Analisis Penyebab Kegagalan Indikator “Persentase Pengawalan Hilirisasi Obat  
Pengembangan Baru yang dikawal Sesuai Standar”  
Pelaksanaan pengawalan hilirisasi obat pengembangan baru mengalami kendala berupa  
terbatasnya alokasi anggaran, yang mengakibatkan sebagian besar kegiatan dilaksanakan  
secara daring/online. Kegiatan pengawalan secara daring memiliki keterbatasan efektivitas,  
terutama pada tahapan asistensi onsite fasilitas produksi yang memerlukan pemeriksaan  
fisik secara langsung untuk memastikan pemenuhan standar Cara Pembuatan Obat yang  
Baik (CPOB). Selain itu, keterbatasan anggaran juga berdampak pada intensitas  
pendampingan terhadap proses pengembangan obat inovasi dan sarana produksi obat baru.  
Selanjutnya, capaian indikator belum mencapai nilai penuh karena pada tahap  
pengembangan atau penelitian, sebagian obat pengembangan baru belum didaftarkan untuk  
memperoleh Nomor Izin Edar (NIE). Hal ini terjadi karena pengajuan permohonan registrasi  
NIE merupakan kewenangan industri atau peneliti sebagai pemilik produk, sehingga  
keputusan untuk mendaftarkan obat pengembangan baru sepenuhnya bergantung pada  
kesiapan dan prioritas strategis pihak pemohon. Kondisi tersebut mengakibatkan tahapan  
pengawalan tidak seluruhnya dapat diselesaikan sesuai standar dalam periode tahun  
berjalan.  
Faktor-faktor tersebut secara keseluruhan berdampak pada belum optimalnya pengawalan  
terhadap seluruh tahapan hilirisasi obat pengembangan baru, mulai dari pengawasan  
fasilitas produksi, uji praklinik, uji klinik, hingga proses registrasi dan penerbitan izin edar.  
Padahal, pengawalan intensif diperlukan untuk memastikan bahwa obat inovasi yang  
dihasilkan memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu sebelum digunakan oleh  
masyarakat.  
Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis untuk mengatasi kendala tersebut,  
antara lain melalui pengajuan revisi target indikator agar lebih sesuai dengan kondisi aktual  
di lapangan, optimalisasi pengawalan secara daring dengan pemanfaatan teknologi digital  
yang lebih komprehensif, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui  
bimbingan teknis terkait regulasi terkini, standar CPOB, dan teknologi pengawasan modern.  
Intensifikasi dalam pengawalan berupa asistensi regulatori kepada peneliti agar dalam  
tahapan pengembangan obat dapat sesuai dengan regulasi juga terus dilakukan. Inspeksi ke  
site uji klinik juga dilakukan agar pelaksanaan uji klinik pada obat pengembangan baru  
sesuai dengan pedoman CUKB.  
63  
Dengan penyesuaian target serta penguatan langkah-langkah pengawalan yang lebih efektif,  
diharapkan capaian indikator ini dapat memenuhi target pada periode berikutnya dan  
mendukung pencapaian sasaran strategis Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif dalam meningkatkan efektivitas regulatory  
assistance serta kemandirian industri dalam pengembangan sediaan farmasi di Indonesia.  
Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Evaluasi Sebelumnya  
Rekomendasi Hasil Evaluasi Sebelumnya  
1) Konsultasi dan asistensi regulatori kepada peneliti  
2) Intensifikasi penilaian obat pengembangan baru dengan  
tim ahli  
Rencana aksi TW berikutnya  
Telah dilaksanakan dan akan tetap  
dilanjutkan di triwulan berikutnya  
3) Penyelenggaraan desk konsul bagi pelaku usaha dan  
bimtek  
4) Melaksanakan kegiatan pendampingan seperti asistensi  
regulatori onsite, desk pra sertifikasi, dan melakukan  
inspeksi sertifikasi CPOB  
5) Meningkatkan koordinasi internal dan eksternal (UPT)  
dalam pelaksanaan inspeksi CPOB.  
6) Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.  
7) Optimalisasi perencanaan kegiatan dan anggaran.  
64  
3.3 Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Evaluasi Sebelumnya  
Pada sub bab ini diuraikan progres tindak lanjut atas poin-poin rekomendasi yang disampaikan pada laporan kinerja triwulan sebelumnya dan  
rekomendasi periode bersangkutan. Rekomendasi diperoleh dari hasil analisis akuntabilitas kinerja per indikator (sub bab 3.1)  
Tabel 3.15 Progres Tindak Lanjut Atas Poin-Poin Rekomendasi yang Disampaikan pada Laporan Kinerja Triwulan 2 dan Rekomendasi Periode TW 3,  
Rekomendasi Hasil Analisis Akuntabilitas Kinerja Per Indikator  
Progres Rencana Aksi  
No  
1
Indikator  
2
Kondisi Awal  
Rekomendasi  
4
Timeline  
5
Kondisi Akhir  
Rencana aksi yang  
sudah selesai  
Rencana aksi yang  
belum selesai  
Timeline  
8
3
6
7
9
1) Asistensi  
1) Peningkatan  
efektivitas fungsi  
steering melalui  
pemantauan dan  
evaluasi  
Regulatori Obat  
Terpadu  
tanggal 19 - 23  
Mei 2025, antara  
lain berupa desk  
pada  
Peningkatan  
koordinasi yang baik  
antara UPT dan pusat  
implementasi  
01 - Persentase  
Obat yang aman  
dan bermutu  
TW 1/2025  
telah mencapai  
target  
terkait  
tindak  
sampling  
pengujian  
dan  
obat  
1
TW 4  
TW 3-4  
tercapai target 2025: 90  
Pelaksanaan  
dan monev  
bimtek  
lanjut penarikan  
dan CAPA obat  
TMS.  
oleh UPT BPOM  
secara daring one  
on one maupun  
dan visitasi onsite.  
2) Perkuatan strategi  
pengawasan mutu  
2) Pelaksanaan  
monitoring dan  
evaluasi  
implementasi  
65  
sampling  
dan  
obat  
beredar  
pengujian  
obat  
berkoordinasi  
oleh UPT BPOM  
dengan  
lintas  
sektor terkait  
Melakukan  
monitoring terhadap  
tindak lanjut hasil  
inspeksi rutin baik  
oleh UPT maupun  
04 - Persentase  
sarana produksi  
obat yang  
memenuhi  
ketentuan  
revisi  
target.  
penetapan  
TW 1/2025  
telah mencapai  
target  
2
TW 4  
Revisi Target  
TW 4  
tercapai target 2025: 77  
inspeksi  
(UPT  
terpadu  
bersama  
Pusat).  
