Progres Rencana Aksi  
No  
1
Indikator  
2
Kondisi Awal  
Rekomendasi  
4
Timeline  
5
Kondisi Akhir  
9
Rencana aksi yang  
Rencana aksi yang  
belum selesai  
Timeline  
8
sudah selesai  
3
pada tanggal  
12 Agustus  
2025 sekaligus  
sosialisasi  
6
7
Peraturan  
Badan POM  
nomor 18 dan  
19 tahun 2025  
kepada pelaku  
usaha rokok  
elektronik.  
2) Rapat Revisi  
SKP Kepala  
UPT termasuk  
IKU UPT  
sebagai  
dampak  
Penyesuaian  
PK dan RAPK  
Tahun 2025  
tanggal 8  
September  
2025.  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
77  
Progres Rencana Aksi  
No  
Indikator  
Kondisi Awal  
3
Rekomendasi  
4
Timeline  
5
Kondisi Akhir  
Rencana aksi yang  
Rencana aksi yang  
belum selesai  
Timeline  
8
sudah selesai  
1
2
6
7
9
6
09-Persentase  
TW  
III/2025 Asistensi  
regulatori TW IV/2025  
-
Asistensi  
regulatori TW IV/2025  
Tidak tercapai target  
sentra uji klinik tidak  
tercapai dan Evaluasi CAPA  
dan Evaluasi CAPA  
dan BE yang  
memenuhi  
ketentuan  
target  
Hambatan:  
Masih diperlukan  
asistensi  
regulatori kepada  
site/sarana  
klinik  
uji  
dan  
bioekivalensi  
1) Melanjutkan  
kegiatan  
1) Melakukan kegiatan  
pendampingan  
7
01 - Persentase  
pengawalan  
hilirisasi Obat  
Pengembangan  
Baru yang  
TW  
tidak  
target  
III/2025  
tercapai  
TW IV/2025  
1) Asistensi regulatori TW IV/2025 Tidak tercapai target  
asistensi  
ke peneliti  
pendampingan  
seperti  
seperti  
regulatori  
asistensi  
onsite,  
regulatori onsite, 2) Asistensi regulatori  
desk pra sertifikasi,  
onsite.  
dan melakukan 3) Desk prasertifikasi  
inspeksi sertifikasi 4) Inspeksi sertifikasi  
Hambatan:  
Terdapat  
perubahan target  
dan definisi  
operasional  
dalam  
desk pra sertifikasi,  
dan melakukan  
inspeksi sertifikasi  
CPOB.  
dikawal sesuai  
standar  
CPOB.  
CPOB  
2) Melakukan  
identifikasi  
monitoring  
terhadap  
2) Melakukan  
dan  
identifikasi  
monitoring terhadap  
dan  
menghitung  
tindak  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
78  
Progres Rencana Aksi  
No  
1
Indikator  
2
Kondisi Awal  
Rekomendasi  
4
Timeline  
5
Kondisi Akhir  
9
Rencana aksi yang  
Rencana aksi yang  
belum selesai  
Timeline  
8
sudah selesai  
3
6
7
capaian indikator  
obat  
tindak  
pengawasan  
lanjut  
dan  
lanjut pengawasan  
dan  
progres  
pengembangan  
baru di Direktorat  
Registrasi Obat.  
progres perbaikan  
sarana produksi.  
perbaikan sarana  
produksi.  
Keterangan:  
*diisi dengan bentuk rincian tindak lanjut  
**diisi dengan rencana aksi tindak lanjut dan timelinenya  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
79  
3.4 Realisasi Anggaran  
Data pagu anggaran yang digunakan pada laporan kinerja anggaran TW 3 tahun 2025 ini  
merujuk kepada DIPA Rev 7 (POK 18) Deputi Bidang Pengawasan Obat NPPZA dengan  
anggaran termasuk Auto Adjustment dan penghematan sebesar Rp 36.386.367.000.  
Pada periode triwulan III tahun 2025, capaian kinerja (Program/ Kegiatan/ Output) dan  
realisasi anggaran Deputi Bidang Pengawasan Obat NPPZA ditunjukkan pada tabel berikut ini:  
Tabel 3.18 Perbandingan Realisasi Kinerja (Program/ Kegiatan/ Output) vs Realisasi Anggaran  
Periode TW 3 Tahun 2025  
Triwulan III  
Volume  
Anggaran (Rp)  
Realisasi  
No  
Program/ Kegiatan/ Output  
Capaian  
(%)  
Target Realisasi  
Pagu  
Capaian (%)  
*) DR. 3165  
Pengawasan Obat dan Makanan di Seluruh Indonesia  
2.094.724.000 1.466.388.798  
70,00  
3165. BKB Pemantauan produk  
Pengawasan Distribusi dan  
Pelayanan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, dan Prekursor  
1
1
-
-
-
-
135.984.000  
663.107.000  
78.960.805  
106,48  
3165. BKB Pemantauan produk  
Pengawasan Keamanan, Mutu dan  
Ekspor Impor Obat NPPZA  
473.522.839  
71,41  
3165. BKB Pemantauan produk  
Pengawasan Produksi Obat NPP  
1
1
1
-
-
-
-
-
-
484.153.000  
159.460.000  
652.020.000  
430.391.437  
137.425.856  
346.087.861  
59,49  
86,18  
53,08  
3165. BKB Pemantauan produk  
Registrasi Obat  
3165. BKB Pemantauan produk  
Standarisasi Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat  
Adiktif  
1
DR. 4122  
Pengawasan Distribusi dan  
Pelayanan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, dan Prekursor  
4122 ABG  
2.114.366.000 1.260.857.207  
59,63  
10  
-
-
-
-
-
Kebijakan Bidang Kesehatan  
4122 QIC  
Pengawasan dan Pengendalian  
Lembaga  
167  
92,55  
96,40  
1.405.558.000  
870.167.761  
61,91  
55,12  
65,90  
4122 QAH  
Pelayanan Publik Lainnya  
460  
97,45  
100,99  
708.808.000  
390.689.446  
2
DR. 4123  
2.240.058.000 1.476.158.887  
Pengawasan Keamanan, Mutu dan Ekspor Impor Obat NPPZA  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
80  
Triwulan III  
Pagu  
Volume  
Anggaran (Rp)  
Realisasi  
No  
Program/ Kegiatan/ Output  
Capaian  
(%)  
Target Realisasi  
Capaian (%)  
4123 BIB  
Pengawasan dan Pengendalian  
Masyarakat  
4123.BIB.001 Materi KIE di bidang  
obat yang disusun dan  
disosialisasikan  
4123 BIA  
Pengawasan dan Pengendalian  
Produk  
4123.BIA.001 Keputusan hasil  
pengawasan mutu ONPP yang  
diselesaikan (laporan)  
4123 BIA  
Pengawasan dan Pengendalian  
Produk  
4123.BIA.002 Keputusan hasil  
pengawasan iklan dan penandaan  
ONPP yang diselesaikan (laporan)  
4123 BAH  
7
7
100,00  
87,62  
86.800.000  
360.430.000  
195.829.000  
0,00  
0,00  
105  
1020  
92  
226.242.663  
129.491.724  
62,77  
66,12  
1080  
105,88  
Pelayanan Publik Lainnya  
4123.BAH.001 Surat Keterangan  
Impor Obat dan Bahan Obat serta  
Analisis Hasil Pengawasan Impor dan  
Ekspor NPP yang Diselesaikan Tepat  
Waktu (Dokumen)  
17547  
4600  
9
19250  
5390  
9
109,71  
117,17  
100,00  
