- 40 -
produk tersebut telah disterilkan atau belum. Indikator seperti stiker
autoklaf, atau indikator iradiasi dapat digunakan, jika sesuai, untuk
menunjukkan apakah suatu batch (atau bahan sub-batch,
komponen, peralatan) telah melewati proses sterilisasi atau tidak.
Namun, indikator ini hanya menunjukkan bahwa proses sterilisasi
telah terjadi, tetapi tidak menunjukkan sterilitas produk atau
pencapaian tingkat jaminan sterilitas yang dipersyaratkan.
8.46 Catatan sterilisasi seharusnya tersedia untuk setiap proses
sterilisasi. Setiap siklus seharusnya memiliki pengidentifikasi unik.
Kesesuaiannya seharusnya dikaji dan disetujui sebagai bagian dari
prosedur sertifikasi/pelulusan batch.
8.47 Bila diperlukan, bahan, peralatan dan komponen seharusnya
disterilkan dengan metode yang divalidasi yang sesuai dengan bahan
tertentu. Perlindungan yang sesuai setelah sterilisasi seharusnya
disediakan untuk mencegah kontaminasi ulang. Jika barang yang
disterilkan tidak segera digunakan setelah disterilisasi, barang
tersebut seharusnya disimpan menggunakan kemasan yang disegel
dengan benar dan waktu penyimpanan maksimum seharusnya
ditetapkan. Jika dapat dijustifikasi, komponen yang telah dikemas
dengan beberapa lapisan kemasan steril tidak perlu disimpan di
ruang bersih, jika integritas dan konfigurasi kemasan steril
memungkinkan barang siap didisinfeksi selama transfer oleh
operator ke kelas A (misal dengan menggunakan beberapa penutup
steril yang dapat dilepas pada setiap transfer dari tingkat yang lebih
rendah ke tingkat yang lebih tinggi). Jika perlindungan dicapai
dengan kemasan kedap dan tersegel, proses pengemasan ini
seharusnya dilakukan sebelum sterilisasi.
8.48 Bila bahan, peralatan, komponen dan barang pendukung disterilkan
dalam kemasan tertutup dan kemudian dipindahkan ke kelas A, hal
ini seharusnya dilakukan dengan menggunakan metode tervalidasi
yang sesuai (misal penyangga udara atau pass-through hatch) dengan
disinfeksi pada bagian luar wadah yang tertutup. Penggunaan
teknologi rapid transfer port (RTP) juga seharusnya dipertimbangkan.
Metode ini seharusnya secara efektif dapat mengendalikan potensi
risiko kontaminasi di area kelas A dan B. Prosedur disinfeksi juga
seharusnya dapat terbukti efektif dalam mengurangi kontaminasi
pada kemasan ke tingkat yang dapat diterima untuk memasukkan
barang ke dalam area kelas B dan A.
8.49 Bila bahan, peralatan, komponen dan barang pendukung disterilisasi
dalam kemasan atau wadah tertutup, kemasan seharusnya
memenuhi syarat untuk meminimalkan risiko kontaminasi
partikulat, mikroba, endotoksin/pirogen atau bahan kimia, dan
kompatibel dengan metode sterilisasi yang dipilih. Proses penyegelan
kemasan
seharusnya
divalidasi.
Validasi
seharusnya
mempertimbangkan integritas sterile protective barrier system, waktu
tunggu maksimum sebelum sterilisasi dan masa simpan maksimum
yang ditetapkan untuk barang yang disterilkan. Integritas sterile
protective barrier system untuk setiap barang yang disterilkan
seharusnya diperiksa sebelum digunakan.
8.50 Untuk bahan, peralatan, komponen dan barang pendukung yang
bukan merupakan bagian kontak langsung atau tidak langsung