DEPUTI I  
BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA,  
PSIKOTROPIKA, PREKURSOR, DAN  
ZAT ADIKTIF  
Laporan Keuangan Audited  
Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2022  
Jalan Percetakan Negara No. 23  
Jakarta Pusat 10560  
KATA PENGANTAR  
Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang  
Keuangan Negara bahwa Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai Pengguna  
Anggaran/Barang mempunyai tugas antara lain menyusun dan menyampaikan laporan  
keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang dipimpinnya.  
Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat  
Adiktif adalah salah satu entitas akuntansi di bawah Badan Pengawas Obat dan  
Makanan yang berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan laporan  
pertanggungjawaban atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja  
Negara. Salah satu pelaksanaannya adalah dengan menyusun laporan keuangan  
berupa Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasi, Laporan Perubahan  
Ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan.  
Penyusunan Laporan Keuangan Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor  
71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan kaidah-kaidah  
pengelolaan keuangan yang sehat dalam Pemerintahan. Laporan Keuangan ini telah  
disusun dan disajikan dengan basis akrual sehingga akan mampu menyajikan  
informasi keuangan yang transparan, akurat dan akuntabel.  
Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2022 Audited ini diharapkan dapat  
memberikan informasi yang berguna kepada para pengguna laporan khususnya  
sebagai sarana untuk meningkatkan akuntabilitas/pertanggungjawaban dan  
transparansi pengelolaan keuangan negara pada Deputi I Bidang Pengawasan Obat,  
Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif. Disamping itu, laporan keuangan ini  
juga dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada manajemen dalam  
pengambilan keputusan dalam usaha untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan  
yang baik (good governance).  
Jakarta, 2 Mei 2023  
Kuasa Pengguna Anggaran  
Deputi I Bidang Pengawasan  
ONAPPZA  
Dra. Tri Asti Isnariani, Apt, M.Pharm.  
NIP. 196904142002122001  
DAFTAR ISI  
Hal  
Kata Pengantar  
i
ii  
Daftar Isi  
iii  
1
Pernyataan Tanggung Jawab  
Ringkasan  
I. Laporan Realisasi Anggaran  
II. Neraca  
3
4
5
6
III. Laporan Operasional  
IV. Laporan Perubahan Ekuitas  
V. Catatan atas Laporan Keuangan  
A. Penjelasan Umum  
7
7
26  
36  
54  
60  
B. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Realisasi Anggaran  
C. Penjelasan atas Pos-pos Neraca  
D. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Operasional  
E. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Perubahan Ekuitas  
F. Pengungkapan Penting Lainnya  
VI. Lampiran dan Daftar  
DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN ONAPPZA  
Jl. Percetakan Negara No.23 Jakarta Pusat 10560  
PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB  
Laporan Keuangan Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor,  
Dan Zat Adiktif yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan  
Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan Tahun  
Anggaran 2022 Audited sebagaimana terlampir, adalah merupakan tanggung jawab kami.  
Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2022 Audited tersebut telah disusun berdasarkan  
sistem pengendalian intern yang memadai, dan isinya telah menyajikan informasi  
pelaksanaan anggaran dan posisi keuangan secara layak sesuai dengan Standar  
Akuntansi Pemerintahan.  
Jakarta, 2 Mei 2023  
Kuasa Pengguna Anggaran  
Deputi I Bidang Pengawasan  
ONAPPZA  
Dra. Tri Asti Isnariani, Apt, M.Pharm.  
NIP. 196904142002122001  
RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN  
Laporan Keuangan Audited Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif per 31 Desember 2022 ini telah disusun dan  
disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang  
Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan berdasarkan kaidah-kaidah pengelolaan  
keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan. Laporan Keuangan ini meliputi:  
1. LAPORAN REALISASI ANGGARAN  
Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran  
dengan realisasinya, yang mencakup unsur-unsur pendapatan-LRA dan belanja  
selama periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2022.  
Realisasi Pendapatan Negara pada TA 2022 adalah berupa Pendapatan Negara  
Bukan Pajak sebesar Rp46.331.622.777,00 atau mencapai 103,46 persen dari  
estimasi pendapatan-LRA sebesar Rp44.783.567.000,00.  
Realisasi Belanja Negara pada TA 2022 adalah sebesar Rp46.122.767.877,00 atau  
mencapai 99,98 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp46.131.370.000,00.  
2. NERACA  
Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset, kewajiban, dan  
ekuitas pada 31 Desember 2022.  
Nilai Aset per 31 Desember 2022 dicatat dan disajikan sebesar Rp13.129.163.812,00  
yang terdiri dari Aset Lancar sebesar Rp608.068.192,00, Aset Tetap (netto setelah  
akumulasi penyusutan) sebesar Rp12.177.010.559,00 dan Aset Lainnya (netto  
setelah akumulasi penyusutan) sebesar Rp344.085.061,00.  
Nilai Kewajiban dan Ekuitas masing-masing sebesar Rp6.983.256.322,00 dan  
Rp6.145.907.490,00.  
1
3. LAPORAN OPERASIONAL  
Laporan Operasional menyajikan berbagai unsur pendapatan-LO, beban,  
surplus/defisit dari operasi, surplus/defisit dari kegiatan nonoperasional,  
surplus/defisit sebelum pos luar biasa, pos luar biasa, dan surplus/defisit-LO, yang  
diperlukan untuk penyajian yang wajar. Pendapatan-LO untuk periode sampai  
dengan 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp45.850.475.000,00, sedangkan  
jumlah beban adalah sebesar Rp47.447.551.553,00 sehingga terdapat Defisit dari  
Kegiatan Operasional senilai Rp1.597.076.553,00. Kegiatan Non Operasional Defisit  
sebesar Rp326.311.819,00 sehingga entitas mengalami Defisit-LO sebesar  
Rp1.923.388.372,00.  
4. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS  
Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan informasi kenaikan atau penurunan ekuitas  
tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ekuitas pada tanggal 1  
Januari 2022 adalah sebesar Rp11.100.920.941,00 ditambah Defisit-LO sebesar  
Rp1.923.388.372,00 kemudian ditambah dengan koreksi-koreksi senilai  
Rp6.688.415.249,00  
dan  
ditambah  
Transaksi  
Antar  
Entitas  
sebesar  
Rp3.656.790.170,00 sehingga Ekuitas entitas pada tanggal 31 Desember 2022  
adalah senilai Rp6.145.907.490,00.  
5. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN  
Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) menyajikan informasi tentang  
penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam  
Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional dan Laporan Perubahan  
Ekuitas. Termasuk pula dalam CaLK adalah penyajian informasi yang diharuskan  
dan dianjurkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapan-  
pengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan  
keuangan.  
Dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaran untuk periode yang berakhir sampai  
dengan tanggal 31 Desember 2022 disusun dan disajikan berdasarkan basis kas.  
Sedangkan Neraca, Laporan Operasional dan Laporan Perubahan Ekuitas untuk  
Tahun Anggaran 2022 disusun dan disajikan dengan basis akrual.  
2
N E  
S S NGG  
N
DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA,  
PSIKOTROPIKA, PREKURSOR, DAN ZAT ADIKTIF  
LAPORAN REALISASI ANGGARAN  
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR  
31 DESEMBER 2022 DAN 2021 AUDITED  
Jakarta, 2 Mei 2023  
Kuasa Pengguna Anggaran  
Deputi I Bidang Pengawasan  
ONAPPZA  
Dra. Tri Asti Isnariani, Apt, M.Pharm.  
NIP. 196904142002122001  
DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA,  
PSIKOTROPIKA, PREKURSOR, DAN ZAT ADIKTIF  
NERACA  
PER 31 DESEMBER 2022 DAN 2021 AUDITED  
Jakarta, 2 Mei 2023  
Kuasa Pengguna Anggaran  
Deputi I Bidang Pengawasan  
ONAPPZA  
DraM.Pharm.  
NIP. 196904142002122001  
N
E
S
N
DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA,  
PSIKOTROPIKA, PREKURSOR, DAN ZAT ADIKTIF  
LAPORAN OPERASIONAL  
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR  
31 DESEMBER 2022 DAN 2021 AUDITED  
Jakarta, 2 Mei 2023  
Kuasa Pengguna Anggaran  
Deputi I Bidang Pengawasan  
ONAPPZA  
DraM.Pharm.  
NIP. 196904142002122001  
A
RAN ERUBAHAN EKU TAS  
DEPUTI I BIDANG PENGAWASAN OBAT, NARKOTIKA,  
PSIKOTROPIKA, PREKURSOR, DAN ZAT ADIKTIF  
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS  
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR  
31 Desember 2022 DAN 2021 AUDITED  
Jakarta, 2 Mei 2023  
Kuasa Pengguna Anggaran  
Deputi I Bidang Pengawasan  
ONAPPZA  
Dra. Tri Asti Isnariani, Apt, M.Pharm.  
NIP. 196904142002122001  
N
S L PO N KEU NG N  
A. PENJELASAN UMUM  
A.1. Profil dan Kebijakan Teknis Deputi I Bidang Pengawasan Obat,  
Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif  
Dasar Hukum  
Entitas dan  
Rencana  
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan  
Pengawas Obat dan Makanan sesuai:  
Strategis  
Pasal 33  
(1) Untuk melaksanakan tugas teknis operasional dan/atau tugas teknis  
penunjang di lingkungan BPOM dapat dibentuk unit pelaksana teknis.  
(2) Unit pelaksana teknis dipimpin oleh kepala unit pelaksana teknis.  
Pasal 34  
Pembentukan unit pelaksana teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33  
ditetapkan oleh Kepala setelah mendapat persetujuan tertulis dari menteri  
yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang aparatur negara.  
Sesuai Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 24 Tahun  
2022 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Badan Pengawas Obat Dan  
Makanan Nomor 22 Tahun 2020 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Unit  
Pelaksana Teknis Di Lingkungan Badan Pengawas Obat Dan Makanan, Unit  
Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan yang  
selanjutnya disingkat UPT BPOM adalah satuan kerja yang bersifat mandiri  
yang melaksanakan tugas teknis operasional tertentu dan/atau tugas teknis  
penunjang tertentu di bidang pengawasan obat dan makanan.  
Dalam melaksanakan tugasnya, UPT BPOM menyelenggarakan fungsi:  
a. penyusunan rencana, program, dan anggaran di bidang pengawasan  
Obat dan Makanan;  
b. pelaksanaan pemeriksaan fasilitas produksi Obat dan Makanan;  
c. pelaksanaan pemeriksaan fasilitas distribusi Obat dan Makanan dan  
fasilitas pelayanan kefarmasian;  
d. pelaksanaan sertifikasi produk dan fasilitas produksi dan distribusi  
Obat dan Makanan;  
e. pelaksanaan sampling Obat dan Makanan;  
f. pelaksanaan pemantauan label dan iklan Obat dan Makanan;  
g. pelaksanaan pengujian rutin Obat dan Makanan;  
- 7 -  
h. pelaksanaan pengujian Obat dan Makanan dalam rangka investigasi  
dan penyidikan;  
i. pelaksanaan cegah tangkal, intelijen dan penyidikan terhadap  
pelanggaran ketentuan peraturan perundangundangan di bidang  
pengawasan Obat dan Makanan;  
j. pelaksanaan pemantauan peredaran Obat dan Makanan melalui siber;  
k. pengelolaan komunikasi, informasi, edukasi, dan pengaduan  
masyarakat di bidang pengawasan Obat dan Makanan;  
l. pelaksanaan kerja sama di bidang pengawasan Obat dan Makanan;  
m. pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang  
pengawasan Obat dan Makanan;  
n. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga; dan  
o. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Badan.  
Bagan Satuan Kerja Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif  
Renstra Satuan Kerja Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif memuat visi dan misi, tujuan, sasaran  
strategis, kebijakan, strategi, program, dan kegiatan pembangunan sesuai  
tugas dan fungsi Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, Dan Zat Adiktif untuk mencapai sasaran pembangunan nasional dan  
program prioritas Presiden.  
Visi Satuan Kerja Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, Dan Zat Adiktif Tahun 2019-2024  
Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan  
gotong royong, yaitu:  
- 8 -  
Misi Satuan Kerja Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, Dan Zat Adiktif sebagai berikut:  
Membangun SDM unggul terkait Obat dan Makanan dengan  
mengembangkan kemitraan bersama seluruh komponen bangsa dalam  
rangka peningkatan kualitas manusia Indonesia.  
Memfasilitasi percepatan pengembangan dunia usaha Obat dan  
Makanan dengan keberpihakan terhadap UMKM dalam rangka  
membangun struktur ekonomi yang produktif dan berdaya saing untuk  
kemandirian bangsa.  
Meningkatkan efektivitas pengawasan Obat dan Makanan serta  
penindakan kejahatan Obat dan Makanan melalui sinergi pemerintah  
pusat dan daerah dalam kerangka Negara Kesatuan guna perlindungan  
bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga.  
Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan terpercaya untuk  
memberikan pelayanan publik yang prima di bidang Obat dan Makanan.  
Pendekatan  
Penyusunan  
Laporan  
A.2. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan  
Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2022 ini merupakan laporan yang  
mencakup seluruh aspek keuangan yang dikelola oleh Deputi I Bidang  
Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif.  
Laporan Keuangan ini dihasilkan melaui Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu  
serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari  
pengumpulan data, pencatatan dan pengikhtisaran sampai dengan pelaporan  
posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga.  
Keuangan  
- 9 -  
Basis Akuntansi  
A.3. Basis Akuntansi  
Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan  
Zat Adiktif menerapkan basis akrual dalam penyusunan dan penyajian  
Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas. Basis akrual  
adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa  
lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi, tanpa memperhatikan  
saat kas atau setara kas diterima atau dibayarkan.  
Sedangkan Laporan Realisasi Anggaran disusun dan disajikan dengan basis  
kas. Basis kas adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi  
atau peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.  
Hal 1n1 sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan {SAP) yang Pererintah  
Nomor 71 Tahun 2020 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan  
perubahannya.  
Dasar  
A.4. Dasar Pengukuran  
Pengukuran  
Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan  
memasukkan setiap pos dalam laporan keuangan. Dasar pengukuran yang  
diterapkan Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, Dan Zat Adiktif dalam penyusunan dan penyajian Laporan  
Keuangan adalah dengan menggunakan nilai perolehan historis.  
Aset dicatat sebesar pengeluaran/penggunaan sumber daya ekonomi atau  
sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aset  
tersebut. Kewajiban dicatat sebesar nilai wajar sumber daya ekonomi yang  
digunakan pemerintah untuk memenuhi kewajiban yang bersangkutan.  
Pengukuran pos-pos laporan keuangan menggunakan mata uang rupiah.  
Transaksi yang menggunakan mata uang asing dikonversi terlebih dahulu dan  
dinyatakan dalam mata uang rupiah.  
Kebijakan  
Akuntansi  
A.5. Kebijakan Akuntansi  
Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2022 telah  
mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Kebijakan akuntansi  
merupakan prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi konvensi, aturan-aturan,  
dan praktik-praktik spesifik yang dipilih oleh suatu entitas pelaporan dalam  
penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Kebijakan akuntansi yang  
- 10 -  
diterapkan dalam laporan keuangan ini adalah merupakan kebijakan yang  
ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan yang merupakan entitas  
pelaporan dari Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, Dan Zat Adiktif. Disamping itu, dalam penyusunannya telah  
diterapkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan  
pemerintahan.  
Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan  
sesuai Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) dan Peraturan Kepala Badan  
POM Nomor 12 tahun 2017 tentang Kebijakan Akuntansi di Lingkungan  
Badan Pengawas Obat dan Makanan, sebagai berikut:  
Pendapatan-  
(1) Pendapatan- LRA  
LRA  
Pendapatan-LRA diakui pada saat kas diterima pada Kas Umum Negara  
(KUN).  
ï‚·
Akuntansi pendapatan-LRA dilaksanakan berdasarkan azas bruto,  
yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat  
jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).  
Pendapatan-LRA disajikan menurut klasifikasi sumber pendapatan.  
ï‚·
Pendapatan-LO  
(2) Pendapatan- LO  
Pendapatan-LO diakui pada saat timbulnya hak atas pendapatan  
dan/atau pendapatan direalisasikan, yaitu adanya aliran masuk sumber  
daya ekonomi.  
Secara khusus pengakuan pendapatan-LO pada Deputi I Bidang  
Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif  
adalah sehagai berikut:  
a. Pengakuan pendapatan berdasarkan kemajuan pekerjaan dan  
termin adalah pendapatan yang diakui sesuai dengan kemajuan  
pekerjaan dan termin.  