243.178.000  
340.928.000  
1.012.893.000  
192.061.835  
215.550.618  
712.812.047  
78,98  
63,22  
70,37  
4123 QIA  
Pengawasan dan Pengendalian  
Produk  
4123.QIA.001 Label Produk  
Tembakau dan/atau Rokok  
Elektronik yang memenuhi ketentuan  
(Label)  
4123 QIA  
Pengawasan dan Pengendalian  
Produk  
4123.QIA.002 Laporan tindak lanjut  
regulatori terkait keamanan obat  
beredar yang dikomunikasikan  
(Laporan)  
3
DR. 4125  
2.061.790.000 1.564.588.119  
233.810.000 87.622.444  
67,78  
Pengawasan Produksi Obat NPP  
4125 BAH Pelayanan Publik Lainnya  
4125 BAH 001 Keputusan Hasil  
Pengawalan Pemenuhan Persyaratan  
Fasilitas Produksi Obat yang  
Diterbitkan  
4125 BAH Pelayanan Publik Lainnya  
4125 BAH 002 Jumlah UPT Baru  
yang mandiri dalam inspeksi CPOB  
untuk Pemenuhan Standar PIC/s dan  
WHO  
17  
5
9
0
52,94  
0
37,48  
0
0
0
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
81  
Triwulan III  
Volume  
Anggaran (Rp)  
Realisasi  
No  
Program/ Kegiatan/ Output  
Capaian  
(%)  
Target Realisasi  
Pagu  
Capaian (%)  
4125 QAH Pelayanan Publik Lainnya  
4125 QAH 001 Keputusan Penilaian  
Fasilitas produksi BBO, obat, dan  
produk biologi, dan sarana khusus  
yang diselesaikan tepat waktu  
4125 QIC Pengawasan dan  
84  
76  
90,48  
1.195.679.000  
908.712.452  
76,00  
150  
111  
74,00  
632.301.000  
568.253.223  
89,87  
Pengendalian Lembaga  
4125 QIC 001 Fasilitas produksi  
produk JKN dan produk high risk  
lainnya serta bahan baku obat yang  
diawasi sesuai standar  
4
DR. 4127  
Registrasi Obat  
2.915.945.000 2.007.050.670  
68,83  
4127 ACA  
3
-
-
-
-
-
Perizinan Produk  
Pengawalan obat pengembangan  
baru yang sesuai standar  
4127 BAH  
3
-
-
100.000.000  
-
-
Pelayanan Publik Lainnya  
4127.PCA  
13000  
13000  
116,90  
2.815.945.000  
2.007.050.670  
71,27  
Perizinan Produk  
Keputusan Registrasi Obat yang  
Diselesaikan Sesuai Ketentuan  
DR.4131  
5
Standarisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat  
Adiktif  
3.046.225.000 1.990.728.173  
65,35  
4131 ABG  
Kebijakan Bidang Kesehatan  
50  
36  
72,00  
194.800.000  
96.015.160  
49,29  
4131 AFA  
Norma, Standard, Prosedur dan  
Kriteria  
8
1
13,00  
1.440.885.000  
668.699.650  
46,41  
99,68  
86,84  
4131 CAB  
Sarana Bidang Kesehatan  
3
3
100,00  
96,00  
9.000.000  
8.971.360  
4131.CAN  
Sarana Bidang Teknologi Informasi  
dan Komunikasi  
55  
53  
1.401.540.000  
1.217.042.003  
Total Anggaran Kedeputian Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif  
14.473.108.000 9.765.771.854  
67,48  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
82  
Selanjutnya untuk realisasi anggaran secara detail jika dibandingkan dengan realisasi kinerja di setiap indikator, realisasi anggaran per Sasaran  
Program, dapat dilihat sebagai berikut:  
Tabel 3.19 Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran per Indikator Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat  
Adiktif Triwulan III 2025  
KINERJA (Kumulatif)  
Realisasi  
B08  
ANGGARAN (Kumulatif)  
Realisasi  
Sasaran  
Program  
Indikator  
Kinerja  
Capaian (%)  
B08  
Capaian (%)  
B07 B08 B09  
No  
Target  
(B07-  
B09)  
PAGU  
(Dalam ribuan  
rupiah)  
B07  
B09  
B07  
B09  
B07  
B08  
B09  
1
Meningkat nya  
efektivitas  
pengawasan  
di bidang  
Sediaan  
Farmasi dan  
Pangan  
Olahan  
01 - Persentase  
Obat yang aman  
dan bermutu  
3,775,096,000  
1,736,176,000  
1,827,647,409 2,080,158,340 2,583,371,647 48,41 55,10 68,43  
90  
97,14 97,09 96,80 107,93 107,88 107,56  
02 - Indeks  
Kualitas  
Kebijakan  
Pengawasan Obat  
03 - Persentase  
rekomendasi  
hasil pengawasan  
obat yang  
88,05  
(akhir  
tahun)  
414,207,615  
550,528,015  
759,498,702  
23,86 31,71 43,75  
30  
(akhir  
tahun)  
-
-
-
-
-
-
-
ditindaklanjuti  
oleh lintas sektor  
04 - Persentase  
sarana produksi  
obat yang  
632,301,000  
713,232,000  
348,042,827  
323,703,964  
459,811,974  
372,790,898  
568,253,223  
403,414,618  
55,04 72,72 89,87  
45,39 52,27 56,56  
77  
83,72 74,59  
74  
108,73  
84,85  
96,87  
83,63  
96,10  
82,72  
memenuhi  
ketentuan  
05 - Persentase  
fasilitas distribusi  
obat yang  
memenuhi  
ketentuan  
78.5  
66,61 65,65 64,94  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
83  
KINERJA (Kumulatif)  
Realisasi  
B08  
ANGGARAN (Kumulatif)  
Realisasi  
Sasaran  
Program  
Indikator  
Kinerja  
Capaian (%)  
B08  
Capaian (%)  
No  
Target  
(B07-  
B09)  
PAGU  
(Dalam ribuan  
rupiah)  
B07  
B09  
B07  
B09  
B07  
B08  
B09  
B07  
B08  
B09  
06 - Persentase  
Iklan Obat yang  
Memenuhi  
39,940,000  
17,060,000  
23,783,000  
26,703,000  
42,71 59,55 66,86  
79  
90,41 91,05 91,00 114,45 115,25 115,19  
Ketentuan  
07 - Persentase  
Label Produk  
Tembakau  
264,278,000  
107,588,092  
126,506,378  
141,994,318  
40,71 47,87 53,73  
dan/atau Rokok  
Elektronik yang  
Memenuhi  
75  
79,62 79,58 79,86 106,15 106,11 106,48  
Ketentuan  
08 - Persentase  
4.9  
penurunan  
(B09)  
dalam  
proses  
revisi  
target)  
apotek yang  
melakukan  
penyerahan  
262,900,000  
53,535,728  
62,383,491  
67,904,974  
20,36 23,73 25,83  
antibiotik tanpa  
resep dokter  
09 - Persentase  
sentra uji klinik  
dan BE yang  
memenuhi  
80  
(B09)  
76,92  
96,16  
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
ketentuanAC  
2
3
Meningkatnya  
Kesadaran  
Masyarakat  
atas Sediaan  
Farmasi dan  
Pangan  
Olahan yang  
Aman dan  
Bermutu  
09 - Indeks  
Kesadaran  
Masyarakat  
terhadap Obat  
yang aman dan  
bermutu  
90.6  
(akhir  
tahun)  
86,800,000  
-
-
-
Meningkatnya  
efektifitas  
regulatory  
10 - Persentase  
pengawalan  
hilirisasi Obat  
233,810,000  
60,918,734  
73,731,344  
87,622,444  
26,05 31,53 37,48  
75  
91,67 78,67 70.09  
122,2  
104.9  
93.45  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
84  
KINERJA (Kumulatif)  
Realisasi  
B08  
ANGGARAN (Kumulatif)  
Realisasi  
Sasaran  
Program  
Indikator  
Kinerja  
Capaian (%)  
B08  
Capaian (%)  
No  
Target  
(B07-  
B09)  
PAGU  
(Dalam ribuan  
rupiah)  
B07  
B09  
B07  
B09  
B07  
B08  
B09  
B07  
B08  
B09  
assistance dan Pengembangan  
kemandirian Baru yang  
industri dalam dikawal sesuai  
pengembanga standar  
n Sediaan  
Farmasi dan  
Pangan  
11 - Persentase  
industri farmasi  
yang meningkat  
level  
52  
(akhir  
tahun)  
69,960,000  
17,235,100  
18,516,600  
18,516,600  
24,64 26,47 26,47  
Olahan  
maturitasnya  
4
5
09- Layanan  
Publik BPOM  
yang Prima  
12 - Indeks  
4.68  
2,517,188,000  
1,033,673,800  
1,266,530,663 1,456,825,667 1,635,649,565 50,32 57,88 64,98  
Pelayanan Publik (akhir  
di Bidang Obat  
tahun)  
10 -  
13 - Nilai  
92.9  
Terwujudnya  
Tata Kelola  
pemerintah  
Unit  
640,935,507  
630,899,500  
720,089,022  
642,981,807  
795,505,570  
667,469,344  
62,01 69,66 76,96  
76,96 78,43 81,42  
Pembangunan ZI (akhir  
Deputi 1  
tahun)  
81.47  
(akhir  
tahun)  
14 - Nlai AKIP  
Deputi 1  
819,778,800  
2,089,174,000  
372,400,400  
Organisasi  
yang optimal  
5
15 - Nilai Kinerja  
Anggaran Deputi1  
1,244,880,492 1,620,503,001 1,714,978,177 59,59 77,57 82,09  
(akhir  
tahun)  
16 - Indeks  
Manajemen  
Risiko Deputi 1  
2.97  
(akhir  
tahun)  
256,788,456  
264,894,641  
294,889,673  
68,95 71,13 79,19  
14,646,708,000 7,209,974,086 8,473,504,177 9,765,771,854 49,82 58,44 67,48  
Total  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
85  
3.4.1 Realisasi Anggaran Per Sasaran Strategis/Kegiatan  
Berikut ini merupakan realisasi anggaran per sasaran program:  
Tabel 3.20 Perbandingan Realisasi Anggaran dan Sasaran Program Tahun 2025 Periode  
hingga TW III Tahun 2025  
TW III/ 2025  
No  
Sasaran Program  
Capaian  
%
Pagu  
Ralisasi  
7.423.923.000  
4.551.140.482  
61,30371344  
01 - Meningkatnya efektivitas pengawasan  
di bidang Sediaan Farmasi dan Pangan  
Olahan  
1
05 Meningkatnya Kesadaran Masyarakat  
atas Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan  
yang Aman dan Bermutu  
86.800.000  
0
0
2
3
06 Meningkatnya efektivitas regulatory  
assistance dan kemandirian industri dalam  
pengembangan Sediaan Farmasi dan Pangan  
Olahan  
303.770.000  
106.139.044  
34,94059453  
2.517.188.000  
4.315.027.000  
1.635.649.565  
3.472.842.763  
64,97923735  
80,48252683  
4
5
09 Layanan Publik BPOM yang Prima  
10 Terwujudnya Tata Kelola pemerintah  
Unit Organisasi yang optimal  
Total  
14.646.708.000  
9.765.771.854  
67,48  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
86  
3.4.2 Efisiensi dan Efektivitas Atas Penggunaan Sumber Daya dalam Mencapai Kinerja  
Per Sasaran  
Pengukuran efisiensi dari kinerja diukur dengan menghitung kemampuan suatu kegiatan untuk  
menggunakan input yang lebih sedikit namun menghasilkan output yang sama atau lebih besar  
atau dengan kata lain bahwa persentase capaian output sama atau lebih tinggi dari capaian  
input.  
Efisiensi diukur dengan membandingkan indeks efisiensi (IE) terhadap standar efisiensi (SE).  
Apabila IE>= SE maka kegiatan dianggap efisien. apabila: IE<= SE maka dianggap tidak efisien.  
Tabel 3.21 Perhitungan Efisiensi Kinerja Deputi Bidang Pengawasan Obat NPPZA TW III Tahun  
2025  
Output  
R
Input (anggaran)  
R
Capaian  
Ketegori  
No  
Indikator  
IE  
TE  
Kategori  
T
C (%)  
T
C (%)  
TE  
1
01 - Persentase Obat  
yang aman dan  
bermutu  
90  
96,8  
107,56 3.775.096.000 2.583.371.647 68,43  
1,57  
0,57  
92 %  
Efisien  
2
3
04 - Persentase sarana 77  
produksi obat yang  
74  
96,10  
82,73  
632.301.000  
713.232.000  
568.253.223  
403.414.618  
89,87  
56,56  
1,07  
1,46  
0,07  
1,80  
100 %  
Efisien  
memenuhi ketentuan  
05 - Persentase  
fasilitas distribusi  
obat yang memenuhi  
ketentuan  
78,5 64,94  
75 % Tidak Efisien  
4
06 - Persentase Iklan  
Obat yang Memenuhi  
Ketentuan  
79  
91  
115,19  
39.940.000  
26.703.000  
66,86  
1,72  
0,72  
90 %  
Efisien  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
87  
5
07 - Persentase Label  
Produk Tembakau  
dan/atau Rokok  
75  
79,86 106,48  
264.278.000  
141.994.318  
53,73  
1,98  
0,98  
88 %  
Tidak Efisien  
Elektronik yang  
Memenuhi Ketentuan  
6
7
Persentase sentra uji  
klinik dan BE yang  
memenuhi  
80  
75  
76,92  
70,09  
96,15  
93,45  
0
0
-
-
-
-
-
ketentuanAC  
01 - Persentase  
233.810.000  
87.622.444  
37,48  
2,49  
1,49  
80 %  
Tidak Efisien  
pengawalan hilirisasi  
Obat Pengembangan  
Baru yang dikawal  
sesuai standar  
(Ket: T: Target; R: realisasi; C: Capaian)  
Langkah-langkah pelaksanaan anggaran untuk perbaikan ke depan, yaitu:  
1. Melakukan Peningkatan Kualitas Perencanaan dan Penganggaran:  
a. Memperbaiki Rencana Penarikan Dana dengan menyelaraskan pelaksanaan kegiatan  
pada TW 4, untuk anggaran yg terblokir diletakan pada bulan Desember.  
b. Apabila akan melakukan revisi POK maupun DIPA harus mematuhi batas waktu-waktu  
revisi.  
2. Melakukan Peningkatan Pelaksanaan Anggaran Belanja yang Berkualitas (Spending Better):  
a. Meningkatkan kualitas pencapaian output dengan menyelaraskan pada realisasi  
anggaran per output.  
b. Melakukan Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Barang terutama dalam pengadaan  
belanja modal.  
c. Mematuhi Pedoman Langkah-Langkah Akhir Tahun untuk pelaksanaan kegiatan dan  
pertanggungjawaban serta penyampaian SPM ke KPPN.  