05 - Persentase  
fasilitas distribusi  
obat yang  
memenuhi  
ketentuan  
TW 1/2025  
belum  
mencapai  
target  
Pendampingan  
Bimbingan  
kepada pelaku usaha  
dan  
Teknis  
Pendampingan dan  
Bimbingan Teknis tetap dilanjutkan  
kepada pelaku usaha  
tercapai target 2025: 77,50  
3
TW 4  
TW 3-4  
66  
1) Percepatan tindak  
lanjut laporan hasil  
pengawasan iklan dan  
label ONPP dengan  
mekanisme jemput  
bola sehingga  
penerbitan keputusan  
sanksi administrasi  
dapat lebih cepat.  
1) Percepatan tindak  
lanjut laporan hasil  
pengawasan iklan  
dan label ONPP  
dengan mekanisme  
jemput bola sehingga  
penerbitan  
keputusan sanksi  
administrasi dapat  
lebih cepat.  
06 - Persentase  
Iklan Obat yang  
Memenuhi  
TW 1/2025  
belum  
mencapai  
target  
4
TW 4  
tetap dilanjutkan  
TW 3-4  
tercapai target 2025: 78  
2) Komunikasi dan  
koordinasi secara lebih  
intensif bersama  
Direktorat Registrasi  
Obat dan Pusdatin  
terkait kendala aplikasi  
Pre Market-Post  
Ketentuan  
2) Komunikasi dan  
koordinasi secara  
lebih intensif  
bersama Direktorat  
Registrasi Obat dan  
Pusdatin terkait  
kendala aplikasi Pre  
Market-Post Market  
Integration.  
Market Integration.  
07 - Persentase  
Label Produk  
Tembakau  
dan/atau Rokok  
Elektronik yang  
Memenuhi  
1. Melakukan  
1. Melakukan  
TW 1/2025  
telah mencapai  
target  
monitoring  
evaluasi terhadap  
pelaporan hasil  
pengawasan label  
produk tembakau  
dan  
monitoring dan  
evaluasi terhadap  
pelaporan hasil tetap dilanjutkan  
pengawasan label  
5
TW 4  
TW 3-4  
tercapai target 2025: 75  
produk tembakau  
Ketentuan  
yang  
dilakukan  
yang dilakukan  
67  
oleh UPT BPOM  
agar mengirimkan  
oleh UPT BPOM  
agar  
laporan  
secara  
mengirimkan  
lengkap dan tepat  
waktu.  
laporan  
lengkap  
secara  
dan  
2. Penyampaian tools  
pelaporan  
tepat waktu.  
2. Penyampaian  
tools pelaporan  
pengawasan label  
rokok elektronik  
pengawasan label  
rokok  
tahun  
elektronik  
2025  
kepada UPT BPOM  
dengan  
pelaksanaan  
tahun  
kepada  
BPOM  
2025  
UPT  
dengan  
pengawasan yang  
dimulai pada TW II  
Tahun 2025.  
pelaksanaan  
pengawasan yang  
dimulai pada TW  
II Tahun 2025.  
3. Komunikasi dan  
koordinasi secara  
lebih  
3. Komunikasi  
dan  
koordinasi secara  
lebih  
1. Konsultasi  
dan  
1. Konsultasi  
dan  
asistensi regulatori  
kepada peneliti  
2. Intensifikasi  
asistensi regulatori  
kepada peneliti  
2. Intensifikasi  
TW 1/2025  
telah mencapai  
target  
01 - Persentase  
pengawalan  
hilirisasi Obat  
Pengembangan  
Baru yang dikawal  
sesuai standar  
penilaian  
obat  
penilaian  
obat  
6
tetap dilanjutkan  
TW 3-4  
tercapai target 2025: 70  
pengembangan  
baru dengan tim  
ahli  
pengembangan  
baru dengan tim  
ahli  
TW 4  
3. Penyelenggaraan  
desk konsul bagi  
3. Penyelenggaraan  
desk konsul bagi  
68  
pelaku usaha dan  
bimtek  
pelaku usaha dan  
bimtek  
4. Melaksanakan  
kegiatan  
4. Melaksanakan  
kegiatan  
pendampingan  
sepertiasistensi  
regulatori onsite,  
desk  
pendampingan  
seperti  
asistensi  
regulatori onsite,  
desk prasertifikasi,  
prasertifikasidan  
melakukan inspeksi  
sertifikasi CPOB  
dan  
melakukan  
inspeksi sertifikasi  
CPOB  
Keterangan:  
*diisi dengan bentuk rincian tindak lanjut  
**diisi dengan rencana aksi tindak lanjut dan timelinenya  
69  
3.4 Realisasi Anggaran  
Data pagu anggaran yang digunakan pada laporan kinerja anggaran TW 2 tahun 2025 ini  
merujuk kepada DIPA Rev 3 (POK 16) Deputi Bidang Pengawasan Obat NPPZA dengan  
anggaran termasuk Auto Adjustment dan penghematan sebesar Rp 36.386.367.000.  