Pengakuan berdasarkan kemajuan pekerjaan atau termin sesuai  
dengan bisnis proses masing-masing jasa layanan yaitu sebagai  
berikut:  
1. Pendapatan jasa/layanan Pendaftaran dan Evaluasi Obat  
dan Produk Biologi :  
1) pendapatan diakui sebesar 25 (dua puluh lima) persen  
dari tarif apabila berkas/data pra registrasi yang telah  
- 11 -  
memenuhi persyaratan telah diterima olah Badan POM,  
dengan output berupa tanda terima berkas yang telah  
diberi nomor ID.  
2) pendapatan diakui sebesar 75 (tujuh puluh lima) persen  
dari tarif apabila berkas/data telah dievaluasi oleh  
evaluator dan dibahas oleh KOMNAS, dengan output  
berupa hasil evaluasi;  
3) pendapatan diakui sebesar 100 (seratus) persen apabila  
jasa/layanan telah diterima oleh pengguna layanan yaitu  
berupa:  
hasil pra registrasi; atau  
persetujuan nomor izin edar; atau  
persetujuan (approvable letter); atau  
persetujuan impor dalam bentuk ruahan; atau  
persetujuan impor khusus ekspor; atau  
persetujuan khusus ekspor; atau  
persetujuan registrasi variasi berupa persetujuan izin  
edar atau surat persetujuan perubahan yang  
merupakan adendum dari persetujuan izin edar yang  
telah diterbitkan.  
penolakan.  
2. Pendapatan layanan jasa Inspeksi sarana produk impor pada  
evaluasi dokumen hasil inspeksi luar negeri:  
Pendapatan diakui sebesar 50 (lima puluh) persen dari tarif  
apabila pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi CAPA telah  
dilakukan oleh Badan POM, dengan output berupa hasil  
evaluasi;  
Pendapatan layanan jasa diakui sebesar 100 (seratus)  
persen dari tarif pada saat surat persetujuan/ penolakan  
diterbitkan.  
3. Sertifikasi dan/atau Resertifikasi CDOB, CPOB, CPPOB,  
Sertifikasi Higiene dan Sanitasi (HS) dan Surat Persetujuan  
Pendaftaran Produsen Bahan Tambahan Pangan, CPOTB,  
CPKB dan CPBBAOB  
- 12 -  
Pendapatan diakui sebesar 25 (dua puluh lima) persen dari  
tarif apabila berkas yang telah memenuhi persyaratan  
diterima oleh Badan POM, dengan output berupa tanda  
terima berkas, surat perintah bayar atau dokumen lainnya;  
Pendapatan diakui sebesar 75 (tujuh puluh lima) persen  
dari tarif apabila dalam tahap Monitoring dan Evaluasi  
CAPA, dengan output berupa hasil evaluasi;  
Pendapatan diakui sebesar 100 (seratus) persen dari tarif  
bila:  
i. sertifikat diterbitkan berupa sertifikat CDOB, CPOB,  
CPPOB, Sertifikasi Higiene dan Sanitasi (HS) dan Surat  
Persetujuan Pendaftaran Produsen Bahan Tambahan  
Pangan, CPOTB, CPKB dan CPBBAOB dan atau surat  
penolakan;  
ii. Surat Pembatalan dari pihak ketiga.  
Akuntansi pendapatan-LO dilaksanakan herdasarkan azas bruto,  
yaitu dengan memhukukan penerimaan hruto, dan tidak  
mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan  
pengeluaran). Pendapatan disajikan menurut klasifikasi sumher.  
Belanja  
(3) Belanja  
ï‚·
ï‚·
Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUN.  
Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran, pengakuan  
belanja terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran  
tersebut disahkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara  
(KPPN).  
ï‚·
Belanja disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja dan  
selanjutnya klasifikasi berdasarkan organisasi dan fungsi akan  
diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.  
Beban  
(4) Beban  
ï‚·
Beban diakui pada saat timbulnya kewajiban; terjadinya konsumsi  
aset; terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa.  
Beban disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja dan  
selanjutnya klasifikasi berdasarkan organisasi dan fungsi diungkapkan  
dalam Catatan atas Laporan Keuangan.  
ï‚·
- 13 -  
(5) Aset  
Aset  
Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar, Aset Tetap dan Aset Lainnya.  
Aset Lancar  
Aset Lancar  
ï‚·
Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal. Kas  
dalam bentuk valuta asing disajikan di neraca dengan  
menggunakan kurs tengah BI pada tanggal neraca.  
ï‚·
Piutang diakui apabila menenuhi kriteria sebagai berikut:  
a. Piutang yang timbul dari Tuntutan Perbendaharaan/Ganti Rugi  
apabila telah timbul hak yang didukung dengan Surat  
Keterangan Tanggung Jawab Mutlak dan/atau telah  
dikeluarkannya surat keputusan yang mempunyai kekuatan  
hukum tetap.  
b. Piutang yang timbul dari perikatan diakui apabila terdapat  
peristiwa yang menimbulkan hak tagih dan didukung dengan  
naskah perjanjian yang menyatakan hak dan kewajiban secara  
jelas serta jumlahnya bisa diukur dengan andal  
ï‚·
Piutang disajikan dalam neraca pada nilai yang dapat direalisasikan  
(net realizable value). Hal ini diwujudkan dengan membentuk  
penyisihan piutang tak tertagih. Penyisihan tersebut didasarkan  
atas kualitas piutang yang ditentukan berdasarkan jatuh tempo dan  
upaya penagihan yang dilakukan pemerintah. Kualitas piutang  
didasarkan pada kondisi masing-masing piutang pada tanggal  
pelaporan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor:  
207/PMK.06/2019 Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan  
Nomor 69/PMK.06.2014 tentang Penentuan Kualitas Piutang dan  
Pembentukan Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada  
Kementerian/Lembaga dan Bendahara Umum Negara. Kriteria  
kualitas piutang diatur sebagai berikut:  
- 14 -  
Tabel 1.  
Kriteria Kualitas Piutang Piutang  
Kualitas  
Uraian  
Penyisihan  
Piutang  
Lancar  
Belum dilakukan pelunasan s.d tanggal  
jatuh tempo  
0.5%  
Kurang Lancar  
Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat  
10%  
Tagihan  
Pertama  
tidak  
dilakukan  
pelunasan  
Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat  
Tagihan Kedua tidak dilakukan pelunasan  
50%  
Diragukan  
Macet  
100%  
1. Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat  
Tagihan  
Ketiga  
tidak  
dilakukan  
pelunasan  
2. Piutang telah diserahkan kepada Panitia  
Urusan Piutang Negara/DJKN  
ï‚·
ï‚·
Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang akan jatuh tempo 12 (dua belas)  
bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai Bagian Lancar  
TPA/TGR.  
Nilai Persediaan dicatat berdasarkan hasil inventarisasi fisik pada  
tanggal neraca dikalikan dengan:  
a) harga pembelian terakhir, apabila diperoleh dengan  
pembelian;  
b) harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri;  
c) harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh  
dengan cara lainnya.  
- 15 -  
ï‚·
Persediaan merupakan aset yang berupa:  
1. Barang atau perlengkapan (supplies) yang digunakan dalam  
rangka kegiatan operasional pemerintah, contoh:  
a. Barang Habis Pakai seperti Alat Tulis Kantor, Barang  
Cetakan (leaflet, brosur dll), Reagensia, Suku Cadang, Baku  
Pembanding, Hewan Percobaan;  
b. Barang Tak Habis Pakai seperti Alat Gelas (Glassware); dan  
c. Barang Bekas Pakai seperti komponen bekas.  
2. Bahan atau perlengkapan (supplies) yang akan digunakan dalam  
proses produksi, contoh : bahan baku untuk pembuatan baku  
pembanding.  
3. Barang dalam proses produksi yang dimaksudkan untuk  
digunakan untuk mendukung kegiatan pemerintah, untuk dijual  
atau untuk diserahkan kepada masyarakat, contoh : baku  
pembanding yang masih dalam proses produksi. Yang dimaksud  
dengan barang dalam proses produksi adalah barang yang  
masih dalam proses pengujian sampai proses pengemasan.  
4. Barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada  
masyarakat dalam rangka kegiatan pemerintahan.  
Sesuai dengan Perka Badan POM No. 12 tahun 2017 tentang  
Kebijakan Akuntansi Di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan  
Makanan dikecualikan sebagai Persediaan berupa Arsip Sampel  
di Lingkungan Badan POM karena merupakan item yang  
diperoleh atau dibeli dalam satu rangkaian pengujian suatu  
produk yang sebagian item disimpan untuk keperluan  
dokumentasi (retain sample). Oleh karena Arsip Sampel tersebut  
bukan merupakan barang atau perlengkapan yang memiliki nilai  
ekonomis untuk digunakan/dikonsumsi dalam rangka kegiatan  
operasional entitas atau untuk dijual/diserahkan ke masyarakat,  
maka Arsip Sampel tidak memenuhi kriteria pengakuan sebagai  
Persediaan dan dicatat sebagai Beban pada saat perolehannya.  
- 16 -  
Namun untuk menjaga tata kelola yang baik, maka Arsip Sampel  
agar dibukukan ulang dalam catatan manual sebagai bentuk  
pertanggungjawaban secara manajerial.  
ï‚·
Persediaan disajikan sebesar :  
1. Biaya perolehan apabila diperoleh dengan pembelian. Biaya  
perolehan persediaan meliputi:  
a. Harga pembelian  
b. Biaya pengangkutan  
c. Biaya penanganan  
d. Biaya lainnya yang secara langsung dapat dibebankan pada  
perolehan persediaan termasuk pajak.  
2. Hal yang mengurangi biaya perolehan persediaan:  
a. Potongan harga  
b. Rabat dan lainnya yang serupa.  
c. Harga Pokok Produksi digunakan apabila persediaan  
diperoleh dengan memproduksi sendiri. Harga Pokok  
Produksi (HPP) terdiri dari biaya langsung yang terkait  
dengan persediaan yang diproduksi dan biaya tidak langsung  
yang dialokasikan dengan secara sistematis.  
3. Nilai Wajar digunakan apabila persediaan diperoleh dari cara lain  
seperti donasi yang tidak diperoleh harga perolehannya. Nilai  
wajar yang dimaksud dapat menggunakan harga pasar atau  
estimasi yang ditentukan oleh Badan POM sesuai dengan  
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah No. 05 Akuntansi  
Persediaan.  
ï‚·
Persediaan alat gelas laboratorium adalah peralatan laboratorium  
yang terbuat dari kaca, plastik atau bahan lainnya yang digunakan  
untuk keperluan laboratorium. Alat gelas yang diakui sebagai  
persediaan meliputi:  
a. Alat gelas berupa alat ukur kuantitatif diantaranya:  
1) alat gelas yang masih ada di gudang  
2) alat gelas di laboratorim yang belum digunakan  
3) alat gelas di laboratorium yang sudah digunakan dan masih  
dalam keadaan baik.  
b. Alat gelas berupa alat ukur kualitatif diantaranya:  
- 17 -  
1) Alat gelas yang masih ada di gudang,  
2) Alat gelas di laboratorium yang belum digunakan.  
Nilai persediaan dicatat berdasarkan hasil inventarisasi fisik pada  
tanggal neraca dikalikan dengan:  
ï‚·
1) Harga pembelian terakhir, apabila diperoleh dengan pembelian.  
2) Harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri.  
3) Harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh  
dengan cara lainnya.  
Aset Tetap  
Aset Tetap  
ï‚·
Nilai Aset tetap disajikan berdasarkan harga perolehan atau harga  
wajar.  
ï‚·
Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan minimum  
kapitalisasi sebagai berikut:  
a. Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin dan  
peralatan olahraga yang nilainya sama dengan atau lebih dari  
Rp1.000.000 (satujuta rupiah);  
b. Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang sama dengan  
atau lebih dari Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah);  
c. Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai minimum  
kapitalisasi tersebut di atas, diperlakukan sebagai biaya,  
kecuali pengeluaran untuk tanah, jalan/irigasi jaringan, dan aset  
tetap lainnya berupa koleksi perpustakaan dan barang bercorak  
kesenian.  
ï‚·
ï‚·
Aset Tetap yang tidak digunakan dalam kegiatan operasional  
pemerintah yang disebabkan antara lain karena aus, ketinggalan  
zaman, tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi yang makin  
berkembang, rusak berat, tidak sesuai dengan rencana umum tata  
ruang (RUTR), atau masa kegunaannya telah berakhir  
direklasifikasi ke Aset Lain-lain pada pos Aset Lainnya.  
Aset tetap yang secara permanen dihentikan penggunaannya,  
dikeluarkan dari neraca pada saat ada usulan penghapusan dari  
entitas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di bidang  
pengelolaan BMN.  
- 18 -  
Penyusutan  
Aset Tetap  
Penyusutan Aset Tetap  
ï‚·
Penyusutan aset tetap adalah penyesuaian nilai sehubungan  
dengan penurunan kapasitas dan manfaat dari suatu aset tetap.  
Penyusutan aset tetap tidak dilakukan terhadap :  
ï‚·
a. Tanah;  
b. Konstruksi dalam Pengerjaan (KDP); dan  
c. Aset Tetap yang dinyatakan hilang berdasarkan dokumen  
sumber sah atau dalam kondisi rusak berat dan/ atau usang  
yang telah diusulkan kepada Pengelola Barang untuk dilakukan  
penghapusan.  
ï‚·
ï‚·
Penghitungan dan pencatatan Penyusutan Aset Tetap dilakukan  
setiap akhir semester tanpa memperhitungkan adanya nilai residu.  
Penyusutan Aset Tetap dilakukan dengan menggunakan metode  
garis lurus yaitu dengan mengalokasikan nilai yang dapat  
disusutkan dari Aset Tetap secara merata setiap semester selama  
Masa Manfaat.  
ï‚·
Masa Manfaat Aset Tetap ditentukan dengan berpedoman  
Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 295/KMK.6/2019 tentang  
Tabel Masa Manfaat Dalam Rangka Penyusutan Barang Milik  
Negara berupa Aset Tetap pada Entitas Pemerintah Pusat. Secara  
umum tabel masa manfaat adalah sebagai berikut:  
Tabel 2  
Penggolongan Masa Manfaat Aset Tetap  
Kelompok Aset Tetap  
Masa Manfaat  
2 s.d. 20 tahun  
10 s.d. 50 tahun  
5 s.d 40 tahun  
4 tahun  
Peralatan dan Mesin  
Gedung dan Bangunan  
Jalan, Jaringan dan Irigasi  
Alat Tetap Lainnya (Alat Musik Modern)  
Piutang Jangka  
Panjang  
Piutang Jangka Panjang  
ï‚·
Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang diharapkan  
dijadwalkan akan diterima dalamjangka waktu lebih dari 12 (dua  
belas) bulan setelah tanggal pelaporan.  
- 19 -  
ï‚·
Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR)  
dinilai berdasarkan nilai nominal dan disajikan sebesar nilai yang  
dapat direalisasikan.  
Aset Lainnya  
Aset Lainnya  
ï‚·
Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar, aset  
tetap, dan piutang jangka panjang. Termasuk dalam Aset  
Lainnya adalah aset tak berwujud, tagihan penjualan angsuran  
yang jatuh tempo lebih dari 12 (dua belas) bulan, aset  
kerjasama dengan pihak ketiga (kemitraan), dan kas yang  
dibatasi penggunaannya.  
ï‚·
Aset Tak Berwujud (ATB) merupakan aset yang dapat  
diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki  
untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa atau  
digunakan untuk tujuan lainnya termasuk ha katas kekayaan  
intelektual.  
ï‚·
ï‚·
Aset Tak Berwujud (ATB) disajikan sebesar nilai tercatat neto  
yaitu sebesar harga perolehan setelah dikurangi akumulasi  
amortisasi.  
Amortisasi ATB dengan masa manfaat terbatas dilakukan  
dengan metode garis lurus dan nilai sisa nihil. Sedangkan atas  
ATB dengan masa manfaat tidak terbatas tidak dilakukan  
amortisasi.  
ï‚·
Masa Manfaat Aset Tak Berwujud ditentukan dengan  
berpedoman Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 81/KM.6/2018  
tentang perubahan atas KMK Nomor 620/KM.6/2021 tentang Masa  
Manfaat Dalam Rangka Amortisasi Barang Milik Negara berupa Aset  
Tak Berwujud pada Entitas Pemerintah Pusat. Di Badan POM  
Amortisasi yang ada yaitu Software Komputer deangan masa manfaat  
selama 4 tahun.  