3. Melakukan Peningkatan Akuntabilitas Proses Pelaksanaan Anggaran:  
a. Meningkatkan Akuntabilitas Tata Kelola Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban  
Anggaran.  
b. Meningkatkan monitoring dan evaluasi serta pengendalian internal.  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
88  
c. Meningkatkan Kualitas dan Validitas Capaian Output Serta Pelaporannya  
d. Mematuhi batas waktu penyetoran sisa anggaran yang dimintakan uang muka (LS  
akan) dan sisa dana UP/TUP.  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
89  
BAB IV  
PENUTUP  
Pada triwulan III tahun 2025, Hasil pengukuran capaian 7 indikator kinerja Deputi  
Bidang Pengawasan Obat NPPZA adalah sebagai berikut:  
1. Satu (1) indikator dengan kategori “TIDAK DAPAT DISIMPULKAN” (Capaian IKU  
>110%) yaitu “Persentase Iklan Obat yang Memenuhi Ketentuan.  
2. Dua (2) indikator dengan kategori “SANGAT BAIK” (Capaian IKU 100% < x 110%)  
yaitu:  
1. Persentase Obat yang Aman dan Bermutu  
2. Persentase Label Produk Tembakau dan/atau Rokok Elektronik yang Memenuhi  
Ketentuan  
3. Tiga (1) indikator dengan kategori “BAIK” (90% < x 100%) yaitu:  
1. Persentase sarana produksi obat yang memenuhi ketentuan  
2. Persentase Sentra Uji Klinik dan Bioekivalensi yang Memenuhi Ketentuan  
3. Persentase Pengawalan Hilirisasi Obat Pengembangan Baru yang Dikawal Sesuai  
Standar.  
4. Satu (1) indikator dengan kategori “CUKUP” (60% x < 90%) yaitu “Persentase  
Fasilitas Distribusi Obat yang Memenuhi Ketentuan.  
Capaian kinerja anggaran Deputi 1 sebesar Rp 9.765.771.854 (67,48%) dari Pagu  
anggaran sebesar Rp 14.473.108.000. Data pagu anggaran yang digunakan pada laporan  
kinerja anggaran TW III tahun 2025 ini merujuk kepada DIPA Revisi 7 (POK 18) dengan  
anggaran termasuk Auto Adjustment dan penghematan sebesar Rp.36.386.367.000.  
Secara umum, capaian kinerja tahun 2025 menunjukkan bahwa pelaksanaan program  
dan kegiatan telah berjalan dengan baik, meskipun terdapat beberapa indikator kinerja  
yang belum mencapai target secara optimal.  
Keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi  
pelaksanaan pendampingan dan asistensi terhadap proses pengembangan obat inovasi.  
Selain, masih terdapat kebutuhan peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam memahami  
serta memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku.  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
90  
Untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut, strategi pemecahan yang akan  
dilaksanakan pada tahun mendatang meliputi optimalisasi pemanfaatan anggaran  
secara efisien pada kegiatan prioritas, peningkatan koordinasi dan komunikasi dengan  
stakeholder untuk penguatan sistem pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengawasan  
obat berbasis risiko. Selain itu, kolaborasi lintas sektor dengan lembaga penelitian dan  
industri perlu ditingkatkan agar proses hilirisasi obat pengembangan baru dapat  
berjalan lebih efektif, efisien, dan sesuai standar.  
Dengan pelaksanaan strategi tersebut, diharapkan kinerja pada tahun mendatang dapat  
meningkat secara signifikan dan berkontribusi terhadap percepatan kemandirian  
industri farmasi nasional.  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
91  
LAMPIRAN  
Lampiran 1. Perjanjian Kinerja Deputi Bidang Pengawasan Obat NPPZA  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
92  
Lampiran 2. Dokumen Rencana Aksi Perjanjian Kinerja dan lampirannya  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
93  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
94  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
95  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
96  
Lampiran 3. - Matriks Evaluasi Unit Kerja di Lingkungan Kedeputian Bidang Pengawasan ONPPZA  
1. Matriks Evaluasi Kinerja Direktorat Standardisasi ONPPZA Triwulan 3 /Tahun 2025  
Proyeksi  
Ketercapaian  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Capaian  
Target  
akhir periode  
Renstra  
Permasalahan  
Rekomendasi  
(1)  
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
-
(9)  
-
Indeks Pelayanan  
Publik di Bidang  
Obat  
Indeks Pelayanan  
Publik BPOM  
akhir  
tahun  
akhir  
tahun  
1
4.60  
N/A  
1. Terkait revisi Bucok: Pembahasan  
kompleks karena merupakan revisi  
total isi Bucok, sehingga tidak bisa  
ditetapkan pada tahun 2025 dan  
akan menjadi carry over Progsun  
2026  
2. Biosimilar dan PV: proses  
penyusunan sangat bergantung  
dengan unit kedeputian 1 sebagai  
pengampu. Pembahasan  
1. Realisasi progres penyusunan  
standar di bidang obat dimonitor  
setiap bulannya agar dapat  
mencapai target bulanan yang  
telah ditetapkan dalam RAPK.  
2. Standar Obat sebagai inisiator  
dalam penyusunan standar di  
bidang obat harus dapat me-lead  
dalam proses pembahasan  
standar  
Persentase  
Tersedianya Standar  
Obat, NPPZA yang  
Efektif  
Penyusunan Standar  
Obat, NPPZA sesuai  
timeline tahap  
penyusunan  
2
100  
59,38  
59,38  
100  
penyusunan standar terkendala  
oleh waktu karena berbarengan  
dengan asesmen WLA, namun  
optimis dapat diselesaikan pada  
tahun 2025  
3. Penyusunan peraturan tetap  
dilanjutkan sesuai dengan target  
yang telah ditetapkan  
-
Nilai Pembangunan  
ZI Direktorat  
Standardisasi Obat,  
NPPZA  
10 -Terwujudnya Tata  
Kelola pemerintah Unit  
Organisasi yang  
optimal  
akhir  
tahun  
akhir  
tahun  
92.38  
N/A  
-
-
3
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
97  
Persentase  
pemenuhan  
dokumen SAKIP  
Direktorat  
Standardisasi Obat,  
NPPZA  
Untuk dipertahankan kualitas dan  
ketepatan waktu dalam penyusunan  
dokumen SAKIP  
tidak ada kendala, target triwulan  
tercapai  
100  
82  
95  
82  
95  
N/A  
Tingkat efisiensi  
penggunaan  
anggaran Direktorat  
Standardisasi Obat,  
NPPZA  
Untuk kegiatan yang telah  
berlangsung perlu diperhatikan  
penyelesaian dokumen pertanggung  
jawabannya agar realisasi anggaran  
dan fisiknya selaras  
tidak ada kendala, target triwulan  
tercapai  
100  
N/A  
N/A  
Indeks manajemen  
risiko Direktorat  
Direktorat  
Standardisasi Obat,  
NPPZA  
akhir  
tahun  
akhir  
tahun  
3.43  
-
-
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
98  
2. Matriks Evaluasi Kinerja Direktorat Registrasi Obat Triwulan 3 /Tahun 2025  
Proyeksi  
Ketercapaian Target  
akhir periode  
Renstra  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Capaian  
Permasalahan  
Rekomendasi  
(1)  
1
(2)  
(3)  
(4)  
75  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
