BERITA ACARA EVALUASI INTERNAL  
TRIWULAN IIII TAHUN 2022  
Pada hari Jumat, tanggal 14 Oktober 2022 melalui aplikasi Zoom meeting, yang bertanda  
tangan di bawah ini:  
Nama  
NIP  
: Dra. Togi J. Hutadjulu, Apt., MHA  
: 19620604 198903 2 001  
Jabatan  
: Plt. Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika,  
dan Prekursor  
Telah melaksanakan Evaluasi Internal terhadap realisasi anggaran dan capaian kinerja Direktorat  
Pengawasan Produksi ONPP Triwulan IIII 2022. Berikut data capaian kinerja Direktorat Pengawasan  
Produksi ONPP:  
1. Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran per Output hingga Triwulan III (Data per September  
2022)  
Program: Pengawasan Obat dan Makanan  
Kegiatan: Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
Volume  
Anggaran  
Program/Kegiatan  
/Output  
No  
Target  
Realisasi  
Capaian  
Pagu  
Realisasi  
Capaian  
e=  
h=  
(g/fx100)  
a
b
C
d
f
g
(d/c x 100)  
1.  
110  
63  
57,27%  
5,384,046,000 4,506,481,635  
83,70%  
Keputusan  
penilaian fasilitas  
produksi BBO,  
obat, produk  
biologi, dan  
sarana khusus  
yang diselesaikan  
tepat waktu  
2. Keputusan  
pengawalan  
tahapan  
16  
12  
75,0%  
2,783,087,000 1,408,150,745  
50.59%  
pemenuhan  
fasilitas produksi  
obat hasil inovasi  
yang diterbitkan  
3.  
207  
155  
74,88%  
3,139,189,000  
1,539,118,813  
49,03%  
Fasilitas produksi  
produk JKN dan  
produk high risk  
lainnya serta bahan  
baku obat yang  
diawasi sesuai  
standar  
2. Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran per Sasaran Strategis hingga Triwulan IIII Tahun 2022  
(Data per September 2022)  
Volume  
Anggaran per Sasaran Strategis  
Realisa  
si TW  
III  
Target  
(per  
tahun)  
Sasaran  
Strategis  
Target  
TW III  
Capaian  
(%)  
No  
Nama Indikator  
c
Pagu  
Realisasi  
Capaian (%)  
g=  
(f/ex100)  
j=  
a
b
d
e
f
h
i
(i/hx100)  
Rp522.836.500  
Rp370.422.516  
70,85%  
1.  
60% 60% 91,30% 152,17  
Terwujudnya  
sarana  
Persentase  
sarana produksi  
produksi obat obat yang mandiri  
yang mandiri  
dalam  
pemenuhan  
CPOB  
Rp436.287.000  
Rp404.452.072  
92,70%  
2. Pelayanan  
publik di  
Indeks kepuasan  
pelayanan publik  
di bidang  
88  
88  
90,40 102,73  
bidang  
pengawasan  
sarana  
pengawasan  
sarana  
produksi obat  
yang prima  
produksi obat  
Rp282.906.500  
Rp168.838.454  
59,68%  
3. Meningkatnya Persentase  
76% 76%  
72,7% 95,69  
sarana  
sarana produksi  
produksi obat obat JKN, bahan  
JKN, bahan  
baku, dan obat  
baku obat dan high risk lainnya  
obat high risk  
lainnya yang  
memenuhi  
CPOB  
yang mematuhi  
persyaratan  
CPOB  
Volume  
Anggaran per Sasaran Strategis  
Realisa  
si TW  
III  
Target  
(per  
tahun)  
Sasaran  
Strategis  
Target  
TW III  
Capaian  
(%)  
No  
a
Nama Indikator  
c
Pagu  
Realisasi  
Capaian (%)  
g=  
(f/ex100)  
j=  
b
d
e
f
h
i
(i/hx100)  
Rp1.527.703.000 Rp460.596.874  
30,15%  
4. Meningkatnya  
efektivitas  
Persentase  
tindak lanjut yang  
berkualitas dari  
hasil  
95% 70% 55,56% 79,37  
pengawasan  
sarana  
produksi obat pengawasan  
berbasis  
risiko  
sarana produksi  
di Balai  
Rp282.906.500  
Rp168.838.454  
59,68%  
5.  
Persentase  
90% 60% 74,88% 124,8  
fasilitas produksi  
produk JKN dan  
produk high risk  
lainnya serta  
bahan baku obat  
yang diawasi  
sesuai standar  
Persentase hasil  
pengawasan  
Rp549.966.500  
Rp491.382.000  
Rp397.539.516  
Rp306.085.324  
6.`  
76%  
75%  
76% 78,18% 102,87  
75% 71,59% 95,45  
72,28%  
62,29%  
sarana produksi  
yang  
ditindaklanjuti  
7. Meningkatnya  
efektivitas  
pelayanan  
publik di  
Persentase  
keputusan  
penilaian fasilitas  
produksi bahan  
baku obat, produk  
biologi dan sarana  
khusus yang  
diselesaikan tepat  
waktu  
bidang  
pengawasan  
sarana  
produksi obat  
Rp1.300.000.000 Rp1.299.916.599  
Rp1.769.700.000 Rp1.226.515.745  
8.  