- 20 -  
Tabel 3  
Penggolongan Masa Manfaat Aset Tak Berwujud  
Kelompok Aset Tetap  
Sofware Komputer  
Masa Manfaat  
4 tahun  
5 tahun  
Franchise  
Lisensi, Hak Paten Sederhana, Merk,  
Desain Industri, Rahasia Dagang, Desain  
Tata Letak Sirkuit Terpadu  
10 tahun  
20 tahun  
25 tahun  
Hak Ekonomi Lembaga Penyiaran, Paten  
Biasa, Perlindungan Varietas Tanaman  
Semusim  
Hak Cipta Karya Seni Terapan,  
Perlindungan  
Tahunan  
Varietas  
Tanaman  
Hak Cipta atas Ciptaan Gol.II, Hak  
Ekonomi Pelaku Pertunjukan, Hak  
Ekonomi Produser Fonogram  
50 tahun  
70 tahun  
Hak Cipta atas Ciptaan Gol.I  
ï‚·
Aset Lain-Lain berupa aset tetap pemerintah yang dihentikan  
dari penggunaan operasional entitas, disajikan sebesar harga  
perolehan dikurangi akumulasi penyusutan.  
Kewajiban  
(6) Kewajiban  
ï‚·
Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang  
penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi  
pemerintah.  
ï‚·
Kewajiban pemerintah diklasifikasikan kedalam kewajiban jangka  
pendek dan kewajiban jangka panjang.  
a. Kewajiban Jangka Pendek  
Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek  
jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua  
belas bulan setelah tanggal pelaporan.  
Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga,  
- 21 -  
Belanja yang Masih Harus Dibayar, Pendapatan Diterima di Muka,  
Bagian Lancar Utang Jangka Panjang, dan Utang Jangka Pendek  
Lainnya.  
b. Kewajiban Jangka Panjang  
Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika  
diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari  
dua belas bulan setelah tanggal pelaporan.  
ï‚·
Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal, yaitu sebesar nilai kewajiban  
pemerintah pada saat pertama kali transaksi berlangsung, sesuai  
dengan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah No 09 Akuntansi  
Kewajiban.  
Ekuitas  
(7) Ekuitas  
Ekuitas merupakan merupakan selisih antara aset dengan kewajiban  
dalam satu periode. Pengungkapan lebih lanjut dari ekuitas disajikan  
dalam Laporan Perubahan Ekuitas.  
- 22 -  
Capain Output  
(8) Capaian Output Strategis  
Selama Tahun Anggaran 2022, output strategis yang telah dicapai oleh diisi  
Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan  
Zat Adiktif sebagai berikut:  
Perse-  
ntase  
Penye-  
rapan  
Real.  
Volume  
Keluara  
n
Target  
Keluara  
n
Progres  
Capaian  
Output  
Kode Output  
Strategis  
Uraian  
Output  
Alokasi  
Anggaran (Rp)  
Realisasi  
Belanja (Rp)  
No  
1
4122.QAH.001  
Keputusan  
penilaian  
sarana  
1.079.812.000  
1.066.002.623  
98,72  
480  
557  
100,00  
distribusi  
obat yang  
diselesaikan  
sesuai  
standar  
2
4122.QIC.001  
Keputusan  
hasil  
6.111.306.000  
5.637.248.522  
92,24  
182  
217  
100,00  
pengawasan  
Sarana  
Distribusi  
Obat  
danSarana  
Pelayanan  
Kefarmasian  
yang  
diselesaikan  
3
4123.BIA.001  
Keputusan  
hasil  
2.643.399.000  
2.643.389.674  
100,00  
5.250  
8.939  
100,00  
pengawasan  
keamanan  
ONPP  
- 23 -  
Perse-  
ntase  
Penye-  
rapan  
Real.  
Volume  
Keluara  
n
Progres  
Capaian  
Output  
Kode Output  
Strategis  
Alokasi  
Anggaran (Rp)  
Realisasi  
Belanja (Rp)  
Target  
Kluaran  
No  
4
Uraian Output  
4123.BIA.00  
2
Keputusan  
hasil  
4.686.527.000  
1.047.419.000  
4.686.508.946  
1.047.411.065  
100,00  
2.580  
3.456  
100,00  
pengawasan  
mutu ONPP  
5
6
7
4123.QAH.0  
01  
Surat  
100,00  
18.100  
19.224  
100,00  
Keterangan  
Ekspor Impor  
ONPP yang  
Diselesaikan  
Tepat Waktu  
4123.QIA.00  
1
Label dan iklan  
produk  
1.491.044.000  
1.491.041.263  
100,00  
60.400  
67.914  
100,00  
tembakau yang  
diawasi yang  
memenuhi  
ketentuan  
4125.BAH.0  
01  
Keputusan  
penilaian  
5.444.013.000  
5.442.980.204  
99.98  
105  
106  
100,00  
fasilitas  
produksi BBO,  
obat, produk  
biologi, dan  
sarana khusus  
yang  
diselesaikan  
tepat waktu  
8
4125.BAH.0  
02  
Keputusan  
pengawalan  
tahapan  
1.809.629.000  
1.809.422.471  
99.99  
16  
18  
100,00  
pemenuhan  
fasilitas  
produksi obat  
hasil inovasi  
yang  
diterbitkan  
9
4125.QIC.00  
1
Fasilitas  
2.639.189.000  
2.636.953.563  
100,00  
195  
205  
100,00  
produksi  
produk JKN  
dan produk  
high risk  
lainnya serta  
bbo yang  
diawasi sesuai  
standar  
- 24 -  
Kode  
Outp  
ut  
Strate  
gis  
Perse-  
ntase  
Penye-  
rapan  
Target  
Kluara  
n
Real.  
Volume  
Keluaran  
Progres  
Capaian  
Output  
Alokasi  
Anggaran (Rp)  
Realisasi Belanja  
(Rp)  
No  
10  
Uraian Output  
4127.  
PCA.  
001  
Keputusan  
Registrasi Obat  
yang  
10.553.079.000  
10.550.501.844  
99,98  
7.893  
9.768  
100,00  
Diselesaikan  
Sesuai Standar  
11  
4131.  
AFA.  
001  
Standar obat,  
narkotika,  
6.506.681.000  
6.504.929.150  
99,97  
15  
15  
100,00  
psikotropika,  
precursor, dan zat  
adiktif yang  
disusun  
12  
13  
4131.  
CAB.  
001  
Sarana  
407.839.000  
407.833.500  
100,00  
100,00  
7
7
100,00  
100,00  
Pengawasan  
ONPPZA  
4131.  
CAN.  
001  
Perangkat  
1.711.433.000  
1.711.421.030  
112  
112  
pengolah data  
dan komunikasi  
- 25 -  
B. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN  
Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekusor, Dan Zat  
Adiktif memperoleh alokasi anggaran Tahun Anggaran 2022 sebesar  
Rp52.328.994.000,00.  
Selama periode berjalan, Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif telah mengadakan 10 (Sepuluh) kali  
revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari DIPA awal. Hal ini  
disebabkan oleh adanya perubahan kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan  
situasi serta kondisi pada saat pelaksanaan.  
Rincian dari Revisi DIPA tersebut adalah sebagai berikut:  
1. Revisi Pertama pada tanggal 17 Desember 2021 terkait kebijakan Automatic  
Adjustment sehubungan telah dikeluarkan Surat Kementerian Keuangan  
No.S-668/AG/AG.4/2021 pada 16 Desember 2021.  
2. Revisi Kedua pada tanggal 14 April 2022 tema revisi dalam hal pagu  
anggaran antar KRO, antar jenis belanja, perubahan Rencana Penarikan  
Dana halaman III DIPA, pemutakhiran data hasil revisi POK sesuai dengan  
surat usulan Satker Deputi I No.B-PR.03.03.31.3123.04.22.311 tanggal 14  
April 2022.  
3. Revisi Ketiga pada tanggal 31 Mei 2022 menindaklanjuti Surat Edaran  
Kementerian Keuangan Republik Indonesia No S-458/MK.02/2022 tanggal 23  
Mei 2022 tentang penambahan automatic adjustment tahap 2 dengan surat  
usulan Satker Deputi I No. B- PR.03.03.31.3123.05.22.402 tanggal 31 Mei  
2022.  
4. Revisi Keempat pada tanggal 15 Juli tema revisi halaman III DIPA, perubahan  
Rencana Penarikan Dana Halaman III DIPA, pemutakhiran data hasil revisi  
POK dengan surat usulan Satker Deputi I No. B-PR.03.03.31.3123.07.22.36  
tanggal 13 Juli 2022.  
5. Revisi Kelima pada tanggal 14 Oktober 2022 tema revisi Pergeseran  
anggaran dalam hal pagu anggaran tetap dan revisi administrasi, pergeseran  
anggaran antar jenis belanja, pergeseran anggaran antar KRO, perubahan  
Rencana Penarikan Dana halaman III DIPA sesuai dengan surat usulan  
Satker Deputi I No. B-PR.03.03.31.3123.10.22.50 tanggal 10 Oktober 2022.  
6. Revisi Keenam pada tanggal 2 November 2022 tema revisi usulan revisi DIPA  
pemanfaatan automatic adjustment dengan surat usulan Satker Deputi I No.  
B- PR. 03.03.31.3123.10.22.779 tanggal 18 Oktober 2022.  
7. Revisi Ketujuh pada tanggal 17 November 2022 tema revisi Pergeseran  
anggaran dalam hal pagu anggaran tetap dan revisi administrasi dengan surat  
- 26 -  
usulan Satker Deputi I No. B-PR.03.03.31.3123.11.22.68 tanggal 15  
November 2022.  
8. Revisi Kedelapan pada tanggal 4 Desember 2022 tema revisi Revisi  
pemotongan automatic adjustment dan penyesuaian target rincian output  
dengan surat usulan Satker Deputi I No. B- PR.03.03.31.3123.11.22.75  
tanggal 29 November 2022.  
9. Revisi Kesembilan pada tanggal 23 Desember 2022 tema revisi Pergeseran  
anggaran dalam hal pagu anggaran tetap dan revisi administrasi dengan surat  
usulan Satker Deputi I No. B-PR.03.03.31.3123.12.22.131 tanggal 19  
Desember 2022.  
10.Revisi Kesepuluh pada tanggal 27 Desember 2022 tema revisi Pergeseran  
anggaran dalam hal pagu anggaran tetap dan revisi administrasi dengan surat  
usulan Satker Deputi I No. B-PR.03.03.31.3123.12.22.136 tanggal 26  
Desember 2022.  
Anggaran awal dan anggaran setelah revisi dapat dilihat pada tabel berikut  
ini:  
Tabel 4  
Rincian Perubahan DIPA Tahun Anggaran 2022  
TA 2022  
ANGGARAN  
ANGGARAN  
Uraian  
AWAL  
SETELAH REVISI  
Pendapatan  
Penerimaan Negara Bukan Pajak  
Jumlah Pendapatan  
Belanja  
44.783.567.000  
44.783.567.000  
44.783.567.000  
44.783.567.000  
Belanja Barang  
Belanja Modal  
49.405.891.000  
2.923.103.000  
52.328.994.000  
43.278.753.000  
2.852.617.000  
46.131.370.000  
Jumlah Belanja  
Terjadi penurunan pagu anggaran terutama pagu anggaran belanja barang non  
operasional sebesar Rp2.423.797.000, belanja jasa sebesar Rp5.525.071.000,  
belanja perjalanan dalam negeri sebesar Rp496.022.000, belanja perjalanan luar  
negeri sebesar Rp200.770.000 dan belanja modal lainnya sebesar  
Rp239.105.000 yang terjadi karena adanya perubahan kegiatan sesuai dengan  
kebutuhan dan situasi serta kondisi pada saat pelaksanaan dan juga di  
karenakan adanya pemotongan pagu anggaran di TA 2022, sedangkan pagu  
anggaran belanja barang operasioan mengalami peningkatan sebesar  
Rp2.135.194.000.  
- 27 -  
Realisasi  
B.1 Pendapatan  
Pendapatan  
Rp46.331.622.777,  
00  
Realisasi Pendapatan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022  
adalah sebesar Rp46.331.622.777,00 atau mencapai 103,46 persen dari  
estimasi pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp44.783.567.000,00.  
Pendapatan Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor Dan Zat Adiktif terdiri dari Pendapatan dari Pemindahtanganan BMN  
Lainnya, Pendapatan Jasa Pengawasan Obat dan Makanan dan Pendapatan  
dari Penerimaan Kembali Belanja Barang Tahun Anggaran Yang Lalu. Rincian  
estimasi pendapatan dan realisasinya adalah sebagai berikut:  
Tabel 5  
Rincian Estimasi dan Realisasi Pendapatan  
TA 2022  
Uraian  
% Real  
Angg.  
Estimasi  
Realisasi  
Pendapatan dari Pemindahtanganan BMN Lainnya  
Pendapatan Jasa Pengawasan Obat dan Makanan  
Pengembalian Pendapatan Jasa POM  
-
88.502.777  
-
44.783.567.000 46.235.250.000  
103,24  
-
-
(5.000.000)  
12.870.000  
-
-
Penerimaan Kembali Belanja Barang TAYL  
Jumlah  
44.783.567.000 46.331.622.777  
103,46  
Realisasi Pendapatan Per 31 Desember 2022 mengalami peningkatan  
dibandingkan Per 31 Desember 2021 sebesar 99,93% di karenakan pengelolaan  
Pendapatan Jasa Pengawasan Obat dan Makanan mulai awal TA.2022  
diserahkan Ke Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor Dan Zat Adiktif .  
Tabel 6  
Perbandingan Realisasi Pendapatan TA 2022 dan 2021  
REALISASI  
TA 2022  
REALISASI  
TA 2021  
NAIK (TURUN)  
%
URAIAN  
-
-
-
100,00  
100,00  
100,00  
-100,00  
-61,88  
99,93  
Pendapatan dari Pemindahtanganan BMN Lainnya  
Pendapatan Jasa Pengawasan Obat dan Makanan  
Pengembalian Pendapatan Jasa POM  
Pendapatan Jasa Lembaga Keuangan (Jasa Giro)  
Penerimaan Kembali Belanja Barang TAYL  
Jumlah  
88.502.777  
46.235.250.000  
(5.000.000)  
-
229.652  
33.758.200  
33.987.852  
12.870.000  
46.331.622.777  
- 28 -  
ï‚·
Pendapatan dari Pemindahtanganan BMN Lainnya senilai Rp88.502.777  
terdiri dari:  
NTPN/  
URAIAN  
Tanggal  
Nilai  
No. BAST Lelang  
Pendapatan dari penjualan peralatan dan Mesin 467A81JNFC31322F/  
(Barang Inventaris Kantor ATL) 27/28/2022  
Pendapatan dari penjualan peralatan dan Mesin 5A9328N3E0URM3UV/  
(Kendaran Bermotor) 195/28/2022  
Pendapatan dari penjualan peralatan dan Mesin 4E3B061QUHD4PKVO/  
(Barang Inventaris Kantor) 231/28/2022  
27 Januari 2022/  
25 Januari 2022  
20 April 2022/  
19 April 2022  
24 Mei 2022/  
2 Juni 2022  
1.000.000  
6.225.000  
57.777.777  
Pendapatan dari penjualan peralatan dan Mesin 1A7327QLU74E4C02/ 23 Desember 2022/ 23.500.000  
(Barang Inventaris Kantor) 592/28/2022 22 Desember 2022  
Jumlah  
88.502.777  
ï‚·
ï‚·
Pendapatan Jasa Pengawasan Obat dan Makanan senilai  
Rp46.235.250.00 berupa pendapatan PNBP Fungsional.  
Pengembalian Jasa Pengawasan Obat dan Makanan dilakukan karena  
kesalahan pemilihan tarif PNBP sehingga dikembalikan dengan no SP2D  
221751302021209 tanggal 18 Juli 2022 senilai Rp5.000.000,00  
ï‚·
Penerimaan Kembali Belanja Barang TAYL disetor pada tanggal 22 April  
2022 dengan NTPN 31A5E6U8EBQ53Q0J senilai Rp12.870.000,00 yang  
merupakan temuan BPK yaitu Kelebihan pembayaran atas sewa  
apartemen untuk rumah dinas Direktur Pengawasan Distribusi PONPP.  
Realisasi Belanja  
B.2. Belanja  
Negara  
Realisasi Belanja Per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp46.122.767.877,00  
atau 99,98% dari anggaran belanja sebesar Rp46.131.370.000,00. Rincian  
anggaran dan realisasi belanja Per 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:  
Rp46.122.767.877,0  
0
Tabel 7  
Rincian Estimasi dan Realisasi Belanja TA 2022  
TA 2022  
URAIAN  
%Real  
Angg.  