Obat yang memenuhi  
persyaratan keamanan dan  
mutu sebelum diedarkan  
Persentase keputusan registrasi obat  
yang diselesaikan sesuai ketentuan  
93.08  
124,11%  
N/A  
Percepatan  
registrasi untuk  
berkas carry  
over  
Monitoring dan  
evaluasi serta  
perhitungan  
trend jika  
menaikkan  
jumlah berkas  
selesai  
dibutuhkan  
revisi target  
indikator  
2
Persentase obat yang aman dan bermutu  
sebelum diedarkan  
75  
95.23  
126.97%  
N/A  
Percepatan  
registrasi untuk  
berkas carry  
over  
Monitoring dan  
evaluasi serta  
perhitungan  
trend jika  
menaikkan  
jumlah berkas  
selesai  
dibutuhkan  
revisi target  
indikator  
3
4
Meningkatnya kualitas  
pelayanan publik di bidang  
Registrasi Obat  
Indeks Pelayanan publik di Lingkup  
Direktorat Registrasi Obat  
4,7  
50  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
Meningkatnya regulatory  
assistance dalam  
pengembangan obat  
Persentase pengawalan hilirisasi obat  
pengembangan baru melalui registrasi  
yang dikawal sesuai standar  
33.33%  
66.67%  
masih terdapat  
data yang  
melakukan  
asistensi dan  
konsultasi  
masih  
berproses di  
peneliti untuk  
lanjut dalam  
tahapan  
dengan peneliti  
dan tim ahli  
evaluasi  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
99  
Proyeksi  
Ketercapaian Target  
akhir periode  
Renstra  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Capaian  
Permasalahan  
Rekomendasi  
(1)  
5
(2)  
(3)  
(4)  
80  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
Meningkatnya efektifitas  
pengawasan sentra uji klinik  
dan bioekivalensi  
Persentase inspeksi sentra uji klinik dan  
bioekivalensi yang ditindaklanjuti  
memenuhi timeline  
76.92  
96.16%  
N/A  
Masih  
diperlukan  
asistensi  
regulatori  
kepada  
Asistensi  
regulatori dan  
Evaluasi CAPA  
site/sarana ujik  
klinik dan BE  
6
7
Terwujudnya Tata Kelola  
Pemerintah di lingkup  
Direktorat Registrasi Obat  
Nilai Pembangunan Zona Integritas  
Direktorat Registrasi Obat  
91,5  
100  
N/A  
82  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
Persentase pemenuhan dokumen SAKIP  
Direktorat Registrasi Obat sesuai standar  
82%  
Menyusun  
dokumen SAKIP  
sesuai dengan  
pedoman dan  
tepat waktu  
Tidak ada  
hambatan  
8
9
Tingkat efisiensi penggunaan anggaran  
Direktorat Registrasi Obat  
100  
95  
95%  
N/A  
N/A  
N/A  
terjadi gap  
percepatan  
antara realisasi realisasi kegiatan  
indikator  
dengan  
realisasi  
anggaran  
dan anggaran  
Indeks manajemen risiko Direktorat  
Registrasi Obat  
3
N/A  
N/A  
N/A  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
100  
3. Matriks Evaluasi Kinerja Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat NPP Triwulan 3 /Tahun 2025  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Sasaran  
Strategis  
No  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Capaian (%)  
Target  
akhir periode  
Renstra  
Permasalahan  
Rekomendasi  
(1)  
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
IKK.1  
Persentase keputusan  
hasil pengawasan  
fasilitas distribusi dan  
fasilitas penyerahan obat  
yang diselesaikan sesuai  
standar  
Penetapan tindak lanjut hasil  
pengawasan memerlukan  
penelurusan lanjutan ke sarana  
lainnya termasuk pemanggilan  
dalam rangka klarifikasi untuk  
memastikan kebenaran  
Menetapkan batas waktu clock off  
/Clock on dalam perhitungan  
timeline jika memerlukan tindakan  
penelusuran lanjutan-  
N/A  
96  
92,55  
96,40  
penyaluran  
Meningkatnya  
efektivitas  
pengawasan  
distribusi dan  
pelayanan obat  
IKK.2  
Persentase keputusan  
hasil pengawasan di  
bidang distribusi dan  
penyerahan obat yang  
ditindaklanjuti oleh  
pelaku usaha  
N/A  
84  
akhir tahun  
akhir tahun  
-
-
1
Faktor yang mendukung capaian  
sesuai target:  
1.Meningkatnya kapasitas dan  
konsistensi UPT dalam  
menyampaikan  
keputusan hasil pengawasan  
sesuai ketentuan.  
1.  
2.  
Meningkatkan sistem  
monitoring dan evaluasi  
Internal untuk memastikan  
setiap keputusan hasil  
Pengawasan selalu sesuai  
dengan ketentuan yang  
berlaku  
IKK.3  
Persentase keputusan  
hasil pengawasan  
fasilitas distribusi dan  
penyerahan obat dan  
NPP oleh UPT sesuai  
ketentuan  
N/A  
88  
94,04  
106,86  
2. Pemantauan rutin dan evaluasi  
berkala terhadap progres  
penyelesaian  
Mengoptimalkan komunikasi  
dan koordinasi antar UPT  
hasil pengawasan  
3.Peningkatan pemahaman  
terhadap  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
101  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
akhir periode  
Renstra  
Sasaran  
Strategis  
No  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Capaian (%)  
Permasalahan  
Rekomendasi  
(1)  
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
pedoman tindak lanjut, baik di  
tingkat pusat maupun UPT,  
melalui kegiatan pembinaan dan  
penyamaan persepsi  
IKK.4  
Persentase kesesuaian  
UPT dalam  
melaksanakan rencana  
aksi pengendalian AMR  
N/A  
N/A  
80  
10  
akhir tahun  
akhir tahun  
akhir tahun  
akhir tahun  
-
-
-
-
IKK.5  
Jumlah kajian isu  
distribusi obat dan  
bahan obat antar  
lembaga dan/atau  
stakeholder yang  
diselesaikan  
Faktor yang mendukung capaian  
sesuai target:  
1.Monitoring timeline sertifikasi  
pada aplikasi, melalui notifikasi  
otomatis kepada petugas dan  
sistem alert  
1.Terus mengembangkan  
kompetensi petugas  
sertifikasi CDOB melalui  
pelatihan dan pembekalan  
rutin guna menjaga  
kualitas proses penilaian.  
2. Melanjutkan dan  
Memperluas pendampingan  
kepada PBF untuk percepatan  
pemenuhan CAPA, sehingga proses  
sertifikasi dapat berjalan  
Meningkatnya  
efektivitas  
IKK.6  
Persentase keputusan  
penilaian fasilitas  
distribusi obat yang  
diselesaikan tepat waktu  
pelayanan  
N/A  
publik di bidang  
distribusi dan  
pelayanan obat  
96,5  
97,45  
100,99  
2. Jumlah dan kompetensi  
petugas yang berperan dalam  
proses sertifikasi CDOB cukup  
memadai  
3.Dilakukan pendampingan  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
102  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
akhir periode  
Renstra  
Sasaran  
Strategis  
No  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Capaian (%)  
Permasalahan  
Rekomendasi  
(1)  
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
kepada PBF dalam mempercepat  
pemenuhan CAPA oleh PBF  
4.Tindak lanjut Hasil Survey  
Kepuasan Masyarakat telah  
diimplementasikan dengan baik  
sehingga mendukung percepatan  
pemenuhan timeline  
lebih efisien dan tepat  
waktu.  