Pada periode triwulan II tahun 2025, capaian kinerja (Program/ Kegiatan/ Output) dan  
realisasi anggaran Deputi Bidang Pengawasan Obat NPPZA ditunjukkan pada tabel berikut ini:  
Tabel 3.16 Perbandingan Realisasi Kinerja (Program/ Kegiatan/ Output) vs Realisasi Anggaran  
Periode TW 2 Tahun 2025  
Triwulan II  
Volume  
Anggaran (Rp)  
Realisasi  
No  
Program/ Kegiatan/ Output  
Target Realisasi Capaian  
Pagu  
Capaian  
*) DR. 3165  
Pengawasan Obat dan Makanan di  
1.831.890.000 952.300.563  
51,98  
Seluruh Indonesia  
3165. BKB Pemantauan produk  
Pengawasan Distribusi dan  
Pelayanan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, dan Prekursor  
1
1
0
0
0,00%  
0,00%  
135.984.000  
663.107.000  
51.783.943  
38,08  
3165. BKB Pemantauan produk  
Pengawasan Keamanan, Mutu dan  
Ekspor Impor Obat NPPZA  
312.909.677  
47,19  
3165. BKB Pemantauan produk  
Pengawasan Produksi Obat NPP  
1
1
1
0
0
0
0,00%  
0,00%  
0,00%  
480.440.000  
150.000.000  
402.359.000  
285.812.509  
56.947.389  
244.847.044  
59,49  
37,96  
60,85  
3165. BKB Pemantauan produk  
Registrasi Obat  
3165. BKB Pemantauan produk  
Standarisasi Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat  
Adiktif  
1
DR. 4122  
Pengawasan Distribusi dan  
Pelayanan Obat, Narkotika,  
Psikotropika, dan Prekursor  
4122 ABG  
2.057.166.000 674.257.662  
32,78  
-
10  
0
0,00%  
0
0
Kebijakan Bidang Kesehatan  
4122 QIC  
Pengawasan dan Pengendalian  
Lembaga  
167  
69  
41,32%  
1.348.358.000  
435.921.896  
32,33  
33,62  
33,83  
4122 QAH  
Pelayanan Publik Lainnya  
490  
484  
98,78%  
708.808.000  
238.335.766  
2
DR. 4123  
Pengawasan Keamanan, Mutu dan  
2.240.058.000 757.798.945  
Ekspor Impor Obat NPPZA  
70  
Triwulan II  
Pagu  
Volume  
Anggaran (Rp)  
Realisasi  
No  
Program/ Kegiatan/ Output  
4123 BIB  
Target Realisasi Capaian  
Capaian  
Pengawasan dan Pengendalian  
Masyarakat  
4123.BIB.001 Materi KIE di bidang  
obat yang disusun dan  
disosialisasikan  
4123 BIA  
Pengawasan dan Pengendalian  
Produk  
4123.BIA.001 Keputusan hasil  
pengawasan mutu ONPP yang  
diselesaikan (laporan)  
4123 BIA  
Pengawasan dan Pengendalian  
Produk  
4
4
100,00%  
100,00%  
90,74%  
86.800.000  
36.430.000  
195.829.000  
0
0,00  
70  
70  
126.441.392  
101.519.525  
35,08  
51,84  
680  
617  
4123.BIA.002 Keputusan hasil  
pengawasan iklan dan penandaan  
ONPP yang diselesaikan (laporan)  
4123 BAH  
Pelayanan Publik Lainnya  
4123.BAH.001 Surat Keterangan  
Impor Obat dan Bahan Obat serta  
Analisis Hasil Pengawasan Impor dan  
Ekspor NPP yang Diselesaikan Tepat  
Waktu (Dokumen)  
11316  
3000  
6
12353  
3128  
6
109,16%  
104,27%  
243.178.000  
340.928.000  
105.108.765  
139.670.112  
43,22  
40,97  
28,14  
4123 QIA  
Pengawasan dan Pengendalian  
Produk  
4123.QIA.001 Label Produk  
Tembakau dan/atau Rokok  
Elektronik yang memenuhi  
ketentuan (Label)  
4123 QIA  
Pengawasan dan Pengendalian  
Produk  
4123.QIA.002 Laporan tindak lanjut  
regulatori terkait keamanan obat  
beredar yang dikomunikasikan  
(Laporan)  
100,00% 1.012.893.000  
285.059.151  
3
DR. 4125  
2.064.781.000 990.593.434  
314.196.000 59.071.534  
47,98  
Pengawasan Produksi Obat NPP  
4125 BAH Pelayanan Publik Lainnya  
4125 BAH 001 Keputusan Hasil  
Pengawalan Pemenuhan  
Persyaratan  
17  
5
6
0
35,29%  
0,00%  
18,80  
Fasilitas Produksi Obat yang  
Diterbitkan  
4125 BAH Pelayanan Publik Lainnya  
4125 BAH 002 Jumlah UPT Baru  
yang mandiri dalam inspeksi CPOB  
untuk Pemenuhan Standar PIC/s  
dan WHO  
0
0
0,00  
71  
Triwulan II  
Pagu  
Volume  
Anggaran (Rp)  
Realisasi  
No  
Program/ Kegiatan/ Output  
Target Realisasi Capaian  
Capaian  
4125 QAH Pelayanan Publik Lainnya  
4125 QAH 001 Keputusan Penilaian  
Fasilitas produksi BBO, obat, dan  
produk biologi, dan sarana khusus  
yang diselesaikan tepat waktu  
4125 QIC Pengawasan dan  
Pengendalian Lembaga  
4125 QIC 001 Fasilitas produksi  
produk JKN dan produk high risk  
lainnya serta bahan baku obat yang  
diawasi sesuai standar  
DR. 4127  
84  
42  
50,00%  
1.118.284.000  
644.590.458  
57,64  
150  
63  
42,00%  
632.301.000  
286.931.442  
45,38  
4
2.915.945.000 1.413.834.065 48,49  
Registrasi Obat  
4127 ACA  
Perizinan Produk  
Pengawalan obat pengembangan  
baru yang sesuai standar  
4127 BAH  
3
0
0,00%  
0,00%  
0
0
0,00  
3
0
100.000.000  
0
0,00  
Pelayanan Publik Lainnya  
4127.PCA  
7500  
9476  
126,35% 2.815.945.000 1.413.834.065 50,21  
Perizinan Produk  
Keputusan Registrasi Obat yang  
Diselesaikan Sesuai Ketentuan  
DR.4131  
5
Standarisasi Obat, Narkotika,  
Psikotropika, Prekursor, dan Zat  
Adiktif  
4131 ABG  
Kebijakan Bidang Kesehatan  
2.862.654.000 812.578.488  
28,39  
29,11  
24,11  
50  
8
25  
0
50,00%  
0,00%  
232,800,000  
67.762.808  
4131 AFA  
Norma, Standard, Prosedur dan  
Kriteria  
1,209,854,000  
291.735.682  
4131 CAB  
Sarana Bidang Kesehatan  
3
0
0,00%  
9,000,000  
0
0,00  
4131.CAN  
Sarana Bidang Teknologi Informasi  
dan Komunikasi  
55  
27  
49,00%  
1.411.000.000  
453.080.000  
32,11  
Total Anggaran  
13.972.494.000 5.601.363.156 40,08  
72  
3.4.1 Realisasi Anggaran Per Sasaran Strategis/Kegiatan  
Berikut ini merupakan realisasi anggaran per sasaran program:  
Tabel 3.17 Perbandingan Realisasi Anggaran dan Sasaran Program Tahun 2025 Periode  
hingga TW 2  
TW 2/ 2025  
No  
Sasaran Program  
Capaian  
%
Pagu  
Ralisasi  
01 - Meningkatnya efektivitas pengawasan  
di bidang Sediaan Farmasi dan Pangan  
Olahan  
1
3.823.596.000  
1.498.491.304  
39,19  
0
05 Meningkatnya Kesadaran Masyarakat  
atas Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan  
yang Aman dan Bermutu  
2
3
86.800.000  
0
06 Meningkatnya efektivitas regulatory  
assistance dan kemandirian industri dalam  
pengembangan Sediaan Farmasi dan  
Pangan Olahan  
314.196.000  
59.071.534  
18,80  
46,37  
2.355.495.000  
1.092.311.341  
4
5
09 Layanan Publik BPOM yang Prima  
10 Terwujudnya Tata Kelola pemerintah  
Unit Organisasi yang optimal  
924.962.200  
471.844.426,70  
51,01  
Total  
13.972.494.000  
5.601.363.156  
40,08  
73  
3.4.2 Efisiensi dan Efektivitas Atas Penggunaan Sumber Daya dalam Mencapai Kinerja  
Per Sasaran  
Pengukuran efisiensi dari kinerja diukur dengan menghitung kemampuan suatu kegiatan untuk  
menggunakan input yang lebih sedikit namun menghasilkan output yang sama atau lebih besar  
atau dengan kata lain bahwa persentase capaian output sama atau lebih tinggi dari capaian  
input.  
