disebabkan oleh keterbatasan dalam menjangkau dan menyerap informasi terkini,
sehingga prosedur layanan masih dirasa membingungkan. Meskipun masih terdapat
tantangan dalam memenuhi ekspektasi pengguna layanan dalam ketiga unsur tersebut,
secara umum nilai indeks kepuasan pelanggan tetap berada dalam kategori "sangat baik."
Hal ini mengindikasikan bahwa Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika,
Psikotropika dan Prekursor masih mendapatkan kepercayaan pelanggan dan tetap
berkomitmen pada perbaikan berkelanjutan dalam pelayanan.
Dari hasil survei diperoleh apresiasi dari pengguna layanan serta saran dan masukan yang
digunakan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan publik di
lingkungan Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika dan Prekursor.
Secara umum saran dan masukan telah ditindaklanjuti oleh Direktorat Pengawasan
Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika dan Prekursor, antara lain:
1. Pelaksanaan Konsultasi
Berkaitan dengan pelaksanaan konsultasi, responden memberikan masukan agar
tersedia contact person untuk menangani sertifikasi serta agar dilakukan peningkatan
terhadap ketepatan jam layanan. Dalam hal ketersediaan contact person, pelaku
usaha dapat memanfaatkan kanal pelayanan publik yang telah tersedia, seperti
layanan live chat, hotline e-sertifikasi dan e-was, serta layanan tatap muka di Gedung
Athena untuk menindaklanjuti layanan yang telah diajukan. Untuk memastikan
kesinambungan komunikasi, setiap interaksi dan pertanyaan dari pelaku usaha dicatat
dalam file monitoring petugas layanan publik, sehingga seluruh petugas memiliki
akses terhadap histori komunikasi yang sama dan dapat memberikan informasi
lanjutan secara konsisten. Sementara itu sebagai upaya peningkatan ketepatan waktu
konsultasi baik online maupun offline, saat ini telah diterapkan sistem task reminder
jadwal pelayanan yang memberikan notifikasi otomatis kepada petugas melalui
WhatsApp pada H-3 dan hari H, baik untuk jadwal layanan live chat maupun tatap
muka. Selain itu, sistem reward and punishment bagi petugas pelayanan publik juga
telah diterapkan, di mana salah satu aspek yang dinilai adalah kedisiplinan kehadiran.
2. Petugas Pelayanan Publik
Masukan responden mengenai aspek petugas pelayanan publik antara lain perlunya
penguatan kapasitas petugas pelayanan publik, khususnya dalam hal penambahan
jumlah auditor CPOB dan penyamaan persepsi terhadap regulasi yang berlaku.
Menindaklanjuti hal tersebut, telah dilakukan penambahan sumber daya manusia
melalui rekrutmen 19 Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) baru yang ditempatkan di
Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor.
Penambahan personel ini diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan
jumlah inspektur yang tersedia serta memperkuat pelaksanaan tugas pengawasan dan
layanan publik secara menyeluruh.
Dengan bertambahnya jumlah petugas, proses inspeksi, evaluasi permohonan, dan
tindak lanjut layanan diharapkan dapat berjalan lebih cepat, responsif, dan optimal.
Upaya ini juga didukung oleh program pelatihan teknis dan pembinaan berkelanjutan,
| Laporan Survei Kepuasan Pelanggan
Direktorat Pengawasan Produksi Obat NPP 2025
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara