BERITA ACARA EVALUASI INTERNAL  
TRIWULAN II TAHUN 2026  
Pada hari Jumat, tanggal 10 Juli 2026, yang bertanda tangan di bawah ini:  
Nama  
NIP  
: Dr. Shanti Marlina, S.Si, Apt., M.Sc  
: 198003252006042004  
Jabatan  
: Plt. Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan  
Prekursor  
Nama  
NIP  
: Muhammad Husni Mubarak, S.Farm., Apt.  
: 19811129 200501 1 001  
Jabatan : Ketua Tim Penguatan Akuntabilitas, Manajemen Kinerja, dan Dukungan  
Manajemen  
Telah melaksanakan Evaluasi Internal terhadap realisasi anggaran dan capaian kinerja Direktorat  
Pengawasan Produksi ONPP Triwulan II Tahun 2026, dengan hasil sebagai berikut:  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
I.  
Capaian Output Kegiatan dan Realisasi Anggaran s/d Triwulan II Tahun 2026  
Program: Pengawasan Obat dan Makanan  
Kegiatan: Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
Tabel 1. Alokasi dan capaian program dan kegiatan beserta identifikasi kendala/hambatan atas pencapaian target Ditwasprod ONPP periode TW II  
2026  
Volume  
Anggaran (dalam ribu)  
Realisasi s/d  
Program/  
Kegiatan/ Output  
No  
Realisasi s/d  
Capaian (%)  
Capaian (%)  
Kendala/Hambatan  
Tar  
get  
Pagu  
Efektif  
B04  
B05  
B06  
B04  
N/A  
B05  
B06  
B04  
B05  
3,245  
B06  
B04  
B05  
B06  
2
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
121,000  
N/A  
27,340  
0
2.68  
22.60  
1. Jumlah UPT Baru  
yang mandiri  
Proses penilaian terhadap  
pelaksanaan On the Job Training  
(OJT) di beberapa UPT masih  
berlangsung, sehingga penetapan  
status kemandirian UPT belum dapat  
dilakukan pada TW II.  
dalam inspeksi  
CPOB untuk  
Pemenuhan  
Standar PIC/s dan  
WHO  
48  
21  
24  
26  
35  
40  
43.33  
541,390 261,243 277,660 343,367 48.25  
51.29  
63.42  
2. Keputusan  
Penilaian Fasilitas  
produksi BBO,  
obat, dan produk  
biologi, dan sarana  
khusus yang  
Capaian ketepatan waktu  
penyelesaian keputusan penilaian  
belum optimal disebabkan oleh  
peningkatan jumlah permohonan  
yang harus dievaluasi dalam periode  
yang sama, serta kompleksitas  
proses penilaian di beberapa sarana  
yang memerlukan pendalaman lebih  
lanjut dan koordinasi lintas unit.  
Selain itu, terdapat beberapa  
dokumen yang memerlukan  
perbaikan dari pihak pemohon  
sehingga memengaruhi waktu  
penyelesaian.  
diselesaikan tepat  
waktu  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Volume  
Anggaran (dalam ribu)  
Realisasi s/d  
Program/  
Kegiatan/ Output  
No  
3
Realisasi s/d  
Capaian (%)  
Capaian (%)  
Kendala/Hambatan  
Tar  
get  
Pagu  
Efektif  
B04  
B05  
B06  
B04  
N/A  
B05  
B06  
N/A  
B04  
B05  
B06  
B04  
B05  
B06  
8
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
109,351  
12,222  
14,832  
64,595 11.18  
13.56  
59.07  
Jumlah Industri  
Farmasi yang  
meningkat level  
maturitasnya  
Keputusan Hasil  
Pengawalan  
Pemenuhan  
Persyaratan  
Fasilitas Produksi  
Obat yang  
Tidak ada kendala, perhitungan RO  
dilakukan akhir tahun  
13  
8
8
9
61.54 61.54 69.23  
1,153,82 141,953 206,374 331,798 12.30  
17.89  
28.76  
4
Sebagian fasilitas telah mencapai  
tahapan yang lebih tinggi dari  
tahapan sebelumnya, tetapi terdapat  
beberapa fasilitas yang tahapannya  
masih rendah dengan proses  
peningkatan yang cukup lama  
Diterbitkan  
59  
20  
26  
31  
33.90 44.07 52.54  
601,241 107,447 207,175 337,366 17.87  
34.46  
56.11  
5
Fasilitas produksi  
produk JKN dan  
produk high risk  
lainnya serta  
Tidak ada hambatan  
bahan baku obat  
yang diawasi  
sesuai standar  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
I.  
Evaluasi Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Output Triwulan II Tahun 2026  
1. Output 1: Jumlah UPT Baru yang mandiri dalam inspeksi CPOB untuk Pemenuhan Standar PIC/s dan WHO  
Pada Triwulan II Tahun 2026 telah terdapat realisasi kegiatan dan anggaran yang mendukung pencapaian output "Jumlah UPT Baru  
yang mandiri dalam inspeksi CPOB untuk Pemenuhan Standar PIC/S dan WHO". Kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain rapat  
koordinasi dan pembahasan teknis, serta On the Job Training (OJT) kepada Balai POM di Bogor dan Balai POM di Tangerang sebagai  
bagian dari proses peningkatan kompetensi dan kemandirian UPT. Adapun capaian output berupa UPT yang dinyatakan mandiri belum  
dapat direalisasikan pada Triwulan II karena masih memerlukan tahapan pendampingan, evaluasi kompetensi, dan pemenuhan  
persyaratan sesuai standar yang berlaku.  
Rencana tindak lanjut: Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap hasil OJT guna memastikan seluruh tahapan penilaian dapat  
diselesaikan sesuai target waktu.  
2. Output 2: Keputusan Penilaian Fasilitas produksi BBO, obat, dan produk biologi, dan sarana khusus yang diselesaikan tepat  
waktu  
Terdapat penyesuaian target RO di Tahun 2026, dari semula 60 Keputusan menjadi 48 keputusan sesuai dengan ketersediaan  
anggaran  
Pada periode TW II ini, keputusan penilaian fasilitas dimaksud mencakup permohonan sertifikasi CPOB baru, perubahan fasilitas, dan  
lain-lain.  
Realisasi pada output ini merupakan kegiatan yang dilakukan berdasarkan trip inspeksi on-site  
Rencana tindak lanjut:  
a. Optimalisasi proses evaluasi dengan pembuatan form assessment untuk menilai kesiapan sertifikasi Industri Farmasi  
b. Pengumpulan pengajuan yang dapat diterbitkan SPB sebanyak 10 buah  
Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:  
a. Komitmen seluruh Inspektur dan SDM yang terlibat  
b. Pelaksanaan desk prasertifikasi CPOB  
c. Tersedianya sistem/aplikasi berbasis elektronik termasuk tanda tangan elektronik (TTE)  
d. Layanan konsultasi dan asistensi  
e. Koordinasi dengan pelaku usaha yang semakin efektif  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
3. Output 3: Jumlah Industri Farmasi yang meningkat level maturitasnya  
Terdapat penyesuaian target RO pada tahun 2026 sesuai dengan ketersediaan anggaran, dari semula 15 menjadi 8 industri farmasi.  
Belum ada realisasi pada output Jumlah Industri Farmasi yang meningkat level maturitasnya hingga Triwulan II Tahun 2026, namun  
kegiatan yang menunjang ketercapaian output sudah mulai dilaksanakan, seperti verifikasi on-site.  
Rencana tindak lanjut yang dilakukan pada periode berikutnya adalah melaksanakan proses pendampingan dan evaluasi maturitas  
industri farmasi sesuai renlak.  
4. Output 4: Keputusan Hasil Pengawalan Pemenuhan Persyaratan Fasilitas Produksi Obat yang Diterbitkan  
Terdapat penyesuaian target RO pada tahun 2026 sesuai dengan ketersediaan anggaran, dari semula 18 menjadi 13 keputusan.  
Sampai dengan TW II 2026, terdapat 9 keputusan yang merupakan keputusan terhadap fasilitas produksi produk biologi dan bahan  
aktif obat. Dari keputusan tersebut, terdapat 1 penerbitan sertifikat CPOB, 6 desk prasertifikasi CPOB, 2 trip inspeksi dalam rangka  
Sertifikasi CPOB  
Rencana tindak lanjut:  
a. Melakukan kegiatan pendampingan seperti asistensi regulatori onsite, desk prasertifikasi, dan melakukan inspeksi sertifikasi CPOB.  
Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:  
a. Komitmen seluruh SDM yang terlibat  
b. Tersedianya layanan konsultasi dan asistensi melalui e-atensi CPOB  
c. Tersedianya regulasi dan standar terkait CPOB  
5. Output 5: Fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku obat yang diawasi sesuai standar  
Terdapat penyesuaian target RO pada tahun 2026 dari semula 78 menjadi 59 fasilitas.  
Cakupan fasilitas produk high risk yang diawasi mencakup tidak hanya produk biologi dan fasilitas steril, tetapi juga fasilitas yang  
dalam waktu tertentu tidak pernah diperiksa sesuai siklus inspeksi dan berdasarkan hasil perencanaan inspeksi menjadi target prioritas  
inspeksi tahun 2026.  
Realisasi pada output ini merupakan kegiatan yang dilakukan berdasarkan trip inspeksi on-site  
Rencana tindak lanjut:  
a. Meningkatkan koordinasi internal dan eksternal (UPT) dalam pelaksanaan inspeksi CPOB.  
b. Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala  
Faktor penunjang dalam pencapaian kinerja antara lain:  
a. Komitmen seluruh Inspektur dan SDM yang terlibat  
b. Tersedianya sistem perencanaan inspeksi yang baik  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
II. Capaian Rencana Aksi Perjanjian Kinerja dan Realisasi Anggaran pada Triwulan II 2026  
Tabel 2. Capaian rencana aksi perjanjian kinerja dan realisasi anggaran per bulan dalam triwulan bersangkutan, dengan perbandingan dengan  
target tahunan dan target jangka menengah Ditwasprod ONPP periode TW II 2026  
KINERJA (KUMULATIF)  
Anggaran (Rp dalam Ribuan)  
Target  
Realisasi  
Capaian  
Realisasi  
Capaian  
Indikator  
Kinerja  
Kegiatan  
Sasaran  
Kegiatan  
No.  
TW II  
thd  
Target  
akhir  
Periode  
Akhir  
Renstra  
(2029)  
TW II  
thd  
Target  
B12  
Pagu  
B04 B05 B06 B12  
B04 B05 B06 B04 B05 B06  
B04  
B05  
B06  
B04 B05 B06  
Renstra  
79%  
79%  
85%  
64.63  
%
81.82 81.82 76.04  
70,505  
324  
16,185  
28,758 0.46% 22.96 40.79  
1
Meningkatny Persentase  
%
%
%
%
%
a
sarana produksi  
obat JKN,  
efektivitas  
pengawasan bahan baku  
sarana obat, dan obat  
produksi Obat high risk  
berbasis risiko lainnya yang  
mematuhi  
persyaratan  
CPOB  
86%  
86% 100%  
100.0  
0%  
116. 116.  
28% 28%  
100  
%
55,129  
38,558  
38,558  
38,558 69.94 69.94 69.94  
2
3
Persentase  
%
%
%
keputusan hasil  
pengawasan  
sarana produksi  
Obat dan NPP  
oleh UPT sesuai  
ketentuan  
83%  
83% 100%  
86.62  
%
104. 104.  
36% 36% 62%  
86.  
142,837  
1,036  
14,193  
38,288 0.73% 9.94% 26.81  
%
Persentase  
Penilaian Hasil  
Pengawasan  
Kemandirian  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
KINERJA (KUMULATIF)  
Realisasi  
Anggaran (Rp dalam Ribuan)  
Realisasi  
Target  
Capaian  
Capaian  
Indikator  
Kinerja  
Kegiatan  
Sasaran  
Kegiatan  
No.  