Efisiensi diukur dengan membandingkan indeks efisiensi (IE) terhadap standar efisiensi (SE).  
Apabila IE>= SE maka kegiatan dianggap efisien. apabila: IE<= SE maka dianggap tidak efisien.  
Tabel 3.18 Perhitungan Efisiensi Kinerja Deputi Bidang Pengawasan Obat NPPZA TW 2 Tahun  
2025  
Output  
R
Input (anggaran)  
R
Capaian  
Ketegori  
No  
Indikator  
IE  
TE  
Kategori  
T
%
T
%
TE  
1
01 - Persentase Obat  
yang aman dan  
bermutu  
90  
96,96 107,73 3.823.596.000 1.498.491.304 39,19 2,75 1,75  
81,36 105,66 632.301.000 286.931.442 45,38 2,33 1,33  
78 %  
Tidak  
Efisien  
2
3
4
04 - Persentase sarana 77  
produksi obat yang  
84 %  
75 %  
88 %  
Tidak  
Efisien  
memenuhi ketentuan  
05 - Persentase fasilitas 78,5 66,47 84,68 720.249.000 268.828.094 37,32 2,27 1,80  
Tidak  
Efisien  
distribusi obat yang  
memenuhi ketentuan  
06 - Persentase Iklan  
Obat yang Memenuhi  
Ketentuan  
79  
93,5 118,35 27.479.000  
17.060.000  
62,08 1,91 0,91  
Efisien  
74  
5
07 - Persentase Label  
Produk Tembakau  
dan/atau Rokok  
75  
79 105,33 264.278.000  
69.063.112 26,13  
4,03 3,03 75 %  
Tidak  
Efisien  
Elektronik yang  
Memenuhi Ketentuan  
6
01 - Persentase  
75  
67,92 90,56 314.196.000  
59.071.534 18,80  
4,82 3,82 75 %  
Tidak  
Efisien  
pengawalan hilirisasi  
Obat Pengembangan  
Baru yang dikawal  
sesuai standar  
(Ket: T: Target; R: realisasi; C: Capaian)  
Langkah-langkah pelaksanaan anggaran untuk perbaikan ke depan, yaitu:  
1. Melakukan Peningkatan Kualitas Perencanaan dan Penganggaran:  
a. Memperbaiki Rencana Penarikan Dana dengan menyelaraskan pelaksanaan kegiatan  
pada TW 3 dan TW 4.  
b. Mengupayakan agar tidak banyak melakukan revisi dengan perencanaan kegiatan yang  
lebih baik untuk TW 3 dan TW 4.  
2. Melakukan Peningkatan Pelaksanaan Anggaran Belanja yang Berkualitas (Spending Better):  
a. Meningkatkan kualitas pencapaian output dengan menyelarasan pada realisasi  
anggaran per output.  
b. Melakukan Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Barang terutama dalam pengadaan  
belanja modal.  
3. Melakukan Peningkatan Akuntabilitas Proses Pelaksanaan Anggaran:  
a. Meningkatkan Akuntabilitas Tata Kelola Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban  
Anggaran.  
b. Meningkatkan monitoring dan evaluasi serta pengendalian internal.  
c. Meningkatkan Kualitas dan Validitas Capaian Output Serta Pelaporannya.  
75  
BAB IV  
PENUTUP  
Pada triwulan II tahun 2025, Hasil pengukuran capaian 6 indikator kinerja Deputi  
Bidang Pengawasan Obat NPPZA adalah sebagai berikut:  
1. Satu (1) indikator dengan kategori “TIDAK DAPAT DISIMPULKAN” (Capaian IKU  
>110%) yaitu “Persentase Iklan Obat yang Memenuhi Ketentuan.  
2. Tiga (3) indikator dengan kategori “SANGAT BAIK” (Capaian IKU 100% < x ≤ 110%)  
yaitu:  
a. Persentase Obat yang Aman dan Bermutu  
d. Persentase Sarana Produksi Obat yang Memenuhi Ketentuan  
e. Persentase Label Produk Tembakau dan/atau Rokok Elektronik yang Memenuhi  
Ketentuan  
3. Satu (1) indikator dengan kategori “BAIK” (90% < x ≤ 100%) yaitu “Persentase  
Pengawalan Hilirisasi Obat Pengembangan Baru yang Dikawal Sesuai Standar.  
4. Satu (1) indikator dengan kategori “CUKUP” (60% ≤ x < 90%) yaitu “Persentase  
Fasilitas Distribusi Obat yang Memenuhi Ketentuan.  
Dalam mendukung capaian kinerja TW II tahun 2025, Deputi Bidang Pengawasan Obat  
NPPZA memperoleh anggaran sebesar Rp13.972.494.000. Realisasi anggaran sampai  
dengan Triwulan II tahun 2025 sebesar Rp5.601.363.156 atau 40,08% dibandingkan  
pagu APBN termasuk Auto Adjustment dan penghematan sebesar Rp 36.386.367.000.  
