Senin, 27 Mei 2024

    Kolaborasi dan Perkuatan Pengawasan Obat, Ditwasprod ONPP Selenggarakan Rapat Koordinasi Pusat dan UPT Dalam Manajemen Inspeksi CPOB Tahun 2024

    Penguatan sistem pengawasan obat di Indonesia harus dilakukan dilakukan secara menyeluruh, sehingga diperlukan adanya sinergi dan koordinasi antara BPOM dengan para stakeholders dan pihak eksternal terkait pengawasan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Salah satu bentuk penguatan tersebut dilakukan melalui regulasi aspek penjaminan mutu dan keamanan bahan baku obat dan obat pada sarana produksi. Pengawasan yang telah dilakukan oleh seluruh Inspektur CPOB BPOM senantiasa memberikan kinerja optimal dengan melakukan continuous improvement. Diantaranya yaitu melalui penguatan sistem mutu manajemen inspeksi dengan sharing knowledge terkait kebijakan control strategy, lesson learned, serta langkah-langkah perbaikan lainnya

    Pada tanggal 29-31 Januari, Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP BPOM menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi Pusat dan UPT Badan POM dalam Manajemen Inspeksi CPOB Tahun 2024 di Pekanbaru. Kegiatan ini bertujuan agar Unit Pusat dan UPT di BPOM dapat berkoordinasi dalam pelaksanaan penentuan/pengambilan keputusan terhadap hasil pengawasan sarana produksi Obat, Produk Biologi dan Bahan Baku Obat. Acara dibuka oleh Plt. Kepala Badan POM dan Plt. Deputi Bidang Obat NPPZA. Pada sambutannya, Plt. Kepala Badan POM menyampaikan bahwa salah satu tugas pengawasan adalah melakukan inspeksi mulai dari perencanaan yang matang, mulai dari pelaksanaan pengawasan hingga evaluasi yang didukung oleh sistem yang mapan. Selain itu, beliau juga berpesan untuk melakukan evaluasi pelaksanaan inspeksi satu tahun 2023 untuk mengidentifikasi hambatan, kendala, dan kekurangan yang terjadi, sehingga dapat dikaji dan ditetapkan langkah-langkah perbaikan untuk pelaksanaan inspeksi yang lebih optimal.

    Turut hadir pula narasumber BPOM, yaitu Direktur Standardisasi ONPPZA, Direktur Registrasi Obat, Direktur Pengawasan Produksi Obat & NPP, Togi J. Hutadjulu (PFM Utama) BPOM, Kepala Balai Besar POM di Bandung, Kepala Balai Besar POM di Serang, Kepala Balai POM di Kediri, Kepala Balai POM di Tangerang, Kepala Balai POM di Surakarta,  Kepala Balai POM di Bogor. Sedangkan narasumber dari eksternal (K/L lain dan Praktisi) yaitu, Putu Nadi Astuti (Direktur Industri Kimia Hulu, Kemenperin), Helmy Mubarak (Direktorat Industri Kimia Hilir dan Farmasi, Kemenperin), Wahyono (Badan Koordinasi Penanaman Modal), dan Yenny Soesanto (Praktisi dari Industri Farmasi), serta para Lead Inspector CPOB

    Diskusi yang dilakukan antara Inspektur CPOB BPOM dengan Kementerian/Lembaga lain dan Praktisi sangat diperlukan dalam upaya peningkatan kepatuhan Industri Farmasi dalam cakupan penjaminan keamanan, mutu dan khasiat obat secara konsisten. Sharing roadmap kemandirian inspeksi CPOB oleh Balai juga dilakukan agar dapat meningkatkan kompetensi dan persamaan persepsi inspektur CPOB. Selain itu, narasumber dan peserta juga turut membahas berbagai hal terkait organisasi dan sistem mutu, khususnya sistem mutu Inspektorat CPOB dalam rangka evaluasi dan continuous improvement.

    Koordinasi yang kuat antara Unit Pusat dan UPT BPOM diperlukan untuk menetapkan target inspeksi CPOB agar tidak terjadi tumpang tindih. Rapat koordinasi ini juga menjadi ajang efektif membuka wawasan melalui lesson learned dan bertukar pengalaman dan penyamaan persepsi dalam melakukan inspeksi dan pemberian tindak lanjut hasil inspeksi yang diberikan Unit Pusat maupun UPT BPOM. Selain perkuatan internal, dalam sisi eksternal dilakukan perkuatan koordinasi lintas sektor dengan membahas regulasi pengawasan berkaitan aspek penjaminan mutu dan keamanan bahan obat dan obat, pengawasan perizinan berusaha, fokus pengawasan CPOB terhadap isu pemenuhan data registrasi obat dan produk biologi, dan fokus pengawasan CPOB terhadap isu data pengawasan mutu. 

    Kebijakan yang dihasilkan dari diskusi ini berupa peningkatan efektivitas pengawasan sarana produksi obat melalui peningkatan cakupan pengawasan terhadap sarana produksi berbasis risiko, serta peningkatan kualitas pengawasan melalui strategi/fokus pengawasan mutu dan keamanan bahan obat dan obat. Selain itu, diskusi juga menghasilkan strategi dalam optimalisasi fungsi steering dalam pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi pengawasan hingga peningkatan komunikasi dan koordinasi antar pihak melalui optimalisasi kanal subsite CPOB.

    #BPOMRI #Deputi1BPOM #DitwasprodONPP #RapatKoordinasiBPOMPusatUPT #InspeksiCPOB #BerAKHLAK #ZonaIntegritas #WBK #WBBM

    Artikel Terkait

    Artikel Terbaru

    Artikel Lainnya

    Skip to content