TW II  
thd  
Target  
akhir  
Periode  
Akhir  
Renstra  
(2029)  
TW II  
thd  
Target  
B12  
Pagu  
B04 B05 B06 B12  
B04 B05 B06 B04 B05 B06  
B04  
B05  
B06  
B04 B05 B06  
Renstra  
UPT Baru  
20% 25%  
35%  
83%  
86% 33.73 49.21 59.13 168. 196. 168. 71.24 68.75  
65% 83% 93%  
453,770  
67,529  
141,484  
259,101 14.88 31.18 57.10  
4
Persentase  
Fasilitas  
%
%
%
%
%
%
%
%
produksi  
produk JKN dan  
produk high  
risk lainnya  
serta bahan  
baku yang  
diawasi sesuai  
standar  
50% 55%  
60%  
88%  
94% 62.50 62.50 65.91 125  
113. 109. 74.90 70.12  
64% 85%  
1,153,829  
141,953  
206,374  
331,798 12.30 17.89 28.76  
5
Meningkatny Persentase  
tahapan  
kemampuan pemenuhan  
%
%
%
%
%
%
%
%
%
a
mendorong  
inovasi  
fasilitas  
produksi obat  
pengembanga dan bahan baku  
n obat  
obat  
pengembangan  
baru yang  
diterbitkan  
keputusan  
dalam rangka  
pengawasan  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
KINERJA (KUMULATIF)  
Realisasi  
Anggaran (Rp dalam Ribuan)  
Realisasi  
Target  
Capaian  
Capaian  
Indikator  
Kinerja  
Kegiatan  
Sasaran  
Kegiatan  
No.  
TW II  
thd  
Target  
akhir  
Periode  
Akhir  
Renstra  
(2029)  
TW II  
thd  
Target  
B12  
Pagu  
B04 B05 B06 B12  
B04 B05 B06 B04 B05 B06  
B04  
B05  
B06  
B04 B05 B06  
Renstra  
N/A N/A  
N/A  
N/A  
80%  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
109,351  
12,222  
14,832  
64,595 11.18 13.56 59.07  
6
Meningkatny Persentase  
%
%
%
a kualitas  
evaluasi  
industri  
industri farmasi  
yang dievaluasi  
sesuai  
farmasi dalam ketentuan  
rangka dalam rangka  
peningkatan peningkatan  
level  
level maturitas  
maturitas  
87% 87%  
87%  
87%  
90% 72.80  
%
75  
%
75.71 83.68 86.21 87.02 87.02 84.12  
432,441  
223,308  
234,612  
292,112 51.64 54.25 67.55  
7
Meningkatny Persentase  
%
%
%
%
%
%
%
%
%
a efektivitas  
pelayanan  
publik di  
keputusan  
penilaian  
fasilitas  
bidang  
produksi Bahan  
pengawasan Baku Obat,  
sarana obat, produk  
produksi Obat biologi, dan  
sarana khusus  
yang  
diselesaikan  
tepat waktu  
N/A N/A  
N/A  
4.79  
4,90  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
23,500  
0
2,617  
3,958 N/A 11.14 16.84  
8
Indeks  
%
%
Pelayanan  
Publik di  
Lingkup  
Direktorat  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
KINERJA (KUMULATIF)  
Realisasi  
Anggaran (Rp dalam Ribuan)  
Realisasi  
Target  
Capaian  
Capaian  
Indikator  
Kinerja  
Kegiatan  
Sasaran  
Kegiatan  
No.  
TW II  
thd  
Target  
akhir  
Periode  
Akhir  
Renstra  
(2029)  
TW II  
thd  
Target  
B12  
Pagu  
B04 B05 B06 B12  
B04 B05 B06 B04 B05 B06  
B04  
B05  
B06  
B04 B05 B06  
Renstra  
Pengawasan  
Produksi Obat,  
Narkotika,  
Psikotropika,  
dan Prekursor  
N/A N/A  
N/A 93,53 93.77 N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
466,397  
244,904  
252,215  
274,664 52.51 54.08 58.89  
9
Terwujudnya Nilai  
%
%
%
tatakelola  
pemerintah  
Direktorat  
Pembangunan  
ZI Direktorat  
Pengawasan  
Pengawasan Produksi Obat  
Produksi Obat & NPP  
& NPP  
78% 78%  
84% 100% 100  
84% 95% 95% 107. 121. 113.  
69% 79% 01%  
95  
%
95  
%
6,870,000  
N/A  
N/A  
N/A N/A  
N/A  
N/A  
10  
Tingkat efisiensi  
penggunaan  
anggaran  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat  
& NPP  
55% 55%  
55% 100% 100  
55% 55% 55% 100% 100% 100% 55% 55%  
9,160,000  
2,444  
3,193  
4,382 35.58 46.48 63.79  
11  
Persentase  
Pemenuhan  
Dokumen SAKIP  
Direktorat  
%
%
%
Pengawasan  
Produksi Obat  
& NPP  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
KINERJA (KUMULATIF)  
Realisasi  
Anggaran (Rp dalam Ribuan)  
Realisasi  
Target  
Capaian  
Capaian  
Indikator  
Kinerja  
Kegiatan  
Sasaran  
Kegiatan  
No.  
TW II  
thd  
Target  
akhir  
Periode  
Akhir  
Renstra  
(2029)  
TW II  
thd  
Target  
B12  
Pagu  
B04 B05 B06 B12  
B04 B05 B06 B04 B05 B06  
B04  
B05  
B06  
B04 B05 B06  
Renstra  
N/A N/A  
N/A  
3.57  
3.72  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
3,984,000  
3,259  
4,257  
5,843 35.58 46.48 63.79  
12  
Indeks  
Manajemen  
Risiko  
%
%
%
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat  
& NPP  
Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 676 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sistem  
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Lingkungan Badan Pengawas Obat Dan Makanan, capaian indikator kinerja dinyatakan dalam  
kategori sebagai berikut:  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Mengacu pada kriteria tersebut, maka capaian IKK Ditwasprod ONPP pada TW II Tahun 2026 dapat dikategorikan sebagaimana rincian  
berikut:  
a. 3 (tiga) IKK dengan kriteria “Sangat Baik” (100% < x ≤ 110%), yaitu  
i.  
ii.  
IKK 3: Persentase Penilaian Hasil Pengawasan Kemandirian UPT Baru (104,36%)  
IKK 5: Persentase tahapan pemenuhan fasilitas produksi obat dan bahan baku obat pengembangan baru yang diterbitkan keputusan  
dalam rangka pengawasan (109,85%)  
iii.  
IKK 11: Persentase Pemenuhan Dokumen SAKIP Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP (100%).  
b. 2 (dua) IKK dengan kriteria “Cukup” (60% ≤ x ≤ 90%)  
i.  
IKK 1: Persentase sarana produksi obat JKN, bahan baku obat, dan obat high risk lainnya yang mematuhi persyaratan CPOB  
(81,82%)  
ii.  
IKK 7: Persentase keputusan penilaian fasilitas produksi Bahan Baku Obat, obat, produk biologi, dan sarana khusus yang  
diselesaikan tepat waktu (87,02%).  
c. 3 (tiga) IKK dengan kriteria “Tidak Dapat Disimpulkan”  
i.  
ii.  
IKK 2: Persentase keputusan hasil pengawasan sarana produksi Obat dan NPP oleh UPT sesuai ketentuan (116,28%)  
IKK 4: Persentase Fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku yang diawasi sesuai standar  
(168,93%)  
iii.  
IKK 5: IKK 10: Tingkat efisensi penggunaan anggaran Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP (113,01%)  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
III. Rekomendasi Perbaikan Kinerja Triwulan II Tahun 2026  
Tabel 3. Matriks Rekomendasi Triwulan II 2026  
Apakah  
sudah  
dikelola  
sebagai  
Risiko?  
(Ya/Tidak)  
Ya  
Kode  
Risiko  
No.  
Indikator  
Kendala/Permasalahan  
Rekomendasi  
Rencana Tindak Lanjut Timeline  
Peristiwa Risiko  
1
Persentase sarana  
produksi obat JKN,  
bahan baku obat, dan  
obat high risk lainnya  
yang mematuhi  
Masih terdapat  
sarana produksi yang  
hasil inspeksinya  
dinyatakan Tidak  
Memenuhi  
Melakukan  
komunikasi,  
dan/atau  
memberikan  
sosialisasi kepada  
pelaku usaha untuk  
meningkatkan  
pengetahuan  
tentang CPOB dan  
meningkatkan  
kepatuhan terhadap  
CPOB  
Peningkatan sanksi TW III - IV  
ditemukan di fasilitas 2026  
UPD, sehingga  
S-02 Pemenuhan CPOB Sarana Produksi  
Obat JKN termasuk obat program  
(misal Obat untuk Tuberculosis),  
Bahan Baku Obat dan Obat High Risk  
lainnya belum sesuai dengan  
ketentuan.  
dilaksanakan Forum  
Komunikasi  
Penyiapan Plasma  
untuk Fraksionasi  
persyaratan CPOB  
Ketentuan (TMK).  
Hasil TMK tersebut  
umumnya  
disebabkan oleh  
temuan  
Tahun 2026.  
ketidaksesuaian  
terhadap  
persyaratan CPOB  
yang memerlukan  
tindak lanjut  
perbaikan oleh  
sarana, baik yang  
bersifat administratif  
maupun teknis.  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Apakah  
sudah  
dikelola  
sebagai  
Risiko?  
(Ya/Tidak)  
Ya  
Kode  
Risiko  
No.  
Indikator  
Kendala/Permasalahan  
Rekomendasi  
Rencana Tindak Lanjut Timeline  
Peristiwa Risiko  
2
Persentase keputusan  
hasil pengawasan sarana  
produksi Obat dan NPP  
oleh UPT sesuai  
Pada Triwulan III  
masih terdapat  
laporan hasil  
Melakukan  
koordinasi dengan  
UPT  
Melakukan  
TW III - IV  
2026  
S-07 Tindak lanjut hasil pengawasan  
sarana produksi oleh UPT (Inspeksi  
Mandiri) tidak sesuai pedoman atau  
sistem mutu yang ditetapkan  
monitoring terhadap  
pelaksanaan inspeksi  
mandiri UPT dan  
penyampaian  
pengawasan dari  
UPT yang akan  
ketentuan  
dinilai, sehingga  
diperlukan upaya  
untuk menjaga  
konsistensi mutu  
pelaksanaan inspeksi  
dan ketepatan waktu  
penyampaian  
laporan hasil  
S-03 Tindakan Pencegahan dan  
Perbaikan/Corrective and Preventive  
Action (TPP/CAPA) yang  
pengawasan sesuai  
dengan timeline  
yang ditetapkan.  
Melakukan penilaian  
terhadap laporan  
hasil pengawasan  
UPT secara tepat  
waktu sesuai  
disampaikan oleh sarana produksi  
obat, narkotika, psikotropika, dan  
prekursor tidak sesuai ketentuan  
laporan oleh UPT.  
ketentuan.  
3
Persentase Penilaian  
Hasil Pengawasan  
Tidak ada hambatan Melaksanakan  
Melanjutkan  
pelaksanaan OJT dan  
penilaian  
TW III - IV  
2026  
Tidak  
kegiatan OJT  
Kemandirian UPT Baru  
kemandirian bagi  
UPT baru sesuai  
dengan perencanaan  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Apakah  
sudah  
dikelola  
sebagai  
Risiko?  
(Ya/Tidak)  
Ya  
Kode  
Risiko  
No.  