IKK.7  
Indeks Pelayanan Publik  
di Lingkup Direktorat  
Pengawasan Distribusi  
dan Pelayanan Obat,  
Narkotika, Psikotropika,  
dan Prekursor  
N/A  
2
4,7  
akhir tahun  
akhir tahun  
-
-
IKK.8  
Nilai  
Pembangunan ZI  
di Direktorat  
Pengawasan  
Distribusi dan  
Pelayanan Obat,  
Narkotika,  
Terwujudnya  
tatakelola  
Pemerintahan di  
Direktorat  
Pengawasan  
Distribusi dan  
Pelayanan Obat,  
Narkotika,  
N/A  
N/A  
93,37  
akhir tahun  
akhir tahun  
-
-
3
Psikotropika dan  
Prekursor  
Psikotropika dan  
Prekursor yang  
Optimal  
IKK.9  
Persentase pemenuhan  
dokumen SAKIP  
Direktorat Pengawasan  
Menyusun dokumen SAKIP sesuai  
dengan pedoman dan tepat waktu  
82  
82  
100  
Tidak ada hambatan  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
103  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
akhir periode  
Renstra  
Sasaran  
Strategis  
No  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Capaian (%)  
Permasalahan  
Rekomendasi  
(1)  
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
Distribusi dan Pelayanan  
Obat, Narkotika,  
Psikotropika dan  
Prekursor  
IKK.10  
tingkat efisiensi anggaran sampai  
dengan TW 3 sudah efektif,  
namun masih terdapat beberapa  
dokumen pertanggungjawaban  
yang sedang berproses (belum  
jadi sp2d)  
Tingkat Efisiensi  
Penggunaan Anggaran di  
Direktorat Pengawasan  
Distribusi dan Pelayanan  
Obat,  
Melaksanakan kegiatan  
yang anggarannya tidak terblokir  
sesuai denga PoA  
N/A  
N/A  
88  
90  
118,75  
Narkotika, Psikotropika  
dan Prekursor  
IKK.11  
Indeks Manajemen  
Risiko Direktorat  
Pengawasan Distribusi  
dan Pelayanan Obat,  
Narkotika, Psikotropika  
dan Prekursor  
3,6  
akhir tahun  
akhir tahun  
-
-
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
104  
4. Matriks Evaluasi Kinerja Direktorat Pengawasan Produksi Obat NPP Triwulan 3 Tahun 2025  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Realisasi  
(%)  
Capaian  
(%)  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Target  
akhir periode  
Renstra  
Permasalahan  
Rekomendasi  
(1)  
1
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
74  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
Meningkatnya  
Sampai dengan TW 3,  
dilakukan inspeksi rutin  
terhadap 150 sarana, dengan  
efektivitas pengawasan  
sarana produksi Obat  
berbasis risiko  
IKK 1. Persentase sarana  
produksi obat JKN, bahan baku  
obat, dan obat high risk lainnya  
yang mematuhi persyaratan  
CPOB  
Melaksanakan tindak lanjut  
hasil terdapat 111 sarana yang terhadap sarana yang belum  
78  
94,87  
N/A  
memenuhi ketentuan. Hal ini  
menunjukkan bahwa masih  
terdapat sarana yang tidak  
memenuhi ketentuan (TMK).  
memenuhi ketentuan CPOB untuk  
menjaga tren capaian yang baik.  
1. Melakukan monitoring  
terhadap pelaksanaan  
inspeksi mandiri UPT  
termasuk monitoring SLA  
penyusunan laporan inspeksi.  
2. Melakukan pembinaan teknis  
terhadap UPT yang masih  
memperoleh hasil  
IKK 2. Persentase keputusan  
hasil pengawasan sarana  
produksi Obat dan NPP oleh  
UPT sesuai ketentuan  
Masih terdapat 1 UPT dengan  
hasil laporan pengawasan  
"CUKUP".  
85  
75  
88,89  
104,58  
N/A  
N/A  
pengawasan kategori  
"CUKUP", termasuk evaluasi  
terhadap faktor-faktor yang  
mempengaruhi mutu  
pengawasan.  
IKK 3. Persentase Penilaian  
Hasil Pengawasan Kemandirian  
Kegiatan belum dapat  
Saat ini sedang dalam proses  
dilaksanakan karena anggaran pengusulan perubahan periode  
N/A  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
105  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
akhir periode  
Renstra  
Realisasi  
(%)  
Capaian  
(%)  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Permasalahan  
Rekomendasi  
masih dalam status blokir  
penuh.  
perhitungan target, dari  
sebelumnya triwulanan menjadi  
tahunan.  
UPT Baru  
1. Optimalisasi perencanaan  
kegiatan dan anggaran  
termasuk mengajukan buka  
blokir anggaran.  
2. Meningkatkan koordinasi  
internal dan eksternal (UPT)  
dalam pelaksanaan inspeksi  
CPOB.  
3. Melakukan monitoring dan  
evaluasi secara berkala.  
4. Mempertimbangkan alternatif  
pelaksanaan inspeksi seperti  
inspeksi hybrid (daring dan  
luring) apabila memungkinkan,  
guna mengoptimalkan  
IKK 4. Persentase Fasilitas  
produksi produk JKN dan  
produk high risk lainnya serta  
bahan baku yang diawasi sesuai  
standar  
Target belum tercapai karena  
terkendala anggaran untuk  
inspeksi on-site.  
70  
60,66  
86,65  
N/A  
pelaksanaan dalam  
keterbatasan anggaran.  
1. Melanjutkan kegiatan  
pendampingan seperti  
asistensi regulatori onsite,  
desk prasertifikasi, dan  
melakukan inspeksi sertifikasi  
CPOB.  
2
IKK 5. Persentase tahapan  
pemenuhan fasilitas produksi  
obat dan bahan baku obat  
pengembangan baru yang  
diterbitkan keputusan dalam  
rangka pengawasan  
Meningkatnya  
kemampuan mendorong  
inovasi pengembangan  
obat  
65  
69,44  
106,84  
Tidak ada hambatan.  
N/A  
2. Melakukan identifikasi dan  
monitoring terhadap tindak  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
106  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
akhir periode  
Renstra  
Realisasi  
(%)  
Capaian  
(%)  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Permasalahan  
Rekomendasi  
lanjut pengawasan dan  
progres perbaikan sarana  
produksi.  
3
4
Meningkatnya  
maturitas sarana  
produksi Obat  
IKK 6. Persentase industri  
farmasi yang meningkat level  
maturitasnya  
52  
86  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
1. Meningkatkan komunikasi dan  
koordinasi internal dalam  
penyelesaian permohonan  
penilaian termasuk monitoring  
dan evaluasi.  
2. Meningkatkan efektivitas  
pelaksanaan desk prasertifikasi  
CPOB dan evaluasi pemenuhan  
CPOB obat impor.  
IKK 7. Persentase keputusan  
penilaian fasilitas produksi  
Bahan Baku Obat, obat, produk  
biologi, dan sarana khusus yang  
diselesaikan tepat waktu  
Sarana produksi yang  
mengajukan permohonan  
sertifikasi CPOB belum  
sepenuhnya memenuhi  
persyaratan.  
86,36  
100,42  
Meningkatnya efektivitas  
pelayanan publik di  
bidang pengawasan sarana  
produksi Obat  
IKK 8. Indeks Pelayanan Publik  
di Lingkup Direktorat  
Pengawasan Produksi Obat,  
Narkotika, Psikotropika, dan  
Prekursor  
4,7  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
5
IKK 9. Nilai Pembangunan ZI  
Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat & NPP  
93,45  
100  
N/A  
100  
N/A  
N/A  
N/A  
Terwujudnya  
tata kelola pemerintah  
Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat & NPP  
IKK 10. Tingkat efisiensi  
penggunaan anggaran  
Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat & NPP  
Walaupun tingkat efisiensi  
anggaran sudah efisien (100),  
tetapi masih ada beberapa  
kegiatan yang belum dapat  
Melaksanakan kegiatan sesuai  
renlak.  
105,26  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
107  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
akhir periode  
Renstra  
Realisasi  
(%)  
Capaian  
(%)  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Permasalahan  
Rekomendasi  
terlaksana dan memengaruhi  
realisasi IKK akibat efisiensi  
anggaran.  
Tidak ada hambatan.  
IKK 11. Persentase Pemenuhan  
Dokumen SAKIP Direktorat  
Pengawasan Produksi Obat &  
NPP  
Pemenuhan dokumen SAKIP  
telah sesuai ketentuan dan  
telah disampaikan/diinput  
sesuai jadwal.  