Anggaran  
Realisasi  
43.270.597.325  
2.852.599.530  
46.123.196.855  
428.978  
99,98  
100,00  
99,98  
Belanja Barang  
Belanja Modal  
43.278.753.000  
2.852.617.000  
46.131.370.000  
-
Total Belanja Kotor  
Pengembalian Belanja  
Jumlah  
-100,00  
99,98  
46.131.370.000  
46.122.767.877  
- 29 -  
Komposisi anggaran dan realisasi belanja dapat dilihat dalam grafik berikut ini:  
Tabel 8  
Komposisi Anggaran dan Realisasi TA 2022  
Realisasi Belanja Per 31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar 29,21%  
dibandingkan realisasi belanja pada tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan  
antara lain karena bertambahnya Pagu Belanja TA.2022 dibandingkan Pagu  
Belanja TA.2021, sehingga mengakibatkan meningkatnya besaran realisasi.  
Tabel 9  
Perbandingan Realisasi Belanja TA 2022 dan 2021  
NAIK  
(TURUN)  
%
REALISASI  
TA 2022  
REALISASI  
TA 2021  
URAIAN  
29,45  
25,78  
Belanja Barang  
Belanja Modal  
Jumlah  
43.270.168.347  
2.852.599.530  
33.427.115.720  
2.267.926.490  
46.122.767.877  
35.695.042.210  
29,21  
Belanja Barang  
Rp43.270.168.347,  
00  
B.3 Belanja Barang  
Realisasi Belanja Barang Per 31 Desember 2022 dan 2021 adalah masing-  
masing sebesar Rp43.270.168.347,00 dan Rp33.427.115.720,00. Realisasi  
Belanja Barang Per 31 Desember 2022 mengalami kenaikan dari Realisasi  
Belanja Barang Per 31 Desember 2021. Hal ini antara lain disebabkan karena  
bertambahnya pagu belanja di TA.2022 di bandingkan TA.2021 dan target  
realisasi setiap triwulan yang berdampak pada nilai IKPA sehingga berdampak  
pada besarnya realisasi Belanja Barang terutama kenaikan realisai Belanja  
Belanja Perjalanan Dalam Negeri, Belanja Barang Non Operasional, Belanja  
Barang Operasional, Belanja Perjalanan Luar Negeri dan Belanja Jasa.  
- 30 -  
Tabel 10  
Perbandingan Belanja Barang TA 2022 dan 2021  
Uraian  
TA 2022 (Rp)  
393.409.465 Rp  
TA 2021 (Rp)  
308.502.535 Rp  
Naik/(Turun)  
84.906.930  
Belanja Barang Persediaan  
Belanja Barang Operasional  
Rp  
Rp  
2.880.056.293 Rp  
5.249.647.008 Rp  
2.439.174.261 Rp  
4.079.088.352 Rp  
440.882.032  
Belanja Barang Non  
Operasional  
Rp  
1.170.558.656  
Belanja Jasa  
Rp  
Rp  
8.687.269.201 Rp  
295.862.977 Rp  
10.335.993.879 Rp  
375.458.563 Rp  
(1.648.724.678)  
(79.595.586)  
Belanja Pemeliharaan  
Belanja Perjalanan Dalam  
Negeri  
Rp  
24.342.391.185 Rp  
15.151.875.688 Rp  
9.190.515.497  
Belanja Perjalanan Luar  
Negeri  
Rp  
Rp  
Rp  
Rp  
1.421.961.196 Rp  
43.270.597.325 Rp  
428.978 Rp  
764.190.868 Rp  
33.454.284.146 Rp  
27.168.426 Rp  
657.770.328  
9.816.313.179  
(26.739.448)  
9.843.052.627  
Jumlah Belanja Bruto  
Pengembalian Belanja  
Barang  
Jumlah Belanja Neto  
43.270.168.347 Rp  
33.427.115.720 Rp  
Belanja Barang Penanganan Pandemi Covid-19  
Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat  
Adiktif mengalokasikan belanja barang untuk penangangan Covid-19 sebesar  
Rp2.214.328.000,00. Anggaran tersebut terserap sebesar Rp2.214.123.159,00  
dengan rincian sebagai berikut (rincian detail terdapat di lampiran 2):  
Tabel 11  
Belanja Barang untuk Penangan Pandemi Covid-19  
Akun  
Uraian Akun  
Pagu  
Realisasi  
Penyerapan  
521131  
Belanja Barang Operasional -  
Penanganan Pandemi COVID-19  
Rp  
Rp  
1.741.533.000 Rp  
1.741.440.209  
99,99%  
521241  
522192  
Belanja Barang Non Operasional -  
Penanganan Pandemi COVID-19  
116.109.000 Rp  
116.107.400  
100,00%  
Belanja Jasa - Penanganan Pandemi  
COVID-19  
Rp  
356.686.000 Rp  
356.575.550  
99,97%  
Rp  
2.214.328.000 Rp  
2.214.123.159  
99,99%  
Jumlah  
Belanja Pinjaman dan Hibah  
Realisasi Belanja Pinjaman dan Hibah TA 2022 dan 2021 adalah masing-  
masing sebesar Rp334.861.000,00 dan Rp631.776.848,00.  
- 31 -  
Tabel 12  
Perbandingan Belanja Pinjaman dan Hibah TA 2022 dan 2021  
Uraian  
TA 2022 (Rp)  
TA 2021 (Rp)  
89.957.438 Rp  
Naik/(Turun)  
(89.957.438)  
Belanja Barang Operasional  
Rp  
Belanja Barang Non  
Operasional  
Rp  
Rp  
Rp  
23.484.000 Rp  
13.200.000 Rp  
298.177.000 Rp  
334.861.000 Rp  
118.783.410 Rp  
215.780.000 Rp  
207.256.000 Rp  
631.776.848 Rp  
(95.299.410)  
(202.580.000)  
90.921.000  
Belanja Jasa  
Belanja Perjalanan Dalam  
Negeri  
Rp  
Rp  
Rp  
(296.915.848)  
Jumlah Belanja Bruto  
Pengembalian Belanja  
Jumlah Belanja Neto  
-
Rp  
-
Rp  
-
334.861.000 Rp  
631.776.848 Rp  
(296.915.848)  
1. Terdapat Hibah dari WHO untuk periode 2022-2023 dengan nomor register  
23LNGDLA untuk kegiatan Joint Work Plan WHO Biennium 2022-2023 Deputi  
I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat  
Adiktif sebesar Rp4.242.000.000,00 (kurs $282.800,00) sesuai dengan  
perjanjian Nomor KS. 02.02.3.31.04.22.01. Pada tahun 2022 diterima hibah  
sebesar Rp 492.206.000,00 dengan pemakaian Belanja Hibah sebesar  
Rp177.018.000,00 dan Pendapatan Hibah sebesar Rp315.188.000,00 akan  
digunakan untuk kegiatan di tahun 2023. Atas Pendapatan dan Belanja Hibah  
tersebut telah terbit SPHL dari KPPN KPH dengan nomor 221400000000079  
tanggal 31 Desember 2022. Saldo Kas Hibah per 31 Desember 2022 adalah  
Rp315.188.000,00.  
2. Terdapat Hibah dari WHO Headquarters untuk periode 2022 dengan nomor  
register 2SHW4GUA untuk mendanai kegiatan WHO GMP Training  
(Classification of Deficincies of GMP) pada tanggal 30 Maret s.d 1 April 2022  
Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat  
Adiktif sebesar Rp157.843.000,00 sesuai dengan perjanjian Nomor RSS/Ak-  
my. Pada tahun 2022 diterima hibah sebesar Rp157.843.000,00 dengan  
pemakaian Belanja Hibah sebesar Rp157.843.000,00 sehingga tidak terdapat  
pengembalian Hibah. Atas Pendapatan dan Belanja Hibah tersebut telah terbit  
SPHL dari KPPN KPH dengan nomor 221400602160001 tanggal 31  
Desember 2022. Saldo Kas Hibah per 31 Desember 2022 adalah Rp.0,00.  
Belanja Modal  
B.4 Belanja Modal  
Rp2.852.599.530,00  
Realisasi Belanja Modal Per 31 Desember 2022 dan 2021 adalah masing-  
masing sebesar Rp2.852.599.530,00 dan Rp2.267.926.490,00. Belanja modal  
merupakan pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya  
yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi.  
- 32 -  
Realisasi Belanja Modal Per Per 31 Desember 2022 mengalami kenaikan  
sebesar 25,78% dibandingkan Per 31 Desember 2021 disebabkan  
bertambahnya Pagu Belanja Modal dan cepatnya realisasi belanja modal di  
Tahun Anggaran 2022.  
Tabel 13  
Perbandingan Realisasi Belanja Modal TA 2022 dan 2021  
NAIK  
(TURUN)  
%
REALISASI  
TA 2022  
REALISASI  
TA 2021  
URAIAN  
Belanja Modal Peralatan dan Mesin  
Belanja Penambahan Nilai Peralatan dan Mesin  
Belanja Modal Lainnya  
2.167.704.530  
0
1.596.126.490  
104.500.000  
270.300.000  
35,81  
0,00  
0,00  
89.910.000  
Belanja Penambahan Nilai Aset Tetap Lainnya  
dan/atau Aset Lainnya  
Jumlah Belanja Kotor  
594.985.000  
2.852.599.530  
0
297.000.000  
2.267.926.490  
0
100,33  
25,78  
0,00  
Pengembalian Belanja Modal  
Jumlah Belanja  
2.852.599.530  
2.267.926.490  
25,78  
Belanja Modal  
Peralatan dan  
Mesin Rp  
B.4.1 Belanja Modal Peralatan dan Mesin  
Realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin Per 31 Desember 2022 adalah  
sebesar Rp2.167.704.530,00, mengalami kenaikan 35,81% bila dibandingkan  
dengan realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin Per 31 Desember 2021  
sebesar Rp1.596.126.490,00 Hal ini terjadi karena bertambahnya Pagu Belanja  
Modal di Tahun Anggaran 2022.  
2.167.704.530,00  
Tabel 14  
Realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin TA 2022 dan 2021  
Naik  
(Turun)  
%
REALISASI  
TA 2022  
REALISASI  
TA 2021  
URAIAN  
Alat Bengkel tak Bermesin  
Alat Pengolahan  
Alat Kantor dan Rumah Tangga  
Alat Studio, Komunikasi dan Pemancar  
Alat Kedokteran  
Alat Laboratorium  
Alat Persenjataan  
Komputer  
6.715.500  
35.224.000  
100  
100  
100  
37  
100  
100  
100  
9
15.000.000  
350.983.000  
137.156.500  
4.500.000  
41.649.000  
69.789.000  
35.224.000  
35.224.000  
100.000.000  
7.200.000  
40.464.000  
0
1.541.911.530  
2.167.704.530  
1.413.238.490  
1.596.126.490  
Jumlah Belanja Kotor  
Pengembalian Belanja Modal Peralatan  
dan Mesin  
35,81  
Jumlah Belanja  
2.167.704.530  
1.596.126.490  
35,81  
- 33 -  
Terdapat beberapa aset yang salah pemilihan kode barang pada saat  
penginputan di modul komitmen diantaranya:  
ï‚·
ï‚·
Pembelian Kursi besi senilai Rp4.500.000,00 yang masuk ke kode barang Alat  
Kedokteran.  
Pembelian Tripod senilai Rp5.000.000,00, Microwave Oven senilai  
Rp1.249.000,00 dan Room Humidifier senilai Rp35.400.000,00 yang masuk ke  
kode barang Alat Laboratorium.  
ï‚·
Pembelian Brankas senilai Rp2.000.000,00 dan Kamera Digital senilai  
Rp67.789.000,00 yang masuk ke kode barang Alat Persenjataan.  
Belanja Modal  
Lainnya Rp  
B.4.2 Belanja Modal Lainnya  
Realisasi Belanja Modal Lainnya Per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp  
89,910,000,00 mengalami penurunan 100% bila dibandingkan dengan realisasi  
Belanja Penambahan Nilai Belanja Modal Lainnya Per 31 Desember 2021  
sebesar Rp270.300.000,00.  
89.910.000,00  
Tabel 15  
Realisasi Belanja Modal Lainnya TA 2022 dan 2021  
Naik  
(Turun)  
%
REALISASI  
TA 2022  
REALISASI  
TA 2021  
URAIAN  
Monografi  
Video  
0
0
0
0
-
-
Software Komputer  
89.910.000  
170.300.000 189,41  
Jumlah Belanja Kotor  
89.910.000  
170.300.000 - 100,00  
Pengembalian Belanja Modal  
Lainnya  
Jumlah Belanja  
89.910.000  
170.300.000 - 100,00  
Terdapat selisih senilai Rp100.000.000 di realisasi TA 2021 dikarenakan salah  
penggunaan akun saat pencairan yang seharusnya pengembangan Software  
(536121) akan tetapi menggunakan akun pembelian (536111) dengan nomor  
SP2D 211751301055418 tanggal 8 Desember 2021.  
- 34 -  
Belanja  
B.4.3 Belanja Penambahan Nilai Aset Tetap Lainnya dan/atau Aset Lainnya  
Realisasi Belanja Penambahan Nilai Aset Tetap Lainnya dan/atau Aset Lainnya  
Per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp 594,985,000,00 mengalami kenaikan  
sebesar 66,72% bila dibandingkan dengan realisasi Belanja Modal Peralatan  
dan Mesin Per 31 Desember 2021 sebesar Rp397.000.000,00.  
Penambahan Nilai  
Aset Tetap Lainnya  
dan/atau Aset  
Lainnya Rp  
594.985.000,00  
Tabel 16  
Realisasi Belanja Penambahan Nilai Aset Tetap Lainnya dan/atau Aset Lainnya  
TA 2022 dan 2021  
Naik  
(Turun)  
%
REALISASI  
TA 2022  
REALISASI  
TA 2021  
URAIAN  
Software Komputer  
Jumlah Belanja Kotor  
Pengembalian  
594.985.000  
594.985.000  
397.000.000  
397.000.000  
66,72  
66,72  
Jumlah Belanja  
594.985.000  
397.000.000  
66,72  
- 35 -  
PENJELASAN ATAS POS-POS NERACA  
C.1 Aset Lancar  
Aset Lancar  
Rp608.068.192,00  
Saldo Kas Aset Lancar per tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 masing-masing  
sebesar Rp608.068.192,00 dan Rp300.392.451,00.  
Aset Lancar merupakan aset yang diharapkan untuk dapat segera direalisasikan  
atau dimiliki untuk dipakai atau dijual dalam waktu 12 bulan sejak tanggal  
pelaporan.  
Kas Lainnya dan Setara  
Kas Rp315.188.000,00  
C.1.1 Kas Lainnya dan Setara Kas  
Saldo Kas Lainnya dan Setara Kas per tanggal 31 Desember 2022 dan 2021  
masing-masing sebesar Rp315.188.000,00 dan Rp0,00.  
Kas Lainnya dan Setara Kas merupakan kas yang berada di bawah tanggung  
jawab bendahara pengeluaran yang bukan berasal dari UP/TUP, baik saldo  
rekening di bank maupun uang tunai. Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran  
adalah sebagai berikut:  
Tabel 17  
Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas  
Jenis  
31 Desember 2022 31 Desember 2021  
Kas Lainnya di Kementerian Negara/ Lembaga  
dari Hibah  
315.188.000  
0
Jumlah  
315.188.000  
-
Saldo Kas Lainnya di Kementerian Negara/Lembaga dari Hibah senilai Rp315.188.000  
merupakan Hibah yang sudah dilakukan pengesahan pendapatan di TA 2022 dengan  
No.Pengesahan 221400000000079 Tanggal 31 Desember 2022 dan akan di realisasikan  
Belanjanya di TA 2023.  
- 36 -  
Persediaan  
C.2.2 Persediaan  
Rp292.880.192,00  
Persediaan merupakan jenis aset dalam bentuk barang atau perlengkapan  
(supplies) pada tanggal neraca yang diperoleh dengan maksud untuk  
mendukung kegiatan operasional dan/atau untuk dijual, dan/atau diserahkan  
dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.  
Nilai Persediaan per 31 Desember 2022 dan 2021 masing-masing adalah  
sebesar Rp292.880.192,00 dan Rp300.392.451,00 dengan rincian sebagai  
berikut:  
Tabel 18  
Rincian Persediaan TA 2022 dan 2021  
Persediaan  
31 Des 2022  
292.880.192  
31 Des 2021  
300.392.451  
Jumlah  
Semua barang dalam kondisi baik pada tanggal pelaporan sesuai BA Stok  
Opname Nomor PL.03.10.33.3333.01.23.03 tanggal 31 Desember 2022.  