76  
LAMPIRAN  
Lampiran 1. Perjanjian Kinerja Deputi Bidang Pengawasan Obat NPPZA  
77  
Lampiran 2. Dokumen Rencana Aksi Perjanjian Kinerja dan lampirannya  
78  
79  
Lampiran 3. - Matriks Evaluasi Unit Kerja di Lingkungan Kedeputian Bidang Pengawasan ONPPZA  
1. Matriks Evaluasi Kinerja Direktorat Standardisasi ONPPZA Triwulan 2 /Tahun 2025  
Proyeksi  
Ketercapaian Target  
akhir periode  
Renstra  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Capaian  
Permasalahan  
Rekomendasi  
(1)  
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
-
(9)  
-
Indeks Pelayanan Publik  
BPOM  
1
2
Indeks Pelayanan Publik di Bidang Obat  
4.60  
akhir tahun  
akhir tahun  
N/A  
01 - Meningkat nya efektivitas  
pengawasan dibidang Sediaan Angka Penilaian Mandiri Kualitas  
Farmasi dan Pangan Olahan  
0-1  
88.05  
92.38  
akhir tahun  
akhir tahun  
akhir tahun  
akhir tahun  
N/A  
N/A  
-
-
-
-
Kebijakan Pengawasan Obat  
Nilai Pembangunan ZI Direktorat  
Standardisasi Obat, NPPZA  
Untuk  
dipertahankan  
kualitas dan  
ketepatan  
waktu dalam  
penyusunan  
dokumen  
tidak ada  
kendala, target  
triwulan  
Persentase pemenuhan dokumen SAKIP  
Direktorat Standardisasi Obat, NPPZA  
100  
100  
55  
95  
55  
95  
N/A  
N/A  
10 -Terwujudnya Tata Kelola  
pemerintah Unit Organisasi  
yang optimal  
3
tercapai  
SAKIP  
Untuk kegiatan  
yang telah  
berlangsung  
perlu  
tidak ada  
kendala, target  
triwulan  
Tingkat efisiensi penggunaan anggaran  
Direktorat Standardisasi Obat, NPPZA  
tercapai  
diperhatikan  
80  
penyelesaian  
dokumen  
pertanggung  
jawabannya  
agar realisasi  
anggaran dan  
fisiknya selaras  
Indeks manajemen risiko Direktorat  
Direktorat Standardisasi Obat, NPPZA  
3.43  
akhir tahun  
akhir tahun  
N/A  
-
-
81  
2. Matriks Evaluasi Kinerja Direktorat Registrasi Obat Triwulan 2 /Tahun 2025  
Proyeksi  
Ketercapaian Target  
akhir periode  
Renstra  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Capaian  
Permasalahan  
Rekomendasi  
(1)  
(2)  
(3)  
(4)  
75  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
1
2
Obat yang memenuhi  
persyaratan keamanan dan  
mutu sebelum diedarkan  
Persentase keputusan registrasi obat  
yang diselesaikan sesuai ketentuan  
90,74  
120,98%  
N/A  
Percepatan  
registrasi untuk  
berkas carry  
over  
Monitoring dan  
evaluasi serta  
perhitungan  
trend jika  
menaikkan  
jumlah berkas  
selesai  
dibutuhkan  
revisi target  
indikator  
Persentase obat yang aman dan  
bermutu sebelum diedarkan  
75  
90,18  
120,24%  
N/A  
Percepatan  
registrasi untuk  
berkas carry  
over  
Monitoring dan  
evaluasi serta  
perhitungan  
trend jika  
menaikkan  
jumlah berkas  
selesai  
dibutuhkan  
revisi target  
indikator  
3
4
Meningkatnya kualitas  
pelayanan publik di bidang  
Registrasi Obat  
Indeks Pelayanan publik di Lingkup  
Direktorat Registrasi Obat  
4,7  
50  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
Meningkatnya regulatory  
assistance dalam  
pengembangan obat  
Persentase pengawalan hilirisasi obat  
pengembangan baru melalui registrasi  
yang dikawal sesuai standar  
41,67  
83,34%  
masih terdapat  
data yang  
melakukan  
asistensi dan  
konsultasi  
masih  
berproses di  
peneliti untuk  
lanjut dalam  
tahapan  
dengan peneliti  
dan tim ahli  
evaluasi  
82  
Proyeksi  
Ketercapaian Target  
akhir periode  
Renstra  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Capaian  
Permasalahan  
Rekomendasi  
(1)  
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
5
6
7
Terwujudnya Tata Kelola  
Pemerintah di lingkup  
Direktorat Registrasi Obat  
Nilai Pembangunan Zona Integritas  
Direktorat Registrasi Obat  
91,5  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
Persentase pemenuhan dokumen SAKIP  
Direktorat Registrasi Obat sesuai standar  
100  
100  
55  
75  
55%  
75%  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
Tingkat efisiensi penggunaan anggaran  
Direktorat Registrasi Obat  
terjadi gap  
antara realisasi realisasi kegiatan  
percepatan  
indikator  
dengan  
dan anggaran  
realisasi  
anggaran  
8
Indeks manajemen risiko Direktorat  
Registrasi Obat  
3
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
83  
3. Matriks Evaluasi Kinerja Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, NPP Triwulan 2 /Tahun 2025  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Sasaran  
Strategis  
No  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Capaian (%)  
Target  
akhir periode  
Renstra  
Permasalahan  
Rekomendasi  
(1)  
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
IKK.1  
Persentase keputusan  
hasil pengawasan  
fasilitas distribusi dan  
fasilitas penyerahan obat  
yang diselesaikan  
Penetapan tindak lanjut  
membutuhkan persetujuan dan  
pertimbangan oleh pimpinan  
sehingga waktu penyelesaian  
tindak lanjut melebihi timeline  
sesuai SOP  
N/A  
96  
94,52  
98,46  
-
sesuai standar  
Meningkatnya  
efektivitas  
N/A  
pengawasan  
distribusi dan  
pelayanan obat  
IKK.2  
Persentase keputusan  
hasil pengawasan di  
bidang distribusi dan  
penyerahan obat yang  
ditindaklanjuti oleh  
pelaku usaha  
84  
-
-
-
-
1
Hal tersebut dapat terjadi  
karena adanya efisiensi  
IKK.3  
1. Evaluasi dan feedback per  
Triwulan kepada UPT terhadap  
laporan hasil pemeriksaan yang  
disampaikan melalui SIPT  
2. Forum Koordinasi Saryanfar  
dengan UPT  
Persentase keputusan  
hasil pengawasan  
fasilitas distribusi dan  
penyerahan obat dan  
NPP oleh UPT sesuai  
ketentuan  
anggaran. Dalam penentuan  
tindak lanjut/sanksi belum  
sepenuhnya mengacu pada  
Pedoman Tindak Lanjut dan  