Indikator  
Kendala/Permasalahan  
Rekomendasi  
Rencana Tindak Lanjut Timeline  
Peristiwa Risiko  
4
Persentase Fasilitas  
produksi produk JKN  
dan produk high risk  
lainnya serta bahan  
baku yang diawasi  
sesuai standar  
Capaian >120%  
menunjukkan bahwa  
target yang  
Melakukan  
penyesuaian target  
Melakukan  
TW III - IV  
2026  
S-02 Pemenuhan CPOB Sarana Produksi  
Obat JKN termasuk obat program  
(misal Obat untuk Tuberculosis),  
Bahan Baku Obat dan Obat High Risk  
lainnya belum sesuai dengan  
ketentuan  
penyesuaian target  
RAPK Triwulan III  
Tahun 2026 apabila  
diperlukan, dengan  
mempertimbangkan  
realisasi capaian dan  
proyeksi  
ditetapkan masih  
dapat disesuaikan  
agar lebih  
mencerminkan  
kapasitas  
pelaksanaan  
pelaksanaan  
kegiatan.  
kegiatan pada sisa  
periode tahun  
berjalan.  
5
Persentase tahapan  
pemenuhan fasilitas  
produksi obat dan  
bahan baku obat  
pengembangan baru  
yang diterbitkan  
Tidak terdapat  
hambatan yang  
signifikan dalam  
pelaksanaan  
kegiatan  
pendampingan dan  
pengawasan  
terhadap fasilitas  
produksi obat dan  
bahan baku obat  
pengembangan baru.  
Melanjutkan  
kegiatan  
Melanjutkan  
kegiatan  
TW III - IV  
2026  
Ya  
S-01 Sarana produksi obat inovasi (bahan  
aktif obat dan eksipien, produk  
biologi, radiofarmaka) belum  
mampu memenuhi persyaratan  
CPOB di fasilitasnya  
pendampingan  
melalui asistensi  
regulatori onsite,  
desk prasertifikasi,  
dan inspeksi  
sertifikasi CPOB  
sesuai dengan  
tahapan pemenuhan  
persyaratan fasilitas  
produksi obat dan  
bahan baku obat  
pendampingan  
melalui asistensi  
regulatori onsite,  
desk prasertifikasi,  
dan inspeksi  
sertifikasi CPOB  
sesuai dengan  
tahapan pemenuhan  
persyaratan fasilitas  
produksi obat dan  
bahan baku obat  
keputusan dalam rangka  
pengawasan  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Apakah  
sudah  
dikelola  
sebagai  
Risiko?  
Kode  
Risiko  
No.  
Indikator  
Kendala/Permasalahan  
Rekomendasi  
Rencana Tindak Lanjut Timeline  
Peristiwa Risiko  
(Ya/Tidak)  
pengembangan baru.  
pengembangan baru.  
6
7
Persentase industri  
farmasi yang dievaluasi  
sesuai ketentuan dalam  
rangka peningkatan  
level maturitas  
(diukur akhir tahun)  
Meningkatkan  
tingkat maturitas  
industri farmasi  
melalui penguatan  
evaluasi dan  
pendampingan  
sesuai ketentuan.  
Optimalisasi proses  
evaluasi  
Melaksanakan  
evaluasi industri  
farmasi sesuai  
ketentuan dan  
kriteria penilaian  
maturitas  
TW III - IV  
2026  
Ya  
Ya  
S-06 Kasus cemaran di obat/penurunan  
mutu obat yang diproduksi dan  
beredar  
Persentase keputusan  
penilaian fasilitas  
produksi Bahan Baku  
Obat, obat, produk  
biologi, dan sarana  
khusus yang  
Capaian ketepatan  
waktu penyelesaian  
keputusan penilaian  
belum optimal  
disebabkan oleh  
adanya peningkatan  
jumlah permohonan  
yang harus  
Optimalisasi proses TW III - IV  
O-19 Pendaftar / produsen obat impor  
tidak patuh dalam menyampaikan  
dokumen penilaian kembali  
evaluasi dengan  
pembuatan form  
assessment untuk  
menilai kesiapan  
sertifikasi Industri  
Farmasi  
2026  
pemenuhan persyaratan CPOB  
(pengawasan post market) sarana  
produksi obat impor  
diselesaikan tepat waktu  
O-20 Penetapan hasil penilaian  
pemenuhan CPOB fasilitas produksi  
obat impor tidak tepat  
Pengumpulan  
dievaluasi dalam  
periode yang sama.  
Selain itu, terdapat  
pengajuan yang  
dapat diterbitkan  
SPB sebanyak 10  
O-22 Pelaksanaan inspeksi sertifikasi tidak  
dapat dilaksanakan sesuai dengan  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Apakah  
sudah  
dikelola  
sebagai  
Risiko?  
Kode  
Risiko  
No.  
Indikator  
Kendala/Permasalahan  
Rekomendasi  
Rencana Tindak Lanjut Timeline  
Peristiwa Risiko  
(Ya/Tidak)  
beberapa dokumen  
yang memerlukan  
perbaikan dari pihak  
pemohon sehingga  
memengaruhi waktu  
penyelesaian.  
buah  
pengajuan yang masuk  
O-23 Penerbitan dan perpanjangan  
Sertifikat CPOB melewati timeline  
yang ditetapkan  
O-25 Rekomendasi penerbitan  
resertifikasi CPOB tidak konsisten  
R-01 Mutu produk sarana produksi yang  
dilakukan perpanjangan sertifikat  
CPOB (resertifikasi) tanpa inspeksi  
menjadi diragukan  
O-26 CAPA hasil inspeksi sertifikasi yang  
disampaikan tidak memenuhi  
ketentuan dan tidak sesuai dengan  
tindak lanjut yang disampaikan  
O-27 Proses evaluasi CAPA dan  
persetujuan hasil evaluasi CAPA  
memerlukan waktu yang lama  
O-28 Adanya sertifikat CPOB yang telah  
habis masa berlakunya namun  
sertifikat CPOB yang terbaru belum  
terbit  
O-29 Adanya permohonan evaluasi/  
persetujuan yang tidak masuk ke  
dalam jenis pelayanan publik BPOM  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Apakah  
sudah  
dikelola  
sebagai  
Risiko?  
Kode  
Risiko  
No.  
Indikator  
Kendala/Permasalahan  
Rekomendasi  
Rencana Tindak Lanjut Timeline  
Peristiwa Risiko  
(Ya/Tidak)  
namun Badan POM perlu melakukan  
review/ memberikan persetujuan  
8
Indeks Pelayanan Publik (diukur akhir tahun)  
di Lingkup Direktorat  
Pengawasan Produksi  
Obat, Narkotika,  
Psikotropika, dan  
Prekursor  
Meningkatkan  
kualitas pelayanan  
publik melalui  
penerapan layanan  
prima dan  
pengembangan  
inovasi pelayanan di  
lingkungan  
Melaksanakan  
standar pelayanan  
publik secara  
konsisten sesuai  
ketentuan  
Meningkatkan  
kualitas layanan  
melalui  
TW III - IV  
2026  
Ya  
S-08 Pelaksanaan pelayanan publik tidak  
memenuhi ekspektasi penerima  
layanan  
Ditwasprod ONPP.  
penyederhanaan  
proses dan  
peningkatan  
responsivitas  
Mengembangkan  
dan  
mengimplementasik  
an inovasi pelayanan  
publik (misalnya  
digitalisasi layanan  
atau optimalisasi  
sistem yang ada)  
Melakukan  
monitoring dan  
evaluasi terhadap  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Apakah  
sudah  
dikelola  
sebagai  
Risiko?  
Kode  
Risiko  
No.  
Indikator  
Kendala/Permasalahan  
Rekomendasi  
Rencana Tindak Lanjut Timeline  
Peristiwa Risiko  
(Ya/Tidak)  
kinerja pelayanan  
publik secara berkala  
Menindaklanjuti  
masukan/pengaduan  
masyarakat sebagai  
bahan perbaikan  
layanan  
9
Nilai Pembangunan ZI  
Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat & NPP  
(diukur akhir tahun)  
Meningkatkan  
kualitas  
pembangunan Zona  
Integritas melalui  
penguatan rencana  
aksi, dan  
Menyusun dan  
memperkuat  
rencana aksi  
pembangunan ZI  
pada setiap area  
perubahan  
TW III - IV  
2026  
Ya  
S-09 Pengisian LKE dan pemenuhan data  
dukung yang disampaikan tidak  
lengkap dan/atau tidak memenuhi  
ekspektasi Tim Penilai Unit (TPU)  
dan Tim Penilai Internal (TPI)  
F-01 Adanya potensi penggelapan aset  
negara dan korupsi-kolusi-  
pelaksanaan  
Melakukan  
monitoring dan  
evaluasi secara  
berkelanjutan.  
monitoring dan  
evaluasi pelaksanaan  
rencana aksi secara  
berkala  
nepotisme  
R-02 Pemberian gratifikasi dan adanya  
konflik kepentingan pada saat  
pelaksanaan kegiatan Ditwasprod  
ONPP  
Melakukan  
koordinasi dan  
pendampingan  
internal dalam  
pemenuhan  
R-03 Penerimaan/permintaan gratifikasi  
dan adanya konflik kepentingan  
pada saat pelaksanaan kegiatan  
Ditwasprod ONPP  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Apakah  
sudah  
dikelola  
sebagai  
Risiko?  
Kode  
Risiko  
No.  
Indikator  
Kendala/Permasalahan  
Rekomendasi  
Rencana Tindak Lanjut Timeline  
Peristiwa Risiko  
(Ya/Tidak)  
komponen ZI  
F-02 Terjadi korupsi-kolusi-nepotisme  
dan pemerasan/tekanan dari pihak  
luar dalam rangka pengawasan  
maupun pengadaan barang dan jasa  
R-04 Pelaporan pengaduan masyarakat,  
Whistle Blowing System, dan  
benturan kepentingan tidak  
dilaksanakan  
Menindaklanjuti  
hasil evaluasi sebagai  
perbaikan  
berkelanjutan  
10 Tingkat efisensi  
penggunaan anggaran  
Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat & NPP  
Tidak ada hambatan  
Meningkatkan  
Melaksanakan  
kegiatan sesuai  
dengan Renlak  
Tahun 2026  
Mengoptimalkan  
penjadwalan  
kegiatan agar  
penyerapan  
TW III - IV  
2026  
Ya  
S-10 Terhambatnya pelaksanaan kegiatan  
operasional Direktorat  
efisiensi penggunaan  
anggaran melalui  
perencanaan dan  
pelaksanaan  
kegiatan yang tepat  
sasaran sesuai  
R-06 Adanya upaya endorsement dari  
pelaku usahan atau penyedia  
jasa/barang  
U-01 Penyetoran pajak oleh  
bendaharawan dilakukan tidak tepat  
waktu (paling lambat tanggal 15  
bulan berikutnya setelah masa pajak  
berakhir)  
kebutuhan.  
anggaran lebih  
merata  
Melakukan  
U-02 Kesalahan penyajian data nilai  
pendapatan diterima dimuka dan  
nilai sisa kewajiban atas PNBP  
U-03 Realisasi anggaran tidak  
terinfomasikan secara berkala  
kepada Kepala Unit Kerja  
pengendalian dan  
monitoring realisasi  
anggaran secara  
berkala  
Menyesuaikan  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Apakah  
sudah  
dikelola  
sebagai  
Risiko?  
Kode  
Risiko  
No.  
Indikator  
Kendala/Permasalahan  
Rekomendasi  
Rencana Tindak Lanjut Timeline  
Peristiwa Risiko  
(Ya/Tidak)  
pelaksanaan  
kegiatan dengan  
prioritas dan  
ketersediaan  
anggaran  
Melakukan evaluasi  
efisiensi penggunaan  
anggaran sebagai  
dasar perbaikan  
Melengkapi  
dokumen SAKIP  
sesuai target Tahun  
2026  
Menyusun dan  
menyempurnakan  
dokumen SAKIP  
sesuai pedoman  
yang berlaku  
U-04 Alokasi penggunaan anggaran untuk  
kegiatan yang tidak berdampak  
langsung terhadap kinerja Direktorat  
U-05 Penggunaan CMS (Cash  
Management System) untuk  
pembayaran belanja barang belum  
optimal  
11 Persentase Pemenuhan  
Dokumen SAKIP  
Tidak terdapat  
Meningkatkan  
kualitas dan  
ketepatan waktu  
pemenuhan  
dokumen SAKIP  
sesuai ketentuan.  