Aset Tetap  
C.2 Aset Tetap  
Rp12.177.010.559,00  
Saldo Aset Tetap per 31 Desember 2022 dan 2021 adalah Rp12.177.010.559,00  
dan Rp10.174.751.543,00.  
Aset Tetap merupakan aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari  
12 bulan dan digunakan dalam kegiatan operasional entitas. Aset Tetap pada  
Satuan Kerja Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, Dan Zat Adiktif berupa Peralatan dan Mesin dan Aset Tetap Lainnya.  
Peralatan dan Mesin  
Rp22.686.990.465,00  
C.2.1 Peralatan dan Mesin  
Saldo aset tetap berupa Peralatan dan Mesin per 31 Desember 2022 dan 2021  
adalah Rp22.686.990.465,00 dan Rp20.737.851.297,00. Mutasi nilai Peralatan  
dan Mesin tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:  
- 37 -  
Tabel 19  
Rincian Mutasi Nilai Peralatan dan Mesin  
Saldo Nilai Perolehan per 31 Desember 2021  
20.737.851.297  
Mutasi tambah:  
5.666.114.178  
2.167.704.530  
3.065.197.073  
205.400.000  
Pembelian  
Transfer Masuk  
Perolehan Lainnya  
Penggunaan kembali BMN yang sudah di hentikan  
Reklasifikasi masuk  
Mutasi kurang:  
57.634.100  
170.178.475  
(3.716.975.010)  
(205.400.000)  
(2.929.476.605)  
(411.919.930)  
(170.178.475)  
Koreksi Pencatatan  
Penghentian Aset dari Penggunaan  
Transfer Keluar  
Reklasifikasi Keluar  
Saldo per 31 Desember 2022  
22.686.990.465  
Akumulasi Penyusutan s.d. 31 Desember 2022  
(16.168.676.165)  
Nilai Buku per 31 Desember 2022  
6.518.314.300  
Mutasi transaksi peralatan dan mesin berupa:  
 Mutasi tambah transaksi peralatan dan mesin senilai Rp5.666.114.178,00  
berupa:  
a. Mutasi Tambah dari Pembelian senilai Rp2.167.704.530,00:  
- 38 -  
Tabel 20  
Rincian Mutasi Tambah Pembelian Peralatan dan Mesin  
URAIAN  
Kuantitas  
Nilai  
6.715.500  
Cermin Besar  
1
1
1
2
19  
1
3
1
2
4
9
29  
1
1
3
1
1
1
4
1
2
4
1
3
2
1
6
1
3
19  
54  
21  
7
Lemari Penyimpan  
Mesin Ketik Elektronik/Selektrik  
Lemari Besi/Metal  
Lemari Kayu  
15.000.000  
2.000.000  
8.845.000  
34.505.000  
15.608.000  
9.500.000  
5.400.000  
28.400.000  
24.155.000  
18.890.000  
145.000.000  
18.750.000  
1.980.000  
14.800.000  
23.150.000  
3.750.000  
6.670.000  
9.800.500  
1.800.000  
36.398.000  
72.738.000  
6.000.000  
4.500.000  
5.000.000  
1.249.000  
35.400.000  
2.000.000  
67.789.000  
322.145.000  
1.068.322.070  
74.140.460  
77.304.000  
Lemari Display  
Laci Box  
Alat Pencetak Label  
LCD Projector/Infocus  
Meja Kerja Kayu  
Kursi Besi/Metal  
Workstation  
Kitchen Set  
Microphone  
Neon Box  
Camera Video  
Mixer Sound Sistem  
Video Mixer  
Tripod Camera  
Head Set  
Camera Digital  
Video Conference  
Handphone Encription  
Kursi Zeis  
Tripod  
Microwave Oven  
Room Humidifier  
Kotak Preparat  
Kamera Digital  
P.C Unit  
Lap Top  
Printer (Peralatan Personal Komputer)  
Scanner (Peralatan Personal Komputer)  
Jumlah  
210  
2.167.704.530  
- 39 -  
b. Mutasi tambah dari transfer masuk senilai Rp3.065.197.073,00  
Tabel 21  
Rincian Mutasi Tambah Transfer Masuk Peralatan dan Mesin  
URAIAN  
Meja Rapat  
BAST  
Kuantitas  
Nilai  
16.536.400  
4
145  
181  
10  
50  
2
19  
411  
2
144  
200  
18  
60  
4
Laci Box  
344.259.000  
420.376.137  
34.696.300  
558.611.486  
16.883.800  
40.755.000  
1.432.118.123  
9.285.600  
341.884.800  
483.952.888  
62.757.800  
640.678.252  
33.767.600  
40.755.000  
1.613.081.940  
Transfer Masuk dari Sestama  
PL.03.07.25.2513.11.22.816  
Tanggal 14 November 2022  
Kursi Besi/ Metal  
Lemari Kayu  
Meja Kerja Kayu  
Sice  
Pot Bunga  
Jumlah  
Meja Rapat  
Laci Box  
Kursi Besi/ Metal  
Lemari Kayu  
Meja Kerja Kayu  
Sice  
Transfer Masuk dari Sestama  
PL.03.07.25.2513.11.22.817  
Tanggal 15 November 2022  
Pot Bunga  
Jumlah  
19  
447  
Transfer Masuk dari Pusdatin  
PL.03.07.8.85.09.22.117  
Note Book (Envy Laptop)  
1
19.997.010  
Tanggal 28 September 2022  
Jumlah  
1
19.997.010  
Jumlah  
859  
3.065.197.073  
c. Mutasi tambah dari perolehan lainnya senilai Rp205.400.000,00 berupa  
13 buah laptop dengan NUP 393-405 dengan No Berita Acara Koreksi  
Pencatatan Nomor PL.03.02.31.3123.09.22.22 tanggal 23 September  
2022.  
d. Mutasi Tambah dari penggunaan Kembali BMN yang sudah di hentikan  
senilai Rp 57.634.100,00:  
Tabel 22  
Rincian Mutasi Tambah penggunaan Kembali BMN yang sudah di hentikan  
URAIAN  
P.C Unit  
NO. Surat/ Tanggal  
Kuantitas  
Nilai  
14.498.000  
1
1
PL.03.01.33.3333.06.22.133/  
6 Juni 2022  
Lap Top  
14.848.900  
Hard Disk  
Jumlah  
1
3
16.360.000  
45.706.900  
PL.03.02.33.3333.01.23.05/  
30 Desember 2022  
P.C Unit  
Jumlah  
1
11.927.200  
1
11.927.200  
Jumlah  
4
57.634.100  
- 40 -  
e. Mutasi Tambah dari Reklasifikasi masuk senilai Rp170.178.475,00:  
Tabel 23  
Rincian Mutasi Tambah Reklasifikasi masuk  
URAIAN  
NO. Surat/ Tanggal  
Kuantitas  
Nilai  
PL.03.01.31.3123.04.22.22/  
4 April 2022  
1
2.000.000  
6.000.000  
Brandkas  
PL.03.01.31.3123.03.22.20/  
2 Maret 2022  
1
Telephone Mobile  
1
40  
3
3.993.067  
61.727.408  
4.969.000  
5.000.000  
67.789.000  
18.700.000  
Focusing Screen/Layar LCD Projector  
Kursi Besi/Metal  
Oven Listrik  
PL.03.01.33.3333.010.22.167/  
27 Oktober 2022  
2
Tripod Camera  
3
Camera Digital  
1
Video Conference  
Jumlah  
52  
170.178.475  
 Mutasi kurang transaksi peralatan dan mesin senilai Rp3.716.975.010,00  
berupa:  
a. Mutasi Kurang dari Koreksi pencatatan senilai Rp205.400.000,00 berupa  
13 buah Laptop dengan NUP 393-405 dengan No Berita Acara Koreksi  
Pencatatan Nomor PL.03.02.31.3123.09.22.22 tanggal 23 September  
2022 dikarenakan kesalahan input jumlah kuantitas di modul komitmen  
dari semula 1 buah menjadi 13 buah.  
b. Mutasi Kurang dari Reklasifikasi keluar senilai Rp170.178.475,00:  
Tabel 24  
Rincian Mutasi Kurang Reklasifikasi keluar  
URAIAN  
Kotak Preparat  
NO. Surat/ Tanggal  
Kuantitas  
Nilai  
PL.03.01.31.3123.04.22.22/  
4 April 2022  
PL.03.01.31.3123.03.22.20/  
2 Maret 2022  
1
2.000.000  
6.000.000  
3.993.067  
1
1
Handphone Encription  
Layar Proyektor  
Kursi Zeis  
Microwave Oven  
Tripod  
40  
3
2
61.727.408  
4.969.000  
5.000.000  
PL.03.01.33.3333.010.22.167/  
27 Oktober 2022  
Kamera Digital  
Alat Komunikasi Telephone Lainnya  
Jumlah  
3
1
67.789.000  
18.700.000  
170.178.475  
52  
c. Mutasi Kurang dari Penghentian Aset dari Penggunaan senilai  
Rp2.929.476.605,00:  
- 41 -  
Tabel 25  
Rincian Mutasi Kurang Penghentian Aset dari Penggunaan  
URAIAN  
Kuantitas  
Nilai  
Mini Bus ( Penumpang 14 Orang Kebawah )  
Lemari Kayu  
Rak Kayu  
CCTV - Camera Control Television System  
White Board  
Alat Penghancur Kertas  
Laser Pointer  
LCD Projector/Infocus  
Pintu Elektrik (yang Memakai Akses)  
Focusing Screen/Layar LCD Projector  
Alat Kantor Lainnya  
Meja Kerja Kayu  
Kursi Besi/Metal  
Kursi Kayu  
Meja Rapat  
Meja Komputer  
Partisi  
Workstation  
Meubelair Lainnya  
Jam Mekanis  
1
6
2
13  
1
1
3
1
2
1
157.685.409  
19.263.384  
5.625.000  
71.115.000  
1.267.352  
1.925.000  
3.597.000  
14.990.000  
16.568.000  
3.993.067  
2.193.065  
49.934.704  
33.519.408  
5.836.760  
9.500.000  
11.759.000  
29.532.067  
120.050.000  
11.393.067  
500.000  
1
13  
31  
5
1
8
3
13  
5
1
DVD Player  
1
8
1
2
14  
42  
71  
24  
6
1
63  
9
14.500.000  
7.422.000  
2.915.000  
19.800.000  
17.289.000  
524.930.953  
908.048.520  
353.397.698  
26.700.000  
3.495.500  
225.822.994  
76.401.333  
13.279.116  
156.919.658  
6.837.550  
1.470.000  
Uninterruptible Power Supply (UPS)  
Video Tape Recorder Stationer  
Camera Digital  
Kursi Zeis  
P.C Unit  
Lap Top  
Note Book  
Net Book  
Monitor  
Printer (Peralatan Personal Komputer)  
Scanner (Peralatan Personal Komputer)  
External/ Portable Hardisk  
Server  
Modem  
Network Cable Tester  
10  
3
2
1
Jumlah  
370  
2.929.476.605  
- 42 -  
d. Mutasi Kurang dari transfer keluar senilai Rp411.919.930,00:  
Tabel 26  
Rincian Mutasi Kurang Transfer Keluar Peralatan dan Mesin  
URAIAN  
BAST  
Kuantitas  
Nilai  
Lemari Besi/Metal  
Lemari Kayu  
Meja Kerja Kayu  
Kursi Besi Metal  
Meja Rapat  
Meubelair Lainnya  
A.C Split  
Jumlah  
1
60  
2
1
2
10  
2
78  
103.440.000  
201.881.444  
6.010.419  
Transfer Keluar ke Sestama  
PL.03.03.33.3333.11.22.127  
Tanggal 8 November 2022  
6.270.000  
12.853.067  
36.500.000  
19.500.000  
386.454.930  
Transfer Keluar ke Pusdatin  
PL.03.03.33.3333.11.22.128  
Tanggal 8 November 2022  
Rak Besi  
1
19.965.000  
A.C Split  
Jumlah  
1
2
5.500.000  
25.465.000  
Jumlah  
80  
411.919.930  
Aset Tetap Lainnya  
Rp5.658.696.259,00  
C.2.2 Aset Tetap Lainnya  
Aset Tetap Lainnya merupakan aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan  
dalam tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan  
jaringan. Saldo Aset Tetap Lainnya per 31 Desember 2022 dan 2021 adalah  
Rp5.658.696.259,00 dan Rp5.708.317.259,00. Mutasi nilai Aset Tetap Lainnya  
tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:  
Tabel 27  
Rincian Mutasi Aset Tetap Lainnya  
Saldo Nilai Perolehan per 31 Desember 2021  
5.708.317.259  
Mutasi tambah:  
0
(49.621.000)  
(49.621.000)  
Mutasi kurang:  
Penghentiaan Aset Dari Penggunaan  
Saldo per 31 Desember 2022  
5.658.696.259  
Akumulasi Penyusutan s.d. 31 Desember 2022  
-
Nilai Buku per 31 Desember 2022  
5.658.696.259  
Mutasi kurang transaksi Aset Tetap Lainnya senilai Rp49.621.000,00 berupa 9  
buah Bahan Perpustakaan Terekam Dan Bentuk Mikro Lainnya.  
- 43 -  
Akumulasi Penyusutan  
Aset Tetap .  
C.2.3 Akumulasi Penyusutan Aset Tetap  
Rp16.168.676.165  
Saldo Akumulasi Penyusutan Aset Tetap per 31 Desember 2022 dan 2021  
adalah masing-masing Rp16.168.676.165 dan Rp16.271.417.013. Akumulasi  
Penyusutan Aset Tetap merupakan kontra akun Aset Tetap yang disajikan  
berdasarkan pengakumulasian atas penyesuaian nilai sehubungan dengan  
penurunan kapasitas dan manfaat Aset Tetap selain untuk Tanah dan Konstruksi  
dalam Pengerjaan (KDP).  
Rincian Akumulasi Penyusutan Aset Tetap per 31 Desember 2022 adalah  
sebagai berikut:  
Tabel 28  
Rincian Akumulasi Penyusutan Aset Tetap  
1
2
Peralatan dan Mesin  
Aset Tetap Lainnya  
22.686.990.465  
5.658.696.259  
28.345.686.724  
(16.168.676.165)  
0
6.518.314.300  
5.658.696.259  
12.177.010.559  
Akumulasi Penyusutan  
(16.168.676.165)  
Aset Lainnya  
C.3 Aset Lainnya  
Rp344.085.061,00  
Saldo Aset Tetap per 31 Desember 2022 dan 2021 adalah Rp344.085.061,00  
dan Rp6.215.496.532,00.  
Aset Lainnya merupakan aset yang tidak dapat dikelompokkan baik ke dalam  
Aset Lancar maupun Aset Tetap. Aset Lainnya pada Satuan Kerja Deputi I  
Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif  
terdiri dari Aset Tak Berwujud dan Aset Lain-lain  
Aset Tak Berwujud  
Rp4.865.947.198,00  
C.3.1 Aset Tak Berwujud  
Saldo Aset Tak Berwujud (ATB) per 31 Desember 2022 dan 2021 adalah  
Rp4.865.947.198,00 dan Rp4.472.973.548,00.  
Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan dimiliki, tetapi  
tidak mempunyai wujud fisik. Aset Tak Berwujud pada Deputi I Bidang  
Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif berupa  
software yang digunakan untuk menunjang operasional kantor. Mutasi transaksi  
terhadap Aset Tak Berwujud pada tanggal pelaporan adalah sebagai berikut:  
- 44 -  
Tabel 29  
Rincian Mutasi Aset Tak Berwujud  
Saldo Nilai Perolehan per 31 Desember 2021  
4.472.973.548  
Mutasi tambah:  
1.256.127.640  
139.895.000  
310.000.000  
261.232.640  
545.000.000  
(863.153.990)  
(571.232.640)  
(291.921.350)  
Pembelian  
Saldo Awal  
Koreksi Pencatatan Nilai Bertambah  
Pengembangan Nilai Aset  
Mutasi kurang:  
Koreksi pencatatan  
Penghentian Aset Dari Penggunaan  
Saldo per 31 Desember 2022  
4.865.947.198  
(4.533.347.823)  
332.599.375  
Akumulasi Penyusutan s.d. 31 Desember 2022  
Nilai Buku per 31 Desember 2022  
Mutasi transaksi Aset Tak Berwujud berupa:  
 Mutasi tambah transaksi Aset Tak Berwujud senilai Rp1.256.127.640,00  
berupa:  
a. Mutasi Tambah dari Pembelian senilai Rp139.895.000,00 diantaranya:  
Tabel 30  
Rincian Mutasi Tambah Pembelian Aset Tak Berwujud  
URAIAN  
Kuantitas  
Nilai  
89.910.000  
Aplikasi Pelaporan Industri secara Elektronik (BPOM Watch)  
Klik CPOB  
1
1
49.985.000  
Jumlah  
2
139.895.000  
b. Mutasi Tambah dari Saldo Awal senilai Rp310.000.000,00 berupa  
Aplikasi SISOBAT dengan BA Koreksi No. PL.03.02.31.3123.09.22.22  
tanggal 23 september 2022 dikarenakan kesalahan operator aset tetap  
dimana transaksi semula dimaksudkan untuk mengkoreksi Aplikasi  
Database PPUB dengan NUP 120, akan tetapi malah mengkoreksi  
Aplikasi SISOBAT dengan NUP 146.  
c. Mutasi Tambah dari Koreksi Pencatatan Nilai Bertambah senilai  
Rp261.232.640,00 diantaranya:  
- 45 -  
Tabel 31  
Rincian Mutasi Tambah Koreksi Pencatatan Nilai Bertambah  
Aset Tak Berwujud  
URAIAN  
BA Koreksi  
Kuantitas  
Nilai  
PL.03.01.31.3123.09.22.26  
20 September 2022  
Aplikasi Sistem e-Registration (AERO)  
1
211.247.640  
PL.03.02.33.3333.12.22.136  
9 Desember 2022  
Klik CPOB  
1
49.985.000  
Jumlah  
2
261.232.640  
d. Mutasi Tambah Pengembangan Nilai Aset senilai Rp545.000.000,00  
diantaranya:  
Tabel 32  
Rincian Mutasi Tambah Pengembangan Nilai Aset Tak Berwujud  
URAIAN  
Kuantitas  
Nilai  
150.000.000  
95.000.000  
150.000.000  
150.000.000  
Aplikasi SIAPIK  
1
1
1
1
Aplikasi Sertifikasi CDOB  
Aplikasi Sistem Pelaporan ESO  
Aplikasi SISOBAT  
Jumlah  
4
545.000.000  
a. Pengembangan aplikasi SIAPIK senilai Rp150.000.000,00 berupa:  
ï‚· Penyesuaian sistem agar Balai dan Admin dapat melihat rancangan  
persetujuan iklan dengan stempel ACC (sebelum integrasi dengan  
OSS RBA).  
ï‚· Penyesuaian media iklan dengan PerBPOM No 2 Tahun 2021  
Tentang Pedoman Pengawasan Periklanan Obat yaitu semula  
cetak, luar ruang, elektronik menjadi visual, audio dan audio visual.  
ï‚· Penyesuaian alur dari Kasubdit ke Direktur dengan output surat  
permintaan perbaikan.  
ï‚· Penyediaan user manual untuk UPT dan user Pusat.  
ï‚· Perbaikan template fitur-fitur yang ada pada aplikasi diantaranya  
tarikan SLA Permohonan, Notifikasi Pengajuan melalui Whatsapp  
dan Tampilan Grafis Pengajuan Persetujuan Iklan Obat.  
ï‚· Penyediaan check list evaluasi pada loket untuk pemeriksaan  
pendaftaran iklan jalur notifikasi, untuk pemeriksaan awal  
kelengkapan informasi iklan obat yang tercantum dalam rancangan  
iklan.  
ï‚· Perbaikan Fitur Live Chat.  
- 46 -  
ï‚· Top Up Saldo Rapihwa untuk pengiriman notifikasi status  
pengajuan melalui Whatsapp.  
ï‚· Penyiapan SIAPIK jika ada evaluasi kembali persetujuan iklan  
sesuai PerBPOM No. 2 Tahun 2021 tentang Pedoman Pengawasan  
Periklanan Obat.  
ï‚· Peningkatan  
akses keamanan SIAPIK dari peretasan  
(Vulnerability).  
ï‚· Upgrade tampilan SIAPIK.  
b. Pengembangan aplikasi Sertifikasi CDOB senilai Rp95.000.000,00  
berupa:  
ï‚· Penyusunan Modul PraSertifikasi CDOB (SMART CDOB).  
ï‚· Pengembangan Modul Notifikasi Cepat Progres (Notice) CDOB.  
ï‚· Maintenance/Perawatan esertifikasi CDOB.  
c. Pengembangan aplikasi Sistem Pelaporan ESO senilai  
Rp150.000.000,00 berupa:  
ï‚· Perubahan  
Tampilan  
Simpel-PV  
Agar  
Menjadi  
Fleksibel/Responsive Ketika dikecilkan Resolusi Layarnya.  
ï‚· Perubahan Pencarian Simple PV Menjadi Tanpa Column dan Bisa  
Pencarian Bebas Tanpa Berdasarkan Column.  
d. Pengembangan aplikasi SISOBAT senilai Rp150.000.000,00 berupa:  
ï‚· Perubahan alur pelayanan (perbaikan sistem referensi bagian  
terkait secara otomatis, evaluasi berjenjang, perubahan  
pengaturan hak akses user internal).  
ï‚· Monitoring dan analisis otomatis kinerja pelayanan publik dalam  
bentuk dashboard di user internal.  
ï‚· Penambahan Modul Sobat Belajar  
ï‚· Pengembangan dari menu NSPK untuk meningkatkan fungsi  
monitoring dan pendokumentasian setiap tahapan penyusunan  
standar dan peraturan.  
ï‚· Setiap tahapan penyusunan (seperti rapat pembahasan) akan  
terdokumentasi secara sistem antara lain tgl dan waktu  
pembahasan, pihak2 yang menghadiri (terdapat fungsi absensi)  
dan highlight hasil pembahasan.  
ï‚· Penambahan fungsi monitoring progres.  
- 47 -  
 Mutasi kurang transaksi Aset Tak Berwujud senilai Rp863.153.990,00  
berupa:  
a. Mutasi kurang dari Koreksi Pencatatan senilai Rp571.232.640,00:  
Tabel 33  
Rincian Mutasi Kurang Koreksi Pencatatan Aset Tak Berwujud  
URAIAN  
Aplikasi Sistem e-Registration (AERO)  
Klik CPOB  
BA Koreksi  
Kuantitas  
Nilai  
PL.03.01.31.3123.09.22.26  
20 September 2022  
1
1
211.247.640  
49.985.000  
PL.03.02.33.3333.12.22.136  
9 Desember 2022  
PL.03.02.31.3123.09.22.22  
23 September 2022  
Aplikasi SISOBAT  
1
310.000.000  
Jumlah  
3
571.232.640  
b. Mutasi kurang dari Penghentian Aset dari Penggunaan senilai  
Rp291.921.350,00:  
Tabel 34  
Rincian Mutasi Kurang Penghentian Aset dari Penggunaan Aset Tak Berwujud  
URAIAN  
BA Penghapusan  
Kuantitas  
Nilai  
Aplikasi Database Peng. Penandaan  
Obat  
B.PL.03.09.3.35.10.22.87  
28 Oktober 2022  
1
1
238.981.100  
24.200.000  
Aplikasi Database Kasus Obat Ilegal  
B.PL.03.09.3.35.10.22.86  
28 Oktober 2022  
Aplikasi Multimedia Konten Iklan  
1
28.740.250  
Jumlah  
3
291.921.350  
Aset Lain-Lain  
C.3.2 Aset Lain-Lain  
Rp178.717.904,00  
Saldo Aset Lain-lain per 31 Desember 2022 dan 2021 adalah Rp178.717.904,00  
dan Rp6.215.496.532,00. Aset Lain-lain merupakan Barang Milik Negara (BMN)  
yang berada dalam kondisi rusak berat dan tidak lagi digunakan dalam  
operasional entitas. Adapun mutasi aset lain-lain adalah sebagai berikut:  
Tabel 35  
Rincian Mutasi Aset Lain-Lain  
Saldo per 31 Desember 2021  
6.215.496.532  
Mutasi tambah:  
3.310.423.955  
3.271.018.955  
39.405.000  
(9.347.202.583)  
(9.289.568.483)  
(57.634.100)  
-Reklasifikasi Dari Aset Tetap ke Aset Lainnya  
-Pencatatan Pembatalan Barang Yang Mau Dihapuskan  
Mutasi kurang:  
-Pencatatan Barang Yang Mau Dihapuskan  
-Reklasifikasi Dari Aset Lainnya ke Aset Tetap  
Saldo per 31 Desember 2022  
Akumulasi Penyusutan  
178.717.904  
-
Nilai Buku per 31 Desember 2022  
178.717.904  
- 48 -  
Mutasi transaksi Lain-Lain berupa:  
 Mutasi Tambah Aset Lain-Lain senilai Rp3.310.423.955,00:  
a. Mutasi Tambah dari Reklasifikasi Dari Aset Tetap ke Aset Lainnya senilai  
Rp3.271.018.955,00.  
Tabel 36  
Rincian Mutasi Tambah Reklasifikasi Dari Aset Tetap ke Aset Lainnya  
URAIAN  
Kuantitas  
Nilai  
1
6
Mini Bus ( Penumpang 14 Orang Kebawah )  
Lemari Kayu  
2
Rak Kayu  
13  
1
CCTV - Camera Control Television System  
White Board  
1
3
Alat Penghancur Kertas  
Laser Pointer  
1
2
1
1
13  
31  
5
LCD Projector/Infocus  
Pintu Elektrik (yang Memakai Akses)  
Focusing Screen/Layar LCD Projector  
Alat Kantor Lainnya  
Meja Kerja Kayu  
Kursi Besi/Metal  
Kursi Kayu  
1
Meja Rapat  
8
Meja Komputer  
3
Partisi  
13  
5
1
Workstation  
Meubelair Lainnya  
Jam Mekanis  
1
DVD Player  
8
1
2
Uninterruptible Power Supply (UPS)  
Video Tape Recorder Stationer  
Camera Digital  
14  
42  
71  
24  
6
Kursi Zeis  
P.C Unit  
Lap Top  
Note Book  
Net Book  
1
Monitor  
63  
9
10  
3
Printer (Peralatan Personal Komputer)  
Scanner (Peralatan Personal Komputer)  
External/ Portable Hardisk  
Server  
2
Modem  
1
Network Cable Tester  
Bahan Perpustakaan Terekam Dan Bentuk  
Mikro Lainnya  
1
3
Software Komputer  
Jumlah  
374  
3.271.018.955  
- 49 -  
b. Mutasi Tambah dari Pencatatan pembatalan barang yang mau  
dihapuskan senilai Rp39.405.000,00  
Tabel 37  
Rincian Mutasi Tambah Pencatatan pembatalan barang yang mau dihapuskan  
URAIAN  
BAST  
Kuantitas  
1
1
Mesin Ketik Elektronik/Selektrik  
Lemari Kayu  
PL.03.01.33.3333.06.22.131  
Tanggal 2 Juni 2022  
Jumlah  
2
 Mutasi Kurang Aset Lain-Lain senilai Rp9.347.202.583,00:  
a. Mutasi Kurang dari Reklasifikasi dari aset lainnya ke aset tetap senilai  
Rp57.634.100,00.  
Tabel 38  
Rincian Mutasi Kurang Reklasifikasi dari Aset lainnya ke AsetTtetap  
URAIAN  
P.C Unit  
NO. Surat/ Tanggal  
Kuantitas  
Nilai  
14.498.000  
1
1
PL.03.01.33.3333.06.22.133/  
6 Juni 2022  
Lap Top  
14.848.900  
Hard Disk  
Jumlah  
1
3
16.360.000  
45.706.900  
PL.03.02.33.3333.01.23.05/  
30 Desember 2022  
P.C Unit  
Jumlah  
1
11.927.200  
1
11.927.200  
Jumlah  
4
57.634.100  
b. Mutasi Kurang dari Pencatatan barang yang mau dihapuskan senilai  
Rp9,289,568,483,00:  
- 50 -  
Tabel 39  
Rincian Mutasi Kurang Pencatatan barang yang mau dihapuskan  
URAIAN  
Kuantitas  
Nilai  
157.685.409  
1.400.000  
4.000.000  
Mini Bus ( Penumpang 14 Orang Kebawah )  
Baggage Trolly  
1
1
2
Cermin Besar  
Scanner (Universal Tester)  
Mesin Ketik Elektronik/Selektrik  
Lemari Besi/Metal  
Lemari Kayu  
Rak Kayu  
Lemari Display  
2
3
13  
19  
5
46.684.000  
7.160.000  
197.401.622  
167.109.094  
13.550.000  
12.980.000  
7.150.000  
2
1
Laci Box  
CCTV - Camera Control Television System  
White Board  
13  
1
71.115.000  
6.385.000  
Alat Penghancur Kertas  
Panel Pameran  
Laser Pointer  
5
4
8
13.692.060  
14.934.000  
6.219.030  
LCD Projector/Infocus  
Pintu Elektrik (yang Memakai Akses)  
Proyector Spider Bracket  
Alat Kantor Lainnya  
Meja Kerja Kayu  
Kursi Besi/Metal  
Meja Rapat  
Meja Komputer  
Meja Resepsionis  
Partisi  
8
4
1
5
56  
191  
3
56  
2
10  
27  
35  
1
141.907.030  
41.868.000  
1.100.000  
1.995.000  
126.259.418  
223.648.700  
27.425.000  
97.718.500  
24.150.000  
140.649.067  
317.998.000  
90.187.567  
500.000  
Workstation  
Meubelair Lainnya  
Jam Mekanis  
A.C. Window  
1
5.830.000  
A.C. Split  
1
4.455.000  
Televisi  
1
4.950.000  
Wireless  
1
2.599.000  
Dispenser  
3
7.332.500  
Lambang Instansi  
Handy Cam  
DVD Player  
1
2
1
15.700.000  
13.056.000  
9.800.000  
Audio Amplifier  
Uninterruptible Power Supply (UPS)  
Voice Recorder  
Video Tape Recorder Stationer  
Camera Digital  
Video Conference  
Pesawat Telephone  
Facsimile  
1
14  
6
1
5
1
4
1
15.000.000  
15.767.000  
13.428.000  
2.915.000  
37.190.000  
19.200.000  
9.240.000  
2.250.000  
Kursi Zeis  
Mini Komputer  
Komputer Jaringan Lainnya  
P.C Unit  
Lap Top  
Note Book  
Net Book  
Hard Disk  
Monitor  
65  
3
3
112  
105  
51  
7
28  
1
75.009.000  
29.700.000  
22.845.100  
1.373.686.551  
1.388.054.697  
690.855.353  
31.150.000  
78.505.533  
3.495.500  
Printer (Peralatan Personal Komputer)  
Scanner (Peralatan Personal Komputer)  
External/ Portable Hardisk  
Server  
93  
11  
28  
4
328.443.386  
95.901.433  
49.193.174  
251.850.757  
5.050.000  
Router  
2
Modem  
Wireless Access Point  
Switch  
Mobile Modem GSM/ CDMA  
Network Cable Tester  
Peralatan Jaringan Lainnya  
Alat Peraga Pelatihan Dan Percontohan Lainnya  
Bahan Perpustakaan Terekam Dan Bentuk Mikro Lainnya  
Software Komputer  
4
2
2
13  
1
21  
3
1
11.216.325  
4.500.000  
17.000.000  
14.243.190  
1.470.000  
47.206.000  
64.405.000  
49.621.000  
2.514.582.487  
24  
Jumlah  
1.107  
9.289.568.483  
- 51 -  
Akumulasi Penyusutan  
dan Amortisasi Aset  
Lainnya  
C.3.3 Akumulasi Penyusutan dan Amortisasi Aset Lainnya  
Saldo Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya per 31 Desember 2022 dan 2021  
adalah masing-masing Rp4.700.580.041 dan Rp10.062.596.735. Akumulasi  
Penyusutan Aset Lainnya merupakan kontra akun Aset Lainnya yang disajikan  
berdasarkan pengakumulasian atas penyesuaian nilai sehubungan dengan  
penurunan kapasitas dan manfaat Aset Lainnya. Rincian Akumulasi Penyusutan  
Aset Lainnya per 30 Desember 2022 adalah sebagai berikut:  
Rp4.700.580.041  
Tabel 40  
Rincian Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya  
Software  
332.599.375  
11.485.686  
344.085.061  
Aset Lain-lain  
Jumlah  
5.044.665.102  
(4.700.580.041)  
Kewajiban Jangka  
Pendek  
C.4 Kewajiban Jangka Pendek  
Kewajiban Jangka Pendek merupakan kewajiban/utang pemerintah yang timbul  
dari peristiwa masa lalu dan diharapkan akan dibayar kembali atau jatuh tempo  
dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca.  
