KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
NOMOR 420 TAHUN 2024  
TENTANG  
RENCANA KINERJA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN TAHUN 2025  
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA  
KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN,  
Menimbang : a. bahwa  
untuk  
penyusunan  
rencana  
kerja  
dan  
penganggaran Badan Pengawas Obat dan Makanan pada  
Tahun 2025, perlu menetapkan Rencana Kinerja Badan  
Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2025;  
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud  
dalam huruf a, perlu menetapkan Keputusan Kepala  
Badan Pengawas Obat dan Makanan tentang Rencana  
Kinerja Badan Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2025;  
Mengingat  
: 1. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2017 tentang  
Sinkronisasi Proses Perencanaan dan Penganggaran  
Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik  
Indonesia Tahun 2017 Nomor 105, Tambahan Lembaran  
Negara Republik Indonesia Nomor 6056);  
2. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem  
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran  
Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 80);  
3. Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan  
Pengawas Obat dan Makanan (Lembaran Negara Republik  
Indonesia Tahun 2017 Nomor 180);  
4. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 21  
Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan  
Pengawas Obat dan Makanan (Berita Negara Republik  
Indonesia Tahun 2020 Nomor 1002) sebagaimana telah  
diubah dengan Peraturan Badan Pengawas Obat dan  
Makanan Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan atas  
Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 21  
Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan  
Pengawas Obat dan Makanan (Berita Negara Republik  
Indonesia Tahun 2022 Nomor 629);  
5. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan  
Reformasi Birokrasi Nomor 88 Tahun 2021 tentang  
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Berita  
Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 1569);  
6. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 19  
Tahun 2023 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit  
Pelaksana Teknis pada Badan Pengawas Obat dan  
Makanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2023  
Nomor 611);  
- 2 -  
7. Peraturan  
Menteri  
Perencanaan  
Pembangunan  
Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan  
Nasional Nomor 10 Tahun 2023 tentang Tata Cara  
Penyusunan Rencana Strategis Kementerian/Lembaga  
Tahun 2025-2029 (Berita Negara Republik Indonesia  
Tahun 2023 Nomor 930);  
8. Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan  
Nomor  
311  
Tahun  
2023  
tentang  
Pedoman  
Penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi  
Pemerintah di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan  
Makanan;  
MEMUTUSKAN:  
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN  
MAKANAN TENTANG RENCANA KINERJA BADAN PENGAWAS  
OBAT DAN MAKANAN TAHUN 2025.  
Kesatu  
: Menetapkan dan memberlakukan Rencana Kinerja Badan  
Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2025 yang selanjutnya  
disebut dengan Rencana Kinerja sebagaimana tercantum  
dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan  
dari Keputusan ini.  
Kedua  
Ketiga  
: Rencana Kinerja sebagaimana dimaksud dalam diktum Kesatu  
merupakan acuan bagi Badan Pengawas Obat dan Makanan  
dalam  
melakukan  
penyusunan  
rencana  
kerja  
dan  
penganggaran tahun 2025.  
: Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.  
Ditetapkan di Jakarta  
pada tanggal 18 September 2024  
KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN,  
ttd.  
TARUNA IKRAR  
Salinan Sesuai Dengan Aslinya  
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
Plh. Kem dan Organisasi  
aty  
- 3 -  
LAMPIRAN  
KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
NOMOR 420 TAHUN 2024  
TENTANG  
RENCANA KINERJA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN  
TAHUN 2025  
RENCANA KINERJA  
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN TAHUN 2025  
NO  
1
SASARAN STRATEGIS  
Meningkatnya efektivitas Persentase Sediaan Farmasi  
pengawasan Sediaan yang aman dan bermutu  
INDIKATOR  
TARGET  
86,07  
Farmasi  
Olahan  
dan  
Pangan  
Persentase pangan olahan  
dalam kemasan yang aman  
dan bermutu  
78  
Persentase PIRT yang aman  
dan bermutu  
75  
Indeks Kualitas Kebijakan  
Sediaan Farmasi dan Pangan  
Olahan  
88,05  
Indeks efektivitas koordinasi  
pengawasan Sediaan Farmasi  
dan Pangan Olahan  
Indeks Kepatuhan Pelaku  
Usaha di bidang Sediaan  
Farmasi dan Pangan Olahan  
64,25  
77,1  
51,7  
2
3
4
Menguatnya  
laboratorium BPOM dalam Design  
kapasitas Persentase pemenuhan Grand  
penguatan  
pengujian  
dan Sediaan Farmasi dan Pangan  
Olahan  
mendukung  
Sediaan  
pengawasan laboratorium  
Farmasi  
Pangan Olahan  
Meningkatnya  
masyarakat atas Sediaan terhadap Sediaan Farmasi  
Farmasi dan Pangan dan Pangan Olahan yang  
Olahan yang aman dan aman dan bermutu  
bermutu  
kesadaran Indeks Kesadaran Masyarakat  
90,8  
Meningkatnya  
efektivitas Persentase inovasi Sediaan  
71,3  
64  
regulatory assistance dan Farmasi dan Pangan Olahan  
kemandirian  
dalam  
Sediaan  
industri yang dikawal sesuai standar  
pengembangan  
Farmasi dan  
Persentase  
menerapkan  
UMKM  
yang  
standar  
Pangan Olahan  
keamanan dan mutu produksi  
Obat Bahan Alam, Kosmetik,  
dan Pangan Olahan  
Tingkat Kemandirian pelaku  
usaha Sediaan Farmasi dan  
Pangan Olahan  
32,75  
74,5  
5
Terwujudnya  
Penegakan Indeks Efektivitas Penegakan  
Hukum yang Berkeadilan Hukum Kejahatan Sediaan  
terhadap  
Sediaan  
Kejahatan Farmasi dan Pangan Olahan  
Farmasi dan  
Pangan Olahan  
- 4 -  
NO  
6
SASARAN STRATEGIS  
INDIKATOR  
Pelayanan  
TARGET  
4,70  
Layanan publik yang prima Indeks  
di bidang Sediaan Farmasi BPOM  
dan Pangan Olahan  
Publik  
7
Terwujudnya  
organisasi Indeks RB BPOM  
90,05  
dan tata kelola BPOM yang  
berintegritas dan adaptif  
KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN,  
ttd.  
TARUNA IKRAR