TW III - IV  
2026  
Ya  
H-03 Adanya perubahan peraturan  
perundang-undangan/kebijakan  
(internal dan eksternal Direktorat,  
Badan POM maupun internasional)  
dan memengaruhi proses bisnis unit  
kerja  
hambatan yang  
signifikan dalam  
pelaksanaan  
kegiatan pemenuhan  
dokumen SAKIP.  
Seluruh proses  
Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat & NPP  
berjalan sesuai  
dengan perencanaan  
dan timeline yang  
telah ditetapkan.  
Melakukan  
koordinasi internal  
dalam pengumpulan  
data dan eviden  
dukung  
Melakukan reviu dan  
monitoring  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Apakah  
sudah  
dikelola  
sebagai  
Risiko?  
Kode  
Risiko  
No.  
Indikator  
Kendala/Permasalahan  
Rekomendasi  
Rencana Tindak Lanjut Timeline  
Peristiwa Risiko  
(Ya/Tidak)  
pemenuhan  
dokumen secara  
berkala  
Menindaklanjuti  
hasil evaluasi SAKIP  
sebagai perbaikan  
kualitas dokumen  
12 Indeks Manajemen  
Risiko Direktorat  
(diukur akhir tahun)  
Meningkatkan  
Mengidentifikasi dan TW III - IV  
Tidak  
kualitas penerapan  
manajemen risiko  
melalui penguatan  
identifikasi, analisis,  
dan pengendalian  
risiko secara  
memperbarui risiko  
dengan  
2026  
Pengawasan Produksi  
Obat & NPP  
mempertimbangkan  
isu eksternal,  
internal, dan capaian  
kinerja periode  
sebelumnya  
komprehensif.  
Melakukan analisis  
dan pemetaan  
tingkat risiko pada  
setiap kegiatan  
Menyusun dan  
mengimplementasik  
an rencana mitigasi  
risiko  
Melakukan  
monitoring dan  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Apakah  
sudah  
dikelola  
sebagai  
Risiko?  
Kode  
Risiko  
No.  
Indikator  
Kendala/Permasalahan  
Rekomendasi  
Rencana Tindak Lanjut Timeline  
Peristiwa Risiko  
(Ya/Tidak)  
evaluasi terhadap  
efektivitas  
pengendalian risiko  
secara berkala  
Mendokumentasikan  
hasil pengelolaan  
risiko sebagai bagian  
dari peningkatan  
Indeks Manajemen  
Risiko  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Demikian berita acara ini dibuat untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.  
Jakarta, 10 Juli 2026  
Ketua Tim Penguatan Akuntabilitas, Manajemen Kinerja,  
dan Dukungan Manajemen  
Plt. Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika,  
Psikotropika, dan Prekursor  
MUHAMMAD HUSNI MUBARAK  
SHANTI MARLINA  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Lampiran I  
Kertas Kerja Pengukuran Realisasi Indikator Kinerja  
Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
TW II 2026  
TW II 2026  
Capaian Capaian  
Terhadap Terhadap  
DEFINISI OPERASIONAL  
Sasaran  
Kegiatan  
Indikator Kinerja Kegiatan  
Target  
2026  
Sumber data  
Target  
TW II  
Reali  
sasi  
(IKK)  
Target  
Target realisasi/capaian  
Pembilang (Pl)  
Penyebut (Pn)  
Pl  
Pn  
Triwulan Tahunan  
Meningkatny  
efektivitas  
pengawasan  
IKK 1. Persentase sarana  
produksi obat JKN, bahan  
baku obat, dan obat high risk  
79% Jumlah tindak lanjut jumlah inspeksi pada 79%  
hasil inspeksi sarana tahun berjalan.  
produksi yang  
53  
82  
64.63% 81.82%  
81.82% Laporan hasil  
pengawasan  
sarana produksi lainnya yang mematuhi  
mematuhi  
Obat berbasis  
risiko  
persyaratan CPOB  
persyaratan CPOB  
IKK 2. Persentase keputusan  
hasil pengawasan sarana  
produksi Obat dan NPP oleh  
UPT sesuai ketentuan  
86% Jumlah pengawasan jumlah pengawasan  
oleh UPT yang sesuai UPT x 100%  
dalam pelaksanaan  
86%  
83%  
35%  
13  
13  
2
100% 116.28% 116.28% Hasil penilaian on  
the job training  
inspektur CPOB di  
UPT terkait.  
pengawasan dalam  
satu tahun berjalan  
IKK 3. Persentase Penilaian  
Hasil Pengawasan  
Kemandirian UPT Baru  
83% Jumlah pengawasan jumlah pengawasan  
oleh UPT yang sesuai UPT secara mandiri x  
dalam pelaksanaan 100%  
173  
149  
86.62% 104.36% 104.36% Laporan hasil  
pengawasan UPT  
pengawasan dalam  
satu tahun berjalan  
IKK 4. Persentase Fasilitas  
produksi produk JKN dan  
produk high risk lainnya serta  
bahan baku yang diawasi  
sesuai standar  
83% Jumlah fasilitas  
dengan jumlah  
252 59.13% 168.93% 71.24% Laporan hasil  
pengawasan  
produksi produk JKN teoritis 100%  
dan produk high risk fasilitas produksi  
lainnya serta bahan yang diawasi pada  
baku yang diawasi  
tahun berjalan  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
TW II 2026  
Capaian Capaian  
Terhadap Terhadap  
DEFINISI OPERASIONAL  
Pembilang (Pl) Penyebut (Pn)  
Sasaran  
Kegiatan  
Indikator Kinerja Kegiatan  
(IKK)  
Target  
2026  
Sumber data  
Target  
TW II  
Reali  
sasi  
Target  
Target realisasi/capaian  
Pl  
Pn  
Triwulan Tahunan  
Meningkatny  
kemampuan  
mendorong  
inovasi  
pengembangan diterbitkan keputusan dalam  
obat  
IKK 5. Persentase tahapan  
pemenuhan fasilitas produksi  
obat dan bahan baku obat  
pengembangan baru yang  
88% Jumlah persentase Jumlah fasilitas  
capaian pemenuhan produksi obat dan  
60%  
7.25  
11  
65.91% 109.85% 74.90% Laporan hasil  
pengawasan  
CPOB dari setiap  
fasilitas produksi  
obat dan bahan obat  
baru.  
bahan obat baru  
yang diajukan.  
rangka pengawasan  
Meningkatny  
kualitas evaluasi farmasi yang dievaluasi sesuai  
industri farmasi ketentuan dalam rangka  
dalam rangka  
peningkatan  
level maturitas  
IKK 6. Persentase industri  
65% Jumlah industri  
farmasi yang di  
Jumlah industri  
farmasi yang  
N/A  
N/A  
134  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
evaluasii pada tahun menjadi target  
berjalan  
peningkatan level maturitas  
intervensi pada  
tahun berjalan  
Meningkatny  
efektivitas  
IKK 7. Persentase keputusan  
penilaian fasilitas produksi  
87% Jumlah hasil evaluasi jumlah permohonan 87%  
177 75.71% 87.02%  
87.02% Laporan hasil  
pelayanan publik  
permohonan  
penilaian yang  
pelayanan publik Bahan Baku Obat, obat,  
penilaian sarana  
diajukan oleh sarana  
Ditwasprod ONPP  
di bidang  
pengawasan  
produk biologi, dan sarana  
khusus yang diselesaikan  
produksi bahan baku produksi bahan baku  
obat, obat, produk obat, obat, produk  
sarana produksi tepat waktu  
Obat  
biologi dan sarana  
khusus yang  
biologi dan sarana  
khusus  
diselesaikan tepat  
waktu  
IKK 8. Indeks Pelayanan Publik 4.79 Dilakukan penilaian oleh Tim Penilai UPP  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
di Lingkup Direktorat  
Pengawasan Produksi Obat,  
Narkotika, Psikotropika, dan  
Prekursor  
BPOM dibawah koordinasi Biro Hukum dan  
Organisasi.  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
TW II 2026  
Capaian Capaian  
Terhadap Terhadap  
DEFINISI OPERASIONAL  
Pembilang (Pl) Penyebut (Pn)  
Sasaran  
Kegiatan  
Indikator Kinerja Kegiatan  
(IKK)  
Target  
2026  
Sumber data  
Target  
TW II  
Reali  
sasi  
Target  
Target realisasi/capaian  
Pl  
Pn  
Triwulan Tahunan  
Terwujudnya  
tatakelola  
IKK 9. Nilai Pembangunan ZI  
Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat & NPP  
93,53 Nilai Pembangunan ZI diperoleh dari hasil  
evaluasi yang dilakukan oleh Tim Penilai  
Internal dengan menggunakan lembar  
kerja evaluasi yang terlebih dahulu  
dilakukan self assessment dan reviu oleh  
auditor internal serta Tim Penilai Unit Kerja  
Eselon I  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
pemerintah  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
IKK 10. Tingkat efisensi  
penggunaan anggaran  
Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat & NPP  
100 Tingkat efisiensi diukur dengan  
membandingkan indeks efisiensi (IE)  
terhadap standar efisiensi (SE).  
84%  
55%  
95%  
55%  
113.01%  
95%  
55%  
Perbandingan  
indeks efisiensi  
(IE) terhadap  
standar efisiensi  
(SE).  
Apabila IE ≥ SE maka kegiatan dianggap  
efisien, apabila: IE ≤ SE maka kegiatan  
dianggap tidak efisien.  
IKK 11. Persentase  
100% Menghitung kelengkapan data dan  
dokumen perencanaan dan evaluasi  
kinerja tahun berjalan, serta ketepatan  
waktu  
6
11  
100%  
Jumlah data dan  
dokumen  
perencanaan dan  
evaluasi kinerja  
tahun berjalan  
yang telah  
Pemenuhan Dokumen SAKIP  
Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat & NPP  
diselesaikan  
tepat waktu  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
TW II 2026  
Capaian Capaian  
Terhadap Terhadap  
DEFINISI OPERASIONAL  
Pembilang (Pl) Penyebut (Pn)  
Sasaran  
Kegiatan  
Indikator Kinerja Kegiatan  
(IKK)  
Target  
2026  
Sumber data  
Target  
TW II  
Reali  
sasi  
Target  
Triwulan Tahunan  
N/A N/A  
Target realisasi/capaian  
Pl  
Pn  
IKK 12. Indeks Manajemen  
Risiko Direktorat Pengawasan  
Produksi Obat & NPP  
3.57 Nilai maturitas manajemen risiko diperoleh N/A  
dari hasil penilaian yang dilakukan oleh  
Inspektorat Utama yang menggunakan  
kertas kerja evaluasi maturitas manejemen  
risiko  
N/A  
N/A  
N/A  
N/A  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Lampiran 2  
NOTULA  
Kegiatan  
Tanggal  
Tempat  
:
:
:
Evaluasi Internal TW II Tahun 2026  
9 Juli 2026  
Jakarta  
I.  