terdapat tindak lanjut yang tidak  
dapat dievaluasi karena masih  
berupa draft atau temuan  
N/A  
88  
89,16  
101,32  
84  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
akhir periode  
Renstra  
Sasaran  
Strategis  
No  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Capaian (%)  
Permasalahan  
Rekomendasi  
(1)  
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
pemeriksaan tidak dituliskan  
IKK.4  
Persentase kesesuaian  
UPT dalam  
melaksanakan rencana  
aksi pengendalian AMR  
N/A  
80  
30  
-
-
-
-
-
-
-
-
IKK.5  
Persentase rekomendasi  
hasil pengawasan  
distribusi obat yang  
ditindaklanjuti oleh  
lintas sektor  
N/A  
N/A  
N/A  
Capaian RO periode Januari s.d  
Juni 2025 sudah mencapai 90 %  
dari target tahunan dengan  
justifikasi revisi PP PNBP belum  
terbit, tahun 2024 dan 2025  
merupakan puncak resertifikasi  
CDOB dan banyak PBF  
Meningkatnya  
efektivitas  
pelayanan  
publik di bidang  
distribusi dan  
pelayanan obat  
IKK.6  
Mengusulkan revisi target RO TA  
2025 kepada Kepala Biro  
Perencanaan dan Keuangan  
dengan target RO baru yang  
diajukan adalah 960  
Persentase keputusan  
penilaian sarana  
distribusi obat yang  
diselesaikan tepat waktu  
96,5  
96,80  
100,31  
mengajukan resertifikasi lebih  
awal  
IKK.7  
Indeks Pelayanan Publik  
di Lingkup Direktorat  
Pengawasan Distribusi  
dan Pelayanan Obat,  
Narkotika, Psikotropika,  
2
4,7  
-
-
-
-
85  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
akhir periode  
Renstra  
Sasaran  
Strategis  
No  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Capaian (%)  
Permasalahan  
Rekomendasi  
(1)  
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
dan Prekursor  
IKK.8  
Nilai  
Pembangunan ZI  
di Direktorat  
Pengawasan  
Distribusi dan  
Pelayanan Obat,  
Narkotika,  
N/A  
93,37  
-
-
-
-
Psikotropika dan  
Prekursor  
Terwujudnya  
tatakelola  
Pemerintahan di  
Direktorat  
Pengawasan  
Distribusi dan  
Pelayanan Obat,  
Narkotika,  
Psikotropika dan  
Prekursor yang  
Optimal  
IKK.9  
Persentase pemenuhan  
dokumen SAKIP  
Direktorat Pengawasan  
Distribusi dan Pelayanan  
Obat, Narkotika,  
Psikotropika dan  
Prekursor  
N/A  
Dokumen SAKIP yang disampaikan  
sesuai Timeline  
55  
55  
100  
Tidak ada hambatan  
3
IKK.10  
tingkat efisiensi anggaran sampai  
dengan TW 2 sudah efektif,  
namun masih terdapat beberapa  
dokumen pertanggungjawaban  
yang sedang berproses di unit  
kerja dan sedang dimaksimalkan  
agar segera berproses ke KPPN  
Tingkat Efisiensi  
Penggunaan Anggaran di  
Direktorat Pengawasan  
Distribusi dan Pelayanan  
Obat,  
Narkotika, Psikotropika  
dan Prekursor  
pertanggungjawaban segera  
berproses ke KPPN  
N/A  
75  
95  
118,75  
86  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
akhir periode  
Renstra  
Sasaran  
Strategis  
No  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Capaian (%)  
Permasalahan  
Rekomendasi  
(1)  
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
IKK.11  
Indeks Manajemen  
Risiko Direktorat  
Pengawasan Distribusi  
dan Pelayanan Obat,  
Narkotika, Psikotropika  
dan Prekursor  
N/A  
3,6  
-
-
-
-
87  
4. Matriks Evaluasi Kinerja Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP Triwulan 2/Tahun 2025  
Proyeksi  
Ketercapaian  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Capaian  
Target  
akhir periode  
Renstra  
Permasalahan  
Rekomendasi  
(1)  
1
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
Meningkatnya  
Sampai dengan TW 2,  
dilakukan inspeksi rutin  
terhadap 59 sarana, dengan  
efektivitas pengawasan  
sarana produksi Obat  
berbasis risiko  
IKK 1. Persentase sarana  
produksi obat JKN, bahan baku  
obat, dan obat high risk lainnya  
yang mematuhi persyaratan  
CPOB  
Melaksanakan tindak lanjut  
hasil terdapat 48 sarana yang terhadap sarana yang belum  
78%  
81%  
104.31%  
N/A  
memenuhi ketentuan. Hal ini  
menunjukkan bahwa masih  
terdapat sarana yang tidak  
memenuhi ketentuan (TMK).  
memenuhi ketentuan CPOB untuk  
menjaga tren capaian yang baik.  
1. Melakukan monitoring  
terhadap pelaksanaan  
inspeksi mandiri UPT  
termasuk monitoring SLA  
penyusunan laporan inspeksi.  
Masih terdapat 1 UPT dengan 2. Melakukan pembinaan teknis  
IKK 2. Persentase keputusan  
hasil pengawasan sarana  
produksi Obat dan NPP oleh  
UPT sesuai ketentuan  
85%  
75%  
75.00%  
88.24%  
hasil laporan pengawasan  
"CUKUP".  
terhadap UPT yang masih  
memperoleh hasil  
N/A  
pengawasan kategori  
"CUKUP", termasuk evaluasi  
terhadap faktor-faktor yang  
mempengaruhi mutu  
pengawasan.  
IKK 3. Persentase Penilaian  
Hasil Pengawasan  
Kegiatan belum dapat  
Saat ini sedang dalam proses  
dilaksanakan karena anggaran pengusulan perubahan periode  
N/A  
N/A  
88  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Capaian  
Permasalahan  
Rekomendasi  
akhir periode  
Renstra  
masih dalam status blokir  
penuh.  
perhitungan target, dari  
sebelumnya triwulanan menjadi  
tahunan.  
Kemandirian UPT Baru  
1. Optimalisasi perencanaan  
kegiatan dan anggaran  
termasuk mengajukan buka  
blokir anggaran.  
2. Meningkatkan koordinasi  
internal dan eksternal (UPT)  
dalam pelaksanaan inspeksi  
CPOB.  
3. Melakukan monitoring dan  
evaluasi secara berkala.  
4. Mempertimbangkan alternatif  
pelaksanaan inspeksi seperti  
inspeksi hybrid (daring dan  
luring) apabila memungkinkan,  
guna mengoptimalkan  
IKK 4. Persentase Fasilitas  
produksi produk JKN dan  
produk high risk lainnya serta  
bahan baku yang diawasi  
sesuai standar  
Target belum tercapai karena  
terkendala anggaran untuk  
inspeksi on-site.  
