Rabu, 24 Juli 2024

    “Tingkatkan Kompetensi CPOB Industri Farmasi dengan PRESISI”

    CPOB merupakan pedoman yang digunakan oleh Industri Farmasi untuk memastikan bahwa obat yang diproduksi memenuhi aspek safety (keamanan), quality (kualitas),dan efficacy (kemanjuran). Salah satu aspek dalam CPOB yang penting untuk bisa menghasilkan produk dengan mutu yang konsisten adalah Kualifikasi dan Validasi. Berdasarkan hasil pengawasan, bahwa pemahaman industri farmasi terkait kualifikasi dan validasi masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, sebagai bentuk dukungan Badan POM, Direktorat Pengawasan Produksi Obat & NPP mengadakan kegiatan Pemahaman Komprehensif Kualifikasi dan Validasi CPOB atau “PRESISI”.

    Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 3 – 4 Mei 2023 secara luring dan daring (online) melalui Zoom Meeting, dan siapa sangka jika jumlah peserta yang bergabung mencapai 231 peserta yang termasuk dalam 50 Industri Farmasi di Indonesia. Selain personil dari Industri Farmasi, dalam kegiatan PRESISI juga diikuti oleh para Inspektur CPOB Badan POM.

    Kegiatan ini berkolaborasi dengan Pusat Kesehatan Angkatan Darat, Tenaga Ahli CPOB (Dra. Widiastuti Adiputro, Apt., dan Dra. Herny Prasetya, Apt.) dan Industri Farmasi yaitu PT Bio Farma dan PT Etana. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlangsung di masa yang akan datang.

    Selama seluruh kegiatan, diharapkan materi serta diskusi yang berlangsung dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman, serta meningkatkan kompetensi tentang kualifikasi dan validasi bagi seluruh peserta. Sebagaimana pentingnya penerapan CPOB di seluruh Industri Farmasi untuk memastikan bahwa peralatan, utilitas, sistem, atau proses yang digunakan dalam produksi obat telah diverifikasi dan divalidasi dengan baik, sehingga produk obat yang dihasilkan dapat memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan.

    Artikel Terkait

    Artikel Terbaru

    Artikel Lainnya

    Skip to content