Jakarta, 23 Juli 2026
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik, Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (Direktorat Wasprod ONPP) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Tahun 2026 bagi petugas pelayanan publik. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi petugas melalui pengembangan hard skill dan soft skill guna mendukung penyelenggaraan pelayanan publik yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan stakeholder.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM, dr. William Adi Tedja, M.D., B.Med., M.Med. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa di tengah meningkatnya ekspektasi masyarakat, pelayanan publik tidak lagi cukup hanya mengedepankan kecepatan. Beliau menekankan bahwa pelayanan yang baik lahir dari kombinasi antara pengetahuan yang kuat, komunikasi yang efektif, dan sikap melayani yang tulus, sehingga setiap interaksi pelayanan tidak hanya menghadirkan kepuasan, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat kepada Badan POM.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor, Dr. Shanti Marlina, S.Si., Apt., M.Sc., menyampaikan bahwa pelayanan publik merupakan wajah organisasi yang membentuk persepsi masyarakat terhadap BPOM. Menurutnya, setiap pengaduan tidak boleh dipandang sebagai beban, melainkan sebagai masukan yang berharga untuk mendorong continuous improvement dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap BPOM.
Beliau juga menekankan bahwa petugas pelayanan publik perlu memiliki pemahaman yang baik terhadap proses bisnis, kemampuan komunikasi, empati, dan penyelesaian masalah agar mampu memberikan pelayanan yang profesional dan berorientasi pada solusi. Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi sarana bagi peserta untuk memperkuat kompetensi sekaligus berbagi pengalaman dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan publik.
Penguatan Kompetensi melalui Hard Skill dan Soft Skill

Pelatihan dirancang untuk mengembangkan aspek teknis maupun non teknis petugas pelayanan publik. Pada sesi soft skill, peserta memperoleh pembekalan mengenai strategi complaint handling dan service recovery, termasuk pengelolaan ekspektasi stakeholder, komunikasi yang efektif, serta penanganan pengaduan secara profesional dan berorientasi pada solusi.
Sementara itu, sesi hard skill menghadirkan narasumber dari direktorat di lingkungan Kedeputian I yang berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai proses bisnis, tugas dan fungsi, serta penyelenggaraan pelayanan publik pada masing-masing direktorat. Melalui sesi ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai layanan yang diberikan di lingkungan Kedeputian I sekaligus memperkuat koordinasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
Membangun Kepercayaan melalui Pelayanan Publik

Pelayanan publik yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh standar pelayanan dan sarana pendukung, tetapi juga oleh kompetensi petugas yang berinteraksi langsung dengan stakeholder. Melalui pelatihan ini, BPOM terus mendorong peningkatan kapasitas petugas pelayanan publik agar mampu memberikan pelayanan yang profesional, responsif, komunikatif, serta berorientasi pada penyelesaian masalah.

Pelaksanaan pelatihan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Direktorat Wasprod ONPP dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya pelayanan publik yang semakin adaptif, konsisten, dan berorientasi pada kebutuhan stakeholder.


Telp :(021) 4245459