Indeks Pelayanan  
Publik  
4,01  
70%  
4,01  
4,54  
113,22  
99,99%  
69,31%  
9. Meningkatnya  
kemampuan  
mendorong  
inovasi  
Persentase  
tahapan  
pemenuhan  
fasilitas produksi  
70% 66,67% 95,24  
pengembanga obat dan bahan  
n obat  
baku obat baru  
yang diterbitkan  
Volume  
Anggaran per Sasaran Strategis  
Realisa  
si TW  
III  
Target  
(per  
tahun)  
Sasaran  
Strategis  
Target  
TW III  
Capaian  
(%)  
No  
a
Nama Indikator  
c
Pagu  
Realisasi  
i
Capaian (%)  
g=  
(f/ex100)  
j=  
b
d
e
f
h
(i/hx100)  
keputusan dalam  
rangka  
pengawasan  
Nilai RB Direktorat  
Pengawasan  
Produksi ONPP  
Rp2.675.393.000 Rp1.641.355.665  
10. Terwujudnya  
organisasi  
Direktorat  
93  
93  
92,09  
99,02  
61,35%  
68,78%  
Pengawasan  
Produksi  
ONPP yang  
efektif  
Rp1.467.241.000 Rp1.009.189.975  
11. Terwujudnya  
SDM  
Indeks  
80  
80  
80,10 100,13  
profesionalitas  
ASN Direktorat  
Pengawasan  
Produksi ONPP  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi  
ONPP yang  
bekerja  
optimal  
2,26  
2,26  
3
132,74  
12. Menguatnya  
Pengelolaan  
Data dan  
Indeks  
pengelolaan data  
dan informasi  
Direktorat  
Informasi  
Pengawasan  
Obat dan  
Makanan di  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi ONPP  
yang optimal  
Pengawasan  
Produksi Obat  
dan NPP  
100% 95%  
100%  
105,26  
13. Terkelolanya  
Keuangan  
Direktorat  
Tingkat Efisiensi  
Penggunaan  
Anggaran  
Pengawasan  
Direktorat  
Produksi Obat Pengawasan  
dan NPP  
secara  
Produksi ONPP  
Akuntabel  
3. Pembahasan  
3.1. Evaluasi Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Output Triwulan III Tahun 2022  
1. Output 1: Fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku obat  
yang diawasi sesuai standar (fasilitas produksi)  
a. Jumlah fasilitas produksi yang diperiksa sampai dengan Triwulan III Tahun 2022 sebanyak  
155 fasilitas atau 74,88% dari target output sebanyak 207 fasilitas, dengan realisasi  
anggaran sebesar Rp 1.539.118.813 (49,03%) dari total anggaran yang tersedia Rp  
3.139.189.000. Jumlah output tersebut telah melebih target sesuai dengan RAPK Triwulan  
III Tahun 2022 yaitu sebesar 60%, sehingga realisasi kinerja apabila mengacu kepada  
target RAPK sebesar 124,80%. Adapun untuk cakupan fasilitas produk high risk yang  
diawasi mencakup tidak hanya produk biologi namun juga terhadap fasilitas yang dalam  
waktu tertentu tidak pernah diperiksa sesuai siklus inspeksi dan berdasarkan hasil  
perencanaan inspeksi menjadi target prioritas inspeksi Tahun 2022.  
b.  
Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:  
Komitmen seluruh Inspektur dan SDM yang terlibat  
Tersedianya sistem perencanaan inspeksi yang baik  
Dukungan UPT dalam pelaksanaan inspeksi terpadu  
Koordinasi dengan pelaku usaha yang semakin efektif  
c. Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:  
Peningkatan penyebaran COVID-19 pada pertengahan Februari 2022 yang  
menyebabkan terhambatnya pelaksanaan inspeksi, serta potensi adanya tren  
peningkatan pada Juli 2022.  
Penambahan automatic adjustment (pencadangan anggaran) dalam rangka kebijakan  
antisipatif APBN, sehingga perlu dilakukan penyesuaian terhadap target output.  
Ketersediaan Inspektur CPOB Kepala dalam penetapan rencana dan tim inspeksi.  
Kegiatan prioritas lainnya.  
Beberapa UPT mengalami hambatan terkait ketersediaan anggaran dalam  
pendampingan inspeksi bersama pusat, sehingga perlu dialokasi anggaran  
menggunakan DIPA Direktorat Pengawasan Produksi ONPP.  
d. Rencana perbaikan:  
Mempertimbangkan pelaksanaan remote audit untuk target inspeksi yang memenuhi  
kriteria dan melakukan pemantauan kondisi penyebaran COVID-19.  
Meningkatkan koordinasi internal dan eksternal (UPT) dalam pelaksanaan inspeksi  
CPOB.  
Melakukan perhitungan estimasi realisasi anggaran hingga Desember 2022  
Melakukan monev secara berkala.  
2. Output 2: Keputusan penilaian fasilitas produksi BBO, obat, produk biologi, dan sarana khusus  
yang diselesaikan tepat waktu (keputusan)  
a. Jumlah keputusan hasil penilaian fasilitas produksi bahan baku obat, obat, produk biologi,  
dan sarana khusus yang diselesaikan tepat waktu hingga Triwulan III Tahun 2022  
sebanyak 63 keputusan, dengan realisasi anggaran sebesar Rp 4.506.481.635 (83,70)%  
dari total anggaran yang tersedia Rp 5.384.046.000. Keputusan penilaian fasilitas  
dimaksud mencakup sertifikasi baru maupun perubahan fasilitas, penilaian pemenuhan  
CPOB fasilitas obat impor, fasilitas radiofarmaka dan lain-lain.  
Terdapat total 88 permohonan penilaian fasilitas produksi, namun hanya 63 keputusan  
yang telah ditindaklanjuti tepat waktu dengan realisasi output Triwulan III Tahun 2022 yaitu  
57,27% dari target Tahun 2022 sebanyak 110 keputusan. Berdasarkan hal tersebut  
terdapat gap antara capaian output (57,27%) vs realisasi kinerja anggaran (83,70%), yaitu  
sebesar -26,43%. Perlu dilakukan upaya-upaya percepatan penyelesaian tepat waktu  
dimaksud.  
b. Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:  
Komitmen seluruh SDM yang terlibat  
Pelaksanaan pra-sertifikasi CPOB.  
Tersedianya sistem/aplikasi berbasis elektronik termasuk tanda tangan elektronik  
(TTE).  
Layanan konsultasi dan asistensi  
c. Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:  
Pemenuhan timeline penyelesaian masih diluar waktu yang ditetapkan.  
Komunikasi atau remainder untuk proses penyelesaian permohonan  
Kepatuhan pelaku usaha dalam pemenuhan CAPA.  
Restrukturisasi organisasi tata kerja (OTK) baru.  
Kendala non-teknis dalam proses persetujuan termasuk pejabat definitif yang  
melakukan persetujuan.  
d. Rencana perbaikan:  
Meningkatkan komunikasi dan koordinasi internal dalam penyelesaian permohonan  
penilaian termasuk monev.  
Meningkatkan efektivitas pelaksanaan pra-sertifikasi CPOB.  
Memprioritaskan percepatan penyelesaian permohonan yang tercakup dalam lingkup  
output tersebut  
Melakukan komunikasi dengan pelaku usaha dalam kesesuaian pemenuhan CAPA.  