Realisasi dan Capaian IKK TW II 2026  
Hasil monitoring dan evaluasi RAPK TW II 2026  
Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 676 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sistem  
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Lingkungan Badan Pengawas Obat Dan Makanan, capaian indikator kinerja dinyatakan dalam kategori  
sebagai berikut:  
Mengacu pada kriteria tersebut, maka capaian IKK Ditwasprod ONPP pada TW II Tahun 2026 dapat dikategorikan sebagaimana rincian berikut:  
1. (dua) IKK dengan kriteria “Sangat Baik” (100% < x ≤ 110%), yaitu  
a. IKK 3: Persentase Penilaian Hasil Pengawasan Kemandirian UPT Baru (104,36%)  
b. IKK 5: Persentase tahapan pemenuhan fasilitas produksi obat dan bahan baku obat pengembangan baru yang diterbitkan  
keputusan dalam rangka pengawasan (109,85%)  
c. IKK 11: Persentase Pemenuhan Dokumen SAKIP Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP (100%).  
2. 2 (dua) IKK dengan kriteria “Cukup” (60% ≤ x ≤ 90%)  
a. IKK 1: Persentase sarana produksi obat JKN, bahan baku obat, dan obat high risk lainnya yang mematuhi persyaratan CPOB  
(81,82%)  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
b. IKK 7: Persentase keputusan penilaian fasilitas produksi Bahan Baku Obat, obat, produk biologi, dan sarana khusus yang  
diselesaikan tepat waktu (87,02%).  
3. 2 (dua) IKK dengan kriteria “Tidak Dapat Disimpulkan”  
a. IKK 2: Persentase keputusan hasil pengawasan sarana produksi Obat dan NPP oleh UPT sesuai ketentuan (116,28%)  
b. IKK 4: Persentase Fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku yang diawasi sesuai standar  
(168,93%)  
c. IKK 5: IKK 10: Tingkat efisensi penggunaan anggaran Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP (113,01%)  
4. Sedangkan 4 (empat) IKK yang lain, capaian kinerja diukur pada akhir tahun, yaitu:  
a. IKK 6: Persentase industri farmasi yang dievaluasi sesuai ketentuan dalam rangka peningkatan level maturitas  
b. IKK 8: Indeks Pelayanan Publik di Lingkup Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor  
c. IKK 9: Nilai Pembangunan ZI Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP  
d. IKK 12: Indeks Manajemen Risiko Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP  
II. Hasil diskusi  
a) Penyesuaian target output dilakukan sebagai tindak lanjut perubahan anggaran, beberapa target RO yang diseseuaikan yaitu:  
-
Keputusan Penilaian Fasilitas produksi BBO, obat, dan produk biologi, dan sarana khusus yang diselesaikan tepat waktu, semula 60  
menjadi 48.  
-
-
-
Jumlah Industri Farmasi yang meningkat level maturitasnya, semula 15 menjadi 8  
Keputusan Hasil Pengawalan Pemenuhan Persyaratan Fasilitas Produksi Obat yang Diterbitkan, semula 18 menjadi 13  
Fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku obat yang diawasi sesuai standar, semula 78 menjadi 59  
b) Di TW I, IKK 2 dan IKK 3 tidak ada capaian, namun di TW II ini telah dipastikan bahwa target tercapai dan pelaksanaan kegiatan berjalan  
sesuai renlak  
c) Untuk IKK 7  
-
-
efektivitas treatment melalui Focus Group Discussion (FGD) belum dapat dinilai dan akan dievaluasi berdasarkan hasil CAPA, desk  
evaluation, serta evaluasi lanjutan.  
Realisasi sertifikasi on-site IKK 7 baru mencapai 26 dari target 48 sampai Juni 2026. Untuk mencapai target akhir tahun, diarahkan agar  
pelaksanaan inspeksi on-site difokuskan pada periode JuliNovember 2026 dengan proyeksi 22 sertifikasi memenuhi persyaratan sesuai  
timeline.  
-
Seluruh inspeksi yang telah diproyeksikan diminta memenuhi persyaratan dan jadwal yang telah ditetapkan agar target akhir tahun dapat  
tercapai.  
d) Terkait temuan inspeksi salah satu IF, ditegaskan bahwa penerbitan sertifikat dengan CAPA yang masih terbuka tidak dapat diterima.  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
e) Beberapa update untuk laporan kinerja:  
-
Laporan tahunan, Rencana Aksi Perjanjian kerja dan Perjanjian Kerja tahun 2026 sudah disusun, Laporan tahunan BPOM 2025 sedang  
on progress.  
-
Capaian Output realisasi anggaran: TW 2: sekitar 43,71%  
f) Update tindak lanjut permintaan data BPK: Masih terdapat beberapa data yang perlu dilengkapi sebagai bahan dukung, meliputi data anggaran  
(permintaan anggaran, realisasi anggaran, target, dan realisasi target Tahun 2025), data rincian jumlah SDM beserta kompetensinya, serta  
data hasil pengawasan Deputi I periode Tahun 2024 sampai dengan Semester I Tahun 2026. Unit terkait diminta untuk segera melengkapi  
dan menyampaikan data tersebut agar dapat mendukung proses penyusunan dokumen dan pemenuhan permintaan BPK secara tepat waktu.  
III. Arahan Pimpinan  
a) Pelaksanaan evaluasi kinerja tidak hanya berfokus pada pencapaian target, tetapi juga harus memastikan bahwa setiap kegiatan memberikan  
hasil yang efektif dan berdampak nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi.  
b) Evaluasi kinerja perlu dimanfaatkan sebagai sarana untuk melakukan refleksi dan perbaikan berkelanjutan terhadap proses kerja, sehingga  
setiap permasalahan dapat diidentifikasi sejak dini dan ditindaklanjuti melalui langkah perbaikan yang terukur.  
c) Dalam pencapaian target IKK, terutama IKK yang berkaitan dengan kepatuhan pelaku usaha dalam penerapan CPOB, pelaksanaan  
pengawasan tetap harus mengedepankan prinsip BPOM sebagai regulator dan pengawas. Pendampingan yang dilakukan bertujuan untuk  
memastikan pemenuhan persyaratan, namun keputusan tetap didasarkan pada hasil pengawasan yang objektif dan sesuai ketentuan.  
d) Setiap hasil pengawasan harus ditindaklanjuti secara konsisten. Penerbitan sertifikat hanya dapat dilakukan setelah seluruh tindakan perbaikan  
(CAPA) dinyatakan selesai, serta perlu didukung dengan mekanisme pemantauan yang mampu memonitor progres penyelesaian CAPA secara  
berkala sebagai bagian dari penguatan sistem pengendalian internal.  
e) Target IKK yang memiliki capaian sangat tinggi (lebih dari 110%) agar disesuaikan pada Triwulan III sehingga target menjadi lebih menantang  
(stretch target) dan lebih merepresentasikan peningkatan kinerja organisasi.  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
2) Matriks Tindak Lanjut Rekomendasi atas capaian Program/ Kegiatan Triwulan II Tahun 2026  
Monitoring RTL Periode Sebelumnya  
Jika  
Belum  
isi  
Timeline  
Penye  
Kondisi  
Awal/Kondisi  
Periode  
Tar Reali Capai  
Kendala/  
Hambatan  
Rencana Tindak  
Lanjut  
Time  
line  
Selesai  
/
Belum  
Upaya Pencapaian  
Target (Diisi jika  
target tercapai)  
No  
KRO/RO  
RTL Periode  
Sebelumnya  
get sasi  
an  
Sebelumnya  
lesaian  
Target tidak  
tercapai karena  
belum ada  
rencana kegiatan  
di TW I 2026  
Proses penilaian  
terhadap  
Melakukan  
Melaksanakan  
kegiatan di TW II  
sesuai renlak  
1
Jumlah UPT  
Baru yang  
mandiri dalam  
inspeksi CPOB  
untuk  
Pemenuhan  
Standar PIC/s  
dan WHO  
2
0
0
TW III  
- IV  
2026  
Selesai  
N/A  
Rapat dan  
koordinasi teknis  
On the job  
training untuk  
UPT terkait  
(Balai POM di  
Tangerang, dan  
Balai POM di  
Bogor)  
monitoring dan  
evaluasi terhadap  
hasil OJT guna  
memastikan  
seluruh tahapan  
penilaian dapat  
diselesaikan sesuai  
target waktu.  
pelaksanaan On the  
Job Training (OJT)  
pada beberapa UPT  
masih berlangsung,  
sehingga  
penetapan status  
kemandirian UPT  
belum dapat  
Menyesuaikan target  
RAPK 2026 untuk  
indikator yang  
berkaitan dengan  
output Jumlah UPT  
Baru yang mandiri  
dalam inspeksi CPOB  
untuk Pemenuhan  
Standar PIC/s dan  
WHO  
dilakukan di TW II.  
Pelaksanaan  
beberapa  
kegiatan secara  
bersamaan  
dalam periode  
yang sama,  
sehingga  
memerlukan  
pengaturan  
alokasi personel  
dan penyesuaian  
jadwal yang  
berdampak pada  
waktu  
Optimalisasi proses  
evaluasi dengan  
pembuatan form  
assessment untuk  
menilai kesiapan  
sertifikasi Industri  
Farmasi  
Pengumpulan  
pengajuan yang  
dapat diterbitkan  
SPB sebanyak 10  
buah  
Mengoptimalka  
proses evaluasi dan  
penilaian fasilitas agar  
sesuai dengan standar  
waktu layanan  
Melakukan  
monitoring dan  
pengendalian  
terhadap timeline  
penyelesaian setiap  
permohonan  
Meningkatkan  
koordinasi internal  
dalam proses  
2
Keputusan  
Penilaian  
Fasilitas  
produksi BBO,  
obat, dan  
produk biologi,  
dan sarana  
khusus yang  
diselesaikan  
tepat waktu  
48  
26  
43,  
33%  
Capaian  
TW III  
- IV  
2026  
Selesai  
N/A  
Inspeksi sarana  
produksi obat  
dalam negeri  
dalam rangka  
penilaian  
pemenuhan  
CPOB  
Inspeksi sarana  
produksi obat  
luar negeri  
ketepatan waktu  
penyelesaian  
keputusan  
penilaian belum  
optimal  
disebabkan oleh  
adanya  
peningkatan  
jumlah  
permohonan  
yang harus  
dievaluasi dalam  
dalam rangka  
penilaian  
pemenuhan  
pelaksanaan  
penilaian dan  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Monitoring RTL Periode Sebelumnya  
Jika  
Belum  
isi  
Timeline  
Penye  
Kondisi  
Awal/Kondisi  
Periode  
Tar Reali Capai  
Kendala/  
Hambatan  
Rencana Tindak  
Lanjut  
Time  
line  
Selesai  
/
Belum  
Upaya Pencapaian  
Target (Diisi jika  
target tercapai)  
No  
KRO/RO  
RTL Periode  
Sebelumnya  
get sasi  
an  
Sebelumnya  
lesaian  
inspeksi dan  
penyelesaian  
penilaian.  
Masih terdapat  
penyelesaian  
permohonan  
yang melampaui  
timeline yang  
ditetapkan,  
penerbitan keputusan  
Mempercepat proses  
klarifikasi dan  
komunikasi dengan  
pemohon  
periode yang  
sama, serta  
kompleksitas  
proses penilaian  
pada beberapa  
sarana yang  
memerlukan  
pendalaman lebih  
lanjut dan  
koordinasi lintas  
unit.  
Selain itu,  
terdapat  
beberapa  
CPOB  
Partisipasi dalam  
rapat/seminar/w  
orkshop/training  
nasional  
Partisipasi dalam  
training,  
workshop,  
seminar dan  
kerjasama  
Internasional  
Peningkatan  
pelayanan publik  
Verifikasi dan  
optimalisasi  
sistem mutu  
internal  
antara lain  
akibat proses  
evaluasi teknis  
yang kompleks  
dan perlunya  
perbaikan  
berulang.  
dokumen yang  
memerlukan  
perbaikan dari  
pihak pemohon  
sehingga  
mempengaruhi  
waktu  
penyelesaian.  