Rp6.872.631.322,00  
Kewajiban Jangka Pendek Satuan Kerja Deputi I Bidang Pengawasan Obat,  
Narkotika, Psikotropika, Prekursor, Dan Zat Adiktif per 31 Desember 2022 dan  
2021 masing-masing adalah sebesar Rp6.872.631.322,00 dan Rp96.398,00  
C.4.1 Utang Kepada Pihak Ketiga  
Utang Kepda Pihak  
Ketiga Rp106.322,00  
Nilai Utang kepada Pihak Ketiga per 31 Desember 2022 dan 2021 masing-  
masing sebesar Rp106.322,00 dan Rp96,398,00. Utang kepada Pihak Ketiga  
merupakan belanja yang masih harus dibayar dan merupakan kewajiban yang  
harus segera diselesaikan kepada pihak ketiga lainnya dalam waktu kurang dari  
12 (dua belas bulan).  
- 52 -  
Tabel 41  
Rincian Utang Kepada Pihak Ketiga  
Jenis  
31 Des 2022  
31 Des 2021  
96.398  
96.398  
Tagihan Telepon  
106.322  
Jumlah  
106.322  
Belanja barang yang masih harus dibayar senilai Rp106.322,00 merupakan  
tagihan telepon bulan Desember 2022.  
C.4.2 Pendapatan Diterima Dimuka  
Pendapatan Diterima  
Dimuka  
Pendapatan Diterima Dimuka per 31 Desember 2022 dan 2021 masing-masing  
sebesar Rp6.983.150.000,00 dan Rp0,00. Pendapatan Diterima Dimuka  
merupakan kewajiban pemerintah yang timbul karena pemerintah telah  
menerima kas dari pihak ketiga namun belum menyerahkan barang/jasa sebagai  
imbal balik. Dengan rincian sebagai berikut:  
Rp6.983.150.000,00  
Tabel 42  
Rincian Pendapatan Diterima Dimuka  
Unit Penghasil PNBP  
Nilai  
Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat,  
Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
Direktorat Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor  
Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif  
Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika,  
Psikotropika, dan Prekursor  
553.875.000  
34.450.000  
352.500.000  
Direktorat Registrasi Obat  
6.042.325.000  
Jumlah  
6.983.150.000  
Ekuitas  
C.13 Ekuitas  
Rp6.145.907.490,00  
Ekuitas per 31 Desember 2022 dan 2021 adalah masing-masing sebesar  
Rp6.145.907.490,00 dan Rp11.100.920.941,00. Ekuitas adalah kekayaan  
bersih entitas yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban. Rincian lebih  
lanjut tentang ekuitas disajikan dalam Laporan Perubahan Ekuitas.  
- 53 -  
D. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN OPERASIONAL  
Pendapatan PNBP  
Rp45.850.475.000,  
00  
D.1 Pendapatan Penerimaan Negara Bukan Pajak  
Jumlah Pendapatan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022 dan  
2021 adalah sebesar Rp45.850.475.000,00 dan Rp229.652,00.  
Tabel 43  
Rincian Pendapatan PNBP untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022 dan  
2021  
NAIK  
(TURUN)  
%
URAIAN JENIS BEBAN  
31 Des 2022  
31 Des 2021  
229.652  
229.652  
Pendapatan Jasa Pengawasan Obat dan Makanan  
45.850.475.000  
100,00  
Jumlah Pendapatan  
45.850.475.000  
100,00  
Beban Persediaan  
Rp400.921.724,00  
D.2 Beban Persediaan  
Jumlah Beban Persediaan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022  
dan 2021 adalah masing-masing sebesar Rp400.921.724,00 dan  
Rp447.893.137,00. Beban Persediaan merupakan beban untuk mencatat  
konsumsi atas barang-barang yang habis pakai, termasuk barang-barang hasil  
produksi baik yang dipasarkan maupun tidak dipasarkan. Rincian Beban  
Persediaan untuk 31 Desember Tahun 2022 dan 2021 adalah sebagai berikut:  
Tabel 44  
Rincian Beban Persediaan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember Tahun 2022  
dan 2021  
NAIK  
(TURUN)  
%
URAIAN JENIS BEBAN  
TA 2022  
TA 2021  
447.893.137  
Beban Persediaan Konsumsi  
400.921.724  
400.921.724  
(10,49)  
Jumlah Beban Persediaan  
447.893.137  
(10,49)  
`
Beban Barang dan  
D.3 Beban Barang dan Jasa  
Jasa  
Jumlah Beban Barang dan Jasa untuk periode yang berakhir pada 31 Desember  
2022 dan 2021 adalah masing-masing sebesar Rp17.927.876.352,00 dan  
Rp16.854.071.480,00. Beban Barang dan Jasa terjadi kenaikan dari Tahun lalu  
karena bertambahnya beban barang dan jasa dikarenakan mulai banyaknya  
frekuensi kegiatan di TA.2022. Beban Barang dan Jasa adalah konsumsi atas  
jasa-jasa dalam rangka penyelenggaraan kegiatan entitas. Rincian Beban Jasa  
untuk untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022 dan 2021 adalah  
sebagai berikut:  
Rp17.927.876.352,  
00  
- 54 -  
Tabel 45  
Rincian Beban Barang dan Jasa untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022  
dan 2021  
NAIK  
(TURUN) %  
URAIAN JENIS BEBAN  
TA2022  
TA2021  
303,78  
(59,44)  
58,18  
Beban Keperluan Perkantoran  
693.485.699  
171.750.371  
607.414.688  
22.835.750  
49.290.000  
206.826.450  
Beban Penambah Daya Tahan Tubuh  
Beban Pengiriman Surat Dinas Pos Pusat  
Beban Honor Operasional Satuan Kerja  
246.339.600  
36.122.010  
58.200.000  
104.468.775  
18,08  
(49,49)  
Beban Barang Operasional Lainnya  
Beban Barang Operasional - Penanganan  
Pandemi Covid-19  
26,09  
1.741.440.209  
4.567.861.372  
337.330.000  
-1.912.500  
1.381.057.002  
3.288.028.566  
192.880.000  
0
38,92  
74,89  
Beban Bahan  
Beban Honor Output Kegiatan  
100,00  
100,00  
(42,64)  
Pengembalian Beban Honor Output Kegiatan  
Beban Peralatan dan Mesin - Ekstrakomptabel  
26.165.000  
0
Beban Barang Non Operasional Lainnya  
Beban Barang Non Operasional - Penanganan  
Pandemi Covid-19  
204.095.736  
355.823.871  
(52,09)  
116.107.400  
6.495.637  
242.355.915  
4.798.327  
35,37  
100,00  
(48,56)  
10,22  
Beban Langganan Telepon  
Beban Jasa Konsultan  
Beban Sewa  
0
1.110.893.926  
169.232.000  
5.599.370.000  
2.555.605.938  
356.575.550  
328.994.095  
5.080.264.200  
3.680.436.619  
1.241.315.626  
Beban Jasa Profesi  
(30,56)  
(71,27)  
Beban Jasa Lainnya  
Beban Jasa - Penanganan Pandemi Covid-19  
Jumlah  
17.927.876.352 16.854.071.480  
6,37  
Beban Barang dan Jasa Penanganan Pandemi Covid-19  
Jumlah Beban Barang dan Jasa Penanganan Pandemi Covid-19 untuk periode  
yang berakhir pada 31 Desember 2022 dan 2021 adalah masing-masing sebesar  
Rp2.214.123.159,00 dan Rp2.960.801.614,00. Rincian Beban Barang dan Jasa  
Penanganan Pandemi Covid-19 untuk 31 Desember 2021 dan 2020 adalah  
sebagai berikut:  
Tabel 46  
Beban Barang dan Jasa untuk Penangan Pandemi Covid-19  
Uraian Akun  
TA 2022  
TA 2021  
Naik/Turun  
360.383.207  
Beban Barang Operasional - Penanganan  
Pandemi COVID-19  
Rp  
Rp  
Rp  
1.741.440.209 Rp  
1.381.057.002 Rp  
Beban Barang Non Operasional -  
Penanganan Pandemi COVID-19  
116.107.400 Rp  
356.575.550 Rp  
242.355.915 Rp  
(126.248.515)  
(884.740.076)  
Beban Jasa - Penanganan Pandemi  
COVID-19  
1.241.315.626 Rp  
Beban Perjalanan Dinas - Penanganan  
Pandemi COVID-19  
Rp  
-
Rp  
96.073.071 Rp  
(96.073.071)  
Rp  
2.214.123.159 Rp  
2.960.801.614 Rp  
(746.678.455)  
- 55 -  
Beban  
D.4 Beban Pemeliharaan  
Pemeliharaan  
Rp295.862.977,00  
Beban Pemeliharaan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022 dan  
2021 adalah masing-masing sebesar Rp295.862.977,00 dan Rp376.977.663,00.  
Beban Pemeliharaan merupakan beban yang dimaksudkan untuk  
mempertahankan aset tetap atau aset lainnya yang sudah ada ke dalam kondisi  
normal. Beban Pemeliharaan terjadi penurunan dikarenakan maintenance  
kendaraan dinas direalisasikan menggunakan anggaran Settama. Rincian beban  
pemeliharan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022 dan 2021  
adalah sebagai berikut:  
Tabel 47  
Rincian Beban Pemeliharaan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022 dan  
2021  
375.458.563  
254.600  
(31,77)  
100,00  
100,00  
Beban Pemeliharaan Peralatan dan Mesin  
Beban Persediaan bahan untuk pemeliharaan  
Beban Persediaan Suku cadang  
256.160.744  
39.702.233  
0
1.264.500  
Jumlah  
295.862.977  
376.977.663  
(21,52)  
Beban Perjalanan  
Dinas  
D.5 Beban Perjalanan Dinas  
Beban Perjalanan Dinas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022 dan  
2021 adalah masing-masing sebesar Rp25.763.923.403,00 dan  
Rp25.763.923.403,  
00  
Rp15.889.073.930,00. Beban Perjalanan Dinas terjadi kenaikan dari TA yang lalu  
karena bertambahnya pagu dan cepatnya realisasi anggaran untuk periode yang  
berakhir pada 31 Desember 2022. Beban tersebut adalah merupakan beban yang  
terjadi untuk perjalanan dinas dalam rangka pelaksanaan tugas, fungsi, dan  
jabatan.  
Rincian Beban Perjalanan Dinas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember  
2022 dan 2021 adalah sebagai berikut:  
- 56 -  
Tabel 48  
Rincian Beban Perjalanan Dinas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022  
dan 2021  
64,67  
100,00  
52,08  
Beban Perjalanan Biasa  
10.474.893.974  
-13.080.361  
6.361.092.834  
0
Pengembalian Beban Perjalanan Biasa  
Beban Perjalanan Dinas Dalam Kota  
618.140.000  
4.035.775.112  
406.455.000  
2.935.917.496  
Beban Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota  
37,46  
Pengembalian Beban Perjalanan Dinas Paket  
Meeting Dalam Kota  
100,00  
-30.000  
0
Beban Perjalanan Dinas - Penanganan Pandemi  
Covid-19  
(100,00)  
73,32  
0
96.073.071  
Beban Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota  
Pengembalian Beban Perjalanan Dinas Paket  
Meeting Luar Kota  
9.231.366.099  
5.326.129.975  
100,00  
-5.081.592  
0
100,00  
159,01  
Beban Perjalanan Biasa - Luar Negeri  
32.118.332  
226.799.199  
536.606.355  
Beban Perjalanan Lainnya - Luar Negeri  
Pengembalian Beban Perjalanan Lainnya - Luar  
Negeri  
1.389.842.864  
100,00  
-21.025  
0
Jumlah  
25.763.923.403 15.889.073.930  
62,15  
Beban Penyusutan  
dan Amortisasi  
Rp3.058.967.097,0  
0
D.6 Beban Penyusutan dan Amortisasi  
Jumlah Beban Penyusutan dan Amortisasi untuk periode yang berakhir pada 31  
Desember 2022 dan 2021 adalah masing-masing sebesar Rp3.058.967.097,00  
dan Rp2.638.611.528,00. Beban Penyusutan adalah merupakan beban untuk  
mencatat alokasi sistematis atas nilai suatu aset tetap yang dapat disusutkan  
(depreciable assets) selama masa manfaat aset yang bersangkutan. Sedangkan  
Beban Amortisasi digunakan untuk mencatat alokasi penurunan manfaat ekonomi  
untuk Aset Tak berwujud. Rincian Beban Penyusutan dan Amortisasi untuk  
periode yang berakhir pada 31 Desember 2022 dan 2021 adalah sebagai berikut:  
Tabel 49  
Rincian Beban Penyusutan dan Amortisasiuntuk periode yang berakhir pada  
31 Desember 2022 dan 2021  
NAIK  
(TURUN)  
%
URAIAN BEBAN PENYUSUTAN DAN  
TA 2022  
TA 2021  
AMORTISASI  
Beban Penyusutan Peralatan dan Mesin  
2.487.288.463  
2.487.288.463  
2.101.555.932  
2.101.555.932  
18,35  
18,35  
Jumlah Penyusutan  
Beban Amortisasi Software  
Beban Amortisasi ATB yang Tidak Digunakan  
Dalam Operasi Pemerintahan  
538.810.000  
-
426.933.471  
12.468.750  
26,20  
(100,00)  
Beban Penyusutan Aset Tetap yang Tidak  
Digunakan dalam Operasional Pemerintahan  
Jumlah Amortisasi  
32.868.634  
97.653.375  
(66,34)  
571.678.634  
537.055.596  
6,45  
15,93  
Jumlah Beban Penyusutan dan Amortisasi  
3.058.967.097  
2.638.611.528  
- 57 -  
Surplus /Defisit dari  
Kegiatan Non  
D.7 Kegiatan Non Operasional  
Pos Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional terdiri dari pendapatan dan  
beban yang sifatnya tidak rutin dan bukan merupakan tugas pokok dan fungsi  
entitas. Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional untuk periode yang berakhir  
pada 31 Desember 2022 dan 2021 adalah sebagai berikut:  
Operasional  
Rp(326.311.819)  
Tabel 50  
Rincian Kegiatan Non Operasional untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022  
dan 2021  
NAIK  
URAIAN  
TA 2022  
TA 2021  
(TURUN)  
%
(6,77)  
100,00  
17,55  
72,29  
(61,88)  
(100,00)  
Surplus/Defisit Pelepasan Aset Non Lancar  
Pendapatan Pelepasan Aset Non Lancar  
Beban Pelepasan Aset Non Lancar  
Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional Lainnya  
Pendapatan dari Kegiatan Non Operasional Lainnya  
Beban dari Kegiatan Non Operasional Lainnya  
(339.181.819)  
88.502.777  
427.684.596  
12.870.000  
12.870.000  
0
(363.817.550)  
-
363.817.550  
7.469.826  
33.758.200  
26.288.374  
Kegiatan Non Operasional Lainnya  
(326.311.819)  
(356.347.724)  
(8,43)  
D.7.1 Pendapatan Pelepasan Aset Non Lancar  
Pendapatan Pelepasan Aset Non Lancar untuk periode yang berakhir pada 31  
Desember 2022 dan 2021 sebesar Rp 88.502.777,00 dan Rp0,00. Pendapatan  
Pelepasan Aset Non Lancar sebesar Rp88.502.777,00 merupakan Pendapatan  
dari pemindahtanganan BMN Lainnya.  
Tabel 51  
Rincian Pendapatan Pelepasan Aset Non Lancar  
NTPN/  
URAIAN  
Tanggal  
Nilai  
No. BAST Lelang  
Pendapatan dari penjualan peralatan dan Mesin 467A81JNFC31322F/  
(Barang Inventaris Kantor ATL) 27/28/2022  
Pendapatan dari penjualan peralatan dan Mesin 5A9328N3E0URM3UV/  
(Kendaran Bermotor) 195/28/2022  
Pendapatan dari penjualan peralatan dan Mesin 4E3B061QUHD4PKVO/  
(Barang Inventaris Kantor) 231/28/2022  
27 Januari 2022/  
25 Januari 2022  
20 April 2022/  
19 April 2022  
24 Mei 2022/  
2 Juni 2022  
1.000.000  
6.225.000  
57.777.777  
Pendapatan dari penjualan peralatan dan Mesin 1A7327QLU74E4C02/ 23 Desember 2022/ 23.500.000  
(Barang Inventaris Kantor) 592/28/2022 22 Desember 2022  
Jumlah  
88.502.777  
D.7.2 Beban Pelepasan Aset Non Lancar  
Beban Pelepasan Aset Non Lancar untuk periode yang berakhir pada 31  
Desember 2022 dan 2021 sebesar Rp427.684.596,00 dan Rp363.817.550,00.  