3. Output 3: Tahapan pemenuhan fasilitas produksi obat dan bahan baku obat baru yang  
diterbitkan keputusan dalam rangka pengawasan (keputusan)  
a. Jumlah fasilitas produksi obat dan bahan baku obat baru yang dalam tahap pengawalan  
pemenuhan sebanyak 12 fasilitas, dengan realisasi anggaran sebesar Rp 1.408.150.745  
(50,59%) dari total anggaran yang tersedia Rp2.783.087.00. Rincian tahapan pengawalan  
meliputi, 2 fasilitas dalam tahapan diskusi, 4 fasilitas dalam tahap asistensi regulatori, 2  
proses sertifikasi inspeksi, dan, serta 4 fasilitas telah memiliki persetujuan/sertifikat.  
Adapun dari 12 fasilitas tersebut, 7 fasilitas berkaitan dengan produksi bahan baku obat  
dan 5 fasilitas berkaitan dengan produksi produk biologi. Terdapat 1 fasilitas yang akan  
dilakukan sertifikasi pada awal Oktober 2022 yaitu PT Brightgene Biomedical indonesia  
(bahan baku Imatinib)  
b. Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:  
Komitmen seluruh SDM yang terlibat  
Tersedianya layanan konsultasi dan asistensi (e-atensi)  
Tersedianya regulasi dan standar terkait CPOB  
c. Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:  
Dukungan atau ekosistem dalam peningkatan kemandirian industri farmasi  
Pengetahuan dan komitmen pelaku usaha dalam pemenuhan standar.  
d. Rencana perbaikan:  
Meningkatkan layanan konsultasi dan asistensi dalam pemenuhan fasilitas produksi  
obat dan bahan baku obat baru.  
Meningkatkan kualitas penyediaan dan daya saing obat baru baik melalui asistensi  
regulatori dan bimbingan teknis.  
3.2 Evaluasi Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Triwulan III Tahun 2022  
1. Dari total 13 Indikator Kinerja Kegiatan per Sasaran Strategis, seluruh IKK telah memiliki  
capaian pada triwulan III tahun 2022 ini.  
2. Realisasi dan capaian 13 IKK pada TW III Tahun 2022:  
a. 1 (satu) IKK dengan kategori capaian “Sangat Baik” (110% - 120%), yaitu Indeks  
Pelayanan Publik (111,1%)  
b. 8 (delapan) IKK dengan kategori capaian “Baik” (90% - 110%), yaitu Indeks kepuasan  
pelayanan publik di bidang pengawasan sarana produksi (102,73%), obat Persentase  
fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku obat yang  
diawasi sesuai standar (103,06%), Meningkatnya sarana produksi obat JKN, bahan baku  
obat dan obat high risk lainnya yang memenuhi CPOB (95,69%), Persentase hasil  
pengawasan sarana produksi yang ditindaklanjuti (102,87%), Persentase keputusan  
penilaian fasilitas produksi bahan baku obat, produk biologi dan sarana khusus yang  
diselesaikan tepat waktu (95,45%), Indeks Profesionalitas ASN Direktorat Pengawasan  
Produksi ONPP (100,13%), Persentase tahapan pemenuhan fasilitas produksi obat dan  
bahan baku obat baru yang diterbitkan keputusan dalam rangka pengawasan (95,24%),  
Indeks RB Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP (99,02%), dan Tingkat Efisiensi  
Penggunaan Anggaran Direktorat Pengawasan Produksi ONPP (105,26%)  
c. 1 (satu) IKK dengan kategori capaian “Cukup” (70% - 90%), yaitu Persentase tindak lanjut  
yang berkualitas dari hasil pengawasan sarana produksi di Balai (79,37%).  
d. 3 (tiga) IKK dengan kategori capaian “Tidak Dapat Disimpulkan” (> 120%), yaitu Indeks  
pengelolaan data dan informasi Direktorat Pengawasan Produksi ONPP yang optimal  
(132,74%), Persentase sarana produksi obat yang mandiri dalam pemenuhan CPOB  
(152,17%), dan Persentase fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta  
bahan baku obat yang diawasi sesuai standar (124,80%).  
3. Kendala atau permasalahan terkait IKK dengan kriteria Cukup dan Tidak Dapat Disimpulkan:  
a. IKK Persentase tindak lanjut yang berkualitas dari hasil pengawasan sarana produksi di  
Balai, dimana beberapa UPT belum melakukan inspeksi ke Industri Farmasi yaitu Balai Besar  
POM di Yogyakarta dan Balai Besar POM di Medan. Adapun rencana inspeksi akan  
dilakukan pada triwulan IV. Adapun berkaitan dengan 1 UPT yang belum memenuhi kriteria  
penilaian > 75, yaitu Balai Besar POM di Surabaya telah menunjukkan tren lebih baik dalam  
penetapan tindak lanjut berkualitas.  
b. IKK Persentase sarana produksi obat yang mandiri dalam pemenuhan CPOB karena  
beberapa CAPA Industri Farmasi belum memenuhi persyaratan 3 (tiga) kali evaluasi, baik  
disebabkan CAPA masih dalam penyusunan atau dalam proses evaluasi oleh evaluator.  
Diusulkan untuk dilakukan desk CAPA dalam rangka percepatan evaluasi.  
c. IKK Persentase fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku  
obat yang diawasi sesuai standar, secara target tahunan sudah dalam rentang yang  
memadai dalam mencapai target 90%  
Demikian berita acara ini dibuat untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.  
Jakarta, 14 Oktober 2022  
Plt. Direktur Pengawasan Produksi Obat,  
Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
Dra. Togi J. Hutadjulu., Apt., MHA  
NOTULEN  
Nama Kegiatan  
:
Evaluasi Internal SAKIP Direktorat Pengawasan Produksi ONPP  
(Triwulan III Tahun 2022), dilaksanakan bersamaan dengan  
kegiatan Validation 5th Ed.  
Tempat dan Tanggal Pelaksanaan  
Pimpinan Kegiatan  
Narasumber Evaluasi Internal  
Peserta  
:
:
:
:
:
Daring (Zoom meeting), 14 Oktober 2022  
Nani Handayani, S.Si, Apt.  
Sherwin Armanda, S.Si, Apt  
51 pegawai Ditwasprod ONPP  
Tim Akuntabilitas  
Notulis  
Hasil Pelaksanaan:  
1. Evaluasi Internal Triwulan III Tahun 2022 Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP)  
di Direktorat Pengawasan Produksi ONPP (Ditwasprod ONPP) dilakukan bersamaan dengan  
kegiatan Various Activities Like Discussion, Sharing, and Evaluation (Validation) pada tanggal 14  
Oktober 2022.  
