Senin, 15 April 2024

    Dorong CPOB di UTD, Tingkatkan Produk Darah Berkualitas

    Pengembangan industri fraksionasi plasma di Indonesia sangat membutuhkan komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk Unit Transfusi Darah (UTD) sebagai penyedia bahan baku plasma yang berkualitas. Untuk itu, UTD diharapkan mampu menerapkan prinsip CPOB dan mampu melakukan perbaikan/pencegahan terhadap ketidaksesuaian implementasi CPOB di unitnya sehingga meningkatkan pelayanan dan peningkatan kualitas mutu darah.

    Pada tahun 2022, terdapat 19 UTD yang telah tersertifikasi CPOB dan diharapkan jumlah UTD yang tersertifikasi CPOB akan terus bertambah. Untuk menjawab tantangan tersebut, Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor telah menyelenggarakan kegiatan “Pendampingan Pemenuhan CPOB di Unit Transfusi Darah (UTD)” pada tanggal 20-21 Juni 2022 di Kota Medan, Sumatra Utara.

    Kegiatan Pendampingan kali ini diikuti oleh total 179 peserta, yang merupakan perwakilan personil UTD, dan tentunya para inspektur BPOM dari wilayah Sumatra dan Jawa. Kegiatan pendampingan kali ini berisi paparan dan diskusi bersama Tim Ahli CPOB Nasional, serta berbagi pengalaman bersama UTD PMI Kabupaten Lumajang yang telah tersertifikasi CPOB. Adanya diskusi yang dilakukan oleh narasumber dan peserta diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kepatuhan UTD dalam memenuhi ketentuan CPOB.

    Maka dari itu, Badan POM tetap berkomitmen untuk senantiasa siap memberikan asistensi regulatori yang dibutuhkan oleh seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan pengembangan industri fraksionasi plasma di Indonesia, dan melalui kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat dan diimplementasikan di UTD secara konsisten dan komprehensif agar darah dan komponen darah sebagai life-saving medicine dapat terjamin mutu dan keamanannya.

    Artikel Terkait

    Artikel Terbaru

    Artikel Lainnya

    Skip to content