3 Jumlah Industri Jumlah pagu  
15  
0
0
Tidak ada  
kendala,  
perhitungan RO  
dilakukan akhir  
Melaksanakan  
proses  
pendampingan  
dan evaluasi  
TW III Melaksanakan  
Belum TW III -  
IV 2026  
N/A  
Farmasi yang  
meningkat level  
maturitasnya  
anggaran yang  
dipotong pada  
tahun 2026  
- IV  
kegiatan sesuai  
perencanaan dan  
ketersediaan  
2026  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Monitoring RTL Periode Sebelumnya  
Jika  
Belum  
isi  
Timeline  
Penye  
Kondisi  
Awal/Kondisi  
Periode  
Tar Reali Capai  
Kendala/  
Hambatan  
Rencana Tindak  
Lanjut  
Time  
line  
Selesai  
/
Belum  
Upaya Pencapaian  
Target (Diisi jika  
target tercapai)  
No  
KRO/RO  
RTL Periode  
Sebelumnya  
get sasi  
an  
Sebelumnya  
lesaian  
mengakibatkan  
perencanaan  
tidak sesuai  
dengan  
tahun  
maturitas Industri  
Farmasi sesuai  
renlak.  
anggaran  
Mengajukan revisi  
target RO 2026  
pelaksanaan  
4
Keputusan  
Hasil  
Pengawalan  
Pemenuhan  
Persyaratan  
Fasilitas  
Produksi Obat  
yang  
Diterbitkan  
Belum  
13  
9
69,  
23%  
Sebagian fasilitas  
telah mencapai  
tahapan yang  
lebih tinggi dari  
tahapan  
Melakukan  
kegiatan  
TW III Meningkatkan  
Selesai  
N/A  
Pendampingan  
penyiapan  
fasilitas produksi  
obat  
radiofarmaka  
dan bahan baku  
obat  
FGD/rapat lintas  
sektor dalam  
rangka  
optimalnya  
dukungan dan  
ekosistem  
dalam  
peningkatan  
kemandirian  
industri  
farmasi,  
khususnya bagi  
fasilitas  
produksi  
produk biologi  
dan  
radiofarmaka,  
sehingga  
proses  
- IV  
2026  
layanan konsultasi  
dan asistensi dalam  
pemenuhan fasilitas  
produksi obat,  
pendampingan  
seperti asistensi  
regulatori onsite,  
desk  
prasertifikasi, dan  
melakukan  
sebelumnya,  
radiofarmaka,  
namun terdapat  
beberapa fasilitas  
yang tahapannya  
masih rendah  
dengan proses  
peningkatan yang  
cukup lama  
produk biologi, dan  
bahan baku obat  
baru.  
inspeksi  
sertifikasi CPOB.  
Meningkatkan  
kualitas penyediaan  
dan daya saing obat  
baru baik melalui  
asistensi regulatori  
dan bimbingan  
teknis.  
pendampingan  
penyiapan  
fasilitas produksi  
bahan baku obat  
Pendampingan  
CPOB fasilitas  
riset, produksi  
vaksin, dan  
ATMP  
Monitoring dan  
evaluasi  
pemenuhan  
persyaratan  
CPOB  
membutuhkan  
waktu dan  
pengawasan  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Monitoring RTL Periode Sebelumnya  
Jika  
Belum  
isi  
Timeline  
Penye  
Kondisi  
Awal/Kondisi  
Periode  
Tar Reali Capai  
get sasi an  
Kendala/  
Hambatan  
Rencana Tindak  
Lanjut  
Time  
line  
Selesai  
/
Belum  
Upaya Pencapaian  
Target (Diisi jika  
target tercapai)  
No  
KRO/RO  
RTL Periode  
Sebelumnya  
Sebelumnya  
lesaian  
pendampingan  
yang lebih  
intensif.  
Variasi tingkat  
pengetahuan  
dan komitmen  
pelaku usaha  
dalam  
memahami  
serta  
memenuhi  
standar CPOB,  
yang  
berdampak  
pada perlunya  
pengulangan  
asistensi,  
diskusi teknis,  
dan perbaikan  
dokumen  
fasilitas produksi  
obat inovasi,  
produk biologi  
dan esensial  
FGD hilirisasi  
penggunaan  
garam farmasi  
dan rumput laut  
di indonesia  
Onsite asistensi  
ke industri  
farmasi obat jadi  
pengguna garam  
farmasi di  
indonesia  
(pabrik infus)  
Onsite asistensi  
industri garam  
farmasi  
Visitasi ke  
maupun  
fasilitas  
sarana.  
pengembangan  
atau produksi  
kapsul rumput  
laut  
Pendampingan  
pemenuhan  
CPOB industri  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Monitoring RTL Periode Sebelumnya  
Jika  
Belum  
isi  
Timeline  
Penye  
Kondisi  
Awal/Kondisi  
Periode  
Tar Reali Capai  
Kendala/  
Hambatan  
Rencana Tindak  
Lanjut  
Time  
line  
Selesai  
/
Belum  
Upaya Pencapaian  
Target (Diisi jika  
target tercapai)  
No  
KRO/RO  
RTL Periode  
Sebelumnya  
get sasi  
an  
Sebelumnya  
lesaian  
fraksionasi  
plasma dan unit  
transfusi darah  
5
Fasilitas  
produksi  
Adanya  
pemotongan  
anggaran  
sehingga perlu  
dilakukan  
penyesuaian  
target  
59  
31  
52,  
54%  
Tidak ada  
hambatan  
Meningkatkan  
koordinasi  
internal dan  
eksternal (UPT)  
dalam  
pelaksanaan  
inspeksi CPOB.  
Melakukan  
monitoring dan  
evaluasi secara  
berkala  
TW III Meningkatkan  
Selesai  
N/A  
Pengawasan  
fasilitas produksi  
produk jkn dan  
high risk lainnya  
serta bahan  
baku obat yang  
diawasi sesuai  
standar  
Rapat koordinasi  
pusat dan UPT  
dalam  
manajemen  
inspeksi CPOB  
Koordinasi  
- IV  
2026  
koordinasi internal  
dan eksternal (UPT)  
dalam pelaksanaan  
inspeksi CPOB.  
Melakukan  
monitoring dan  
evaluasi secara  
berkala.  
produk JKN dan  
produk high  
risk lainnya  
serta bahan  
baku obat yang  
diawasi sesuai  
standar  
Mengajukan  
perubahan target  
RO di Tahun 2026,  
sesuai dengan  
ketersediaan  
anggaran  
pengawasan pre  
dan post market  
Peningkatan  
kepatuhan  
pelaku usaha  
melalui asistensi  
regulatori  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
3) Evaluasi Capaian RAPK dan Tindak Lanjut Rekomendasi TW I 2026  
Tabel 5. Matriks evaluasi atas RAPK (Outcome)  
Apakah  
Kendala/Permasa  
sdh  
Timeline Dikelola  
sbg  
Rekomendasi TW  
Sebelumnya  
RTL TW  
Sebelumnya  
Progress TL  
Rekomendasi  
Kode  
Risiko  
No  
Nama Indikator  
lahan TW  
Sebelumnya  
Status  
Peristiwa Risiko  
Risiko?  
On  
Progress  
1
Persentase sarana  
produksi obat JKN,  
bahan baku obat,  
dan obat high risk  
lainnya yang  
Masih  
terdapat  
sarana  
produksi yang  
hasil  
inspeksinya  
dinyatakan  
Tidak  
Meningkatkan  
kepatuhan sarana  
terhadap CPOB  
melalui penguatan  
tindak lanjut hasil  
inspeksi.  
Melaksanakan  
tindak lanjut  
terhadap sarana  
yang belum  
memenuhi  
ketentuan CPOB  
melalui  
pemantauan  
CAPA,  
Masih  
berjalan di IV 2026  
TW III 2026  
TW III-  
Ya  
S-02  
Pemenuhan CPOB Sarana  
Produksi Obat JKN termasuk  
obat program (misal Obat  
untuk Tuberculosis), Bahan  
Baku Obat dan Obat High Risk  
lainnya belum sesuai dengan  
ketentuan  
mematuhi  
persyaratan CPOB  
Memenuhi  
Ketentuan  
(TMK). Hasil  
TMK tersebut  
umumnya  
disebabkan  
oleh temuan  
ketidaksesuaia  
n terhadap  
persyaratan  
CPOB yang  
memerlukan  
tindak lanjut  
perbaikan oleh  
sarana, baik  
yang bersifat  
administratif  
maupun  
pembinaan, dan  
evaluasi  
perbaikan guna  
menjaga dan  
meningkatkan  
capaian  
kepatuhan.  
teknis.  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Apakah  
Kendala/Permasa  
lahan TW  
sdh  
Timeline Dikelola  
sbg  
Rekomendasi TW  
Sebelumnya  
RTL TW  
Sebelumnya  
Progress TL  
Rekomendasi  
Kode  
Risiko  
No  
Nama Indikator  
Status  
Peristiwa Risiko  
Sebelumnya  
Risiko?  
2
Persentase  
Belum  
Meningkatkan  
efektivitas  
Melaksanakan  
Forum Inspeksi  
CPOB Tahun  
2026 sebagai  
sarana  
koordinasi dan  
penyelarasan  
pelaksanaan  
pengawasan  
Selesai Telah  
melaksanak  
N/A  
Ya  
S-07  
Tindak lanjut hasil  
keputusan hasil  
pengawasan sarana  
produksi Obat dan  
NPP oleh UPT  
terdapat hasil  
pengawasan  
mandiri oleh  
UPT yang  
dilaporkan  
pada TW 1  
2026. Sebagai  
bagian dari  
perbaikan  
pengawasan sarana produksi  
oleh UPT (Inspeksi Mandiri)  
tidak sesuai pedoman atau  
sistem mutu yang ditetapkan  
penilaian hasil  
pengawasan UPT  
melalui penguatan  
koordinasi dan  
perencanaan  
kegiatan  
an Forum  
Inspeksi  
CPOB 2026  
sesuai ketentuan  
pengawasan.  
berkelanjutan  
3
Persentase  
Penilaian Hasil  
Pengawasan  
Kemandirian UPT  
Baru  
Pada Triwulan  
I hingga  
Triwulan III,  
kegiatan  
belum dapat  
dilaksanakan  
karena  
Menyesuaikan  
perencanaan  
kegiatan dan  
target kinerja agar  
lebih selaras  
dengan kapasitas  
pelaksanaan  
Melakukan  
penyelarasan  
indikator dan  
periode  
perhitungan  
target melalui  
koordinasi  
Selesai Telah  
TW III-  
Tidak  
N/A  
N/A  
dilaksanaka IV 2026  
n kegiatan  
OJT oleh  
UPT  
anggaran  
berada dalam  
status full  
blokir,  
dengan Tim  
QMS selaku  
pengampu  
indikator  
sehingga  
belum  
terdapat  
realisasi  
Menyesuaikan  
pelaksanaan  
kegiatan dan  
target kinerja  
pada periode  
berikutnya  
capaian  
indikator.  
Pada Triwulan  
IV, blokir  
sesuai dengan  
ketersediaan  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Apakah  
Kendala/Permasa  
lahan TW  
sdh  
Timeline Dikelola  
sbg  
Rekomendasi TW  
Sebelumnya  
RTL TW  
Sebelumnya  
Progress TL  
Rekomendasi  
Kode  
Risiko  
No  
Nama Indikator  
Status  
Peristiwa Risiko  
Sebelumnya  
Risiko?  
anggaran  
telah dibuka  
namun hanya  
sekitar 2%,  
sehingga  
anggaran.  
Menyiapkan  
rencana teknis  
pelaksanaan  
penilaian  
belum  
memadai  
untuk  
mendukung  
pelaksanaan  
penilaian  
kemandirian  
UPT baru agar  
kegiatan dapat  
segera  
dilaksanakan  
setelah  
kemandirian  
UPT baru.  
dukungan  
anggaran  
mencukupi.  
