI EKUITAS  
PENYESUAIAN NILAI ASET  
KOREKSI ATAS REKLASIFIKASI  
KOREKSI NILAI ASET NON REVALUASI  
LAIN-LAIN  
0
0
0
(159,350,000)  
0
(85,040,249)  
(6,603,375,000)  
3,656,790,170  
(4,955,013,451)  
6,145,907,490  
(74,309,751)  
6,603,375,000  
13,672,027,708  
372,033,513  
(4,582,979,938)  
TRANSAKSI ANTAR ENTITAS  
KENAIKAN/PENURUNAN EKUITAS  
EKUITAS AKHIR  
17,328,817,878  
(4,582,979,938)  
1,562,927,552  
Keterangan :  
FINAL  
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA  
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN  
KANWIL PROVINSI DKI JAKARTA  
KPPN JAKARTA VI  
HASIL REKONSILIASI SAKTI - SPAN  
PADA SATKER 445155  
SAMPAI DENGAN PERIODE 2023-12  
No  
1
Jenis Rekon  
Nilai SPAN  
Nilai SAKTI  
Selisih  
Pagu Belanja  
62,336,865,000  
62,336,865,000  
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2
Belanja  
62,423,588,162  
62,423,588,162  
3
Pengembalian Belanja  
Estimasi Pendapatan  
Pendapatan Bukan Pajak  
Pengembalian Pendapatan Bukan Pajak  
Pengembalian Pajak  
-90,587,210  
-90,587,210  
4
38,024,500,000  
38,024,500,000  
5
45,088,450,074  
45,088,450,074  
6
-7,000,000  
-7,000,000  
7
0
0
8
Mutasi Uang Persediaan  
Kas di Bendahara Pengeluaran  
0
0
9
0
0
10 Kas pada Badan Layanan Umum  
0
0
0
0
11 Kas Lainnya di K/L dari Hibah  
12 Pengesahan Hibah Langsung Barang/Jasa/Surat Berharga  
395,000,000  
395,000,000  
Diterbitkan secara otomatis pada tanggal 25-JAN-24  
hal : 1 dari 1 halaman