Melengkapi dokumen SAKIP sesuai  
dengan timeline.  
82  
82  
100,00  
N/A  
N/A  
N/A  
IKK 12. Indeks Manajemen  
Risiko Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat & NPP  
3,52  
N/A  
N/A  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
108  
5. Matriks Evaluasi Kinerja Direktorat Pengawasan Keamanan, Mutu dan Ekspor Impor Obat NPPZA Triwulan 3 /Tahun 2025  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Capaian  
(%)  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Target  
akhir periode  
Renstra  
Permasalahan  
Rekomendasi  
(1)  
1
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
Meningkatnya  
efektifitas  
IKK 1. Persentase hasil  
pengawasan mutu ONPP  
yang diselesaikan sesuai  
dengan ketentuan  
83,25  
86,79  
104,26  
N/A  
Beberapa sampel hasil  
pengawasan membutuhkan  
metode uji spesifik atau  
konfirmasi lanjutan, sehingga  
memperpanjang waktu  
penyelesaian keputusan hasil  
pengawasan.  
Pelaksanaan Forum Koordinasi antara  
Pusat dan UPT BPOM serta lintas sektor  
terkait yang memiliki peran strategis  
dalam memperkuat sinergi dan  
harmonisasi pelaksanaan pengawasan  
mutu obat, serta menjadi wadah  
penting untuk penyamaan persepsi  
mengenai kebijakan pengawasan mutu  
obat, menyelesaikan hambatan  
pengawasan mutu  
obat beredar dan  
produk tembakau,  
serta tindak lanjut  
regulatori terkait  
keamanan obat  
beredar yang  
dikomunikasikan  
operasional, serta merumuskan langkah  
tindak lanjut yang lebih komprehensif  
dan terintegrasi.  
IKK 2. Persentase hasil  
pengawasan keamanan,  
mutu, dan informasi Obat  
dan NAPPZA oleh UPT  
BPOM yang diselesaikan  
sesuai dengan ketentuan  
85,00  
89,08  
89,08  
N/A  
1. Terkait Iklan dan penandaan  
Obat terdapat kendala pada  
aplikasi Pre Market - Post  
Market Integration sehingga  
perlu waktu dalam  
memverifikasi penandaan  
yang dilaporkan.  
2. Laporan hasil pengawasan  
label obat memerlukan  
1. Percepatan tindak lanjut laporan  
hasil pengawasan iklan dan label  
ONPP dengan mekanisme jemput  
bola sehingga penerbitan keputusan  
sanksi administrasi dapat lebih  
cepat.  
2. Komunikasi dan koordinasi secara  
lebih intensif bersama Direktorat  
Registrasi Obat dan Pusdatin terkait  
kendala aplikasi Pre Market - Post  
Market Integration.  
pembahasan komprehensif  
bersama dengan unit kerja  
terkait maupun UPT pelapor  
untuk menghasilkan  
3. Pelaksanaan monitoring dan  
evaluasi implementasi pengawasan  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
109  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
akhir periode  
Renstra  
Capaian  
(%)  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Permasalahan  
Rekomendasi  
(1)  
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
keputusan tindak lanjut yang  
sesuai dengan ketentuan.  
3. Realisasi target pengawasan  
label produk tembakau oleh  
UPT BPOM menyesuaikan  
dengan alokasi anggaran yang  
tersedia, sehingga terdapat  
perbedaan yang cukup  
label produk tembakau oleh UPT  
BPOM dalam rangka pemantauan  
pemenuhan target yang telah  
disusun di awal tahun setelah  
diberlakukannya relaksasi blokir  
anggaran tahun 2025 di lingkungan  
UPT BPOM.  
4. Penguatan koordinasi dan  
komunikasi antar unit teknis pusat  
maupun UPT BPOM melalui forum  
koordinasi yang mencakup bidang  
sampling dan pengujian dalam  
upaya memperoleh kesepakatan  
dan rekomendasi terkait strategi  
sampling dan pengujian tahun  
mendatang  
signifikan dengan target yang  
telah disusun di awal tahun.  
Hingga TW III, UPT BPOM  
masih berproses  
menyesuaikan pemenuhan  
capaian pengawasan dengan  
target yang telah ditetapkan di  
awal tahun.  
4. Terkait kegiatan pengawasan  
mutu ONPP, masih terdapat  
perbedaan tingkat  
5. Dilakukan pemantauan secara  
berkala dan meminta UPT  
melakukan reminder kepada tenaga  
kesehatan melalui surat resmi yang  
ditujukan kepada pimpinan fasilitas  
pelayanan kesehatan untuk menjadi  
perhatian.  
kelengkapan data dan kualitas  
pelaporan antar petugas atau  
antar Balai POM, yang  
memerlukan waktu tambahan  
untuk klarifikasi dan validasi  
sebelum diterbitkannya  
keputusan hasil pengawasan.  
5. Indikator steering yang  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
110  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
akhir periode  
Renstra  
Capaian  
(%)  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Permasalahan  
Rekomendasi  
(1)  
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
dimaksud merupakan  
indikator baru bagi UPT dan  
target yang ditetapkan sama  
untuk semua UPT, namun  
respon tenaga kesehatan di  
wilayah masing - masing  
berbeda. Hingga pantauan TW  
3, beberapa UPT sudah  
melebihi target namun ada  
beberapa UPT juga yang masih  
rendah.  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
111  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
akhir periode  
Renstra  
Capaian  
(%)  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Permasalahan  
Rekomendasi  
(1)  
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
IKK 3. Persentase  
laporan pengawasan  
iklan dan penandaan  
obat NPP yang  
diselesaikan sesuai  
dengan ketentuan  
89,40  
94,57  
105,78%  
N/A  
1. Kendala pada aplikasi Pre  
Market - Post Market  
1. Percepatan tindak lanjut laporan  
hasil pengawasan iklan dan label  
ONPP dengan mekanisme jemput  
bola sehingga penerbitan keputusan  
sanksi administrasi dapat lebih  
cepat.  
2. Komunikasi dan koordinasi secara  
lebih intensif bersama Direktorat  
Registrasi Obat dan Pusdatin terkait  
kendala aplikasi Pre Market - Post  
Market Integration.  
Integration sehingga perlu  
waktu dalam memverifikasi  
penandaan yang dilaporkan.  
2. Laporan hasil pengawasan  
label obat memerlukan  
pembahasan komprehensif  
bersama dengan unit kerja  
terkait maupun UPT pelapor  
untuk menghasilkan  
keputusan tindak lanjut yang  
sesuai dengan ketentuan.  
4
5
IKK 4. Persentase pelaku  
usaha produk Tembakau  
dan Rokok Elektronik  
yang melaporkan  
informasi produk sesuai  
ketentuan  
57,00  
85,00  
diukur akhir tahun  
N/A  
N/A  
Tidak ada hambatan  
Tidak ada hambatan  
-
IKK 5. Persentase  
88,99  
104,69  
Pelaksanaan kegiatan Monitoring dan  
Evaluasi Hasil Pengawasan Produk  
Tembakau dan Rokok Elektronik  
bersama UPT BPOM di seluruh  
Indonesia.  
laporan pengawasan  
produk tembakau yang  
diselesaikan sesuai  
dengan ketentuan  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
112  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
akhir periode  
Renstra  
Capaian  
(%)  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Permasalahan  
Rekomendasi  
(1)  
6
(2)  
(3)  
(4)  
9
(5)  
9
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
IKK 6. Jumlah tindak  
lanjut regulatori terkait  
keamanan obat beredar  
yang dikomunikasikan  
100,00%  
N/A  
Adapun faktor hambatan dalam  
pencapaian kinerja adalah tingkat dilakukan pada periode berikutnya,  
Rencana tindak lanjut yang akan  
kesulitan permasalahan isu  
keamanan dapat berbeda dan  
kajian risiko implikasi terhadap  
akses obat dan pelayanan  
kesehatan harus menjadi salah  
satu poin kajian yang harus  
dilakukan dan berpengaruh dalam  
strategi komunikasi yang  
diperlukan.  
yaitu komitmen dan konsisten dalam  
melakukan pengkajian laporan  
farmakovigilans sehingga jumlah tindak  
lanjut regulatori terkait keamanan obat  
beredar dapat tepat waktu  
dikomunikasikan.  