2. Evaluasi Internal Akuntabilitas terdiri atas:  
2.1 Pemaparan Realisasi Rencana Aksi Area Akuntabilitas Ditwasprod ONPP TW III 2022  
a. Melakukan rekapitulasi pencapaian kinerja pada lembar monitoring dan evaluasi TW III,  
termasuk pelaporan melalui sistem aplikasi.  
b. Rapat evaluasi dan pelaporan pencapaian kinerja TW III telah berlangsung pada kegiatan  
Validation 5th ed.  
c. Pelaporan monitoring realisasi anggaran (Omspan, Sakti, Fisik) tiap 1 (satu) bulan kepada  
pimpinan dan penanggung jawab kegiatan sesuai dokumen RPD telah dilakukan secara  
berkala selama TW III  
d. Pengumpulan raw data kinerja setiap bulan oleh penanggung jawab sesuai indikator  
kinerja kegiatan (IKK) terkait yang mencakup antara lain rincian komponen yang diukur,  
nama kegiatan yang menunjang IKK, tanggal pelaksanaan kegiatan, kategori capaian,  
hambatan, rekomendasi, dan penanggung jawab pengumpulan data secara berkala  
selama TW III  
e. Reviu dan rekapitulasi data pada lembar monitoring dan evaluasi dilakukan pada akhir TW  
III yang mencakup IKK, cara pengukuran kinerja, target TW III, realisasi TW III, dan capaian  
kinerja TW III, hambatan, dan rekomendasi.  
f. Pelaporan keuangan, realisasi dan capaian kinerja melalui aplikasi online, seperti e-  
Performance/Simetris, Monev DJA, Sakti dan Bappenas selama TW III  
g. Peningkatan kompetensi anggota area Penguatan Akuntabilitas:  
-
-
WEBINAR Aplikasi SAKTI dan MONSAKTI (Evi Dwi & Atika /20 September 2022)  
FGD JF Perencana-Kontribusi Perencana dalam Bidang Pengawasan Obat dan  
Makanan (Maharani Citra/ 31 Agt-2 Sept 2022)  
h. Penyampaian bahan masukan Laporan Kinerja Interim dan Laporan Kinerja Tahun 2022  
Deputi Bidang Pengawasan ONAPPZA dalam bentuk Berita Acara Evaluasi Internal TW III  
2022  
i. Telah tersusun Laptah 2021 dan dilaporkan tepat waktu (termasuk publish di subsite  
klikcpob)  
j. KALEIDOSKOP - Kalender activity Akuntabiltias telah tersedia dan ternotifikasi ke email.  
k. SE Pemberian Penghargaan dan Pengenaan Sanksi dalam Hal Pencapaian Perjanjian  
Kinerja telah tersedia  
2.2 Evaluasi Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Output Triwulan III Tahun 2022  
1. Evaluasi Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Output Triwulan III Tahun 2022  
Output 1: Fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku  
obat yang diawasi sesuai standar (fasilitas produksi)  
a. Jumlah fasilitas produksi yang diperiksa sampai dengan Triwulan III Tahun 2022  
sebanyak 155 fasilitas atau 74,88% dari target output sebanyak 207 fasilitas, dengan  
realisasi anggaran sebesar Rp 1.539.118.813 (49,03%) dari total anggaran yang  
tersedia Rp 3.139.189.000. Jumlah output tersebut telah melebih target sesuai  
dengan RAPK Triwulan III Tahun 2022 yaitu sebesar 60%, sehingga realisasi kinerja  
apabila mengacu kepada target RAPK sebesar 124,80%. Adapun untuk cakupan  
fasilitas produk high risk yang diawasi mencakup tidak hanya produk biologi namun  
juga terhadap fasilitas yang dalam waktu tertentu tidak pernah diperiksa sesuai siklus  
inspeksi dan berdasarkan hasil perencanaan inspeksi menjadi target prioritas  
inspeksi Tahun 2022.  
b. Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:  
Komitmen seluruh Inspektur dan SDM yang terlibat  
Tersedianya sistem perencanaan inspeksi yang baik  
Dukungan UPT dalam pelaksanaan inspeksi terpadu  
Koordinasi dengan pelaku usaha yang semakin efektif  
c. Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:  
Peningkatan penyebaran COVID-19 pada pertengahan Februari 2022 yang  
menyebabkan terhambatnya pelaksanaan inspeksi, serta potensi adanya tren  
peningkatan pada Juli 2022.  
Penambahan automatic adjustment (pencadangan anggaran) dalam rangka  
kebijakan antisipatif APBN, sehingga perlu dilakukan penyesuaian terhadap  
target output.  
Ketersediaan Inspektur CPOB Kepala dalam penetapan rencana dan tim  
inspeksi.  
Kegiatan prioritas lainnya.  
Beberapa UPT mengalami hambatan terkait ketersediaan anggaran dalam  
pendampingan inspeksi bersama pusat, sehingga perlu dialokasi anggaran  
menggunakan DIPA Direktorat Pengawasan Produksi ONPP.  
d. Rencana perbaikan:  
Mempertimbangkan pelaksanaan remote audit untuk target inspeksi yang  
memenuhi kriteria dan melakukan pemantauan kondisi penyebaran COVID-19.  
Meningkatkan koordinasi internal dan eksternal (UPT) dalam pelaksanaan  
inspeksi CPOB.  
Melakukan perhitungan estimasi realisasi anggaran hingga Desember 2022  
Melakukan monev secara berkala.  
Output 2: Keputusan penilaian fasilitas produksi BBO, obat, produk biologi, dan sarana  
khusus yang diselesaikan tepat waktu (keputusan)  
a. Jumlah keputusan hasil penilaian fasilitas produksi bahan baku obat, obat, produk  
biologi, dan sarana khusus yang diselesaikan tepat waktu hingga Triwulan III Tahun  
2022 sebanyak 63 keputusan, dengan realisasi anggaran sebesar Rp 4.506.481.635  
(83,70)% dari total anggaran yang tersedia Rp 5.384.046.000. Keputusan penilaian  
fasilitas dimaksud mencakup sertifikasi baru maupun perubahan fasilitas, penilaian  
pemenuhan CPOB fasilitas obat impor, fasilitas radiofarmaka dan lain-lain.  