4
Persentase Fasilitas  
produksi produk  
JKN dan produk  
high risk lainnya  
serta bahan baku  
yang diawasi sesuai  
standar  
Kegiatan  
Meningkatkan  
kualitas  
Melaksanakan  
Forum Inspeksi  
CPOB Tahun  
2026 sebagai  
sarana  
koordinasi dan  
penetapan  
prioritas  
pengawasan  
fasilitas JKN dan  
high risk  
Mengoptimalka  
n pelaksanaan  
pengawasan  
melalui onsite  
dan desktop  
Selesai  
Rencana  
tindak lanjut  
telah  
dilaksanaka  
n
N/A  
Ya  
S-02  
Pemenuhan CPOB Sarana  
Produksi Obat JKN termasuk  
obat program (misal Obat  
untuk Tuberculosis), Bahan  
Baku Obat dan Obat High Risk  
lainnya belum sesuai dengan  
ketentuan  
pengawasan  
post market  
yang berjalan  
optimal,  
(onsite dan  
desktop  
inspection),  
sehingga  
jumlah fasilitas  
yang dapat  
diawasi  
pengawasan  
fasilitas produksi  
produk JKN,  
produk high risk,  
dan bahan baku  
obat sesuai  
standar.  
menjadi lebih  
tinggi.  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Apakah  
Kendala/Permasa  
lahan TW  
sdh  
Timeline Dikelola  
sbg  
Rekomendasi TW  
Sebelumnya  
RTL TW  
Sebelumnya  
Progress TL  
Rekomendasi  
Kode  
Risiko  
No  
Nama Indikator  
Status  
Peristiwa Risiko  
Sebelumnya  
Risiko?  
inspection  
Melakukan  
monitoring dan  
evaluasi  
terhadap  
cakupan  
pengawasan  
fasilitas secara  
berkala  
On  
Progress  
5
Persentase tahapan Tidak terdapat Meningkatkan  
Melanjutkan  
kegiatan  
pendampingan  
melalui asistensi  
regulatori onsite  
dan desk  
prasertifikasi  
sesuai tahapan  
pemenuhan  
fasilitas  
Melaksanakan  
inspeksi  
TW III-  
IV 2026  
Ya  
S-01  
Sarana produksi obat inovasi  
(bahan aktif obat dan  
eksipien, produk biologi,  
radiofarmaka) belum mampu  
memenuhi persyaratan CPOB  
di fasilitasnya  
pemenuhan fasilitas  
produksi obat dan  
bahan baku obat  
pengembangan  
baru yang  
diterbitkan  
keputusan dalam  
rangka pengawasan  
hambatan  
yang berarti  
dalam  
pelaksanaan  
tahapan  
percepatan  
pemenuhan  
tahapan fasilitas  
produksi obat dan  
bahan baku obat  
pengembangan  
baru hingga tahap  
sertifikasi CPOB.  
pemenuhan  
fasilitas  
produksi.  
Kegiatan dapat  
dilaksanakan  
dengan baik  
sehingga  
sertifikasi CPOB  
untuk  
capaian  
melebihi  
target yang  
telah  
mendorong  
capaian ke  
tahap  
ditetapkan.  
persetujuan/sert  
ifikasi  
Melaksanakan  
kegiatan  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Apakah  
Kendala/Permasa  
lahan TW  
sdh  
Timeline Dikelola  
sbg  
Rekomendasi TW  
Sebelumnya  
RTL TW  
Sebelumnya  
Progress TL  
Rekomendasi  
Kode  
Risiko  
No  
Nama Indikator  
Status  
Peristiwa Risiko  
Sebelumnya  
Risiko?  
pengawasan dan  
evaluasi fasilitas  
sesuai dengan  
perencanaan  
Melakukan  
monitoring  
progres tahapan  
masing-masing  
fasilitas secara  
berkala  
Memperkuat  
koordinasi  
dengan sarana  
produksi untuk  
memastikan  
kesiapan  
menuju tahap  
berikutnya  
On  
Progress  
6
Persentase industri  
farmasi yang  
meningkat level  
maturitasnya  
(diukur akhir  
tahun)  
Meningkatkan  
Melanjutkan  
pendampingan  
peningkatan  
Kegiatan  
pendamping IV 2026  
an dan  
verifikasi  
masih  
TW III-  
Ya  
S-06  
Kasus cemaran pada  
obat/penurunan mutu obat  
yang diproduksi dan beredar  
tingkat maturitas  
industri farmasi  
melalui penguatan  
evaluasi dan  
pendampingan  
sesuai ketentuan.  
maturitas  
industri farmasi  
pada tahun 2026  
Melaksanakan  
evaluasi industri  
farmasi sesuai  
ketentuan dan  
kriteria penilaian  
maturitas  
berjalan di  
2026  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Apakah  
Kendala/Permasa  
lahan TW  
sdh  
Timeline Dikelola  
sbg  
Rekomendasi TW  
Sebelumnya  
RTL TW  
Sebelumnya  
Progress TL  
Rekomendasi  
Kode  
Risiko  
No  
Nama Indikator  
Status  
Peristiwa Risiko  
Sebelumnya  
Risiko?  
On  
Progress  
7
Persentase  
keputusan  
Capaian  
ketepatan  
waktu  
Meningkatkan  
ketepatan waktu  
penyelesaian  
Mengoptimalka  
n proses  
evaluasi dan  
penilaian  
fasilitas agar  
sesuai dengan  
standar waktu  
layanan  
Beberapa TL TW III-  
masih masih IV 2026  
berjalan di  
Ya  
O-19 Pendaftar / produsen obat  
impor tidak patuh dalam  
menyampaikan dokumen  
penilaian kembali pemenuhan  
persyaratan CPOB  
penilaian fasilitas  
produksi Bahan  
Baku Obat, obat,  
produk biologi, dan  
sarana khusus yang  
diselesaikan tepat  
waktu  
penyelesaian  
keputusan  
penilaian  
belum optimal  
disebabkan  
oleh adanya  
peningkatan  
jumlah  
permohonan  
yang harus  
dievaluasi  
dalam periode  
yang sama,  
serta  
kompleksitas  
proses  
penilaian pada  
beberapa  
sarana yang  
memerlukan  
pendalaman  
lebih lanjut  
dan koordinasi  
lintas unit.  
Selain itu,  
keputusan  
2026  
penilaian fasilitas  
melalui penguatan  
kualitas layanan  
publik dan proses  
evaluasi.  
(pengawasan post market)  
sarana produksi obat impor  
O-20 Penetapan hasil penilaian  
pemenuhan CPOB fasilitas  
produksi obat impor tidak  
tepat  
Melakukan  
monitoring dan  
pengendalian  
terhadap  
timeline  
penyelesaian  
setiap  
permohonan  
Meningkatkan  
koordinasi  
internal dalam  
proses penilaian  
dan penerbitan  
keputusan  
Mempercepat  
proses klarifikasi  
dan komunikasi  
dengan  
pemohon terkait  
kelengkapan  
dokumen  
O-22 Pelaksanaan inspeksi  
sertifikasi tidak dapat  
dilaksanakan sesuai dengan  
pengajuan yang masuk  
O-23 Penerbitan dan perpanjangan  
Sertifikat CPOB melewati  
timeline yang ditetapkan  
O-25 Rekomendasi penerbitan  
resertifikasi CPOB tidak  
konsisten  
R-01 Mutu produk sarana produksi  
yang dilakukan perpanjangan  
sertifikat CPOB (resertifikasi)  
tanpa inspeksi menjadi  
diragukan  
O-26 CAPA hasil inspeksi sertifikasi  
yang disampaikan tidak  
terdapat  
beberapa  
Melakukan  
memenuhi ketentuan dan  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Apakah  
Kendala/Permasa  
lahan TW  
sdh  
Timeline Dikelola  
sbg  
Rekomendasi TW  
Sebelumnya  
RTL TW  
Sebelumnya  
Progress TL  
Rekomendasi  
Kode  
Risiko  
No  
Nama Indikator  
Status  
Peristiwa Risiko  
Sebelumnya  
Risiko?  
dokumen yang  
memerlukan  
perbaikan dari  
pihak  
pemohon  
sehingga  
evaluasi berkala  
terhadap kinerja  
penyelesaian  
layanan  
tidak sesuai dengan tindak  
lanjut yang disampaikan  
O-27 Proses evaluasi CAPA dan  
persetujuan hasil evaluasi  
CAPA memerlukan waktu yang  
lama  
mempengaruh  
i waktu  
penyelesaian.  
O-28 Adanya sertifikat CPOB yang  
telah habis masa berlakunya  
namun sertifikat CPOB yang  
terbaru belum terbit  
O-29 Adanya permohonan evaluasi/  
persetujuan yang tidak masuk  
ke dalam jenis pelayanan  
publik BPOM namun Badan  
POM perlu melakukan review/  
memberikan persetujuan  
On  
Progress  
8
Indeks Pelayanan  
Publik di Lingkup  
Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat,  
Narkotika,  
(diukur akhir  
tahun)  
Meningkatkan  
kualitas pelayanan  
publik melalui  
penerapan  
layanan prima dan  
pengembangan  
Melaksanakan  
standar  
pelayanan  
publik secara  
konsisten sesuai  
ketentuan  
N/A  
TW IV  
2026  
Ya  
S-08  
Pelaksanaan pelayanan publik  
tidak memenuhi ekspektasi  
penerima layanan  
Psikotropika, dan  
Prekursor  
inovasi pelayanan Meningkatkan  
di lingkungan  
kualitas layanan  
melalui  
Ditwasprod ONPP.  
penyederhanaan  
proses dan  
peningkatan  
responsivitas  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Apakah  
Kendala/Permasa  
lahan TW  
sdh  
Timeline Dikelola  
sbg  
Rekomendasi TW  
Sebelumnya  
RTL TW  
Sebelumnya  
Progress TL  
Rekomendasi  
Kode  
Risiko  
No  
Nama Indikator  
Status  
Peristiwa Risiko  
Sebelumnya  
Risiko?  
Mengembangka  
n dan  
mengimplement  
asikan inovasi  
pelayanan  
publik (misalnya  
digitalisasi  
layanan atau  
optimalisasi  
sistem yang ada)  
Melakukan  
monitoring dan  
evaluasi  
terhadap kinerja  
pelayanan  
publik secara  
berkala  
Menindaklanjuti  
masukan/penga  
duan  
masyarakat  
sebagai bahan  
perbaikan  
layanan  
9
Nilai Pembangunan  
ZI Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
NPP  
(diukur akhir  
tahun)  
Meningkatkan  
kualitas  
pembangunan  
Zona Integritas  
melalui penguatan  
rencana aksi, dan  
Menyusun dan On  
N/A  
TW IV  
2026  
Ya  
S-09  
Pengisian LKE dan pemenuhan  
data dukung yang  
disampaikan tidak lengkap  
dan/atau tidak memenuhi  
ekspektasi Tim Penilai Unit  
(TPU) dan Tim Penilai Internal  
memperkuat  
rencana aksi  
Progres  
s
pembangunan ZI  
pada setiap area  
perubahan  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Apakah  
Kendala/Permasa  
lahan TW  
sdh  
Timeline Dikelola  
sbg  
Rekomendasi TW  
Sebelumnya  
RTL TW  
Sebelumnya  
Progress TL  
Rekomendasi  
Kode  
Risiko  
No  
Nama Indikator  
Status  
Peristiwa Risiko  
Sebelumnya  
Risiko?  
pelaksanaan  
Melakukan  
monitoring dan  
evaluasi  
(TPI)  
monitoring dan  
evaluasi secara  
berkelanjutan.  