82%  
34.43%  
76.51%  
N/A  
pelaksanaan dalam  
keterbatasan anggaran.  
1. Melanjutkan kegiatan  
pendampingan seperti  
asistensi regulatori onsite,  
desk prasertifikasi, dan  
melakukan inspeksi sertifikasi  
CPOB.  
2
IKK 5. Persentase tahapan  
pemenuhan fasilitas produksi  
kemampuan mendorong obat dan bahan baku obat  
Meningkatnya  
84%  
79.17%  
175.93%  
Tidak ada hambatan.  
N/A  
inovasi pengembangan  
obat  
pengembangan baru yang  
diterbitkan keputusan dalam  
rangka pengawasan  
2. Melakukan identifikasi dan  
monitoring terhadap tindak  
89  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Capaian  
Permasalahan  
Rekomendasi  
akhir periode  
Renstra  
lanjut pengawasan dan  
progres perbaikan sarana  
produksi.  
3
4
Meningkatnya  
maturitas sarana  
produksi Obat  
IKK 6. Persentase industri  
farmasi yang meningkat level  
maturitasnya  
52%  
86%  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
1. Meningkatkan komunikasi dan  
koordinasi internal dalam  
penyelesaian permohonan  
penilaian termasuk monitoring  
dan evaluasi.  
2. Meningkatkan efektivitas  
pelaksanaan desk prasertifikasi  
CPOB dan evaluasi pemenuhan  
CPOB obat impor.  
IKK 7. Persentase keputusan  
penilaian fasilitas produksi  
Bahan Baku Obat, obat, produk  
biologi, dan sarana khusus  
yang diselesaikan tepat waktu  
Sarana produksi yang  
mengajukan permohonan  
sertifikasi CPOB belum  
sepenuhnya memenuhi  
persyaratan.  
85.71%  
99.66%  
Meningkatnya efektivitas  
pelayanan publik di  
bidang pengawasan  
sarana produksi Obat  
IKK 8. Indeks Pelayanan Publik  
di Lingkup Direktorat  
Pengawasan Produksi Obat,  
Narkotika, Psikotropika, dan  
Prekursor  
4.7%  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
5
IKK 9. Nilai Pembangunan ZI  
Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat & NPP  
93.45%  
100%  
92.96  
100%  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
Terwujudnya  
tata kelola pemerintah  
Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat & NPP  
IKK 10. Tingkat efisiensi  
penggunaan anggaran  
Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat & NPP  
Walaupun tingkat efisiensi  
anggaran sudah efisien (100), Melaksanakan kegiatan sesuai  
tetapi masih ada beberapa  
kegiatan yang belum dapat  
119.05%  
renlak.  
90  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Capaian  
Permasalahan  
Rekomendasi  
akhir periode  
Renstra  
terlaksana dan memengaruhi  
realisasi IKK akibat efisiensi  
anggaran.  
Tidak ada hambatan.  
IKK 11. Persentase  
Pemenuhan dokumen SAKIP  
telah sesuai ketentuan dan  
telah disampaikan/diinput  
sesuai jadwal.  
Pemenuhan Dokumen SAKIP  
Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat & NPP  
Melengkapi dokumen SAKIP sesuai  
dengan timeline.  
100%  
3.52%  
55.00%  
100.00%  
N/A  
N/A  
N/A  
IKK 12. Indeks Manajemen  
Risiko Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat & NPP  
N/A  
N/A  
91  
5. Matriks Evaluasi Kinerja Direktorat Pengawasan Keamanan, Mutu dan Ekspor Impor Obat dan NAPPZA Triwulan 2 /Tahun 2025  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Capaian  
(%)  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
Permasalahan  
Rekomendasi  
akhir periode  
Renstra  
(1)  
1
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
Meningkatnya  
efektivitas  
pengawasan  
keamanan dan  
mutu obat beredar  
IKK 1. Persentase hasil  
pengawasan mutu ONPP  
yang diselesaikan sesuai  
dengan ketentuan  
70,00  
94,59  
135,14  
N/A  
Tidak ada hambatan  
-
IKK 2. Persentase hasil  
pengawasan keamanan,  
mutu, dan informasi  
Obat dan NAPPZA oleh  
UPT BPOM yang  
diselesaikan sesuai  
dengan ketentuan  
85,00  
65,30  
76,82  
N/A  
1. Pelaporan monitoring dan  
evaluasi pelaksanaan KIE yang  
dilakukan oleh UPT Badan POM  
tidak tepat waktu setiap  
bulannya. Persentase Capaian  
pada TW 2 masih rendah  
dikarenakan jumlah fasilitas  
pelayanan kesehatan yang telah  
melaporkan KTD/ESO ke BPOM  
tidak dapat dihitung segera  
setelah penyelenggaraan KIE,  
namun di monitor secara terus  
menerus secara kumulatif  
hingga akhir tahun  
1. Dilakukan pemantauan secara  
berkala oleh UPT Badan POM dan  
segera melaporkan hasil monitoring  
dan evaluasi pelaksanaan KIE kepada  
Direktorat Pengawasan KMEI  
ONAPPZA. Dilakukan reminder secara  
berkala kepada UPT Badan POM  
untuk melakukan pelaporan  
monitoring dan evaluasi pelaksanaan  
KIE  
2. Sehubungan dengan  
implementasi Efisiensi Belanja  
dalam pelaksanaan APBN 2025  
bahwa realisasi target  
2. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi  
implementasi pengawasan label  
produk tembakau oleh UPT BPOM  
dalam rangka pemantauan  
pengawasan produk tembakau  
92  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Capaian  
(%)  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
Permasalahan  
Rekomendasi  
akhir periode  
Renstra  
(1)  
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
oleh UPT BPOM seluruh  
Indonesia pada TW I 2025  
menyesuaikan dengan alokasi  
anggaran yang tersedia,  
sehingga terdapat perbedaan  
yang cukup signifikan dengan  
target yang telah disusun di  
awal tahun. Pada TW II 2025,  
dilakukan penerapan kembali  
target semula sebelum  
pemenuhan target yang telah  
disusun di awal tahun setelah  
diberlakukannya relaksasi blokir  
anggaran tahun 2025 di lingkungan  
UPT BPOM.  
berlakunya efisiensi belanja  
sehingga UPT BPOM masih  
berproses mengejar  
ketertinggalan jumlah target  
yang seharusnya.  