Terdapat total 88 permohonan penilaian fasilitas produksi, namun hanya 63  
keputusan yang telah ditindaklanjuti tepat waktu dengan realisasi output Triwulan III  
Tahun 2022 yaitu 57,27% dari target Tahun 2022 sebanyak 110 keputusan.  
Berdasarkan hal tersebut terdapat gap antara capaian output (57,27%) vs realisasi  
kinerja anggaran (83,70%), yaitu sebesar -26,43%. Perlu dilakukan upaya-upaya  
percepatan penyelesaian tepat waktu dimaksud.  
b. Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:  
Komitmen seluruh SDM yang terlibat  
Pelaksanaan pra-sertifikasi CPOB.  
Tersedianya sistem/aplikasi berbasis elektronik termasuk tanda tangan elektronik  
(TTE).  
Layanan konsultasi dan asistensi  
c. Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:  
Pemenuhan timeline penyelesaian masih diluar waktu yang ditetapkan.  
Komunikasi atau remainder untuk proses penyelesaian permohonan  
Kepatuhan pelaku usaha dalam pemenuhan CAPA.  
Restrukturisasi organisasi tata kerja (OTK) baru.  
Kendala non-teknis dalam proses persetujuan termasuk pejabat definitif yang  
melakukan persetujuan.  
d. Rencana perbaikan:  
Meningkatkan komunikasi dan koordinasi internal dalam penyelesaian  
permohonan penilaian termasuk monev.  
Meningkatkan efektivitas pelaksanaan pra-sertifikasi CPOB.  
Memprioritaskan percepatan penyelesaian permohonan yang tercakup dalam  
lingkup output tersebut  
Melakukan komunikasi dengan pelaku usaha dalam kesesuaian pemenuhan  
CAPA.  
Output 3: Tahapan pemenuhan fasilitas produksi obat dan bahan baku obat baru yang  
diterbitkan keputusan dalam rangka pengawasan (keputusan)  
a. Jumlah fasilitas produksi obat dan bahan baku obat baru yang dalam tahap  
pengawalan pemenuhan sebanyak 12 fasilitas, dengan realisasi anggaran sebesar  
Rp 1.408.150.745 (50,59%) dari total anggaran yang tersedia Rp2.783.087.00.  
Rincian tahapan pengawalan meliputi, 2 fasilitas dalam tahapan diskusi, 4 fasilitas  
dalam tahap asistensi regulatori, 2 proses sertifikasi inspeksi, dan, serta 4 fasilitas  
telah memiliki persetujuan/sertifikat.  
Adapun dari 12 fasilitas tersebut, 7 fasilitas berkaitan dengan produksi bahan baku  
obat dan 5 fasilitas berkaitan dengan produksi produk biologi. Terdapat 1 fasilitas  
yang akan dilakukan sertifikasi pada awal Oktober 2022 yaitu PT Brightgene  
Biomedical indonesia (bahan baku Imatinib)  
b. Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:  
Komitmen seluruh SDM yang terlibat  
Tersedianya layanan konsultasi dan asistensi (e-atensi)  
Tersedianya regulasi dan standar terkait CPOB  
c. Kendala atau hambatan dalam pencapaian target, antara lain:  
Dukungan atau ekosistem dalam peningkatan kemandirian industri farmasi  
Pengetahuan dan komitmen pelaku usaha dalam pemenuhan standar.  
d. Rencana perbaikan:  
Meningkatkan layanan konsultasi dan asistensi dalam pemenuhan fasilitas  
produksi obat dan bahan baku obat baru.  
Meningkatkan kualitas penyediaan dan daya saing obat baru baik melalui  
asistensi regulatori dan bimbingan teknis.  
2. Evaluasi Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Triwulan III Tahun 2022  
Dari total 13 Indikator Kinerja Kegiatan per Sasaran Strategis, seluruh IKK telah memiliki  
capaian pada triwulan III tahun 2022 ini.  
Realisasi dan capaian 13 IKK pada TW III Tahun 2022:  
a. 1 (satu) IKK dengan kategori capaian “Sangat Baik” (110% - 120%), yaitu Indeks  
Pelayanan Publik (111,1%)  
b. 8 (delapan) IKK dengan kategori capaian “Baik” (90% - 110%), yaitu Indeks kepuasan  
pelayanan publik di bidang pengawasan sarana produksi (102,73%), obat Persentase  
fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku obat yang  
diawasi sesuai standar (103,06%), Meningkatnya sarana produksi obat JKN, bahan  
baku obat dan obat high risk lainnya yang memenuhi CPOB (95,69%), Persentase  
hasil pengawasan sarana produksi yang ditindaklanjuti (102,87%), Persentase  
keputusan penilaian fasilitas produksi bahan baku obat, produk biologi dan sarana  
khusus yang diselesaikan tepat waktu (95,45%), Indeks Profesionalitas ASN  
Direktorat Pengawasan Produksi ONPP (100,13%), Persentase tahapan pemenuhan  
fasilitas produksi obat dan bahan baku obat baru yang diterbitkan keputusan dalam  
rangka pengawasan (95,24%), Indeks RB Direktorat Pengawasan Produksi Obat &  
NPP (99,02%), dan Tingkat Efisiensi Penggunaan Anggaran Direktorat Pengawasan  
Produksi ONPP (105,26%)  
c. 1 (satu) IKK dengan kategori capaian “Cukup” (70% - 90%), yaitu Persentase tindak  
lanjut yang berkualitas dari hasil pengawasan sarana produksi di Balai (79,37%).  
d. 3 (tiga) IKK dengan kategori capaian “Tidak Dapat Disimpulkan” (> 120%), yaitu Indeks  
pengelolaan data dan informasi Direktorat Pengawasan Produksi ONPP yang optimal  
(132,74%), Persentase sarana produksi obat yang mandiri dalam pemenuhan CPOB  
(152,17%), dan Persentase fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya  
serta bahan baku obat yang diawasi sesuai standar (124,80%).  