F-01  
Adanya potensi penggelapan  
aset negara dan korupsi-  
kolusi-nepotisme  
pelaksanaan  
rencana aksi  
secara berkala  
Melakukan  
koordinasi dan  
pendampingan  
internal dalam  
pemenuhan  
komponen ZI  
Menindaklanjuti  
hasil evaluasi  
sebagai  
R-02 Pemberian gratifikasi dan  
adanya konflik kepentingan  
pada saat pelaksanaan  
kegiatan Ditwasprod ONPP  
R-03 Penerimaan/permintaan  
gratifikasi dan adanya konflik  
kepentingan pada saat  
pelaksanaan kegiatan  
Ditwasprod ONPP  
F-02  
Terjadi korupsi-kolusi-  
nepotisme dan  
perbaikan  
pemerasan/tekanan dari pihak  
luar dalam rangka  
berkelanjutan  
pengawasan maupun  
pengadaan barang dan jasa  
R-04 Pelaporan pengaduan  
masyarakat, Whistle Blowing  
System, dan benturan  
kepentingan tidak  
dilaksanakan  
10 Tingkat efisensi  
penggunaan  
Pada bulan  
Januari,  
kegiatan  
belum dapat  
dilaksanakan  
Meningkatkan  
efisiensi  
penggunaan  
anggaran melalui  
perencanaan dan  
Melaksanakan  
kegiatan sesuai Progres an kegiatan IV 2026  
dengan Renlak  
Tahun 2026  
Mengoptimalka  
On  
Melaksanak TW III -  
Ya  
S-10  
Terhambatnya pelaksanaan  
kegiatan operasional  
Direktorat  
anggaran Direktorat  
Pengawasan  
Produksi Obat &  
s
sesuai  
renlak  
R-06 Adanya upaya endorsement  
dari pelaku usahan atau  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Apakah  
Kendala/Permasa  
lahan TW  
sdh  
Timeline Dikelola  
sbg  
Rekomendasi TW  
Sebelumnya  
RTL TW  
Sebelumnya  
Progress TL  
Rekomendasi  
Kode  
Risiko  
No  
Nama Indikator  
Status  
Peristiwa Risiko  
Sebelumnya  
Risiko?  
NPP  
karena  
anggaran  
belum  
tersedia/dapat  
dicairkan,  
sehingga  
belum  
terdapat  
penyerapan  
anggaran.  
pelaksanaan  
n penjadwalan  
kegiatan agar  
penyerapan  
anggaran lebih  
merata  
penyedia jasa/barang  
kegiatan yang  
tepat sasaran  
sesuai kebutuhan.  
U-01 Penyetoran pajak oleh  
bendaharawan dilakukan tidak  
tepat waktu (paling lambat  
tanggal 15 bulan berikutnya  
setelah masa pajak berakhir)  
Melakukan  
pengendalian  
dan monitoring  
realisasi  
anggaran secara  
berkala  
Menyesuaikan  
pelaksanaan  
kegiatan dengan  
prioritas dan  
ketersediaan  
anggaran  
U-02 Kesalahan penyajian data nilai  
pendapatan diterima dimuka  
dan nilai sisa kewajiban atas  
PNBP  
U-03 Realisasi anggaran tidak  
terinfomasikan secara berkala  
kepada Kepala Unit Kerja  
U-04 Alokasi penggunaan anggaran  
untuk kegiatan yang tidak  
berdampak langsung terhadap  
kinerja Direktorat  
Melakukan  
evaluasi efisiensi  
penggunaan  
anggaran  
sebagai dasar  
perbaikan  
U-05 Penggunaan CMS (Cash  
Management System) untuk  
pembayaran belanja barang  
belum optimal  
11 Persentase  
Pemenuhan  
Tidak terdapat Meningkatkan  
Melengkapi  
On  
Melanjutkan TW III -  
Ya  
H-03 Adanya perubahan peraturan  
perundang-  
hambatan  
yang signifikan  
dalam  
kualitas dan  
ketepatan waktu  
pemenuhan  
dokumen SAKIP Progres RTL IV 2026  
sesuai target  
Tahun 2026  
Menyusun dan  
menyempurnak  
Dokumen SAKIP  
Direktorat  
Pengawasan  
s
undangan/kebijakan (internal  
dan eksternal Direktorat,  
Badan POM maupun  
pelaksanaan  
kegiatan  
dokumen SAKIP  
sesuai ketentuan.  
Produksi Obat &  
internasional) dan  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Apakah  
Kendala/Permasa  
lahan TW  
sdh  
Timeline Dikelola  
sbg  
Rekomendasi TW  
Sebelumnya  
RTL TW  
Sebelumnya  
Progress TL  
Rekomendasi  
Kode  
Risiko  
No  
Nama Indikator  
Status  
Peristiwa Risiko  
Sebelumnya  
Risiko?  
NPP  
pemenuhan  
dokumen  
SAKIP. Seluruh  
proses  
an dokumen  
SAKIP sesuai  
pedoman yang  
berlaku  
memengaruhi proses bisnis  
unit kerja  
berjalan sesuai  
dengan  
Melakukan  
koordinasi  
perencanaan  
dan timeline  
yang telah  
ditetapkan.  
internal dalam  
pengumpulan  
data dan eviden  
dukung  
Melakukan reviu  
dan monitoring  
pemenuhan  
dokumen secara  
berkala  
Menindaklanjuti  
hasil evaluasi  
SAKIP sebagai  
perbaikan  
kualitas  
dokumen  
12 Indeks Manajemen  
Risiko Direktorat  
Pengawasan  
(diukur akhir  
tahun)  
Mengidentifikasi On  
Melanjutkan TW IV  
Tidak  
N/A  
N/A  
Meningkatkan  
kualitas  
penerapan  
manajemen risiko  
melalui penguatan  
identifikasi,  
dan  
Progres RTL 2026  
memperbarui  
risiko dengan  
mempertimbang  
kan isu  
s
Produksi Obat &  
NPP  
eksternal,  
analisis, dan  
pengendalian  
internal, dan  
capaian kinerja  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Apakah  
Kendala/Permasa  
lahan TW  
sdh  
Timeline Dikelola  
sbg  
Rekomendasi TW  
Sebelumnya  
RTL TW  
Sebelumnya  
Progress TL  
Rekomendasi  
Kode  
Risiko  
No  
Nama Indikator  
Status  
Peristiwa Risiko  
Sebelumnya  
Risiko?  
risiko secara  
periode  
komprehensif.  
sebelumnya  
Melakukan  
analisis dan  
pemetaan  
tingkat risiko  
pada setiap  
kegiatan  
Menyusun dan  
mengimplement  
asikan rencana  
mitigasi risiko  
Melakukan  
monitoring dan  
evaluasi  
terhadap  
efektivitas  
pengendalian  
risiko secara  
berkala  
Mendokumenta  
sikan hasil  
pengelolaan  
risiko sebagai  
bagian dari  
peningkatan  
Indeks  
Manajemen  
Risiko  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
4) Dokumentasi Evaluasi Internal TW II 2026  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
7 Juli 2026  
Jakarta,
Nomor  
Sifat  
: OT.01.03.33.07.26.135  
: Asli  
Lampiran  
Hal  
: 2 (dua) Berkas  
: Undangan Pelaksanaan KOMPAK Edisi 5 Tahun 2026  
Yth. Daftar terlampir  
Di tempat  
Sehubungan dengan telah berakhirnya periode kinerja Triwulan 2 Tahun 2026 dan  
dalam rangka meningkatkan semangat dan komitmen seluruh pegawai Direktorat  
Pengawasan Produksi ONPP dalam pembangunan Reformasi Birokrasi, bersama ini  
kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu untuk dapat menghadiri KOMPAK  
(Kolaborasi Optimal Meningkatkan Produktivitas dan Asyik dalam  
Kebersamaan) Edisi 5.  
Adapun kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada:  
Hari/Tanggal  
Waktu  
: Jumat, 10 Juli 2026  
: 09.00 WIB - Selesai  
Tempat  
: Daring menggunakan Zoom Meeting  
Tautan  
Berkaitan dengan hal tersebut di atas dan untuk kelancaran kegiatan, kami harapkan  
partisipasi aktif dan kehadiran Bapak/Ibu tepat pada waktunya.  
Demikian kami sampaikan untuk dapat dilaksanakan sebaik-baiknya.  
Plt. Direktur Pengawasan Produksi Obat,  
Narkotika, Psikotropilka, dan Prekursor,  
Dr. Shanti Marlina, S.Si, Apt, M.Sc  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
- 2 -  
Lampiran I  
Surat Undangan Plt. Direktur  
Pengawasan  
Produksi Obat, Narkotika, Psikotropilka, dan  
Prekursor,  
Nomor  
Tanggal  
: OT.01.03.33.07.26.135  
:
7 Juli 2026  
DAFTAR UNDANGAN  
1. Ketua Tim Kerja Pengawasan Fasilitas Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika,  
dan Prekursor, serta Peningkatan Maturitas Industri Farmasi  
2. Ketua Tim Kerja Pengawasan Fasilitas Produksi Bahan Baku Obat dan Fasilitas  
Khusus  
3. Ketua Tim Kerja Pengawasan Fasilitas Produksi Produk Biologi  
4. Ketua Tim Kerja Pengawasan Fasilitas Produksi Ekspor Impor  
5. Ketua Tim Kerja Penguatan Akuntabilitas, Manajemen Kinerja, dan Dukungan  
Manajemen  
6. Ketua Tim Kerja Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik  
7. Ketua Tim Kerja Manajemen Perubahan  
8. Ketua Tim Kerja Regulasi, Penataan Tata Laksana dan Kearsipan  
9. Ketua Tim Kerja Manajemen Sumber Daya Manusia  
10. Ketua Tim Kerja Penguatan Pengawasan  
11. Ketua Tim Kerja Auditor Internal dan Pengawalan Mutu Inspektorat CPOB  
12. Seluruh Pegawai di Lingkungan Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika,  
Psikotropika dan Prekursor  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  
- 3 -  
Lampiran II Surat Undangan Plt. Direktur  
Pengawasan Produksi Obat, Narkotika,  
Psikotropilka, dan Prekursor,  
Nomor  
Tanggal  
: OT.01.03.33.07.26.135  
:
7 Juli 2026  
Agenda Kegiatan KOMPAK Edisi 5  
Jumat, 10 Juli 2026  
Waktu (WIB)  
Kegiatan  
PIC  
09.00 - 09.05 Pembukaan dan Doa  
MC  
09.05 - 09.20 Pembukaan dan Arahan Ibu Plt. Direktur Plt. Direktur Pengawasan  
Pengawasan Produksi ONPP  
Produksi ONPP  
09.20 - 09.35 Monev TW 2 - Timja Yanblik  
Timja  
Peningkatan  
Kualitas Pelayanan Publik  
09.35 - 09.55  
1. Monev TW 2 - Timja Penguatan  
Pengawasan  
Timja Penguatan  
Pengawasan  
2. Sosialisasi Kampanye Bersih, GRAB  
PLUIT, dan Benturan Kepentingan  
09.55 - 10.10 Monev TW 1 - Timja Manajemen SDM  
Timja Manajemen SDM  
10.10 - 10.30  
1. Monev TW 2 - Timja Penguatan Timja Penguatan  
Akuntabilitas, dan Dukman  
2. Sosialisasi Penggunaan  
Sebagai bagian dari Manrisk SPIP  
Akuntabilitas, Manajemen  
KKP Kinerja dan Dukman  
10.30 - 10.45 Monev TW 2 - Tatalaksana  
Timja Regulasi, Penataan  
Tata Laksana dan  
Kearsipan  
10.45 - 11.00 Monev TW 2 - Timja Manajemen  
Perubahan  
Timja Manajemen  
Perubahan  
11.00 - Selesai Penutupan  
MC  
Plt. Direktur Pengawasan Produksi Obat,  
Narkotika, Psikotropilka, dan Prekursor,  
Dr. Shanti Marlina, S.Si, Apt, M.Sc  
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik  
yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).