93  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Capaian  
(%)  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
Permasalahan  
Rekomendasi  
akhir periode  
Renstra  
(1)  
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
IKK 3. Persentase  
laporan pengawasan  
iklan dan penandaan  
obat NPP yang  
diselesaikan sesuai  
dengan ketentuan  
89,40  
84,29  
94,28%  
N/A  
1. Kendala pada aplikasi Pre  
Market - Post Market  
1. Percepatan tindak lanjut laporan  
hasil pengawasan iklan dan label  
ONPP dengan mekanisme jemput  
bola sehingga penerbitan  
keputusan sanksi administrasi  
dapat lebih cepat.  
Integration (PPI) sehingga  
perlu waktu dalam  
memverifikasi penandaan  
yang dilaporkan.  
2. Laporan hasil pengawasan  
label obat memerlukan  
pembahasan komprehensif  
bersama dengan unit kerja  
terkait maupun UPT pelapor  
untuk menghasilkan  
2. Komunikasi dan koordinasi secara  
lebih intensif bersama Direktorat  
Registrasi Obat dan Pusdatin  
terkait kendala aplikasi Pre Market -  
Post Market Integration.  
keputusan tindak lanjut yang  
sesuai dengan ketentuan.  
4
5
Meningkatnya  
kepatuhan industri  
tembakau dan rokok dan Rokok Elektronik  
elektronik dalam yang melaporkan  
pelaporan informasi informasi produk sesuai  
produk tembakau  
dan rokok elektronik  
IKK 4. Persentase pelaku  
usaha produk Tembakau  
57,00  
75,00  
diukur akhir tahun  
N/A  
N/A  
-
-
-
ketentuan  
Meningkatnya  
efektivitas  
IKK 5. Persentase Label  
Produk Tembakau  
79,55  
106,07%  
Tidak ada hambatan  
pengawasan produk dan/atau Rokok  
tembakau  
Elektronik yang  
memenuhi ketentuan  
94  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Capaian  
(%)  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
Permasalahan  
Rekomendasi  
akhir periode  
Renstra  
(1)  
6
(2)  
(3)  
(4)  
6
(5)  
6
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
Meningkatnya  
tindak lanjut  
regulatori terkait  
keamanan obat  
beredar yang  
IKK 6. Jumlah tindak  
lanjut regulatori terkait  
keamanan obat beredar  
yang dikomunikasikan  
100,00%  
N/A  
Tidak ada hambatan  
-
dikomunikasikan  
7
8
Meningkatnya  
kesadaran  
masyarakat  
terhadap obat aman disosialisasikan sesuai  
dan bermutu  
IKK 7. Persentase materi 100,00  
KIE di bidang obat yang  
disusun dan  
100,00  
94,96  
100,00%  
101,02%  
N/A  
N/A  
Tidak ada hambatan  
Tidak ada hambatan  
-
-
rencana aksi  
Meningkatnya  
efektifitas  
pelayanan publik di  
IKK 8. Persentase Surat  
Keterangan Impor Obat  
dan Bahan Obat serta  
94,00  
bidang pengawasan Analisis Hasil  
iklan obat dan  
ekspor impor Obat  
dan NPP  
Pengawasan Impor dan  
Ekspor Narkotika,  
Psikotropika, dan  
Prekursor yang  
Diselesaikan Tepat  
Waktu  
IKK 9. Persentase  
permohonan  
persetujuan iklan obat  
yang diselesaikan tepat  
waktu  
78,00  
4,70  
88,03  
112,86%  
N/A  
N/A  
Tidak ada hambatan  
-
-
10  
Meningkatnya  
IKK 10. Indeks  
diukur akhir tahun  
-
95  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Capaian  
(%)  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
Permasalahan  
Rekomendasi  
akhir periode  
Renstra  
(1)  
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
efektivitas  
Pelayanan Publik  
pelayanan publik di Direktorat Pengawasan  
bidang pengawasan Keamanan, Mutu dan  
KMEI ONPPZA  
Terwujudnya  
Ekspor Impor ONPPZA  
Tatakelola  
pemerintah di  
Direktorat  
11  
12  
IKK 11. Nilai  
Pembangunan ZI  
Direktorat Pengawasan  
Keamanan, Mutu dan  
Ekspor Impor ONPPZA  
93,80  
55,00  
diukur akhir tahun  
N/A  
N/A  
-
-
-
Pengawasan  
Keamanan, Mutu  
dan Ekspor Impor  
Obat, Narkotika,  
Psikotropika,  
Prekursor dan Zat  
Adiktif yang optimal  
IKK 12. Persentase  
pemenuhan dokumen  
SAKIP Direktorat  
Pengawasan Keamanan,  
Mutu dan Ekspor Impor  
ONPPZA  
55,00  
78,00  
100,00%  
97,50%  
Tidak ada hambatan  
13  
IKK 13. Tingkat Efisiensi  
Penggunaan Anggaran  
Direktorat Pengawasan  
Keamanan, Mutu dan  
Ekspor Impor ONPPZA  
80,00  
N/A  
1. Proses pengadaan barang  
kontraktual terkendala dalam  
pelaksanaan proses  
1. Akan dilaksanakan percepatan  
proses pembayaran kontraktual  
atas pengadaan barang berupa  
Alat Pengolah Data yang telah  
diterima pada bulan Juli 2025.  
pembelian melalui aplikasi  
INAPROC (LKPP) sehingga  
proses pengiriman dan  
realisasi pembayaran atas  
pengadaan barang baru  
dapat diselesaikan pada bulan  
Juli 2025.  
2. Dampak dari ada nya  
pelaksanaan blokir anggaran  
TA 2025, maka ada beberapa  
2. Akan dilakukan usulan revisi  
anggaran antar kegiatan  
pendukung pelaksanaan dan  
96  
No  
Sasaran Strategis  
Indikator  
Target  
Realisasi  
Capaian  
(%)  
Proyeksi  
Ketercapaian  
Target  
Permasalahan  
Rekomendasi  
akhir periode  
Renstra  
(1)  
(2)  
(3)  
(4)  
(5)  
(6)  
(7)  
(8)  
(9)  
kegiatan pendukung indikator  
kinerja utama yang belum  
dapat dilaksanakan.  
pencapaian indikator kinerja.  
14  
IKK 14. Indeks  
Manajemen Risiko  
3,83  
diukur akhir tahun  
N/A  
-
-
Direktorat Pengawasan  
Keamanan, Mutu dan  
Ekspor Impor ONPPZA  
97