3. Kendala atau permasalahan terkait IKK dengan kriteria Cukup dan Tidak Dapat Disimpulkan:  
a. IKK Persentase tindak lanjut yang berkualitas dari hasil pengawasan sarana produksi di  
Balai, dimana beberapa UPT belum melakukan inspeksi ke Industri Farmasi yaitu Balai  
Besar POM di Yogyakarta dan Balai Besar POM di Medan. Adapun rencana inspeksi akan  
dilakukan pada triwulan IV. Adapun berkaitan dengan 1 UPT yang belum memenuhi  
kriteria penilaian > 75, yaitu Balai Besar POM di Surabaya telah menunjukkan tren lebih  
baik dalam penetapan tindak lanjut berkualitas.  
b. IKK Persentase sarana produksi obat yang mandiri dalam pemenuhan CPOB karena  
beberapa CAPA Industri Farmasi belum memenuhi persyaratan 3 (tiga) kali evaluasi, baik  
disebabkan CAPA masih dalam penyusunan atau dalam proses evaluasi oleh evaluator.  
Diusulkan untuk dilakukan desk CAPA dalam rangka percepatan evaluasi.  
c. IKK Persentase fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan  
baku obat yang diawasi sesuai standar, secara target tahunan sudah dalam rentang yang  
memadai dalam mencapai target 90%  
10/14/2022  
AREA  
PENGUATAN  
AKUNTABILITAS  
1
REALISASI RENCANA AKSI ZI  
AREA PENGUATAN  
AKUNTABILITAS  
TW III 2022  
1
TODAY'S  
AGENDA  
MONEV CAPAIAN KINERJA  
DAN EVALUASI INTERNAL  
TW III 2022  
2
PENUTUP  
3
2
1
10/14/2022  
REALISASI  
RENCANA  
AKSI  
3
A. MENINGKATNYA KINERJA DIREKTORAT PENGAWASAN  
PRODUKSI ONPPDI ZONA INTEGRITAS MENUJU WBK/WBBM.  
1) Proes UAT aplikasi SIMETRIS  
telah selesai pada bulan Juli 2022,  
dan target IKK 12 dan 13 dapat  
dibreakdown menjadi per bulan  
Belum terdapat permintaan reviu  
Penyusunan Rencana  
Kinerja Tahunan/  
Review Rencana  
Strategis Deputi  
Bidang Pengawasan  
ONAPPZA tahun  
2020 - 2024  
renstra Deputi I, namun pada 11  
Agustus 2022 telah dilakukan  
evaluasi paruh waktu RPJMN  
(Renstra Badan POM oleh Biro  
Perencanan, Kemenkeu, dan  
Bappenas).  
Perjanjian Kinerja dan  
Rencana Aksi Perjanjian  
Kinerja Direktorat  
2) Telah disusun RKT 2023 dan  
diupload ke Biro perencanaan dan  
keuangan melalui bit.ly/upload-RKT-  
2023 tanggal 18 Juli 2022  
Pengawasan Produksi  
ONPP Tahun 2022  
Melakukan rekapitulasi  
pencapaian kinerja pada  
lembar monitoring dan  
evaluasi tiap akhir TW,  
termasuk pelaporan melalu
sistem aplikasi (e-  
Telah dilaksanakan monitoring dan  
evaluasi TW III pada aplikasi e-  
performance, dan pelaporan ke sistem  
aplikasi tiap bulan pada aplikasi Sakti,  
Smart DJA, BOC RHPK, untuk  
kinerja pelaporan tiap bulan dalam  
batas waktu maksimal tanggal 10  
tiap bulannya  
1) Rapat evaluasi internal TW 3 akan  
dilakukan bersama dengan kegiatan  
Validation  
Melaksanakan rapat  
evaluasi dan pelaporan  
pencapaian kinerja secara  
berkala (tiap triwulan)  
2) Berita Acara Evaluasi Internal TW 3  
akan diproses pada bulan Oktober 2022,  
saat ini realisasi dan capaian sedang  
dalamfinalisasidanverbal  
performance dan Monev DJ
4
2
10/14/2022  
B. MENINGKATNYA AKUNTABILITAS DIREKTORAT PENGAWASAN  
PRODUKSI ONPP DI ZONA INTEGRITAS MENUJU WBK/WBBM.  
Pengumpulan raw data kinerja  
Pelaporan monitoring  
realisasi anggaran  
Penyusunan dokumen  
perencanaan dan keuangan,  
antara lain Rencana Kinerja  
Tahunan (RKT), Perjanjian  
Kinerja (PK), Rencana Aksi  
Perjanjian Kinerja dan Plan of  
Action Kegiatan Tahun 2022  
setiap bulan oleh penanggung  
jawab sesuai indikator kinerja  
kegiatan (IKK) terkait yang  
mencakup antara lain rincian  
komponen yang diukur, nama  
kegiatan yang menunjang IKK,  
tanggal pelaksanaan kegiatan,  
kategori capaian, hambatan,  
rekomendasi, da
(Omspan, Sakti, Fisik) tiap  
1 (satu) bulan kepada  
pimpinan dan penanggung  
jawab kegiatan sesuai  
dokumen RPD  
Telah dilakukan pengumpulan  
1. Telah tersedia SK RKT No.  
pengumpulan d
Telah disusun draft Laporan  
data capaian IKK melaluigoogle  
drive yang telah disediakan  
secara berkala baik tiap bulan  
maupun triwulan.  
PR.04.01.33.333.12.21.51 Tahun 2021  
tentang RK Ditwasprod Tahun 2022  
2. Telah tersedia RKT, PK dan RAPK  
Ditwasprod Tahun 2022  
Monitoring realisasi Anggaran  
bulan Agustus 2022  
Pelaporan keuangan,  
Reviu dan rekapitulasi data  
pada lembar monitoring dan  
evaluasi dilakukan setiap akhir  
TW yang mencakup IKK, cara  
pengukuran kinerja, target per  
TW, realisasi per TW, da
capaian kinerja per TW
hambatan, dan rekomend
realisasi dan capaian  
kinerja melalui aplikasi  
online, seperti  
SIMETRIS, Monev DJA,  
Sakti dan Bappe
secara berkala (t
bulan atau triwul
Telah dilakukan pelaporan  
Telah dilakukan reviu dan rekapitulasi  
keuangan, realisasi dan capaian  
kinerja ke aplikasi Monev DJA,  
Sakti, Simetris, dan Bappenas  
sesuai periode pelaporan  
hasil pengumpulan data capaian IKK  
melaluigoogle drive yang telah  
disediakan untuk selanjutnyamenjadi  
data penyusunan BA Internal  
5
B. MENINGKATNYA AKUNTABILITAS DIREKTORAT PENGAWASAN  
PRODUKSI ONPP DI ZONA INTEGRITAS MENUJU WBK/WBBM.  