Beban Pelepasan Aset Non Lancar sebesar Rp427.684.596,00 merupakan Beban  
kerugian pelepasan aset.  
- 58 -  
Tabel 52  
Rincian Beban Pelepasan Aset Non Lancar  
Beban kerugian pelepasan aset  
Nilai  
Aset Tetap yang tidak digunakan dalam operasi  
pemerintahan  
7.703.812.846  
Akumulasi penyusutan Aset Tetap yang tidak  
digunakan dalam operasi pemerintahan  
(7.276.128.250)  
Jumlah  
427.684.596  
D.7.3 Pendapatan dari Kegiatan Non Operasional Lainnya  
Pendapatan dari Kegiatan Non Operasional Lainnya untuk periode yang berakhir  
pada 31 Desember 2022 dan 2021 sebesar Rp12.870.000,00 dan  
Rp33.758.200,00. Pendapatan dari Kegiatan Non Operasional Lainnya sebesar  
Rp12.870.000,00 merupakan Penerimaan Kembali Belanja Barang TAYL disetor  
pada tanggal 22 April 2022 dengan NTPN 31A5E6U8EBQ53Q0J senilai  
Rp12.870.000,00 yang merupakan Kelebihan pembayaran atas sewa apartemen  
untuk rumah dinas Direktur.  
D.7.4 Beban dari Kegiatan Non Operasional Lainnya  
Beban dari Kegiatan Non Operasional Lainnya untuk periode yang berakhir pada  
31 Desember 2022 dan 2021 sebesar Rp0,00 dan Rp26.288.374,00.  
- 59 -  
E. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS  
E.1 Ekuitas Awal  
Ekuitas Awal  
Rp11.100.920.941,  
00  
Nilai ekuitas pada tanggal 1 Januari 2022 dan 2021 adalah masing-masing  
sebesar Rp11.100.920.941,00 dan Rp11.641.971.518,00.  
Defisit LO  
E.2 Surplus (Defisit) LO  
Rp1.923.388.372,0  
0
Jumlah Surplus LO untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022 dan  
2021 adalah sebesar Rp1.923.388.372,00 dan Rp36.562.745.810,00. Surplus LO  
merupakan selisih lebih antara surplus/defisit kegiatan operasional,  
surplus/defisit kegiatan non operasional, dan pos luar biasa.  
Penyesuaian Nilai  
Aset Rp0,00  
E.3.1 Penyesuaian Nilai Aset  
Penyesuaian Nilai Aset untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022  
dan 2021 adalah sebesar Rp0,00 dan Rp0,00. Penyesuaian nilai aset merupakan  
hasil penyesuaian nilai persediaan akibat penerapan kebijakan harga perolehan  
terakhir.  
Koreksi Nilai  
E.3.2 Koreksi Nilai Persediaan  
Persediaan Rp0,00  
Koreksi Nilai Persediaan mencerminkan koreksi atas nilai persediaan yang  
diakibatkan karena kesalahan dalam penilaian persediaan yang terjadi pada  
periode sebelumnya. Koreksi tambah atas nilai persediaan untuk periode yang  
berakhir pada 31 Desember 2022 dan 2021 adalah masing-masing sebesar  
Rp0,00 dan Rp0,00.  
Koreksi Atas  
Reklasifikasi  
Rp0,00  
E.3.3 Koreksi Atas Reklasifikasi  
Koreksi Atas Reklasifikasi merupakan koreksi atas reklasifikasi aset. Selisih  
revaluasi aset tetap untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022 dan  
2021 adalah masing-masing sebesar Rp0,00 dan Rp0,00.  
Selisih Revaluasi  
Aset Tetap Rp0,00  
E.3.4 Selisih Revaluasi Aset Tetap  
Selisih revaluasi aset tetap merupakan selisih yang muncul pada saat dilakukan  
penilaian ulang aset tetap. Selisih revaluasi aset tetap untuk periode yang  
berakhir pada 31 Desember 2022 dan 2021 adalah masing-masing sebesar  
Rp0,00 dan Rp0,00.  
.
- 60 -  
Koreksi Aset Tetap  
Non Revaluasi  
E.3.5 Koreksi Aset Tetap Non Revaluasi  
Koreksi aset tetap non revaluasi untuk periode yang berakhir pada 31 Desember  
2022 dan 2021 adalah masing-masing sebesar Rp(85.040.249) dan  
Rp(187.515.600),00. Koreksi aset tetap non revaluasi ini berasal dari transaksi  
koreksi nilai aset tetap dan aset lainnya yang bukan karena revaluasi nilai.  
Rp(85.040.249)  
Tabel 53  
Rincian Koreksi Aset Tetap Non Revaluasi  
URAIAN  
Nilai  
(12.468.750)  
11.137.500  
(377.541)  
Pencatatan Barang yang Mau Dihapuskan  
Pencatatan Pembatalan Barang yang Mau Dihapuskan  
Reklasifikasi Masuk  
Koreksi Pencatatan  
Koreksi Pencatatan Nilai Bertambah  
(320.818.333)  
43.736.875  
193.750.000  
Saldo Awal  
Jumlah  
(85.040.249)  
Koreksi Lain-Lain Rp  
6.603.375.000,00  
E.3.6 Koreksi Lain-Lain  
Koreksi lain-lain untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022 dan 2021  
adalah masing-masing sebesar Rp6.603.375.000,00 dan Rp0,00. Koreksi ini  
merupakan koreksi selain yang terkait Barang Milik Negara yaitu transfer PNBP  
dari Sestama dikarenakan pengelolaan PNBP Fungsional di kelola mandiri oleh  
masing-masing satker.  
Transaksi Antar  
Entittas  
E.4 Transaksi Antar Entitas  
Nilai transaksi antar entitas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022  
Rp3.656.790.170  
dan  
2021  
adalah  
masing-masing  
sebesar  
Rp3.656.790.170  
dan  
Rp36.238.017.983,00.  
Transaksi antar Entitas adalah transaksi yang melibatkan dua atau lebih entitas  
yang berbeda baik internal KL, antar KL, antar BUN maupun KL dengan BUN.  
Tabel 54  
Rincian Nilai Transaksi Antar Entitas  
Transaksi Antar Entitas  
Nilai  
Diterima dari Entitas Lain  
(46.331.622.777)  
45.787.906.877  
(14.094.309)  
Ditagihkan ke Entitas Lain  
Transfer Keluar  
Transfer Masuk  
2.453.657.453  
1.760.942.926  
3.656.790.170  
Pengesahan Hibah Langsung  
Jumlah  
- 61 -  
E.4.  
1
Diterima dari Entitas Lain (DDEL)  
Diterima dari Entitas Lain merupakan transaksi antar entitas atas pendapatan.  
Pada periode hingga 31 Desember 2022, DDEL sebesar Rp(46.331.622.777,00).  
Tabel 55  
Rincian Nilai DDEL  
URAIAN  
Nilai  
Pendapatan dari Pemindahtanganan BMN Lainnya  
Pendapatan Jasa Pengawasan Obat dan Makanan  
Pengembalian Pendapatan Jasa POM  
(88.502.777)  
(46.235.250.000)  
5.000.000  
Penerimaan Kembali Belanja Barang TAYL  
(12.870.000)  
Jumlah  
(46.331.622.777)  
E.4.  
2
Ditagihkan ke Entitas Lain (DKEL)  
Ditagihkan ke Entitas Lain merupakan transaksi antar entitas atas pendapatan  
dan belanja pada KL yang melibatkan kas negara (BUN). Pada periode hingga  
31 Desember 2022, DKEL sebesar Rp45.787.906.877,00.  
Tabel 56  
Rincian Nilai DKEL  
URAIAN  
Nilai  
Belanja Barang  
Belanja Modal  
Jumlah  
42.935.307.347  
2.852.599.530  
45.787.906.877  
E.4.  
2
Transfer Masuk/Transfer Keluar  
Transfer Masuk/ Transfer Keluar merupakan perpindahan aset/kewajiban dari  
satu entitas ke entitas lain pada internal KL, antar KL dan antara KL dengan BA-  
BUN. Transfer Masuk yang mempengaruhi Ekuitas untuk periode yang berakhir  
31 Desember 2022 sebesar Rp2.453.657.453,00 dan Rp14.094.309,00.  
- 62 -  
Tabel 57  
Rincian Nilai Transfer Masuk  
URAIAN  
Meja Rapat  
BAST  
Kuantitas  
Nilai  
16.536.400  
344.259.000  
420.376.137  
34.696.300  
4
145  
181  
10  
50  
2
Laci Box  
Transfer Masuk dari Sestama  
PL.03.07.25.2513.11.22.816  
Tanggal 14 November 2022  
Kursi Besi/ Metal  
Lemari Kayu  
Meja Kerja Kayu  
Sice  
558.611.486  
16.883.800  
Pot Bunga  
Jumlah  
19  
411  
2
144  
200  
18  
60  
4
40.755.000  
1.432.118.123  
9.285.600  
341.884.800  
483.952.888  
62.757.800  
640.678.252  
33.767.600  
Meja Rapat  
Laci Box  
Kursi Besi/ Metal  
Lemari Kayu  
Meja Kerja Kayu  
Sice  
Transfer Masuk dari Sestama  
PL.03.07.25.2513.11.22.817  
Tanggal 15 November 2022  
Pot Bunga  
Jumlah  
Akumulasi Penyusutan  
Jumlah  
19  
447  
40.755.000  
1.613.081.940  
-609.039.994  
2.436.160.069  
858  
1
Transfer Masuk dari Pusdatin  
PL.03.07.8.85.09.22.117  
Note Book (Envy Laptop)  
19.997.010  
Tanggal 28 September 2022  
Akumulasi Penyusutan  
Jumlah  
-2.499.626  
17.497.384  
1
Jumlah  
859  
2.453.657.453  
Tabel 58  
Rincian Nilai Transfer Keluar  
URAIAN  
BAST  
Kuantitas  
Nilai  
Lemari Besi/Metal  
Lemari Kayu  
Meja Kerja Kayu  
Kursi Besi Metal  
Meja Rapat  
Meubelair Lainnya  
A.C Split  
Akumulasi Penyusutan  
Jumlah  
1
60  
2
1
2
103.440.000  
201.881.444  
6.010.419  
Transfer Keluar ke Sestama  
PL.03.03.33.3333.11.22.127  
Tanggal 8 November 2022  
6.270.000  
12.853.067  
36.500.000  
19.500.000  
-374.560.621  
11.894.309  
10  
2
78  
1
Transfer Keluar ke Pusdatin  
PL.03.03.33.3333.11.22.128  
Tanggal 8 November 2022  
Rak Besi  
19.965.000  
A.C Split  
Akumulasi Penyusutan  
Jumlah  
1
5.500.000  
-23.265.000  
2.200.000  
2
Jumlah  
80  
14.094.309  
- 63 -  
E.4.  
2
Pengesahan Hibah Langsung  
Pengesahan Hibah Langsung merupakan transaksi atas pencatatan hibah  
langsung K/L dalam bentuk kas, barang, maupun jasa, sedangkan pencatatan  
pendapatan hibah dilakukan oleh BUN. Pengesahan Hibah Langsung sampai  
dengan tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp1.760.942.926,00.  
Tabel 59  
Pengesahan Hibah Langsung TA.2022  
Penerima  
Hibah  
Pemberi Bentuk  
No.  
No. Pengesahan  
Nilai  
Hibah Hibah  
Register  
Direktorat Standardisasi  
Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, dan Zat Adiktif  
WHO  
WHO  
Uang 23LNGDLA  
221400000000079  
31 Desember 2022  
177.018.000  
Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat, Narkotika,  
Psikotropika, dan Prekursor  
Direktorat Pengawasan  
Keamanan, Mutu, dan Ekspor  
Impor Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor dan  
Zat Adiktif  
Uang 2SHW4GUA  
Uang 23LNGDLA  
221400602160001  
31 Desember 2022  
157.843.000  
WHO  
JICA  
JICA  
221400000000079  
31 Desember 2022  
315.188.000  
42.011.027  
Jasa  
Jasa  
-
-
B-KU.03.3.35.12.22.114  
29 Desember 2022  
B-KU.03.3.35.12.22.115 1.068.882.899  
29 Desember 2022  
1.760.942.926  
Ekuitas Akhir  
E.5 Ekuitas Akhir  
Rp6.145.907.490,0  
0
Nilai Ekuitas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022 dan 2021  
adalah masing-masing sebesar Rp6.145.907.490,00 dan Rp11.100.920.941,00  
- 64 -  
F. PENGUNGKAPAN-PENGUNGKAPAN LAINNYA.  
F.1 KEJADIAN-KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL NERACA  
Tidak ada kejadian-kejadian penting setelah tanggal neraca.  
F.2 PENGUNGKAPAN LAIN-LAIN  
F.2.1 TINDAK LANJUT ATAS TEMUAN BPK  
Terdapat temuan BPK pada Tahun Anggaran 2021 diantaranya:  
1. Kelebihan pembayaran atas sewa apartemen untuk rumah dinas Direktur  
senilai Rp12.870.000,00 dan telah dilakukan setoran ke negara pada  
tanggal 22 April 2022 dengan NTPN 31A5E6U8EBQ53Q0J.  
2. Terdapat Peralatan dan Mesin yang Terkena Dampak Kebakaran pada  
Deputi Bidang Pengawasan Obat, NPPZA sebanyak 241 unit senilai  
Rp1.502.040.999,00 yang Belum Dilakukan Proses Penghapusan dan  
hinggal tanggal pelaporan dalam proses review APIP.  
3. Terdapat 6 Unit Lap Top pada Deputi Bidang Pengawasan Obat, NPPZA  
yang belum belum diberi label dan belum didukung Berita Acara Serah  
Terima yang kemudian di tindak lanjuti dengan memberi label dan di buat  
BAST.  
4. Pencatatan Kodifikasi Barang dan Daftar Barang Ruangan (DBR) yang  
Tidak Tertib dan sudah di tindak lanjuti dengan membuat DBR manual dan  
akan melakukan update DBR pada aplikasi.  
F.2.2 PENGELOLA KEUANGAN  
Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan  
No.HK.02.01.1.2.01.21.69 tanggal 4 Januari 2021 tentang Penetapan KPA  
dan perubahan No.HK.02.02.1.2.07.21.277 tanggal 2 Juli 2021, Surat  
Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran No.HK.02.02.3.35.01.22.03 tanggal 5  
Januari 2022 tentang Penetapan Pejabat Pembuat Komitmen, Surat  
Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran No. HK.02.02.3.35.01.22.02 tanggal 5  
Januari 2022 tentang PPSPM, Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran  
HK.02.02.3.35.01.22.06 tanggal 4 Januari 2022 tentang Penetapan Bendahara  
Pengeluaran, Pejabat yang diberi Kewenangan untuk Melakukan Tindakan  
Yang Mengakibatkan Pengeluaran Anggaran Belanja/ Penanggung Jawab  
Kegiatan/ Pembuat komitmen, Pejabat Yang Diberi Kewenangan Untuk  
menguji Tagihan Kepada Negara dan Menandatangani SPM, dan Bendahara  
Pengeluaran pada satker Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
- 65 -  
Psikotropika, Prekursor Dan Zat Adiktif telah dilakukan penunjukkan Pejabat  
Pengelola Keuangan sebagai berikut:  
Kuasa Pengguna Anggaran  
Pejabat Pembuat Komitmen I  
Pejabat Pembuat Komitmen II  
Pejabat Pembuat Komitmen III  
Pejabat Pembuat Komitmen IV  
Pejabat Pembuat Komitmen V  
Pejabat Penandatangan SPM  
Bendahara Pengeluaran  
: Dra. Tri Asti Isnariani, Apt, M.Pharm.  
: Ahmad Fikri, S.Kom  
: Dian Putri Anggraeni, SSi, Apt, M.Farm  
: Melur Agustina Nila Wardhani, SKM  
: Daryani, SSi, M.Sc  
: Evi Dwi Pebriani, S.AP  
: Dwi Ngatini, SE, MAP  
: Tri Murtiarti, SE  
F.2.3 Rekening Pemerintah  
Laporan Keuangan Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika,  
Prekursor, Dan Zat Adiktif mempunyai 1 rekening yaitu rekening Bendahara  
Pengeluaran di BNI Cabang Kramat dengan Nomor Rekening 011685848 dan  
berubah menajdi Rekening Virtual BNI dengan Nomor Rekening  
9890314451551000 pada tanggal 14 September 2020 dan Rekening  
Penampungan Hibah di BNI Cabang Kramat dengan Nomor Rekening  
1448597667.  
- 66 -