Rabu, 24 Juli 2024

    Bimbingan Teknis Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) Dalam Rangka Percepatan Penyiapan Fasilitas Fraksionasi Plasma

    Sesuai data dari Kementerian Kesehatan, hingga Januari 2021 Indonesia telah memiliki total 460 UTD, terdiri atas 4 UTD milik dinas kesehatan provinsi, 9 UTD milik RS vertikal, 2 UTD milik RS TNI dan Polri, 220 UTD milik RSUD dan 225 UTD milik PMI dengan jenjang pelayanan pratama, madya dan utama. Selain itu, jumlah penduduk Indonesia yang besar sekitar 270 juta jiwa, akan menjadi peluang bagi negara kita apabila dapat meningkatkan, mengelola dan memanfaatkan potensi ketersediaan bahan baku plasma berkualitas, yang dapat diolah (dilakukan fraksionasi plasma) menjadi berbagai produk darah.

    Untuk dapat mewujudkan cita-cita cita-cita tersebut, Badan POM melalui Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor, berkomitmen mengawal penjaminan mutu produk plasma dengan percepatan penerapan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) oleh Unit Transfusi Darah (UTD) sebagai penyedia bahan baku fraksionasi plasma yang berkualitas.

    Hal ini salah satunya diwujudkan dengan kegiatan “Bimtek CPOB dalam Rangka Percepatan Penyiapan Fasilitas Fraksionasi Plasma” yang diselenggarakan pada tanggal 8-10 Juni 2022 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Untuk meningkatkan pemahaman personil UTD terkait CPOB, maka pada kegiatan ini terdapat pemaparan materi dan diskusi bersama dengan Tim Ahli CPOB Nasional. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan berbagi pengalaman dari yang telah menerapkan CPOB, yaitu UTD PMI Kota Makassar dan UTD RS dr. Sardjito Yogyakarta, bersama dengan 165 peserta yang merupakan perwakilan UTD PMI, UTD Rumah Sakit, dan inspektur BPOM.

    Adanya kegiatan Bimbingan Teknis ini diharapkan dapat mendorong kesiapan UTD menuju sertifikasi CPOB sehingga ketersediaan produk darah yang aman dan berkualitas semakin dirasakan oleh masyarakat dan kemandirian produk darah dapat segera diwujudkan. Disamping itu, Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor tentunya akan terus berupaya melakukan continuous improvement dalam rangka peningkatan efektivitas pengawasan implementasi CPOB di UTD dan Pusat Plasmaferesis sehingga tujuan untuk melindungi dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia dapat tercapai.

    Artikel Terkait

    Artikel Terbaru

    Artikel Lainnya

    Skip to content