Pengembangan kompetensi  
dibidang keuangan dan  
Pelaporan Evaluasi  
Internal sesuai timeline  
yang ditetapkan  
Penyampaian bahanmasukan  
LaporanKinerjaInterimdan  
LaporanKinerjaTahun2022Deputi  
BidangPengawasanONAPPZA.  
akuntabilitas kinerja, serta  
diseminasi pelatihan kepada Tim  
Akuntablitas lainnya  
Pelaporan Evaluasi Internal TW III  
dilakukan setelah pelaksanaan  
Validation yang direncanakan  
berkoordinasi dengan AoC (paling  
lambat 15 Oktober 2022)  
Telah menyampaikan masukan pada  
laporan interim dan BA Evaluasi Internal  
TW III Deputi I, namun proses penyusunan  
dokumen tsb belum selesai (pengumpulan  
sebelum 15 okt 2022)  
1. WEBINAR Aplikasi SAKTI dan MONSAKTI  
(Evi Dwi & Atika /20 September 2022)  
2. FGD JF Perencana-Kontribusi Perencana  
dalam Bidang Pengawasan Obat dan Makanan  
(Maharani Citra/ 31 Agt-2 Sept 2022)  
Panduan dan Implementasi  
Pemberian Penghargaan dan  
Sanksi dalam hal Pencapaian  
Kinerja di Direktorat  
Kaleidoskop!  
Menyusun Kalender akuntabilitas,  
evaluasi, data kinerja dan  
Penyusunan Laporan  
Tahunan Periode 2021  
Direktorat Pengawasan  
Produksi ONPP  
Pengawasan Produksi ONPP  
pelaporan Ditwasprod ONPP  
Telah terdapat SE Direktur Pengawasan Produksi  
Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor No.  
KP.09.03.33.331.05.22.01 tentang Pemberian  
Penghargaan dan Pengenaan Sanksi dalam Hal  
Pencapaian Perjanjian Kinerja di Lingkungan  
Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika,  
Psikotropika, dan Prekursor  
Kaleidoskop telah disusun melalui google  
calender, dan telah terdapat notifikasi  
kepada email sebagai bentuk remainder  
kepada tim Akuntabilitas dalam  
Penyampaian Laporan  
Tahunan 2021 telah  
dilakukan tepat waktu.  
penyampaian kinerja dan anggaran  
6
3
10/14/2022  
MONEV CAPAIAN  
KINERJA DAN  
EVALUASI INTERNAL  
tw iii 2022  
7
KEPUTUSAN PENILAIAN FASILITAS  
PRODUKSI BBO, OBAT, PRODUK BIOLOGI,  
DAN SARANA KHUSUS YANG DISELESAIKAN  
TEPAT WAKTU  
TARGET 110  
(PRO PN)  
Realisasi 63  
FASILITAS PRODUKSI PRODUK JKN DAN  
Capaian  
Output  
TW III  
2022  
PRODUK HIGH RISK LAINNYA SERTA BAHAN  
BAKU OBAT YANG DIAWASI SESUAI  
STANDAR  
Capaian 57,27%  
TARGET 207  
KEPUTUSAN PENGAWALAN TAHAPAN  
PEMENUHAN FASILITAS PRODUKSI OBAT  
HASIL INOVASI YANG DITERBITKAN  
Realisasi 155  
Capaian 74,88%  
TARGET 16  
Realisasi 12  
Capaian 75%  
8
4
10/14/2022  
CAPAIAN OUTPUT PER KELOMPOK  
2021  
KEPUTUSAN PENILAIAN FASILITAS  
PRODUKSI BBO, OBAT, PRODUK BIOLOGI,  
DAN SARANA KHUSUS YANG DISELESAIKAN  
TEPAT WAKTU  
RATIO MS vs TMS  
(Per Permohonan)  
7
57  
120  
100  
80  
60  
40  
20  
0
83  
100  
14  
TARGET 110  
22  
4
79  
79  
74  
68  
59  
54  
50  
49  
Realisasi 63  
45  
Obat  
PB  
36  
BBO - Penilaian Obat Impor  
BBO - Inspeksi LN  
BBO - Desktop Inspection (Pre Market)  
Capaian 57,27%  
17  
14  
11  
7
6
5
5
4
3
1
1
1
0
CAPAIAN OUTPUT  
(Penilaian Tepat Waktu)  
CAPAIAN OUTPUT PER KELOMPOK  
Tahun 2021  
Tahun 2022  
Tahun 2021  
Tahun 2022  
Tahun 2021  
Tahun 2022  
MS  
TMS  
Ratio MS  
2022 (TW-3)  
120  
120%  
100%  
80%  
60%  
40%  
20%  
0%  
Persetujuan Penggunaan Gudang di Luar Lokasi Pabrik  
DPI Pre Market/SMF/Obat Impor  
100  
80  
60  
40  
20  
0
Sertifikasi Baru  
Persetujuan Penggunaan/Perubahan Fasilitas  
8
8
Tren Capaian Output s.d TW 3 2022  
mengalami perlambatan, hanya terdapat 13  
Output MS pada TW 3 2022  
114  
3
104  
40  
31  
1
86  
85  
77  
63  
10  
50  
Terdapat penurunan signifikan Output  
terkait DPI/SMF/Obat Impor capaian output  
s.d TW 3 2022 vs 2021 (42%)  
Sebagian besar tiap jenis permohonan  
mengalami penuruan ratio MS (kecuali  
Sertifikasi Baru), ratio terbesar pada  
Persetujuan Gudang dari 100% MS menjadi  
hanya 17% MS  
39  
30  
25  
22  
TW I  
TW II  
TW III  
TW IV  
2020 Capaian  
2020 Realisasi  
2020 Capaian  
2021 Realisasi  
2021 Capaian  
2022 Realisasi  
Obat  
PB  
Imeks  
BBO - Sertifikasi  
BBO - DPI Pre Market BBO - SMF  
9
SS3. Meningkatnya sarana produksi obat JKN, bahan baku  
obat dan obat high risk lainnya yang memenuhi CPOB  
SS1. Terwujudnya sarana produksi obat yang mandiri  
IKK 01  
Target: 60%  
Capaian  
Persentase sarana  
IKK 03  
Capaian  
produksi obat yang  
152,17%  
mandiri dalam  
Target: 76 %  
Persentase sarana  
produksi obat JKN,  
95,69%  
pemenuhan CPOB  
Realisasi: 91,30%  
bahan baku obat, dan  
obat high risk lainnya  
yang mematuhi  
persyaratan CPOB  
Realisasi: 72,7%  
SS2. Pelayanan publik di bidang pengawasan  
sarana produksi obat yang prima  