7
Meningkatnya  
IKK 7. Persentase materi  
KIE di bidang obat yang  
disusun dan  
disosialisasikan sesuai  
rencana aksi  
100,00  
100,00  
100,00%  
N/A  
Penyusunan materi KIE yang telah Sebagai upaya peningkatan pelayanan  
ketersediaan materi  
Komunikasi,  
dilaksanakan di kedeputian  
bidang pengawasan obat dan  
NAPPZA, bertujuan untuk untuk  
mengajak seluruh lapisan  
masyarakat agar turut serta  
mendukung dan berkomitmen  
dalam pemberantasan  
dan komitmen untuk memberikan  
informasi dan eduksi di bidang Obat,  
maka dilakukan beberapa langkah  
sebagai berikut :  
1. Melakukan survei atau diskusi  
kelompok terarah (FGD) untuk  
mengetahui topik obat apa yang  
paling dibutuhkan oleh masyarakat,  
2. Menyusun materi berdasarkan  
segmentasi audiens (anak-anak,  
remaja, lansia, ibu rumah tangga,  
dll),  
Informasi, dan  
Edukasi (KIE) di  
bidang obat melalui  
penyusunan dan  
publikasi materi  
sesuai ketentuan  
penyalahgunaan obat di  
Indonesia.  
Agar pesan dapat tersampaikan  
dan tepat sasaran kepada  
Masyarakat secara menyeluruh,  
maka materi ini juga disusun  
dengan bahasa yang mudah  
dipahami dan disampaikan  
melalui beberapa media baik  
media cetak maupun elektronik.  
3. Meningkatkan aksesibilitas dan  
jangkauan informasi dengan cara  
menyebarkan materi melalui media  
sosial, aplikasi kesehatan, brosur,  
dan penyuluhan langsung,  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
113  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
akhir periode  
Renstra  
Capaian  
(%)  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Permasalahan  
Rekomendasi  
(1)  
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
Dengan begitu, masyarakat dapat  
lebih waspada dan terhindar dari  
risiko produk yang tidak terjamin  
keamanannya  
4. Melakukan kolaborasi dengan  
berbagai pihak terkait untuk  
meningkatkan kualitas materi KIE  
yang disusun  
8
Meningkatnya  
IKK 8. Persentase Surat  
94,00  
95,95  
102,08  
N/A  
Tidak ada hambatan  
Sebagai upaya mempetahankan jumlah  
rekomendasi yang diterbitkan tepat  
waktu, dilakukan upaya sebagai  
berikut:  
1. Mengadakan rapat dengan internal  
BPOM dan pemangku kepentingan  
terkait (LNSW/Bea Cukai) guna  
membahas kasus ekspor-impor  
yang memengaruhi penerbitan SKI,  
AHP, atau CPP.  
2. Mengidentifikasi dokumen yang  
menjadi kendala dalam pemenuhan  
persyaratan perizinan, yang  
berdampak pada keterlambatan  
karena permintaan data tambahan.  
Forum komunikasi, resosialisasi,  
dan desk service dengan pelaku  
usaha rutin dilakukan Ditwas  
KMEIONAPPZA untuk  
efektifitas pelayanan Keterangan Impor Obat  
publik di bidang  
pengawasan iklan  
obat dan ekspor  
impor Obat dan NPP Psikotropika, dan  
Prekursor; dan  
dan Bahan Obat; Analisis  
Hasil Pengawasan Impor  
dan Ekspor Narkotika,  
Certificate of  
Pahrmaceutical Product  
(CPP) yang Diselesaikan  
Tepat Waktu  
mengidentifikasi kesenjangan dan  
memberikan solusi atas kendala  
tersebut.  
3. Penguatan kapasitas internal  
dengan sharing knowledge untuk  
menyamakan persepsi terkait  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
114  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
akhir periode  
Renstra  
Capaian  
(%)  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Permasalahan  
Rekomendasi  
(1)  
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
evaluasi persyaratan layanan.  
4. Komunikasi dan koordinasi dengan  
Pusat Data dan Informasi Obat dan  
Makanan untuk mengatasi kendala  
sistem, antara lain kelambatan  
sistem, sistem yang tidak dapat  
diakses, maupun kegagalan  
penerbitan billing.  
IKK 9. Persentase  
78,00  
91,48  
117,28  
N/A  
1. Adanya peningkatan jumlah  
pengajuan persetujuan iklan  
obat sehubungan dengan  
meningkatnya penggunaan  
media sosial sebagai sarana  
publikasi iklan obat oleh  
1. Penyelenggaraan sosialisasi,  
asistensi regulatori maupun  
bimbingan teknis dan desk  
konsultasi guna meningkatkan  
pemahaman ketentuan dan  
persyaratan layanan publik  
persetujuan iklan obat.  
2. Refreshment dan penyamaan  
persepsi antar-evaluator iklan obat  
sehingga dapat mempercepat  
proses evaluasi permohonan  
persetujuan iklan obat.  
permohonan persetujuan  
iklan obat yang  
diselesaikan tepat waktu  
industri farmasi pemilik izin  
edar dan tindak lanjut hasil  
pengawasan iklan obat.  
2. Masih banyaknya pengajuan  
persetujuan iklan yang harus  
diterbitkan tambahan data  
secara berulang sehingga  
menambah waktu evaluasi.  
10  
IKK 10. Indeks  
Pelayanan Publik  
4,70  
diukur akhir tahun  
N/A  
Tidak ada hambatan  
-
Direktorat Pengawasan  
Keamanan, Mutu dan  
Ekspor Impor ONPPZA  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
115  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
akhir periode  
Renstra  
Capaian  
(%)  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Permasalahan  
Rekomendasi  
(1)  
11  
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
Terwujudnya  
Tatakelola  
IKK 11. Nilai  
Pembangunan ZI  
93,80  
diukur akhir tahun  
N/A  
Tidak ada hambatan  
-
pemerintah di  
Direktorat  
Pengawasan  
Direktorat Pengawasan  
Keamanan, Mutu dan  
Ekspor Impor ONPPZA  
Keamanan, Mutu  
dan Ekspor Impor  
Obat, Narkotika,  
Psikotropika,  
Prekursor dan Zat  
Adiktif yang optimal  
12  
IKK 12. Persentase  
pemenuhan dokumen  
SAKIP Direktorat  
Pengawasan Keamanan,  
Mutu dan Ekspor Impor  
ONPPZA  
82,00  
82,00  
100,00  
113,64  
N/A  
Tidak ada hambatan  
-
13  
14  
IKK 13. Tingkat Efisiensi  
Penggunaan Anggaran  
Direktorat Pengawasan  
Keamanan, Mutu dan  
Ekspor Impor ONPPZA  
88,00  
3,83  
100,00  
N/A  
N/A  
Tidak ada hambatan  
Tidak ada hambatan  
Optimalisasi pengelolaan penggunaan  
anggaran Tahun 2025.  
IKK 14. Indeks  
diukur akhir tahun  
-
Manajemen Risiko  
Direktorat Pengawasan  
Keamanan, Mutu dan  
Ekspor Impor ONPPZA  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
116