IKK 02  
Target: 88  
Capaian  
Indeks kepuasan  
pelayanan publik di  
102,73%  
bidang pengawasan  
Realisasi: 90,40  
sarana produksi obat  
10  
5
10/14/2022  
SS4. Meningkatnya efektivitas pengawasan sarana  
produksi obat berbasis risiko  
SS5. Meningkatnya efektivitas pelayanan publik di  
bidang pengawasan sarana produksi obat  
IKK 04  
IKK 07  
Capaian  
Target: 70 %  
Persentase tindak lanjut yang  
berkualitas dari hasil  
pengawasan sarana produksi  
di Balai  
Persentase  
keputusan penilaian  
fasilitas produksi  
bahan baku obat,  
produk biologi dan  
sarana khusus yang  
diselesaikan tepat  
waktu  
Target: 75 %  
Capaian  
79,37%  
Realisasi: 55,56%  
95,45%  
Realisasi: 71,59%  
IKK 05  
Target: 60 %  
Capaian  
Persentase fasilitas produksi  
produk JKN dan produk high  
risk lainnya serta bahan baku  
yang diawasi sesuai standar  
124,80%  
Realisasi: 74,88%  
Capaian  
Target: 4,01  
IKK 08  
113,22%  
Indeks  
Pelayanan Publik  
IKK 06  
Realisasi:  
4,54  
Target:76 %  
Capaian  
Persentase hasil pengawasan  
sarana produksi yang  
ditindaklanjuti  
102,87%  
Realisasi: 78,18%  
11  
SS8. Terwujudnya SDM Direktorat Pengawasan  
Produksi ONPP yang bekerja optimal  
IKK 11  
SS6. Meningkatnya kemampuan mendorong inovasi  
pengembangan obat  
Target:  
Capaian  
Indeks profesionalitas  
IKK 09  
Target:  
80  
Realisasi:  
80,59  
ASN Direktorat  
100,74%  
70 %  
Pengawasan Produksi  
Obat &NPP  
Persentase tahapan  
Capaian  
pemenuhan fasilitas  
produksi obat dan bahan  
95,24%  
baku obat baru yang  
diterbitkan keputusan  
dalam rangka pengawasan  
Realisasi:  
66,67%  
SS9. Menguatnya Pengelolaan Data dan Informasi Pengawasan Obat  
dan Makanan di Direktorat Pengawasan Produksi Obat dan NPP  
IKK 12  
Target: 2,26  
Capaian  
Indeks pengelolaan data  
dan informasi Direktorat  
SS7. Terwujudnya organisasi Direktorat  
Pengawasan Produksi
132,74%  
Pengawasan Produksi  
Realisasi: 3  
ONPP yang optimal  
SS9. Menguatnya Pengelolaan Data dan Informasi Pengawasan Obat  
dan Makanan di Direktorat Pengawasan Produksi Obat dan NPP  
Target:  
IKK 10  
Capaian  
93  
Indeks RB Direktorat  
Pengawasan Produksi  
Obat & NPP  
99,02%  
IKK 13  
Capaian  
Realisasi:  
92,09  
Tingkat Efisiensi  
Penggunaan Anggaran  
Direktorat Pengawasan  
Produksi ONPP  
Target: 95  
105,26%  
Realisasi: 100  
12  
6
10/14/2022  
PENUTUP  
1. Seluruh target kinerja (13 IKK) Ditwasprod ONPP hingga TW 3  
telah memiliki realisasi dan capaian.  
2. Beberapa capaian kinerja yang perlu menjadi perhatian, yaitu:  
a) Capaian output “Keputusan penilaian fasilitas produksi BBO,  
obat, produk biologi, dan sarana khusus yang diselesaikan tepat  
waktu” hanya 57,27%  
b) Capaian IKK Persentase tindak lanjut yang berkualitas dari hasil  
pengawasan sarana produksi di Balai hanya 79,37%. Hal  
tersebut dikarenakan beberapa UPT (Yogyakarta dan Medan)  
belum melaksanakan inspeksi dan/atau menyelesaikan laporan  
inspeksi pada TW 3 ini. Hasil evaluasi BBPOM Surabaya masih  
TMS, namun mengalami tren peningkatan  
3. Capaian IKK Persentase sarana produksi obat yang mandiri dalam  
pemenuhan CPOB dengan capaian 152,17%, disebabkan beberapa  
CAPA belum dapat terhitung sebagai denominator. Perlu dilakukan  
percepatan evaluasi CAPA khususnya yang telah 2x evaluasi  
13  
PENUTUP  
4. Terdapat capaian IKK yang diprediksi pada akhir tahun < 100%, yaitu IKK  
Indeks RB Direktorat Pengawasan Produksi ONPP. Sesuai surat Irtama No. B-  
PI.06.06.7.72.10.22.189, nilai RB Ditwasprod sebesar 92,09 target (93). Nilai  
tersebut meningkat 4,31 dari nilai RB Tahun 2021 yaitu 87,78. Perlu  
dilakukan revisi target mengingat saat ini Ditwasprod sedang dalam tahap  
meraih WBK. Sesuai Permenpan 90/2021, syarat LKE untuk WBK 75 dan  
WBBM 85.  
5. Beberapa usulan perbaikan capaian output dan kinerja di TW 4 2022:  
a) Upaya percepatan dan prioritas dalam pencapaian target output  
Keputusan Penilaian Fasilitas Produksi BBO, Obat, Produk Biologi, dan  
Sarana khusus yang diselesaikan tepat waktu.  
b) Meningkatkan koordinasi secara internal dan eksternal terkait kendala  
dan/atau hambatan atas kinerja yang belum tercapai.  
c) Melakukan monev lebih ketat terhadap capaian kinerja yang belum  
mencapai target dan/atau yang memiliki capaian >120%  
d) Melakukan revisi (jika memungkinkan) untuk target IKK Indeks RB, agar  
capaian kinerja >100% bisa lebih maksimal  
6. Terkait dengan tim PJ Akuntabilitas dari Kelompok PB yang CDTN, perlu  
penunjukkan sementara dalam pelaporan rekapitulasi capaian kinerja  
14  
7